Beranda blog Halaman 1970

Wow, Bintang Top Amerika Ini Ketagihan Rokok Asal Kudus

0
rokok djarum selena gomez
Aktris top asal Amerika Serikat Selena Gomez menenteng rokok Djarum. (istimewa)

SEPUTARKUDUS.COM – Bagi pecinta musik asal Negeri Paman Sam, siapa yang tak pernah mendengar penyanyi sekaligus aktris ternama Selena Gomez. Mantan kekasih Justin Bieber tersebut ternyata penikmat rokok asal Kudus, Jawa Tengah, yakni Djarum.

Dalam sebuah kesempatan, pelantun tembang “I Want You to Know” itu menenteng sebungkus rokok merah berlabel Djarum. Sebagaimana ditulis Daily Mail, Selena saat itu tengah keluar dari sebuah toko, tak jauh dari kediamannya, California, Amerika Serikat. Gambar tersebut diabadikan seorang paparazi, dan kemudian menjadi viral di media daring.

Perushaan rokok kretek PT Djarum merupakan perusahaan besar, tidak hanya sekala nasional, namun juga internasional. Produk rokok kretek asli Indonesia dari Kudus yang ditemukan pertama kali oleh Haji Jamhari tersebut, diproduksi PT Djarum sejak awal masa kemerdekaan. Selain memasarkan produk di wilayah domestik, perusahaan milik orang terkaya di Indonesia itu juga dipasarkan di sejumlah negara, termasuk di Amerika Serikat.

Rokok kretek adalah rokok berbahan tembakau dan cengkeh. Pada awalnya, Haji Jamhari membuat racikan bahan tersebut untuk menyembuhkan radang tenggorokan dan sesak nafas. Temuannya tersebut kemudian dikenal sebagai rokok obat, karena awal diciptakan dijadikan obat. 

Pada awal industrialisasi rokok kretek, Nitisemito lebih dulu memopulerkan produk asli Kudus itu, sebelum masa kemerdekaan. Dia mendirikan perusahaan rokok yang diberi nama Bal Tiga. Saat itu Raja Rokok Kretek (baca juga Nitisemito Raja Rokok Kretek) tersebut mempekerjakan ribuan karyawan, dan menjadi perusahaan rokok terbesar saat itu. 

- advertisement -

Bertekad Taklukkan Ekonomi ASEAN, FKIP UMK Datangkan 2 Doktor dari Jepang

0
kunjungan jepang ke UMK
Prsiden Mahasiswa FKIP UMK Ardian Bagus Wicaksana (kiri) bersama Yoshinory Fujikawa, Ph.D

SEPUTARKUDUS.COM – Progam Studi (Progdi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muria Kudus (UMK) ikut menyemarakkan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk menyambut penerapan tersebut, didatangkan dua doktor dari Hiroshima University. Mereka antara lain Jepang Yoshinory Fujikawa, Ph.D dan  Tuswadi, Ph.D, In, Ed.

Senin (10/8/2015), di Aula Masjid Darul Ilmi UMK, dua doktor tersebut memaparkan strategi yang harus ditempuh mahasiswa UMK untuk menghadapi globalisasi ekonomi ASEAN. Pemaparan dua pakar tersebut diberi tajuk Inaugural College dengan tema “English a Step to Win the Global Competition“. 

Muthohar, dosen FKIP BI sekaligus panitia acara, menuturkan, acara ini bertujuan mengajak dosen dan mahasiswa untuk membuka pandangan luas tentang pentingnya bahasa Inggris dalam menghadapi persaingan global terutama MEA. Menurutnya langkah awal untuk menghadapi globalisasi adalah belajar Bahasa Inggris terutama dalam kemampuan speaking

Yoshinory Fujikawa, Ph.D

“Karena jika kita sama sekali tidak memahaminya, dipastikan kita akan tersingkir. Langkah awal untuk memenangkan globalisasi adalah memahami Bahasa Inggris,” tutur Muthohar. 

Sementara itu, Presiden Mahasiswa FKIP UMK Ardian Bagus Wicaksana menuturkan penting memahami Bahasa Inggris, terutama bagi generasi muda yang nantinya akan ikut bertarung dalam globalisasi.

“Langkah terpenting pertama memang memahami Bahasa Inggris. Dan itu harus dibiasakan mulai sekarang,” tutur Ardian menggunakan Bahasa Inggris. (Imam P Arwindra)

- advertisement -

Mantan Ketua PC NU Kudus KH Chusnan Meninggal Dunia

0
mantan ketua pcnu kudus kh m chusnan ms
Mantan Ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms
(sumber: nu.or.id)

SEPUTARKUDUS.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar PCNU Kudus dan warga Nahdhiyyin Kabupaten Kudus. Mantan Ketua PC NU Kudus KH Muhammad Chusnan Ms meninggal dunia, Senin (11/8/2015) malam. Almarhum akan dikebumikan hari ini (12/8/2015) pada pukul 10.00 WIB.

Sebelum meninggal, kesehatan KH Chusnan terganggu. Bahkan almarhum sempat dirawat di rumah sakit. Gangguan kesehatan yang dialami membuat almarhum harus melakukan cuci darah.

KH Chusnan di akhir hayatnya menjabat sebagai Wakil Rois Syuriyah PCNU Kudus masa khidmat 2013-2018.  Sebelum mendapat amanah di syuriyah, almarhum menjadi ketua PCNU Kudus selama dua masa khidmat, yakni pada 2008-2013 dan 2003-2008.

Selain aktif di ormas terbesar di Kabupaten Kudus, almarhum semasa muda juga aktif sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus. Sekitar tahun 60-an, almarhum aktif di organisasi kemahasiswaan tersebut saat menempuh pendidikan tinggi yang saat ini menjadi Universitas Muria Kudus (UMK). 

Almarhum aktif bersama pendiri PC PMII Kudus saat itu, di antaranya almarhum Ahmad Toha, ayahanda mantan Wakil Bupati Kudus almarhum Abdul Hamid. Saat itu, kampus tempat almarhum KH Chusnan masih berada di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh, yang sekarang menjadi Taman Bojana.

Bagi sejumlah kader PMII Kudus, beliau merupakan seorang guru, ayah, dan sekaligus sahabat yang selalu peduli dengan generasi muda NU. Selain nasihat dan wejangan, beliau tidak segan membantu sejumlah kegiatan yang diselenggarakan kader PMII Kudus.  

- advertisement -

Lucu, Siswa di Kudus Ini Wajahnya Ditutup Kertas Saat Ulangan

4
siswa MTs TBS Kudus
Siswa MTs TBS Kudus Program IPA mengerjakan soal ulangan. Facebook

SEPUTARKUDUS.COM – Sejumlah siswa di MTs Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus ditutup wajahnya menggunakan kertas. Mereka sedang mengerjakan soal ulangan. Hal itu dilakukan untuk mendidik para siswa agar jujur saat mengerjakan ulangan. Metode ini tentu sangat baik agar mereka memiliki kejujuran karena telah ditanamkan sejak dini.

Hal tersebut sebagaimana posting sebuah fanpage Facebook dengan nama MTs TBS SAINS Community – MTSC. Gambar itu diposting pada 8 Agustus 2015 lalu. Dalam foto terlihat para siswa tengah serius mengerjakan soal ulangan, dengan wajah tertutup kertas yang disematkan di peci mereka. Dalam keterangan foto yang diunggah, tertulis;

Ulangan harian IPA bab 1 Membiasakan siswa jujur dan tidak bergantung pada orang lain

Dalam posting tersebut terdapat empat gambar. Tiga gambar di antaranya aktivitas siswa MTs TBS Kudus yang tengah mengerjakan ulangan. Sedangkan satu gambar lainnya, ada sebuah kata mutiara yang tertulis di papan tulis. Kata mutiara tersebut yakni,  

Jujur, Disiplin dan Ikhlas adalah Kunci Kesuksesan

Beberapa sekolah saat ini memang tengah gencar menanamkan sikap jujur sejak dini pada siswa mereka. Ada sekolah yang mengajarkan siswanya dengan membuat kantin kejujuran. Ada pula yang mengajarkan siswanya dengan sebuah permainan. Seperti yang dilakukan SMPK Kudus, yang menanamkan sikap jujur melalui permainan ular tangga anti-korupsi

Apapun cara dan metode yang diterapkan, tentu sah-sah saja dilakukan. Karena penanaman kejujuran sejak dini di lembaga pendidikan saat ini sangat mendesak untuk dilakukan. Hal ini melihat banyaknya pemberitaan kasus korupsi yang menggurita di Indonesia. 

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

Ulangan harian IPA bab 1Membiasakan siswa jujur dan tidak bergantung pada orang lain
Posted by MTs TBS SAINS Community – MTSC on 8 Agustus 2015

- advertisement -

FOTO: Gapura Kecamatan Undaan Dikenal Karena Bentuknya yang Unik

0

SEPUTARKUDUS.COM – Kecamatan Undaan dikenal masyarakat Kudus sebagai daerah yang sangat unik. Bukan hanya karena masyarakatnya, kecamatan yang memisahkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Grobogan ini juga sangat dikenal karena bangunan gapura yang ada di sana. Bangunan sebagai penanda masuk kampung ini dibuat sangat unik dan menarik, sehingga menjadi ciri khas. 

Kekhasan bangunan gapura bisa dilihat dari bentuk dan ukuran yang tidak biasa, seperti bangunan gapura di daerah lain di Kudus pada umumnya. Ada yang menyerupai bentuk bangunan Romawi, bentuk pura di Bali, dan berbagai macam bentuk lainnya, yang memberi ciri khas setiap kampung. Berikut ini beberapa bentuk bangunan gapura yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Undaan. 

Gapura Desa Undaan Lor Gang 16 Menyerupai Pura

gapura undaan lor gang 16
Gapura Desa Undaan Lor Gang 16

Gapura yang berada di Desa Undaan Lor Gang 16 ini memiliki bentuk mirip pura di Bali. Warna dominan merah mendominasi bangunan yang terbentuk dari susunan batu bata yang tak dilapisi semen. Kombinasi warna hitam dari varisasi bangunan membuat bangunan gapura ini tampak klasik dan elegan. Selain itu variasi lainnya, terdapat keramik berbentuk piring di sisi kiri dan kanannya. 

Gapura Undaan Lor Gang 4 Lengkap dengan Patung

gapura-undaan-tengah-gang4
Gapura Undaan Tengah Gang 4

Bangunan gapura di Desa Undaan Lor Gang 4 ini juga sangat unik. Bentuknya menyerupai gapura narkas militer. Selain simbol bindang dan gerigi para ornamen dalam bangunan, terdapat pula dua patung menggenggang gada di sisi kiri dan kanannya. Selain itu terdapat rantai yang mengelilingi dua patung tersebut.

Gapura Undaan Lor Gang Onta

gapura undaan lor gang onta
Gapura Desa Undaan Lor Gang Onta

Bentuk gapura di Desa Undaan Lor yang satu ini sebenarnya tidak begitu istimewa. Namun, ada yang khas di bangunan penanda masuk kampung ni, yakni nama atau sebutan gang tersebut. Masyarakat di Undaan, khususnya di Undaan Lor menyebut gang atau gapura tersebut sebagai Gang Onta. Mengapa disebut demikian, karena di seberang bagunan gapura terdapat patung onta yang cukup melegenda bagi masyarakat Undaan. 

Gapura Undaan Lor Gang 6 Mirip Bangunan Romawi

gapura undaan lor gang 6
Gapura Desa Undaan Lor Gang 6

Gapura penanda masuk kampung di Desa Undaan Lor Gang 6 ini bentuknya bisa dikatakan menyerupai bangunan Romawi. Bangunan gapura yang dibuat terdapat tiang sebagai penyangga yang bentuknya menyerupai tiang bangunan Kerajaan Romawi. Ukuran ban bentuknya juga cukup besar, menjadikan gapura ini terlihat kokoh dan elegan. 

Sebenarnya masih banyak sekali bangunan gapura yang unik dan menarik lain di sejumlah desa di Kecamatan Undaan. Gapura tersebut dipercantik untuk menyambut masyarakat di luar kecamatan Undaan dan supaya mereka selalu ingat melalui bentuk bangunan gapura yang dibuat sangat khas. Bangunan-bangunan serupa juga bisa dilihat di sejumlah desa lainnya, di antaranyanya di Desa Undaan Tengah, Undaan Kidul, Wates, Sambung, Medini, dan lainnya. Berikut beberapa bangunan gapura di Kecamatan Undaan yang diabadikan seputarkudus.com

GapuraUndaanLorGang12
Gapura Undaan

Gapura Undaan Kidul Gang Masjid
Gapura Undaan Kidul Gang Masjid

Bangunan Gapura Undaan Lor Gang 7
Bangunan Gapura Undaan Lor Gang 7

Gapura Desa Undaan Tengah Gang 12
Gapura Desa Undaan Tengah Gang

Gapura Desa Undaan 12
Gapura Desa Undaan

 

Gapura Desa Undaan Lor 8
Gapura Desa Undaan Lor

Bangunan Gapura Desa Undaan Lor Gang Masjid
Bangunan Gapura Desa Undaan Lor Gang Masjid

- advertisement -

Keciput, Camilan Khas Warga Kudus Saat Lebaran

0


SEPUTARKUDUS.COM – Bagi warga Kudus, tak lengkap rasanya jika di meja tamu tak ada kue ini saat Lebaran. Ya, keciput, camilan khas yang wajib ada saat perayaan Idul Fitri. Tradisi menyuguhkan camilan terbuat dari beras ketan yang dibubuhi biji wijen ini telah berlangsung turun-temurun.

keciput-kudus
Keciput, camilan khas warga Kudus saat Lebaran

Kue keciput lazim memiliki dua bentuk, yakni bulat dan lonjong. Jika dilihat, kue ini mirip onde-onde karena biji wijen yang terdapat di bagian luarnya. Namun, keciput memiliki bentuk jauh lebih kecil. Umumnya sebesar kelereng.

Tradisi untuk menuguhkan keciput hingga saat ini masih dilakukan warga Kudus. Tidak hanya sebagai pelengkap penghias meja, camilan ini juga menjadi favorit warga, tak kalah dengan wafer atau biskuit yang juga selalu ada setiap Lebaran. Bahkan, tak jarang warga luar daerah saat berkunjung ke keluarga di Kudus, menanyakan keciput.

Sebagian masyarakat Kudus membuat sendiri camilan ini. Biasanya kue keciput mulai dibuat pada pekan terakhir Ramadan. Seluruh keluarga umumnya terlibat membuat keciput. Mereka bersama-sama membentuk keciput, setelah adonan dibuat.

Namun, ada juga warga yang membelinya dari toko. Meski tidak membuatnya sendiri, mereka mereka merasa tak lengkap berlebaran tanpa ada keciput di meja tamu. Di Kudus, ada banyak produsen keciput yang selalu membuat dan menjualnya saat Lebaran.

Selain menjadi tradisi saat Lebaran, keciput juga merupakan ekspresi kebudayaan masyarakat Kudus. Interaksi tidak hanya terjalin antaranggota keluarga saat membuat keciput, namun juga masyarakat daerah lain yang selalu menanyakan camilan ini saat bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Kudus saat Lebaran. Bahkan, banyak dari mereka yang membawa pulang keciput sebagai oleh-oleh khas dari Kota Kretek ini.  

- advertisement -

VIDEO: Indonesia Bagus Net, Membingkai Kebanggaan dari Kudus

3
Seputar Kudus - Sejarah Kudus Kota Kretek
Anik Zulma Zulfa (Zuma)


SEPUTARKUDUS.COM – Mengupas Kudus Kota Kretek memang tak akan ada habisnya. Sebuah tayangan Documantary Net dalam acara Indonesia Bagus, merupakan yang terbaru. Acara tersebut membingkai sisik melik keindahan wujud dan nilai dalam sorot kamera. Tak salah, jika acara tersebut memberi judul tayangan “Kebanggaan dari Kudus”. Karena memang bagi warganya, Kudus selalu menjadi kebanggaan.

Acara itu dinarasikan perempuan asli Kudus dan pernah memenangi Gadis Hijab di eks Karesidenan Pati, Anik Zulma Zulfa (Zuma). Mahasiswi di Universitas Muria Kudus (UMK) itu mengajak pemirsanya melihat sudut-sudut indah Kota Kretek dalam video berdurasi 23.54 menit. Tayangan tersebut diunggah di Youtube 5 Juli 2015 lalu.

seputar kudus kirab dandangan
Kirab Dandangan 2015

Tayangan tersebut dimulai Zuma yang menonton kirab Dandangan di Alun-alun Simpang Tujuh. Dandangan merupakan tradisi menyambut bulan Ramadan yang telah ada sejak ratusan tahun lampau. Hingga saat ini tradisi tersebut masih dilestarikan, bahkan sejak beberapa tahun terakhir dimeriahkan dengan kirab budaya di pusat kota saat ini. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan kemeriahannya.

Setelah itu, Zuma mengajak pemirsa melihat Festival Dandangan di Jalan Sunan Kudus. Ratusan stan disiapkan Pemerintah Kabupaten Kudus di sepanjang jalan tersebut. Stan itu ditempati pedagang, mulai dari penjual makanan, mainan pakaian, hingga batu akik. Di sana, Zuma yang ditemani sahabatnya sejak kecil mencicipi kuliner khas, intip.

seputar kudus - masjid menara kudus
Masjid Menara Kudus dari ketinggian

Dalam tayangan tersebut juga ditunjukkan grafis kemegahan Masjid Menara dan makam Sunan Kudus. Dalam narasi singkat, Zuma menjelaskan menara masjid tersebut yang telah berdiri sejak ratusan tahun lampau, dengan arsitektur khas Kerajaan Majapahit. Dalam grafis juga ditunjukkan gapura berbahan batu bata yang telah ada sejak masa Sunan Kudus, berada di dalam masjid.

seputar kudus - pondok pesantren kaligrafi
Zuma berada di Pondok Pesantren Kaligrafi, Undaan Lor

Kemudian, Zuma mengajak pemirsanya mengunjungi pondok pesantren kaligrafi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, asuhan Muhammad Assiry. Beliau merupakan seniman kaligrafi asal Kudus yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat dunia. Di sana banyak santri yang belajar membuat kaligrafi, dari dasar hingga mengaplikasikan dalam berbagai media. Dalam video tersebut juga ditunjukkan karya santri di Masjid Darul Ilmi, Universitas Muria Kudus. 

seputar kudus - masjid darul ilmi UMK
Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus
ponpes yanbu'ul quran kudus
Santri Ponpes Yanbu’ul Quran Kudus

Setelah dari Pesantren Kaligrafi, Zuma kemudian ke pondok tahfidz, Yanbu’ul Qur’an. Tak salah jika Kudus mendapat julukan Kota Santri karena pondok pesantren yang dihuni para penghafal Quran tersebut. Para santri tidak hanya datang dari Kudus, namun juga dari sejumlah daerah di Indonesia. Para santri umumnya masih sangat belia. Namun jangan salah, rata-rata di usia 10 tahun mereka sudah menghafal 10 juz. Zuma membuktikannya, dengan mengetes salah satu santri di sana.

go bulu tangkis PB Jarum
Zuma berada di GOR Bulu Tangkis PB Djarum

Menjelang akhir sekmen, Zuma mengajak pemirsanya datang ke GOR bulu tangkis terbesar di Asean, milik PT Djarum. Di sana Zuma menemui temannya, Erik. Dia merupakan atlet bulu tangkis klub PB Djarum, yang merupakan asli warga Kudus. Erik merupakan satu dari banyak atlet dari daerah seluruh Indonesia yang lolos seleksi di klun bulu tangkis ternama itu. Klub tersebut telah mencekat sejumlah atlet kelas dunia, di antaranya Tontowi Ahmad dan Muhammad Ahsan.

jenang mubarok
Proses pembuatan jenang Kudus Mubarokfood

Di akhir sekmen, Zuma mengajak Erik dan satu atlet putri dari Bandung, Silvi, untuk ngabuburit. Dia juga menjelaskan camilan khas Kudus, jenang, yang di produksi PT Mubarokfood. Masyarakat telah mengenal produk perusahaan itu dengan sebutan Jenang Mubarok. Produk olahan ketan dan gula merah itu, bahkan telah menembus pasar dunia dan menjadi snack sebuah maskapai di luar negeri. Untuk melihat tayangan lengkapnya, silakan saksikan video di bawah ini.

- advertisement -

Nyambung Balung Pedot, Cara Kami Melepas Rindu Masa Kuliah

0
buka bersama alumni mahasiswa FKIP UMK 2003
Foto bersama alumni FKIP BI UMK Angkatan 2003, saat temu kangen dan buka bersama di Estu Coffeeshop.



SEPUTARKUDUS.COM – Kalimat nyambung balung pedot begitu saja melintas di pikiran, saat saya didaulat untuk mengkoordinir kawan-kawan satu angkatan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris (BI) Univresitas Muria Kudus (UMK) tahun 2003. Pada Rabu (8/7/2015) saya diminta beberapa kawan satu angkatan untuk mempersiapkan temu kangen dan buka bersama di Kudus.

Ide untuk menyelenggarakan temu kangen berawal dari sebuah posting foto seorang teman di timeline akun Facebook miliknya, Selasa (7/7/2015). Teman saya itu setelah lulus mengajar di sebuah SMA di Kalimantan. Dia mengunggah beberapa foto buka bersama dengan teman yang kebetulan mudik dari Quwait. Merka berbuka bersama di Omah Mode, Jalan A Yani, Kudus. Komentar pun bermunculan dari teman-teman satu angkatan lainnya. Mereka iri karena tak diundang dalam mini reuni tersebut.

Yang empunya foto mencetuskan ide untuk membuat acara temu kangen yang lebih meriah. Komentar pun bersahutan, dan akhirnya nama saya disebut secara tertaut dalam sejumlah komentar. Beberapa ada yang usul, saya yang harus ketiban awu anget, ngurusi ide temu kangen itu. Alasan mereka, saya tinggal di Kudus yang dinilai bisa mewujudkan keinginan mereka, (dipikir aku ga sibuk tah piye, hahaha).

Pada hari berikutnya saya baru ngeh namaku disebut, karena ada pemberitahuan di akun Facebook setelah membuka telepon pintar. Wow, ramai sekali komentarnya. Karena merasa “terpojok”, ya wis lah saya menerima daulat teman-teman satu angkatan itu. Dan sebenarnya, alasan paling kuat saya menerima daulat, karena ada embel-embel presiden fakultas di depan nama saya (rodo mongkok). Wah, ternyata ada yang tidak bisa move on, atau jangan-jangan itu hanya nyolu.


Saya kemudian usul acara temu kangen diselenggarakan di Omah Mode lagi. Waktunya saya usulkan pada Jumat (10/7/2015). Usulan waktu saya disepakati. Tapi untuk tempat, sebagian dari mereka tidak sepakat. Ada yang beralasan tidak cocok dengan rasa hidangannya. Tapi ada juga yang menilai mahal. 

Saya lantas mengusulkan tempat alternatif di Estu Coffeeshop, di Jalan Sosrokartono, tak jauh dari permpatan Panjang. Selain karena tempat nongkrong favorit saya, yang empunya juga saya kenal dekat. Dia dosen di almamater kami. Dan akhirnya usulah tempat alternatif itu akhirnya diterima secara mufakat.

Karena ahli desain grafis (ojo percoyo), saya kemudian membuat poster digital tentang acara tersebut dan saya unggah di akun Facebook. Semua teman satu angkatan saya tag. Banyak dari mereka kemudian membagi ke timeline. Koordinasi kami lakukan melalui post comment. Tapi ada juga yang membuat multychat di BBM. Wow, undangan pertemanan di BBM kemudian gembrudug dengan nama-nama dan font alay yang tak saya kenal. Apalagi profil mereka bukan foto asli. Setelah saya terima, kemudian banyak yang tanya soal kegiatan tersebut.

Saya kemudian menginventaris siapa saja yang berniat untuk gabung. Hingga Jumat siang, tercatat ada 20 orang yang menyatakan diri akan hadir. Saya memang memaksa mereka untuk memberi kepastian, karena ini menyangkut berapa hidangan dan kursi yang dipesan. Dan yang lebih krusial, sebetulnya terkait thuthukan yang akan dibuat bayar suguhan berbuka bersama nanti. Kalau sampai ada yang tidak hadir, wah ciloko iki. Maklum, saya ini kan masih jadi kuli yang THR-nya tak seberapa, (jatah nggo bodo soale). 

Menjelang acara dimulai, ketakutan saya benar-benar terjadi. Beberapa teman ada yang BBM tidak bisa hadir. Alasannya ada banyak macam. BBM itu saya jawab, “ya wis lah, ga popo. Sante Kartini wae,”. Tapi Alhamdulillah, menjelang waktu berbuka, banyak teman yang tak masuk daftar list ikut datang. Tuhan memang berpihak pada hamba-Nya yang terpojok. Wis, lego.


Wajah-wajah kami sumringah, dan saya pun demikian. Bukan karena lolos dari “jebakan”, tapi karena bahagia melihat wajah-wajah lama, yang sekian tahun tak saya lihat secara langsung. 

Meski tak ada susunan acara yang dibuat, temu kangen itu tetap gayeng. Mereka banyak bercerita tentang kehidupannya saat ini. Ada yang jadi bos busana muslimah yang telah memiliki beberapa cabang di daerah lain, ada yang berbisnis jualan mobil, menggeluti hidroponik, dan lainnya. Tapi sebagian besar dari mereka, mengamalkan ilmu yang mereka dapat di kampus, mengajar sebagai guru di sekolah. Ternyata hanya saya yang mlesat jadi jurnalis. 

Usai acara, saya baru nyadar, kalimat nyambung balung pedot yang seketika muncul setelah didaulat sebagai panitia senggel, dan saya jadikan tagline, memang tepat. Kami ini ibarat tulang-tulang yang terserak usai lulus dari kampus. Ada mlesat ke Kalimantan, Pati, Demak, Jepara, hari ini tersambung. Dengan acara ini kami bisa berkumpul, meski setelah itu, mlesat kembali.

Ditulis oleh Suwoko
NB: Paragraf lima dan enam dari bawah tidak usah dianggap ya. Itu hanya bumbu tulisan yang butuh konflik, agar seru.

Foto-foto lainnya: klik disini 

- advertisement -

Cerita Pilu Kepincut Lowongan Kerja Membuat Kemasan Teh

0
tertipu lowongan kerja membuat kemasan teh
Ilustrasi

Baca postingan ttg lowongan kerja ngelem kemasan teh disini (Fanpage FB Seputar Kudus) saya mau berbagi. Sengaja tdk dikolom koment karena menyangkut nama dan instansi PT Terkait. Memang brosurnya menarik bagi yg lagi butuh uang.saya ikuti sesuai brosur daftar 10 ribu setelah itu saya ikuti prosedur pendaftaranya.

Setelah ngisi pendaftaran dan bayar 10 ribu ada istilah seminar presentasi ttg PT tsb,sistem kerjanya dan bonus2 yg fantastis dan cara bikin kemasan.setlh itu tahap selanjutnya praktik pembuatan kemasan.disinilah ternyata harus bayar 250 ribu utk berhak mendapatkan “kerja ” katanya.n well saya kash 250 dpt 2 box teh,member card dan duplikat brosur dan 25 bhan ygharus dilem. 

Di sini ada trik dari pengelola yg menurut saya sengaja disembunyikan. Kemudian 2 hari sesuai jadwal sya kumpulkan amlop yg sdh tak lem,kmdian ditanya berapa brosur yg sdh anda sebarkan.saya jawab sekian.kmdian pegawai bilang karena blm ada org yg datag atas brosur anda,maka anda blm berhak “upah”anda. 

Dari sini saya mulai protes berarti ada unsur penipuan.bisa jadi brosur2 yg disebarkan adalah org2 pegawai sendiri,karena setiap hari saya pantau nama saya tdk pernah muncul. Saya blg sama pegawai ini termasuk penipuan terselubung sebb dalam brosur hanya dicantumkan 10 rb tapi trnyata total biaya 260rb.

Bisa jadi harga produk lbh rendah dari yg ditawarkan,produknya pun tdk berkualitas mnrt saya.sistem yg diterapkan adalah kerja paksa,karena sdh mengelem kemasan tapi bukn dibayar.itu yg saya lontarkan ke salah satu pegawai.sampe si pegawai blg maaf ibu maunya apa?saya tdk ada maskd apa2 pak. 

Dan saya juga tdk akan menyebarkan kemedia.sekedar pengalaman saja semoga uang 250 rb mendpat ganti yg lbh besar.dan alhamdulillah dpt gantinya THR yg nominalnya lbh besar dari itu tanpa saya duga.intinya jangan mudah terpengaruh dg kalimat brosur atau sales apapun,karena sales punya trik.

Daftar pegawai aja tdk bayar,penghasilan tetap bulanan lha itu cuma ngelem amlop kok bayar sdh gitu dptnya cuma omong doang.Carilah yg halal dan barokah.klo mau dishare tolong sembunyikan identitas saya.maksud saya datangi ke Pt itu hanya ingin tau seperti apa metode yg diterapkan,sempat merka tanya IBu guru?dimana?plg kantor jam brp?apa bisa kerjakan pengeleman ini?aneh kan…. sepertinya mereka sdh curiga dg profil saya.

Ditulis oleh fan Seputar Kudus, yang identitasnya tak ingin dipublikasikan. Jika bermanfaat, tolong share agar tidak ada lagi yang dimanfaatkan. 

- advertisement -

Negeri Kita Negeri Manusia Bung Ricky Elson

0

Negeri ini memang luar biasa bung Ricky Elson, buat kita sebagai manusia. Benar2 menguji batas imunitas kemanusiaan kita.

Di Jepang kamu mendapat fasilitas yang bisa dikatakan berlebih untuk melakukan riset terhadap penemuan2 mu. Kamu pun diberikan upah yang tentu lebih dari layak. Kamu dimanjakan dengan segala apa yang kamu butuhkan.

Namun, atas nama bangsa kamu kembali ke Indonesia. Kamu membuktikan bisa menemukan teknologi mobil listrik, dan menemukan kincir angin terbaik di dunia. Bahkan kamu mendapat julukan pantas ‘Putra Petir’ karena kemampuanmu. 

Meski, kamu sempat mendapat cibiran dari sejumlah orang yang ‘sakit’ ketika mobil listrik Tuchusi hampir merenggut nyawamu dan Pak Dahlan Iskan karena masalah gearbox. Tapi kamu toh bisa membuktikan mampu menciptakan Selo dan banyak peserta APEC di Bali dulu, berdecak kagum.

Setelah proyek quantum itu diseret2 ke ranah politik, kamu memilih mengembangkan kincir angin dan mengajarkan anak2 muda di Ciheras, dengan segala keterbatasan fasilitas dan dana. Bahkan kalian harus mencari-cari dinamo bekas di pasar loak untuk membuat kincir angin yang terbukti mendapatkan pengakuan dunia. 

Ya inilah negeri kita bung, yang orang2 elitnya lebih tertarik dengan harta dan kekuasaan pribadi dan kelompok. Kita dipaksa untuk menjadi manusia yang benar2 manusia agar menjadi manusia. Karena negeri ini memang memanusiakan manusia.

Tanggapan terhadap tulisan di Kompasiana: Ketika Jepang Ingin ‘Putra Petir’ Indonesia Kembali

- advertisement -

Yuk Cicipi Tahu Campur Warung Pak As’ad di Taman Bojana

0

SEPUTARKUDUS.COM – Jika anda berkunjung ke Kudus Kota Kretek, jangan lupa mampir di Taman Bojana. Letaknya hanya sekitar 100 meter, timur laut Alun-alun Kudus. Di sana anda bisa menikmati sejumlah kuliner khas, di antaranya soto kerbau, pindang, dan tahu campur. Satu sajian khas yang wajib dinikmati, yakni tahu campur di warung Pak As’ad, bagian tengah pujasera tersebut.

kuliner kudus taman bojana
Kuliner Kudus Warung H As’ad, Taman Bojana. SEPUTARKUDUS.COM

Warung yang telah ada sejak puluhan tahun ini menyajikan kuliner khas lontong tahu telur dan tahu gimbal. Warung ini selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan. Banyak wisatawan dari berbagai daerah datang ke warung ini untuk menikmati kelezatan khas sajian kulinernya.

Hasan, pemilik warung generasi ketiga warung H As’ad, menceritakan, warungnya tersebut telah ada sejak puluhan tahun lalu. Awal berdirinya warung tahu telur dan tahu gimbal dikelola oleh kakeknya, H As’ad. Kini dirinya meneruskan usaha turun temurun dari kakeknya itu. 

“Ada alasan kenapa warung ini terus diminati banyak pecinta kuliner, khususnya tahu telur dan tahu gimbal. Kami menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Racikan bumbunya sepesial. Ada rahasia bumbu dan bahan yang membuat banyak pengunjung ingin datang, dan datang lagi,” ujar Hasan kepada Seputarkudus.com.

Warung ini, kata Hasan, mulai buka pukul 08.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. Sajian kuliner yang disajikannya, lain daripada lain. Kebanyakan kuliner yang dijual di pujasera Taman Bojana yakni soto kerbau, soto ayam dan pindang. Warung miliknya, merupakan satu-satunya yang menyajikan tahu telur dan tahu gimbal di pusat jajanan di pusat kota itu.

Harga yang ditawarkan untuk satu porsi tahu telur maupun tahu gimbal, ujar Hasan, dijamin tak akan menguras kantong pengunjung. Akan sangat cocok, bila pengunjung datang bersama keluarga, teman, atau sahabat.

- advertisement -

Aksi Koboi Gubernur Ganjar Naiki Bak Truk Material

0

SEPUTARKUDUS.COM – Gubenur Jateng Ganjar Pranowo melakukan aksi koboinya kembali. Kali ini politisi PDIP tersebut menaiki truk material saat melakukan peninjauan proyek perbaikan Jalan Magelang – Ngablak, beberapa hari lalu. Aksi tersebut diabadikan melalui foto yang diunggah di akun Facebook miliki Humas Jateng, hari ini. Aksi koboi ini merupakan yang ke sekian kalinya dilakukan Ganjar. Sebelumnya, dia juga pernah membuah heboh, mengamuk karena menemukan praktik pungli di jembatan timbang (detik.com)

gubernur jateng ganjar pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menaiki truk muatan material saat meninjau perbaikan jalan Magelang.

Ganjar yang mengenakan baju batik warna dominan hijau krem itu meniki bak truk melalui dasbor samping truk. Dalam gambar tersebut dirinya melihat isi muatan dalam bak. Ganjar yang berdiri di samping bak truk tersebut juga melihat permukaan jalan yang diperbaiki dari atas bak truk.

Sejumlah pejabat daerah yang mendampingi Ganjar saat peninjauan itu, hanya melihat aksi yang dilakukan atasannya. Sejumlah orang juga mengabadikan momen, yang bisa dikatakan cukup langka tersebut. 

Selain melakukan aksi koboi, Ganjar Pranowo juga melihat saluran drainase yang berada di sekeliling jalan. Dia menemukan sejumlah saluran drainase yang tertutup, karena dimanfaatkan warga sekitar untuk meletakkan tanaman. Selain itu, Ganjar juga melihat kinerja para pekerja yang tengah memperbaiki permukaan jalan tersebut. 

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut menyedot perhatian sejumlah warga sekitar. Bahkan sejumlah warga meminta foto selfie bersama. Ganjar tak menolak ajakan warganya itu untuk foto bersama menggunakan ponsel. Dia juga menyapa warga dan berbincang dengan sejumlah warga yang berada di tepi jalan.

Aksi koboi juga pernah dilakukan Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak di jembatan timbang Kabupaten Batang, tahun lalu. Saat sidak itulah, dia melihat langsung praktik pungutan liar yang dilakukan petuhas jembatan timbang. Saat itu, dia melihat awak truk memberikan sejumlah uang kepada petugas, meletakkan uang tersebut di atas meja. Ganjar yang melihat hal itu kemudian memanggil awak truk tersebut, dan menanyakan ihwal yang dilakukannya. Setelah mengaku memberi setoran kepada petugas, Ganjar kemudian mengamuk dan membuka semua laci petugas. dia menemukan sejumlah amplop berisi uang yang diduga berasal dari pungli. 

- advertisement -

Estu Coffee, Tempat Nongkrong Paling Asyik di Kudus

0

SEPUTARKUDUS.COM – Estu Coffee Shop merupakan warung yang menawarkan kopi dengan berbagai jenis penyajian dan rasa. Warung yang terletak di Jalan Sosrokartono, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sekitar 100 meter selatan lampu merah Panjang, ini juga tempat yang asyik untuk nongkrong. Warung ini cukup strategis, karena hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Alun-alun Kudus (ke arah Muria), atau sekitar 2 kilometer dari kampus Universitas Muria Kudus (UMK).

Sajian Kopi Estu Kudus
Sajian Estu Coffeeshop, Kudus. (Seputarkudus.com)

Estu Coffee Shop memanjakan pengunjung dengan dua jenis tempat duduk, yakni lesehan dan kursi. Pengunjung juga bisa menikmati tayangan di layar lebar di yang dipasang di bagian dalam. Layar proyektor yang sering menayangkan siaran bola itu, bisa dilihat seluruh pengunjung, baik yang duduk lesehan maupun yang duduk di kursi.

Pengunjung bisa memesan menu sajian yang ditawarkan. Menu utama, yakni sajian kopi beraneka ragam produk dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, pengunjung bisa memilih cara penyajian dan olahan kopi yang disuka. Produk kopi yang ditawarkan dalam menu, di antaranya Kopi Java Arabica, Sumatra Mandheling, Kopi Jetak, Flores, Jolong, dan lain sebagainya. Sedangkan cara penyajian olahan kopinya, pengunjung bisa memilih robusta, blend, dan lain sebagainya.

Suasana Estu Kopi
Suasana Estu Coffeeshop, Kudus. (Seputarkudus.com)

Selain menu kopi yang menjadi andalan, Estu Coffee Shop juga menyediakan sajian berbagai macam wedang dan minuman es. Pengunjung juga bisa memesan berbagai macam camilan, antara lain pisang goreng, ketela goreng, kentang goreng, bakwan, mendowan, dan lain-lain. Untuk harga yang ditawarkan, tidak akan terlalu menguras kocek pengunjung. Silakan cek menu dan harganya di bawah ini. Selamat berkunjung dan menikmati.

- advertisement -

Wow, Gerbang Kudus Kota Kretek Bertabur Cahaya Malam Hari

0

SEPUTARKUDUS.COM – Bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek telah selesai dibangun. Kemegahan bangunan senilai Rp 16 miliar itu, kini banyak didatangi masyarakat, tidak hanya dari Kudus, namun juga sejumlah daerah. Tak hanya kemegahannya, replika daun tembakau yang bertabur warna-warni cahaya itu juga menyedot pengguna jalan, untuk menikmati keindahannya. Mereka rela menyempatkan waktu untuk berfoto di gerbang kota itu, atau sekedar menyaksikan gemerlap lampu yang memancar.

Cahaya warna-warni yang memancar  dari Gerbang Kudus Kota Kretek dari lampu yang berada di 100 tulangan terbuat dari stainless steel menyerupai daun tembakau. Cahaya dari lampu kemudian dipantulkan pada permukaan logam stainless yang berkilau. Sebanyak 50 tulangan tersebut terdapat pada sisi kiri bangunan, sedangkan 50 tulangan terdapat di sebelah kanan.

seputarkudus-gerbang-kudus-kota-kretek
Bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek memancarkan cahaya saat malam hari

Cahaya yang dipancarkan Gerbang Kudus Kota Kretek berwarna-warni. Ada warna merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan sebagainya. Gemerlap cahaya dari bangunan yang konon sebagai gerbang kota termegah di Indonesia itu, seakan menjadi oase di kawasan Tanggulangin, yang memisahkan Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. 

Gerbang Kudus Kota Kretek merupakan ikon baru yang diciptakan untuk menegaskan Kudus sebagai daerah dikenal sebagai daerah penghasil rokok kretek terbesar di Indonesia. Pembangunan gerbang tersebut diprakarsai peruhaan besar di Kudus, yakni PT Djarum. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan bangunan tersebut akan diserahkan pada Pemkab Kudus.

Pemkab, melalui Dinas Cipkataru telah mewacanakan untuk membangun taman di sekitar Gerbang Kudus Kota Kretek. Saat ini pemkab telah menjajaki penggunaan lahan milik PT KAI yang berada di sisi barat gerbang. Taman tersebut nantinya dirancang sebagai ruang terbuka untuk menikmati bangunan gerbang dari seberang jalan. Di lokasi itu, juga akan dibangun area parkir untuk menampung kendaraan pengunjung yang datang. 

- advertisement -

Markas Gerilya Besito Kudus, Saksi Bisu Perjuangan Komando Muria

0

SEPUTARKUDUS.COM – Rumah itu tampak gagah mewakili zamannya. Terlihat kokoh dan artistik dengan tembok tebal, pintu dan jendela yang lebar khas rumah masa kolonial Belanda. Nuansa masa lalu yang kental dengan perjuangan para patriot bangsa juga terasa. Bangunan rumah itu berada di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Tepatnya dari pertigaan Besito (barat SMK Grafika) menuju ke utara sekitar 75 meter.

seputar kudus markas gerilya besito
Markas Gerilya Komando Muria, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

“Rumah itu dulu dijadikan markas gerilya para pejuang yang dipimpin Bapak Ahmad Effendi. Pada masanya beliau adalah kepala desa Besito, lulusan pesantren Tebuireng, Jombang,” ujar Not Dalyono, anak dari Ahmad Effendi.

Di dalam rumah itu terdapat tiga sumur tua, yang di masa revolusi kemerdekaan dijadikan tempat untuk menyembunyikan berbagai macam senjata.Tak kurang ranjau, granat dan senapan mengisi penuh sumur tua tersebut.  Rumah itu juga digunakan sebagai kantor kepala desa pada masa Ahmad Effendi menjabat. 

seputar-kudus-com-markas-gerilya-besito

Kiprah Ahmad Effendi juga berkontribusi dalam pasukan Komando daerah Muria yang bermarkas di Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Perjuangan melawan Belanda menggunakan strategi gerilya, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan senjata.

Dulu, di depan rumah tersebut dibangun tugu perjuangan oleh pemerintah. Di momen tertentu (Tujuh Belasan, Hari Pahlawan, Suronan) juga diperingati warga sekitar  dengan mengadakan istighosah dan tasyukuran. Sayang, oleh pemiliknya yang baru (rumah tersebut dibeli orang lain) tugu tersebut dirobohkan untuk dibangun sebuah toko.

Ditulis oleh:

Danar Ulil Husnugraha
Ketua Komunitas JENANK
(Jaringan Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus)

- advertisement -