BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, kondisi salah satu pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah, yakni Pasar Kliwon Kudus masih belum begitu ramai. Hal itu terlihat, di mana pengunjung atau pembeli yang berdatangan ke pasar tersebut tak seperti biasanya menjelang lebaran.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Kliwon, Eros Yaris menyampaikan, meski kondisi penjualan di tokonya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu, namun kondisi pasar saat ini masih terbilang belum begitu ramai.
Sebab, menurutnya seperti tahun-tahun sebelum pandemi, momen jelang Lebaran kondisi pasar akan dipenuhi oleh berbagai pengunjung, baik pembeli secara ecer maupun pembeli secara grosir.
“Namun kali ini, kondisi pasar menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk penjualan pakaian di toko kami ini setidaknya mengalami kenaikan 20-30 persen dari tahun lalu,” katanya saat ditemui di tokonya, Senin (9/3/2026).
Peningkatan penjualan, kata dia, mulai dirasakannya sejak satu bulan sebelum Ramadan. Hingga saat ini untuk penjualan sudah lebih baik dari hari-hari biasanya, bahkan momen jelang lebaran tahun lalu.
“Kalau untuk produk yang kami jual dari berbagai merek, mulai dari Arabel, Yumna, Nadheera, dan beberapa produk Kudus yang banyak diminati berbagai kalangan,” terangnya.
Baca juga: Realisasinya Meleset Tahun Lalu, PAD dari Sektor Pasar di Kudus Kembali Ditarget Rp 16,2 M
Ia menyebut, puncak ramainya pasar jelang Lebaran dimulai dari pekan ini hingga hari H. Menurutnya, model yang paling banyak diminati adalah model Fam Set atau Family Set (sarimbit).
“Eks Karesidenan Pati, bahkan sampai Kendal, Semarang, hingga Surabaya ke sini. Mereka kesini karena pengaruh media sosial yang tertarik dengan beberapa produk yang kami sediakan,” jelasnya.
Hal senada dikatakan oleh pedagang jajanan di lantai 2, Triwahyuningsih, owner Gunawan Jajan. Ia mengaku, penjualan dirasakannya jauh lebih meningkat dari pada tahun sebelumnya.
“Kalau untuk peningkatannya secara presentase kami belum tahu, karena belum menghitung secara keseluruhan. Tapi saya rasa lebih ramai tahun ini dibandingkan tahun lalu,” terangnya.
Yuni mengungkapkan, penjualan jajan jelang lebaran mulai ramai sejak pertengahan puasa. Sejumlah produk jajanan banyak diminati oleh pembeli.
“Paling banyak diminati pembeli, seperti jajanan mete, kastengel, kacang, dan keripik-keripikan,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

