31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Aktivitas Tambang Kendeng Tuai Sorotan,Disebut Rusak Habitat Hewan hingga Sumber Mati Air

BETANEWS.ID, PATI – Aktivitas Pertambangan di Pegunungan Kendeng kini kembali menjadi sorotan. Hal ini setelah aktivis Kendeng, Gunretno dipanggil Polda Jateng usai dilaporkan dengan dugaan mengganggu atau menghalang-halangi aktivitas penambangan.

Koordinator Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto menilai, pertambangan berdampak buruk terhadap ekosistem di Pegunungan Kendeng. Salah satunya merusak habitat hewan yang ada di pegunungan kapur tersebut.

Baca Juga: Puluhan Warga Sukolilo Geruduk Polda Jateng, Kawal Pemeriksaan Aktivis Kendeng

-Advertisement-

“Ada hewan yang seharusnya dilindungi, tempat mereka dirusak. Saat ini ke mana larinya. Ini pihak pemerintah dan pemilik tambang tidak pernah memikirkan terkait ekosistem dan hewan-hewan yang dilindungi. Pemilik tambang hanya memikirkan keuntungannya saja,” ujarnya.

Ia menyebut ada beragam jenis hewan yang habitatnya rusak akibat dampak pertambangan. Seperti habitatnya burung hantu. Padahal, keberadaan burung hantu dianggap memberikan manfaat besar bagi petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama tikus.

“Dulu ada merak merah khas pegunungan Kendeng, terus ada elang putih, termasuk burung hantu. Bukit yang ditambang itu merupakan sarang burung hantu yang membantu petani. Berdampak terhadap petani jika burung hantunya tempatnya dihancurkan tambang,” sebutnya.

Selain merusak habitat hewan, aktivitas pertambangan juga disebut merusak ekosistem tumbuhan di Pegunungan Kendeng. Menurutnya, banyak tumbuhan yang harusnya dilindungi di kawasan tersebut.

“Misalnya dulu pernah tumbuh Cendana, khas pegunungan Kendeng, pohon sonokeling merah dan hitam. Cendana itu kayu yang digunakan masyarakat untuk pembakaran. Yang baunya wangi,” ucapnya.

Tak hanya itu, puluhan sumber mata air di Pegunungan Kendeng juga diduga rusak akibat tambang. Slamet menyebut ada sumber mata air yang mengering dan berkurang debit airnya.

Baca Juga: Renovasi GOR Pesantenan Masuki Tahap Akhir

“Sumber mata air di kecamatan Sukolilo ada ratusan. Mulai dari Prawoto sampai Kedumulyo. Sedangkan yang terdampak tambang ada puluhan,” bebernya.

Belum lagi dampak tambang yang dinilai mengganggu masyarakat sekitar. Mulai suara alat berat hingga debu yang juga dinilai menganggu kesehatan warga sekitar lokasi penambangan. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER