31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Kolaborasi Pemprov Jateng dan Swasta Hadirkan Harapan Baru Lewat Rumah Layak Huni

BETANEWS.ID, KUDUS – Senyum haru mewarnai wajah warga Kudus ketika rumah-rumah sederhana mereka kini berdiri kokoh berkat kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan sektor swasta dalam memperluas akses rumah layak huni. Program ini menuai apresiasi mendalam dari masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Sri Umami, warga Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, tak kuasa menahan rasa syukur. Puluhan tahun ia bersama keluarga tinggal di rumah reyot yang nyaris roboh. Kini, berkat bantuan program corporate social responsibility (CSR) dari PT Djarum, ia bisa menatap masa depan dengan lebih tenang.

Baca Juga: Ikut Kudus Fashion Week, Penjualan Diyah Flowers Meningkat 70 Persen 

-Advertisement-

“Suami saya sakit stroke, sementara saya bekerja sebagai pegawai Djarum. Rumah kami dulu rusak parah, tapi sekarang sudah dibongkar dan dibangun baru. Airnya lancar, temboknya kokoh. Saya sangat bersyukur, rasanya seperti mimpi,” ucap Sri.

Cerita penuh harapan juga datang dari Poniman, seorang kuli bangunan. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat rumahnya yang kini lebih kuat dan layak huni. “Rumah saya sudah selesai dibangun kembali. Bangunannya bagus, tahan lama. Bahagia sekali, Pak. Rasanya hidup saya lebih berarti,” tuturnya.

Pada Kamis (6/11/2025), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung rumah-rumah hasil perbaikan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan perubahan.

PT Djarum sendiri mengalokasikan bantuan CSR di Jawa Tengah tahun 2025 berupa 2.550 unit rumah dan sanitasi. “Djarum dan sektor swasta lain membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan. Tanpa uang negara, rumah rakyat bisa berdiri kokoh,” ujar Maruarar saat berdialog dengan penerima bantuan.

Baca Juga: Sidak Proyek Arpusda Senilai Rp10 M, Bupati Sam’ani Temukan Pasangan Granit Tak Presisi

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, rumah layak huni adalah pondasi kesejahteraan keluarga. “Kalau rumahnya bagus, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga ikut meningkat. Inilah makna sejati dari pembangunan,” katanya.

Selain dukungan swasta, Pemprov Jateng melalui APBD 2025 juga menargetkan perbaikan 17.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Harapannya, semakin banyak keluarga yang bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan di rumah yang layak.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER