Beranda blog Halaman 41

Wagub Jateng Dorong Optimalisasi Wakaf Uang

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat Infak Sodaqoh, Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah (Lembaga Keagamaan) Baznas provinsi Jawa Tengah, Periode I tahun 2026 di Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan pengelolaan dana keumatan, salah satunya melalui optimalisasi wakaf uang.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat Infak Sodaqoh, Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah (Lembaga Keagamaan) Baznas provinsi Jawa Tengah, Periode I tahun 2026 di Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Tengah telah berjalan baik, bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga terus meningkat.

“Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” kata Taj Yasin.

Ia menilai, keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, terutama wakaf uang. Skema ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengembangan lembaga keagamaan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah.

Menurutnya, banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan pengembangan fasilitas, seperti penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di sekitar masjid.

“Pemerintah tidak bisa menganggarkan untuk pengadaan tanah atau lokasi tertentu. Di sinilah wakaf, termasuk wakaf uang, bisa menjadi solusi untuk membantu kebutuhan lembaga keagamaan,” jelasnya.

Baca juga: Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Alquran untuk Santri

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya menyalurkan bantuan kepada 132 lembaga keagamaan dengan total dana sekitar Rp3,175 miliar.

Adapun lembaga penerima bantuan terdiri dari 43 masjid, 23 musala, 27 madrasah, 20 pondok pesantren, enam TPQ, dan 13 lembaga lainnya.

“Dalam satu tahun, penyaluran bantuan seperti ini kami lakukan tiga kali. Hal ini agar lebih banyak lembaga yang dapat memperoleh bantuan secara bergiliran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, karena pengumpulan zakat masyarakat berlangsung setiap bulan. Selain itu, Baznas juga memastikan setiap bantuan melalui proses administrasi dan pengajuan proposal yang jelas.

Selain bantuan untuk lembaga keagamaan, Baznas Jateng juga menjalankan berbagai program sosial selama Ramadan, termasuk pembagian paket sembako bagi masyarakat. Dalam empat bulan terakhir, bantuan sembako yang disalurkan telah mencapai sekitar 5.000 paket.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis juga dilakukan penyerahan bantuan fasilitasi 11 unit bus untuk program mudik gratis Baznas. Selain itu, disalurkan pula tali asih dan paket sembako senilai Rp248,5 juta kepada 497 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu dan tenaga outsourcing di lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah, masing-masing menerima Rp500 ribu dan satu paket sembako.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pencurian Motor di Kalirejo Kudus Tertangkap Kamera CCTV, Polisi Buru Pelaku

0
Tangkapan layar aksi pencurian kendaraan bermotor yang terekam CCTC. Foto: ISt

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kudus. Kali ini sebuah motor milik warga hilang saat diparkir di depan barbershop di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Korban baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang dari nongkrong di sebuah warung kopi.

Kapolsek Undaan AKP Uji Andi membenarkan adanya laporan pencurian kendaraan bermotor tersebut. Kejadian berlangsung di area parkir depan barbershop yang berada di wilayah Desa Kalirejo.

“Saat itu korban memarkir sepeda motornya di lokasi tersebut sebelum pergi ke warung kopi. Namun ketika kembali untuk mengambil kendaraan, motor yang diparkir sudah tidak berada di tempatnya,” ujar AKP Uji Andi melalui siaran tertulisnya, Selasa (10/3/2026).

Kapolsek menuturkan, korban sempat menanyakan kepada teman-temannya yang berada di lokasi apakah ada yang meminjam sepeda motor tersebut. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.

Baca juga: H-12 Lebaran, Kondisi Pasar Kliwon Masih Relatif Sepi

“Korban kemudian teringat bahwa kunci sepeda motor masih tertinggal di kendaraan saat diparkir. Hal tersebut diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk membawa kabur motor tersebut,” bebernya.

Untuk memastikan kejadian itu, lanjut AKP Uji Andi, korban kemudian mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Salah satunya CCTV yang berada di Masjid Kalirejo.

“Dari rekaman tersebut terlihat seseorang membawa kabur sepeda motor milik korban. Namun setelah meninggalkan lokasi awal, arah pelarian pelaku tidak terekam jelas oleh kamera pengawas lainnya,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi H-6603-BDE. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Undaan untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Aksi pencurian tersebut terekam kamera pemgawas. Kita akan lakukan penyelidikan dan memburu pelaku pencurian motor tersebut,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jadi Jalur Distribusi Pangan, Menko Zulhas Janjikan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Demak-Jepara

0
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau jembatang penghubung Jepara-Demak. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau jembatan penghubung Demak-Jepara, di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara pada Senin (9/3/2026).

Didampingi Bupati Jepara, Witiarso Utomo beserta jajarannya, Zulhas berjalan langsung di atas badan jembatan yang kini kondisinya sudah banyak yang berlubang.

Jembatan itu, diketahui memiliki lebar sekitar 3,5 meter. Lebar badan jembatan yang tidak terlalu luas, membuat kendaraan roda empat tidak bisa berjalan bersimpangan. Sehingga pengendara roda empat harus antre saat melewati jembatan tersebut.

Usai mengunjungi jembatan, Zulhas menyatakan komitmennya untuk membantu proses pengajuan pembangunan jembatan tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kita bantu karena jembatan ini penting untuk jalur distribusi pangan dan perekonomian serta berbagai aktivitas masyarakat,” kata Zulhas.

Baca juga: Zulhas: Perang AS-Israel Vs Iran Tak Pengaruhi Stok Pangan

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan, pembangunan jembatan penghubung Jepara–Demak merupakan salah satu kebutuhan strategis daerah yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi pangan.

Untuk itu ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan tersebut.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat sektor pangan, meningkatkan perekonomian daerah, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jepara.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gubernur Jateng Tegaskan Kepala Daerah Tidak Boleh Tinggalkan Wilayah Selama Libur Lebaran

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Wagub Taj Yasin dalam rakor yang diikuti jajaran Forkopimda. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepada para kepala daerah untuk tidak meninggalkan wilayahnya selama libur lebaran 2026.

Hal itu sejalan dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ pada 8 Maret 2026 tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Bahwa seluruh kepala daerah harus selalu siap dan terus memantau kondusivitas di wilayah masing-masing.

“Saya ingatkan H-7 dan H+7 untuk tetap berada di wilayah, sesuai surat edaran Mendagri,” kata Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin (9/3/2026).

Ia meminta kepada bupati dan walikota di wilayahnya untuk mencermati baik-baik surat edaran tersebut dan mematuhinya.

Dalam menyongsong kedatangan para pemudik lebaran di Jawa Tengah itu, Luthfi menekankan agar mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Karenanya, seluruh Bupati dan Walikota beserta forkopimda sudah dikumpulkan untuk memantapkan persiapan di masing-masing daerah.

Baca juga: Jateng Siap Sambut Jutaan Pemudik, Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat Diutamakan

“Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi

Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng. Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor. Di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.

Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi pelaksanaan Posko Terpadu patroli mobile di lokasi rawan macet, pemasangan rambu portable, Pemasangan 10 titik CCTV tambahan, pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif.

Dikatakan Luthfi, perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancar.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bisnis Sewa iPhone di Kudus Kian Laris, Banyak Disewa untuk Gaya dan Liburan

0
Pelaku bisnis persewaan iPhone di Kudus, Nadia Okta Ardianti. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bisnis penyewaan iPhone di Kabupaten Kudus semakin diminati, terutama oleh kalangan anak muda. Selain digunakan untuk kebutuhan harian, ponsel premium tersebut juga kerap disewa untuk travelling, menghadiri acara, hingga sekadar menunjang penampilan atau gaya.

Pelaku bisnis persewaan iPhone di Kudus, Nadia Okta Ardianti (22) mengaku, mulai merintis usaha tersebut sejak September 2023. Awalnya ia hanya memiliki tiga unit iPhone XR dan satu unit iPhone 11.

“Awalnya dari uang saku sendiri, lalu dari tabungan usaha sembako dan usaha lainnya. Kalau dapat uang tidak dipakai macam-macam, tapi diinvestasikan lagi untuk beli unit iPhone,” ujar warga RT 4 RW 4 Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

Seiring waktu, jumlah unit yang dimiliki terus bertambah. Saat ini total perangkat yang tersedia mencapai sekitar 50 unit di wilayah Kudus. Jika digabung dengan cabang di Pati, Jepara, dan Semarang, jumlahnya hingga ratusan

Menurut Nadia, tipe iPhone yang paling banyak diminati pelanggan adalah iPhone XR dan iPhone 11. Kedua tipe tersebut dinilai memiliki kamera yang bagus namun harga sewanya masih terjangkau.

Ia menyebut, mayoritas penyewa adalah perempuan. Ponsel tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan harian, travelling, hingga sekadar menunjang gengsi saat menghadiri acara.

Baca juga: Brand Fashion Ternama dan Terlengkap Kini Hadir di Kudus

“Kalau presentasenya paling banyak untuk travelling,” katanya.

Usaha penyewaan iPhone miliknya melayani pelanggan selama 24 jam. Untuk durasi sewa, pelanggan bisa menyewa dengan bebas mulai per jam hingga mingguan. Namun, banyak pelanggan yang menyewa selama tiga hingga empat jam, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Adapun tarif sewa bervariasi tergantung tipe iPhone dan durasi pemakaian. Untuk iPhone X misalnya, tarif sewa selama tiga hari sekitar Rp130 ribu. Sementara untuk tipe terbaru, seperti iPhone 17 Pro, tarif sewanya bisa mencapai sekitar Rp705 ribu untuk paket tiga hari.

Selain untuk penggunaan pribadi, lonjakan penyewaan biasanya terjadi saat ada acara besar seperti konser atau momentum libur panjang. Pada momen tersebut, puluhan unit iPhone bisa keluar dalam waktu bersamaan.

“Kalau ada event konser biasanya ramai, bisa semua unit atau sekitar 50 unit keluar,” jelasnya.

Menjelang Lebaran, permintaan juga meningkat. Nadia memperkirakan penyewaan ponsel pada periode Lebaran bisa mencapai belasan unit.

Bagi yang berminat, untuk persyaratan penyewaan, pelanggan diwajibkan menyerahkan identitas seperti KTP atau SIM bagi pekerja. Sementara untuk pelajar, biasanya ada ketentuan khusus sesuai kebijakan penyedia jasa.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Penjualan Baju Lebaran di Pasar Kliwon Kudus Mulai Ramai, Baju Family Set Laris Manis

0
Kondisi di Pasar Kliwon Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Penjualan baju Lebaran di Pasar Kliwon Kudus mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. Permintaan pakaian, khususnya model sarimbit atau family set untuk orang tua dan anak, menjadi yang paling banyak diburu pembeli tahun ini.

Owner Yuniar Distributor Pasar Kliwon, Eros Yaris mengatakan, peningkatan penjualan mulai terasa sejak sekitar satu bulan sebelum Ramadan. Puncak keramaian diperkirakan terjadi pada pekan ini hingga menjelang Lebaran.

“Lumayan ada peningkatan, mulai satu bulan sebelum puasa sudah mulai ramai, dan puncaknya di minggu-minggu ini,” katanya saat ditemui di tokonya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen. Model sarimbit atau family set saat ini menjadi tren karena banyak keluarga yang ingin tampil seragam saat Lebaran.

“Terutama model sarimbit untuk orangtua dan anak sekarang sedang diburu,” katanya.

Baca juga: Pemkab Kudus Pasang Target Investasi Rp1,4T di 2026

Pembeli tidak hanya datang dari wilayah Kudus dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di eks Karesidenan Pati, Kendal, Semarang hingga Surabaya. Bahkan, permintaan juga datang dari luar pulau. Eros menilai meningkatnya minat pembeli juga dipengaruhi oleh promosi melalui media sosial.

Di tokonya, berbagai merek pakaian tersedia baik secara grosir maupun eceran, seperti Nadheera, Yumna, hingga Arabel. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp90 ribu hingga Rp1,5 juta per pakaian.

“Yang paling banyak dicari merek Nadheera dan Arabel dengan model family set,” tambahnya.

Sementara itu, karyawan Yumna Collection, Moza mengatakan, ramai pembeli biasanya terjadi pada akhir pekan, terutama Jumat hingga Minggu. Pada hari biasa tetap ada pembeli, meski tidak seramai saat akhir pekan.

“Jumat, Sabtu, Minggu biasanya ramai. Hari biasa tetap ada pembeli tapi tidak seramai itu,” ujarnya.

Menurutnya, menjelang Lebaran tahun ini pembeli juga banyak mencari pakaian wanita seperti dress. Namun, permintaan terbanyak tetap pada model family set atau sarimbit.

Untuk tren pakaian wanita, model dress bergaya Korean look banyak diminati anak muda usia sekitar 20 hingga 30 tahun. Sementara untuk perempuan dewasa, model dress yang simpel masih menjadi pilihan.

Baca juga: Kanada Tertarik Investasi Sektor Pertanian dan Kesehatan di Jateng, Inilah Alasannya

Pembeli yang datang ke toko tersebut juga cukup beragam, mulai dari wilayah Jawa Tengah hingga luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jambi.

Meski permintaan meningkat, pihak toko memastikan harga pakaian tetap stabil hingga Lebaran dan tidak mengalami kenaikan.

“Harga tetap sama sampai Lebaran, tidak ada kenaikan,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa stok dress bahkan sudah mulai habis karena tingginya permintaan menjelang Hari Raya. Secara keseluruhan, penjualan pakaian Lebaran tahun ini mengalami lonjakan dibandingkan hari biasa.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jateng Siap Sambut Jutaan Pemudik, Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat Diutamakan

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin (9/3/2026). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyambut belasan juta orang masuk yang masuk wilayahnya pada Lebaran 2026.

Untuk menyongsong kedatangan para pemudik itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan agar mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Karenanya, seluruh Bupati dan Walikota beserta forkopimda sudah dikumpulkan untuk memantapkan persiapan di masing-masing daerah.

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin (9/3/2026).

Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng. Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor. Di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.

Baca juga: Nantikan, Wagub Jateng Bakal Luncurkan Aplikasi Perlindungan Untuk Driver Ojol Perempuan

Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi pelaksanaan Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jateng, Posko Kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah se-Jateng, posko di 23 Terminal Tipe B, serta patroli mobile di lokasi rawan macet (obyek wisata, pusat keramaian, pasar tumpah, dan lainnya).

Selain itu juga dilakukan pemasangan rambu portable; Pemasangan 10 Titik CCTV tambahan; Pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif.

Dikatakan Luthfi, perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancar.

Terkait ketersediaan bahan pokok penting, Gubernur juga meminta agar operasi pasar dan pengecekan dari Satgas Pangan terus dilakukan. Ia tidak menginginkan ada kekurangan stok bahan pokok penting dan penimbunan yang memicu kenaikan harga dan inflasi di wilayahnya.

“Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.

Kesiapan juga terkait dengan suplai energi seperti gas Elpiji, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik. Pertamina telah menyampaikan bahwa stok elpiji dan BBM untuk Jawa Tengah aman saat lebaran. Begitu halnya dengan listrik, PLN sudah melakukan langkah-langkah untuk mengamankan distribusi, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan,” katanya.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah, Jateng Matangkan Persiapan Perhelatan MTQ Nasional 2026

Selain itu, Ahmad Luthfi juga meminta kepada Bupati dan Walikota beserta forkopimda untuk mitigasi potensi bencana yang terjadi selama libur lebaran.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, dalam rangka menyongsong perayaan idul Fitri ini, jaminan keamanan dan kenyamanan menjadi nomor satu. Operasi yang dilakukan nanti fokus pada safety and hospitality (keamanan dan keramahtamahan).

Total personel yang disiagakan untuk mengamankan arus mudik-balik dan perayaan idulfitri di Jawa Tengah sekitar 28.980 orang. Terdiri atas 22.000 personel Polri, 1.189 TNI, 5.111 personel dari instansi terkait lainnya. Puluhan ribu personel tersebut tersebar di sejumlah objek vital di Jawa Tengah.

“Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, 48 stasiun. Kemudian ada 153 pospam, 78 posyan, dan 31 pos terpadu,” bebernya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Alquran untuk Santri

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas santri, baik dari sisi pendidikan Alquran maupun pemenuhan gizi.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026).

Menurut Taj Yasin, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Alquran melalui distribusi mushaf, serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng selama ini juga memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an. Pemerintah provinsi memberikan tali asih kepada para penghafal Alquran sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai serta mempelajari Alquran.

“Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Alquran,” kata Taj Yasin.

Baca juga: Nantikan, Wagub Jateng Bakal Luncurkan Aplikasi Perlindungan Untuk Driver Ojol Perempuan

Program AGUS sendiri diluncurkan dengan distribusi 100 ribu mushaf Alquran senilai sekitar Rp10 miliar serta bantuan 20 ton telur bagi pesantren. Inisiatif ini digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha menjelaskan, kebutuhan terhadap dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Alquran sehingga santri harus bergantian saat belajar.

Selain itu, sejumlah riset juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri, termasuk temuan penelitian yang menyebut lebih dari 50 persen santri perempuan mengalami kekurangan gizi.

“Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan program AGUS juga menjadi bagian dari ikhtiar organisasi untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

PBNU, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk membantu pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hingga kini hampir 200 titik telah diresmikan dan lebih dari 300 lainnya sedang dalam proses.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak santri yang mendapatkan akses terhadap makanan bergizi sekaligus dukungan sarana belajar Alquran yang memadai.

“Alhamdulillah sore hari ini, RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menyumbangkan bantuan, menambah yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan ponpes,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Konsumsi Diprediksi Naik, Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Saat Libur Lebaran

0
Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Muria Raya serta Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kondisi aman. Ketersediaan energi tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama momen Ramadan dan mudik Lebaran.

Menurutnya, kebutuhan energi masyarakat biasanya meningkat saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Hal itu seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat selama periode tersebut.

“Kami pastikan pasokan BBM dan elpiji menjelang libur Lebaran nanti aman. Kami sudah menyiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi,” ujar Taufiq di Kudus belum lama ini.

Berdasarkan proyeksi Pertamina, kata dia, konsumsi BBM jenis bensin atau gasoline diperkirakan mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut terjadi selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

“Untuk BBM jenis bensin, konsumsi diprediksi meningkat sekitar 18 persen dibandingkan kondisi normal. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi,” bebernya.

Baca juga: Pemkab Kudus Pasang Target Investasi Rp1,4T di 2026

Selain BBM, ungkapnya, konsumsi elpiji juga diperkirakan mengalami peningkatan selama Ramadan. Pertamina memproyeksikan kebutuhan elpiji naik sekitar 10 persen hingga periode H+15 Lebaran.

“Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diperkirakan justru mengalami penurunan. Penurunan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 6 persen dari kondisi normal,” ungkapnya.

Menurut Taufiq, turunnya konsumsi solar dipengaruhi adanya pembatasan kendaraan angkutan barang. Pembatasan tersebut biasanya berlaku selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Kendaraan roda enam atau truk pengangkut barang non logistik biasanya akan dibatasi melintas oleh kepolisian dan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Ia menyampaikam, berdasarkan proyeksi tersebut, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memperkuat distribusi energi di berbagai wilayah.

Pertamina juga meningkatkan stok energi di berbagai titik distribusi. Penambahan stok dilakukan di terminal BBM, SPBU, hingga pangkalan elpiji.

“Kami meningkatkan stok baik di terminal BBM, elpiji maupun di seluruh lembaga penyalur seperti SPBU dan pangkalan elpiji sekitar 20 hingga 30 persen,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen melakukan peninjauan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Semarang dengan naik kendaraan motor Vespa, pada Jumat (6/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen melakukan peninjauan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Semarang dengan naik kendaraan motor Vespa, pada Jumat (6/3/2026).

Tinjauan itu untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya jelang libur Lebaran dan Hari Raya Nyepi 2026. kegiatan tinjauan itu, dilakukan bersama-sama dengan komunitas Vespa dan komunitas ojek online Kota Semarang.

Dikatakan tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini, Pemprov Jateng memastikan akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat pada saat libur hari raya tersebut. Salah satunya adalah kepastian pasokan BBM yang memadai dan mencukupi.

“Pelayanan harus maksimal. Bukan hanya di jalannya saja, akan tetapi juga pos-pos yang lain. Salah satunya adalah bagaimana Pertamina memberikan pasokan BBM yang memadai dan mencukupi,” ujarnya di sela melakukan pemantauan di SPBU Coco Ahmad Yani, Kota Semarang.

Dikatakan Gus Yasin, berdasarkan pantauan di Terminal BBM Pengapon, stok selama 20 hari mendatang masih aman. Selain itu, Gus Yasin juga mengecek kepastian ketersediaan BBM bagi pemudik yang menggunakan tol.

Baca juga: Nantikan, Wagub Jateng Bakal Luncurkan Aplikasi Perlindungan Untuk Driver Ojol Perempuan

Sebagai antisipasi, lanjutnya, Pertamina juga sudah mempersiapkan pengantaran dengan sepeda motor dari SPBU untuk kendaraan yang terjebak macet dan kehabisan BBM.

“Semoga saja tidak terjadi di Jawa Tengah. Akan tetapi kalau itu terjadi kendaraan stagnan dan kemacetan yang benar-benar membutuhkan waktu yang lama, Pertamina sudah memastikan ada pelayanan motor untuk pengantaran pembelian SPBU-SPBU di area-area kemacetan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto mengatakan, kunjungan Gus Yasin ke SPBU adalah untuk memastikan pelayanannya sudah berjalan dengan baik.

Pelayanan tersebut, lanjutnya, menyangkut kepastian takaran, kualitas, pelayanan dan kebersihan SPBU.

Fanda menyatakan, Pertamina juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Alhamdulillah tadi hasil pengecekan semua prosedur dijalankan dengan baik dan tidak ada isu terkait dengan takaran dan kualitas,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Zulhas: Perang AS-Israel Vs Iran Tak Pengaruhi Stok Pangan

0
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo saat berkunjung ke salah satu lokasi di Jepara pada Senin (9/3/2026). Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Kondisi pangan selama puasa dan menjelang lebaran Idulfitri 1147 Hijriah/2026 Masehi dipastikan aman dan tidak terpengaruh oleh kondisi perang yang saat ini terjadi di Timur Tengah.

Hal itu seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara pada Senin, (5/3/2026).

Zulkifli menjelaskan, perang yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran tidak mempengaruhi kondisi pangan sebab Indonesia tidak mengimpor bahan pangan dari Timur Tengah.

“Walaupun Timur Tengah ada kejadian (perang), karena presiden sudah memperkirakan apa yang akan terjadi di dunia, kita sudah lebih cepat swasembada pangan,” kata Zulkifli saat ditemui di Balai Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Sehingga, ia mengkalim, stok pangan selama Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran aman dan tercukupi.

“Stok pangan kita cukup, puasa dan lebaran cukup. Tidak terpengaruh oleh perang. Karena kita tidak ada impor makanan dari Timur Tengah, tidak ada,” lanjutnya.

Baca juga: Ketua DPRD: Pameran IFEX Jadi Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara

Dalam kunjungan kerjanya, Zulhas mengaku juga diperintahkan oleh Presiden Prabowo untuk memastikan harga bahan pangan bisa stabil selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Jika kondisi harga bahan pangan naik, Zulkifli mengatakan sesuai perintah Presiden, Bupati/Wali Kota di masing-masing daerah diminta untuk menyelenggarakan bazar maupun pasar murah.

“Kalau harga naik, saya mengajak Bupati/Wali Kota mengadakan bazar, pasar murah, kalau perlu subsidi,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Jepara pada hari ini, terdapat empat lokasi yang dikunjungi Zulhas bersama Bupati Jepara dan jajaran perangkat daerah.

Kunjungan pertama di Balai Desa Kaliombo, Kecamatan Kalinyamatan. Kedua di Rumah Khusus (Rusus) Nelayan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Ketiga, Balai Desa Petekeyan dan ke-empat di Kantor Kecamatan Jepara.

Dalam setiap kunjungan, ia membagikan 5 kg beras SPHP kepada masing-masing penerima. Di setiap tempat jumlah masyarakat penerima bantuan sebanyak 250 orang.

Selain memastikan stok pangan, Zulkifli mengaku juga diperintahkan untuk mengecek program swasembada pangan, kampung nelayan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Optimalkan Pelayanan

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada Senin (9/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan untuk tetap mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, di tengah dinamika yang terjadi di daerah tersebut.

“Jaga stabilitas pemerintahan, dan pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, meskipun saat ini terdapat dinamika yang sedang dihadapi,” kata Luthfi saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan, dinamika yang terjadi di Kabupaten Pekalongan tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan, utamanya pelayanan kepada masyarakat.

Luthfi juga meminta agar mempercepat respon terhadap aduan masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat harus segera ditangani, agar pelayanan publik benar-benar dirasakan secara nyata.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim

“Kecepatan respon terhadap aduan masyarakat harus ditingkatkan, agar tidak ada komplain publik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga meminta agar dilakukan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Apalagi saat ini Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman sudah ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati.

“Saya titip pada pak Kirman sebagai Plt Bupati, tidak ada siapapun yang dibeda-bedakan, ini orang siapa ini orang siapa. Kita harus berbuat sama, yang penting dia harus profesional dan jelas,” tegasnya.

