Menurut Asa, Puisi-Puisi Karya Yit Prayitno Jadi Alarm Zaman

0

Dalam sambutannya, mantan jurnalis bernama lengkap Martinus Basuki Soegita, itu menjelaskan, Forum Kalen merupakan kelompok kajian yang mendiskusikan banyak hal. Kajian filsafat, budaya dan lingkungan, merupakan materi yang sering didiskusikan.

“Kalen itu akronim dari Kamis Legi. Di ulang tahun ke-11 ini, Forum Kalen memperingatinya dengan besar-besaran. Apa karena anggotanya ada 11, saya tidak tahu,” kata Basuki yang sambut gelak tawa hadirin.

Basuki mengaku terkejut, ketika belum lama ini mengetahui Yit Prayitno membuat karya puisi. Maklum, semasa masih bersama-sama memburu berita dulu, yang dia ketahui rekannya itu hanya rajin mengumpulkan kosa kata dan istilah-istilah Basaha Jawa khas Kudus.

“Oleh karena itu, malam ini kami rayakan dengan menjadikan beliau sebagai tokoh utama dalam acara ini,” tutur Basuki, yang kini menjadi guru di SMP Kanisius Kudus.

Djoko Herryanto saat memberikan sambutan. Foto Kareul Umam

Jepang Kubro

Usai Basuki memberikan sambutan, giliran sesepuh Forum Kalen, Djoko Herryanto yang juga menjadi tuan rumah, memberikan kata sambutannya. Dirinya bercerita tentang Kebun Pecuk Pecukilan, tempat acara ini berlangsung.

- advertisement -

“Sekeping tanah ini saya peroleh kira-kira sekitar tujuh tahun lalu, setelah saya melihat usaha-usah indah Pak Hasan (pendiri ODM) membangun pendidikan untuk generasi muda. Kebun ini kami jadikan markas Forum Kalen, untuk memberikan sumbangan pemikiran, khususnya untuk Kudus,” ungkapnya.

Menurutnya, wilayah Kudus dan sekitarnya saat ini tertinggal 100 tahun dari Solo. Ketertinggalan itu tidak hanya dalam bidang infrastruktur, struktur dan suprastruktur. Ketertinggalan daerah-daerah di wilayah Muria juga bisa diukur dari visi pemimpin daerah saat ini.

Baca juga: Refleksi Kebangkitan ala Forum Kalen, dari Filsaf, TS Eliot Hingga Guru Galak

Di wilayah Muria ini, kata Djoko, ada Jepara, Pati, Rembang, Kudus, Grobogan dan Blora. Menurutnya, daerah-daerah ini harus bersatu untuk kemajuan kawasan. Oleh karena itu, perlu penyiapan generasi pemimpin, yang memiliki visi yang sama untuk membangun daerahnya agar tidak tertinggal dari wilayah lain di Jawa Tengah.

“Kami kemudian membuat sebutan Jepang Kubro untuk penamaan daerah-daerah di kawasan Muria. Jepang Kubro adalah akronim, Jepang itu Jepara, Pati, Rembang. Kubro itu Kudus, Blora dan Grobogan,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini