Beranda blog Halaman 142

Jawa Tengah Bakal Dibangun Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta

0
Penandatanganan kerjasama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat, (7/11/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik dengan nilai investasi mencapai USD 200 juta bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada akhir 2025.

Hal itu mengemuka usai acara penandatanganan kerjasama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat, (7/11/2025) malam.

Baca Juga: Gigi Berlubang dan Batuk Pilek Dominasi saat Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau CKG Sekolah di Salatiga

Kedua perusahaan tersebut akan berkolaborasi membangun pabrik di atas lahan seluas 80 hektare.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengaku, menyambut baik adanya investasi tersebut. Dengan begitu, akan menjadi pemicu bagi investor lain untuk masuk ke Jawa Tengah. Termasuk investor dari Malaysia. Terlebih sudah ada fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang.

Dengan adanya industri pengelolaan sampah, kata Sumarno, diharapkan mampu membuat lingkungan akan lebih terjaga.

“Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Director PT. Green Java Solution, Nicholas mengatakan, pabrik tersebut mulai dibangun pada Desember 2025. Sedangkan target operasional pada Juni 2026. Pabrik tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.500 orang.

Untuk kapasitas pengolahan, pihaknya terus menjalin komunikasi khususnya kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Diharapkan mampu mengelola limbah mencapai kapasitas 100 juta ton pertahunnya.

“Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Komisaris Utama PT. Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, hadirnya investasi perusahaan dari Malaysia tersebut untuk menjalankan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang. Kemudian juga rencana pembukaan rute penerbangan langsung Semarang-Singapura.

“Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan dan juga tourism (pariwisata) di Jawa Tengah,” ucapnya.

Adanya investasi tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, membuka lapangan pekerjaan, dan memancing investor lain untuk bisa berinvestasi di provinsi ini.

Sebagai informasi, dalam kerja sama tersebut, para pihak sepakat untuk investasi dan pengembangan strategis jangka panjang, dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, dan penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.

Kemitraan itu bertujuan untuk memposisikan kawasan, sebagai pusat keunggulan regional dalam teknologi lingkungan, pengurangan karbon, penghilangan karbon, pemulihan sumber daya, dan infrastruktur hijau yang selaras dengan konsep ESG (Environmental, Social, and Governance). Sekaligus berkontribusi pada tujuan pengelolaan sampah, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular nasional Indonesia. (*)

- advertisement -

Satu Dapur MBG di Kudus Dilengkapi CCTV dan Tersambung dengan Aplikasi Kudus Sehat

0
Pantauan langsung dengan cctv di salah satu dapur MBG di Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dari total 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Kabupaten Kudus, baru satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memasang kamera pengawas (CCTV) sesuai instruksi Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

SPPG yang telah melengkapi fasilitas pengawasan tersebut berada di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. CCTV di dapur ini juga sudah terkoneksi langsung dengan aplikasi Kudus Sehat, sehingga masyarakat juga bisa memantau aktivitasnya secara daring.

Baca Juga: Ada Kudus Fashion Week, Gelaran CFN Bulan November Kembali Diundur

Sementara itu, 19 dapur SPPG lainnya masih belum merealisasikan pemasangan kamera pengawas sebagaimana arahan bupati.

“CCTV di dapur SPPG ditautkan ke aplikasi Kudus Sehat milik Pemkab Kudus. Dengan sistem ini, masyarakat bisa ikut mengawasi proses kegiatan di dapur,” jelas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus, Satria Agus Himawan, belum lama ini.

Berdasarkan data dari aplikasi tersebut, terdapat 55 SPPG yang sudah terdaftar di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, 20 SPPG telah aktif menyiapkan menu MBG untuk siswa sekolah, sedangkan 35 lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mendorong agar seluruh dapur SPPG segera memenuhi kebijakan pemasangan CCTV guna memperkuat transparansi dan pengawasan. Untuk mempercepat implementasinya, Bupati Sam’ani juga telah menyurati Badan Gizi Nasional (BGN).

Surat tersebut berisi permintaan agar BGN segera menerbitkan regulasi yang mewajibkan seluruh pengelola SPPG di Kudus memasang kamera pengawas di dapur masing-masing.

“Sebagian pengelola beralasan belum ada perintah langsung dari BGN. Karena itu kami bersurat agar segera ada aturan resmi sebagai dasar pelaksanaannya,” ungkap Sam’ani.

Sebelumnya, bupati juga menekankan pentingnya penggunaan CCTV untuk memastikan proses pengolahan makanan bergizi dilakukan secara higienis dan sesuai standar gizi yang berlaku.

“Dengan adanya CCTV, masyarakat bisa menyaksikan langsung bagaimana makanan bergizi untuk anak-anak disiapkan,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan lapangan turut melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat untuk melakukan pengecekan rutin setiap hari ke dapur SPPG.

Baca Juga: Sebelum Sampai ke Siswa, Menu MBG SPPG Polres Kudus Dicek Dokter

Sam’ani menegaskan bahwa pemasangan CCTV tidak semata untuk kontrol internal, melainkan juga sebagai bentuk transparansi publik agar masyarakat yakin terhadap kualitas dan kebersihan makanan program MBG.

“Kami ingin memastikan seluruh menu yang dikonsumsi anak-anak di Kudus benar-benar aman, sehat, dan bergizi,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Perputaran Tempat Tidur di RSUD Loekmono Hadi Kudus Terganggu Karena Mitos

0
Aktivitas di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

BETANEWS.ID, KUDUS – Mayoritas warga Kabupaten Kudus masih kuat kepercayaannya terhadap mitos akan hari baik dan buruk. Ironinya, hal tersebut berdampak terganggunya perputaran tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi.

Warga Kudus percaya bahwa hari Selasa dan Sabtu dianggap kurang membawa keberuntungan atau malah pembawa sial. Sehingga, banyak pasien yang sudah dinyatakan sembuh justru menolak pulang jika hari kepulangannya dari rumah sakit jatuh pada Selasa atau Sabtu.

Baca Juga: Ada Kudus Fashion Week, Gelaran CFN Bulan November Kembali Diundur

Hal tersebut diungkap oleh Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam. Alasan mereka masih mempercayai mitos Jawa tersebut, karena menganggap pasien yang pulang di dua hari tersebut akan kembali masuk rumah sakit.

“Kepercayaan itu masih cukup kuat di sebagian masyarakat Kudus. Bahkan, tradisi ini berdampak pada terganggunya perputaran tempat tidur untuk pasien RSUD Loekmono Hadi Kudus,” ujar Hakam kepada awak media, belum lama ini.

Biasanya, lanjut Hakam, pasien yang sudah sembuh tapi hari pulangnya Selasa atau Sabtu memilih menunggu sampai malam. Mereka baru pulang setelah Magrib karena percaya secara perhitungan Jawa, hari sudah berganti.

Menurut Hakam, kebiasaan tersebut turut membuat kamar transit pasien menjadi padat. Pasien yang menunggu ruang rawat inap atau IGD terpaksa menunggu lebih lama karena tempat tidur belum bisa digunakan oleh pasien baru.

“Perputaran tempat tidur jadi terhambat. Meskipun hanya tertunda beberapa jam, dampaknya cukup terasa karena pasien di ruang transit bisa mencapai 30 orang per hari,” jelasnya.

RSUD Loekmono Hadi Kudus kini memberlakukan kamar transit khusus untuk menampung pasien sementara. Langkah ini dilakukan karena IGD selalu penuh dan hanya diperuntukkan bagi pasien gawat darurat. Pasien dari kamar transit baru bisa dipindah ke IGD jika ada ruang kosong.

“Lonjakan pasien luar biasa. Jadi IGD fokus untuk yang darurat saja. Pasien lain kami tampung dulu di kamar transit,” kata Hakam.

Ia menjelaskan, secara rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di RSUD Kudus sudah mencapai 80–85 persen, artinya rumah sakit nyaris penuh setiap harinya. Namun, angka itu sering disalahartikan masyarakat seolah masih ada ruang kosong.

“Memang terlihat masih ada 20 persen tempat tidur yang kosong, tapi itu tidak bisa diisi semua karena ruangan punya peruntukan tertentu,” ujarnya.

Sebagai contoh, Hakam menyebut ruang Melati hanya boleh digunakan untuk pasien TBC, sementara ruang bersalin hanya untuk pasien melahirkan. Begitu juga ICU, yang hanya untuk pasien dengan kondisi kritis tertentu. Karena itu, tidak semua tempat tidur bisa digunakan secara fleksibel.

“Pasien dengan penyakit lain kan tidak bisa dirawat di ruang melati yang khusus untuk pasien TBC. Begitu juga di ruang bersalin, kan khusus digunakan untuk pasien yang akan melahirkan. Jadi sebenarnya semua ruang sudah terpakai sesuai peruntukannya,” terang Hakam.

Baca Juga: Sebelum Sampai ke Siswa, Menu MBG SPPG Polres Kudus Dicek Dokter

Hakam mengungkapkan, saat ini RSUD Loekmono Hadi sedang membangun gedung IGD baru dengan kapasitas 40 tempat tidur. Dia berharap, IGD baru bisa segera jadi agar bisa menampung lebih banyak pasien gawat darurat.

“Gedung IGD baru nanti punya kapasitas 40 tempat tidur. Jumlah tersebut dua kali lipat dibanding tempat tidur IGD yang sekarang ini,” sebutnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Jepara Bangun Lapangan Tenis Baru, Masyarakat Nantinya Bisa Ikut Mengakses 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini sedang membangun lapangan tenis baru yang berlokasi di area paling selatan, kompleks Kantor Bupati Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini sedang membangun lapangan tenis baru yang berlokasi di area paling selatan, kompleks Kantor Bupati Jepara. 

Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hanief Kurniawan mengatakan pembangunan lapangan tenis baru itu untuk menggantikan lapangan tenis lama yang berlokasi di area belakang Pendopo Jepara. 

Baca Juga: Dua Bulan Dibongkar, Jembatan Kanal Jepara Akhirnya Dibuka 

Sebab saat ini, kawasan pendopo sedang ditata ulang untuk dijadikan sebagai bagian dari Museum Kartini Jepara. 

Apabila telah selesai dibangun, Hanif mengatakan lapangan tenis yang baru nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai Pemkab Jepara saja. Tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat umum. 

“Lapangan ini tetap menjadi fasilitas publik. Namun, pengelolaannya nanti akan berada di bawah Bagian Umum Setda Jepara,” kata Hanif pada Sabtu (8/11/2025). 

Dari hasil pantauan, pembangunan lapangan tenis baru itu saat ini sudah mulai berjalan. Dulunya lokasi pembangunan lapangan tenis yang baru merupakan lahan kosong.  

Dalam pembangunannya, Hanif mengatakan lapangan tenis itu digarap oleh CV. Surya Jaya. Pengerjaannya di mulai pada 9 Oktober 2025 dan ditarget rampung pada 2 Desember 2025. 

“Target pengerjaan sekitar dua bulan (55 hari kalender), awal Desember sudah selesai. Anggaran pembangunan hampir Rp400 juta,” jelasnya. 

Hanief melanjutkan, total keseleruhan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan lapangan tenis beserta perlengkapan dan fasilitas pendukung, sebenarnya sekitar Rp1,5 miliar. Namun, pada tahun ini baru dianggarkan Rp 398.100.000. 

“Sementara hanya bisa membangun satu lapangan dulu. Rencananya kan bangun dua lapangan tenis (di tempat yang sama),” terangnya.

Baca Juga: 700 Penerima Bansos di Jepara Terindikasi Main Judol 

Untuk sisa kekurangan anggaran, menurut Hanif masih menunggu pembahasan selanjutnya. 

“Kami belum bisa memastikan anggaran untuk kebutuhan yang belum terakomodir itu masuk di tahun ini atau tahun depan. Tapi kami sudah mengajukan sesuai dengan kebutuhannya (secara keseluruhan Rp1,5 miliar),” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Rencana Pendirian RS Bhayangkara di Pati Tuai Polemik

0
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tambahmulyo Bersatu mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pati, Jumat (7/11/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tambahmulyo Bersatu mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pati, Jumat (7/11/2025). Mereka menggelar audiensi untuk meminta kejelasan status lahan yang rencananya akan dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Pati itu, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan rumah sakit. Justru, masyarakat mendukung kehadiran fasilitas kesehatan tersebut karena dianggap bisa memberi manfaat besar bagi warga sekitar.

Baca Juga: Program MBG Bawa Berkah, Pengepul Pisang di Pati Raup Rezeki Melimpah

Namun demikian, warga menyayangkan minimnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Mereka juga mempertanyakan nasib enam ruko yang berdiri di atas tanah yang disebut-sebut akan digunakan untuk proyek tersebut.

Kepala Desa Tambahmulyo, Eka Kurnia Sejati, menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud merupakan tanah tak bertuan. Pihak desa, kata dia, perlu melakukan penelusuran lebih lanjut terkait legalitas lahan tersebut sebelum proyek pembangunan dimulai.

“Itu antara tanah negara atau tidak, padahal berdasarkan letter C yang saya bawa memang dari dulu tidak pernah diubah, jadinya tidak tercatat sehingga itu tanah tak bertuan,” ujarnya.

Menurutnya polemik ini muncul ketika masyarakat ingin agar tanah seluas lebih 9.000 M2  tersebut tetap menjadi lapangan desa.

Menanggapi keinginan itu, pihaknya memberikan ganti lapangan di tanah bengkok miliknya sebagai kepala desa.

Hanya saja saat itu,  Pemerintah (Pemkab) Pati melalui Bupati Sudewo mengungkapkan akan mendirikan RS Bhayangkara di Tambahmulyo, muncul gejolak dari sejumlah warga untuk melakukan penolakan.

Eka mengaku tidak tahu apa yang sebelumnya diinginkan oleh warganya, meskipun tanah lapangan sudah diganti dengan lahan bengkok miliknya.

“Itu tanah lapangan, sudah kita ganti dengan bengkok kepala desa. Perkiraan di bulan Januari atau Februari sebelum Rumah Sakit Bhayangkara jadi sudah selesai (permasalahan). Saya tidak tahu (tuntutan warga), nanti kita lihat saja prosesnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Senin, 10 November 2025 mendatang. Pemeriksaan itu meliputi lahan dan enam bangunan ruko yang berdiri di atasnya.

“Kami akan melihat kondisi di lapangan terlebih dahulu. Setelah itu, akan dilakukan rapat bersama pihak terkait untuk menentukan langkah penyelesaian,” ujar Teguh.

Bandang Waluyo menyampaikan, DPRD telah meminta penjelasan resmi dari BPN terkait status lahan tersebut. Dari hasil awal, tanah yang dimaksud kemungkinan termasuk tanah negara atau tanah tidak bertuan, namun pemeriksaan fisik di lapangan tetap diperlukan.

Baca Juga: KAPI Nilai Penetapan Tersangka Supriyono dan Teguh Merupakan Serangan Balik Terhadap Demokrasi

DPRD berkomitmen menjaga agar proses pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Tambahmulyo berlangsung transparan, tertib, dan mendapat dukungan penuh masyarakat.

“Kami akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan legalitasnya sebelum ada keputusan lebih lanjut,” kata Teguh.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ada Kudus Fashion Week, Gelaran CFN Bulan November Kembali Diundur

0
Ilustrasi Car Free Night. Foto: Haikal Rosyda

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Care Free Night (CFN) di Kabupaten Kudus kembali mengalami penundaan. Kegiatan yang seharusnya digelar Sabtu malam, 8 November 2025, resmi diundur ke tanggal 15 November 2025 karena bertepatan dengan pelaksanaan Kudus Fashion Week (KFW).

Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan agar tidak terjadi benturan kegiatan di pusat kota. Selain itu, CFN edisi November rencananya juga akan dikolaborasikan dengan Djarum Festival Sehat 2025 yang digelar pada hari yang sama.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Konsultasi ke BGN, Pastikan Program MBG Berjalan Optimal di Kudus

“CFN diundur ke tanggal 15 November malam supaya tidak bersamaan dengan Kudus Fashion Week. Sekaligus akan disinergikan dengan kegiatan Djarum Foundation agar lebih meriah,” ujar Djati di ruang kerjanya, Jum’at (7/11/2025).

Sebelumnya, CFN edisi November semula dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2025, namun terpaksa diundur ke tanggal 8 November karena Bupati Kudus Sam’ani Intakoris tengah melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

“Pak Bupati ingin bisa hadir langsung memantau pelaksanaan CFN dan menyapa para pelaku UMKM. Karena itu jadwal sempat digeser ke tanggal 8, tapi akhirnya harus mundur lagi karena bertepatan dengan KFW,” terangnya.

Djati menyebut, CFN merupakan agenda rutin bulanan yang diselenggarakan pada malam minggu di pekan pertama setiap bulannya. Dipilih pekan pertama, karena masih momentum gajian.

“Jadi harapannya ketika ada CFN, warga pada berbondong-bondong datang untuk berbelanja,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, kegiatan ini selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebab, CFN menjadi ajang hiburan sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.

“Antusias masyarakat masih tinggi. Begitu tahu diundur, banyak pedagang dan warga yang langsung menanyakan kapan CFN digelar lagi,” ungkapnya..

Baca Juga: Kunjungi Kudus, Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi Program RSLH dari PT Djarum

Ia berharap, dengan jadwal baru pada 15 November 2025, gelaran CFN bisa berlangsung lebih meriah dan ramai pengunjung. Apalagi, adanya kolaborasi dengan Djarum Festival Sehat diyakini akan menambah daya tarik pengunjung dari berbagai kalangan.

“Semoga pelaksanaannya nanti bisa lebih semarak dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat serta UMKM di Kudus,” harap Djati.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sebelum Sampai ke Siswa, Menu MBG SPPG Polres Kudus Dicek Dokter

0
Dapur MBG Polres Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Jum’at pagi (7/11/2025) beberapa perempuan terlihat sibuk di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Kudus. Mereka menyiapkan hidangan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dikirim ke sekolah.

Semua pegawai terlihat mengenakan pakaian pelindung dan memenuhi prosedur kesehatan. Tak hanya itu, sebelum didistribusikan kepada siswa menu MBG di SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kudus selalu dicek oleh dokter kepolisian.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Konsultasi ke BGN, Pastikan Program MBG Berjalan Optimal di Kudus

Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kudus, Muhammad Rafi’ Projo Al Jito menyampaikan, untuk memastikan makanan MBG aman memang dilakukan pengecekan oleh dokter sebelum didistribusikan. Pengecekan meliputi uji formalin, uji sianida, dan uji arsenik.

“Ketika hasil ujinya bagus dan aman baru kita distribusikan ke sekolah-sekolah. Tetapi jika hasilnya sebaliknya, maka pendistribusian MBG pagi itu akan distop,” ujar Projo kepada awak media.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa selama ini menu MBG dari SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kudus aman semua. Jadi tidak pernah ada makanan yang sampai batal didistribusikan.

“Untuk usia makanan sekira 8 jam. Terkait menu selalu berganti, agar para siswa tidak bosan,” bebernya.

Selain itu, kata dia, setiap dua pekan sekali SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kudus menyajikan menu MBGnya aneka kuliner nusantara. Dua pekan lalu, pihaknya sudah menyajikan soto Kudus.

“Dua pekan ke depan, kuliner nusantara yang bakal kami sajikan adalah rawon khas Jawa Timur. Nantinya akan ada banyak lagi kuliner khas nusantara yang kami sajikan,” ungkapnya.

Selain agar lebih bervariasi, penyajian kuliner khas nusantara setiap dua pekan sekali ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak beragam kuliner yang ada di nusantara. Bahwa Indonesia ini juga kaya akan kuliner yang enak dan tak kalah dengan makanan resto cepat saji yang lagi tren saat ini.

“Alhamdulillah kemarin ketika kita sajikan kuliner nusantara para siswa sangat antusias. Mereka makan cukup lahap,” ungkapnya.

Baca Juga: Kunjungi Kudus, Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi Program RSLH dari PT Djarum

Projo mengatakan, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kudus menyuplai MBG ke 11 sekolahan. Terdiri dari TK, SD dan SMP. sedangkan yang disajikan kurang lebih ada 2.959 porsi, terdiri porsi besar sebanyak 2.404 dan porsi kecilnya 555.

“Porsi besar untuk kelas 4 SD ke atas. Sementara porsi kecil untuk kelas 3 SD ke bawah, termasuk TK. Selain sehat dan aman, makanan yang kita sajikan dipastikan terpenuhi nilai gizinya,” tandas Projo.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

BEM UMK Suarakan Tolak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

0
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) menyuarakan menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) menyuarakan menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional. Alasannya, Presiden ke-2 RI ini memiliki hubungan erat dengan praktik-praktik pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Penolakan itu disampaikan setelah acara diskusi dengan tema “Seberapa Layak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional,” di UMK 4 November 2025. Diskusi itu mengundang sejarawan Edy Supratno sebagai narasumber yang dipandu oleh Weduri Nurul Syafa’ah sebagai moderator.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Konsultasi ke BGN, Pastikan Program MBG Berjalan Optimal di Kudus

“Kami, mahasiswa Universitas Muria Kudus menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional,” kata Abdullah In’am Maulana, ketua BEM UMK yang diikuti mahasiswa lainnya.

Di hadapan mahasiswa kelahiran tahun 2000-an itu Edy Supratno membeberkan Soeharto dari aspek historis. Menurutnya, selama Orde Baru, Soeharto telah banyak membangun sarana dan prasarana di berbagai bidang. Setiap malam di TVRI pasti ada acara pemotongan pita oleh Soeharto saat meresmikan proyek pembangunan.

“Selama puluhan tahun narasi itu terus dikembangkan sehingga Pak Harto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan,” katanya.

Meski demikian, lanjut Edy, presiden berlatar belakang militer ini punya sisi lain yang tidak pernah ada dalam narasi resmi pemerintah Orba.

“Bahwa Pak Harto banyak berjasa itu sebuah fakta. Tapi sisi lain yang tidak diungkapkan di publik juga sebuah fakta. Misalnya peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi selama Pak Harto berkuasa,” jelas Edy.

Sejarawan lulusan program doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM) kemudian membagikan file buku yang diterbitkan Komnas HAM kepada mahasiswa. Buku berjudul “Merawat Ingatan Menjemput Keadilan Ringkasan Eksekutif Peristiwa Pelanggaran HAM Yang Berat” ini diterbitkan pada 2020 yang berisi berbagai pelanggaran HAM berat di Indonesia.

“Buku ini produk resmi Komnas HAM. Teman-teman mahasiswa dapat membacanya dan menyimpulkan sendiri bagaimana pelanggaran HAM yang terjadi masa itu yang tidak pernah ditulis dalam pelajaran sejarah di masa Orde Baru,” lanjut Edy.

Soeharto adalah salah satu 40 nama yang diajukan Kementerian Sosial untuk ditetapkan Presiden sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2025. Sebelumnya, penguasa Orba ini telah dua kali diajukan sebagai pahlawan nasional, yaitu tahun 2010 dan 2015.

Kedua ajuan itu ditolak karena Soeharto terganjal TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang perintah untuk menyelenggarakan negara bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

Baca Juga: Kunjungi Kudus, Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi Program RSLH dari PT Djarum

Kini peluang Soeharto menjadi pahwalan nasional terbuka lebar karena pada 25 September 2024 MPR telah menghapus nama Soeharto dari TAP 11/1998 ini.

“Meski beberapa ormas telah mendukung Pak Haro sebagai pahlawan nasional, kami sebagai mahasiswa tetap menolaknya,” tandas In’am.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Waktu Distribusi MBG di Dukuhseti Diubah Usai Protes Pedagang Keliling

0
Para pedagang keliling sedang melayani anak sekolah. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Setelah sempat memicu protes dari puluhan pedagang keliling, jadwal pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dukuhseti akhirnya diubah. Pemerintah Kecamatan menegaskan, kebijakan ini diambil demi menyeimbangkan antara kepentingan pedagang lokal dan kelancaran program gizi dari pemerintah pusat.

Puluhan PKL sebelumnya menggelar aksi protes pada Rabu (5/11/2025). Mereka menilai jadwal pembagian MBG pada saat jam istirahat sekolah,  membuat penjualan mereka merosot tajam.

Baca Juga: KAPI Nilai Penetapan Tersangka Supriyono dan Teguh Merupakan Serangan Balik Terhadap Demokrasi

Menindaklanjuti hal itu, Camat Dukuhseti, Suhartono mengundang perwakilan PKL dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk duduk bersama dalam audiensi di Aula Kantor Kecamatan, Jumat (7/11/2025).

Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk menggeser waktu pendistribusian MBG dari semula pagi hari menjadi setelah jam istirahat pertama.

”Kami pertemukan dari kelompok PKL dan SPPG. PKL minta pembagian MBG itu setelah istirahat pertama. Setelah rembuk dengan pihak terkait, dinas pendidikan, guru, kemenag dan SPPG akhirnya disepakati setelah istirahat,” ujar Suhartono.

Kebijakan baru ini juga mempertimbangkan kondisi siswa di jenjang yang berbeda. Untuk kelas 1 dan kelas 2 SD, pembagian MBG tetap diperbolehkan sebelum pukul 09.00 WIB, sedangkan untuk kelas 3 SD ke atas hingga SMA akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

”Semoga ini bisa diterima oleh SPPG maupun PKL. Semoga nanti SPPG menindaklanjuti. Kalau kelas 1 dan 2 dibagikan saat pagi. Untuk kelas 3 ke atas setelah istirahat pertama atau jam 10 ke atas,” kata Suhartono.

Keputusan ini disambut lega oleh para pedagang. Muhammad Zamroni, perwakilan pedagang keliling Dukuhseti, mengaku hasil audiensi tersebut memberi sedikit ruang bernapas bagi rekan-rekan sesama PKL.

”Kami dari kelompok pedagang sangat puas dengan hasil ini. Semua berkomitmen untuk menghormati keputusan. PKL jalan dan MBG juga harus jalan karena ini program pemerintah,” kata penjual gorengan tersebut.

Sebelumnya, Zamroni mengaku omzetnya anjlok hingga 50 persen sejak program MBG mulai berjalan di sekolah-sekolah wilayah Dukuhseti.

”Sebelumnya memang dampaknya luar biasa. Sementara MBG bergulir di sekolah, pendapatan kami turun drastis hampir 50 persen lebih. Untuk (beli) bahan bakunya saja kami kerepotan,” bebernya.

Meski begitu, para pedagang tetap mendukung jalannya program MBG selama pembagiannya tak mematikan usaha kecil mereka.

Baca Juga: Bansos Puso Rp29 Miliar Masih Belum Cair, Ribuan Petani Pati Masih Menunggu Haknya

”Karena pembagiannya biasanya saat jam istirahat pertama. Jualan kami saat istirahat juga. Kami juga perlu makan. Kita juga dukung MBG tapi kami juga perlu makan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG Kecamatan Dukuhseti memilih tidak memberikan keterangan setelah audiensi tersebut berakhir.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Karimunjawa Akhirnya Punya Transportasi Umum, Siap Beroperasi Mulai Tahun Depan 

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melaksanakan agenda Bupati Ngantor di Desa di Pulau Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa pada Kamis, (6/11/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Akses transportasi di Pulau Karimunjawa akhirnya semakin mudah, setelah adanya bantuan transportasi umum rintisan berupa empat unit bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Selama ini, baik masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa hanya mengandalkan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa. 

Baca Juga: Dua Bulan Dibongkar, Jembatan Kanal Jepara Akhirnya Dibuka 

Bantuan empat unit bus tersebut direncanakan mulia beroperasi pada tahun depan, dengan rute Karimunjawa-Kemujan. 

Hal itu diumumkan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melaksanakan agenda Bupati Ngantor di Desa di Pulau Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa pada Kamis, (6/11/2025). 

Wiwit mengatakan pembangunan sektor transportasi menjadi pondasi penting untuk menggerakkan ekonomi dan pariwisata masyarakat Kepulauan Karimunjawa.

“Kita akan membuka transportasi darat antara Karimunjawa dan Kemujan. Insyaallah jalur bus ini akan berjalan tahun mendatang,” kata Wiwit. 

Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Darat pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Heru Purwanto mengatakan bantuan transportasi dari Karimunjawa-Kemujan tertuang dalam Surat Keputusan dari Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor : KP-DRJD 5188 Tahun 2025 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Orang Yang Digunakan Untuk Penyelenggaraan Angkutan Jalan Perintis Tahun 2026.

Di Karimunjawa rute yang dilayani yaitu dari Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa – Bandara Dewandaru – Desa Kemujan – Pelabuhan Legon Bajak dengan jarak 55 (KM) PP (Pulang Pergi). 

Untuk menindaklanjuti program itu, pada Bulan Desember 2025 mendatang Heru mengatakan dari Kemenhub akan melakukan survei finalisasi trayek. 

“Rencana operasional angkutan perintis yaitu tanggal 1 Januari Tahun 2026. Mengenai jam operasional, masih menunggu informasi dari hasil proses lelang di Kementrian Perhubungan,” kata Heru melalui pesan tertulis. 

Baca Juga: 700 Penerima Bansos di Jepara Terindikasi Main Judol 

Jumlah armada yang akan dioperasionalkan yaitu sebanyak 4 unit jenis minibus atau elf dengan kapasitas sebanyak 15-19 Orang Penumpang. Kemudian terkait harga tiket, Heru menjelaskan masih menunggu hasil lelang oleh Kemenhub. 

“Pembiayaan angkutan perintis ini sepenuhnya di tanggung oleh Kementerian Perhubungan mulai dari pengadaan kendaraan atau lelang, perawatan serta operasional,” pungkas Heru.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Program MBG Bawa Berkah, Pengepul Pisang di Pati Raup Rezeki Melimpah

0
Puji Astuti, seorang pengepul pisang Desa Gunungsari, Tlogowungu, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menampakkan hasil konkret di lapangan. Tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, program ini juga menggerakkan perekonomian warga di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pati.

Salah satunya, dialami warga Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Di desa yang dikenal sebagai sentra pisang ini, para petani dan pelaku usaha kecil kini merasakan berkah dari bergulirnya program MBG.

Baca Juga: KAPI Nilai Penetapan Tersangka Supriyono dan Teguh Merupakan Serangan Balik Terhadap Demokrasi

Puji Astuti, seorang pengepul pisang lokal, mengaku kebanjiran pesanan dari dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Pati. Dalam sehari, ia mampu mengirim hingga 10 ribu buah pisang untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program tersebut.

“Sekarang permintaan meningkat sekali. Setiap hari kami kirim sekitar sepuluh ribu buah pisang ke empat dapur MBG di Pati,” ujar Puji Astuti.

Beragam jenis pisang dikirimkan ke dapur MBG, mulai dari Pisang Ambon, Putri, hingga Norowito. Seluruhnya diperoleh dari petani di sekitar Gunungsari, yang kini turut menikmati peningkatan pendapatan berkat lonjakan permintaan tersebut.

Menurut Puji, dampak positif program ini terasa hingga ke tingkat petani.

“Dulu banyak pisang yang tidak laku, sekarang semuanya terserap. Petani jadi semangat menanam lagi,” ungkapnya.

Program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini, dinilai memberikan manfaat ganda, tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Bansos Puso Rp29 Miliar Masih Belum Cair, Ribuan Petani Pati Masih Menunggu Haknya

“Kami berharap program ini terus dilanjutkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh petani buah dan pelaku usaha kecil di berbagai daerah,” tambah Puji Astuti.

Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan lokal, menurutnya program MBG ini bukan sekadar program sosial, tetapi telah menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gigi Berlubang dan Batuk Pilek Dominasi saat Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau CKG Sekolah di Salatiga

0
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Ledok 05, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SALATIGA – Sejumlah penyakit ringan diketahui mendominasi saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Ledok 05, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Pelaksanaan CKG di sekolah tersebut terasa istimewa.

Pelaksaan CKG di sekolah itu ditinjau langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Jumat (7/11/2025) pagi.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Jateng dan Swasta Hadirkan Harapan Baru Lewat Rumah Layak Huni

Rombongan Wakil Presiden dan Gubernur tiba di lokasi sekira pukul 08.20 dan langsung mengecek praktik cek kesehatan gratis di ruang kelas.

Adapun pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Cebongan Kota Salatiga. Total ada 129 anak yang diperiksa kesehatannya di SDN Ledok 05 Kecamatan Argomulyo, Kota Semarang.

Petugas Puskesmas Cebongan, Erlinda Nerlini, mengatakan, pemeriksaan dilakukan sesuai dengan protap CKG dari Kementerian Kesehatan. Semua pemeriksaan diberikan sesuai dengan kriteria usianya, dari kelas 1-6. Juga pemberian imunisasi difteri tetanus kepada anak-anak kelas 1,2, dan 5.

Hasil pemeriksaan yang banyak ditemukan adalah kebersihan telinga, karies gigi yang berlubang, kemudian batuk-pilek karena sedang musimnya, serta radang amandel.

Dalam pemeriksaan itu juga di cek tekanan darah, melihat kecenderungan anak-anak sekarang yang banyak makan makanan instan.

“Kalau basic semua dapat pemeriksaan seluruh tubuh. Dada juga kita cek dari denyut jantungnya, kemudian perut apakah ada kelainan fungsi usus. Kita juga periksa tinggi dan berat badan, apakah anak obesitas atau kurus. Gaya hidup anak sekarang dengan makanan instan cenderung mengarah ke hipertensi,” jelasnya.

Erlinda menjelaskan, anak yang terindikasi kurus atau sangat kurus dan obesitas akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan edukasi mengenai gizi.

Program CKG tidak hanya menyasar masyarakat di pedesaan tetapi juga anak-anak usia 7 tahun ke atas di sekolah-sekolah. Hal ini untuk mengefektifkan deteksi dini masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak-anak sehingga dapat dilakukan langkah tindak lanjut dengan cepat.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, capaian CKG di Jawa Tengah sebanyak 10.878.489 jiwa. Kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan Program Speling (dokter spesialis keliling). Di mana Speling sampai 5 November 2025 sudah menjangkau 722 desa dengan total sasaran 73.813 jiwa.

Di samping itu, Speling juga sudah dilakukan di instansi pendidikan. Misalnya di Universitas Diponegoro dan beberapa perguruan tinggi lain yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Jateng.

Di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kita sudah dilakukan di hampir seluruh sekolah yang ada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Speling dan CKG di Jawa Tengah sudah 10 juta lebih masyarakat terlayani. Ini bentuk kehadiran negara untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna sampai tingkat desa,” kata Gubernur Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu.

Terdapat 13 unit mobil layanan kesehatan terdiri atas 7 unit di RSUD Prov Jateng, 1 Unit di Dinkes Prov Jateng, 1 Unit milik Pemkab Cilacap, 1 Unit milik Pemkab Rembang, 1 Unit milik Pemkab Blora, 1 Unit milik Pemkab Wonogiri, dan 1 Unit di RS Mutiara Bunda Kab Brebes guna mendukung Speling dan CKG di Jawa Tengah.

Baca Juga: Sudah Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi Bisa Diterapkan Secara Nasional

Speling yang dilakukan di Jawa Tengah juga terintegrasi dengan program TB Express untuk skrining penyakit tuberkulosis yang menjadi prioritas nasional.

“Untuk TB, kita sudah periksa sekitar 5 juta masyarakat. Speling juga kami turunkan dokter spesialis paru,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kapal Express Bahari Tambah Unit Baru ke Karimunjawa Jepara, Mampu Layani 984 Penumpang 

0
Kapal Express Bahari yang melayani rute Jepara-Karimunjawa menambah armada baru. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Kapal Express Bahari yang melayani rute Jepara-Karimunjawa menambah armada baru. Sehingga total, kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Pelabuhan Penyebaran Kartini Jepara itu kini memiliki tiga armada.  

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Nur Sahid. 

Baca Juga: 700 Penerima Bansos di Jepara Terindikasi Main Judol 

“Iya, ada penambahan armada kapal express bahari. Mulai Oktober kemarin,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara, Jumat (7/11/2025). 

Sahid menjelaskan penambahan armada kapal dari express bahari merupakan permintaan dari Dishub Jepara apabila terjadi lonjakan penumpang secara signifikan. 

Sebab selama ini, pada saat peak season atau musim puncak liburan, banyak wisatawan yang kehabisan tiket sehingga tidak bisa menyebrang ke Pulau Karimunjawa. 

“(Penambahan itu) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, selama ini kendalanya penumpang banyak yang tidak terakomodir, sehingga kita minta pihak expres untuk nambah satu kapal lagi,” jelasnya. 

Dengan bertambahnya armada kapal, Sahid menyebutkan saat ini total terdapat tiga kapal express bahari yang melayani rute Jepara-Karimunjawa. Dengan jumlah kapasitas penumpang mencapai 984 orang. 

“Rinciannya Kapal Express Bahari 8F 390 penumpang, Kapal Express Bahari 1C 349, dan yang baru 3C 245 penumpang,” sebutnya. 

Namun, satu tambahan kapal baru yaitu Kapal Express Bahari 3C, menurut Sahid tidak beroperasi setiap hari. 

“Tinggal kondisi penumpang, nambah satu itu untuk antisipasi kalau ada lonjakan yang signifikan. Setiap hari kalau penumpang normal, hanya dua yang berangkat (8F dan 1C),” jelasnya. 

Selain itu, dari informasi yang ia terima, Sahid mengatakan pada tahun depan pihak Kapal Express Bahari juga berencana untuk menambah kembali satu armada dengan kapasitas sekitar 500 penumpang. 

Baca Juga: Didorong Nafsu, Pria di Jepara Tega Cabuli Bocah Hingga Hamil 8 Bulan 

“Tahun depan, entah bulan apa, (pihak Express Bahari) juga nambah kapal baru lagi dengan kapasitas 500 sekian,” ungkapnya. 

Selain Kapal Express Bahari, wisatawan yang akan menyebrang ke Pulau Karimunjawa juga bisa menaiki KMP Siginjai dengan kapasitas 350 penumpang dan 20 kendaraan. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

MBG Jateng Layani 6,3 Juta Orang, Wapres Gibran-Gubernur Ahmad Luthfi Cek Langsung di Salatiga

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecek langsung pelaksanaan MBG, dengan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SALATIGA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah telah dinikmati 6.308.163 orang. Melihat jumlah yang besar, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecek langsung pelaksanaannya, dengan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Sekolah yang didatangi pada Jumat (7/11/2025) adalah SMP Negeri 9 Salatiga. Sebanyak 749 siswa di sekolah tersebut menjadi penerima manfaat dari program strategis nasional yang bertujuan memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Jateng dan Swasta Hadirkan Harapan Baru Lewat Rumah Layak Huni

Jumlah total penerima manfaat MBG sebanyak 6.308.163 orang itu berdasarkan data per 5 November 2025. Rinciannya, 6.121.742 penerima merupakan siswa dari jenjang TK hingga SMK serta pondok pesantren, 20.536 ibu hamil, 43.579 ibu menyusui, dan 122.306 balita.

Jika dipersentasekan, jumlah 6.308.163 penerima manfaat itu sekitar 65,44 persen dari total potensi 9,6 juta penerima.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pengawasan bahan pangan dalam program MBG agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjamin.

“Bapak Wakil Presiden melakukan pengecekan untuk memastikan program MBG di wilayah sudah tepat sasaran – baik dari segi gizi, ketepatan waktu, kemudahan menu, maupun kepuasan anak-anak yang menerima manfaatnya,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur penyediaan pangan, Jawa Tengah telah merencanakan pembangunan 3.228 titik Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG).

Hingga awal November, sebanyak 2.267 titik telah terealisasi atau setara 70,22 persen, yang terdiri dari 2.215 mitra, 22 dikelola Polri, 23 oleh TNI, 5 di pondok pesantren, 1 di BUMB Pemalang, dan 1 di Pemda Pati. Di Kota Salatiga, baru tersedia 12 SPPG dari target 22 titik.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan terhadap kecukupan suplai serta pengawasan keamanan pangan di setiap SPPG.

Selain itu, dilakukan pula edukasi terkait pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta kampanye Stop Boros Pangan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov telah membentuk Satgas Percepatan Program MBG berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/88 tanggal 25 Maret 2025.

Hingga kini, 15 kabupaten/kota telah memiliki Satgas MBG, di antaranya Kabupaten Cilacap, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Klaten, Tegal, Demak, Kudus, Jepara, Rembang, Pemalang, serta Kota Tegal, Kota Semarang, dan Kota Pekalongan.

Selain itu, Pemprov Jateng juga memanfaatkan aset lahan melalui mekanisme pinjam pakai di 134 titik berdasarkan Surat Sekda Nomor S/500.1/37/25 tanggal 2 Juni 2025. Dari total tersebut, 74 titik dinyatakan layak dibangun menjadi SPPG, 66 titik oleh Badan Gizi Nasional dan 8 titik oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Dari aspek keamanan pangan, 323 titik SPPG di Jawa Tengah telah memperoleh Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini mencakup inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, pemeriksaan laboratorium berkala, dan penerapan tata laksana bank sampel.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, seluruh pelaksana MBG di Jawa Tengah diwajibkan memiliki Sertifikasi Laik Higiene Kesehatan (SLHK).

“Prinsip dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menetapkan kebijakan bahwa seluruh pelaksana MBG harus memiliki kualifikasi SLHK. Sertifikasi ini memastikan petugas MBG, termasuk petugas gizi, mendapat pelatihan sesuai standar dinas kesehatan masing-masing kabupaten,” jelasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat mencegah terjadinya insiden negatif dalam pelaksanaan program.

“Dengan demikian, diharapkan tidak lagi terjadi hal-hal yang bersifat negatif, seperti kasus keracunan dan sebagainya,” tutupnya.

Untuk menjamin mutu serta menampung aspirasi masyarakat, Pemprov Jateng juga membuka posko layanan pengaduan MBG melalui hotline 0811-2622-000 atau melalui Call Center JNN di 150945.

Selama peninjauan, Gubernur Luthfi bersama Wapres Gibran terlihat berbincang dengan siswa-siswi penerima manfaat dan meninjau langsung dapur serta distribusi menu MBG di sekolah.

Baca Juga: Sudah Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi Bisa Diterapkan Secara Nasional

Salah satu siswi kelas VIII, Salma, mengaku senang dengan adanya program MBG. Selain menunya sehat, ia juga menilai variasi makanan yang disediakan cukup beragam.

“Menunya berubah-ubah. Senang, sudah bergizi, komplet ada sayur, buah, dan protein. Bisa request juga. Paling suka menu ayam goreng,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Bulan Dibongkar, Jembatan Kanal Jepara Akhirnya Dibuka 

0
Jembatan Kali Kanal yang berada di Kelurahan Saripan, Kecamatan/Kabupaten Jepara akhirnya dibuka. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Setelah ditutup selama kurang lebih dua bulan karena ada perbaikan, Jembatan Kali Kanal yang berada di Kelurahan Saripan, Kecamatan/Kabupaten Jepara akhirnya dibuka. 

Pembukaan jembatan sebelumnya memang sudah dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2025 lalu, namun baru bisa dilewati kendaraan roda dua. 

Baca Juga: 700 Penerima Bansos di Jepara Terindikasi Main Judol 

Baru pada hari ini, Jumat (7/11/2025) jembatan itu dibuka untuk semua jenis kendaraan. Tidak hanya kendaraan roda empat, tetapi kendaraan bertonase berat juga mulai melintas di jembatan tersebut. 

Hanya saja pengerjaan di bagian trotoar jembatan memang belum selesai. Beberapa pekerja masih tampak menyelesaikan pekerjaan, terutama di bagian bawah jembatan dan sekitarnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto mengatakan jembatan Kanal mulai hari ini memang sudah dibuka untuk semua jenis kendaraan. 

“Sudah mulai dibuka hari ini. Semua jenis kendaraan sudah bisa melintas,” katanya pada Jumat, (7/11/2025). 

Hery memastikan bahwa meskipun masih terdapat beberapa pekerja yang menyelesaikan proyek perbaikan jembatan, hal itu tidak akan mengganggu arus lalu lintas. 

Sebagai informasi, proyek pembongkaran jembatan Kanal sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Jembatan sengaja dibongkar karena dari segi infrastruktur, terutama pada bagian plat, sudah banyak berlubang dan rusak. 

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan pada jembatan tersebut juga sudah masuk dalam nilai kondisi 3 sehingga harus segera dilakukan rehabilitasi.

Hery menyampaikan, proyek rehabilitasi jembatan kanal ditangani langsung oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah DIY-Jawa Tengah.

Disebutkan, jembatan Kanal memiliki panjang 27 meter dengan lebar 10,5 meter. Serta tebal plat lantai 22 cm dan ditutup aspal 4 cm.

Perbaikan dilakukan pada bagian rangka baja dan bongkar plat lantai. Selain itu ada pekerjaan trotoar, railing, dan kerb yang mengubah tampilan jembatan.

Baca Juga: Didorong Nafsu, Pria di Jepara Tega Cabuli Bocah Hingga Hamil 8 Bulan 

Selain rehabilitasi jembatan, Hery menyebut di area tersebut juga dilakukan pengaspalan ulang. Jalan tersebut merupakan jalan nasional. Sehingga anggarannya pun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Anggaran perbaikan sendiri senilai Rp1 miliar yang bersumber dari APBN,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -