BETANEWS.ID, JEPARA– Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan peninjauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara pada Selasa, (10/3/2026).
Kunjungan itu dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu di SMAN 1 Jepara, SMKN 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara. Namun dari tiga sekolah itu, sampai saat ini siswa di MAN 1 Jepara belum menerima program MBG.
Dari hasil kunjungannya di Kabupaten Jepara serta di beberapa daerah di Indonesia, Zulhas menyebut, jika banyak anak sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG mengaku senang.
“Semua senang bergembira, berterima kasih, semua anak-anak senang. Saya sudah keliling Indonesia, ke Demak mereka meminta agar dilanjutkan dan mengatakan salam terima kasih kepada Pak Prabowo,” katanya usai melakukan kunjungan di MAN 1 Jepara.
Terkait dengan banyaknya aduan dalam pemberian menu MBG, Zulhas mengatakan, pihak sekolah bisa melakukan klaim kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur MBG.
Jika aduan tersebut terlalu banyak, Zulhas menyebut, nantinya SPPG tersebut juga bisa dicabut izin operasionalnya.
Baca juga: Jadi Jalur Distribusi Pangan, Menko Zulhas Janjikan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Demak-Jepara
“Kalau ada masalah sekolah bisa klaim ke SPPG, bahkan SPPG nya kalau sering banyak laporan nanti bisa dibekukan,” ujarnya.
Sampai saat ini, Zulhas menyebutkan, penerima manfaat program MBG untuk siswa sekolah umum sudah mencapai 97 persen. Sedangkan untuk siswa di lingkungan sekolah berbasis agama, baru sekitar 10-20 persen.
Hal itu terjadi, menurut Zulhas dikarenakan sulitnya mendapatkan data siswa yang berada di lingkungan pondok pesantren maupun sekolah berbasis agama.
“Kendalanya itu di data, kalau sekolah-sekolah umum datanya lengkap. Tapi kalau sekolah-sekolah pondok, rata-rata datanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait agar pendataan di sekolah-sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat program MBG.
“Program ini sangat baik karena menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak kita. Jika gizi mereka terpenuhi, maka proses belajar akan lebih optimal dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas generasi muda Jepara,” katanya.
Editor: Kholistiono

