Konsumsi Diprediksi Naik, Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Saat Libur Lebaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Muria Raya serta Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kondisi aman. Ketersediaan energi tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama momen Ramadan dan mudik Lebaran.

Menurutnya, kebutuhan energi masyarakat biasanya meningkat saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Hal itu seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat selama periode tersebut.

-Advertisement-

“Kami pastikan pasokan BBM dan elpiji menjelang libur Lebaran nanti aman. Kami sudah menyiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi,” ujar Taufiq di Kudus belum lama ini.

Berdasarkan proyeksi Pertamina, kata dia, konsumsi BBM jenis bensin atau gasoline diperkirakan mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut terjadi selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

“Untuk BBM jenis bensin, konsumsi diprediksi meningkat sekitar 18 persen dibandingkan kondisi normal. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi,” bebernya.

Baca juga: Pemkab Kudus Pasang Target Investasi Rp1,4T di 2026

Selain BBM, ungkapnya, konsumsi elpiji juga diperkirakan mengalami peningkatan selama Ramadan. Pertamina memproyeksikan kebutuhan elpiji naik sekitar 10 persen hingga periode H+15 Lebaran.

“Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diperkirakan justru mengalami penurunan. Penurunan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 6 persen dari kondisi normal,” ungkapnya.

Menurut Taufiq, turunnya konsumsi solar dipengaruhi adanya pembatasan kendaraan angkutan barang. Pembatasan tersebut biasanya berlaku selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Kendaraan roda enam atau truk pengangkut barang non logistik biasanya akan dibatasi melintas oleh kepolisian dan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Ia menyampaikam, berdasarkan proyeksi tersebut, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memperkuat distribusi energi di berbagai wilayah.

Pertamina juga meningkatkan stok energi di berbagai titik distribusi. Penambahan stok dilakukan di terminal BBM, SPBU, hingga pangkalan elpiji.

“Kami meningkatkan stok baik di terminal BBM, elpiji maupun di seluruh lembaga penyalur seperti SPBU dan pangkalan elpiji sekitar 20 hingga 30 persen,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER