31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

DPRD Kudus Soroti Pelayanan Buruk RSUD Loekmono Hadi, Usai Video Viral di TikTok

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Mardijanto, menyoroti buruknya pelayanan RSUD Loekmono Hadi yang dikeluhkan warga dan sempat viral di media sosial TikTok.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan dan menjadi tamparan bagi rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Bupati Kudus Imbau SPPG Belanja Bahan Pokok di Warga Sekitar dan Pasar Tradisional

-Advertisement-

“Jujur saja, sangat disayangkan. Kami berharap RSUD Loekmono Hadi bisa menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik di Kabupaten Kudus,” ujar Mardijanto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025).

Politikus Partai Demokrat itu mengaku telah menonton video viral yang menunjukkan dugaan sikap tidak ramah perawat terhadap pasien. Meski unggahan tersebut kini telah dihapus oleh pemilik akun @NailiNely, ia menilai peristiwa itu mencerminkan perlunya pembenahan serius di sektor pelayanan publik RSUD.

Mardijanto menegaskan, Komisi D DPRD Kudus akan segera memanggil pihak RSUD untuk meminta klarifikasi terkait kasus viral tersebut serta membahas langkah perbaikan ke depan.

“Kami akan memanggil manajemen RSUD Loekmono Hadi. Pemanggilan ini untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan perbaikan pelayanan benar-benar dilakukan,” tegasnya.

Selain persoalan sikap tenaga medis, ia juga masih menerima laporan adanya perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dan non-BPJS, yang menurutnya tidak boleh terjadi di rumah sakit pemerintah.

“Pasien BPJS itu bukan gratis, mereka juga membayar. Jadi seharusnya tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Semua pasien wajib mendapatkan pelayanan terbaik,” tandasnya.

Mardijanto meminta agar pihak RSUD tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menjatuhkan sanksi tegas bagi tenaga kesehatan yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau memberikan pelayanan buruk kepada pasien.

“Kalau terbukti tidak profesional, harus ada sanksi, agar ada efek jera. Supaya RSUD Loekmono Hadi nantinya benar-benar bisa menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik dan menjadi contoh di Kudus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa kasus viral tersebut telah diselesaikan secara internal. Pengunggah video juga telah menghapus kontennya setelah dilakukan klarifikasi.

“Kasus sudah selesai. Namun tetap kami jadikan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik,” kata Hakam.

Ia menjelaskan, perawat yang muncul dalam video telah dilakukan pembinaan oleh Bidang Keperawatan, dan saat ini sedang dilakukan audit internal untuk menentukan tingkat pelanggaran.

“Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, maka akan diberikan Surat Peringatan (SP). Tenaga kesehatan yang mendapat SP akan dikenai pemotongan insentif hingga 20 persen,” jelasnya.

Baca Juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Tanggapi Video Viral Perawat Kasar, Janji Perbaiki Pelayanan

Hakam menambahkan, evaluasi pelayanan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Setiap apel pagi juga terus ditekankan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja dengan hati dan profesionalisme tinggi.

“Kami pastikan pelayanan akan terus kami perbaiki. Karena bagi kami, pelayanan pasien tetap nomor satu,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER