BETANEWS.ID, KUDUS – Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi saksi gelaran pementasan beberapa teater yang berlangsung meriah pada Kamis (4/12/2025). Acara ini menghadirkan tiga kelompok teater dari jenjang berbeda, mulai dari SMP, MA hingga komunitas umum, yang semuanya tampil dalam satu panggung bersama.
Pementasan dibuka oleh Teater Tutur Marjuki dari SMP 4 Kudus dimulai pukul 16.30 WIB, disusul Teater Matra dari MA Al Hidayah pukul 19.00 WIB, dan ditutup oleh Keluarga Segitiga Teater (Keset) yang tampil sekitar pukul 20.30 WIB. Acara tersebut mempersembahkan “Parade Kost Pak Uger” yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Kelompok Segitiga Teater Kudus Persembahkan ‘Parade Kost Pak Uger’
Pimpro Keset, Petrus Budi Utomo menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memfasilitasi pelaku seni, baik mulai tingkat sekolah maupun umum di Kudus. Tak hanya itu, adanya kegiatan itu sebagai ruang untuk mengekpresikan esensi teater dari sisi paling mendasar: kata demi kata yang menghidupkan cerita.
“Ini bentuk memfasilitasi dan menyediakan ruang bersama, baik dari teater tingkat sekolah SMP, SMA, maupun umum,” ujarnya.
Menurutnya, dari beberapa pementasan yang paling ditunggu adalah karya “Kost Pak Uger” menjadi sajian utama. Naskah ini merupakan adaptasi dari Naskah “Kos Bebas Campur” karya Idham Ardi Nurcahyo, seorang teaterawan asal Solo yang dikenal tajam dalam menyoroti dinamika sosial masyarakat urban.
Adaptasi baru ini menghadirkan pendekatan segar, tanpa meninggalkan atmosfer asli yang telah menjadi identitas karya tersebut. Kehadiran naskah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan teater daerah sekaligus kontribusi bagi pengembangan khasanah teater kontemporer di Jawa Tengah.
“Kemarin Keset hanya pentas biasa, sekarang kami buat lebih meriah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sebenarnya masih banyak kelompok yang ingin menampilkan karya terbaiknya, namun waktu dan kesiapan teknis menjadi keterbatasan. Keset sendiri menampilkan format dramatikal reading sebagai ciri khas kelompoknya.
“Dramatikal reading ini sekaligus menjadi simbol dari teater Keset,” ungkapnya.
Ia menyebut, bahwa pementasan teater di UMK dengan panggung yang sama jarang terjadi sebelumnya, sehingga acara ini menjadi momentum penting bagi seniman muda dan komunitas teater di Kudus.
Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, dengan penonton tidak hanya dari Kudus tetapi juga datang dari Semarang, Pati, dan Jepara.
Baca Juga: Jadi Ruang Dekatkan Seni Pada Masyarakat, Gelar Budaya Plat K Kembali Digelar
Petrus berharap gelaran ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar pelaku teater, baik dari sekolah maupun komunitas umum, utamanya di Kabupaten Kudus.
“Harapannya terjalin hubungan baik antara teater tingkat sekolah maupun umum, ada sinergitas, jadi tidak terkotak-kotak,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