Hal tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan di bidang organisasi, kepegawaian, dan pengelolaan anggaran daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjaga kondusivitas wilayah, serta stabilitas pemerintahan di Kabupaten Pekalongan.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya telah menerbitkan surat penugasan kepada Wakil Bupati Pekalongan Sukirman untuk melaksanakan tugas dan wewenang bupati. Penugasan tertuang dalam surat gubernur tertanggal 5 Maret 2026, menyusul Bupati Pekalongan yang saat ini menjalani masa tahanan

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Wujudkan Bayi Sehat dan Persalinan Tanpa Nyeri, RSI Sunan Kudus Luncurkan Layanan Materna

0
Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin saat peluncuran layanan Materna. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus meluncurkan layanan Materna (Manajemen Terpadu Kehamilan Aman dan Anak Sehat), Sabtu (7/3/2026) malam. Layanan ini guna mendukung kesehatan ibu hamil hingga proses persalinan.

Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, layanan tersebut lahir dari filosofi bahwa kehamilan harus dipersiapkan dengan baik sejak awal. Menurutnya, tata kelola kehamilan yang terpadu akan membantu ibu menjalani masa kehamilan secara sehat hingga proses persalinan.

“Kalau kehamilannya sehat, maka bayi yang dilahirkan juga bisa sehat dan tumbuh kembangnya optimal,” ujar pria yang akrab disapa Ipul tersebut.

Ia menjelaskan, layanan Materna tidak hanya fokus pada proses persalinan, tetapi juga pendampingan selama masa kehamilan. Pendampingan tersebut dilakukan secara terpadu oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter anak, dokter anestesi, bidan, hingga tenaga psikolog dan rohaniwan.

Dalam layanan tersebut, lanjut Ipul, ibu hamil juga dapat mengikuti berbagai kelas edukasi secara rutin. Di antaranya kelas yoga kehamilan, senam prenatal, edukasi gizi, hingga edukasi mengenai persiapan persalinan dan menyusui.

Baca juga: Lebih Efisien, Alat Ini Jadi Andalan RSI Kudus Tanggulangi Nyeri Pasien Paska Bedah

Menurutnya, salah satu inovasi yang ditawarkan dalam layanan ini adalah painless surgery bagi pasien yang harus menjalani operasi caesar. Metode ini memungkinkan pasien menjalani operasi tanpa merasakan nyeri setelah tindakan.

“Kadang ada kondisi yang mengharuskan ibu melahirkan dengan operasi. Dengan konsep painless surgery ini, operasi bisa dilakukan tanpa rasa nyeri, sehingga ibu tetap bisa melakukan inisiasi menyusui dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode tersebut memungkinkan pasien lebih cepat pulih setelah operasi. Bahkan dalam waktu dua hingga enam jam setelah operasi, pasien sudah dapat bergerak dan berjalan.

“Dengan proses pemulihan yang lebih cepat, pasien bahkan dapat pulang kurang dari satu hari setelah persalinan jika kondisi kesehatan stabil. Hal ini juga membuat proses perawatan menjadi lebih efisien bagi pasien maupun rumah sakit,” jelasnya.

Dokter Ipul menyebut seluruh tenaga medis yang terlibat dalam layanan Materna telah memiliki kompetensi khusus di bidangnya. Beberapa di antaranya bahkan telah tersertifikasi sebagai konselor ASI serta memiliki pelatihan manajemen nyeri.

“Layanan Materna juga dapat diakses oleh pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Diharapkan, layanan ini dapat memberikan akses pelayanan kesehatan ibu yang lebih baik bagi masyarakat,” sebutnya.

Dia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat membantu mencegah stunting sejak awal kehidupan anak. Sebab, kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga keberhasilan pemberian ASI pada fase awal sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

“Harapannya tentu sampai ke sana, yaitu membantu menciptakan generasi yang sehat sejak dalam kandungan,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

H-12 Lebaran, Kondisi Pasar Kliwon Masih Relatif Sepi

0
Kondisi di Pasar Kliwon Kudus yang masih relatif sepi pada H-12 Lebaran. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, kondisi salah satu pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah, yakni Pasar Kliwon Kudus masih belum begitu ramai. Hal itu terlihat, di mana pengunjung atau pembeli yang berdatangan ke pasar tersebut tak seperti biasanya menjelang lebaran.

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Kliwon, Eros Yaris menyampaikan, meski kondisi penjualan di tokonya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu, namun kondisi pasar saat ini masih terbilang belum begitu ramai.

Sebab, menurutnya seperti tahun-tahun sebelum pandemi, momen jelang Lebaran kondisi pasar akan dipenuhi oleh berbagai pengunjung, baik pembeli secara ecer maupun pembeli secara grosir.

“Namun kali ini, kondisi pasar menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk penjualan pakaian di toko kami ini setidaknya mengalami kenaikan 20-30 persen dari tahun lalu,” katanya saat ditemui di tokonya, Senin (9/3/2026).

Peningkatan penjualan, kata dia, mulai dirasakannya sejak satu bulan sebelum Ramadan. Hingga saat ini untuk penjualan sudah lebih baik dari hari-hari biasanya, bahkan momen jelang lebaran tahun lalu.

“Kalau untuk produk yang kami jual dari berbagai merek, mulai dari Arabel, Yumna, Nadheera, dan beberapa produk Kudus yang banyak diminati berbagai kalangan,” terangnya.

Baca juga: Realisasinya Meleset Tahun Lalu, PAD dari Sektor Pasar di Kudus Kembali Ditarget Rp 16,2 M

Ia menyebut, puncak ramainya pasar jelang Lebaran dimulai dari pekan ini hingga hari H. Menurutnya, model yang paling banyak diminati adalah model Fam Set atau Family Set (sarimbit).

“Eks Karesidenan Pati, bahkan sampai Kendal, Semarang, hingga Surabaya ke sini. Mereka kesini karena pengaruh media sosial yang tertarik dengan beberapa produk yang kami sediakan,” jelasnya.

Hal senada dikatakan oleh pedagang jajanan di lantai 2, Triwahyuningsih, owner Gunawan Jajan. Ia mengaku, penjualan dirasakannya jauh lebih meningkat dari pada tahun sebelumnya.

“Kalau untuk peningkatannya secara presentase kami belum tahu, karena belum menghitung secara keseluruhan. Tapi saya rasa lebih ramai tahun ini dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Yuni mengungkapkan, penjualan jajan jelang lebaran mulai ramai sejak pertengahan puasa. Sejumlah produk jajanan banyak diminati oleh pembeli.

“Paling banyak diminati pembeli, seperti jajanan mete, kastengel, kacang, dan keripik-keripikan,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kelola Pendapatan Daerah Secara Profesional, Pemkab Jepara Bentuk OPD Baru

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar bersama Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Penambahan OPD itu saat ini sudah diusulkan dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Jepara melalui sidang paripurna pengambilan keputusan perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 di Ruang Sidang Paripurna, DPRD Kabupaten Jepara pada Senin, (9/3/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan, selama ini badan khusus tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari bidang pendapatan yang ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara.

Akan tetapi, penggabungan fungsi pendapatan, belanja, dan pengelolaan aset dalam satu lembaga menyebabkan beban kinerja yang tidak proporsional.

Selain itu, Ary melanjutkan, penambahan OPD baru juga diperlukan sebagai respon untuk mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Terlebih saat ini dana transfer pusat ke daerah juga dikurangi. Sehingga diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan dan mengoptimalkan potensi di daerah untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapan kita dengan adanya badan khusus yang mengelola pendapatan daerah, PAD ini bisa ditangani secara profesional dan potensi yang ada bisa dikelola secara optimal,” katanya saat ditemui usai pelaksanaan sidang paripurna.

Baca juga: Selesai Dibangun, Kampung Nelayan Merah Putih di Jepara Diusulkan Punya SPBN

Sehingga Pemkab Jepara mengusulkan adanya perubahan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

Ary mengatakan, Bapenda nantinya memiliki tugas untuk mengelola pajak dan retribusi sebagai bagian dari PAD Jepara. Untuk mengoptimalkan tugas itu, nantinya akan ada petugas khusus yang menagih pembayaran pajak dan retribusi.

“Iya (ada juru tagih), otomatis akan jadi perangkat dari Bapenda,” ujarnya.

Ary berharap, usulan itu bisa segera dibahas oleh DPRD sehingga pembentukan badan khusus itu bisa terealisasi di tahun ini.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna mengatakan pihaknya akan segera membahas usulan tersebut. Terlebih pendapatan merupakan urusan fundamental bagi daerah yang berfungsi untuk menopang pembangunan di daerah.

“Target kita (pembahasan akan dilakukan) 1-2 minggu ini, sehingga April kita target sudah selesai (pembahasan),” ungkapnya.

Agus mengungkapkan dengan dibentuknya badan khusus yang mengelola pendapatan daerah, kepala perangkat maupun seluruh anggotanya bisa fokus sehingga terjadi peningkatan PAD secara signifikan.

“Kita nanti juga minta perangkat daerah yang baru bisa membuat mapping intensifikasi dan ekstensifikasi PAD,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -