Beranda blog Halaman 145

Bupati Sam’ani Terbitkan SE Gerakan Menabung Sejak Dini Bagi Siswa: ‘Banknya Bebas’

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menerbitkan Surat Edaran (SE) Gerakan Menabung Sejak Dini Demi Masa Depan yang Lebih Cerah Bagi Siswa, Selasa (4/11/2025). SE tersebut berisi imbauan agar para siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabung sebagian uang sakunya.

SE bernomor 400.3/3075/2025 tersebut ditujukan ke seluruh sekolah di Kabupaten Kudus. Langkah ini menjadi upaya pemerintah daerah menumbuhkan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.

Baca Juga: Pemkab Kudus Tetapkan Wisata Bukit Patiayam sebagai Pembangunan Kawasan Perdesaan Strategis

Menurut Sam’ani, melalui program MBG, para siswa sudah tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli makanan di sekolah. Karena itu, sisa uang saku yang mereka miliki bisa dialihkan untuk ditabung.

“Kami ingin anak-anak penerima manfaat MBG juga memiliki tabungan masa depan,” ujar Bupati Kudus, belum lama ini.

Bupati menegaskan, tabungan ini tidak hanya sekadar simbol kebiasaan baik, tetapi juga investasi penting untuk masa depan anak-anak Kudus. Nantinya, uang yang berhasil dikumpulkan dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan lanjutan atau keperluan lain yang bermanfaat.

“Kalau sejak kecil sudah terbiasa menabung, mereka akan lebih siap menghadapi masa depan,” tambahnya.

Program tabungan pelajar ini rencananya akan dimulai pada Bulan November 2025 ini. Sam’ani menjelaskan, pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran resmi kepada seluruh sekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SLTA, agar program ini dapat diterapkan serentak di seluruh wilayah Kudus.

Dalam pelaksanaannya, Bupati Kudus menyerahkan kebijakan pemilihan bank kepada masing-masing sekolah atau orang tua siswa. Namun, ia menekankan satu hal penting adalah bank yang digunakan harus sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami tidak menentukan harus menabung di bank tertentu. Yang penting banknya resmi dan terdaftar di OJK, demi keamanan dana siswa,” tegasnya.

Sam’ani juga berharap guru-guru dapat menjadi penggerak utama dalam mengedukasi siswa mengenai pentingnya menabung. Melalui surat edaran yang akan diterbitkan, para guru diminta membantu siswa dalam membuka rekening pelajar dan memastikan mereka memahami manfaat dari kegiatan tersebut.

“Sekolah punya peran besar untuk membentuk karakter disiplin dan hemat pada anak-anak,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa budaya menabung sejak dini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga pembentukan mental dan kebiasaan positif. Ia menilai, dengan kebijakan ini, Kudus dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan program kesejahteraan dengan pendidikan karakter keuangan.

Baca Juga: Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kudus Siapkan Sarpras hingga 600 Personel Gabungan

“Program MBG sudah membantu anak-anak memenuhi kebutuhan gizi mereka. Kini kami ingin langkah itu dilengkapi dengan pembelajaran tentang bagaimana mengelola uang secara bijak,” ungkap Sam’ani.

Bupati Kudus pun mengajak semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga lembaga perbankan, untuk berkolaborasi menyukseskan inisiatif ini. Ia optimistis, bila dijalankan dengan komitmen bersama, program menabung bagi penerima MBG akan mencetak generasi Kudus yang sehat, cerdas, dan mandiri secara finansial.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Arpusda Kudus Latih Siswa Disabilitas Buat Ecoprint, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi

0
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus menggelar pelatihan pembuatan ecoprint bagi para siswa penyandang disabilitas. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus menggelar pelatihan pembuatan ecoprint bagi para siswa penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian dan kepercayaan diri anak-anak berkebutuhan khusus melalui pembekalan keterampilan kreatif.

Pelatihan yang digelar di Arpusda Kudus tersebut diikuti puluhan siswa dari dua Sekolah Luar Biasa (SLB), yakni SLB Purwosari dan SLB Kaliwungu. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap pembuatan ecoprint, mulai dari proses pewarnaan alami hingga pencetakan motif daun di atas kain.

Baca Juga: Pemkab Kudus Tetapkan Wisata Bukit Patiayam sebagai Pembangunan Kawasan Perdesaan Strategis

Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program nonbudgeter yang sebelumnya telah berjalan. Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk memaksimalkan potensi para siswa disabilitas agar lebih siap bersaing di masa depan.

“Tujuannya supaya mereka punya semangat untuk meraih masa depan dengan cara dibekali keterampilan. Salah satunya lewat pelatihan pembuatan ecoprint ini,” ujar Tika kepada awak media, Selasa (4/11/2025).

Ia menambahkan, keterampilan seperti ecoprint dapat menjadi sumber penghasilan bagi para penyandang disabilitas di kemudian hari. Dengan memiliki kemampuan khusus, para siswa bisa lebih mandiri secara ekonomi maupun mental.

“Dengan begitu, anak-anak penyandang disabilitas Kudus kelak bisa hidup mandiri, tidak bergantung pada orang lain,” tuturnya.

Tika berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan dasar, tetapi berlanjut hingga ke tahap produksi. Ke depan, Arpusda berencana memberikan pelatihan lanjutan agar para siswa mampu membuat pola dan desain ecoprint secara mandiri.

“Mereka sudah mulai bisa membuatnya dan terlihat sangat antusias. Selanjutnya kami akan latih lagi agar benar-benar menguasai semua tahapan pembuatan ecoprint,” tambahnya.

Selain sebagai wadah pengembangan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi cara Arpusda Kudus menarik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan daerah. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai literasi dan diajak untuk mencintai kegiatan membaca.

“Biasanya mereka yang tidak tertarik membaca buku, setelah ikut kegiatan seperti ini jadi mau datang ke Arpusda. Nah, di situ kami berikan edukasi pentingnya membaca,” jelasnya.

Baca Juga: Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kudus Siapkan Sarpras hingga 600 Personel Gabungan

Tika menegaskan, Arpusda Kudus tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kreativitas masyarakat, termasuk bagi kalangan disabilitas. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kudus.

“Semangat kami adalah menggali potensi anak-anak penyandang disabilitas agar mereka bisa berkarya dan memiliki masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Skuad Belum Final, Persipa Pati Masih Berburu Pemain Anyar

0
Aksi pemain Persipa di salah satu laga uji coba. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komposisi pemain Persipa Pati untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2025/2026 masih belum mengerucut. Meski sebanyak 23 pemain sudah resmi bergabung dan meneken kontrak, manajemen belum memastikan semuanya akan bertahan hingga kick-off awal Desember mendatang.

CEO Persipa Pati, Rafi Rizqullah Arifin menegaskan, bahwa daftar pemain yang ada saat ini belum bersifat final. Evaluasi terus dilakukan, termasuk kemungkinan pencoretan maupun penambahan pemain baru menjelang kompetisi.

Baca Juga: 116.559 Warga Pati Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah

“Saat ini yang sudah masuk ada 23 pemain. Kemungkinan ada pencoretan juga ini,” ujar Rafi, Selasa (4/11/2025).

Menurut Rafi, pihaknya tetap membuka peluang bagi pemain lain untuk bergabung. Sistem seleksi internal terus berjalan melalui latihan rutin dan laga uji coba.

“Kita saat ini tidak menutup kemungkinan juga masih mencari pemain jika pemain menurun di tengah-tengah latihan atau di uji coba. Kita masih ada sistem degradasi promosi. Ada kemungkinan ada beberapa pemain baru yang hadir di Persipa Pati,” ucapnya. 

Untuk menguji kemampuan skuad yang ada, Persipa Pati berencana menggelar beberapa pertandingan uji coba dengan klub-klub dari luar daerah. Laga tersebut menjadi ajang pembuktian sekaligus penyaringan bagi calon pemain baru.

“Nanti ketika kita uji coba di luar sekaligus mempertemukan calon-calon pemain baru. Kita masih memburu pemain cocok. Kita masih sesuaikan regulasi dan kebutuhan tim. Kemungkinan besar kita perlu rekrut, terutama bek kanan yang krusial,” ungkapnya.

Manajemen menargetkan jumlah pemain Persipa nantinya mencapai 27 orang. Dengan komposisi yang lebih lengkap, diharapkan Laskar Saridin dapat tampil maksimal dalam mengarungi ketatnya persaingan Liga Nusantara. 

Baca Juga: Pentolan MPB Merasa Dikriminalisasi, Sampaikan Pesan Perjuangan untuk Warga Pati

“Para pemain diharapkan bisa all-out berjuang membawa nama Persipa,” kata Rafi.

Sebagai informasi, Liga Nusantara musim 2025/2026 akan diikuti 24 klub, yang dibagi dalam empat grup. Kick-off dijadwalkan mulai 1 Desember 2025, dan setiap tim akan bersaing memperebutkan tiket promosi ke kasta lebih tinggi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dari CJIBF, 34 Investor Siap Investasi Rp5 Triliun di Jawa Tengah

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi disela gelaran CJIBF di Hotel Padma, Kota Semarang, Selasa (4/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuahkan hasil.

Dari gelaran tersebut, sebanyak 34 investor siap menanamkan investasinya di Jawa Tengah. Bahkan, nilainya mencapai Rp5 triliun. Investor tersebut sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah daerah tujuan investasi tersebut.

bACA jUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Tunggu Gerak Nyata GP Ansor Jateng dalam Sinergi Pembangunan

“Hari ini kita mengadakan CJIBF yang sudah kesekian kalinya. Hari ini juga dilakukan beberapa MoU (memorandum of understanding atau nota kesepahaman) yang minat terkait investasi di wilayah kita,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi disela gelaran CJIBF di Hotel Padma, Kota Semarang, Selasa (4/11/2025).

Sebagai informasi, CJIBF merupakan agenda rutin yang digarap oleh Pemprov Jateng berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. Tema CJIBF kali ini adalah “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”.

Melalui tema itu, harapannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

“Hari ini topiknya adalah bagaimana menciptakan ekonomi terbarukan dan produk-produk yang terintegrasi. CJIBF ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa kedutaan besar seperti Duta Besar Pakistan dan Zimbabwe, para investor, dan kepala daerah. Lengkap,” katanya.

Luthfi menjelaskan, investasi merupakan salah satu kekuatan untuk membangun sebuah daerah. Oleh karenanya, sektor tersebut terus digenjot oleh Pemprov Jawa Tengah.

Hasilnya, realisasi investasi di Jawa Tengah sampai triwulan III tahun 2025 mencapai Rp66,13 triliun. Jumlah tersebut didominasi oleh penanaman modal asing (PMA).

Ia berharap melalui CJIBF akan lebih banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Dengan begitu, mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan sudah ada 34 pelaku usaha yang akan melakukan pertemuan dengan bupati/wali kota untuk membahas mengenai penanaman investasinya.

Sejumlah jenis investasi yang dibahas di antaranya mengenai hilirisasi pertanian, perikanan, renewable energy, pengolahan sampah, industri pariwisata, dan lainnya” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, Pemprov Jateng dan Bank Indonesia selalu berkolaborasi untuk menarik investasi.

Secara umum, lanjut dia, CJIBF sangat efektif dalam mendongkrak investasi ke Jawa Tengah. Sebab, CJIBF ini menjadi ajang bertemunya para investor dengan pemerintah kabupaten/kota yang punya proyek investasi.

Gelaran kali ini juga menjadi puncak acara dari kegiatan Investment Challenge 2025 yang menjadi bagian dari perhelatan CJIBF tahun ini.

Baca Juga: Dukung Digitalisasi Transaksi Keuangan, Pemprov Jateng Perkuat Infrastruktur Internet pada Blankspot Area

Ada empat pemenang proposal Investment Challenge 2025. Juara pertama diraih oleh Kabupaten Grobogan dengan proposal Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Biomassa;Juara kedua ditempati oleh Kabupaten Demak dengan Pengolahan Sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel); Juara ketiga diraih oleh Kabupaten Brebes dengan Pergudangan dan Industri Pengolahan Garam; dan Juara keempat diraih Kabupaten Pati dengan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Ini semua penting, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, yaitu ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Apalagi, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan penumpu industri nasional, sehingga industri dengan pangan bisa saling mendukung,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

SPPG Polresta Pati Minta Maaf, Distribusi Makan Bergizi Gratis ke SMPN 1 Pati Tersendat

0
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Pati menyampaikan permohonan maaf atas ketidaktepatan distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SMP Negeri 1 Pati pada Senin (3/11/2025) kemarin. Gangguan layanan ini menyebabkan sebagian siswa tidak menerima jatah makanan sesuai jadwal.

Dalam surat resmi bernomor 01/XII/SPP/2025, SPPG menyatakan penyesalan atas kendala tersebut. Dari total 919 porsi yang seharusnya didistribusikan, hanya 318 porsi yang berhasil sampai ke sekolah tepat waktu. Akibatnya, sebagian siswa tidak mendapatkan paket makan bergizi yang dijadwalkan hari itu.

Baca Juga: 116.559 Warga Pati Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah

Kepala SPPG Polresta Pati, Danang Candra Bayuaji menegaskan, bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas keterlambatan distribusi.

“Keterlambatan ini terjadi akibat kesalahan internal dari pihak dapur kami, dan bukan disebabkan oleh pihak sekolah maupun pihak lain,” ujarnya dalam surat resmi permintaan maaf.

Danang menuturkan, pihaknya memahami gangguan yang ditimbulkan, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa.

“Kami sangat menyesal dengan adanya kejadian tersebut, kami menyadari bahwa hal ini telah menimbulkan ketidaknyamanan serta merugikan pihak sekolah dan wali murid,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi anak sekolah merupakan amanah yang harus dijaga. Karena itu, langkah evaluasi dan perbaikan segera dilakukan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan prosedur operasional,” kata Danang.

Sebagai tindak lanjut, SPPG Polresta Pati juga akan meningkatkan sistem pengawasan di seluruh lini produksi dan distribusi makanan.

“Termasuk pengetatan pengawasan waktu proses produksi dan pengantaran, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Baca Juga: Pentolan MPB Merasa Dikriminalisasi, Sampaikan Pesan Perjuangan untuk Warga Pati

Melalui surat yang sama, SPPG menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah serta orang tua siswa atas pengertian mereka terhadap insiden tersebut.

“Besar harapan kami agar hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Danang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Kudus Tetapkan Wisata Bukit Patiayam sebagai Pembangunan Kawasan Perdesaan Strategis

0
Lokasi penggalian di Patiayam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus secara resmi menetapkan Kawasan Wisata Bukit Patiayam sebagai Lokasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Wisata melalui Keputusan Bupati Kudus Nomor 410/428/2021. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan pembangunan desa berbasis potensi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari usulan tujuh kepala desa yang tergabung dalam kawasan Wisata Bukit Patiayam, yakni Desa Terban, Klaling, Tanjungrejo, Honggosoco, Gondoharum (Kecamatan Jekulo), serta Rejosari dan Kandangmas (Kecamatan Dawe). Desa Terban ditetapkan sebagai pusat kawasan, sementara enam desa lainnya berperan sebagai desa penyangga.

Baca Juga: Disdikpora Kudus Bakal Adopsi Pertukaran Pelajar, Apa Manfaatnya?

Kawasan Wisata Bukit Patiayam dikenal sebagai situs bersejarah penting yang merekam jejak kehidupan manusia dan fauna purba sejak 1,2 juta tahun lalu. Situs ini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya sejak 2005 dan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif, budaya, dan alam.

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Tahun 2022–2026, disebutkan bahwa pengembangan kawasan ini akan mengintegrasikan berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, UMKM, dan pariwisata. Edu-wisata menjadi tema utama yang diusung, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Keindahan alam Bukit Puser Angin di Klaling Kudus disebut-sebut seperti Raja Ampat. Foto: Rabu Sipan

RPKP Wisata Bukit Patiayam disusun sebagai dokumen perencanaan jangka menengah lima tahunan yang mengacu pada berbagai regulasi nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang Desa dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 45 Tahun 2020.

Tujuan RPKP tersebut diantaranya, menyediakan pedoman pembangunan kawasan perdesaan bagi pemerintah pusat hingga desa, lalu Mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif.

Selain itu, RPKP juga mengintegrasikan program dan kebijakan lintas sektor dan wilayah.

Baca Juga: Dapur MBG Polres Kudus Sudah Beroperasi 2 Pekan, Intip Berbagai Menunya

Dalam keputusan Bupati Kudus, disebutkan bahwa pembiayaan pembangunan kawasan akan bersumber dari APBD Kabupaten Kudus, APBDes masing-masing desa, serta sumber dana sah lainnya. Kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini.

Dengan penetapan ini, Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat perdesaan. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tim Persijap Jepara Belum Bakal Dirombak Meski Kalah Lima Kali Beruntun 

0
Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Usai tertinggal 1-2 saat melawan Malut United di kandang sendiri pada Senin, (3/11/2025) sore, Tim Persijap Jepara harus menerima kekalahan lima secara beruntun. 

Kekalahan itu membuat berbagai pihak merasa kecewa, termasuk pendukung setia Tim Laskar Kalinyamat. 

Baca Juga: Tim EPA Persijap Jepara Wakili Indonesia dalam Laga K-League di Korea 

Namun, meski kembali gigit jari, Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya mengatakan pihaknya belum akan melakukan perombakan tim. Sebab, pergantian itu juga memang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. 

“Kalau diminta ganti pelatih atau pemain sekarang, belum bisa. Transfer window belum dibuka, jadi kami fokus dulu dengan pemain yang ada,” katanya saat ditemui di Pendopo Jepara, Selasa (4/11/2025). 

Tim pelatih dan manajemen, untuk saat ini akan bekerja keras melakukan evaluasi di setiap pertandingan, termasuk perubahan taktik dan gaya bermain.

“Perubahan permainan menjadi salah satu bentuk evaluasi kami. Kami sudah coba ubah formasi dan gaya bermain. Secara permainan kami cukup puas, tapi hasilnya memang belum sesuai harapan,” jelasnya.

Sementara terkait kekecewaan dari para pendukung Laskar Kalinyamat, Egat meminta agar semua pihak tetap memberikan kepercayaan kepada tim.

“Kami paham betul rasa kecewa teman-teman suporter. Itu hal yang wajar, dan kami di manajemen juga merasakan hal yang sama. Sekarang tinggal bagaimana tim membuktikan lewat hasil di lapangan,” katanya. 

Untuk itu, Egat mengatakan akan mengusahakan semaksimal mungkin di pertandingan selanjutnya. Sebab menurutnya kunci utama kebangkitan Persijap yaitu dengan disiplin menjalankan instruksi pelatih.

“Yang penting sekarang kami berusaha dulu. Kalau bisa main bagus dan menjalankan sistem pelatih dengan baik, hasil pasti akan mengikuti,” ujarnya. 

Menutup pernyataannya, Egat menegaskan bahwa target utama Persijap di pertandingan selanjutnya adalah kemenangan.

Baca Juga: Lima Kali Kalah Beruntun, Pelatih Persijap: ‘Kami Butuh Adapatasi’

“Permintaan suporter jelas, kami juga sama pertandingan berikutnya harus menang. Itu komitmen kami,” tegasnya.

Dengan semangat perbaikan dan dukungan penuh dari manajemen, Persijap Jepara diharapkan segera bangkit dan kembali menampilkan permainan terbaiknya di laga mendatang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kudus Siapkan Sarpras hingga 600 Personel Gabungan

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (4/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (4/11/2025). Sejumlah sarana prasarana (sarpras) kebencanaan, termasuk perahu karet, tenda, hingga sejumlah armada siap untuk mengantisipasi bencana alam di Kota Kretek. 

600 personel dari tim gabungan antar instansi juga disiapkan. Mereka di antaranya meliputi, BPBD Kudus, Kodim 0722/Kudus, Polres Kudus, Dishub Kudus, Satpol PP Kudus, Dinas PUPR, Dinas PKPLH, BBWS, PMI Kudus, PT Sukun Wartono Indonesia, PT Djarum, PT Pura, dan lainnya.

Baca Juga: DPRD Kudus Soroti Pelayanan Buruk RSUD Loekmono Hadi, Usai Video Viral di TikTok

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, kegiatan tersebut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ektrim yang kerap melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Kudus, Januari hingga September 2025, telah terjadi 186 kejadian bencana. Terdiri dari 78 ribu jiwa terdampak, serta potensi kerugian mencapai lebih dari Rp70 miliar. Angka tersebut menurutnya, menjadi pengingat, bahwa tidak hanya merusak kehidupan masyarakat, tapi juga menganggu perekonomian dan infrastruktur daerah. 

“Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk memastikan bahwa respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Sehingga hal ini dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” bebernya. 

Pihaknya memastikan semua pihak sepakat untuk mengantisipasi dan menangani bencana secara bersama-sama. Hal itu dilakukan karena bencana menjadi tanggungjawab semua sektor. 

“Termasuk pengaktifan siskampling, merupakan bagian dari deteksi dini adanya bencana alam mulai dari wilayah terkecil. Kita berdoa semoga Kudus terhindar dari bencana alam,” tuturnya. 

Untuk mengantisipasi bencana alam, ia sudah menyiapkan tiga alat berat berupa eskavator yang berada di Dinas PUPR. Ia menegaskan, alat berat ini bisa digunakan siapa saja, termasuk pihak desa yang memerlukan alat berat untuk menangani bencana alam di daerah. 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko menambahakan, kegiatan apel diikuti oleh 600 personel dari lintas instansi. Mulai sekarang mereka sudah siap diterjunkan, apabila diperlukan. 

“Tujuan adanya kegiatan apel untuk menyiapkan personel maupun sarpras guna menanggulangi bencana. Sehingga ketika terjadi bencana, dapat langsung ditindaklanjuti,” jelasnya. 

Baca Juga: Dapur MBG Polres Kudus Sudah Beroperasi 2 Pekan, Intip Berbagai Menunya

Menurutnya, apel dilakukan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penggulangan Bencana. Selain itu, apel tersebut juga sebagai bagian tindaklanjut dari surat edaran Gubernur Jawa Tengah untuk mempersiapkan penanggulangan bencana di musim hujan. 

“Masyarakat harus tetap waspada dan tidak panik apabila terjadi bencana,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Disdikpora Kudus Bakal Adopsi Pertukaran Pelajar, Apa Manfaatnya?

0
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melakukan studi banding ke SMPN 3 Denpasar, Bali, Jumat (31/10/2025) kemarin. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melakukan studi banding ke SMPN 3 Denpasar, Bali, Jumat (31/10/2025) kemarin. Di mana, kunjungan itu bermaksud untuk mempelajari berbagai program unggulan yang telah sukses diterapkan, untuk diadopsi dalam pendidikan di Kabupaten Kudus.

Rombongan Disdikpora Kudus disambut langsung oleh Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, didampingi Kabid Pembinaan SMP, Kepala SMP 3 Denpasar yang juga Ketua MKKS, dan para pengawas sekolah.

Baca Juga: Dapur MBG Polres Kudus Sudah Beroperasi 2 Pekan, Intip Berbagai Menunya

Berbagai program unggulan yang telah sukses diterapkan di SMPN 3 Denpasar diperkenalkan kepada rombongan Kudus. Di antaranya seperti Denpasar Education Festival yang digelar setiap Bulan Mei sebagai kegiatan mempertontonkan hasil karya guru dan siswa. 

Selanjutnya penyediaan majalah ber-ISBN untuk menampung karya guru dan siswa, digitalisasi pembelajaran smart classroom, pengembangan aplikasi yang dibuat oleh guru yang sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Tak hanya itu, program pertukaran siswa antar sekolah, baik swasta maupun negeri di Denpasar berjalan baik. Pemerintah juga mendorong sekolah swasta untuk maju, agar sekolah negeri dapat lebih fokus menerima siswa dari keluarga tidak mampu.

Dengan sejumlah praktik baik yang sudah berjalan di sana, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut baik. Bahkan pihaknya mengaku tertarik beberapa program yang dapat dijalankan di Kota Kretek. 

“Salah satunya adalah pertukaran pelajar dalam lingkup Kabupaten Kudus. Jadi kita mulai dari skala kecil terlebih dulu. Pertukaran pelajar ini bisa menjadi wadah belajar siswa, bertukar pikiran, memberikan wawasan serta pengalaman yang lebih luas bagi pelajar di Kudus,” bebernya. 

Selain program pertukaran pelajar, Sam’ani mengharapkan Disdikpora Kudus mengkaji kemungkinan pelaksanaan kegiatan seperti Denpasar Education Festival, bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). 

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan kajian dan penyusunan konsep beberapa program yang dinilai bisa dijalankan di Kabupaten Kudus.

Baca Juga: DPRD Kudus Soroti Pelayanan Buruk RSUD Loekmono Hadi, Usai Video Viral di TikTok

Termasuk, program pertukaran antar pelajar di lingkup Kabupaten Kudus. Dia berharap, konsep itu bisa mulai dijalankan pada semester genap atau Bulan Januari 2026 mendatang. 

“Saat ini kami melakukan kajian dan penyusunan konsep program yang akan kita adopsi dari Denpasar. Karena sekolah saat ini masih dalam mempersiapkan semester pertama, jadi untuk pelaksanaan insyaallah akan kita mulai semester depan,” jelasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tim EPA Persijap Jepara Wakili Indonesia dalam Laga K-League di Korea 

0
Pelepasan tim EPA Persijap di Pendopo R.A. Kartini Jepara pada Selasa (4/11/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Tim Elit Pro Academy (EPA) Persijap U-17 mendapat kehormatan mewakili Indonesia dalam ajang laga internasional tingkat Asia (K League) yang akan digelar di Jeju, Korea Selatan, pada 17–23 November 2025.

Apresiasi tinggi diberikan oleh PSSI kepada Persijap U17 yang dianggap layak tampil di kancah internasional berkat performa impresif mereka di kompetisi usia muda nasional. Pelepasan tim berlangsung di Pendopo R.A. Kartini Jepara pada Selasa (4/11/2025). 

Baca Juga: Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Persijap Jepara: Saya Ingin Mematahkan Rekor 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan rasa bangga sekaligus dukungan penuh bagi para pemain muda Persijap. Ia berpesan agar seluruh pemain menjaga kekompakan dan semangat juang selama bertanding.

“Mudah-mudahan bisa membawa kemenangan, membawa kebanggaan untuk Jepara,” katanya saat ditemui di Pendopo Jepara. 

Keikutsertaan Persijap U-17 di laga internasional, menurutnya menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman serta mengasah talenta muda agar tetap eksis di liga elit Indonesia. 

Sementara itu, Manajer EPA Persijap, Istanto, mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Korea Selatan, tim akan menjalani pemusatan latihan di Sekolah Sepak Bola Lembang, Kabupaten Bandung Barat selama satu minggu sebelum berangkat ke Korea Selatan. 

“Pemusatan latihan ini juga untuk beradaptasi dengan suhu dingin, karena kondisi di Korea jauh berbeda dengan di Jepara,” jelas Istanto.

Jumlah pemain yang akan bertanding yaitu sebanyak 18 orang. Mereka sebelumnya sudah mengikuti seleksi yang dilakukan selama pertandingan Elite Pro Academy di Indonesia. 

“Kondisi pemain saat ini 98% dalam kondisi bugar, meskipun baru menjalani jeda kompetisi Elite Pro Academy di Indonesia yang saat ini masih berlangsung,” ujarnya. 

Istanto menarget dengan latihan intens yang nantinya akan diikuti pemain, ia berharap Tim EPA Persijap Jepara U-17 bisa menembus babak final dan membawa pulang piala juara ke Jepara.

“Target kita jelas, bisa masuk ke putaran final dan membawa pulang piala untuk Jepara,” ujarnya. 

Dalam pertandingan selama satu pekan nanti, Tim EPA Persijap Jepara dijadwalkan akan bertanding melawan tim dari Liga Jepang, China, dan Korea. 

Baca Juga: Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

Kebanggaan serupa disampaikan Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, yang menilai kesempatan ini menjadi ajang pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda.

“Ini peluang besar untuk pengembangan diri mereka agar nantinya siap memperkuat tim senior. Kami membentuk mereka untuk jenjang karier yang lebih tinggi” ujar Egat. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lima Kali Kalah Beruntun, Pelatih Persijap: ‘Kami Butuh Adapatasi’

0
Pelatih Persijap, Mario Lemos. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA – Persijap Jepara kembali gigit jari setelah tumbang 1-2 melawan Malut United dalam pekan ke-11 pertandingan Super League Musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Senin, (3/11/2025). 

Kekalahan ini menjadi yang kelima secara beruntun dan turut memperpanjang tren negatif Tim Laskar Kalinyamat. Kekalahan itu membuat anak asuh Mario Lemos harus bertengger di posisi ke-15 dan hanya mendapat 8 poin. 

Baca Juga: Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Persijap Jepara: Saya Ingin Mematahkan Rekor 

Menanggapi kekalahan secara lima kali beruntun, Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos mengatakan kekalahan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.

“Tidak ada alasan dari saya. Semua ini tanggung jawab saya. Semua pemain sudah melakukan yang terbaik di lapangan, tapi kalah tetap kalah,” katanya saat konferensi pers usai pertandingan. 

Meski demikian, pelatih asal Portugal itu mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang telah menunjukkan semangat juang tinggi. Menurutnya, dalam sepak bola, rencana matang sekalipun bisa runtuh oleh detail kecil.

“Kami sudah mencoba semua cara. Memakai lima pemain belakang untuk menahan lawan, lalu berubah ke 4-4-2 untuk menyerang. Tapi lagi-lagi, dari detail kecil lawan bisa comeback dan mencetak gol lagi,” katanya.

Lemos menilai sebagian pemainnya masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan intensitas dan tekanan kompetisi.

“Beberapa pemain kami memang butuh waktu. Tidak bisa langsung bagus di setiap pertandingan. Beda dengan pemain yang sudah berpengalaman seperti Siro dan D. Silva,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan tetap percaya pada skuad yang ada.

“Kami masih percaya dengan mereka. Kami terus berusaha bekerja keras supaya bisa segera mendapatkan poin,” tegasnya.

Kekalahan ini juga membuat Mario memutar otak untuk mempersiapkan tiga laga penting berikutnya melawan Madura FC, Semen Padang, dan Biak FC.

“Kami harus berpikir ke depan. Tiga tim ini posisinya di bawah kami. Bagaimana caranya kami bisa bawa pulang poin dari tiga pertandingan itu. Saya harap bisa lebih mudah,” ujarnya penuh optimisme.

Pemain tengah Hamisi mengakui timnya masih dalam proses beradaptasi dengan kerasnya kompetisi.

“Kami tahu ini pertandingan kelima belum dapat poin, tapi kami tetap berjuang. Mencari kemenangan itu tidak mudah,” ucapnya.

“Tim ini baru, sebagian pemain juga baru tahu bagaimana kerasnya kompetisi. Tapi kami belajar, kami harus improve dan lebih baik ke depan,” tambahnya.

Baca Juga: Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

Hamisi menegaskan, seluruh pemain tidak kehilangan motivasi untuk bangkit.

“Kami akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik buat Persijap. Kekalahan ini jadi pelajaran berharga,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

116.559 Warga Pati Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah

0
116.559 warga Bumi Mina Tani ditetapkan sebagai penerima manfaat dalam program yang digulirkan oleh Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Pati. 116.559 warga Bumi Mina Tani ditetapkan sebagai penerima manfaat dalam program yang digulirkan oleh Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Pati.

Penyaluran bantuan dimulai sejak akhir Oktober 2025, dengan alokasi untuk bulan Oktober hingga November. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.

Baca Juga: Pentolan MPB Merasa Dikriminalisasi, Sampaikan Pesan Perjuangan untuk Warga Pati

”Program ini ditujukan bagi masyarakat penerima manfaat di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang. Peluncuran perdana dilakukan di Kantor Perum Bulog KC Pati, pada Kamis kemarin,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah, Selasa (4/11/2025).

Menurut Nur, sebanyak 116.559 warga Kabupaten Pati telah tercatat sebagai penerima bantuan. Setiap keluarga mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

”Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam kategori kurang mampu,” lanjutnya.

Nur menjelaskan, program bantuan ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat miskin yang terdampak tekanan ekonomi global.

”Bantuan ini adalah hak mutlak masyarakat miskin dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Baca Juga: BNPB Tangani Tanggul Jebol di Batangan Pati, Perbaikan Mulai Dilakukan

Ia juga mengajak berbagai pihak, termasuk media massa, untuk ikut mengawasi jalannya program agar tepat sasaran dan terhindar dari penyelewengan.

”Kita patut berterima kasih karena rakyat kini mendapat tambahan minyak goreng. Ini kebijakan baru dari Bapak Presiden yang perlu kita dukung dan kawal bersama,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dapur MBG Polres Kudus Sudah Beroperasi 2 Pekan, Intip Berbagai Menunya

0
Dapur MBG Polres Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tak hanya fokus pada tugas pemeliharaan keamanan, Polres Kudus juga menunjukkan kepeduliannya terhadap tumbuh kembang generasi muda melalui inovasi sosial yang menyejukkan hati. 

Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polres Kudus menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sekadar mengenyangkan, tapi juga menjadi sarana edukasi mengenal kekayaan kuliner Nusantara.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Bupati Kudus Imbau SPPG Belanja Bahan Pokok di Warga Sekitar dan Pasar Tradisional

SPPG yang berlokasi di Desa Rendeng, Kecamatan Kota Kudus ini telah beroperasi selama dua pekan terakhir. Setiap harinya, tak kurang dari 1.957 porsi makan bergizi gratis dibagikan kepada siswa-siswi dari 10 sekolah di wilayah Kudus, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.

Yang membuatnya menarik, setiap pekan SPPG Polres Kudus menyajikan menu kuliner khas daerah Nusantara. Kali ini, menu yang dipilih adalah Soto Kudus atau Soto Kerbau kuliner legendaris yang sarat akan nilai filosofi dan sejarah toleransi dari Sunan Kudus.

Kepala SPPG Polres Kudus, M. Rafi’ Projo Al Jito, menjelaskan bahwa menu nusantara sengaja dihadirkan agar anak-anak tak hanya mendapatkan asupan gizi, tetapi juga pengetahuan tentang kekayaan cita rasa bangsa.

“Setiap minggu kita tampilkan menu khas daerah di Indonesia. Setelah Soto Kudus, nanti akan ada Nasi Gandul khas Pati, Ayam Betutu dari Bali, dan berbagai menu lainnya. Tujuannya agar anak-anak tahu bahwa Indonesia itu kaya akan kuliner dan budaya,” ujar Projo, Senin (3/11/2025).

Selain nikmat di lidah, menu Soto Kudus juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Daging kerbau yang menjadi bahan utama mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan anak-anak.

“Kandungan protein dalam daging kerbau cukup tinggi, jadi selain enak juga menyehatkan. Kami ingin anak-anak bisa makan bergizi tanpa khawatir,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, SPPG juga memastikan seluruh proses penyajian berjalan aman dan higienis. Mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian selalu diawasi ketat oleh tim kesehatan dan relawan yang dibekali APD lengkap.

“Kita pastikan semua bahan dalam kondisi baik. Setiap tahap kita lakukan pengecekan untuk mencegah adanya gangguan kesehatan atau keracunan makanan,” jelasnya.

Program MBG ini pun mendapat sambutan hangat dari para siswa. Salah satunya, Diana, siswi SD Rendeng, yang mengaku senang bisa menikmati soto khas Kudus buatan SPPG.

“Soto kerbaunya enak banget, gurih dan lezat. Semoga SPPG Polres Kudus makin maju dan menunya makin banyak,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Septi, siswa lain penerima manfaat program MBG, merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.

Baca Juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Tanggapi Video Viral Perawat Kasar, Janji Perbaiki Pelayanan

“Sudah lima kali dapat makan gratis. Rasanya enak, dan lumayan bisa hemat uang saku,” ucapnya.

Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polres Kudus bukan hanya memberi asupan bagi tubuh, tapi juga menguatkan jiwa kebangsaan anak-anak lewat cita rasa Nusantara. Sebuah langkah sederhana, namun bermakna besar bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pendopo Jepara Bakal Diresmikan Sebagai Museum, Dimana Rumah Dinas Bupati Bakal Dipindah? 

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk menjadikan Pendopo Jepara sebagai Museum RA. Kartini saat ini sedang berproses. 

Beberapa pekerja sudah mulai menata ulang ruang bagian dalam pendopo atau bisa disebut pringgitan. Wallpaper dinding yang sebelumnya menghiasi ruangan tersebut, kini mulai dikelupas. 

Baca Juga: DPRD: ‘Data TKA yang Valid Bisa Jadi Potensi PAD Jepara’ 

Nantinya, ruangan tersebut akan dilayout sebagai persiapan peresmian Pendopo Jepara sebagai Museum RA. Kartini yang rencananya akan dilakukan pada Sabtu, (15/11/2025) mendatang oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. 

Sebagaimana diketahui, Pendopo Jepara yang berstatus sebagai Cagar Budaya, selama ini juga difungsikan sebagai Rumah Dinas Bupati Jepara. 

Menanggapi hal itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan apakah nantinya rumah dinasnya akan dipindag atau tidak, ia masih menunggu dari pihak konsultan yang menata Pendopo. 

“Sementara masih disana (untuk rumah Dinas Bupati), sambil melihat masukan dari konsultan kalau disarankan untuk cabut dari situ, ya saya akan cari tempat lagi,” katanya saat ditemui di Depan Gedung Shima Jepara, Senin (3/11/2025). 

Saat disinggung, terkait dimana rumah dinasnya yang baru nanti, Wiwit mengatakan ia akan menetap di kediamannya, yang berada di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo. 

“Kalau memang nanti disarankan, Pak Bupati untuk tidak tinggal disana lagi, ya nanti saya akan pulang ke rumah, kita ngantor dari rumah,” tambahnya. 

Meskipun rencananya akan diresmikan pada pekan depan, Wiwit mengatakan untuk penataan Museum RA. Kartini di Pendopo Kabupaten Jepara baru akan dilakukan pada tahun depan. 

Baca Juga: 5.026 Anak di Jepara Tidak Sekolah, 26,5 Persen Karena Bekerja 

Sebab untuk anggarannya nanti, ia akan mengajukan bantuan dana kepada pemerintah pusat. Kemudian, terkait berapa besaran anggaran yang akan diajukan, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari pihak konsultan. 

“Untuk anggaran kita diskusi dengan bu Rerie, akan kita ajukan ke pusat, jadi kita ajukan sesuai anggaran yang dihitung oleh konsultan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

DPRD Kudus Soroti Pelayanan Buruk RSUD Loekmono Hadi, Usai Video Viral di TikTok

0
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Mardijanto, menyoroti buruknya pelayanan RSUD Loekmono Hadi yang dikeluhkan warga dan sempat viral di media sosial TikTok.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan dan menjadi tamparan bagi rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Bupati Kudus Imbau SPPG Belanja Bahan Pokok di Warga Sekitar dan Pasar Tradisional

“Jujur saja, sangat disayangkan. Kami berharap RSUD Loekmono Hadi bisa menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik di Kabupaten Kudus,” ujar Mardijanto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025).

Politikus Partai Demokrat itu mengaku telah menonton video viral yang menunjukkan dugaan sikap tidak ramah perawat terhadap pasien. Meski unggahan tersebut kini telah dihapus oleh pemilik akun @NailiNely, ia menilai peristiwa itu mencerminkan perlunya pembenahan serius di sektor pelayanan publik RSUD.

Mardijanto menegaskan, Komisi D DPRD Kudus akan segera memanggil pihak RSUD untuk meminta klarifikasi terkait kasus viral tersebut serta membahas langkah perbaikan ke depan.

“Kami akan memanggil manajemen RSUD Loekmono Hadi. Pemanggilan ini untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan perbaikan pelayanan benar-benar dilakukan,” tegasnya.

Selain persoalan sikap tenaga medis, ia juga masih menerima laporan adanya perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dan non-BPJS, yang menurutnya tidak boleh terjadi di rumah sakit pemerintah.

“Pasien BPJS itu bukan gratis, mereka juga membayar. Jadi seharusnya tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Semua pasien wajib mendapatkan pelayanan terbaik,” tandasnya.

Mardijanto meminta agar pihak RSUD tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menjatuhkan sanksi tegas bagi tenaga kesehatan yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau memberikan pelayanan buruk kepada pasien.

“Kalau terbukti tidak profesional, harus ada sanksi, agar ada efek jera. Supaya RSUD Loekmono Hadi nantinya benar-benar bisa menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik dan menjadi contoh di Kudus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa kasus viral tersebut telah diselesaikan secara internal. Pengunggah video juga telah menghapus kontennya setelah dilakukan klarifikasi.

“Kasus sudah selesai. Namun tetap kami jadikan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik,” kata Hakam.

Ia menjelaskan, perawat yang muncul dalam video telah dilakukan pembinaan oleh Bidang Keperawatan, dan saat ini sedang dilakukan audit internal untuk menentukan tingkat pelanggaran.

“Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, maka akan diberikan Surat Peringatan (SP). Tenaga kesehatan yang mendapat SP akan dikenai pemotongan insentif hingga 20 persen,” jelasnya.

Baca Juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Tanggapi Video Viral Perawat Kasar, Janji Perbaiki Pelayanan

Hakam menambahkan, evaluasi pelayanan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Setiap apel pagi juga terus ditekankan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja dengan hati dan profesionalisme tinggi.

“Kami pastikan pelayanan akan terus kami perbaiki. Karena bagi kami, pelayanan pasien tetap nomor satu,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -