Beranda blog Halaman 1971

Rizka, Mahasiswa Teknik UMK Temukan Aplikasi E-Budgeting Desa

0

SEPUTARKUDUS.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus (UMK), Ahmad Rizka Mubarok, menemukan sebuah aplikasi e-budgeting untuk administrasi pemerintahan desa. Apliksai tersebut dibuat untuk memudahkan perangkat desa mengelola data dan keuangan. Dengan aplikasi ini, pemerintah desa tidak harus melakukan pendataan yang rumit, karena telah dirancang dengan tools sederhana dengan tingkat akurasi yang tinggi.

penemu aplikasi desa rizka mubarok
Ahmad Rizka Mubarok (Facebook)

Rizka menjelaskan, aplikasi yang dibuatnya itu bisa digunakan perangkat desa untuk melakukan pembukuan secara rapi melalui data base komputer. Aplikasi tersebut disertakan login yang bisa diakses beberapa admin, sehingga menjamin kerahasiaan data yang telah di-input. Perangkat desa bisa memasukkan data pendapatan dan belanja dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Data-data tersebut akan secara otomatis diolah menggunakan sistem algoritma yang telah dirancang sesuai dengan pakem pembukuan keuangan. 

Dengan aplikasi ini, perangkat desa bisa melihat pembukuan secara sederhana jumlah anggaran dan belanja secara periodik, baik harian, bulanan, ataupun tahunan. Perangkat desa juga bisa melihat secara detil anggaran pendapatan dan belanja, disertai keterangan waktu dan keterangan lainnya. Dengan aplikasi ini, pemerintah desa bisa menganalisa keuangan terkait kebijakan yang telah dan akan dijalankan. 

Aplikasi ini tidak hanya dilengkapi dengan sistem pembukuan keuangan. Namun, aplikasi ini juga dilengkapi dengan sistem data kependudukan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah desa melakukan pelayanan terhadap warga. Sistem kependudukan ini, mampu memudahkan perangkat desa mengecek data penduduk beserta riwayat kependudukan. Baik itu lahir, pindah atau kematian. Dalam aplikasi ini, data kependudukan dilengkapi dengan NIK sesuai data Disdukcapil, alamat lengkap, dan foto penduduk.

Menurutnya, aplikasi ini telah diterapkan di beberapa desa di Kudus. Di antaranya Desa Berugenjang, Terangmas, Klumpit dan sejumlah desa lainnya. Sejauh ini, aplikasi yang dibuatnya itu, dinilai perangkat desa tersebut mampu memudahkan mereka mengelola keuangan desa. 

“Banyak pemerintah desa yang telah tertarik menggunakan aplikasi ini. Mereka telah melihat dan mencoba. Bagi perangkat desa yang tertarik menggunakan, akan kami berikan pelatihan dan modul, serta pendampingan. Aplikasi ini sangat cocok digunakan, sesuai dengan UU Desa yang telah dibuat oleh pemerintah,” tutur aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus tersebut. 

- advertisement -

Wah, Perumahan di Kudus Makin Menjamur

0

SEPUTARKUDUS.COM – Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah paling kecil di Jawa Tengah. Sebagai kota industri, banyak masyarakat urban dari berbagai daerah datang ke Kudus untuk bekerja. Tak sedikit dari mereka yang kemudian tinggal dan menetap di Kudus. Kondisi ini dilihat para pengembang untuk berlomba membangun hunian demi menangkap peluang besarnya permintaan kebutuhan tempat tinggal. Tak heran jika saat ini puluhan perumahan dibangun dan menjamur di sejumlah wilayah di Kudus.

perumahan kudus
Perumahan Mountain View Residence

Perumahan di Kudus banyak tersebar di wilayah perkotaan, bahkan sekarang ini para pengembang melebarkan lokasi perumahan mereka hingga ke kawasan pinggiran. Sejumlah wilayah yang saat ini banyak didirikan perumahan yakni di Kecamatan Bae, tepatnya di sekitar kampus Universitas Muria Kudus. Sejumlah perumahan tersebut antara lain Salam Indah, Salam Residence, Mountain View Residence, Muria Baru, dan sejumlah perumahan lain. 

Menjamurnya perumahan tidak hanya ada di kawasan kampus dan perusahaan, sejumlah wilayah pinggiran, misalnya kecamatan Kaliwungu dan beberapa desa di Kecamatan Jati, di antaranya Desa Loram dan Jepang Pakis, juga banyak didirikan perumahan. 

Perumahan di Kudus yang didirikan juga tidak hanya hunian tipe sederhana untuk keluarga muda. Sejumlah pengembang berani membuat perumahan dengan tipe mewah. Misalnya saja perumahan Graha Kastara, yang membanderol perumahan yang dijual di kisaran harga ratusan juta rupiah, hingga miliaran rupiah.

Para pengembang berlomba menawarkan kepada calon pembeli dengan berbagai paket dan diskon. Kisaran harga yang ditawarkan juga sangat bersaing, khususnya untuk hunian sederhana tipe 36. Para pengembang yang membangun perumahan tipe mewah, juga tak kalah gencar melakukan promo, dan memanjakan para pembeli dengan potongan harga dan fasilitas lain, misalnya kemudahan berkredit.

perumahan-kudus

Bagi anda yang berniat membeli perumahan di Kudus, baik untuk hunian maupun investasi, pertimbangkan secara matang niatan anda. Teliti lebih dalam terkait produk yang ditawarkan. Misalnya kualitas bahan bangunan yang digunakan, dan dan fasilitas lain yang ditawarkan. Lihat secara seksama reputasi perusahaan yang membangun perumahan yang akan anda beli. 

- advertisement -

Presiden Jokowi Datang ke Kudus Kamis Lusa

0

SEPUTARKUDUS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan datang ke Kudus pada Kamis (29/1/2014) Lusa. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan untuk melakukan ground breaking pembangunan Waduk Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

presiden jokowi datang ke kudus

Berdasarkan pemberitaan di sejumlah media lokal di Kudus, sejumlah perangkat telah disiapkan di lokasi tapak pembangunan waduk tersebut, termasuk di antaranya jalan menuju akses peletakan batu pertama. Hingga kini Pemerintah Kabupaten Kudus masih mempersiapkan kedatangan politisi PDIP tersebut. Sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk membuka akses jalan menuju lokasi ground breaking.

Namun, sejumlah masalah masih muncul menjelang kedatangan Jokowi ke Kudus. Di antaranya pembayaran ganti rugi lahan milik warga yang hingga kini masih belum tuntas. Sejumlah warga menolak pembayaran ganti rugi yang dilakukan pemkab melaluii konsinyasi. Konsinyasi adalah langkah hukum yang ditempuh pemkab, yakni menitipkan uang ganti rugi melalui pengadilan. Harga ganti rugi tanah melalui konsinyasi, dianggap tak sesuai dengan nilai lahan yang dimiliki warga.

Tak hanya itu, sejumlah aktivis di Kudus juga mengancam akan melakukan penolakan terhadap kedatangan presiden. Tak hanya warga terkena proyek Waduk Logung yang akan melakukan protes, namun juga sejumlah aktivis yang menyoroti polemik KPK dengan Polri. Para aktivis akan menuntut Presiden Jokowi untuk segera menyelesaikan sengkarut dua institusi hukum tersebut.

- advertisement -

Masyarakat Kudus Ramai-Ramai Dukung KPK

0

SEPUTARKUDUS.COM – Masyarakat Kabupaten Kudus saat ini beramai-ramai mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka memberi dukungan melalui histag #SaveKPK. Dukungan tersebut dilakukan melalui akun di media sosial, di antaranya Facebook dan Twitter. Selain itu, dukungan itu juga muncul diberbagai status yang ditulis di akun Blackberry.

Dukungan yang diberikan masyarakat Kudus itu, menyusul ditangkapknya satu di antara lima pimpinan KPK, yakni Bambang Widjojanto. Wakil Ketua KPK itu ditangkap (sumber Detik.com) oleh Bareskrim Mabes Polri. Penangkapan tersebut, setelah kisruh penetapan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut.

Penetapan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi tidak mendapat respon buruk dari masyarakat di Indonesia, termasuk di Kudus. Bahkan munculnya gambar editan Ketua KPK Abraham Samad bersama Putri Indonesia pascapenetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, banyak diperbincangkan masyarakat Kudus di berbagai forum media sosial. Sebagian besar menyangsikan keaslian gambar tersebut.

Masyarakat Kudus mungkin akan meluapkan kekecewaannya dalam kasus ini, pada kedatangan Presiden Jokowi akhir bulan mendatang, untuk meresmikan dimulainya pembangunan Waduk Logung. Karena beberapa hari lalu, sejumlah aktivis mahasiswa dan LSM mengancam akan menggelar aksi menolak kedatangan Jokowi. 

- advertisement -

Tokoh Aktivis di Kudus ini Serukan Demo Kedatangan Presiden Jokowi

0

SEPUTARKUDUS.COM – Tokoh aktivis di Kabupaten Kudus Kholid Mawardi menyerukan aksi untuk menolak kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyatakan seruan itu di sebuah forum di Facebook, yakni Forum Silaturahmi Rakyat dan Calon Wakil Rakyat. Dalam posting yang diunggah pada Kamis (16/1/2015) itu, dirinya mengajak masyarakat untuk mendemo kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.

aktivis kudus kholid mawardi

Dalam postin yang diunggah tersebut, dia mendapat beragam dukungan. Banyak anggota di forum tersebut menyatakan kesediaannya untuk ikut terjun ke lapangan. Namun tak sedikit pula yang membubuhkan komentar di postingnya tersebut dengan nada skeptis.

Presiden Jokowi direncanakan akan datang ke Kudus akhir bulan ini. Kedatang Jokowi ke Kudus untuk meletakkan batu pertama pembangunan Waduk Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Saat ini Pemkab Tengah sibuk menyiapkan kedatang orang nomor satu di Indonesia itu, di antaranya menyiapkan akses jalan ke lokasi tapakproyek.

Kholid yang juga mantan Ketua KPK PRD Kudus itu, sebelumnya pernah melakukan aksi menolak kebijakan Jokowi, November tahun lalu. Dia bersama para aktivis di Kudus menentang kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM. Aksi tersebut di lakukan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Nama Kholid Mawardi, bagi sebagian masyarakat Kudus sudah tidak asing. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Untag Semarang itu, aktif terlibat dalam sejumlah isu di Kudus sejak awal masa Reformasi lalu. Dirinya kerap menyoroti isu-isu korupsi, salah satunya korupsi DPRD Kudus.  

- advertisement -

Wakil Bupati Kudus Abdul Hamid Meninggal, Kudus Berduka

0

SEPUTARKUDUS.COMWakil Bupati Kudus Abdul Hamid meninggal di RS Mardirahayu, Kudus, Jumat (16/1/2014) sekitar pukul 18.10 WIB. Meninggalnya Ketua I Tanfidziyyah NU Cabang Kudus itu, diduga karena serangan jantung, setelah bermain tenis di GOR PT Nojorono.

wakil bupati kudus

Meninggalnya orang nomor dua di Kudus ini sangat mengejutkan. Karena sebelumnya almarhum masih sehat dan masih menjalankan aktivitasnya dalam pemerintahan. Beberapa hari sebelumnya, dia juga sempat meninjau lokasi banjir di Desa Mejobo, bersama sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan sejumlah anggota DPRD Kudus. 

Sebagian masyarakat menyatakan bela sungkawa terhadap almarhum Abdul Hamid. Para netizen di Kota Kretek ini, mengungkapkan belasungkawa meninggalnya mantan kepala Dinas Koperasi dan UMKM itu, melalui status di akun media sosial. Selain itu, para pengguna Blackberry di Kudus juga ramai-ramai mengganti foto profil gambar almarhum.

Bagi sebagian masyarakat di Kudus, sosok almarhum merupakan pribadi yang baik. Selain menjadi PNS dirinya juga aktif di berbagai organiasi, di antaranya di kepengurusan Nahdhatul Ulama (NU) Kudus. Selain dikenal dekat dengan masyarakat, dirinya juga dinilai dekan dengan para ulama di Kudus. Almarhum sering datang di acara-acara pengajian yang diselenggarakan masyarakat.

- advertisement -

Presiden Jokowi akan Datang ke Kudus, Tak Takut Lengser Keprabon?

0

SEPUTARKUDUS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan datang ke Kudus bulan ini. Rencana kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini, akan meletakkan batu pertama pembangunan Waduk Logung. Namun, hingga saat ini sebagian masyarakat Kudus percaya, presiden yang datang ke Kudus akan lengser dari jabatannya. Apakah Jokowi tak takut lengser keprabon?

Kepercayaan masyarakat terhadap mitos lengsernya presiden yang datang ke Kudus tak lepas dari cerita masa lampau. Cerita itu yakni Sunan Kudus yang membuat Rajah Kalacakra untuk melindungi muridnya, Arya Penangsang dari lawannya. Rajah tersebut dipercaya dapat menumbangkan pejabat tinggi dari kekuasaannya. Dan, banyak yang percaya rajah tersebut masih berpengaruh hingga saat ini.

Berdasarkan data sejarah yang ada, sejumlah presiden pernah datang ke Kota Kretek. Di antaranya Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gus Dur datang ke Kudus saat menjabat sebagai presiden pada tahun 2002. Saat itu mantan ketua umum PBNU tersebut sowan ke kediaman ulama ternama di Kudus, KH Sya’roni Ahmadi. Tak lama setelah kedatangannya itu, Gus Dur dilengserkan dalam Sidang Istimewa MPR. 

Sedangkan Presiden SBY, datang ke Kudus pada Maret 2014. Kedatangannya saat itu untuk meninjau pelaksanaan program BPJS di RSUD Kudus. Tak lama setelah kunjungannya itu, SBY lengser, karena memang masa jabatannya telah berakhir. Dan karena saat itu SBY menjadi presiden periode kedua, dia tidak bisa diusung lagi untuk mencalonkan diri dalam Pemilu Presiden 2014.

Mitos Rajah Kalacakra tersebut, boleh dipercaya, boleh juga tidak. Bagi yang percaya dengan mitos ini, mungkin akan mendasarkan kebenaran terhadap beberapa kejadian sebelumnya tersebut. Dan bagi yang tidak percaya, akan menganggap hal itu hanya terjadi karena kebetulan. Bagaimana dengan Jokowi? Kita Tunggu saja.  

- advertisement -

Heboh, Jokowi Datang ke Kudus Lihat Pembangunan Waduk Logung

0

SEPUTARKUDUS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan datang ke Kabupaten Kudus bulan ini. Kedatangan presiden tersebut direncanakan untuk meletakkan batu pertama pembangunan Waduk Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Di berbagai media lokal di Kudus disebutkan, kedatangan mantan Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta itu direncanakan bulan ini. Kedatangannya ke tapak pembangunan Waduk Logung tersebut, setelah Pemerintah Kabupaten Kudus menempuh jalur konsinyasi, atau pembayaran ganti rugi lahan milik warga melalui pengadilan. Pembebasan lahan waduk tersebut sempat tertunda sangat lama. Dan dengan jalur konsinyasi itu, mau tidak mau warga harus melepas tanahnya dengan harga yang ditawarkan oleh pemkab.

Kedatangan Jokowi ke Kudus ini merupakan yang kedua, sejak setahun terakhir. Sebelumnya, Jokowi menyambangi koleganya sesama partai di PDI Perjuangan, yang juga menjadi Bupati Kudus saat ini, Musthofa. Saat itu, Jokowi melakukan safari politik menjelang pemilihan presiden 2014. Saat itu, Jokowi yang didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, disambut Musthofa beserta jajaran pemerintahan kabupaten di Pendapa Kabupaten Kudus.

Kedatangan presiden ke Kudus ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Presiden Abdurahman Wahid dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah datang ke Kota Kretek. Meski Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah, namun pesona dan magnetnya mengundang berbagai kalangan penting di negeri ini untuk datang.  

- advertisement -

Situs Resmi DPRD Kudus, Dulu Dihack, Sekarang Lenyap

1

SEPUTARKUDUS.COM – Situs resmi DPRD Kudus saat ini tidak bisa dibuka alias lenyap. Situs yang beralamat di www.dprd.kuduskab.go.id, Jumat (9/1/2015) tak bisa dibuka. Dalam laman yang ditampilkan, situs tersebut of index. Kondisi ini telah berlangsung beberapa hari terakhir, namun hingga hari ini belum ada perbaikan.

Logo Turkish Cyber Army

Kejadian tak beres pada situs resmi milik para wakil rakyat Kudus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pada bulan lalu, situs tersebut diretas sebuah kelompok hacker dari luar negeri, tepatnya dari Turki. Kelompok tersebut mengatasnamakan Turkish Cyber Army. Saat itu, interface laman situs tersebut tampak sebuah bendera Turki, dan logo kelompok hacker tersebut.

Di interface situs DPRD Kudus saat itu, kelompok hacker tersebut tak meninggalkan pesan khusus. Namun, kelompok tersebut meninggalkan jejak alamat akun Facebook. Di akun itu, ada sederet daftar situs yang berhasil mereka bobol. Tidak hanya beberapa situs milik pemerintahan di Indonesia, termasuk Kudus, namun juga puluhan situs di luar negeri.

Bagi sejumlah pemerintah daerah di Indonesia, situs resmi sangat penting. Situs tersebut sangat efektif, tidak hanya menampilkan profil lembaga, namun juga sebagai corong kebijakan. Bagi lembaga pemerintahan yang tidak menganggap situs daring penting, hal itu menunjukkan lemahnya lembaga tersebut. Apalagi, lembaga tersebut mewakili rakyat. Karena saat ini, masyarakat sudah sangat terbiasa dengan dunia daring, khususnya media sosial.

- advertisement -

KRT Notokusumo, Tokoh Cikal Bakal Desa Pladen

0

Awal mula lahirnya nama suatu desa atau daerah biasanya ada hubungannya dengan perjalanan hidup seorang tokoh. Tokoh tersebut bisa seorang ulama, raden (keluarga kerajaan) atau mungkin juga rakyat jelata yang dihormati karena jasa-jasanya. Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, merupakan contoh nama satu desa yang tak dapat dilepaskan dari kiprah seorang tokoh hebat di masanya.

Tokoh tersebut bernama KRT Notokusumo, seorang pejabat tinggi kerajaan Mataram Islam yang melarikan diri menuju ke utara untuk berguru kepada Sunan Muria. Beliau pergi meninggalkan keraton Mataram setelah terjadi intrik politik perebutan kekuasaan di masa Raja Amangkurat I. KRT Notokusumo pada masa itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

KRT Notokusumo mengaji kepada Sunan Muria dengan penuh kesabaran dan kesungguhan hati. Di padepokan atau pondok Sunan Muria, beliau menghilangkan identitas bangsawanannya sebagai bukti sikap tawadluknya terhadap Sang Guru (selain untuk membuat musuhnya tidak kenal). Dan oleh Sunan Muria, beliau diberi nama baru, yakni Samsudin Abdul Malik.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya KRT Notokusumo mendapatkan amanah dari gurunya untuk menjadi santri abdi dalem. Dengan status tersebut, membuat beliau mempunyai kewajiban untuk melayani (ngladeni) keinginan dan kebutuhan Sunan Muria. Bisa dibilang KRT Notokusumo merupakan “tangan kanan” yang selalu taat mendengar dan melaksanakan perintah sang guru.

Selesai nyantri dan menjadi pelayan (peladen) dengan Sunan Muria, KRT Notokusumo ditugaskan untuk berdakwah meng-Islamkan suatu tempat di sebelah tenggara Gunung Muria. Tempat tersebut berada di sebelah utara wilayah dakwah kakak seperguruannya (Ki Anteng, cikal bakal Besa Bulung). Berdasarkan restu Sunan Muria tersebut, KRT Notokusumo membuat kediaman (rumah) di lokasi tersebut dan berhasil meng-Islamkan penduduknya.

Singkat cerita, wilayah sekitar lokasi kediaman KRT Notokusumo oleh penduduk sekitar dinamakan Peladen/Pladen/Pelayan. Mengingat kiprah tokoh desa tersebut yang dulu saat nyantri dengan Sunan Muria menjadi khodim/abdi/pelayan sang guru.
Adapun karomah dari KRT Notokusumo yakni sanggup merubah daun nangka menjadi wayang kulit dan bebatuan menjadi gamelan (atas izin Allah SWT). Untuk kemudian dipentaskan menjadi pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Hal ini dilakukan sebagai sarana dakwah Islam melalui jalur kesenian.

Narasumber:
Bapak Mashadi, BA (keturunan ke Sembilan KRT Notokusumo)

Ditulis oleh:

Danar Ulil Husnugraha
Ketua Komunitas JENANK
(Jaringan Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus)

- advertisement -

Inilah Harga Pajero Sport Terbaru Kendaraan Dinas Ketua DPRD Kudus

0

SEPUTARKUDUS.COM – Dalam waktu dekat ini para pimpinan DPRD Kudus akan mendapat jatah kendaraan dinas baru. Anggaran yang telah disiapkan untuk pengadaan sejumlah kendaraan untuk para pimpinan dewan tersebut mencapai Rp 1,4 miliar. Dan khusus untuk sang ketua dewan, akan mendapat sebuah mobil sedan dan sebuah Mitsubishi Pajero Sport.

Lalu, berapa harga kendaraan sport mewah tersebut. Situs resmi Mitsubishi Indonesia melansir, ada beberapa tipe dan spesifikasi yang sediakan pabrikan asal Jepang tersebut. Harga yang ditawarkan disesuaikan dengan tipe yang ada, mulai Rp 409 juta hingga Rp 531 juta. Berikut ini beberapa tipe Pajero Sport serta daftar harga yang ditawarkan on the road Jabodetabek:

  • Pajero Sport Dakar 4×4: Rp 531 juta
  • Pajero Sport Dakar 4×2: Rp 464 juta
  • Pajero Sport Exceed 4×2: Rp 426 juta 
  • Pajero Sport GLS 4×2: Rp 409 juta
  • Pajero Sport GLX 4×4: Rp 460 juta
  • Pajero Sport V6 4×2: 490.500.000

Kendaraan ini didesain sangat gagah dan bisa menempuh medan yang sulit. Desain interior kabin buat sangat mewah dan memiliki kapasitas maksimal untuk tujuh penumpang. Di bagian depan, mobil ini dilengkapi monitor untuk kamera belakang yang memungkinkan pengemudi bisa memantau kondisi di luar kendaraan bagian belakang. Selain itu, bagian atas kendaraan bisa dibuka secara otomatis dengan easy operating electric sunroof.

Namun pertanyaannya, dengan mobil semewah ini, apakah kinerja pimpinan DPRD Kudus akan semakin memberi kepuasan bagi masyarakat. Bukankah kendaraan dinas dengan harga di bawah spesifikasi Pajero Sport tidak akan mempengaruhi kinerja mereka. Atau memang harga kendaraan sangat mempengaruhi kinerja mereka. Silakan dinilai sendiri.

- advertisement -

Wow, Ketua DPRD Kudus Mendapat Jatah Pajero Sport

0

SEPUTARKUDUS.COMPara pimpinan DPRD Kudus preiode 2013-2018 akan mendapatkan kendaraan dinas baru, yang bagi sebagian masyarakat sangat wah. Bagaimana tidak, dana yang dianggarkan untuk membeli sejumlah kendaraan tersebut mencapai Rp 1,4 miliar. Dan, khusus untuk Ketua DPRD Kudus, akan mendapatkan jatah kendaraan dinas berupa satu mobil sedan dan mobil jenis sport. Mobil jenis sport tersebut yakni Mitsubishi Pajero Sport.

kendaraan dinas DPRD Kudus Pajero Sport

Sebagaimana dilansir sejumlah media lokal di Kudus, pengadaan kendaraan dinas tersebut telah dianggarkan pada tahun anggaran 2014 dan 2015. Pengadaan itu akan direalisasikan pada tahun ini. Alasan pengadaan kendaraan dinas baru, karena kendaraan dinas yang lama telah berumur 9 tahun. Dan untuk menunjang kinerja para wakil rakyat yang baru dilantik akhir 2014 lalu, pengadaan kendaraan dinas tersebut dinilai penting untuk dilakukan. 

Alasan dipilihnya kendaraan jenis sport, karena ketua DPRD Kudus juga memiliki agenda kunjungan ke tempat yang sulit dijangkau kendaraan jenis sedan. Apalagi, sejumlah wilayah di Kudus berpotensi terjadi bencana. Seperti bencana yang terjadi pada awal 2014 lalu. Bencana longsor terjadi di Desa Menawan dan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, serta bencana banjir di sejumlah desa di Kecamatan Mejobo, Undaan dan Jati.

Sedangkan tiga wakil ketua DRPD Kudus lainnya, akan mendapatkan masing-masing satu mobil Honda CRV. Kendaraan tersebut akan menggantikan kendaraan dinas yang lama. Pengadaan kendaraan dinas baru tersebut, dinilai akan meningkatkan kinerja para pimpinan dewan.

Pengadaan kendaraan dinas ini, sempat mendapatkan kritik dari sejumlah kalangan masyarakat. Banyak yang menilai, tidak ada korelasi antara kendaraan dinas baru dengan kinerja para pimpinan dewan. Pengadaan tersebut juga dinilai hanya menghambur-hamburkan APBD Kabupaten Kudus. Bagaimana menurut kalian? Silakan dinilai sendiri.

- advertisement -

Yang Mau Gabung di PT Pura Group, Merapat!

0

SEPUTARKUDUS.COM – Siapa yang tak tahu perusahaan di Kudus yang satu ini. Perusahaan yang telah terkenal karena pernah mencetak uang, baik Rupiah, maupun uang dari luar negeri. Ya, PT Pura Group, perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan kertas, smart card, percetakan, dan sistem pengamanan terpadu hologram. Perusahaan lokal yang telah mendunia ini, saat ini menantang generasi bertalenta dan tangguh untuk bergabung.

PT PURA GROUP KUDUS

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi bagian dari PT Pura, berikut syaratnya.

  • Pria, telah memiliki pengalaman selama tiga tahun. Pendidikan D3 Juruan Mesin, Listrik dan Kimia
  • Bagi yang hanya memiliki pendidikan SMK Jurusan Mesin, Listrik dan Kimia, diwajibkan memiliki pengalaman selama lima tahun.
  • Karena bergerak di bidang bidang pengolahan kertas, smart card, percetakan, dan sistem pengamanan terpadu hologram, bagi pendaftar harus tidak buta warna.
  • Dan, tentu saja, bersedia ditempatkan di Kudus, tempat perusahaan ini berproduksi.

Berbanggalah jika lamaran anda diterima. Karena PT Pura Group telah mengantongi 15 penghargaan dalam bidang bidang pengolahan kertas, smart card, percetakan, dan sistem pengamanan terpadu hologram. Selain itu, perusahaan ini juga mengantongi sebanyak 90 paten atas nama PT Pura Group.

Bagi yang berminat bergabung, silakan kirim lamaran anda ke HRD Pura Group, Jalan Kresna 77, Jati Wetan, Kudus 59346. Telp (0291) 44 361 ext 3315, Email: recruitment@kudus.puragroup.com. Jangan lupa, sertakan data diri, foto copy ijazah, transkrip nilai, foto copy KTPdan pasa foto ukuran 4×6, dalam lamaran yang anda kirim. Segera kirim lamaran tersebut, karena lamaran paling lambat akan diterima 14 Januari 2015.

- advertisement -

Saat Bupati Kudus Musthofa Kenakan Kaus, Celana Jeans dan Sepatu Kets

0

SEPUTAR KUDUS – Penampilan berbeda ditunjukkan Bupati Kudus Musthofa, saat blusukan di Desa Kesambi dan Golan Tepus, Kecamatan Mejobo, Minggu (4/1/2014) pagi. Dia tampak mengenakan kaus,celana jeans dan sepatu kets. Pakaian yang dikenakannya itu, berbeda dengan penampilan pada saat melakukan kunjungan-kunjungan sebelumnya.

bupati kudus musthofa
Bupati Kudus Musthofa, saat blusukan di Desa Kesambi dan Golan Tepus, Kecamatan Mejobo, Minggu (4/1/2014) pagi. 

Dalam Fan Page Facebook milikinya (H Musthofa), penampilan tersebut ditunjukkan saat blusukan di dua desa tersebut untuk melihat kondisi sungai. Bupati Kudus Musthofa, saat blusukan di Desa Kesambi dan Golan Tepus, Kecamatan Mejobo, Dua desa itu merupakan desa langganan bajir, terutama saat musim hujan tiba. Dalam blusukannya saat itu, dia didampingi sejumlah pejabat terkait.

Dalam foto yang diunggah di akun halaman Facebooknya tersebut, Musthofa tampak mengenakan kaus berwarna abu-abu. Dia juga tampak mengenakan celana jeans berwarna gelap, dan memakai sepatu kets berwarna biru berpadu warna putih. Penampilannya itu, sangat berbeda saat melakukan blusukan sebelumnya. Dia lebih sering mengenakan baju lengan panjang warna putih, atau baju safari lengkap dengan emblem.

bupatikudusmusthofa

Dalam foto lain yang diunggah, Musthofa juga blusukan ke Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, dengan pakaian yang sama. Dia melihat warga di sana yang tengah melakukan kerja bakti. Dia menyapa sejumlah warga yang sedang memperbaiki drainase kampung, untuk mengantisipasi datangnya banjir.

Lalu, bagaimana komentar para netizen di Kudus. Di halaman Facebook miliknya itu, hingga hari ini hanya ada satu komentar yang tak menyinggung soal penampilannya tersebut. Bagi sebagian warga penampilan pejabat yang tak mengenakan pakaian formal bisa jadi dinilai positif. Namun, mungkin ada sebagian warga yang tak terlalu peduli dengan pakaian pejabat yang dikenakannya, dan menilai pencitraan melalui pakaian yang dikenakannya tak terlalu penting. 

- advertisement -

5 Tempat Wisata di Kudus yang Wajib Dikunjungi

0

SEPUTAR KUDUS – Kabupaten Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah. Kabupaten yang memiliki sebutan Kota Kretek ini tak memiliki pantai. Namun, pesona wisatanya jangan ditanya.

alun-alun kudus - SEPUTAR KUDUS

Berikut adalah sejumlah destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Kudus. Tidak semua destinasi akan disebutkan di sini. Namun, setidaknya ada lima tempat wisata yang tidak boleh dilewatka. Berikut lima destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Kota Kretek.

1. Menara Kudus

Menara Kudus merupakan bangunan terbuat dari tumpukan batu bata. Di atasnya terdapat atap berbentuk limas, terbuat dari kayu. Bangunan Menara Kudus dibuat bertingkat-tingkat. Di beberapa bagian terdapat keramik berbentuk piring yang ditempel, yang konon didatangkan dari tiongkok. Dari berbagai cerita yang berkembang di masyarakat, gapura tersebut dibawa Sunan Kudus Syech Jakfar Shodik dari kerajaan Majapahit.

Menara tersebut terletak di depan Masjid Al Aqsha. Hingga saat ini, bangunan tersebut masih dimanfaatkan sebagai penanda waktu datangnya salat. Setiap waktu salat tiba, petugas masjid menabuh beduk yang ada di bagian atas menara.
Selain terdapat masjid, di komplek Menara Kudus juga terdapat Makam Sunan Kudus, beserta keluarga dan keturunannya. Makam dan Menara Kudus, hingga kini masih dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria terletak di Pegunungan Muria. Tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Makam Sunan Muria banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menuju ke makam, peziarah harus menaiki tangga, yang di sekelilingnya terdapat lapak-lapak pedagang yang menjajakan berbagai jenis cinderamata, makanan, pakaian dan sejumlah barang lainnya. Untuk para peziarah yang tak ingin menaiki tangga, bisa menggunakan jasa ojek, tak jauh dari terminal wisata.

3. Air Terjun Monthel

Tak jauh dari lokasi Makam Sunan Muria, juga terdapat air terjun Monthel. Lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan. Pengunjung dikenakan tarif masuk. Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam air terjun, dan batu-batu alami yang ada di sana. Di sekitar lokasi, banyak penjual yang menjajakan barang dagangannya.

4. Museum Kretek

Museum Kretek merupakan bukti bahwa Kabupaten Kudus tak salah mendapatkan sebutan Kota Kretek. Di dalam museum terdapat banyak benda peninggalan awal kejayaan industri rokok kretek. Ada sejumlah foto para pelopor industri rokok kretek, di antaranya Raja Rokok Kretek Nitisemito. Selain foto, terdapat juga alat pembuat kretek, diorama pembuatan rokok kretek tradisional, dan ratusan kemasan produk rokok kretek yang pernah diproduksi di Kudus. 

5. Museum Purbakala Patiayam

Museum ini meruapakan museum terbaru yang dimiliki Kabupaten Kudus. Di sana terdapat sejumlah fosil yang ditemukan di Situs Patiayam. Ada berbagai fosil yang ditemukan, namun yang paling mencolok, yakni fosil gading setgodon (gajah purba). 
- advertisement -