Beranda blog Halaman 40

Stok Jajanan Lebaran di Pasar Kliwon Menipis, Pedagang Kaitkan Program MBG

0
Ragam jajanan di salah satu kios yang ada di Pasar Kliwon Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketersediaan berbagai jajanan Lebaran di Pasar Kliwon Kudus mulai menipis menjelang Hari Raya Idulfitri. Para pedagang menyebut, sebagian stok jajanan camilan kini terserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga pasokan di pasar tradisional, utamanya jelang Lebaran seperti ini jadi terbatas.

Salah satu pedagang jajanan Lebaran di Pasar Kliwon, Tri Wahyuningsih mengatakan, beberapa jajanan yang biasanya mudah diperoleh kini lebih sulit didapatkan. Kondisi tersebut membuat pedagang harus lebih berhati-hati dalam menjual barang, terutama untuk produk yang biasanya dibeli dalam jumlah besar oleh masyarakat.

“Stok barang agak sulit. Banyak bahan yang dipakai untuk MBG, seperti kacang koro, tempe, sampai abon. Jadi kalau barangnya susah didapat, kami tidak berani menjual ecer,” ujarnya saat ditemui di Pasar Kliwon, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, menjelang Lebaran, permintaan masyarakat terhadap berbagai jajanan memang meningkat. Produk seperti kerupuk rambak, nastar, kurma, hingga aneka kacang-kacangan menjadi salah satu yang paling banyak dicari pembeli. Ia menyebut, aktivitas pasar pun mulai ramai sejak pertengahan Ramadan.

Baca juga: Jelang Lebaran, Pasar Kliwon Kudus Ramai Pemburu Kue Kering

Meski pembeli mulai berdatangan, keterbatasan stok membuat pedagang tidak bisa menyediakan barang sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Beberapa bahan baku yang biasanya digunakan untuk membuat jajanan Lebaran, kini juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam program MBG.

Kondisi tersebut turut memengaruhi harga sejumlah jenis jajanan di pasaran. Salah satunya kacang mete mentah yang mengalami kenaikan harga dari sekitar Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram.

“Selain sulit didapatkan, kondisi itu juga dapat meningkatkan harga jajanan. Mau tidak mau kami harus memutar otak agar jajanan ini bisa dibeli oleh para pembeli,” terangnya.

Hal serupa juga dirasakan pedagang lainnya di Pasar Kliwon, Kessi. Di mana ketersediaan barang agak sulit disebabkan banyak jajanan terserap oleh program MBG.

“Nah itu sangat berpengaruh terdapat stok kami. Terlebih untuk penjualan tahun ini mengalami kemerosotan dibandingkan tahun lalu, hingga mencapai 50 persen,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Wagub Jateng Dihadang Mahasiswa UNS, Dialog Terbuka Berakhir Lega

0
Wagub Jateng Taj Yasin saat berdiaog dengan mahasiswa UNS. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sempat menghadang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai mengisi Kuliah Ramadan jelang berbuka puasa di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026).

Para mahasiswa tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung kepada Wagub yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Mereka menyoroti isu kemiskinan, pemerintahan, hingga realisasi sejumlah program pembangunan di Jawa Tengah.

Alih-alih berlalu, Taj Yasin memilih berhenti dan berdialog dengan para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan berbagai program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.

Salah satunya terkait penyelesaian ijazah siswa yang masih ditahan di sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin.

Baca juga: Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat memperoleh pelayanan medis.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK) yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut, termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian target program perumahan telah berjalan, sementara sebagian lainnya masih terkendala kondisi lahan yang harus dipastikan aman untuk pembangunan.

Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng tim ahli dari beberapa perguruan tinggi guna melakukan kajian teknis.

Selain perumahan, mahasiswa juga menyampaikan persoalan infrastruktur jalan di beberapa daerah. Menurut Taj Yasin, sebagian laporan jalan rusak yang diterima ternyata merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau desa. Meski demikian, Pemprov Jateng tetap membantu penanganannya melalui anggaran provinsi.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk ikut mengawal pembangunan dengan memberikan laporan yang jelas dan terukur.

Baca juga: Nantikan, Wagub Jateng Bakal Luncurkan Aplikasi Perlindungan Untuk Driver Ojol Perempuan

“Kalau ada laporan, tolong disertai koordinatnya supaya kami bisa langsung cek ke lapangan,” katanya.

Perwakilan mahasiswa UNS, Ino, mengaku lega karena aspirasi yang mereka sampaikan mendapat respons langsung dari Wakil Gubernur.

Menurutnya, dialog tersebut menjadi ruang komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pemerintah.

“Tadi kami menyampaikan beberapa hal terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, dan komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari dialog tersebut pihaknya melihat adanya komitmen pemerintah untuk memperbaiki berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa.

“Pak Wagub juga menyatakan siap membuka ruang transparansi dan komunikasi dengan mahasiswa. (Kami) sudah lega,” pungkas Ino.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Tebing Setinggi 100 Meter di Desa Tempur Jepara Longsor, Akses Jalan Utama Kembali Tertutup

0
Kondisi jalur utama di Desa Tempur Jepara yang tertutup batu ukuran besar usai longsor. Foto: Ist.

BETANEWS.ID,JEPARA– Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akibatnya, akses jalan utama menuju desa itu saat ini kembali tertutup.

Berdasarkan video laporan warga yang diterima Betanews.id, material longsor berupa batu dengan ukuran cukup besar serta timbunan tanah dan ranting pohon menutup seluruh permukaan badan jalan dengan lebar sekitar 4 meter.

Terdapat dua titik lokasi jalan yang saat ini tertutup material longsor dengan panjang sekitar 100 meter.

Kepala Desa Tempur, Mariyono mengatakan, bencana longsor pertama kali terjadi pada Senin, (9/3/2026) dari ketinggian tebing sekitar 75 meter. Kemudian pada hari berikutnya Selasa, (10/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, longsor susulan kembali terjadi.

Ketinggian tebing yang mengalami longsor juga bertambah, sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 75 meter.

“Setelah kemarin ada longsor yang titiknya sekitar 75 meter, tadi malam kembali terjadi longsor susulan yang lebih besar,” kata Mariyono dalam laporan yang diterima Betanews.id, Rabu (11/3/2026).

Mariyono mengatakan, karena ukuran batu yang cukup besar, batu tersebut tidak bisa dipecah menggunakan tenaga manusia dan harus menggunakan alat berat.

Baca juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Karena berada di akses utama menuju Desa Tempur melalui Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Mariyono berharap peristiwa tanah longsor itu segera mendapat penanganan.

“Longsor material batunya ini cukup besar. Kalau pakai tenaga manusia tidak bisa, harus menggunakan alat beaker (pemecah batu),” ungkapnya.

Selain menutup akses jalan, Mariyono mengatakan, bencana longsor juga membuat satu tiang listrik roboh, sehingga membuat akses jaringan listrik terputus.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, hari ini pihaknya segera melakukan penanganan bencana tanah longsor yang kembali terjadi di Desa Tempur.

Titik lokasi jalan yang saat ini tertutup material longsor, menurutnya berjarak sekitar satu kilometer sebelum titik lokasi jalan yang kemarin sempat terputus.

“Kendalanya ini ada di alat berat, dua alat berat yang kita butuhkan, bego dan beaker ini posisinya berbeda. Bego di selatan longsor, beaker di sebelah utara longsor. Sehingga masih kita cari alternatifnya,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Tinjau Pelaksanaan MBG, Zulhas: “Semua Anak-Anak Senang”

0
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo saat mengunjungi salah satu sekolah di Jepara. Foto: Umi Nur faizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan peninjauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara pada Selasa, (10/3/2026).

Kunjungan itu dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu di SMAN 1 Jepara, SMKN 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara. Namun dari tiga sekolah itu, sampai saat ini siswa di MAN 1 Jepara belum menerima program MBG.

Dari hasil kunjungannya di Kabupaten Jepara serta di beberapa daerah di Indonesia, Zulhas menyebut, jika banyak anak sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG mengaku senang.

“Semua senang bergembira, berterima kasih, semua anak-anak senang. Saya sudah keliling Indonesia, ke Demak mereka meminta agar dilanjutkan dan mengatakan salam terima kasih kepada Pak Prabowo,” katanya usai melakukan kunjungan di MAN 1 Jepara.

Terkait dengan banyaknya aduan dalam pemberian menu MBG, Zulhas mengatakan, pihak sekolah bisa melakukan klaim kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur MBG.

Jika aduan tersebut terlalu banyak, Zulhas menyebut, nantinya SPPG tersebut juga bisa dicabut izin operasionalnya.

Baca juga: Jadi Jalur Distribusi Pangan, Menko Zulhas Janjikan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Demak-Jepara

“Kalau ada masalah sekolah bisa klaim ke SPPG, bahkan SPPG nya kalau sering banyak laporan nanti bisa dibekukan,” ujarnya.

Sampai saat ini, Zulhas menyebutkan, penerima manfaat program MBG untuk siswa sekolah umum sudah mencapai 97 persen. Sedangkan untuk siswa di lingkungan sekolah berbasis agama, baru sekitar 10-20 persen.

Hal itu terjadi, menurut Zulhas dikarenakan sulitnya mendapatkan data siswa yang berada di lingkungan pondok pesantren maupun sekolah berbasis agama.

“Kendalanya itu di data, kalau sekolah-sekolah umum datanya lengkap. Tapi kalau sekolah-sekolah pondok, rata-rata datanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait agar pendataan di sekolah-sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat program MBG.

“Program ini sangat baik karena menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak kita. Jika gizi mereka terpenuhi, maka proses belajar akan lebih optimal dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas generasi muda Jepara,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Sudah Dua Tahun Menunggu, Pedagang Pasar Babe Kudus Berharap Penyekatan Los Segera Dilakukan

0
Kondisi Pasar Babe Kudus saat ini. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang di Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus masih menunggu kejelasan penyekatan los pada bangunan baru pasar yang hingga kini belum difungsikan. Padahal, bangunan tersebut telah selesai dibangun dan tinggal menunggu penyekatan saja.

Ketua Paguyuban Pasar Babe, Hariyanto mengatakan, bangunan baru tersebut sebenarnya sudah siap digunakan. Namun hingga saat ini para pedagang belum bisa menempatinya karena belum adanya penyekatan los antar-pedagang.

“Ada dua bangunan di Pasar Babe, bangunan satu terakhir selesai dibangun akhir tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum difungsikan sama sekali karena belum ada sekatnya,” bebernya.

Menurutnya, dua bangunan baru tersebut dapat menampung sekitar 264 pedagang. Artinya, dua bangunan tersebut sudah ditunggu seluruh pedagang agar dapat dipindah ke bangunan baru tersebut.

Hariyanto menyampaikan, sebelumnya Bupati Kudus sempat menyampaikan rencana bantuan untuk pembuatan sekat los pasar. Hal itu juga sempat ia tanyakan kembali saat audiensi bersama bupati beberapa waktu lalu.

Baca juga: Selesai Dibangun, Kampung Nelayan Merah Putih di Jepara Diusulkan Punya SPBN

“Dari bupati dulu pernah mengatakan akan membantu untuk pembuatan sekatnya. Kemarin juga sudah saya tanyakan saat audiensi, dan beliau akan mengusahakannya,” jelasnya.

Selama proses tersebut belum terealisasi, para pedagang masih bertahan di kios sementara yang telah ditempati sejak insiden kebakaran Juli 2024 silam. Ia menyebut para pedagang sudah menunggu cukup lama, bahkan hampir dua tahun namun hingga kini belum bisa menempati bangunan baru yang selesai dibangun.

“Pedagang sudah terlalu lama menunggu, hampir dua tahun ini. Harapannya di 2026 ini bisa segera ada penyekatan los supaya bangunan baru bisa ditempati para pedagang,” katanya.

Meski kondisi pasar belum sepenuhnya tertata, Hariyanto menyebut jumlah pengunjung pasar sejauh ini masih relatif stabil seperti biasanya. Para pedagang pun berharap penataan pasar dapat segera selesai agar aktivitas jual beli bisa berjalan lebih nyaman.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Situasi Timur Tengah Memanas, Calon Jemaah Haji Kudus Tetap Dijadwalkan Berangkat Awal Mei 2026

0
Sejumlah jemaah calon haji saat mengikuti latihan manasik. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat, memicu kekhawatiran keselamatan dan kenyamanan calon jemaah haji (calhaj) tahun ini. Meski konflik tersebut semakin meningkat, jadwal keberangkatan haji kini sudah keluar. Seperti Kabupaten Kudus dijadwalkan berangkat di awal Mei 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroh menyampaikan, bahwa saat ini belum ada imbauan langsung dari pusat mengenai konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia menegaskan, bahwa saat ini persiapan keberangkatan haji masih jalan terus.

“Kalau untuk jemaah haji saat ini belum ada imbauan apapun terkait dengan adanya situasi Timur Tengah. Saat ini untuk persiapan keberangkatan haji masih berjalan,” katanya saat dikonfirmsi melalui sambungan telepon, Selasa (9/3/2026) kemarin.

Ia mengatakan, terkait dampak situasi di Timur Tengah hingga saat ini pihaknya belum tahu secara pasti. Sebab, menurutnya hingga kini belum ada imbauan khusus dari pemerintah pusat.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Terus Pantau Kondisi Pekerja Migran Asal Jateng

“Soalnya kemarin yang mendapat perhatian itu jemaah umrah saja. Jadi, mengenai dampak haji kita belum tahu, karena dari pusat belum asa imbauan apapun,” ungkapnya.

Persiapan keberangkatan haji, kata dia, hingga saat ini masih terus berjalan. Bahkan untuk jadwal keberangkatan calhaj asal Kabupaten Kudus sudah keluar.

“Kalau secara nasional, jadwal keberangkatan pada 21 April 2026 masuk asrama haji. Sedangkan untuk jadwal Kudus sendiri juga sudah keluar, yakni dijadwalkan mulai berangkat pada 4 Mei hingga 6 Mei 2026,” terangnya.

Ia menambahkan, calhaj asal Kudus yang berangkat tahun 2026 atau 1447 Hijriyah berjumlah 1.202 orang terbagi menjadi lima kelompok terbang (kloter). Jumlah kuota tersebut rinciannya, 1.198 calon haji dan 4 lainnya pembimbing KBIHU.

“Hingga saat ini saya yakin untuk kesehatan para calon jemaah haji asal Kudus dalam keadaan sehat. Mengingat mereka telah lolos istitoah saat pemeriksaan kemarin,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gubernur Jateng Pantau Langsung THR Perusahaan, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Tepat Waktu

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan pemantauan langsung pemenuhan Tunjangan Hari Raya (THR) di PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) Kota Salatiga. pada Selasa (10/3/2026). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SALATIGA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan pemantauan langsung pemenuhan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahan-perusahaan kepada pekerja di wilayahnya. Salah satu pantauan yang dilakukan di PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) Kota Salatiga.

“Saya ingin memastikan bahwa hak buruh dalam hal ini terkait THR diberikan maksimal H-7 lebaran, sesuai surat edaran kementerian,” kata Luthfi saat pemantauan di PT SCI pada Selasa (10/3/2026).

Selain memantau langsung, posko layanan aduan juga sudah disiapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Posko THR berada di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jateng dan 6 wilayah satwaker yaitu Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan, Banyumas, dan Magelang.

Pemprov Jateng juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lain, termasuk Desk Tenaga Kerja Polda Jateng untuk memantau terkait THR dan permasalahan ketenagakerjaan lainnya. Sejauh ini belum ada laporan atau aduan terkait pemberian THR dan Bonus Hari Raya (BHR) di Jawa Tengah.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim

“Posko layanan aduan sudah ada sampai kabupaten/kota. Silakan buruh atau siapapun yang mengadu terkait dengan tenaga kerja bisa 24 jam. Ini untuk melindungi tenaga kerja kita agar tetap produktif,” katanya.

Sementara itu dari pantauan di PT SCI, Luthfi mengapresiasi pihak manajemen produsen alas kaki tersebut. Sebab, THR karyawan sudah diberikan pada 5 Maret 2026. Menurutnya, hal yang dilakukan oleh PT SCI bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain agar memberikan THR lebih awal.

“Saya mengapresiasi PT SCI karena hak teman-teman buruh telah diberikan. Ini suatu bentuk hubungan industrial yang sehat sekali,” katanya.

Luthfi menjelaskan, PT SCI merupakan contoh investasi padat karya yang sudah lama ada di Jawa Tengah. Mulai dari 1.500 tenaga kerja pada 2016 hingga saat ini sudah mencapai 18 ribuan tenaga kerja.

Menurut dia, investasi padat karya memiliki peran penting, karena dinilai mampu mengurangi angka pengangguran di wilayahnya. Karenanya, sektor investasi perlu terus digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Penuh Pengembangan Kapasitas Pekerja Migran

Pemprov Jateng berupaya menjaga iklim investasi yang sehat, mulai dari jaminan kepastian hukum, rasa aman, tenaga kerja kompetitif, lahan yang luas, serta perizinan yang mudah dan cepat.

“Kami dengan para bupati-walikota juga bersepakat untuk menjadi manajer marketing untuk wilayah kita. Saya yakin Jawa Tengah menjadi gudangnya investasi,” ucapnya.

Sebagai informasi, per 09 Maret 2026, jumlah perusahaan di Jawa Tengah sekitar 263.853 perusahaan. Terdiri atas 250.074 usaha mikro, 5.594 usaha kecil, 5.326 usaha menengah, dan 2.859 usaha besar.

Sementara jumlah total tenaga kerja di Jawa Tengah adalah 2.506.916 orang. Terdiri dari 1.047.558 tenaga kerja laki-laki dan 1.459.358 tenaga kerja perempuan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Warga Kudus Berburu Uang Baru di Bank Jateng untuk Wisit Lebaran

0
Salah satu warga usai menukar uang pecahan baru di Bank Jateng. Foto: Rabu SIpan.

BETANEWS.ID,KUDUS – Puluhan orang tampak antre di Serambi Bank Indonesia (BI) Bank Jateng Cabang Kudus, Selasa (10/3/2026). Mereka antre guna menukar uang pecahan baru untuk wisit lebaran.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto mengatakan, Bank Jateng mendapatkan jadwal pelayanan penukaran uang baru selama lima hari. Mulai 9 hingga 13 Maret 2026.

“Tidak semua bank mendapat waktu yang sama, ada yang hanya tiga atau empat hari. Tetapi Bank Jateng mendapat jadwal pelayanan selama lima hari penuh, dari Senin sampai Jumat,” ujar Risdiyanto kepada awak.media.

Dia menuturkan, Bank Jateng menjadi salah satu bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk melayani penukaran uang baru melalui program Serambi BI. Setiap harinya ada kuota untuk 100 orang, artinya total ada kuota 500 orang untuk lima hari.

“Setiap harinya, layanan dibagi menjadi tiga klaster waktu. Klaster pertama dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, klaster kedua pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dan klaster ketiga pukul 11.00 hingga 12.00 WIB,” rincinya.

Baca juga: Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru di Kudus Mulai Bermunculan

Dia menuturkan, pendaftaran penukaran uang Serambi BI ini dilakukan melalui daring. Pendaftaran dimulai pada 28 Februari 2026 dan di Bank Jateng kuotanya langsung penuh pada hari tersebut.

“Masyarakat yang dapat kuota bisa menukar uang baru dengan maksimal nominal sebesar Rp 5,3 juta. Tersedia pecahan, Rp 50 ribu, 20 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu,” rincinya.

Salah satu warga yakni, Rosmalia mengatakan, bahwa program penukaran uang baru ini sangat bagus sekali. Sebab tidak ada uang jasanya, sehingga sangat membantu warga yang akan meneruskan tradisi memberi wisit untuk anak kerabat saat lebaran.

“Jatah kuota penukaran uang baru saya maksimalkan yakni Rp 5,3 juta. Nantinya uang tersebut digunakan untuk wisit lebaran,” ujar warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Karateka Pati Christopher Edbert Siap Tampil di Ajang Asian Games 2026

0
Karateka asal Pati Christopher Edbert Setiabudi . Foto: Ist

BETANEWS.ID, PATI-Karateka asal Pati Christopher Edbert Setiabudi bakal ambil bagian dalam sejumlah kejuaraan nasional dan internasional. Itu merupakan upaya peningkatan performa menuju Asian Games 2026.

Christoper kini tengah menjalani program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Jakarta. Dia masuk program tersebut sejak 26 Januari 2026 untuk persiapan menuju berbagai kejuaraan penting, termasuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

“Untuk kejuaraan internasional, rencananya turun di WKF Premier League dn WKF Series A,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Keikutsertaan dalam turnamen internasional bergengsi tersebut merupakan bagian dari try out. Sekaligus memperbanyak pengalaman bertanding Christoper dengan atlet kelas dunia.

WKF Premier League bakal berlangsung di Leshan, China pada 10-12 April. Itu tersebut merupakan salah satu turnamen elit dunia di bawah naungan World Karate Federation (WKF). Sekaligus menjadi ajang bergengsi bagi karateka terbaik dunia.

Adapun WKF Series A akan digelar di Coruna, Spanyol pada 24-26 April. Ajang itu juga menjadi salah satu kompetisi internasional dengan tingkat persaingan sangat tinggi, serta diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.

Sedangkan untuk level nasional, Christopher akan kembali tampil dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung. Kemudian melanjutkan program persiapan melalui Kejuaraan AKF Senior di Bali, yang juga menjadi bagian penting dalam rangkaian pematangan performa menuju Asian Games.

Baca juga: Dulu Niat Mondok di Pesantren Bukan Kuliah, Begini Perjalanan Tiyo Ardianto Hingga Pimpin BEM UGM

Karateka nomor kata perorangan putra tersebut akan berusaha keras mengambil kesempatan tampil di Asian Games. Christopher mengaku akan menjalani serangkaian persiapan dan kompetisi dengan maksimal hingga menuju Asian Games.

Sejauh ini Christopher merupakan karateka peraih prestasi yang konsisten. Dia kini menempati peringkat 71 dunia, yang sekaligus menjadi peringkat tertinggi bagi atlet Indonesia di nomor kata perorangan putra.

Peringkat tersebut merupakan hasil dari konsistensi penampilan dan pengalaman bertanding dari berbagai kejuaraan nasional maupun internasional dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyatakan, akan berupaya menaikkan levelnya lagi, setidaknya dalam waktu dekat dapat menempati peringkat 50 dunia.

Sebelum mendapat kesempatan turun dan meraih beragam prestasi kompetisi tingkat nasional, Cristopher menjalani proses panjang. Itu ditunjukkan dengan catatan panjang prestasi di tingkat nasional.

Christopher meraih prestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di berbagai level usia. Rangkaian prestasi itu, menunjukkan perjalanan pembinaan yang panjang dan konsisten sejak usia dini hingga mampu bersaing di level nasional.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Bakal Ada OPD Baru, DPRD Jepara Minta Jasa Hiburan dan Galian C Jadi Sumber PAD

0
Agus Sutisna, Ketua DPRD Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

OPD baru itu sebelumnya merupakan bagian dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang bertugas untuk mengelola pendapatan daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna berharap dengan adanya badan khusus yang menangani pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara bisa mengalami kenaikan.

Untuk merealisasikan hal itu, Agus meminta agar nantinya kepala perangkat daerah beserta anggotanya di Bapenda bisa memaksimalkan semua aset daerah menjadi sumber PAD.

“Semua aset harapanya bisa diupayakan untuk bisa menghasilkan pendapatan. Baik secara intensifikasi atau apa yang ada dioptimalkan, atau ekstensifikasi, yang belum masuk pendapatan harus jadi pendapatan,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD Jepara, Senin (9/3/2026).

Agus mencontohkan yaitu maraknya Galian C Ilegal serta banyaknya usaha hiburan di Kabupaten Jepara. Kedua hal itu menurutnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber PAD melalaui pembayaran pajak.

Baca juga: Jadi Jalur Distribusi Pangan, Menko Zulhas Janjikan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Demak-Jepara

“Contohnya, kita sudah diskusikan bagaimana agar ke depan hiburan itu harus ada pajaknya, Galian C harus ada pajaknya,” katanya.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Dearah dan Retribusi Daerah, kedua hal itu sebenarnya sudah masuk menjadi objek pajak.

Untuk Jasa Kesenian dan Hiburan dikenai pajak sebesar 10 persen. Namun khusus untuk jasa hiburan karaoke, bar, dan mandi uap atau spa pajak yang ditetapkan sebesar 40 persen.

Kemudian untuk kegiatan tambang atau Galian C dikenai Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dengan besaran tarif sebesar 20 persen.

“Bagaimana caranya? Kita dorong semuanya jadi legal, sehingga bisa menjadi perusahaan yang legal yang bisa menjadi (sumber) pendapatan (daerah),” ujarnya.

Agus juga mengingatkan agar hasil supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaksanaan pembayaran tiket secara digital bisa ditingkatkan. Sebab hal itu bisa menjadi upaya untuk mengurangi kebocoran pendapatan daerah.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Urai Lalin Simpang Bawen, Ruas Tol Bawen—Ambarawa Mulai Difungsikan 13 Maret

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung kesiapan tol fungsional ruas Bawen-Ambarawa atau tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 tersebut, Selasa (10/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Jalan tol ruas Bawen-Ambarawa akan dibuka fungsional saat arus mudik-balik Lebaran 2026. Rencananya, ruas tersebut akan dibuka pada 13-30 Maret 2026. Pembukaan i tol tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di Simpang Bawen, Kabupaten Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung kesiapan tol fungsional ruas Bawen-Ambarawa atau tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 tersebut, Selasa (10/3/2026).

Selain ruas tersebut, ruas jalan tol yang juga akan difungsikan pada lebaran tahun ini adalah ruas tol Solo-Yogyakarta sampai Prambanan.

“Dua (ruas tol) ini kita fungsionalkan agar tidak terjadi black spot maupun trouble spot. Biasanya pada puncak arus mudik itu Bawen crowded (ramai),” katanya di Gerbang Tol Ambarawa usai peninjauan.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Menjaga Ketahanan Pangan Jelang Lebaran

Untuk sementara, ruas tol Bawen-Ambarawa yang dibuka secara fungsional untuk arus mudik adalah jalur A atau arah Bawen menuju Ambarawa. Setelah itu pada arus balik jalur B (Ambarawa-Bawen) akan ikut dibuka secara fungsional. Ruas tol tersebut memilik panjang sekitar 4,98 kilometer, membentang dari exit tol Bawen sampai exit tol Ambarawa.

“Jalur A kita operasionalkan secara fungsional pada tanggal 13 Maret, sedangkan jalur B tanggal 23 Maret,” jelasnya.

Pada jalur tersebut akan didirikan dua pos pengamanan. Satu pos di exit tol Bawen dan satu pos di exit tol Ambarawa. Pos tersebut akan dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

“Dikarenakan rambu dan penerangan jalan belum lengkap, maka fungsional tol tidak 24 jam. Waktu operasional tol fungsional mulai pukul 06.00 sampai 17.00,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga membeberkan terkait kesiapan jalur Pantura Jateng untuk mudik-balik lebaran 2026. Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral, Polda Jateng juga sudah menyiapkan layanan valet ride untuk pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.

“Jadi nanti di Brebes Polda sudah menyiapkan truk untuk mengangkut sepeda motor, orangnya diangkut pakai bus sampai tujuan. Itu dilakukan karena titik jenuh pemudik sepeda motor adalah begitu masuk Jateng,” katanya.

Luthfi juga mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik agar hati-hati di jalan. Tidak usah tergesa-gesa saat berkendara dan apabila lelah langsung istirahat di rest area atau keluar tol.

Baca juga: Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran

“Hati-hati karena keluarga menunggu di rumah,” imbaunya.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko menyatakan, sudah melakukan pengecekan jalur tol Bawen-Ambarawa bersama Jasa Marga dan Kepolisian. Fungsional tol Bawen-Ambarawa tersebut akan mengurangi kemacetan atau penumpukan kendaraan di Simpang Bawen. Selain tentu ada rekayasa lalulintas yang ada di titik tersebut.

“Itu kan padat sekali. Nanti akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan di sana. Sebagian memang akan diarahkan ke sini terutama yang menuju Magelang dan Jogja sehingga tidak keluar di exit tol Bawen,” jelasnya.

Sementara itu, kesiapan jalan di Jawa Tengah untuk arus mudik balik terus digenjot. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Henggar Budi Anggoro menjelaskan bahwa pemantapan jalan terus dikebut. Salah satu upayanya adalah dengan menutup lubang-lubang jalan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Untuk jalan Semarang-Godong yang terputus sudah dilakukan pengecoran, tinggal menunggu kering. H-7 nanti sudah siap dilalui kendaraan,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Blayer Motor Picu Keributan, Warga Payaman Kudus Jadi Korban Penganiayaan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Keributan antar-pemuda terjadi di wilayah Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (10/3/2026) dini hari. Seorang warga Desa Payaman menjadi korban penganiayaan setelah terjadi aksi kejar-kejaran antar pemuda dari dua desa berbeda.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di Dukuh Kirig Tempel, Desa Kirig, Kecamatan Mejobo. Petugas dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) dan piket fungsi Polsek Mejobo langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolsek Mejobo AKP Heri Purwanto mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat seorang pemuda melintas di jembatan perbatasan antara Desa Karangrowo dan Dukuh Kirig Tempel sambil memblayer-blayer sepeda motornya dengan keras.

“Saat itu, di sekitar lokasi terdapat sejumlah pemuda Desa Karangrowo yang sedang nongkrong. Aksi blayer motor tersebut memicu emosi hingga para pemuda tersebut mengejar pengendara motor tersebut,” ujar AKP Heri melalui siaran tertulisnya, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Pencurian Motor di Kalirejo Kudus Tertangkap Kamera CCTV, Polisi Buru Pelaku

Pengejaran, katanya, berlanjut hingga masuk ke wilayah Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Melihat rombongan pemuda masuk ke wilayah mereka, sejumlah warga Payaman mencoba menghadang dan meminta mereka kembali.

“Namun situasi justru memanas. Beberapa pemuda yang datang tersebut diduga terpancing emosi hingga melakukan penganiayaan terhadap salah satu warga Desa Payaman,” bebernya.

Dia mengatakan, korban diketahui bernama Mulyono (54), warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Korban sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

“Selain korban, polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian,” rincinya.

Kapolsek Mejobo menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Polisi juga berupaya mengidentifikasi para pemuda yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Pasar Kliwon Kudus Ramai Pemburu Kue Kering

0
Salah satu toko yang menyediakan kue kering di Pasar Kliwon Kudus nampak cukup ramai pembeli. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, penjualan jajanan khas Lebaran di Pasar Kliwon Kudus mulai mengalami peningkatan. Sejumlah pedagang mengaku, pembeli mulai ramai setelah pertengahan bulan Ramadan.

Salah satu pedagang jajan, Triwahyuningsih mengatakan, permintaan jajanan seperti kue kering, kacang-kacangan, hingga keripik mulai meningkat dibanding hari-hari biasa. Beberapa jenis yang paling banyak diminati pembeli antara lain sumpia, nastar, kacang, serta berbagai keripik.

“Mulai ramai sejak pertengahan Ramadan atau ketika puasa memasuki 13 hari. Yang paling banyak diminati biasanya sumpia, nastar, kacang-kacangan, dan keripik,” bebernya saat ditemui di tokonya, Senin (9/3/2026).

Di lapaknya, berbagai jajanan tersedia seperti keripik, kacang mete, roti-roti, kue kering seperti nastar dan kastengel, usus krispi, ceriping pisang, hingga basreng. Produk tersebut dijual dengan harga bervariasi, baik secara ecer maupun per kilogram.

Meski demikian, ia mengaku harga jajanan juga mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Salah satu contohnya adalah kacang mete yang sebelumnya sekitar Rp180 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp190 ribu.

Baca juga: Penjualan Baju Lebaran di Pasar Kliwon Kudus Mulai Ramai, Baju Family Set Laris Manis

Kenaikan harga tersebut sudah mulai terasa bahkan sejak sebelum Ramadan. Pedagang memperkirakan puncak kenaikan harga biasanya terjadi sekitar satu pekan menjelang Lebaran.

Selain kenaikan harga, pedagang juga mengeluhkan ketersediaan stok barang yang mulai menipis. Menurutnya, sebagian produk yang biasanya tersedia kini lebih sulit didapatkan karena banyak diserap untuk kebutuhan program MBG (Makan Bergizi Gratis).

“Stok beberapa jajanan berkurang karena ada yang terserap untuk kebutuhan MBG, seperti kentang, usus, dan beberapa bahan lainnya,” jelas owner Gunawan Jajan tersebut.

Di sisi lain, pedagang jajan Pasar Kliwon lainnya, Kesi mengungkapkan, penjualan tahun ini justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Ia memperkirakan, penurunannya mencapai sekitar 50 persen.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah maraknya penjualan makanan secara online yang membuat sebagian pembeli beralih dari pasar tradisional.

“Merosot tidak seperti dulu, salah satu faktornya karena online. Banyak yang jual lewat online,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Puluhan Jemaah Umrah dari Jepara Masih Terjebak di Arab Saudi Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

0
Ilustrasi ibadah manasik Foto: Betanews

BETANEWS.ID, JEPARA– Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran berdampak pada ditutupnya wilayah Udara, sehingga jalur penerbangan menjadi terganggu.

Akibatnya, sampai saat ini masih terdapat jemaah umrah asal Indonesia khususnya dari Kabupaten Jepara yang masih terjebak di Arab Saudi.

Hal itu seperti disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Haizul Ma’arif.

Haiz mengatakan, jemaah umrah dari Jepara yang berasal dari biro umrahnya yaitu PT. Buroq Haji dan Umrah Jepara yang masih terjebak di Arab Saudi sebanyak 21 orang.

Mereka seharusnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin (9/3/2026) kemarin, menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways.

Pihaknya sebelumnya juga sudah memesan tiket pulang untuk 21 jemaah umrahnya menggunakan maskapai Qatar Airways.

“Sampai hari kemarin pesawat Qatar yg kita pesan tidak terbang, dan sudah ada pengumuman resmi dari pihak Qatar sampai tanggal 14 Maret tidak terbang,” ungkapnya pada Betanews.id, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Puluhan Jemaah Umrah Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran Vs AS-Israel

Sebagai konsekuensi dan bentuk tanggung jawab kepada jemaah, Haiz akhirnya memesan ulang tiket penerbangan menggunakan maskapai lain yaitu Garuda Indonesia. Penerbangan itu dijadwalkan akan berangkat pada Kamis, (12/3/2026) dari Bandara di Kota Madinah.

Sehingga ia juga harus memperpanjang sewa hotel bagi jemaahnya selama tiga hari. Saat ini jemaahnya ia inapkan di Hotel yang berada di Kota Madinah.

“Kemarin akhirnya kita sudah pesan tiket baru, Garuda Indonesia terbang tanggal 12 Maret besok, sampai di Jakarta tanggal 13,” katanya.

Selain jemaah dari biro umrahnya, Haiz mengungkapkan masih terdapat jemaah lain yang saat ini belum bisa kembali ke Indonesia. Kepulangan mereka menurut Haiz juga menunggu jadwal penerbangan.

“(Ada jamaah lain) pulangnya tergantung kapan dapat tiket, ada juga yang dapatnya baru akhir bulan Maret,” ungkap Haiz.

Kemudian terkait tiket penerbangan yang sebelumnya sudah terlanjur di pesan, Haiz mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Kementrian Haji dan Umrah. Hasilnya dari pihak kementrian menurutnya akan membantu untuk melakukan advokasi dengan pihak maskapai agar ada pengembalian dana atau refund.

“Cuma jumlahnya berapa kita yang belum tahu, bisa 100% atau tidak,” katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati mengatakan, sebelumnya terdapat 50 jemaah asal Jepara yang pada saat terjadinya konflik AS-Israel Vs Iran masih menjalankan ibadah umrah.

Rinciannya 12 jemaah dijadwalkan pulang tanggal 7 Maret, 21 jemaah pada tanggal 9 Maret, dan sisanya 17 jemaah pada tanggal 20 Maret.

“Jemaah yang dijadwalkan pulang tanggal 7 sudah pulang semua sampai rumah dengan aman, selamat, sehat semua. Kemudian yang tanggal 9 diundur tanggal 12,” sebut Zuli melalui pesan tertulis.

Sedangkan untuk jemaah lainnya, Zuli mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkiat untuk memastikan keselamatan jemaah umrah dari Jepara.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Wagub Jateng Dorong Optimalisasi Wakaf Uang

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat Infak Sodaqoh, Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah (Lembaga Keagamaan) Baznas provinsi Jawa Tengah, Periode I tahun 2026 di Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan pengelolaan dana keumatan, salah satunya melalui optimalisasi wakaf uang.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat Infak Sodaqoh, Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah (Lembaga Keagamaan) Baznas provinsi Jawa Tengah, Periode I tahun 2026 di Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Tengah telah berjalan baik, bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga terus meningkat.

“Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” kata Taj Yasin.

Ia menilai, keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, terutama wakaf uang. Skema ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengembangan lembaga keagamaan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah.

Menurutnya, banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan pengembangan fasilitas, seperti penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di sekitar masjid.

“Pemerintah tidak bisa menganggarkan untuk pengadaan tanah atau lokasi tertentu. Di sinilah wakaf, termasuk wakaf uang, bisa menjadi solusi untuk membantu kebutuhan lembaga keagamaan,” jelasnya.

Baca juga: Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Alquran untuk Santri

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya menyalurkan bantuan kepada 132 lembaga keagamaan dengan total dana sekitar Rp3,175 miliar.

Adapun lembaga penerima bantuan terdiri dari 43 masjid, 23 musala, 27 madrasah, 20 pondok pesantren, enam TPQ, dan 13 lembaga lainnya.

“Dalam satu tahun, penyaluran bantuan seperti ini kami lakukan tiga kali. Hal ini agar lebih banyak lembaga yang dapat memperoleh bantuan secara bergiliran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, karena pengumpulan zakat masyarakat berlangsung setiap bulan. Selain itu, Baznas juga memastikan setiap bantuan melalui proses administrasi dan pengajuan proposal yang jelas.

Selain bantuan untuk lembaga keagamaan, Baznas Jateng juga menjalankan berbagai program sosial selama Ramadan, termasuk pembagian paket sembako bagi masyarakat. Dalam empat bulan terakhir, bantuan sembako yang disalurkan telah mencapai sekitar 5.000 paket.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis juga dilakukan penyerahan bantuan fasilitasi 11 unit bus untuk program mudik gratis Baznas. Selain itu, disalurkan pula tali asih dan paket sembako senilai Rp248,5 juta kepada 497 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu dan tenaga outsourcing di lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah, masing-masing menerima Rp500 ribu dan satu paket sembako.

Editor: Kholistiono

- advertisement -