31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Sidak Proyek Arpusda Senilai Rp10 M, Bupati Sam’ani Temukan Pasangan Granit Tak Presisi

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) yang berada di kawasan Balai Jagong, Selasa (5/11/2025). Dalam kunjungan itu, Bupati meninjau secara langsung mutu pekerjaan di lapangan dan memberikan sejumlah instruksi kepada pelaksana proyek.

Bupati Sam’ani, yang juga Sarjana Arsitektur tampak memperhatikan detail setiap bagian pekerjaan bangunan. Ketika mengecek area lantai, ia mendapati beberapa lembar granit terpasang tidak sejajar, sehingga langsung memerintahkan agar bagian tersebut dibongkar dan dipasang ulang.

Baca Juga: Disdikpora Kudus: ‘Stadion Wergu Wetan Kemungkinan Akan Dibongkar Total’

-Advertisement-

“Tadi saya lihat ada beberapa granit yang tidak presisi, jadi saya minta dibongkar. Kita ingin hasil akhir proyek benar-benar sesuai spesifikasi,” tegas Bupati Kudus.

Dari hasil pantauan lapangan, progres pembangunan gedung Arpusda kini telah mencapai sekitar 76 persen. Proyek senilai Rp10,65 miliar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir November atau awal Desember 2025. Setelah selesai, proyek akan melalui tahap Provisional Hand Over (PHO) sebelum pembayaran penuh dilakukan.

“Target penyelesaian tetap di akhir November atau paling lambat awal Desember. Setelah itu akan dilakukan PHO untuk proses pembayaran 100 persen,” ujar Sam’ani.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) yang terus melakukan pengawasan rutin serta komitmen pihak rekanan yang telah bekerja sesuai dengan ketentuan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar bangunan bisa digunakan dalam jangka panjang.

“Kami berterima kasih kepada Bu Mutrikah dari Arpusda yang aktif mengawasi dan kepada penyedia jasa yang responsif memperbaiki temuan di lapangan,” tambahnya.

Sam’ani juga membuka ruang bagi masyarakat dan insan pers untuk ikut mengawasi proses pembangunan tersebut. Menurutnya, keterlibatan publik merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah sekaligus kontrol sosial terhadap pelaksanaan proyek strategis.

“Silakan masyarakat maupun teman-teman media ikut memantau. Kalau ada yang kurang sesuai, laporkan saja. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan,” ucapnya.

Sementara itu, pihak penyedia jasa CV Mawar Merah melalui Andi Raih menyatakan siap memperbaiki bagian-bagian yang dinilai kurang presisi. Ia menyebut, sekitar 20 hingga 25 keping granit telah dibongkar untuk diganti dan dipasang ulang agar hasilnya lebih rapi.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Lepas 41 Kafilah MTQH ke Tegal, Targetkan Jadi Juara Umum

“Secara umum pekerjaan sudah baik, hanya kami sesuaikan lagi tingkat presisinya. Kami juga akan menambah tenaga kerja supaya target penyelesaian 100 persen bisa tercapai sesuai jadwal,” jelasnya.

Proyek dengan nilai tender mencapai Rp8,42 miliar ini dikerjakan dalam waktu empat bulan. Setelah selesai, Gedung Arpusda Kudus diharapkan menjadi pusat literasi modern dan ruang publik edukatif, tempat masyarakat dapat belajar, membaca, serta mengembangkan kreativitas.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER