BETANEWS.ID, KUDUS – Dari total 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Kabupaten Kudus, baru satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memasang kamera pengawas (CCTV) sesuai instruksi Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
SPPG yang telah melengkapi fasilitas pengawasan tersebut berada di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. CCTV di dapur ini juga sudah terkoneksi langsung dengan aplikasi Kudus Sehat, sehingga masyarakat juga bisa memantau aktivitasnya secara daring.
Baca Juga: Ada Kudus Fashion Week, Gelaran CFN Bulan November Kembali Diundur
Sementara itu, 19 dapur SPPG lainnya masih belum merealisasikan pemasangan kamera pengawas sebagaimana arahan bupati.
“CCTV di dapur SPPG ditautkan ke aplikasi Kudus Sehat milik Pemkab Kudus. Dengan sistem ini, masyarakat bisa ikut mengawasi proses kegiatan di dapur,” jelas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus, Satria Agus Himawan, belum lama ini.
Berdasarkan data dari aplikasi tersebut, terdapat 55 SPPG yang sudah terdaftar di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, 20 SPPG telah aktif menyiapkan menu MBG untuk siswa sekolah, sedangkan 35 lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mendorong agar seluruh dapur SPPG segera memenuhi kebijakan pemasangan CCTV guna memperkuat transparansi dan pengawasan. Untuk mempercepat implementasinya, Bupati Sam’ani juga telah menyurati Badan Gizi Nasional (BGN).
Surat tersebut berisi permintaan agar BGN segera menerbitkan regulasi yang mewajibkan seluruh pengelola SPPG di Kudus memasang kamera pengawas di dapur masing-masing.
“Sebagian pengelola beralasan belum ada perintah langsung dari BGN. Karena itu kami bersurat agar segera ada aturan resmi sebagai dasar pelaksanaannya,” ungkap Sam’ani.
Sebelumnya, bupati juga menekankan pentingnya penggunaan CCTV untuk memastikan proses pengolahan makanan bergizi dilakukan secara higienis dan sesuai standar gizi yang berlaku.
“Dengan adanya CCTV, masyarakat bisa menyaksikan langsung bagaimana makanan bergizi untuk anak-anak disiapkan,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan lapangan turut melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat untuk melakukan pengecekan rutin setiap hari ke dapur SPPG.
Baca Juga: Sebelum Sampai ke Siswa, Menu MBG SPPG Polres Kudus Dicek Dokter
Sam’ani menegaskan bahwa pemasangan CCTV tidak semata untuk kontrol internal, melainkan juga sebagai bentuk transparansi publik agar masyarakat yakin terhadap kualitas dan kebersihan makanan program MBG.
“Kami ingin memastikan seluruh menu yang dikonsumsi anak-anak di Kudus benar-benar aman, sehat, dan bergizi,” tandasnya.
Editor: Haikal Rosyada

