Beranda blog Halaman 73

Harga Daging di Kudus Mulai Naik Jelang Puasa

0
Aktivitas penjual daging di Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga daging di Kabupaten Kudus, khususnya di Pasar Bitingan berangsur-angsur naik. Meski tak signifikan, kenaikan harga daging berdampak menurun dari sisi daya beli masyarakat. 

Bahkan penurunan akibat kenaikan harga daging itu mengakibatkan pembelian di tingkat pedagang mengalami penurunan hingga 30 persen. Hal itu cukup dirasakan oleh sebagain pedagang di pasar tradisional Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Menu Soto Kudus Diduga Racuni Siswa SMA 2 Kudus, Begini yang Dirasakan Para Korban

Salah satunya adalah Kuncoro, pedagang daging di Pasar Bitingan. Menurutnya, kenaikan harga daging mulai dirasakannya sejak awal tahun ini. 

“Kenaikan harga ini langsung naik Rp5 ribu sekaligus sejak awal tahun ini. Sementara ini untuk harga hingga kini masih stabil dari kenaikan harga sebelumnya,” bebernya, Kamis (29/1/2026). 

Ia menjelaskan, untuk harga daging sapi naik sedikit menjadi sebesar Rp130 ribu per kilogramnya dan daging kerbau Rp160 ribu perkilo. Harga tersebut, menurutnya mengalami kenaikan Rp5 ribu dari sebelumnya, di mana harga daging sapi sebelumnya Rp125 ribu dan harga daging kerbau Rp155 ribu.

“Kenaikan harga ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun sekitar 30 persen. Dari sebelumnya yang biasanya bisa menjual 60 kilogram per harinya saat ini sekitar 50 kilogram sehari,” terangnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang daging lainnya, fahrul. Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi pasar agak lesu akibat kenaikan harga, meski tak begitu signifikan. 

“Harga daging saat ini masih stabil, walaupun ada kenaikan sedikit. Kenaikan harga daging sapi dan kerbau mahal, karena harga per ekor saat ini mahal sehingga harga disesuaikan dengan harga jagal,” jelasnya. 

Meski mengalami penurunan, kata dia, namun pedagang sudah mempunyai pelanggan masing-masing. Ia menyebut, harga daging saat ini bisa bertahan hingga menjelang lebaran. 

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit

“Jelang puasa ini belum tahu, kemungkinan bisa stabil sampai H-7 lebaran baru ada kenaikan,” ujarnya. 

Sementara itu, salah satu pembeli Sofiah mengaku ada kenaikan harga. Sehingga pihaknya menurunkan porsi beliannya.

“Ini membeli daging dan iga sapi karena untuk berjualan SOP iga sapi. Pasti tetap membeli walaupun tidak setiap hari,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menu Soto Kudus Diduga Racuni Siswa SMA 2 Kudus, Begini yang Dirasakan Para Korban

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan siswa SMAN 2 Kudus diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026). Sebagian di antaranya harus dilarikan ke berbagai rumah sakit di Kabupaten Kudus untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan keracunan tersebut diduga berasal dari menu MBG yang disajikan sehari sebelumnya, yakni soto. Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit

Salah satu siswa kelas XII SMAN 2 Kudus, Dewi Aryani (18), mengaku mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Menurutnya, menu yang disajikan adalah soto.

“Setelah makan MBG dan pulang sekolah kemarin, saya mulai mual. Sampai malam juga mengalami diare,” ujar Travelina kepada awak media.

Ia menuturkan, pada pagi harinya pihak sekolah sempat mendata siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Meski masih merasa mual, ia tetap berangkat ke sekolah.

“Tadi pagi sekitar jam 07.30 saya masih mual, tapi tetap berangkat sekolah. Alhamdulillah sekarang sudah mulai baikan,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh siswa kelas XII lainnya, Travelina Trianova (18). Ia menyebut menu MBG yang dikonsumsi berupa soto Kudus dengan lauk ayam dan sambal.

“Menunya soto Kudus. Tapi togenya terlihat lemas, sambalnya juga ada bau yang kurang sedap,” ungkap Dewi.

Menurut Dewi, kondisi lauk ayam dalam soto tersebut juga dinilai tidak layak. Ia mencium aroma tidak sedap dan melihat tampilan ayam yang mencurigakan.

“Ayamnya seperti gosong dan sudah agak bau, rasanya seperti agak basi,” ucapnya.

Dewi mengaku mulai merasakan sakit perut dan mual setelah mengonsumsi menu tersebut. Namun, keluhan tidak langsung muncul saat makan, melainkan beberapa waktu setelahnya.

“Waktu makan belum terasa apa-apa. Mual dan sakit perutnya baru terasa setelah itu,” jelasnya.

Baca Juga: Sambangi Kementerian UMKM, Wabup Bellinda Kenalkan Produk Lokal

Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah dilaporkan tidak menerima distribusi menu MBG pada hari kejadian. Sementara itu, sejumlah siswa yang kondisinya menurun langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah siswa terdampak serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel makanan MBG juga menjadi perhatian untuk memastikan sumber kejadian.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Alokasi Pupuk Subsidi Jepara 2026 Naik 6,5 Persen Jadi 25.451,6 ton 

0
Petani Jepara sedang memberikan pupuk di lahan pertanian. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Alokasi pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Jepara pada tahun 2026 mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2025, alokasi pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Jepara sebanyak 23.896.000 kg atau 23.896 ton pupuk. 

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

Dengan rincian pupuk urea sebanyak 12.295 ton, pupuk NPK sebanyak 11.500 ton, pupuk organik 100 ton, dan pupuk ZA sebanyak 1 ton. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menyebut di tahun 2026 alokasi itu naik menjadi 25.451.600 kg atau 25.451,6 ton pupuk. 

Dengan rincian pupuk urea 12.300 ton, pupuk NPK 13.000 ton, pupuk organik 50 ton, dan pupuk ZA 101,6 ton. 

“Alokasi pupuk subsidi di tahun 2026 secara umum  naik (dibanding) 2025, alokasinya 25.451,6 ton,” kata Mudhofir pada Betanews.id, Kamis (29/1/2026). 

Alokasi itu Mudhofir melanjutkan diperuntukkan bagi 59.885 petani se-Kabupaten Jepara dengan rencana luas tanam seluas 63.478 hektare selama tiga musim tanam (MT). 

Jumlah rencana luas tanam dan alokasi pupuk, menurut Mudhofir tidak hanya untuk tanaman padi. Tetapi juga untuk tanaman jagung, kakao, tebu, dan kopi. 

“Rencana tanam di tahan 2026 63.748 hektare dibagi tiga masa tanam. Itu tidak hanya untuk tanaman padi,” katanya. 

Mudhofir melanjutkan alokasi pupuk subsidi itu sudah bisa ditebus petani per tanggal 1 Januari 2026 di kios pupuk bersubsidi atau kios pupuk lengkap (KPL) yang sudah bekerjasama dengan Pupuk Indonesia. 

Adapun harganya, sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, untuk pupuk urea Rp1.800 per kg atau Rp90 ribu per karung 50 kg. 

Pupuk NPK Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung 50 kg, pupuk organik Rp640 per kg atau Rp25.600 per karung 50 kg, dan pupuk ZA Rp1.360 per kg atau Rp68.000 per karung 50 kg. 


Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

“Per 1 Januari pupuk subsidi sudah bisa ditebus, bisa pakai KTP, bisa pakai kartu tani,” jelasnya. 

Penebusan pupuk subsidi, Mudhofir mengatakan saat ini belum ada kendala. Hanya saja karena kemarin cuaca sedang buruk, pengiriman pupuk dari Pupuk Indonesia ke kios pupuk sempat terkendala.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gedung Perpustakaan Baru Kudus Senilai Rp8,4 M Resmi Dibuka

0
Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Kudus yang berlokasi di kawasan Balai Jagong resmi dilaunching pada Kamis (29/1/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah baru layanan literasi hadir di Kabupaten Kudus. Gedung Layanan Perpustakaan yang berlokasi di kawasan Balai Jagong resmi dilaunching pada Kamis (29/1/2026). Kehadiran gedung perpustakaan yang terdiri dari empat bangunan ini diharapkan menjadi ruang baca representatif sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Pembangunan gedung perpustakaan tersebut menelan anggaran Rp8,4 miliar yang bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Perpustakaan Nasional RI. Empat gedung dengan fungsi berbeda disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengunjung. Gedung A difungsikan sebagai ruang referensi dan layanan utama, Gedung B sebagai ruang multimedia yang dilengkapi bioskop mini, Gedung C untuk layanan umum, serta Gedung D sebagai ruang baca dan area bermain anak.

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kepala Perpustakaan Nasional RI atas dukungan pembangunan gedung tersebut. Ia menegaskan, fasilitas perpustakaan akan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat luas.

“Perpustakaan ini bukan hanya untuk literasi membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang terbuka dan inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sam’ani berharap Perpustakaan Nasional RI terus memberikan pendampingan agar tingkat literasi masyarakat Kudus semakin meningkat dan target akreditasi A dapat tercapai. Menurutnya, pencapaian tersebut memerlukan dukungan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Selain menyediakan fasilitas modern, Perpustakaan Kudus juga memiliki program Sedekah Buku, yakni pengumpulan buku dari masyarakat—mulai dari buku pelajaran, cerita, hingga novel—yang sudah tidak terpakai untuk kemudian dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Lestari Moerdijat atas bantuan buku yang telah diberikan. Ia berharap dukungan Perpusnas terus berlanjut dalam membimbing daerah meningkatkan minat baca, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Sementara itu, Sekretaris Perpustakaan Nasional RI, Joko Santoso, memberikan penilaian positif terhadap Gedung Perpustakaan Layanan Umum Kabupaten Kudus yang baru diresmikan. Menurutnya, gedung tersebut memberikan kesan luar biasa dan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Ia menilai desain modern dengan sarana prasarana yang terang, nyaman, serta permainan warna yang menarik menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak kaku. Hal ini diyakini dapat membuat masyarakat betah dan terdorong untuk datang.

“Yang terpenting setelah ini adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Kudus menghadirkan program-program yang mendorong masyarakat datang, sehingga tingkat literasi dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Joko juga mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam kegiatan peresmian, yang ditunjukkan melalui kehadiran tenda-tenda UMKM. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan fungsi perpustakaan yang tidak hanya sebagai pusat belajar, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

“Perpustakaan bisa menjadi tempat visualisasi dan pemberdayaan SDM agar pengetahuan memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Sebagai informasi, peresmian gedung perpustakaan tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Bunda Literasi di tingkat kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Kudus. Acara semakin semarak dengan kehadiran berbagai stan, seperti perpustakaan desa, kelas merajut, kelas keterampilan pipecleaners, Paguyuban Kopi Muria, Forum Komunikasi Disabilitas (FKDK) yang berkolaborasi dengan perpustakaan umum, hingga Suyati Craft.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hampir 4 Bulan Pelaku Pembakaran Rumah Pentolan AMPB Belum Terungkap, Polisi Sebut Terkendala CCTV

0
Sudah hampir 4 bulan kasus pembakaran rumah milik pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh  Istiyanto, hingga kini masih belum terungkap. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sudah hampir 4 bulan kasus pembakaran rumah milik pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh  Istiyanto, hingga kini masih belum terungkap. Polisi beralasan, lambannya pengungkapan pelaku pembakaran karena beberapa alasan. 

Kasi Humas Polresta Pati IPDA Hafid Amin menyebut, bahwa penyelidikan perkara pembakaran rumah milik Teguh tersebut menghadapi sejumlah kendala. Yakni, keterbatasan visual rekaman CCTV serta minimnya saksi yang melihat langsung kejadian. 

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

Meski demikian, pihaknya memastikan proses hukum tetap berjalan. Pihaknya mengaku optimistis, perkara ini dapat terungkap. 

“Setiap laporan masyarakat kami tangani secara profesional dan bertahap,” ujar Hafid, Kamis (29/1/2026). 

Kasi Humas menyebut, perkara pembakaran rumah Teguh yang berada di Perumahan Taman Mutiara Persada, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada Jumat (3/10/2025) dini hari itu, masih terus ditangani. 

Katanya, saat ini perkara itu memasuki tahap penyelidikan lanjutan dengan fokus pada pengungkapan identitas pelaku.

IPDA Hafid menyampaikan, penanganan kasus pembakaran rumah Teguh itu diawali dengan penerimaan laporan polisi, dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satreskrim Polresta Pati bersama Unit Reskrim Polsek Margorejo dan Tim Inafis. 

“Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dan pertama kali disadari oleh penghuni rumah setelah mendengar suara letupan dari lantai bawah, ” jelasnya. 

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah barang di bagian depan rumah Teguh yang dijadikan warung mengalami kerusakan dan terbakar. Barang-barang yang terdampak antara lain, empat buah sapu lidi, satu buah sapu ijuk atau sabut kelapa, satu buah karpet mobil berbahan karet, sekitar satu karung botol bekas minuman beserta karungnya. Kemudian, ada satu buah ember tempat sampah, satu banner penutup warung, serta satu galon air minum yang mengalami penyok akibat panas api.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, penyidik menduga terdapat dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor. Pelaku diduga menyiramkan cairan yang diduga bahan bakar minyak ke arah teras warung sebelum melemparkan sumber api. 

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

“Modus operandi pelaku sudah kami petakan dari hasil rekaman CCTV,” ungkap IPDA Hafid.

Dalam tahap lanjutan, katanya, Satreskrim Polresta Pati masih mengumpulkan rekaman CCTV tambahan dari sejumlah titik di jalur sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut direncanakan akan dikirim ke Bidlabfor Polda Jawa Tengah guna memperjelas identitas pelaku maupun kendaraan yang digunakan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Banjir Rendam Lahan Pertanian, Petani di Pati Rugi Ratusan Miliar Rupiah

0
Lahan sawah di Pati terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah petani di Kabupaten Pati kini hanya bisa pasrah. Sawah yang telah ditanami padi ikut kebanjiran hingga gagal panen. Tak ayal mereka dibayang-bayangi kerugian yang cukup besar. 

Sikap pasrah itu seperti dirasakan oleh Sunaryo, petani asal Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Tanaman padi yang seharusnya dipanennya, kini justru puso setelah terendam banjir selama lebih dari dua pekan. 

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

Meski begitu, dia tetap memanennya. Bersama sejumlah petani lainnya, dia terpaksa harus menerobos banjir untuk mengambil gabah yang tersisa. Bulir padi itu harus ditempatkan diatas terpal agar mudah dibawa ke tempat yang tidak tergenang air. 

Hanya saja gabah itu tak lagi direncanakan untuk dijual. Mereka memilih memanen untuk diberikan kepada bebek yang dipelihara lantaran sudah tak layak makan. 

Padi itu tetap harus dipanen agar dia bisa kembali mengolah sawahnya saat banjir benar-benar surut. 

“Ini terpaksa dipanen, supaya tidak membusuk di sawah. Sudah dua minggu lebih terendam banjir, padinya sudah tidak bisa dipanen lagi. Ini nanti untuk pakan bebek,” ucap Sunaryo. 

Padahal katanya, jika lahan sawah yang kebanjiran di Desa Widorokandang cukup luas. Sedikitnya ada 300 hektare sawah di desa yang puso atau gagal panen. 

“Kerugiannya tentu sangat besar karena tidak bisa lagi dipanen,” ungkapnya. 

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ratri Wijayanto mengatakan, lahan sawah yang terdampak banjir mencapai 14.438 hektare. Akibatnya kerugian akibat banjir ditaksir mencapai Rp301 miliar. 

“Terkait potensi kerugian itu, saat ini sedang dilakukan proses klaim asuransi tani. Sekitar seribu hektare. Juga tengah diusulkan pengajuan bantuan benih padi,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan mobil ambulans hilir mudik dari SMAN 2 Kudus menuju sejumlah rumah sakit di Kota Kretek, Kamis (29/1/2026). Suara sirine meraung-raung mengiringi proses evakuasi siswa yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka dirujuk ke beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Sarkies, RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, serta RS Kumala Siwi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, membenarkan adanya dugaan keracunan MBG yang dialami para siswa SMAN 2 Kudus. Ia menyebutkan bahwa sebagian korban masih menjalani observasi, sementara lainnya dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Sambangi Kementerian UMKM, Wabup Bellinda Kenalkan Produk Lokal

“Iya, diduga keracunan MBG yang dimakan kemarin. Korban masih dalam observasi, ada yang dirawat di sini dan ada juga yang kita rujuk ke beberapa rumah sakit,” ujar Mustiko di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Mustiko menjelaskan, pihaknya langsung melakukan koordinasi cepat dengan berbagai rumah sakit serta menyiagakan ambulans sejak pagi hari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan secepat mungkin.

“Ambulans sudah standby sejak pagi. Kita koordinasi cepat dengan seluruh rumah sakit agar penanganan bisa dilakukan maksimal,” katanya.

Ia mengungkapkan, para siswa mengalami beragam keluhan kesehatan. Gejala yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas, bahkan ada yang sempat pingsan di lingkungan sekolah.

“Keluhannya beragam, ada yang pusing, muntah, diare, ada juga yang merasa sesak. Bahkan ada satu dua siswa yang sempat pingsan,” ungkap Mustiko.

Ia menambahkan, sebagian siswa sebenarnya sudah mulai merasakan keluhan sejak malam sebelumnya di rumah masing-masing. Namun, mereka tetap masuk sekolah hingga akhirnya kondisi memburuk dan memerlukan penanganan medis.

“Keluhan sudah mulai dirasakan sejak tadi malam. Tapi karena masih masuk sekolah, akhirnya di sini kondisinya menurun dan langsung kita evakuasi,” jelasnya.

Baca juga: Pendapatan Pajak 2026 Ditarget Rp335,6 M, Begini Jurus Pemkab Kudus Merealisasikannya 

Hingga siang hari, Dinkes Kudus mencatat sedikitnya sekitar 20 unit ambulans dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Proses observasi dan pendataan jumlah korban masih terus berlangsung.

“Kurang lebih ada sekitar 20 ambulans yang dikerahkan. Pendataan masih berjalan dan kita fokuskan dulu pada penanganan kesehatan siswa,” imbuhnya.

Data sementara yang dihimpun Betanews.id, ada 55 korban yang diduga keracunan MBG. Jumlah korban berpotensi bertambah, karena saat ini masih ada siswa yang dalam observasi dan dibawa ke rumah sakit.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Sambangi Kementerian UMKM, Wabup Bellinda Kenalkan Produk Lokal

0
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton melaksanakan kunjungan ke kantor Kementrian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton melaksanakan kunjungan ke kantor Kementrian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).

Bellinda mengatakan, kunjungan kali merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi produk hasil UMKM lokal di Kabupaten Kudus. Mengingat, kata dia, di Kota Kretek banyak terdapat produk-produk unggulan, seperti Brand Fashion, Kerajinan, Kopi yang harusnya mampu bersaing di tingkat Nasional.

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

“Kali ini kami audiensi dengan wakil menteri UMKM, Alhamdulillah kami disambut baik oleh beliau bapak Helvi Moraza. Kami disini mengenalkan potensi produk UMKM lokal Kudus agar bisa naik kelas,” ujar Bellinda melalui siaran tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Pada kesempatan itu, Bellinda juga memperkenalkan event sakral yang digelar rutin setiap tahun, yakni Festival Dandangan kepada Wakil Menteri UMKM. Kata dia, Event Dandangan tak hanya sekedar seremonial menyambut bulan suci Ramadan, tetapi telah menjadi tradisi yang melekat bagi masyarakat kota kretek, bahkan membantu perekonomian masyarakat. 

“Kami juga memperkenalkan Tradisi Dandangan kepada Bapak Wamen UMKM, Beliau merespon baik kegiatan, serta mendukung penuh agenda rutinan tersebut,” ujarnya. 

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

Bellinda menyebut, event Dandangan tahun 2026 ini akan menjadi lebih istimewa, tak hanya soal konsep yang ditawarkan. Tetapi, Pembukaan event Dandangan tahun ini akan dihadiri langsung Wakil Menteri UMKM. 

“Insyaallah bapak menteri akan hadir ditengah-tengah kita saat event ini dibuka. Ini menjadi cukup istimewa, yang jelas beda dengan tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kasus Sudewo Terus Bergulir, Kepala Dispermades dan Sejumlah Kades Dipanggil KPK

0
Tri Hariyama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan perkara yang menyeret Bupati Pati Nonaktif Sudewo, terkait kasus dugaan pemerasan praktik jual beli jabatan perangkat desa. 

Penyidik KPK kali ini kembali memeriksa sejumlah pihak pada Rabu (28/1/2026). Satu di antaranya adalah Tri Hariyama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati. 

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

Berdasarkan pantauan, mobil dinas Kepala Dispermades Pati terlihat terparkir di halaman Markas Polresta Pati sejak pukul 10.00 WIB. 

Selain dia, ada juga sejumlah kepala desa yang turut diperiksa. Di antaranya adalah Pramono, Kepala Desa Semampir, Kecamatan Pati, Sudiyono, Kepala Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo. 

Kepala Dispermades Pati Tri Hariyama tampak keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 16.25 WIB. Dirinya diperiksa lebih dari enam jam. 

”Tadi jam 10.00 WIB (diperiksa). Ini baru selesai,” ujar Tri Hariyama. 

Ia mengaku ditanya penyidik sejumlah hal terkait pengisian perangkat desa. Namun dirinya lupa berapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada dirinya. 

”Banyak. Berkaitan pengisian perangkat desa. Tadi didampingi staff saya,” sebutnya. 

Tri mengaku bukan hanya dirinya dan stafnya saja yang diperiksa penyidik KPK. Sejumlah orang juga ikut diperiksa. Termasuk Kepala Desa Semampir Pramono. 

Sementara itu, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan siap menjaga keamanan dan keselamatan aparat penegak hukum yang sedang menjalankan kewenangannya. 

”Polresta Pati memberikan dukungan pengamanan dan pengawalan untuk memastikan tim KPK dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan lancar,” kata Jaka. 

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Menurutnya, dukungan yang diberikan bersifat teknis dan prosedural, tanpa mencampuri substansi penanganan perkara. 

”Kami hanya fokus pada aspek pengamanan, tidak masuk ke ranah penyidikan ataupun materi perkara yang sedang ditangani KPK,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ribuan Warga Jepara Kembali Dihapus dari Peserta JKN

0
Ilustrasi.

BETANEWS.ID, JEPARA – Ribuan warga Kabupaten Jepara kembali dihapus sebagai Peserta Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Zulaekhah Almunawaroh menjelaskan terdapat beberapa alasan yang menyebabkan masyarakat dihapus sebagai peserta penerima bantuan JKN.

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

“Penyebabnya karena ada kenaikan desil dan juga kuota nasional terbatas,” katanya pada Rabu, (28/1/2026). 

Zulaekhah menyebutkan sepanjang tahun 2025, terdapat 76.250 warga Jepara yang dihapus sebagai peserta. Penghapusan itu terjadi setiap bulan. Jumlahnya juga beragam, mulai dari ratusan hingga ribuan. Paling tinggi terjadi pada bulan Mei. Peserta yang dihapus sebanyak 53.772.

Zulaekhah melanjutkan, saat ini pemberian bantuan sosial dari pemerintah berdasarkan data tingkatan desil. Sehingga secara otomatis masyarakat yang berada di desil 6-10 tidak bisa mendapat bantuan JKN.

Mereka yang dihapus, biasanya merupakan peserta yang tingkatan desilnya mengalami kenaikan karena penghasilannya meningkat. 

Kemudian meskipun sudah dicoret, lanjut Zulaekhah,  masyarakat yang pada kenyatannya berada di desil rendah, tetapi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) bertolak belakang, maka bisa diajukan pembaharusan DTSEN di aplikasi siks NG.

“Tapi kalau sudah mampu, harapannya masyarakat berpindah menjadi peserta BPJS mandiri,” harapnya. 

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara juga turut membantu iuran lewat program Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PBPU BP).

Akan tetapi, pemerintah daerah hanya bisa mengkover itu sesuai dengan anggaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara. Setiap bulan, Pemkab Jepara membantu membayarkan iuran senilai Rp37.800 per penerima manfaat. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wujudkan Jepara Mulus, Pemkab Ajukan Bantuan Rp170 M

0
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Jumlah dana pinjaman yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara pada tahun 2026 berkurang dari rencana awal sebab adanya penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. 

Jika sesuai rencana, total dana pinjaman yang diajukan yaitu Rp250 miliar. Dengan rincian Rp86 miliar di tahun 2025 yang saat ini sudah terealisasi. Kemudian sisanya Rp164 miliar di tahun 2026. 

Baca Juga: Rabu Pon di Kudus, Ratusan Ayam Petelur dan Bibit Tanaman Dibagikan ke Warga

Akan tetapi, di tahun 2026 jumlah pinjaman utang yang diajukan hanya Rp100 miliar. Menyesuaikan kemampuan keuangan daerah untuk melunasi. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto menyebutkan dana pinjaman sebesar Rp100 miliar itu nantinya akan digunakan untuk peningkatan dan pemeliharaan 30 ruas jalan dan pembangunan dua jembatan dengan total panjang 65,7 km. 

Sedangkan dalam rencana awal, jumlah ruas yang akan diperbaiki yaitu 45 ruas untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta dua ruas pembangunan jembatan. Sehingga, masih terdapat 15 ruas jalan yang belum tercover anggaran. 

“Untuk (ruas jalan) yang kemarin di cancel atau ditunda, ada beberapa alternatif yang sudah kita lakukan. Satu melalui IJD (Inpres Jalan Daerah) dari pusat, kemudian dari Banprov (Bantuan Provinsi) juga,” kata Hery saat ditemui di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Rabu (28/1/2026). 

Total bantuan anggaran yang diajukan yaitu sebesar Rp170 miliar. Dengan rincian Rp50 miliar melalui IJD dan Rp120 miliar melalui Banprov.  

“Tapi di ACC (setujui)-nya kan tidak mungkin semuanya, sehingga tetap bertahap (untuk penanganan perbaikan jalan),” lanjutnya. 

Selama lima tahun periode kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo-Muhammad Ibnu Hajar, Hery menyebut terget perbaikan jalan dalam program Jepara Mulus yaitu sepanjang Rp450 km. 

Dengan target setiap tahunnya yaitu sekitar 100-150 km. Di tahun 2025, target yang dicapai baru sepanjang 65 km. 

“Tahun 2026 target kita 150 km. Selama lima tahun targetnya 450 km,” sebutnya. 

Baca Juga: Dua Pelajar di Kudus Pesan Paket Celurit, Ngakunya Buat Konten di Medsos

Selain pemeliharaan dan peningkatan jalan, untuk perbaikan jalan nantinya juga akan dilakukan melalui kegiatan klinik jalan yang pada tahun ini dianggarkan sebesar Rp2 miliar. 

“Klinik jalan itu prinsipnya menyasar seluruh jalan kabupaten di Jepara,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hampir Seluruh Warga Terlindungi BPJS, Pemkab Kudus Sabet UHC Award 2026

0
Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menorehkan capaian di bidang pelayanan publik dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menorehkan capaian di bidang pelayanan publik dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi hampir seluruh warganya.

Penghargaan UHC Award 2026 itu diterima langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Selasa (27/1/2026). Acara penganugerahan berlangsung di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Rabu Pon di Kudus, Ratusan Ayam Petelur dan Bibit Tanaman Dibagikan ke Warga

UHC Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu memastikan masyarakatnya memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara menyeluruh. Kabupaten Kudus tercatat telah mencapai cakupan Universal Health Coverage sebesar 99,4 persen, dengan pembiayaan layanan kesehatan masyarakat ditopang melalui program BPJS Kesehatan.

Capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memastikan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan dapat terpenuhi. Melalui skema jaminan kesehatan nasional, mayoritas penduduk Kudus kini memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian UHC di Kabupaten Kudus. Ia secara khusus menyoroti peran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus yang selama ini aktif mendampingi pemerintah daerah.

“Hari ini kita menerima penghargaan UHC kategori Madya. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus yang telah membimbing, mengawal, dan memberikan pengarahan hingga tercapainya UHC di Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani melalui siaran tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Meski berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, Bupati menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar manfaat jaminan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat secara optimal.

“Kita tingkatkan lagi pelayanan, khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, agar kita bisa mencapai UHC kategori Utama,” tandasnya.

Baca Juga: Dua Pelajar di Kudus Pesan Paket Celurit, Ngakunya Buat Konten di Medsos

Pemkab Kudus menilai Universal Health Coverage tidak semata-mata berbicara tentang persentase kepesertaan. Lebih dari itu, UHC merupakan wujud nyata kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari fasilitas layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga perangkat daerah terkait. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kesehatan di Kudus semakin berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tabungan Menipis, Warga Doropayung Pati Berjuang Hidup di Tengah Banjir

0
Masudah, warga Doropayung, Juwana. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sudah hampir tiga pekan banjir mengepung Kabupaten Pati. Genangan air yang tak kunjung surut membuat roda perekonomian warga tersendat, bahkan nyaris lumpuh. Di tengah keterbatasan, sebagian besar warga kini hanya bisa bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan.

Bagi warga yang masih memiliki tabungan, kebutuhan sehari-hari mungkin masih bisa terpenuhi. Namun kondisi tersebut jauh dari kenyataan yang dialami Masudah (52). Warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana itu mengaku kini tak lagi memiliki uang sama sekali setelah usaha kerupuk yang menjadi sumber penghidupan keluarganya terdampak banjir.

Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan

“Kalau punya tabungan, ada yang diandalkan. Lha ini sudah gak punya sama sekali. Modal habis karena kerupuknya nggak jadi,” ungkapnya, Rabu (28/1/2026).

Selama bertahun-tahun, usaha kerupuk menjadi tumpuan ekonomi keluarga Masudah. Bahkan, sebelum banjir merendam permukiman warga tiga pekan lalu, aktivitas produksi masih berjalan seperti biasa.

“Waktu itu sudah jarang ada panas, dan kemudian langsung kebanjiran. Jadi kerupuknya belum sempat kering dan akhirnya busuk,” ucapnya. 

Kini, Masudah hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari berbagai pihak. Untuk tinggal bersama anaknya yang telah berumah tangga di luar daerah pun bukan pilihan mudah, lantaran ia masih harus menjaga kondisi rumahnya yang terdampak banjir.

“Kemarin sempat ikut anak di (Kecamatan) Kaliori (Kabupaten Rembang). Tapi kemudian memutuskan pulang untuk menengok rumah. Sampai sekarang tinggal di pengungsian,” sebutnya. 

Masudah menuturkan, banjir tertinggi yang pernah menggenangi kawasan permukiman mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi leher orang dewasa. Meski saat ini kondisi mulai berangsur surut, genangan air masih cukup tinggi.

“Kemarin sempat surut, tapi semalam naik lagi karena jujan deras. Pas banjir paling tinggi itu ya sampai seleher,” sebut Masudah.

Nasib serupa juga dialami Fatonah (63), warga Doropayung lainnya. Selama ini, ia menggantungkan hidup dari berjualan jajanan di rumah serta di sekitar usaha ikan. Namun sejak banjir melanda, seluruh aktivitas ekonominya terhenti. Anak Fatonah yang bekerja di tambak ikan pun ikut terdampak.

“Sejak banjir melanda sudah tak bisa berjualan. Otomatis tak punya penghasilan,” bebernya. 

Berbeda dengan Masudah, Fatonah masih memiliki tabungan hasil usahanya yang kini menjadi satu-satunya sandaran hidup. Meski demikian, tabungan tersebut terus terkuras seiring lamanya banjir belum surut.

“Tidak ada pemasukan jadi mengandalkan tabungan. Tapi ini tabungan sudah sangat menipis,” ucapnya. 

Di tengah kondisi tersebut, Fatonah memilih bertahan di rumah meski sebagian besar tetangganya telah mengungsi. Ia terpaksa meninggikan lantai rumahnya sekitar satu meter agar tetap bisa ditempati saat banjir datang.

“Awalnya mengungsi ke rumah anak, tapi sudah beberapa hari ini tidur di rumah,” katanya. 

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

Berdasarkan data, banjir di Desa Doropayung telah merendam lebih dari 800 rumah dan berdampak pada 1.475 warga. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak lagi layak ditinggali.

Data Pemerintah Desa Doropayung mencatat, sebanyak 56 jiwa saat ini mengungsi di posko pengungsian desa. Sementara sekitar 600 jiwa lainnya tersebar di berbagai lokasi, mulai dari rumah kerabat, Sanggar Tari, hingga eks Stasiun Juwana.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pati Masih Terdampak Banjir, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

0
Stok pasokan gas LPG 3 kg. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, PATI – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati dalam kondisi aman dan terkendali, meskipun sejumlah wilayah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah jalur suplai yang terdampak genangan banjir, di antaranya daerah Trengguli, Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan daerah Pengapon, Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono. Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina telah melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan.

Baca Juga: AMPB Curigai Adanya Pesanan di Balik Perkara Botok Cs

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa Pertamina terus melakukan monitoring dan mitigasi pasokan energi di lapangan. 

“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati yang terdampak banjir tetap aman. Kami melakukan pengaturan distribusi pada dinihari saat tidak ada kemacetan serta merubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujar Taufiq dalam rilis yang diterima Betanews.id, Rabu (28/1/2026). 

Taufiq menjelaskan, bahwa Pertamina memberlakukan pengaturan prioritas operasional, khususnya pada distribusi dini hari, dengan memprioritaskan mobil tangki yang menuju wilayah terdampak, serta mengoptimalkan penggunaan jalur alternatif melalui Grobogan–Mranggen guna menghindari genangan banjir.

Untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat, Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan LPG 3 Kg untuk wilayah terdampak banjir Pertamina memberikan penambahan pasokan sejumlah 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.

Penambahan pasokan fakultatif LPG 3 Kg diilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen serta mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Dengan pasokan yang mencukupi, diharapkan distribusi LPG tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelas Taufiq.

Sementara itu, terdapat beberapa SPBU yang terdampak banjir dan dilakukan penghentian operasional sementara sesuai prosedur keselamatan yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kudus, yakni SPBU 43.593.18 , Jl. Lingkar Utara, Bacin, SPBU 44.593.15, Jalur Pantura Demak–Kudus, SPBU 48.595.05,Jl. Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak).

Baca Juga: ICW Minta KPK Telusuri Jejak Pencucian Uang Dalam Kasus Sudewo

Pertamina mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi sebagai lokasi alih suplai yakni SPBU 44.593.04 Matahari , Jl. Jend. Ahmad Yani, Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan, Jl. Raya Kudus–Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo, Jl. Raya Kudus–Pati, dan SPBU 44.593.25 Rendeng, Jl. Jend. Sudirman, Kudus.

Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan bahwa seluruh fasilitas terdampak tidak akan dioperasikan sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh. “Kami memastikan kualitas BBM dan LPG tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pendapatan Pajak 2026 Ditarget Rp335,6 M, Begini Jurus Pemkab Kudus Merealisasikannya 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan pendapatan dari sektor pajak kurang lebih sebesar Rp335,6 miliar pada tahun 2026. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan pendapatan dari sektor pajak kurang lebih sebesar Rp335,6 miliar pada tahun 2026. Nominal tersebut naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp309,3 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Rama Rizkika menyampaikan, target pendapatan daerah dari sektor pajak memang naik di tahun ini. Meski begitu, pihaknya optimis bisa mencapai target yang ditetapkan.

Baca Juga: Rabu Pon di Kudus, Ratusan Ayam Petelur dan Bibit Tanaman Dibagikan ke Warga

“Kami optimis bisa mencapai target yang ditetapkan. Beberapa strategi sudah Kita siapkan guna mampu merealisasikannya,” ujar Rama di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia pun kemudian mengungkap upaya untuk merealisasikan target pendapatan dari pajak. Di antaranya tentu perbaikan pelayanan publik terkait pajak. 

“Ketika ada peningkatan pelayanan publik, maka akan meningkatkan minat masyarakat untuk membayar pajak,” sebutnya. 

Pelayanan publik tersebut nantinya dengan cara memperkuat digitalisasi pajak di Kabupaten Kudus. Digitalisasi pajak ini berkaitan dengan cara pembayaran dan mekanisme pengurusan pajak. 

“Kita sudah ada aplikasi yang kita siapkan. Serta nanti diupayakan tahun ini sudah bisa difungsikan,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Pelajar di Kudus Pesan Paket Celurit, Ngakunya Buat Konten di Medsos

Selain itu, lanjut Rama juga ada perbaikan tata kelola pajak yang meliputi Standart Operasional Prosedur (SOP). Serta peraturan-peraturan pendukung dalam rangka pemungutan pajak supaya lebih efektif.

“Kita juga bakal intensifikasi dan identifikasi penggalian objek pajak baru. Apalagi, ke depan Pemkab Kudus bakal memperkuat sektor pariwisata. Disitu pasti akan ada objek pajak atau retribusi baru,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -