Beranda blog Halaman 119

Resmi Disahkan, Berikut Daftar Tarif Retribusi Jepara yang Alami Kenaikan 

0
Hasanuddin Hermawan (Kiri) bersama Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna (Kanan). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Besaran tarif retribusi yang sebelumnya tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2024 resmi mengalami kenaikan. 

Perubahan tarif itu resmi disepakati oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara dalam sidang paripurna yang digelar di Kantor DPRD Jepara, pada Kamis (4/12/2025). 

Baca Juga: Perda Kenaikan Retribusi Jepara Mulai Berlaku Januari 2026 

Dalam draft laporan pembahasan rancangan Perda tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, total terdapat delapan sektor yang mengalami kenaikan dan penyesuaian tarif. 

Pertama, pada sektor retribusi jasa parkir di tepi jalan umum. Untuk parkir sepeda motor yang semula Rp1 ribu menjadi Rp2 ribu dan mobil yang semula Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu. 

Selain itu juga terdapat penambahan objek baru berupa jasa parkir untuk sepeda dan andong. Besarannya, untuk sepeda Rp1 ribu dan Andong Rp5 ribu. 

Kedua, pelayanan pasar untuk pedagang yang menggunakan mobil keliling, yang semula Rp10 ribu menjadi Rp25 ribu per hari. 

Ketiga, pelayanan jasa penumpang kapal dari semula Rp2 ribu, untuk kapal roll on – roll off menjadi Rp5 ribu dan kapal cepat menjadi Rp15 ribu. Namun untuk warga Karimunjawa tetap Rp2 ribu. 

Ke-empat, sewa gedung wanita yang tarif retribusinya sebelumnya dibebankan per pemakaian, diubah berdasarkan waktu pemakaian yaitu siang dan malam. 

Ke-lima, tarif Rumah Susun Sewa Sementara (Rusunawa) naik di kisaran Rp20-25 ribu per rumah. 

Ke-enam, tarif sewa Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) kini dibedakan berdasarkan waktu pagi, siang, dan malam, dengan kisaran untuk latihan tanpa penonton mulai Rp2-5 juta per pertandingan, uji coba dengan penonton Rp3-15 juta per pertandingan, serta pertandingan liga atau kompetisi Rp5-Rp30 juta per pertandingan. 

Ketujuh, kenaikan tarif untuk kendaraan alat berat dan penambahan objek truck self loader pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Terakhir yaitu penyesuaian tarif layanan kesehatan pada RSUD Kartini Jepara. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara, Hasanuddin Hermawan mengatakan kenaikan tarif retribusi tersebut diharapkan mampu berdampak pada kenaikan pendapatan daerah. 

Namun, ia belum bisa menyebutkan secara pasti berapa persen angka kenaikan pendapatan daerah usai adanya penyesuaian tarif retribusi tersebut. 

Baca Juga: Progam MBG di Jepara Ternyata Juga Rekrut Penyandang Disabilitas 

“Untuk presentasi (kenaikan pendapatan daerah) nanti akan kita lihat dulu. Karena hari ini baru disahkan dan APBD Jepara 2026 juga sudah disahkan pada 27 November kemarin,” kata Hasanuddin saat ditemui usai pelaksanaan sidang paripurna. 

Sebagai langkah awal, pada pertengahan bulan Desember ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya perubahan tarif retribusi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sangat Dinantikan, Siswa SD 7 Bulungcangkring Akhirnya Mulai dapat MBG 

0
Para siswa SD 7 Bulungcangkring akhirnya mulai menikmati Program Makan Bergizi (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang resmi berjalan pada Jumat (28/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Para siswa SD 7 Bulungcangkring akhirnya mulai menikmati Program Makan Bergizi (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang resmi berjalan pada Jumat (28/11/2025). Setelah sempat mengalami mundur jadwal dari rencana awal pada akhir Agustus, 142 siswa di sekolah tersebut kini dapat menerima makanan bergizi setiap hari.

Salah satu guru di SD 7 Bulungcangkring, Heny Amro Ainy mengatakan, para siswa sangat menantikan hadirnya program ini. Menurutnya, pendataan sudah dilakukan jauh sebelumnya, namun distribusi baru terealisasi pada akhir November.

Baca Juga: APBD Kudus 2026 Disahkan, DPRD Tekankan Prioritas Layanan Publik

“Anak-anak sangat menantikan karena pendataan sudah dilakukan kemarin, tapi tidak kunjung dapat. Baru sekarang menerima pada Jumat 28 November 2025. Saya maklum karena banyak sekolah lain juga menunggu, sehingga saya ajarkan kepada anak untuk tetap bersyukur karena tidak semua orang bisa dapat,” jelasnya.

Ia bersyukur menu yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh para murid. Menu makanan yang disajikan antara lain ayam, tahu, sayuran, dan buah-buahan.

“Alhamdulillah sejauh ini makanannya selalu habis. Menu bisa diterima anak,” ungkapnya.

Distribusi makanan juga berjalan lancar. Ia mengaku, jika terdapat kekurangan, pihak sekolah langsung mendapatkan penggangi dengan cepat.

“Misalkan ada kekurangan, saya sampaikan, dan langsung diberikan. Responsif,” ujarnya.

Baca Juga: Unik, SPPG di Kudus Ini Bagikan MBG Pakai Kostum Superhero

Salah satu siswa, Farrel terlihat lahap menyantap menu yang diberikan. Apalagi kehadiran ‘Superman dan Spiderman’ di sekolahnya membuatnya kegirangan.

“Senang karena yang membawa MBG menggunakan kostum superhero. Jadi terlihat lebih seru,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Persembahkan Kost Pak Uger, Komunitas Keset Fasilitasi Ekpresi Seniman Muda Kudus

0
Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi saksi gelaran pementasan beberapa teater yang berlangsung meriah pada Kamis (4/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi saksi gelaran pementasan beberapa teater yang berlangsung meriah pada Kamis (4/12/2025). Acara ini menghadirkan tiga kelompok teater dari jenjang berbeda, mulai dari SMP, MA hingga komunitas umum, yang semuanya tampil dalam satu panggung bersama.

Pementasan dibuka oleh Teater Tutur Marjuki dari SMP 4 Kudus dimulai pukul 16.30 WIB, disusul Teater Matra dari MA Al Hidayah pukul 19.00 WIB, dan ditutup oleh Keluarga Segitiga Teater (Keset) yang tampil sekitar pukul 20.30 WIB. Acara tersebut mempersembahkan “Parade Kost Pak Uger” yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Kelompok Segitiga Teater Kudus Persembahkan ‘Parade Kost Pak Uger’

Pimpro Keset, Petrus Budi Utomo menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memfasilitasi pelaku seni, baik mulai tingkat sekolah maupun umum di Kudus. Tak hanya itu, adanya kegiatan itu sebagai ruang untuk mengekpresikan esensi teater dari sisi paling mendasar: kata demi kata yang menghidupkan cerita.

“Ini bentuk memfasilitasi dan menyediakan ruang bersama, baik dari teater tingkat sekolah SMP, SMA, maupun umum,” ujarnya.

Menurutnya, dari beberapa pementasan yang paling ditunggu adalah karya “Kost Pak Uger” menjadi sajian utama. Naskah ini merupakan adaptasi dari Naskah “Kos Bebas Campur” karya Idham Ardi Nurcahyo, seorang teaterawan asal Solo yang dikenal tajam dalam menyoroti dinamika sosial masyarakat urban.

Adaptasi baru ini menghadirkan pendekatan segar, tanpa meninggalkan atmosfer asli yang telah menjadi identitas karya tersebut. Kehadiran naskah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan teater daerah sekaligus kontribusi bagi pengembangan khasanah teater kontemporer di Jawa Tengah.

“Kemarin Keset hanya pentas biasa, sekarang kami buat lebih meriah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya masih banyak kelompok yang ingin menampilkan karya terbaiknya, namun waktu dan kesiapan teknis menjadi keterbatasan. Keset sendiri menampilkan format dramatikal reading sebagai ciri khas kelompoknya.

“Dramatikal reading ini sekaligus menjadi simbol dari teater Keset,” ungkapnya.

Ia menyebut, bahwa pementasan teater di UMK dengan panggung yang sama jarang terjadi sebelumnya, sehingga acara ini menjadi momentum penting bagi seniman muda dan komunitas teater di Kudus.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, dengan penonton tidak hanya dari Kudus tetapi juga datang dari Semarang, Pati, dan Jepara.

Baca Juga: Jadi Ruang Dekatkan Seni Pada Masyarakat, Gelar Budaya Plat K Kembali Digelar 

Petrus berharap gelaran ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar pelaku teater, baik dari sekolah maupun komunitas umum, utamanya di Kabupaten Kudus. 

“Harapannya terjalin hubungan baik antara teater tingkat sekolah maupun umum, ada sinergitas, jadi tidak terkotak-kotak,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Aktivitas Tambang Kendeng Tuai Sorotan,Disebut Rusak Habitat Hewan hingga Sumber Mati Air

0
Pegunungan Kendeng. Foto: Betanews.id

BETANEWS.ID, PATI – Aktivitas Pertambangan di Pegunungan Kendeng kini kembali menjadi sorotan. Hal ini setelah aktivis Kendeng, Gunretno dipanggil Polda Jateng usai dilaporkan dengan dugaan mengganggu atau menghalang-halangi aktivitas penambangan.

Koordinator Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto menilai, pertambangan berdampak buruk terhadap ekosistem di Pegunungan Kendeng. Salah satunya merusak habitat hewan yang ada di pegunungan kapur tersebut.

Baca Juga: Puluhan Warga Sukolilo Geruduk Polda Jateng, Kawal Pemeriksaan Aktivis Kendeng

“Ada hewan yang seharusnya dilindungi, tempat mereka dirusak. Saat ini ke mana larinya. Ini pihak pemerintah dan pemilik tambang tidak pernah memikirkan terkait ekosistem dan hewan-hewan yang dilindungi. Pemilik tambang hanya memikirkan keuntungannya saja,” ujarnya.

Ia menyebut ada beragam jenis hewan yang habitatnya rusak akibat dampak pertambangan. Seperti habitatnya burung hantu. Padahal, keberadaan burung hantu dianggap memberikan manfaat besar bagi petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama tikus.

“Dulu ada merak merah khas pegunungan Kendeng, terus ada elang putih, termasuk burung hantu. Bukit yang ditambang itu merupakan sarang burung hantu yang membantu petani. Berdampak terhadap petani jika burung hantunya tempatnya dihancurkan tambang,” sebutnya.

Selain merusak habitat hewan, aktivitas pertambangan juga disebut merusak ekosistem tumbuhan di Pegunungan Kendeng. Menurutnya, banyak tumbuhan yang harusnya dilindungi di kawasan tersebut.

“Misalnya dulu pernah tumbuh Cendana, khas pegunungan Kendeng, pohon sonokeling merah dan hitam. Cendana itu kayu yang digunakan masyarakat untuk pembakaran. Yang baunya wangi,” ucapnya.

Tak hanya itu, puluhan sumber mata air di Pegunungan Kendeng juga diduga rusak akibat tambang. Slamet menyebut ada sumber mata air yang mengering dan berkurang debit airnya.

Baca Juga: Renovasi GOR Pesantenan Masuki Tahap Akhir

“Sumber mata air di kecamatan Sukolilo ada ratusan. Mulai dari Prawoto sampai Kedumulyo. Sedangkan yang terdampak tambang ada puluhan,” bebernya.

Belum lagi dampak tambang yang dinilai mengganggu masyarakat sekitar. Mulai suara alat berat hingga debu yang juga dinilai menganggu kesehatan warga sekitar lokasi penambangan. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Musik dalam Teater: Unsur Penentu yang Masih Sering Diremehkan

0
Proses latihan penggarapan musik Teater Keset. Foto: Nur Choiruddin

Nur Choiruddin, Pekerja teater yang bekerja di MNC Media Group

Dalam teater, musik sering dipahami sebagai elemen estetis yang memperindah suasana. Namun bagi para pekerja seni yang menekuni proses penggarapan musik secara serius, posisi musik jauh melampaui sekadar penghias. Musik adalah bahasa emosional, pengatur ritme dramatik, dan penyusun atmosfer. Tanpa musik, banyak pertunjukan kehilangan kedalaman; tanpa penggarapan musik yang serius, banyak pertunjukan kehilangan daya hidupnya.

Ironisnya, justru di banyak pementasan teater, terutama di tingkat komunitas, kampus, hingga kelompok kecil independen, musik masih dianggap elemen sampingan—sekadar tempelan.

WS Rendra dalam esai-esai estetikanya, selalu menekankan bahwa teater bekerja dengan energi. Energi itu tidak hanya berasal dari tubuh aktor, tetapi juga dari ritme dan bunyi yang melingkupi panggung. Musik, bagi Rendra, adalah “penyambung rasa”—penghubung yang mengantar penonton masuk ke dunia lakon.

Sutradara dan koreografer Sardono W. Kusumo menyerukan hal serupa. Dalam banyak kuliah seninya, ia menegaskan bahwa bunyi—baik musik, suara napas, gesekan benda, atau ambience—adalah ruang tak terlihat yang menentukan atmosfer. Musik dapat menciptakan kesunyian yang menegangkan, ruang yang muram, atau energi yang mendesak.

Peter Brook (sutradara teater legendaris asal Inggris yang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan teater modern dunia) dalam The Empty Space (1968) menyatakan bahwa teater modern bekerja dengan kehadiran yang paling sederhana sekaligus paling subtil: cahaya, tubuh, dan bunyi. Musik bukan hanya “ilustrasi”, tetapi alat dramaturgis yang menggerakkan makna.

Secara dramaturgis, musik dalam teater memikul sejumlah fungsi esensial yang berkontribusi langsung terhadap konstruksi makna pementasan. Pertama, musik berperan dalam membangun atmosfer dramatik melalui pemberian warna emosional yang memediasi persepsi penonton terhadap adegan. Kedua, musik mengatur ritme pementasan, khususnya dalam mengontrol fluktuasi tensi dramatik yang menjadi penopang dinamika alur. Ketiga, musik berfungsi menandai pergeseran ruang dan waktu, menghadirkan isyarat transisional yang subtil tanpa menggunakan bahasa verbal.

Dan keempat, motif musikal dapat berperan dalam pembentukan karakter, memberikan penegasan identitas melalui asosiasi bunyi yang konsisten. Terakhir, musik dapat beroperasi sebagai struktur dramatik itu sendiri—bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan kerangka emosional yang mengorganisasi pengalaman dramaturgis secara menyeluruh. Begitu kata Brook.

Sayangnya, semua potensi ini sering tidak tergarap karena musik dianggap sekadar pengisi ruang pagung yang tengah hening.

Di balik idealisme estetik, praktik lapangan menunjukkan masalah mendasar: musik sering dikerjakan paling akhir, bahkan sering hanya “diselipkan” ketika pementasan sudah hampir rampung. Banyak kelompok teater masih menempatkan musik sebagai unsur kosmetik.

Beberapa kelompok baru mulai memikirkan musik ketika latihan hampir selesai. Penata musik dipanggil mendadak, sering kali tanpa ruang dialog dengan sutradara atau penata artistik. Hasilnya hampir selalu sama: musik terasa tempelan.

Iwan Effendi (Pendiri Papermoon Puppet Theatre) dalam banyak seminar menyebut fenomena ini sebagai “kultur tempelan”. Musik datang belakangan, ditempelkan seperti perekat estetis, bukan diciptakan sebagai bagian dari struktur pementasan.

Bukan rahasia bahwa banyak pementasan hanya mengandalkan lagu-lagu populer atau instrumental yang “dirasa cocok”. Tidak ada riset soundscape, tidak ada pembacaan naskah, tidak ada eksplorasi bunyi. Padahal musik seharusnya lahir dari dunia lakon, bukan dari playlist pribadi. Akibatnya, musik gagal membangun atmosfer unik. Ia hanya jadi dekorasi.

Dalam ajaran Prof. Sardono, tubuh aktor seharusnya bergerak dalam kesadaran bunyi. Namun dalam banyak produksi, aktor berlatih tanpa musik, lalu musik baru ditambahkan saat run-through akhir. Tidak ada waktu bagi tubuh untuk “menyatu” dengan ritme bunyi. Hasilnya, aktor terlihat berjalan di garis yang berbeda dari musiknya.

Beberapa kelompok memprioritaskan latihan acting, blocking, dan penghafalan naskah, tetapi meremehkan bahwa teater adalah seni multidisiplin. Menganggap musik tidak sepenting acting adalah kesalahan konseptual yang masih sering terjadi.

Teater bukan drama radio: ia adalah pengalaman ruang, tubuh, dan bunyi. Ketika musik hanya menjadi pelengkap, sejumlah dampak muncul. Pementasan menjadi kehilangan dinamika dan tanpa musik yang terencana, ritme dramatik datar. Penonton mudah lelah, sulit masuk ke dalam cerita.

Atmosfer tidak terbangun, adegan tegang tidak terasa tegang, adegan sedih tidak benar-benar menggerakkan emosi. Makna menjadi kabur dan musik yang asal pilih sering kontradiktif dengan dramaturgi, mengacaukan pesan yang ingin disampaikan. Yang lebih parah pementasan terasa amatir, tidak peduli seberapa bagus acting-nya, musik asal-asalan membuat keseluruhan pementasan tampak tidak profesional.

Dan sering dilupkan bahwa penonton tidak mendapatkan pengalaman multisensory padahal kekuatan teater terletak pada pengalaman ruang dan bunyi yang hidup itu.

Ada kelompok yang justru memulai penciptaan dari eksplorasi bunyi. Beberapa kelompok teater kontemporer—di Indonesia maupun dunia—menggunakan musik live, improvisasi, soundscape elektronik, bahkan bunyi-bunyi dari tubuh dan objek sehari-hari.

Teater Garasi, misalnya, kerap menggabungkan musik eksperimental dengan ruang pertunjukan. Teater Koma memusatkan komposisi musik sebagai penopang dramaturgi. Praktik-praktik ini menunjukkan bahwa ketika musik digarap sejak awal, pementasan tumbuh dengan napas yang lebih kuat.

Untuk keluar dari pola “musik sebagai tempelan”, pementasan teater harus bergerak ke arah: penggarapan musik sejak tahap awal, bersama dramaturgi. Dialog intens antara sutradara, penata musik, penata gerak, dan aktor. Eksplorasi bunyi, bukan sekadar memilih lagu. Musik sebagai struktur, bukan dekorasi. Dan latihan musik dengan adegan secara bersamaan agar tubuh aktor menyatu dengan ritme.

Dengan perubahan pola pikir ini, musik akan kembali ke posisi idealnya: bukan pelengkap, tetapi roh yang menghidupkan pementasan.

Teater tidak hanya dilihat—teater juga harus didengar. Ketika musik dirancang dengan kesadaran estetis, ia tidak sekadar terdengar; ia memengaruhi tubuh, emosi, dan pikiran penonton. Ia menciptakan dunia. Teater yang “mengabaikan musik” ibarat tubuh tanpa detak. Ia bergerak, tetapi tidak benar-benar hidup.

Secara personal, saya pernah beberapa kali mengikuti proses latihan penggarapan sejumlah naskah di Keluarga Segitiga Teater (Teater Keset), saya sering melihat bahwa latihan musik hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan dari latihan aktor. Para pemusik (nyaris) tidak pernah absen; mereka duduk, mengamati, lalu terlibat langsung dalam berbagai adegan yang tengah dibangun.

Pernah suatu kali, dalam salah satu proses penggarapan, sutradara (saat itu Zaki Zamani) menghentikan seluruh sesi latihan aktor. Latihan tersebut kemudian berubah total menjadi sesi eksplorasi musik selama lebih dari dua jam. Itu terjadi dalam dua kali latihan berturut. Aktor berhenti bergerak, namun energi ruangan justru mengental: sutradara menilai bahwa musik belum “klop”, belum menemukan nuansa dan emosi yang tepat untuk menopang adegan.

Sepanjang waktu itu, para pemusik mencoba berbagai pola ritme, warna bunyi, dan transisi emosi. Sutradara mendengarkan dengan saksama, kadang meminta pengulangan, kadang memberi arahan detail tentang rasa yang ingin dicapai.

Latihan baru dihentikan setelah “nada yang dicari” akhirnya ditemukan—nuansa, emosi, dan cara masuk musik yang dianggap pas oleh sutradara. Sesi ditutup dengan catatan teknis: bagaimana musik masuk, di momen apa, dan dengan karakter seperti apa. Materi itu kemudian menjadi pegangan penting untuk sesi latihan berikutnya, memengaruhi cara aktor membangun ritme dan dinamika permainan mereka.

Namun jujur, tak semua pentas Teater Keset berhasil dalam urusan penggarapan musik ini. Namun seringkali musik ini “menolong “ pementasan teater Keset menjadi utuh seluruh. Dan sebagai husnudzon, mari kita buktikan hal tersebut, pada pementasan Teater Keset mendatang dalam lakon “Parade Kost Pak Uger”, Kamis, 4 Desember 2025, di auditorium Universitas Muria Kudus, pukul 19.00. Semoga.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Senangnya 100 Pengemudi Ojol di Jepara Dapat Bantuan Ganti Oli dan Servis Gratis 

0
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Baznas RI menggelar program servis dan ganti oli gratis bagi pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Baznas RI menggelar program servis dan ganti oli gratis bagi pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Jepara. 

Kegiatan tersebut berlangsung di area Gedung Wanita Jepara pada Kamis-Jumat, (4-5/12/2025) dan diikuti oleh 100 penerima manfaat.

Baca Juga: LP3H Puspelindo Jateng Serahkan Ratusan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM Bangsri Jepara

Ketua Baznas Jepara, Sholih mengatakan program itu diharapkan bisa membantu para pengemudi ojol dalam menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima, sehingga dapat menunjang keberlangsungan pekerjaan mereka sebagai tulang punggung keluarga.

Adapun dana kegiatan dihimpun dari sedekah konsumen melalui gerai Alfamart dan Alfamidi. Secara nasional, program ini ditarget mampu menyasar sebanyak 5.000 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. 

“Program ini menyasar para pengemudi ojek online yang penghasilannya masih terbatas, sehingga termasuk dalam kategori mustahik yang berhak menerima bantuan dana zakat. Harapan kami, kegiatan ini membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkap Sholih saat menyerahkan bantuan service dan oli gratis pada Kamis, (4/12/2025). 

Ia juga berharap para penerima manfaat ke depan dapat semakin sejahtera dan suatu saat mampu menjadi muzakki. 

“Semoga para ojek online semakin maju, penumpangnya semakin banyak, pendapatannya meningkat, dan kelak bisa membantu orang lain melalui zakat dan sedekah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ana Dwi Cahyani, (42) salah satu pengemudi ojol mengaku sangat merasa terbantu dengan adanya program servis dan ganti oli gratis dari Baznas. Terlebih, kegiatan itu baru pertama kalinya menyasar pengemudi Ojol. 

“Kami senang ada servis gratis ini. Kalau bisa sering-sering dilakukan, termasuk bantuan lainnya,” kata Ana. 

Baca Juga: Perda Kenaikan Retribusi Jepara Mulai Berlaku Januari 2026 

Lebih lanjut warga Desa Mulyoharjo itu mengaku jika untuk merawat motor yang digunakan untuk ngojek, dirinya rutin mengganti oli setiap bulan. Sedangkan untuk servis setiap dua bulan sekali.

“Biasanya ganti oli 50 ribu dan servis sekitar 200 ribu. Dengan bantuan dari Baznas ini tentu mengurangi pengeluaran bulanan saya,” jelas Ana. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jembatan Paling Tua di Kesambi Kudus Ambles, Diduga Akibat Kiriman Sampah hingga 200 Kubik

0
Jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Jekulo, ambles, Kamis (4/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Jekulo, ambles, Kamis (4/12/2025). Peristiwa itu diduga disebabkan karena kiriman sampah dari hulu yang diperkirakan sampai 200 kubik.

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri mengatakan, bahwa kejadian longsornya jembatan terjadi pada pukul 13.40 WIB. Di mana ketika itu, Desa Kesambi diguyur hujan deras selama setengah jam sejak pukul 11.00-11.30 WIB. 

Baca Juga: APBD Kudus 2026 Disahkan, DPRD Tekankan Prioritas Layanan Publik

“Lalu 12.52 banjir datang, karena yang datang sampahnya sangat luar biasa (banyak). Sedangkan Pemdes belum sampai tiga pekan ini sudah membersihkan sampah belum sampai kelar, ini datang lagi. Kemudian pukul 13.40 terjadi pondasi jembatan longsor atau patah,” katanya saat ditemui di lokasi.

Akibatnya, jembatan saat ini tidak lagi bisa menjadi akses bagi warga setempat. Saat ini kondisi jembatan bahkan terlihat miring, dari sebelah barat naik dan sebelah timur turun.

Pihaknya saat ini telah memberikan batas, agar jembatan tidak dilalui oleh masyarakat. Hal itu dilakukan demi untuk memberikan keselamatan bagi warga sekitar. 

“Penanganan sementara saat ini agar tidak menjadikan musibah ke masyarakat. Sehingga kita kasih rambu-rambu agar warga tidak lewat jembatan tersebut,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, pemicu terjadinya Jembatan 1 Desa Kesambi ambles, karena jembatan tertutup oleh sampah yang begitu banyak. Tidak adanya celah air untuk mengalir, sehingga menggerus pondasi dan terjadilah peristiwa itu. 

“Kalau kita lihat debitnya tidak tinggi, atau masih di batas wajar. Cuma sampah yang datang sangat banyak. Kalau warga Kesambi adanya kondisi banjir sudah terbiasa, ini tadi pada kaget karena jembatan ini meruapkan jembatan paling kuat, paling lama yakni dibangun pada 1981,” ujarnya.

Saat ini pihak desa sudah melakukan koordinasi dengan pihak PUPR dan BPBD Kudus untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia mengaku siap apabila diperbantukan untuk membersihkan sampah yang ada. 

“Volume sampah lebih dari 40 unit dam truk kalau diambil. Satu truk dibuat rata-rata 5 kubik jadinya sekitar 200 kubik sampah, apalagi kayunya besar-besar,” jelasnya. 

Baca Juga: Unik, SPPG di Kudus Ini Bagikan MBG Pakai Kostum Superhero

Diketahui, panjang jembatan yang mengalami ambles tersebut sekitar 20 meter dengan lebar 2 meter. Jembatan tersenut menghubungkan dua RW, yang mana RW 3 menjadi RW yang paling terdampak karena akses jalannya terdekat dari jembatan tersebut.

“Akses tidak ada masalah. Cuma karena sudah terbiasa bahwa di Jembatan 1 ini memang menjadi akses penghubung yang paling dekat, jadi agak repot,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Nelangsanya Pedagang Pasar Bitingan Kudus, Berjualan di Tengah Genangan Karena Atap Bocor

0
Pedagang Pasar Bitingan Kudus berjualan di tengah genangan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pasar Bitingan Kabupaten Kudus bocor dan banjir saat hujan, Kamis (4/12/2025). Keadaan tersebut membuat pasar semakin sepi pengunjung.

Beberapa pedagang tetap beraktifitas dan sibuk dengan dagangan mereka meski tak ada pembeli. Terlihat, kaki-kaki mereka mondar-mandir di genangan air yang keruh.

Baca Juga: APBD Kudus 2026 Disahkan, DPRD Tekankan Prioritas Layanan Publik

Salah satu pedagang yakni, Muslimah menyampaikan, atap Pasar Bitingan memang sudah lama bocor. Hal tersebut sudah berjalan selama tiga tahun dan belum ada perbaikan dari dinas terkait.

“Sudah tiga tahun bocor. Setiap hujan pasti kebanjiran,” ujar Muslimah, Kamis (4/12/2025).

Dia mengungkapkan, bahwa keadaan Pasar Bitingan saat ini sudah sepi pengunjung. Ketika hujan dan banjir, jadi makin sepi dan pendapatan turun drastis.

“Atap dan talang pasar banyak yang bocor. Para pedagang sudah iuran secara swadaya untuk perbaikan semampunya tapi kurang efektif dan masih bocor,” bebernya.

Pedagang anaka telur tersebut pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera melakukan perbaikan. Agar atap dan talang pasar tak lagi bocor dan pedagang nyaman berjualan.

“Harapannya bisa segera diperbaiki. Agar kami para pedagang dan pembeli itu nyaman ketika berbelanja di Pasar Bitingan, tidak seperti saat ini,” tandas Muslimah sembari menunjuk genangan air.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya yakni Tutik Asiani. Tutik mengatakan, atap pasar bocor itu sudah terjadi beberapa tahun. Setiap hujan pasti bocor dan banjir.

“Padahal ini tadi hujan hanya satu jam, sudah tergenang. Apalagi kalau lebih lama, pasti keadaannya makin parah,” ujarnya.

Baca Juga: Unik, SPPG di Kudus Ini Bagikan MBG Pakai Kostum Superhero

Dia pun berharap, ada solusi nyata dari pemerintah daerah untuk perbaikan. Supaya saat hujan Pasar Bitingan tak lagi kebocoran, serta pelanggan jadi pada betah untuk membelanjakan uangnya.

“Semoga dengan keadaan seperti ini dinas terkait bisa segera dilakukan perbaikan. Supaya banyak pengunjung yang datang. Sekarang ini ekonomi lesu, jangan sampai pasar makin sepi karena bocor dan banjir,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

LP3H Puspelindo Jateng Serahkan Ratusan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM Bangsri Jepara

0
Ratusan pelaku usaha UMKM memadati Pendopo Kecamatan Bangsri, dalam acara penyerahan sertifikat halal yang diselenggarakan oleh LP3H Puspelindo Jawa Tengah, Kamis (04/12/25). Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, JEPARA – 126 pelaku usaha UMKM memadati Pendopo Kecamatan Bangsri, dalam acara penyerahan sertifikat halal yang diselenggarakan oleh LP3H Puspelindo Jawa Tengah, Kamis (04/12/25). Kegiatan ini tidak hanya diikuti para pelaku UMKM saja, hadir pula Arifin Kasi Perlindungan dan Pendampingan Usaha dari Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jepara, Eko Santoso Ketua LP3H Puspelindo, Mahardiyan Ardiyanto Sekretaris Camat (Sekcam) Bangsri, serta dari Rumah BUMN BRI.

Dalam sambutannya, Eko Santoso menyampaikan, bahwa selama satu tahun terakhir Puspelindo telah menerbitkan sekitar tiga ribu sertifikat halal bagi pelaku usaha di wilayah Jepara. Ia berjanji, tidak hanya berhenti pada penerbitan sertifikat halal, tetapi juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan berupa pelatihan untuk mendorong perkembangan produk UMKM.

Baca Juga: Progam MBG di Jepara Ternyata Juga Rekrut Penyandang Disabilitas 

“Nantinya, kami tidak hanya berhenti sampai di sini. Kami akan mengadakan pelatihan agar produk para pelaku usaha terus berkembang. Jadi bukan hanya membantu menerbitkan sertifikat halal, tetapi juga mendorong kemajuan usaha mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Mahardiyan Ardiyanto, menjelaskan bahwa sertifikasi halal merupakan bentuk pengakuan resmi bagi pelaku usaha sekaligus jaminan bagi konsumen. Ia juga menekankan pentingnya label halal di era digital saat ini.

“Dalam era digital, label halal sangat diperlukan untuk mendukung pemasaran. Dengan digital marketing, produk kita dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas,” ujarnya.

Arifin juga menambahkan, selaku Kasi Perlindungan dan Pendampingan Usaha, pihaknya mengingatkan bahwa mulai tahun 2026 seluruh pelaku UMKM di Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal. Menurutnya, sertifikat tersebut memberi banyak keuntungan.

“Selain prosesnya yang gratis, sertifikat halal memberikan banyak keuntungan, salah satunya meningkatkan pendapatan, karena produk yang masuk ke toko besar harus memiliki sertifikat halal,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Fara, selaku pelaku UMKM, merasa bangga sekaligus lebih percayaan diri setelah mendapat sertifikat halal.

Baca Juga: Trotoar Jepara Bersih dari PKL, Ternyata Ini Penyebabnya 

“Dengan adanya sertifikat halal ini, saya menjadi lebih percaya diri. Selain itu, sertifikat ini juga menambah kepercayaan para pembeli,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya berisi penyerahan sertifikat halal, tetapi juga dilengkapi workshop pengembangan usaha. Diharapkan para pelaku UMKM dapat membawa pulang wawasan baru untuk memajukan usaha mereka.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Puluhan Warga Sukolilo Geruduk Polda Jateng, Kawal Pemeriksaan Aktivis Kendeng

0
uluhan warga dari Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati mendatangi Mapolda Jawa Tengah pada Kamis (4/12/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan warga dari Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati mendatangi Mapolda Jawa Tengah pada Kamis (4/12/2025). Dengan wajah tegas namun penuh solidaritas, mereka datang untuk tujuan mengawal pemeriksaan aktivis lingkungan Pegunungan Kendeng, Gunretno.

Rombongan itu bukan sembarang kumpulan warga. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Sedulur Sikep, hingga kelompok Sukolilo Bangkit. Sejak pagi, empat armada yakni satu bus, satu elf, dan dua mobil Innova bergerak menuju Semarang membawa dukungan moral untuk Ketua JMPPK tersebut.

Baca Juga: Renovasi GOR Pesantenan Masuki Tahap Akhir

Gunretno dipanggil penyidik Polda Jateng setelah dilaporkan atas dugaan menghalangi aktivitas tambang berizin. Namun bagi masyarakat Sukolilo, kehadiran mereka hari itu adalah bentuk penegasan bahwa perjuangan Gunretno bukan perjuangan seorang diri.

”Kita menemani Kang Gun. Paling tidak ada sekitar 70-an orang yang ikut mengawal. Ada empat armada yang ikut. Satu bus, satu elf dan dua mobil inova,” ujar Slamet, Koordinator Sukolilo Bangkit.

Slamet, yang ikut dalam rombongan tersebut menegaskan, bahwa keberangkatan mereka adalah langkah antisipasi terhadap potensi kriminalisasi aktivis lingkungan. Ia menilai bahwa penolakan terhadap penambangan di Pegunungan Kendeng merupakan jeritan bersama warga yang terdampak.

”Supaya tidak ada kriminalisasi. Tidak hanya Kang Gun, semua masyarakat yang terdampak juga menolak,” ungkapnya.

Menurut Slamet, aktivitas penambangan galian C telah meninggalkan jejak kerusakan yang tak sedikit. Hilangnya sejumlah sumber mata air, menurunnya kemampuan tanah menyerap air hujan, hingga meningkatnya potensi longsor menjadi kekhawatiran utama warga.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, wilayah-wilayah di dataran tinggi, Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo, kerap dilanda banjir bandang.

Baca Juga: Dituduh Halang-halangi Kegiatan Pertambangan, Aktivis Kendeng Gunretno Dipolisikan 

Ia menegaskan, rangkaian bencana itu tak lepas dari agresifnya aktivitas tambang di lereng Pegunungan Kendeng.

”Banyak kerusakan yang diciptakan oleh penambang,” ucapnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Perda Kenaikan Retribusi Jepara Mulai Berlaku Januari 2026 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD) Jepara resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD) Jepara resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah. 

Kesepakatan untuk merubah besaran tarif retribusi dalam Perda tersebut dilakukan dalam Sidang Paripurna yang diselenggarakan di Ruang Sidang Paripurna Kantor DPRD Jepara pada Kamis, (4/12/2025). 

Baca Juga: Progam MBG di Jepara Ternyata Juga Rekrut Penyandang Disabilitas

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menjelaskan perubahan tarif retribusi pada Perda tersebut dilakukan atas dasar adanya surat evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tanggal 18 November 2025. 

Menurutnya, daerah Kabupaten/Kota lain juga sudah banyak yang melakukan perubahan pada tarif retribusi.  

“Kabupaten/Kota yang lain banyak yang sudah menyesuaikan. Hari ini (besaran tarif retribusi) di Jepara juga kita sesuaikan. ” kata Hajar saat ditemui usai pelaksanaan sidang paripurna. 

Dalam draft laporan rancangan perubahan Perda Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2024, total terdapat delapan sektor retribusi daerah yang mengalami kenaikan tarif. 

Yaitu jasa parkir di tepi jalan umum, pelayanan pasar untuk pedagang yang menggunakan mobil keliling, pelayanan jasa penumpang pelabuhan, sewa Gedung Wanita, sewa Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), tarif Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), sewa kendaraan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta biaya pelayanan kesehatan di RSUD Kartini Jepara. 

Selain kenaikan, dalam draft tersebut juga terdapat beberapa sektor yang besaran tarifnya dilakukan penyesuaian serta penambahan objek retribusi baru. 

Dari beberapa sektor yang mengalami kenaikan tarif, Hajar mengatakan salah satu yang cukup ramai diperbincangkan masyarakat yaitu kenaikan tarif retribusi parkir. 

Dari yang semula untuk kendaraan bermotor Rp1 ribu per kendaraan menjadi Rp2 ribu dan untuk mobil dari yang semula Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu. 

“Di Medsos kemarin juga sudah ramai soal kenaikan tarif parkir. Masyarakat banyak yang menanggapi kalau selama ini katanya memang Rp2 ribu. Untuk itu kami nanti akan meminta BPKAD untuk meningkatkan pelayanan,” ujar Hajar. 

Hajar melanjutkan, sesuai hasil rekomendasi dari tim penilai KPK, ke depan penarikan retribusi parkir juga akan dikembangkan untuk pembayaran secara daring atau melalui E-Parkir. 

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna mengatakan karena adanya urgensi perubahan tarif pada Perda Jepara Nomor 1 Tahun 2024, pengesahan Perda yang seharusnya dilakukan pada Jumat, (5/12/2025) dipercepat menjadi Kamis, (4/12/2025). 

Percepatan pengesahan Perda itu dilakukan agar masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penanggung jawab penarikan retribusi bisa melakukan persiapan. 

Baca Juga: Trotoar Jepara Bersih dari PKL, Ternyata Ini Penyebabnya 

“Kenaikan tarif retribusi, semuanya harus berlaku mulai Januari 2026,” kata Agus. 

Agus berharap, kenaikan tarif retribusi tersebut nantinya juga diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta perbaikan pada sarana dan prasarana (sarpras). 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

KIP Apresiasi Keterbukaan Informasi Pemprov Jawa Tengah

0
Ketua KIP Jateng, Indra Ashoka Mahendrayana, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di ruang kerja Gubernur, Kota Semarang, Kamis (4/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi komitmen keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Banyak badan publik kini aktif mengunggah informasi melalui website maupun media sosial, sehingga akses masyarakat semakin luas.

Baca Juga: Connect Souq Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jateng Pasarkan Kopi dan Rempah

Hal itu disampaikan Ketua KIP Jateng, Indra Ashoka Mahendrayana, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di ruang kerja Gubernur, Kota Semarang, Kamis (4/11/2025).

Indra mengungkapkan pentingnya peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap institusi.

“Kalau dilihat dari kabupaten/kota, Jawa Tengah ini sudah cukup baik. Lebih dari 70 persen sudah informatif. Kalau kita mencari data dan informasi dari badan publik, misalnya pemerintah daerah atau pemerintah kabupaten/kota, itu relatif mudah. Banyak informasi sudah diunggah melalui website dan media sosial,” jelas Indra.

Audiensi dipimpin Indra Ashoka didampingi jajaran komisioner. Indra mengatakan, perkembangan Monev 2025 telah memasuki tahap akhir dan akan dilakukan malam penganugerahan pada 16 Desember 2025.

“Kami sedang menyelenggarakan Monev keterbukaan informasi di Jawa Tengah. Tahun ini ada 189 badan publik yang ikut dan 102 yang sampai tahap uji publik,” kata Indra Ashoka dalam audiensi.

Dari 102 ini tentu memiliki peringkat yang berbeda-beda, mulai dari ‘Menuju Informatif’, ‘Cukup Informatif’, hingga ‘Informatif’.

Indra menjelaskan, secara umum keterbukaan informasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif.

“PPID itu sangat strategis untuk memperluas penyebaran informasi agar masyarakat bisa mengakses kapan pun dan di mana pun,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi pelaksanaan Monev yang dilakukan KIP. Menurutnya, informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan utama pemerintah dan masyarakat saat ini.

“Kami siapkan, dan kami apresiasi kegiatan ini. Saat ini yang dibutuhkan adalah informasi dan komunikasi. Kalau tersumbat, ya kita juga jadi tidak siap,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Agung Hariyadi, menambahkan, pemerintah provinsi terus memperkuat ekosistem keterbukaan informasi melalui dukungan teknologi digital.

“Sebagai mitra, kami selalu mendukung kerja-kerja KIP untuk meningkatkan akses informasi bagi masyarakat,” ujar Agung.

Salah satu upaya Pemprov Jateng dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik, antara lain dengan membuka akses langsung bagi masyarakat melalui program Rumah Rakyat.

Seluruh layanan tersebut juga terintegrasi dalam platform digital Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) yang menjadi wadah aduan, aspirasi, hingga permintaan informasi masyarakat.

Baca Juga: Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan Prestasi TPID Terbaik Tingkat Provinsi

“Semua bagian dari upaya membuka transparansi seluas-luasnya, agar masyarakat bisa menyampaikan kebutuhan dan memperoleh informasi dengan mudah,” tegasnya.

Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Tengah telah meraih predikat Provinsi Informatif dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik tingkat nasional. Tahun ini, Pemprov Jateng menargetkan mempertahankan gelar tersebut untuk kedelapan kalinya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

APBD Kudus 2026 Disahkan, DPRD Tekankan Prioritas Layanan Publik

0
Ketua DPRD Kudus, Masan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2026 resmi disahkan, Selasa (25/11/2025). Pengesahan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik pada tahun mendatang.

Pendapatan Daerah pada APBD Kudus Tahun 2026 ditarget kurang lebih sebesar Rp1,79 triliun. Pendapatan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Baca Juga: Antusias Tinggi, Lelang Bangunan Eks SMP 3 Kudus Capai Rp206,6 Juta

Sementara belanja Daerah Kabupaten Kudus tahun 2026 ditetapkan kurang lebih sebesar Rp2,02 triliun. Dengan demikian, APBD 2026 mencatat defisit sekitar Rp228,8 miliar. Defisit tersebut akan ditutupi melalui pembiayaan netto sehingga APBD tetap berada pada posisi seimbang.

Ketua DPRD Kudus, Masan, menegaskan bahwa prioritas anggaran tetap dipusatkan pada sektor pelayanan publik. Ia menyebut sejumlah program yang akan menjadi fokus, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, hingga peningkatan kualitas gedung sekolah.

“Yang menjadi prioritas tetap layanan publik. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, pembangunan fasilitas pendidikan, hingga pembinaan pasar,” ujar Masan di gedung DPRD Kudus belum lama ini.

Selain infrastruktur fisik, peningkatan pelayanan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) juga menjadi perhatian. Menurut Masan, banyak usulan masyarakat terkait perbaikan lampu jalan, fasilitas pasar, serta pemenuhan akses layanan dasar lainnya.

“Termasuk PDAM, yang sebagian masuk kategori layanan publik. Kami dorong peningkatan pelayanan agar tidak ada lagi air yang icir-icir atau mampet,” tambahnya.

Menanggapi turunnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat, Masan menyebut pemerintah daerah harus semakin cermat dalam menggunakan anggaran. Belanja pembangunan akan difokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.

“Ya, sesuai kondisi keuangan yang ada. Karena transfer pusat turun, maka belanja harus betul-betul efektif dan efisien, terutama untuk kebutuhan publik yang sifatnya mendesak,” jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Baru Angkat Suara soal Rencana Relokasi Pedagang Bitingan

Namun, Masan memastikan masih ada peluang untuk memperkuat kapasitas pembangunan daerah melalui dukungan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa Sekda dan Bappeda Kudus baru mengikuti kegiatan bersama Kementerian Dalam Negeri di IPDN Bandung, yang salah satunya membahas peluang bantuan pembangunan.

“Mereka dipersilakan mengajukan bantuan langsung untuk mendukung pembangunan daerah. Kalau dana transfer turun tapi pemerintah pusat memberi bantuan tambahan, tentu ini sangat penting agar pembangunan tidak terganggu,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Renovasi GOR Pesantenan Masuki Tahap Akhir

0
Renovasi Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Kabupaten Pati segera rampung. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Renovasi Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Kabupaten Pati segera rampung. Progres pembangunan GOR tersebut kini sudah mencapai 91 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Arief Wahyudi menyampaikan, pengerjaan renovasi GOR Pesantenan dibagi dua tahap. Progres tahap pertama yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni,  yang katanya telah melampaui target.

Baca Juga: Dituduh Halang-halangi Kegiatan Pertambangan, Aktivis Kendeng Gunretno Dipolisikan

“Untuk penataan GOR tahap I yang dibiayai melalui anggaran murni, progres pekerjaan di lapangan telah mencapai 91,69 persen. Lebih cepat dari rencana, yang berada di angka 83,79 persen,” ujarnya.

Untuk tahap pertama, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp4,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Pekerjaan tahap pertama ini sudah dimulai sejak awal Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2025 ini.

Ia menyebut pekerjaan tahap pertama memperoleh tambahan waktu hingga 10 Desember untuk penyelesaian seluruh tahapan. Sehingga pengerjaannya kini tinggal tahap finishing.

“Saat ini seluruh pekerjaan sudah masuk tahap finishing pada setiap bagian. Selain itu, ada optimalisasi sisa penawaran karena adanya penambahan item pekerjaan,” terangnya.

Baca Juga: 70 Ribu Rumah di Pati Tidak Layak Huni

Sementara itu, untuk penataan GOR tahap II yang berasal dari anggaran perubahan, progresnya telah mencapai 48 persen. Pelaksanaan pekerjaan tahap ini terikat Surat Perintah Kerja (SPK) mulai 24 Oktober hingga 22 Desember, dengan nilai kontrak sebesar Rp710.497.921.

Dengan capaian progres yang signifikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis pembangunan GOR dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana olahraga yang representatif. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Unik, SPPG di Kudus Ini Bagikan MBG Pakai Kostum Superhero

0
SPPG di Kudus menggunakan kostum superhero saat distribusi MBG. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ada yang unik dalam pelayanan pendistribusian menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulungcangkring 2 memakai kostum superhero dalam pendistribusian menu untuk menarik minat siswa agar semangat menyantap makanan. 

Kehadiran ‘Superman dan Spiderman’ di beberapa sekolah disambut baik oleh sejumlah siswa. Ketika pelayan berkostum cosplay itu tiba disekolah, para siswa langsung mengkerubuti bak artis. Bahkan sebagian besar dari mereka meminta tos dan melambaikan tangan dengan kehadirannya di sekolah-sekolah.

Baca Juga: Antusias Tinggi, Lelang Bangunan Eks SMP 3 Kudus Capai Rp206,6 Juta

Kepala SPPG Bulungcangkring 2, Rafisya Ari Wibowo mengatakan, pelayanan tersebut memang sengaja dibuat untuk menarik minat para penerima manfaat. Apalagi, sasaran yang dituju adalah anak-anak yang suka dengan dunia fantasi.

Hal itu merupakan bagian dari upaya memberikan semangat bagi siswa agar lebih semangat dalam menyantap menu MBG yang didistribusikan. 

“Mereka sangat antusias dan lebih semangat dengan kehadiran pelayanan yang kami berikan. Apalagi siswa yang sebelumnya menerima MBG, tentu hal ini sangat menarik buat mereka,” bebernya saat ditemui di lokasi, Kamis (4/12/2025). 

Sejak beroperasi mulai 28 November lalu, SPPG tersebut menjadi satu-satunya dapur di Kabupaten Kudus yang melayani pendistribusian menggunakan kostum cosplay. Ribuan penerima manfaat menurutnya sangat terhibur, sehingga membuat nafsu makanan mereka bertambah. 

“Pendistribusian (menu MBG) dengan menggunakan kostum tidak kami lakukan setiap hari, tapi di momen-momen tertentu saja. Karena memang untuk membuat semangat siswa lahap makan,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, dapur tersebut mensuplai sebanyak 33 sekolah dengan jumlah sasaran sebanyak 2.622 penerima manfaat. Namun di pekan pertama kali ini, baru mensuplai 1.039 dari 10 sekolah

“Karena sesuai dengan juknis BGN, di Minggu pertama running memang harus mensuplai sekitar 1.000 dulu dari 10 sekolah. Sedangkan kalau untuk menu, setiap hari kami pastikan berganti, supaya siswa tidak bosan,” tuturnya. 

Adanya distribusi MBG memakai kostum superhero, sejumlah sekolah sangat antusias, seperti apa yang terjadi di SD 7 Bulungcangkring. Guru kelas 3, Heny Amro Ainy mengaku, senang.

“Ya senang, menghibur juga membuat anak semakin semangat untuk makan bergizi. Karena lidah anak kadang tidak sama dengan kita, jadi dengan adanya itu mereka lebih bersemangat, apalagi yang mengantarkan makanan adalah Superman dan Spiderman,” terangnya.

Sejauh ini, katanya, para siswa mampu menghabiskan makanan dengan semangat. Menurutnya, dapur juga sangat responsif dalam melayani penerima manfaat sebanyak 142 siswa, misalkan ada beberapa yang masih kekurangan.

Baca Juga: Pedagang Pasar Baru Angkat Suara soal Rencana Relokasi Pedagang Bitingan

Sementara, salah satu siswa, Ahmad terlihat sangat antusias menyambut superhero datang ke sekolahnya. Menurutnya hal itu sebagai hiburan hingga penyemangat baginya. Apalagi menu yang disajikan, sebutnya, enak.

“Biasanya menunya ayam dan tahu, serta ada buahnya juga. Suka karena masakannya enak,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -