31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Program MBG Bawa Berkah, Pengepul Pisang di Pati Raup Rezeki Melimpah

BETANEWS.ID, PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menampakkan hasil konkret di lapangan. Tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, program ini juga menggerakkan perekonomian warga di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pati.

Salah satunya, dialami warga Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Di desa yang dikenal sebagai sentra pisang ini, para petani dan pelaku usaha kecil kini merasakan berkah dari bergulirnya program MBG.

Baca Juga: KAPI Nilai Penetapan Tersangka Supriyono dan Teguh Merupakan Serangan Balik Terhadap Demokrasi

-Advertisement-

Puji Astuti, seorang pengepul pisang lokal, mengaku kebanjiran pesanan dari dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Pati. Dalam sehari, ia mampu mengirim hingga 10 ribu buah pisang untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program tersebut.

“Sekarang permintaan meningkat sekali. Setiap hari kami kirim sekitar sepuluh ribu buah pisang ke empat dapur MBG di Pati,” ujar Puji Astuti.

Beragam jenis pisang dikirimkan ke dapur MBG, mulai dari Pisang Ambon, Putri, hingga Norowito. Seluruhnya diperoleh dari petani di sekitar Gunungsari, yang kini turut menikmati peningkatan pendapatan berkat lonjakan permintaan tersebut.

Menurut Puji, dampak positif program ini terasa hingga ke tingkat petani.

“Dulu banyak pisang yang tidak laku, sekarang semuanya terserap. Petani jadi semangat menanam lagi,” ungkapnya.

Program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini, dinilai memberikan manfaat ganda, tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Bansos Puso Rp29 Miliar Masih Belum Cair, Ribuan Petani Pati Masih Menunggu Haknya

“Kami berharap program ini terus dilanjutkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh petani buah dan pelaku usaha kecil di berbagai daerah,” tambah Puji Astuti.

Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan lokal, menurutnya program MBG ini bukan sekadar program sosial, tetapi telah menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER