Beranda blog Halaman 1969

Mengucapkan Natal dan Pengkafir-sesatan

0

Menerima dan menghargai keberagaman suku, budaya, tradisi dan agama memang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Sikap saling menghormati perbedaan seperti itulah yang sudah lama dicontohkan oleh para pendahulu kita sampai sekarang.

Ilustrasi kerukunan umat beragama.

Khususnya toleransi dalam beragama. Umat Nasrani seringkali mengucapkan selamat Idul Fitri pada Muslim, dan umat Islam pun juga mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani. Selalu setiap tahunnya ketika ada perayaan dalam agama masing-masing berlangsung. Kita bisa melihat, para pemuka agama selalu menjadikan Natal dan Idul Fitri sebagai salah satu sarana untuk mempererat rasa tali persaudaraan antar-umat beragama.

Bisa dikatakam, Indonesia lah negara paling toleran di antara negara demokrasi lainnya. Bahkan, beberapa negara dengan penduduk Muslim lain pernah belajar dari Indonesia tentang toleransinya terhadap agama lain.

Saat ini, mendekati 25 Desember yang diperingati Natal, banyak berseliweran fawa-fatwa ulama yang sering membingungkan masyarakat, khususnya orang awam. Apalagi mereka (orang awam) yang hanya mencari dasar hukum lewat media, misalkan searching di Google. Padahal, tidak semua yang ada di Google bisa dipercaya kualitas kebenarannya.

Di Indonesia ada dua pendapat ulama (ikhtilafiyah) mengenai mengucapkan natal bagi umat Nasrani. Pertama, sebagian ulama mengacu pada pendapat Ibnu Taimiyyah tentang keharamannya mengucapkan Natal, berdasarkan hadist, “kullu bid’atin zhalalah wa kullu zhalalatin fi al-nar.” Termasuk juga mengucapkan selamat hari natal kepada umat Nasrani karena Nabi Muhammad belum pernah mengajarkannya.

Para ulama tersebut menambahkan, mengucapkan selamat Natal termasuk juga tasyabbuh (menyerupai) umat Nasrani, dan hukumnya haram. Karena menganggap, mengucapkan natal termasuk juga membenarkan adanya kebenaran selain agama islam dan turut men-syiarkan agama Nasrani. Dan orang yang mengucapkannya disebut murtad dan kafir.

Sebaliknya, sangat banyak ulama, di antaranya Syaikh Muhammad Rasyid Ridla, Syaikh Yusuf al-Qaradhawi, Syaikh Musthafa al-Zarqa’ dan lain sebagainya, menyatakan kebolehannya (al-ibahah) mengucapkan selamat Natal, karena tidak ada satupun dalil yang melarangnya secara jelas. Karena hal tersebut bukan termasuk pada bidang teologis, tetapi masuk dalam bidang mu’amalah duniawiyyah. Nabi bersabda, “antum a’lamu minni bi umur dunyakum” artinya, kalian lebih mengetahui tentang perkara-perkara dunia kalian.

Pada prinsipnya, menurut saya, semua tindakan non-ritual diperbolehkan, kecuali ada nash-nash atau hadist yang melarangnya dengan jelas. Tidak ada satupun ayat di al-Qur’an atau Hadits pun yang secara eksplisit melarang mengucapkan selamat atau salam kepada orang non-Muslim seperti di hari Natal untuk Nasrani.

Mereka yang beragama Nasrani tidak secara otomatis menjadi Muslim ketika mengucapkan selamat Idul Fitri pada umat Islam. Begitupun sebalinya. Maka, niat dalam islam sangatlah penting, “Anniyatu huwa qosdu syai’in muqtarinan bi fi’lihi”, niat adalah mengarah pada sesuatu berbarengan dengan perbuatannya. Begitu juga hadist Nabi, “Lana A’maluna Walakum A’malukum,” bagi kami adalah amal ibadahku, dan bagi kalian adalah ibadah kalian.”

Justru dengan saling mengucapkan selamat itulah akan timbul rasa simpati pada kedua agama tersebut. Saling menjaga, saling menghormati perbedaan dan berlaku adillah yang kudu dijunjung tinggi. Seperti sila ketiga Pancasila, persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Seperti Nash dalam Al-Qur’an surat al-Mumtahanah ayat 8 artinya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Ditambahkan dalam penggalan surat Al-Baqarah ayat 263, “Qoulum ma’rufuw wa maghfirotun khoirum min shodaqotiy yatba’uha adza wallahu ghoniyyun halim” artinya, Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Kalau masyarakat Indonesia sangat minim atau cenderung malas belajar lebih dalam lagi mengenai luasnya ilmu pengetahuan dan keberagaman pemahaman, maka akan banyak sekali pengkafir-sesatan untuk mereka yang berbeda pemahaman. Mengutip dari petuah Gus Miek, huruf hijaiyah itu ada banyak, ada ba’, jim, dhot, sampai ya’. Demikian juga dengan taraf ilmu seseorang. Ada orang yang ilmunya cuma sampai ba’, ada orang yang ilmunya sampai jim, ada orang yang ilmunya sampai dhot saja. Nah, orang yang ilmunya seperti itu tidak paham kalau di omongi huruf tha’, apalagi huruf hamzah dan ya’.

Sebagaimana petuah KH Musthofa Bisri (Gus Mus), orang beragama itu seperti sekolah, anak SD akan disalahkan anak SMP, anak SMP akan disalahkan anak SMA, anak SMA disalahkan Mahasiswa dan berlangsung hingga ke atas. Dan hanya orang beragama paling ataslah yang mengenal luasnya ilmu pengetahuan dan terhindar dari pengkafir-sesatan tersebut.

Umat Islam boleh saja mengikuti aqidah atau keyakinannya mengikuti pendapat yang berbeda-beda tersebut. Tetapi, tidak harus saling menyalahkan atau mengkafir-sesatkan orang yang berbeda pendapat, apalagi jika menganggap bahwa dirinya paling benar. Karena kebenaran adalah hakiki milik Allah. (*)

Penulis: 
Nama: Imam Syafi’i
Alumni Fakultas Dakwah KPI UIN Walisongo Semarang.

- advertisement -

Di Tangan Bambang, SMA PGRI 1 Kudus (Mentenx) Kini Semakin Maju

0

SEPUTARKUDUS.COM – SMA PGRI 1 Kudus sejak dulu dikenal masyarakat sebagai sekolah “kelas dua” dibanding dengan sekolah favorit di Kudus. Namun, sekolah yang sejak dulu mendapat sebutan menteng itu, kini telah berubah. Sekolah yang dulu mendapat cap “pinggiran” itu kini telah berkembang dan lebih maju. Baik dari segi bangunan maupun prestasi siswanya.

SMA PGRI 1 Kudus Menteng

Bangunan sekolah SMA PGRI 1 Kudus dulu tak sebagus sekarang ini. Kini di bagian depan sekolah tersebut didesain secara elegan menggunakan PCV, layaknya bangunan perkantoran. Padu-padan warna biru dan orange membuat bagian muka sekolah tersebut tampak elegan.

Kepala SMA PGRI 1 Kudus Bambang Sugiarto, S.Pd menceritakan, sebutan menteng diberikan karena dulu sekolah yang terletak di Jalan Mejobo tersebut memiliki banyak siswa yang bisa dikatakan dari kalangan elit. Kata menteng yang memiliki konotasi kawasan elit di Jakarta. Dulu banyak siswa yang datang ke sekolah menggunakan mobil.

“Banyak siswa dulu datang dari kalangan kalangan yang orang tuanya berduit. Waktu pertama sama masuk ke sekolah ini sebagai guru masih banyak yang membawa mobil. Tapi mereka ini kebanyakan meruapakan siswa yang tidak diterima di sekolah favorit,” tuturnya.

Tak heran, katanya, sekolahnya itu dulu dianggap masyarakat sebagai sekolah tampungan anak-anak “buangan”. Imej tersebut melekat sejak dulu, sehingga banyak masyarakat yang memandang sebelah mata sekolahannya dan menggap sebagai sekolah “pinggiran” dan lembaga pendidikan “kelas dua”.

Sejak ditunjuk sebagai kepala sekolah, Bambang bertekad ingin merubah imej masyarakat. Dia ingin SMA PGRI 1 Kudus yang dia pimpin sejak beberapa tahun lalu menjadi sekolah yang sejajar dengan sekolah favorit lain di Kudus. Segala upaya dia lakukan, mulai dari pembenahan bangunan sekolah, hingga program-program pendidikan untuk mendongkrak prestasi siswanya.

“Kami bersama para guru berpikir keras bagaimana agar sekolah ini setara dengan sekolah-sekolah lain di Kudus. Kami mempercantik tampilan depan sekolah yang dulu terlihat kuno. Kami juga memperbaiki fasilitas sekolah dan ruang kelas,” kata mantan Presiden BEM UMK tersebut.

Terkait sebutan menteng, Bambang ingin tetap mempertahankannya. Karena sebutan tersebut diberikan masyarakat dan telah melekat. Yang dia ingin rubah bukan sebutannya, melainkan imej yang dulu negatif menjadi positif.

“Sebutan menteng telah melekat, dan itu kami biarkan. Yang penting kami ingin imej menteng yang dulu berbeda dengan menteng yang sekarang. Menteng sekarang adalah sekolah yang maju dan memiliki output siswa yang bisa bersaing dengan siswa lain di Kudus,” tuturnya.

Untuk mendongkrak prestasi sekolahnya, Bambang membuat banyak program pendidikan. Satu di antaranya yakni mengasah kemampuan para siswa untuk berprestasi dalam bidang kelompok ilmiah remaja (KIR). Beberapa tahun terakhir ini, siswa SMA PGRI 1 Kudus terus menjadi juara dalam perlombaan KIR di berbagai tingkat.

tata boga SMA PGRI 1 Kudus
Program tata boga SMA PGRI 1 Kudus
tata boga SMA PGRI 1 Kudus
Program tata boga SMA PGRI 1 Kudus

program automotif SMA PGRI 1 Kudus
Program automotif SMA PGRI 1 Kudus

program desain grafis SMA PGRI 1 Kudus
Program desain grafis SMA PGRI 1 Kudus

Selain itu, katanya, pihaknya juga membuat kelas unggulan. Siswa yang masuk kelas ini akan digembleng menjadi siswa yang benar-benar memiliki prestasi akademik. “Kami juga memiliki banyak program lain. Di antaranya program tata boga, automotif, desain grafis, dan lainnya. Dengan program ini kami harapkan para siswa mampu bersaing setelah mereka nanti lulu,” katanya.

Ulang Tahun PGRI

Ulang tahun PGRI Kudus
Kepala SMA 1 PGRI Kudus Bambang Sugiarto bersama Wakil Kepala Sekolah siap melepas balon dalam perayaan ulang tahun PGRI di halaman sekolah, Minggu (29/11/2015).


Pada ulang tahun PGRI tahun ini, SMA PGRI 1 Kudus membuat program kegiatan khusus. Selain memperingati harlah PGRI dengan sejumlah kegiatan yang meriah, sekolah tersebut juga ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa sekolah tersebut memiliki banyak siswa yang memiliki skill dalam berbagai bidang.

“Untuk memeriahkan harlah PGRI, kami sengaja mengundang kelompok barongsai dalam pembukaan. Selain itu, kami juga menyelenggarakan lomba mewarnai dan lomba dolanan anak. Kami juga membuat banyak stan untuk memamerkan apa yang telah dibuat para siswa selama ini,” katanya.

Dia mengaku cukup senang, karena acara yang digelar pada Minggu (29/11/2015) banyak mendapat respon dari masyarakat. Peserta yang ikut dalam lomba begitu banyak, dan acara yang digelar juga sangat meriah. 

————————————————-

Berikut galeri foto-foto kemeriahan ulang tahun PGRI di SMA PGRI 1 Kudus.

- advertisement -

Cegah Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kudus Luncurkan SMS Bunda

0
Sosialisasi SMS Bunda di Kabupaten Kudus.

SEPUTARKUDUS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Kudus  Meluncurkan layanan informasi melalui SMS Bunda, di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Jalan Ganesha, Purwosari, Kota, Senin (5/10). Layanan tersebut diluncurkan sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. 

Dalam acara tersebut, Kepala Dinkes Kudus dr Maryata mengatakan, angka kematian ibu dan bayi di Kudus sebenarnya terbilang rendah, jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Namun pihaknya pro-aktif untuk melakukan pencegahan agar kasus kematian ibu dan bayi di Kudus bisa diminimalkan. Oleh karena itu, Dinkes ikut terlibat untuk menyosialisasikan SMS Bunda yang digagas JHPiego, GE Foundation, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan pemerintah Provinsi Jateng, melalui Program dari Expanding Maternal and Neonatal Survival (Emas).

“Kudus sebenarnya bukan daerah fokus , karena angka kematian ibu dan bayi terbilang rendah dibanding daerah lain di Jateng. Namun kami pandang program SMS Bunda ini sangat positif dan kami harus ikut mendukung. Seluruh dokter dan bidan harus ikut menyosialisasikan SMS Bunda kepada pasiennya,” ujar Maryata di hadapan Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Kudus yang hadir sebagai peserta acara.

Acara yang dikemas dengan diskusi tersebut, juga dihadiri perwakilan seluruh rumah sakit di Kudus.  Hadir sebagai pembicara dalam diskusi, dr Maryata, dokter kandungan di Kudus dr Heri Purwantiko,  dan Sushanty sebagai perwakilan JHPiego. 

SMS Bunda Gratis

Sushanty menjelaskan, Program SMS Bunda telah diluncurkan secara nasional pada awal tahun ini. Di jawa Tengah, ada lima kabupaten yang menjadi tempat sosialisasi, termasuk Kabupaten Kudus. Untuk bisa mendapatkan layanan informasi SMS Bunda, cukup ketik SMSbunda, kirim ke nomor operator 08118-469-468. Setelah teregister, pengguna akan mendapatkan informasi dan tips kesehatan kehamilan. Pengguna tidak dikenakan biaya atau gratis untuk mendapatkan layanan tersebut.

“Caranya sangat mudah. Ibu hamil cukup mengirim SM melalui nomor ponsernya. Untuk mendaftar, data perkiraan melahirkan dan tempat tinggal harus diisi. Setelah terdaftar, nanti akan ada SMS yang memberikan informasi dan tips kesehatan, sesuai periode kehamilan,” ujar Sushanty.

Selain informasi dan tips kehamilan, katanya, setelah melahirkan pengguna juga akan tetap mendapatkan layanan informasi dari SMS Bunda. Informasi dan tips yang diberikan termasuk pemberian ASI eksklusif  hingga anak berusuia dua tahun. 

Usai acara, pelaksana sosialisasi Program SMS Bunda di Jawa Tengah Ardiansyah Harjunantyo mengatakan, launching SMS Bunda telah dilaksanakan di Kendal, Tegal, Banjarnegara, dan Kudus. Di Kudus, program sosialiasi dilakukan melalui beberapa acara. Di antaranya pembagian poster dan leaflet di acara Car Free Day pada Minggu (4/10), dan diskusi di gedung Labkesda.

“Acara sosialisasi di Car Free Day kemarin sangat meriah. Kami melibatkan puluhan mahasiswa untuk membagi-bagikan poster dan leaflet, serta balon yang ada tulisannya nomor operator SMS Bunda. Kami juga dibantu Dinkes untuk memberikan pemeriksaan gratis bagi ibu hamil yang datang di acara Car Free Day,” kata anggota AJI Kota Semarang tersebut.

Dia menambahkan, acara peluncuran dan sosialisasi SMS Bunda di setiap daerah berbeda-beda. Panitia lokal diberi kelonggaran untuk melaksanakan sosialisasi sesuai dengan ide kretif yang muncul. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunikan dalam pelaksanaan sosialisasi. Termasuk di Kudus, yang memiliki ide untuk membagikan balon untuk menarik perhatian masyarakat. 

- advertisement -

Tokoh JIL Datang, STAIN Kudus Banjir Dukungan

0
Ulil Abshar Abdalla. Wikipedia

SEPUTARKUDUS.COM – Kabar terkait kedatangan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla ke Kudus dinyatakan Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, M Saekhan Muchith. Menantu KH Musthofa Bisri atau Gus Mus, itu akan hadir di kampus negeri di Kudus tersebut pada Selasa (1/9/2015). Ulil dijadwalkan datang untuk memberi kuliah umum kepada mahasiswa pada pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB, di GOR STAIN Kudus.

Hal itu dinyatakan Saekhan dalam status di akun Facebook miliknya, kemarin. Dalam postingan tersebut, dia juga mengunggah dua gambar saat melakukan siaran di Radio Erka FM  107.9 FM milik STAIN Kudus. Dalam program dialog itu, Ketua Ika PMII Kudus tersebut sekaligus memberikan klarifikasi kepada masyarakat terkait kedatangan Ulil. Menurutnya kedatangan Ulil akan memberikan manfaat untuk STAIN Kudus.

“Masih banyak kekhawatiran dengan datangnya Mas Ulil Abshar menantunya Gus Mus. Kami menjamin hadirnya Mas Ulil akan banyak memberikan manfaat untuk Agama Islam dan civitas akademika STAIN Kudus,” tulis Saekhan di akun Facebook miliknya.

Radio Stain kudus
Wakil Ketua I STAIN Kudus M Saekhan Muchith (kanan) saat siaran di Radio Erka FM. FB

Postingan tersebut mendapat respon positif sekaligus dukungan terkait kedatangan Ulil. Banyak pengguna Facebook yang memberi komentar yang sebagian besar mengaku tak khawatir terhadap kedatangan Ulil. Akun bernama Muhammad Zarkoni misalnya, yang mengungungkapkan tidak perlu ada kekhawatiran dengan kedatangan Ulil. “Gus Mus saja tidak khawatir dengan Mas Ulil,” tulisnya dalam komentar.

Tanggapan senada juga diberikan akun bernama Aat Hidayat. “Sama Gus Ulil takut, sama setan nggak takut, malah diam-diam jadi pengikutnya. Manusia itu memang aneh ya, Pak. He he,” tulisnya.

STAIN Kudus memang sering mengundang tokoh-tokoh kaliber nasional untuk datang ke kampus tersebut. Belum lama ini, kampus itu juga menghadirkan Emha Ainun Najib atau Cak Nun bersama Kiai Kanjeng dan Noe Letto. Acara tersebut dihadiri ribuan mahasiswa dan tamu undangan.

Biografi Ulil Abshar Abdalla

Ulil Abshar Abdalla lahir di Pati, 11 Januari 1967. Dia merupakan putra Kiai Abdullah Rifa’i, pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Pati. Dirinya juga menantu Gus Mus, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang. Ulil dikenal sebagai tokoh Islam Liberal, dan menjadi Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL). (Wikipedia)
Ulil menempuh pendidikan menengahnya di Madrasah Matholi’ul Falah, Kajen, Pati, yang saat itu diasuh almarhum KH Sahal Mahfudz, Rois Am PBNU, yang kemudian digantikan Gus Mus sebelum diselenggarakannya Muktamar NU ke-33 karena meninggal dunia. Ulil juga tercatat pernah nyantri di Ponpes Mansajul Ulum, Pati, dan Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang. 
Pendidikan tinggi Ulil diselesaikan di Fakultas Syariah LIPIA, Jakarta dan Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyakara. Dia menempuh program doktoral di di Universitas Boston, Massachussetts, Amerika Serikat. 
- advertisement -

Kamu Jago Desain Grafis? Ikuti Tantangan Membuat Logo HUT ke-466 Kudus

0
lomba logo kudus

SEPUTARKUDUS.COM – Bagi kamu yang hobi mengutak-atik desain grafis, dan sudah merasa jago, ikutilah lomba membuat logo HUT ke-466 Kabupaten Kudus tahun ini. Kompetisi ini tidak dikenakan biaya, alias gratis. Bagi lima peserta yang desain logonya terpilih akan mendapatkan hadiah berupa uang dengan jumlah bervariasi. 

Lomba ini diselenggarakan Bagian Humas Setda Kudus bekerja sama dengan Kudus Press Club, dan Koranmuria.com sebagai media partner. Lomba ini diperuntukkan untuk kalangan umum tanpa batasan usia dan tingkat pendidikan. 

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang menjadi menentukan penilaian dalam lomba desain logo tahun ini. Di antaranya, logo harus sesuai dengan tema lomba dan memiliki makna. Desain logo juga harus mencerminkan semangat dan budaya masyarakat Kudus.

“Desain logo juga tidak boleh memuat SARA dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat,” ujar Winarno.

Menurutnya, dalam lomba ini akan dipilih lima desain terbaik sebagai pemenang. Peserta yang karyanya terpilih sebagai pemenang pertama akan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp 2.500.000. Sedangkan empat pemenang terpilih lainnya akan mendapatkan hadiah uang masing-masing sebesar Rp 500.000.

Dalam lomba desain logo HUT ke-466 Kudus tahun ini, kata Winarno, akan melibatkan tiga orang juri yang akan menilai karya-karya peserta yang masuk. Mereka antara lain, seniman perupa di Kudus Mamik Mulyono, desain grafis di Koran Muria Riva Revo Rizka, dan dirinya sebagai penanggung jawab lomba ini.

Syarat dan Ketentuan Lomba Desain Logo 

Berikut syarat dan ketentuan lomba desain logo HUT ke-466 Kabupaten Kudus tahun 2015:

Kriteria

  • Lomba terbuka untuk umum dan GRATIS
  • Setiap peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang dapat didownload di alamat : www.koranmuria.com
  • Karya harus sesuai dengan tema lomba dan disertakan narasi atau deskripsi singkat dan makna logo
  • Desain logo mencerminkan semangat dan budaya masyarakat Kabupaten Kudus
  • Setiap logo wajib mencantumkan logo branding city Kudus
  • Desain logo tidak boleh menyinggung SARA dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku
  • Logo dituangkan dalam kertas putih A4 (80 gr) dan disertakan softcopy-nya dalam bentuk CD (format Ai, CDR, EPS, PSD, JPEG, PNG, BMP atau TIFF) dan dapat diperkecil hingga sampai 2,5 cm
  • Logo merupakan hasil karya sendiri dengan melampirkan surat pernyataan yang dapat didownload di alamat : www.koranmuria.com
  • Karya, formulir pendaftaran. dan surat pernyataan dikirim ke redaksi Koran Muria, yang beralamat di United Futsal Stadium JI Lingkar Utara Singocandi Kudus (dengan Sdr Diah). Atau bisa dikirim via email ke alamat : lombalogokudus@gmail.com.

Syarat dan Ketentuan

  • Semua karya yang masuk menjadi hak milik penyelenggara
  • Pengiriman karya paling lambat pada Sabtu, 5 September 2015 pukul 23.59 WIB
  • Karya peserta lomba bisa dilihat di www.koranmuria.com
  • Penyelenggara berhak menggunakan logo pemenang sebagai media promosi Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-466 Tahun 2015
  • Penyelenggara berhak untuk mengubah dan menambah desain logo hasil karya dan pemenang lomba tanpa mengurangi arti logo
  • Keputusan jun tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespondensi
  • Daftar nominator bisa dilihat di www.koranmuria.com pada Selasa, 8 September 2015
  • Pemenang akan dihubungi panitia melalui telepon
  • Penyerahan hadiah clilakukan pada malam tasyakuran Han Jadi Kudus, 22 September 2015.

Unduh formulir

Peserta bisa mengunduh formulir pendaftaran dan lembar pernyataan di sini. 

- advertisement -

Presiden FKIP: Tata Kelola Organisasi Mahasiswa di UMK Tak Jelas

4

SEPUTARKUDUS.COM – Tahun ini ada yang beda dari pelantikan BEM FKIP, tiga himpunan mahasiswa (Hima) dan Teater  Tiga Koma. Sebelumnya mereka dilantik oleh Wakil Dekan III, kali ini Dekanat Bidang Kemahasiswaan itu hanya melantik kepengurusan BEM. Sedangkan tiga organisasi Hima dan Teater tiga koma dilantik oleh presiden mahasiswa fakultas.

Ardian Bagus Wicaksana, Presiden Mahasiswa FKIP yang baru terpilih dalam pemilu raya beberapa waktu lalu, menuturkan, ini sesuai misi saya membenahi tatanan birokrasi kampus. Menurutnya, Hima dan teater di bawah BEM, sehingga presiden mahasiswalah yang harus melantik para pengurus organiasi kemahasiswaan di tingkat fakultas tersebut.

“Kami mengajak semuanya untuk sadar tentang tatanan organisasi di kampus. Kami ingin ada perubahaan menuju good governance,”, tutur Ardian usai melntik pengurus Hima dan Tiga Koma, Selasa (18/8/2015) di Auditorium UMK.

Dia menambahkan, mahasiswa harus mandiri dan sadar dengan pengetahuan politik mahasiswa. Itu bisa dimulai dari tatanan organisasi sampai tugas dan fungsinya. “Di UMK ini, tata kelola organisasi kemahasiswaa kurang jelas. Banyak yang tumpang tindih,” katanya.

Mahasiswa kelahiran Kendal itu mengatakan, presiden mahasiswa melantik pengurus organisasi kemahasiswaan itu banyak yang menilai sebagai sesuatu yang aneh. Namun menurutnya, segala sesuatu harus ideal. Hal serupa juga terkait pengajuan proposal kegiatan atau lainnya. Organisasi di bawah Bem Fakultas harus ada tanda tangan presiden.

“kalau yang masih bingung atau aneh. Monggo bukunya dibuka lagi. Dan seringlah jejaring dengan Bem luar kampus. Biar pengalaman”. Tuturnya.

Acara pelantikan mengesahkan kepengurusan BEM Fakultas FKIP yang berjumlah 25 orang, Hima PGSD 35 orang, Hima PBI/Esa 35 orang, Hima BK 26 orang dan Teater Tiga Koma 18 orang. Mereka akan menjalankan roda organisasi selama satu tahun mendatang. (Imam P Arwindra)

- advertisement -

Ini Profil Lengkap Warga Kudus yang Menjadi Komandan Upacara HUT ke-70 RI

0

SEPUTARKUDUS.COM – Warga Kudus dihebohkan dengan munculnya sosok Kolonel (Mar) Umar Farouq dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Senin (17/8/2015). Warga banyak memperbincangkan sosok Kepala Departemen Marinir (Kadepmar) di lingkungan TNI Angkatan Laut (AL) tersebut, karena Umar merupakan warga asli Kudus. Sosoknya juga ramai dibicarakan di media sosial. 

Kolonel Umar Farouq yang menjadi perbincangan karena tampil menjadi komandan upacara penaikan bendera Sangsaka Merah Putih (baca: Ternyata Komandan Upacara HUT ke-70 RI Orang Kudus). Menjadi komandan dalam upacara sakral tersebut tentu menjadi pusat perhatian masyarakat, karena upacara tersebut ditayangkan secara langsung oleh seluruh stasiun televisi di Indonesia.

Dalam perbincangan di media sosial, banyak yang bertanya profil lengkap Kolonel Umar Farouq. Ada yang bertanya rumahnya, ada yang bertanya dulu sekolah di mana dan lain sebagainya. Berikut kami paparkan sosok prajurit kebanggaan warga Kudus tersebut. 

Data Pribadi Singkat

  • Nama: Umar Farouq
  • Pangkat: Kolonel Marinir
  • Alamat: Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus
  • Pendidikan: SMAN 3 Kudus 1988

Karir Kemililteran:

  • Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1993
  • Wakil Komandan Brigade Infanteri-3 Marinir, Desember 2012
  • Promosi Kepala Departemen AAL, April 2014
  • Kepala Departemen Marinir AAL, Oktober 2014
  • Terpilih sebagai Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-70 RI 2015 di Istana Negara

*diolah dari berbagai sumber

- advertisement -

Wah Ternyata Komandan Upacara HUT ke-70 RI di Istana Negara Orang Kudus

0

SEPUTARKUDUS.COM – Setiap tahun perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan hal yang spesial. Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara merupakan acara yang ditunggu-tunggu seluruh warga melalui televisi. Namun siapa sangka, pada perayaan HUT ke-70 RI kali ini, Senin (17 Agustus 2015) upacara tersebut dikomandoi oleh warga Kudus. Namanya Kolonel (Mar) Umar Farouq.

Dia bertugas sebagai komandan upacara penaikan bendera pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara pada peringatan HUT RI tahun ini. Dalam upacara tersebut, sebagai Inspektur Upacara yakni Presiden RI Joko Widodo. Hadir dalam upacara tersebut sejumlah pejabat negara dan tamu undangan.

Umar Farouq terpilih menjadi komandan upacara setelah proses seleksi beberapa perwira di lingkungan TNI/Polri. Dia berhasil menyingkirkan sejumlah nama berpangkat kolonel. Untuk menjadi komandan upacara dalam peringatan sakral itu tentu bukan sesuatu yang mudah, karena harus memiliki kemampuan dan kapsaitas yang mumpuni.

Umar Farouq lahir di Kudus pada 13 September 1969. Dia merupakan jebolan Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1993. Saat ini dirinya menjabat sebagai Kepala Departemen Marinis (Kadepmar) di lingkungan Akademi Angkatan Laut (AAL).

Warga Kudus tentu sangat berbangga hati karena putra terbaiknya dipercaya mengemban amanah sebagai komandan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Ngera. Upacara tersebut disaksikan berjuta pasang mata di seluruh wilayah Indonesia melalui layar kaca. 

- advertisement -

Keren, Film Pendek ‘Konco’ Ini Mengungkap Kehidupan Kelam Remaja di Kudus

1
film konco kudus
Sebuah scene dalam film pendek berjudul “Konco”

SEPUTARKUDUS.COM – Sebuah film pendek yang dibuat anak-anak Kudus berdurasi 13 menit 41 detik diunggah di You Tube oleh akun Afkar Damba Fata yang diberi judul “Konco”. Film tersebut menceritakan tentang kehidupan remaja di Kudus Kota Kretek. Film mengangkat tema persahabatan tersebut telah diunggah pada 2 Juni 2015.

Empat tokoh utama dalam film tersebut bernama Faizin, Gendeng, Kemeng dan Kemong. Dalam film yang disutradarai  Afkar, sekaligus pengunggah video tersebut di You Tube, menceritakan kehidupan mereka sebagai sahabat. 

Konflik yang dibangun dalam film tersebut, Faizin merasa salah karena terjebak dalam pergaulan bersama sahabat mereka. Dia merasa bersalah karena ikut merokok, mabuk-mabukan, dan tawuran. Dia ikut dalam pergaulan sahabat-sahabatnya itu, karena merasa tidak betah di rumah. Orangtuanya bertengkar, dan dia merasa dalam kesendirian karena tidak ada tempat untuk berbagi. Dia pun kemudian ikut dalam pergaulan dengan tiga sahabatnya itu.

Dia akhirnya sadar, ketika satu di antara sahabatnya, Kemong tergolek lemah karena minuman keras. Karena peristiwa tersebut akhirnya membuatnya sadar, bahwa dia terjerembab dalam kehidupan yang salah. Namun, meski bagaimanapun dia merasa sahabat-sahabatnya bagian penting dalam kehidupannya. Rasa saling berbagi dan membangunan mimpi bersama.

 Lokasi pengambilan gambar film Konco

gerbang-kudus-kota-kretek-dalam-film-konco
Film tersebut mengambil sejumlah lokasi di sejumlah tempat di Kudus. Beberapa di antaranya di Masjid Menara Kudus, Gerbang Kudus Kota Kretek di kawasan Tanggulangin, lokasi Dandangan, dan tempat tempat lain. Afkar yang juga selikus sebagai kamerawan dan editor tidak hanya menampilkan bangunan yang menjadi land mark Kabupaten Kudus. Dia juga menampilkan tari kretek yang diperankan Aina Naila Shofa.
Hingga 13 Agustus sejak film tersebut diunggah ke You Tube, sudah 870 kali video itu ditonton dan mendapatkan 50 like dari pengunjung. Para pengunjung mengaku kagum dengan film tersebut dan memberikan apresiasi positif. Untuk lebih jelasnya, toton film “Konco” karya Afkar tersebut langsung dari sumbernya di bawah ini. Selamat menyaksikan.

- advertisement -

Begini Cara Masyarakat Kudus Merayakan Kemerdekaan

0
malam tirakatan seputarkudus com

SEPUTARKUDUS.COM – Proklamasi kemerdekaan Indonesia kini telah mencapai yang ke-70 tahun. Setiap tahun seluruh masyarakat Indonesia merayakannya dengan berbagai kegiatan, tak terkecuali di Kudus. Kegiatan tersebut dibuat untuk memeriahkan perayaan sekaligus sebagai ungkapan kegembiraan. Berikut ini sejumlah perayaan Hari Kemerdekaan di Kudus yang khas, yang setiap tahun pasti digelar. 

Malam Tirakatan

malam tirakatan seputar kdus

Kegiatan ini biasanya diselenggarakan pada malam sebelum 17 Agustus. Warga biasa berkumpul di sudut kampung untuk tidak tidur semalam suntuk. Biasanya mereka mengisi malam tirakatan dengan kegiatan-kegiatan meriah, atau hanya sekadar mengobrol. Warga umumnya mengawali malam tirakatan dengan berdoa bersama, setelah itu menyantap hidangan yang telah dibawa dari rumah. 

Gerak Jalan 

gerak jalan di kudus

Menjelang perayaan tujuh belasan mafhum bagi masyarakat di Kudus melihat banyak siswa melakukan latihan gerak jalan. Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan siswa tingkat menengah dan atau sederajat, namun juga dilakukan siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan lomba gerak jalan yang dilaksanakan pada 17 Agustus atau menjelang Hari Kemerdekaan. Latihan tersebut bisa kita jumpai tidak hanya di jalan perkampungan, namun juga jalan perkotaan.

Selain siswa, kegiatan tersebut juga sering dilakukan lembaga pemerintahan, baik di tingkat desa hingga tingkat kabupaten. Latihan dilakukan juga sebagai persiapan lomba yang digelar pada perayaan Hari Kemerdekaan. Saat hari lomba digelar, pusat kecamatan atau kabupaten sangat meriah, karena banyak masyarakat ikut melihat gelaran lomba tersebut.

Menek Pucang (Panjat Pinang)

menek-pucang-17an

Lomba ini sangat khas ketika peryaan Hari Kemerdekaan. Lomba menaiki pohon pinang yang diolesi oli tersebut selalu digelar masyarakat untuk memeriahkan perayaan. Di Kudus, lomba panjat pinang tersebut lazim disebut menek pucang. Pohon pinang yang biasanya dibuat untuk lomba, diganti dengan bambu. Menek pucang ini tidak hanya digelar pada siang hari, namun juga malam hari, seperti yang diselenggarakan sejumlah desa di Kecamatan Undaan. 

Lomba Makan Kerupuk

Makan kerupuk juga menjadi lomba yang “wajib” diselenggarakan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di Kudus masih banyak warga yang menyelenggarakan acara ini. Lomba umumnya diikuti oleh anak-anak, namun tak jarang juga diikuti oleh orang dewasa. Lomba makan kerupuk yang digantung diutas tali tanpa harus menggunakan tangan tersebut menjadi hal yang lucu sekaligus seru bagi masyarakat. 

Selain lomba makan kerupuk, lomba serupa juga diselenggarakan warga. Di antaranya lomba memasukkan pensil dalam botol, lomba mengambil koin yang ditancapkan pada buah semangka, balap karung, dan sejumlah lomba lainnya. Lomba-lomba yang diselenggarakan tersebut sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat dalam memaknai kemerdekaan.

Memasang Bendera di Depan Rumah

bendera-kudus

Memasuki Agustus, banyak kita lihat di sepanjang jalan, baik di wilayah perkotaan dan perkampungan, berjajar bendera merah putih yang dipasang di depan rumah dan perkantoran. Memasang bendera merupakan hal “wajib” yang harus dilakukan setiap warga atau lembaga. Memasang bendera tersebut merupakan perwujudan dari rasa syukur dan penghormatan bagi para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Karena “wajib”, aparatur desa biasanya datang ke rumah-rumah warga untuk melakukan imbauan pemasangan bendera merah putih. 

Upacara Bendera 

uacapara-bendera-alun2-kudus

Meski upacara bendera hal yang biasa dilakukan setiap pekan, baik di sekolah maupun lembaga pemerintahan, namun pada momen Hari kemerdekaan, upacara bendera dilakukan secara tidak biasa. Segala bentuk persiapan dilakukan sebelum dilesenggarakannya upacara ini. Di sekolah, pengibar bendera bahkan disertai pasukan, yang sering disebut pasukan pengibar bendera (paskibra).

Pasukan tersebut biasanya mengenakan seragam putih-putih, lengkap dengan peci di kepala. Mereka ini merupakan para siswa terpilih yang dilatih untuk pengibaran bendera pada upacara bendera memperingati detik-detik proklamasi. 
Selain di sekolah, upacara juga biasanya dilakukan oleh warga di tingkat kecamatan. Warga bersama dengan lembaga kemasyarakatan mengikuti upacara bendera di pusat kecamatan masing-masing. Biasanya upacara bendera juga dimeriahkan grup drum band.
- advertisement -

FOTO: Inilah Monumen dan Patung di Kudus yang Menakjubkan

0
menara kudus dan tugu identitas

Banunan Menara Kudus dan Tugu Identitas Kudus

SEPUTARKUDUS.COM – Kudus memang kabupaten terkecil di Jawa Tengah, namun pesonanya bisa menyihir siapa saja untuk datang berkunjung dan menikmati suasananya yang sangat bersahabat. Monumen dan patung yang ada juga menjadi daya tarik bagi siapa saja untuk berkunjung, di di antaranya Menara Kudus yang melegenda dan masyhur seantero Nusantara. 

Selain mendapat sebutan Kota Kretek karena memiliki perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, Kudus juga memiliki sebutan Kota Santri karena banyaknya pesantren. Bangunan Menara Kudus juga menjadi simbol eksistensi Kudus sebagai Kota Santri. Sedangkan bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek menjadi simbol keuletan masyarakat Kudus dalam berbisnis.

Berikut ini beberapa bangunan monumen dan patung yang ada di Kudus, yang menjadi trade mark sebagai Kota Kretek dan Kota Santri. Ada yang baru di bangun ratusan tahun lalu, dan ada yang baru di bangun beberapa tahun belakangan. 

Menara Kudus 

Menara Kudus adalah sebuah bangunan monumen yang berbentuk menara yang terletak di bagian depan komplek Masjid Al-Aqsha. Menara tersebut awalnya digunakan untuk memanggil umat Islam untuk salat ke masjid. Menara Kudus dibangunan Syeh Ja’far Shodiq atau yang lebih dikenal sebagai Suanan Kudus, pada tahun sekitar 1549 Masehi (Wikepedia).

Bangunan Menara Kudus terbuat dari tumpukan batu bata merah dan konon batu pertamanya menggunakan batu dari Baitul Maqdis, Palestina. Batu Tersebut dibawa Sunan Kudus dari negeri para Rasul tersebut ke Kudus. Bangunan yang dibuat menyerupai bangunan Hindu. Menara Kudus saat ini menjadi ikon representasi masyarakat Kudus yang religius sekaligus moderat dan toleran.

Tugu Identitas

Tugu Identitas dibangun pada 1986 dan diresmikan setahun kemudian oleh Gubernur Jateng. Tugu tersebut terletak di komplek Plasa Kudus, atau tepatnya di depan Kudus Extention Mall. Bangunan tersebut dibuat sebagai ikon baru, selain Menara Kudus. Tugu Identitas dibuat terinspirasi dari bangunan Menara Kudus, atau stailisasinya. 
Di bagian bawah tugu tersebut terdapat sebuah museum yang menyimpan sejumlah benda terkait dengan Kabupaten Kudus. Di tugu tersebut terdapat tangga yang memungkinkan pengunjung untuk melihat Kota Kretek dari bagian atas monumen.  

Gerbang Kudus Kota Kretek

gerbang kudus kota kretek malam hari
Bagunan Gerbang Kudus Kota Kretek saat malam hari.
Gerbang Kudus Kota Kretek di bangun di tapal batas antara Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak, di kawasan Tanggul Angin. Bangunan tersebut baru diresmikan tahun ini. Penanda masuk kota tersebut dibangun perusahaan rokok terbesar di Kudus PT Djarum dengan menelan biaya hingga Rp 16 miliar lebih. 
Bangunan tersebut merupakan replika daun tembakau, sebagai simbol Kota Kretek. Tulang-tulang replika daun tembakau tersebut diimpor dari Australia. Ketika malam, bangunan tersebut memancarkan cahaya warna-warni yang sangat indah. Gerbang Kudus Kota Kretek.

Patung Selaras dan Seimbang

patung selaras dan seimbang
Patung Selaras dan Seimbang
Tugu selaras dan Seimbang terletak di kawasan Penthol, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Tugu ini terletak di tengah taman kota. Memiliki warna hijau dan berbentuk abstrak. 
Patung tersebut dibuat dan didesain Benny Ronald Tahalele. Menurut sang perancang, patung tersebut memiliki dua bagian. Bagian pertama menggambarkan tembakau dan bagian kedua menyimbolkan cengkeh (Kompas). Patung itu memiliki tinggi sekitar 500 sentimeter. Patung tersebut dibuat sebagai perwujudan Kudus sebagai Kota Kretek.
- advertisement -

Inilah 7 Mitos di Kudus yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat

0
Ilustrasi: Buah parijoto. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Setiap daerah, khususnya di Jawa, mitos masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tak terkecuali di Kudus. Di Kota Kretek ini, ada sejumlah mitos yang masih berkembang di sebaian masyarakat. Misalnya, tidak boleh menyembelih sapi, atau presiden akan lengser jika berkunjung ke Kudus. Pada tulisan kali ini, seputarkudus.com akan memberi gambaran singkat tentang mitos di Kabupaten Kudus.

Berikut ini adalah sejumlah mitos berbau larangan dan anjuran yang bagi sebagian masyarakat masih diyakini kebenarannya. Namun, ada sebagian yang tidak sepenuhnya percaya namun tetap melakukannya karena faktor budaya.

(1) Masyarakat Kudus dilarang menyembelih sapi

Hingga kini sebagian warga masih percaya dengan mitos tidak boleh menyembelih sapi. Warga yang memiliki hajat atau yang ingin berkurban tidak menyembelih sapi, melainkan kerbau. 

Mitos tersebut sebenarnya berawal dari larangan Sunan Kudus kepada pemeluk Islam untuk tidak menyembelih sapi, saat awal mula melakukan dakwah di Kudus. Larangan tersebut sebagai bentuk toleransi untuk menghormati masyarakat Hindu di Kudus yang mengkramatkan hewan sapi. (baca: Kerbau Simbol Toleransi Umat Beragama di Kudus)

(2) Presiden yang berkunjung ke Kudus akan lengser

Baca juga: Mitos Lengsernya Presiden Setelah Berkunjung ke Kudus

Mitos ini juga masih sangat dipercaya masyarakat Kudus hingga sekarang. Bahkan, batalnya Presiden Joko Widodo yang akan berkunjung ke Kota Kretek beberapa bulan lalu, dinilai sebagian masyarakat karena takut akan mitos tersebut. 

Mitos ini bermula konon ketika Sunan Kudus membuat Rajah Kalacakra untuk melindungi muridnya, Arya Penangsang. Rajah tersebut juga konon saat ini berada di gapura masuk komplek Masjid Menara Kudus. Penguasa yang melintasi gapura itu dipercaya sebagian masyarakat akan lengser. (Baca juga: Mitos Lengsernya Presiden Setelah Datang ke Kudus).

Beberapa presiden yang lengser dari kekuasaannya, antara lain Bung Karno dan Gus Dur, dipercaya sebagian masyarakat karena mereka berkunjung ke Kudus. 

Baca juga: Pulang Pelantikan, Hartopo Hindari Lewat Tanggulangin dan Pilih Lewat Grobogan

(3) Berpacaran di Colo membuat pasangan kekasih bisa putus

Anggapan berpacaran di kawasan Colo atau sekitar Makam Sunan Muria, pasangan kekasih akan putus, hingga kini masih berkembang. Bagi sebagian masyarakat, larangan itu hingga kini masih berlaku. Benar atau tidaknya mitos tersebut, tentu kembali kepada kepercayaannya masing-masing.

(4) Ibu yang hamil makan buah parijotho anaknya akan bagus rupawan

Mitos yang satu ini bukan larangan, namun justru sebagai anjuran. Masyarakat Kudus yang sedang hamil dianjurkan untuk memakan buah Pari Jotho. Buah berwarna ungu dan merah muda tersebut diyakini sebagian masyarakat bisa membuat bayi yang akan dilahirkan menjadi rupawan. 

Hingga kini, buah tersebut masih sangat mudah di temukan di sekikar komplek Makam Sunan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe. Banyak pedagang yang menjajakan buah tersebut di sekikar makam. Tanaman Pari Jotho masih banyak tumbuh di Pegunungan Muria. 

(5) Naik Puncak Songolikur dilarang berkata nama-nama wayang

Puncak Songolikur di Pegunungan Muria menawarkan pesona alam yang membuat banyak orang berdecak kagum, khususnya bagi para pendaki gunung. Pendaki tidak hanya datang dari Kudus dan sekitarnya, namun juga sejumlah daerah di Indonesia.

Para pendaki biasanya diperingatkan warga sekitar lereng Puncak Songolikur untuk tidak mengucap nama-nama wayang. Misalnya, semar, bagong, arjuna, petruk, dan nama-nama tokoh pewayangan lainnya. Masyarakat meyakini, jika dalam pendakian ke puncak seseorang melakukannya, akan mendapat marabahaya. 

(6) Dilarang mempersunting gadis Jepara

Mitos ini sudah sangat jarang diberlaku bagi masyarakat di Kudus. Namun, ada sebagian kecil masyarakat yang masih mempercayai mitos larangan mempersunting gadis asal Jepara. Bagi sebagian kecil masyarakat tersebut, larangan pria Kudus mempersunting gadis Jepara masih berlaku. Jika larangan tersebut dilanggar, hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi.

Mitos ini, konon katanya berawal dari perseteruan antara Sunan Kudus dengan Ratu Kalinyamat. Perseteruan tersebut menurut cerita yang berkembang di masyarakat, terkait polemik perebutan kekuasaan setelah Sultan Demak mangkat.   

(7) Nasi Jangkrik untuk tanaman dan ternak

Nasi Jangkrik adalah nasi yang dibungkus dengan daun jadi dan di dalamnya terdapat lauk daging kerbau. Nasi tersebut dibagikan saat haul Sunan Kudus. Hingga kini tradisi tersebut masih dilaksanakan. Saat pembagian Nasi Jangkrik, ribuan warga dari sejumlah daerah mengantre untuk mendapatkan. 

Nasi tersebut, selain dipercaya memberi keberkahan ketika dimanakan seseorang, juga bisa memberi keberkahan pada tanaman dan hewan ternak. Nasi Jangkrik yang dikeringkan menjadi nasi aking, ditaburkan ke tanaman dengan harapan bisa subur. Selain itu, nasi aking itu jika dicampurkan ke makanan ternak akan membuatnya gemuk dan sehat. 

Demikian sejumlah mitos yang berkembang di sebagian masyarakat di Kudus. Mitos-mitos di atas di ambil dari sumber yang berkembang melalui tutur. Namanya mitos, tentu boleh diyakini boleh juga tidak. Hal itu kembali kepada tiap pribadinya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Jangan Dibuang, Botol Bekas Bisa Dijadikan Kerajinan Cantik

0
botol-bekas-sampo
Kerajinan tempat pensil dari botol sampo bekas. (All image Recycling) 

SEPUTARKUDUS.COM – Banyaknya botol bekas di rumah, baik botol sampo atau botol minuman, terkadang membuat sejumlah orang bingung. Kebanyakan membuat barang tersebut dijual karena tidak tahu pemanfatannya. Namun, sebetulnya boto-botol tersebut bisa dimanfaatkan untuk kerajinan botol bekas sebagai perkakas di rumah. Misalnya dompet, tempat charger ponsel, dan lainnya.

Kerajinan Botol Sampo Bekas

botol bekas sampo untuk kerajinan
Kerajinan dompet dari botol sampo

Botol sampo bekas bisa dibuat untuk berbagai macam kerajinan. Misalnya tempat pensil, tempat charger ponsel, dan perkakas lainnya. Bahkan, di tangan-tangan orang yang terampil botol sampo bekas tersebut bisa dijikan sebagai dompet cantik yang ketika dilihat sama sekali tidak tampak terbuat dari botol bekas. 

Cara membuatnya tidak terlalu sulit. Persiapkan alat-alat yang akan dibutuhkan terlebih dahulu. Beberapa alat tersebut antara lain; gunting, lem, cutter, tali dan kain bermotif. Caranya, potong bagian atas botol sampo dan bersihkan label stiker. Lalu proses selanjutnya, lapisi botol sampo dengan lem yang telah disiapkan tadi menggunakan kuas. Tempel kain motif yang telah dipotong sesuai ukuran botol. Lalu ratakan permukaan hingga tidak ada udara yang menggelembung. Terakir, buatlah penutup menggunakan bahan lain yang telah dilapisi kain motif yang sama, serta berikan pengait tali.

Selain bisa dijadikan dompet yang cantik, botol sampo bekas juga bisa digunakan untuk kerajinan yang lain. Misalnya tempat pensil, tempat charger ponsel, dompet kecil, termpat aksesoris, dan lain sebagainya. Berikut di bawah ini kerajinan dari botol sampo bekas yang bisa dijadikan inspirasi untuk dipraktikkan di rumah.

kerajinan-botol-sampo-bekas-12
Kerajinan tempat pensil botol sampo bekas
kerajinan-botol-sampo-bekas-1223
Tempat charger ponsel
kerajinan botol sampo gantungan
Kerajinan botol sampo gantungan aksesoris
kerajinanbotolsampogantungan
Kerajinan dompet dari botol sampo bekas

Kerajinan botol minuman bekas

Selain botol sampo bekas, kerajinan untuk membuat perkakas di rumah juga bisa dibuat dari botol minuman. Tentu botol yang akan digunakan berbahan plastik. Warna botol tidak mempengaruhi hasil yang akan dibuat, tergantung kreativitas dalam membuatnya. 

Contoh perkakas yang bisa dibuat dari botol minuman bekas, di antaranya yakni sebagai tempat penyimpanan bahan makanan kering atau basah. Alat yang dibutuhkan hanya cutter dan plastik pembungkus. Caranya, potong ujung botol bagian atas. Lalu, plastik pembungkus dimasukkan ke lubang botol, dan tutup menggunakan penutup botol. 

Selain dijadikan tempat penyimpanan bahan makanan, botol minuman bekas juga bisa dijadikan perkakas rumah tangga yang lain. Misalnya tempat pensil, vas bunga, tempat peralatan mandi, toples dan lain sebagainya. Berikut sejumlah gambar kerajinan terbuat dari bahan botol minuman bekas untuk dijadikan inspirasi. Bentuk-bentuk lainnya tentu bisa dibuat, galilah ide lain selain bentuk-bentuk berikut ini. Selamat mencoba.

kerajinan botol minuman bekas12
Kerajinan tempat pensil dari botol minuman bekas 
kerajinan-botol-minuman-bekas
Kerajinan toples dari botol bekas

kerajinanbotolminumanbekas122
Keranjang dari botol minuman bekas
kerajinan-botol-minuman-bekas324
Tempat peralatan mandi dari botol minuman bekas

- advertisement -

Wah Ternyata Benar, Penduduk Perempuan di Kudus Lebih Banyak, Ini Buktinya

1
jumlah penduduk kabupaten kudus
Ilustrasi jumlah penduduk Kabupaten Kudus hingga tahun 2013.

SEPUTARKUDUS.COM – Selama ini ada anggapan jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah laki-laki, termasuk di Kudus. Berdasarkan data yang miliki Badan Pusat Statistik Kabupaten (BPS) Kudus tercatat, hingga survei tahun 2013, jumlah penduduk sebanyak 797.003 jiwa. Dari jumlah tersebut, 402.621 berjenis kelamin perempuan. Sedangkan sisanya sebanyak 394.382 jiwa berjenis kelamin laki-laki.

data-penduduk-kabupaten-kudus-2013
Data penduduk dalam ribuan. (BPS Kudus)

Angka jumlah penduduk di Kabupaten Kudus tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, jumlah penduduk di Kabupaten Kudus tercatat 791.891 jiwa. Dari angka tersebut, jumlah penduduk perempuan sebanyak 400.169 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 391.722 jiwa. Pada tahun 2011, jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan juga tercatat lebih banyak, sebanyak 397.492 jiwa. Angka itu lebih banyak ketimbang jumlah laki-laki pada tahun yang sama, sebanyak 388.093 jiwa. Sedangkan pada tahun 2010, jumlah penduduk perempuan sebanyak 395.195, dan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 385.092 jiwa.

Data tersebut dihimpun BPS Kudus melalui registrasi penduduk. Berdasarkan data yang telah dirilis publik melalui buku Kudus Dalam Angka 2013-2014, BPS menggunakan data dasar hasil sensus penduduk tahun 2010.  Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Kabupaten Kudus sejak tahun 1992 hingga 2013 tersebut, tertera dalam buku Kudus Dalam Angka 2013-2014 pada halaman 107. Sedangkan grafik jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin tersebut tertera pada buku yang sama halaman 108.  

- advertisement -

Inilah 10 Tempat di Kudus yang Memiliki Sebutan-Sebutan Aneh

3
kawasan prima kudus
Kawasan Prima, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. (Seputar Kudus Image)

SEPUTARKUDUS.COM – Sejumlah tempat di Kudus berikut ini mungkin tak asing di telinga kita. Namun, terkadang kita tidak tahu secara tepat di mana tempat-tempat tersebut berada. Misalnya Bejagan, Sleko, Prima, dan tempat-tempat lain yang menggunakan sebutan selain nama jalan. Berikut adalah tempat-tempat tersebut:

Bejagan

kawasan bejagan kudus
Kawasan Bejagan Kudus

Tempat ini berada di ujung selatan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya kawasan Mlati, Kecamatan Kota. Sebutan Bejagan juga sering dilekatkan dengan kata perempatan, yakni Perempatan Bejagan. Perempatan tersebut tak jauh dari balai desa Mlati Kidul, atau sepelemparan batu dari Rumah Sakit (RS) Aisyiyyah kudus. Dari perempatan itu, ke arah barat menuju Alun-alun Kudus, ke arah timur menuju Desa Megawon, dan ke arah selatan menuju Desa Loram. Hal yang paling mudah diingat, kawasan tersebut berada di dekat Masjid Al-Hamid Desa Mlati Kidul.

Sleko

kawsan sleko kudus
Kawasan Sleko Kudus

Kawasan ini berada di antara Jalan Pramuka, Jalan Tanjung dan Jalan Pemuda. Seperti sebutan kawasan Bejagan, kawasan ini juga identik dengan perempatan. Dari perempatan tersebut, ke arah barat menuju Alun-alun Simpang Tujuh, ke arah utara menuju Mapolres Kudus, ke Selatan menuju Pasar Wergu, dam ke Selatan menuju arah Mlati. Di kawasan tersebut terdapat sebuah pos polisi, tepatnya di pojok timur laut.

Pekojan

kawasan pekojan kudus
Jembatan Sungai Gelis menuju ke arah Pekojan

Kawasan ini juga sangat identik perempatan yang mempertemukan sejumlah jalan. Perempatan Pekojan Kojan berada di Jalan Sunan Kudus. Kawasan ini disebut Pekojan, karena di kawasan tersebut banyak terdapat warga keturunan Arab. Dari perempatan tersebut, ke arah barat menuju Masjid Menara Kudus, ke utara menuju SMK PGRI Kudus, ke selatan menuju Pasar Bitingan. 

Prima

kawasan prima UMK
Kawasan Prima, Desa Dersalam, Bae, Kudus.

Prima sebenarnya nama sebuah toko di Jalan Jendral Sudirman. Tepatnya di lampu merah Desa Dersalam, Kecamatan Bae. Kawasan tersebut di sebut Prima, mengambil nama toko tersebut, yang saat itu sangat dikenal. Kawasan itu hingga kini masih disebut warga sebagai kawasan Prima, meski toko tersebut sudah tutup. Dari pertigaan tersebut, ke timur menuju Ngembal, ke barat menuju PG Rendeng, dan ke utara menuju kampus UMK. Di pertigaan tersebut juga sering dijadikan pemberhentian penumpang bus dan angkutan kota. 

Proliman

Dari sebutan tempatnya, kawasan ini merupakan persimpangan jalan. Ya, warga menyebutnya Proliman, karena persimpangan ini menghubungkan lima jalan. Di Kudus, sebutan Proliman tidak hanya ada di kawasan Kota, namun juga di jalur Lingkar Selatan Kudus. 

  • Proliman Kota

Proliman Kota menghubungkan sejumlah jalan di Kudus, di antaranya, dari timur yakni Jalan Bakti, dari barat Jalan Sunan Muria, dari utara Jalan Sosrokartono, dari selatan Jalan Imam Bonjol, dari barat daya Desa Kramat.  

proliman kudus
Proliman Kota

  • Proliman Tanjung

Proliman Tanjung, berada di jalur Lingkar Selatan Kudus, tepatnya di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Sama seperti Proliman Kota, Proliman ini juga menghubungkan sejumlah jalan. Antara lain Jalan Sempalan, Jalan Kudus-Purwodadi, dan Jalan Lingkar Selatan. 

proliman tanjung kudus
Proliman Tanjung 

Gang Papat

Gang Papat terletak di kawasan Ruko Agus Salim. Disebut Gang Papat, karena tempat tersebut merupakan gang sebuah desa nomor keempat. Gang Papat menghubungkan Jalan A Yani, dari arah Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, menuju arah Plasa Kudus Matahari. Selain dikenal karena keberadaan ruko, di pojok gang tersebut terdapat Gerai Grapari Telkomsel. Dan tak jauh dari Grapari, terdapat toko aksesoris ponsel yang sangat terkenal, yakni Widow. 

Penthol

kawasan penthol kudus
Monumen Serasi dan Seimbang di Kawasan Penthol Kudus

Tidak jelas mengapa kawasan ini disebut Penthol. Namun, bagi warga Kudus kawasan ini sangat dikenal. Selain karena kawasannya yang strategis, di tempat tersebut juga banyak terdapat bank dan dealer sepeda motor yang terkenal. Kawasan Penthol juga merupakan sebuah persimpangan beberapa jalan. Antara lain Jalan Jendral Sudirman dan Jalan HOS Cokroaminoto. Di tempat tersebut juga terdapat sebuah monumen berwarna hijau, yang diberi nama Monumen Serasi dan Seimbang. 

Pengkol

Tempat ini disebut Pengkol karena merupakan sebuah tikungan. Tempat ini tak jauh dari Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, dan Kantor Pajak. Tikungan tersebut menghubungkan Jalan Subchan ZE menuju Perempatan Jember, dan Jalan Nitisemito menju arah Pasar Bitingan. 

Kerawang

pantura kudus
Kawasan Kerawang berada di jalur pantura Kudus

Kawasan Kerawang berada di Jalan Kudus-Pati, tepatnya di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Kawasan tersebut identik dengan sebuah perempatan yang terdapat sebuah lampu merah. Kawasan ini juga sangat identik dengan sebuah SPBU, karena letaknya tak jauh dari perempatan tersebut. Dari perempatan itu, ke arah barat menuju pusat kota, ke timur menuju Kabupaten Pati, ke selatan menuju Desa Hadiwarno, dan ke utara menuju wilayah Gembong, Pati.

Sempalan

sempalan kudus
Kawasan Sempalan Kudus

Kawasan ini berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Kawasan ini sangat dikenal karena keberadaan rumah sakit umum cukup ternama di Kudus, yakni RS Mardi Rahayu. Kawasan sempalan menghubungkan Jalan R Agil Kusumadya dan Jalan Kudus Purwodadi. Jalan yang berada di kawasan tersebut juga dinamai Jalan Sempalan. Di ujung utara jalan tersebut, terdapat lampu merah, hanya beberapa meter dari warung soto yang sangat terkenal, Soto Pak Denuh

- advertisement -