Beranda blog Halaman 59

UMKM Kudus Didorong Manfaatkan KUR, Hindari Jeratan Pinjol

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman online (pinjol). Ia mengajak pelaku usaha beralih ke skema pembiayaan resmi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dorongan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan pelaku UMKM Kudus di PT Mubarok Food Cipta Delicia. Dalam kesempatan itu, Andhika menekankan pentingnya akses permodalan yang aman, berbunga rendah, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan usaha lokal.

Menurutnya, KUR dapat menjadi solusi pembiayaan yang lebih sehat dibanding pinjaman nonformal yang kerap membebani pelaku usaha dengan bunga tinggi. Ia juga membuka ruang pendampingan bagi UMKM yang mengalami kendala saat pengajuan.

Baca juga : Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan, Jelang Mudik Lebaran Dipastikan Mantap

“Silakan dicoba dulu mengajukan KUR ke BRI. Jika ada kendala di lapangan, sampaikan ke tim kami agar bisa dibantu mencarikan solusi,” ujarnya, Minggu (15/2026).

Ia mengakui, masih banyak pelaku UMKM di Kudus yang terhambat mengakses KUR karena sebelumnya terjerat pinjaman online. Riwayat pinjaman dengan bunga tinggi tersebut sering kali memengaruhi penilaian perbankan saat proses pengajuan kredit.

“Banyak pelaku usaha akhirnya memilih pinjol karena prosesnya cepat. Namun bunganya tinggi dan dalam jangka panjang justru memberatkan,” katanya.

Andhika menilai, optimalisasi penyaluran KUR perlu terus diperkuat agar benar-benar menyasar pelaku usaha yang produktif dan berpotensi berkembang. Dengan plafon KUR yang cukup besar, ia berharap UMKM yang usahanya telah berjalan stabil bisa lebih mudah mendapatkan tambahan modal dari perbankan resmi.

Selain soal pembiayaan, ia juga menyoroti pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM. Legalitas, baik atas nama individu maupun kelompok usaha bersama, dinilai membuka peluang lebih luas untuk mengakses berbagai program pendukung.

“Legalitas adalah kunci. Jika sudah memiliki izin usaha yang jelas, peluang mendapatkan bantuan alat produksi melalui program CSR perbankan bisa mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Baca juga : Tangis Haru Warga Pecah Saat Ahmad Luthfi Cek Lokasi Tanah Amblas di Ungaran

Ia menambahkan, pembentukan kelompok usaha bersama memang membutuhkan proses dan biaya awal. Namun, dalam jangka panjang, skema tersebut dinilai lebih kuat dalam memperluas akses permodalan, pelatihan, hingga bantuan sarana produksi.

Sebagai legislator yang baru menjalani tahun pertama masa tugasnya, Andhika menegaskan komitmennya untuk terus mencari pola pemberdayaan yang tepat agar program dukungan UMKM benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi perekonomian daerah, khususnya di Kudus.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Peringati HPN 2026, PWI Kudus Tanam Ratusan Pohon

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus melakukan aksi nyata melalui penghijauan alam di lereng Muria, tepatnya di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Wartawan Menanam” itu diinisiasi dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama Bupati Kudus. 

Seratus bibit pohon dengan lima jenis, seperti mangga, alpukat, rambutan, mahoni dan trembesi ditanam di sejumlah titik. Kegiatan itu bertujuan untuk mengkampanyekan peduli terhadap lingkungan, utamanya di daerah Kabupaten Kudus. 

Ketua PWI Kudus, Saiful Annas mengatakan, pentingnya penghijauan di lereng Muria untuk kelestarian alam. Menurutnya, Kudus merupakan salah satu daerah yang berpotensi tinggi terhadap rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Baca juga : Ini Rencana Strategis Disbudpar Kudus untuk Dongkrak Pesona Colo dan Museum Kretek

Penghijauan di lahan kritis menjadi hal penting sebagai langkah mitigasi serta menjaga alam tetap lestari.

“Kami harap kegiatan ini tidak hanya berlangsung seremonial, tetapi juga bisa berkelanjutan untuk bumi yang lebih hijau,” bebernya usai kegiatan.

Pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Apalagi, kata dia, kegiatan tersebut selaras dengan tema besar peringatan HPN 2026, yakni Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.

“Ini merupakan rangkaian HPN 2026, semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan tahun depan bisa melakukan penanaman lagi,” harapnya.

Kegiatan wartawan menanam ini melibatkan warga setempat, pengelola wisata Pijar Park, dan Perhutani. Hadir pada kegiatan ini Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua Komisi A DPRD Kudus Muhammad Antono, Direktur Pijar Park Yusuf, Kepala Dinas Kominfo Kudus Satria Agus Himawan, Camat Dawe Dian Nur Tamzis, jajaran Polsek dan Koramil Dawe.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut mengapresiasi kegiatan Wartawan Menanam yang diselenggarakan oleh PWI Kudus. Dia menyebut, bahwa pers merupakan pilar ke empat dalam demokrasi, yang mempunyai peranan penting untuk mengontrol kebijakan pemerintah. 

Oleh sebab itu, pihaknya berharap ada kritik dan masukan yang diberikan dari awak media untuk mengawal dan mendukung roda pemerintah serta menjembatani informasi yang objektif antara pemerintah dan masyarakat. 

Baca juga : Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Makin Bergengsi, 518 Atlet Bertarung dengan Format Piala Dunia

“Selamat Hari Pers, semoga pers semakin kuat dan tetap menjadi penyeimbang di tengah arus informasi yang serba cepat,” ungkapnya.

Menanam pohon, kata Sam’ani, juga merupakan kegiatan luar biasa di sela-sela kesibukan awak media dalam meliput berita. Agenda tersebut menurutnya bisa menjadi kampanye untuk masyarakat supaya semakin peduli terhadap lingkungan.

“Kami juga mendorong para ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk melakukan penanaman pohon di lahan-lahan kosong. Supaya ini memberikan contoh kepada masyarakat,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng Tuai Apresiasi

0

BETANEWS.ID,BANYUMAS – Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan yang digulirkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah menuai apresiasi dari sejumlah kepala desa. Sebab, manfaatnya begitu terasa bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kusno menyampaikan terimakasih kepada Biro Umum Pemprov yang telah memberikan pembinaan kepada desanya selama 2025.

Melalui pembinaan itu, banyak yang bisa dipetik manfaatnya, mulai bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 30 unit dengan masing-masing senilai Rp20 juta, bantuan sembako, bantuan bibit ikan,  pemberdayaan, dan sebagainya.  

“Kami sampaikan terimakasih sedalam-dalamnya, mudah-mudahan meringanan beban warga,” kata Kusno di Balai Desa Kediri belum lama ini.

Baca juga: Pemprov Jateng Luncurkan ‘Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan’, Strategi Ampuh Tuntaskan Masalah Hunian

Dikatakan dia, desanya memang masih membutuhkan dukungan pembangunan dari sejumlah pihak, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, pengelolaan sampah, hingga jambanisasi,

“Masih banyak masalah yang perlu diselesaikan bersama-sama,” kata dia.

Melalui pembinaan dari Biro Umum Pemprov Jateng, kata dia, sejumlah masalah yang dialami warga telah diselesaikan. Namun, perhatian untuk desa tersebut tetap dibutuhkan, mengingat masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan, setiap OPD di lingkungan pemerintahannya harus meneruskan program “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”. Melalui program ini, masing-masing OPD akan melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang ada di Jateng.

Taj Yasin   menyampaikan, program desa dampingan telah dijalankan sejak lima tahun lalu, saat ia menjabat sebagai Wakil Gubernur di periode pertamanya. Hingga kini, program tersebut dinilai masih relevan dan efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi kami maupun program tahunan,” kata Taj Yasin beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, program tahunan akan difokuskan secara bertahap, mulai dari infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan

“Kami akan mengarahkan, mengajak, serta melakukan evaluasi dan penyesuaian dalam program ‘Satu OPD, Satu Desa Dampingan’,” ucap Wagub.

Sebagai informasi, Program Desa Dampingan Pemprov Jateng melalui inisiatif “Satu OPD Satu Desa Dampingan” ini sudah sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Selama 2019-2025, sebanyak 452 desa telah dilakukan pendampingan, mencakup perbaikan RTLH, sanitasi, serta pemberdayaan UMKM/desa ekspor.

Pada 2026 ini, Pemprov Jateng menergetkan melakukan pendampingan melalui program tersebut di 76 desa di 16 kabupaten.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pemprov Jateng Luncurkan ‘Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan’, Strategi Ampuh Tuntaskan Masalah Hunian

0

BETANEWS.ID,BANYUMAS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  meluncurkan program “Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan”, sebagai upaya strategis untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Peluncuran itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas pada Sabtu (14/2/2026).

Program ini mengusung filosofi mendalam,  Ngopeni Omah dimaknai sebagai upaya merawat rumah sebagai simbol pelayanan publik, sementara Nglakoni Sesarengan menekankan pada kerja kolaboratif.

Taj Yasin menegaskan,  Program ini merupakan pendekatan kolaboratif untuk menjawab beragam persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Jawa Tengah.Mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah, hingga warga yang rumahnya tidak layak huni.

“Kita memberikan bantuan-bantuan seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lalu masyarakat yang tidak memiliki rumah, muncul program rumah subsidi untuk penanganan backlog yang dianggarkan oleh pemerintah pusat maupun di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.

Baca juga: Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan

Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Tengah dalam menekan angka kekurangan rumah merupakan buah dari sinergi lintas sektor. Dukungan tersebut datang mulai dari Baznas,  Bank Jateng, hingga kolaborasi anggaran dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“(Penanganan) backlog yang ada di Jawa Tengah ini semakin baik.  Kita juga mendapatkan apresiasi oleh pemerintah pusat sebagai provinsi terbanyak mengatasi backlog,” jelasnya.

Meski demikian, Taj Yasin mengakui bahwa tantangan penyediaan rumah di Jawa Tengah masih cukup besar. Ia secara terbuka mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk tetap konsisten dalam bekerja sama demi masyarakat yang belum memiliki hunian tetap.

“Masyarakat yang belum memiliki rumah kita dorong dengan program-program dari Dinas Perumahan. Ini juga enggak mungkin dari Pemprov saja. Kita kolaborasi bersama dari pemerintah pusat maupun dari kabupaten kota. Kita bareng-bareng,” imbuh Taj Yasin.

Komitmen Pemprov Jateng dalam penyediaan perumahan juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sebagai provinsi peringkat I terbaik dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan.

Pengharagaan itu bukan isapan jempol belaka. Sepanjang tahun 2025, Pemprov Jateng berhasil merealisasikan penyediaan rumah layak huni sebanyak 17.513 unit dengan total anggaran Rp357,6 miliar atau mencapai 100 persen dari target.

Rinciannya meliputi peningkatan kualitas rumah 17.150 unit, pembangunan Rumah Sederhana Sehat 240 unit, pembangunan rumah korban bencana dan relokasi program pemerintah 120 unit, serta pembangunan rumah apung CSR Bank Jateng sebanyak 3 unit.

Sementara pada tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan program penyediaan rumah mencakup 10.231 unit dengan nilai anggaran Rp210 miliar.

Program tersebut terdiri atas peningkatan kualitas rumah 10.074 unit, pembangunan rumah sederhana sehat 100 unit, pembangunan rumah korban bencana dan relokasi 40 unit, serta pembangunan rumah apung sebanyak 17 unit.

Dalam rangkaian acara Gubernur Menyapa bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya” tersebut, Wagub juga menyerahkan bantuan pemasangan sambungan listrik bagi 100 unit rumah di Banyumas dan Cilacap senilai Rp119,7 juta.

Selain itu, dukungan energi terbarukan berupa PLTS rooftop senilai Rp74,7 juta turut diberikan kepada UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Sejahtera di Desa Pejerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas guna mendorong kemandirian ekonomi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menjelaskan bahwa program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan dirancang sebagai solusi komprehensif atas berbagai permasalahan sektor perumahan.

Lebih dari itu, program tersebut sebagai wujud komitmen kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah di sektor perumahan.

Menurutnya, bagi MBR yang memiliki penghasilan namun belum memiliki rumah, pemerintah menyediakan solusi melalui program rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini dilaksanakan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten, serta Bank Jateng, termasuk dukungan pembebasan BPHTB dan BPPT.

“Untuk MBR yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah, kami bekerja sama dengan BKK BPR melalui program Omah Lestari. Ini menjadi solusi nyata agar masyarakat bisa memiliki rumah layak,” jelas Boedyo.

Selain itu, bagi masyarakat yang telah memiliki rumah namun kondisinya rusak dan tidak mampu melakukan perbaikan, pemerintah menyediakan bantuan melalui program RTLH. Pemerintah juga menyiapkan solusi relokasi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tidak sesuai ketentuan, serta bantuan perumahan bagi warga terdampak bencana.

“Semua ini kita lakukan sesarengan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pelaku usaha melalui CSR, hingga Baznas, dikemas dalam satu payung besar program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan,” tegasnya.

Boedyo berharap program ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Jawa Tengah. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menyosialisasikan program tersebut serta tidak ragu berkonsultasi apabila menghadapi permasalahan perumahan.

“Ini adalah program solusi. Monggo masyarakat ikut menyebarluaskan dan segera berkonsultasi jika memiliki persoalan perumahan,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ini Rencana Strategis Disbudpar Kudus untuk Dongkrak Pesona Colo dan Museum Kretek

0

BETANEWS.ID,PATI-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tengah serius untuk menata ulang sektor pariwisata yang di bawah naungannya. Prioritas itu ditujukan pada kawasan wisata Colo dan Museum Kretek.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, menegaskan bahwa kawasan wisata Colo menjadi salah satu prioritas pengembangan pada 2027. Fokus utama diarahkan pada penataan Terminal Colo serta penguatan branding Museum Kretek guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Teguh, Terminal Colo menjadi perhatian pertama karena telah berkontribusi terhadap PAD melalui retribusi parkir. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban memberikan timbal balik berupa peningkatan fasilitas dan kenyamanan bagi pengunjung maupun pengguna kendaraan.

Baca juga: Launching SPPG Polres Kudus, Bupati Sam’ani: “MBG Cerdaskan Anak dan Serap Tenaga Kerja

“Karena sudah menghasilkan PAD, maka kewajiban kita (pemerintah) memberikan kenyamanan. Baik kepada pengguna kendaraan maupun wisatawan,” katanya di Kantor Disbudpar Kudus, belum lama ini.

Penataan yang diusulkan meliputi perbaikan landasan parkir, penyediaan area duduk, serta rest area dengan konsep nyaman yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kudus dari kawasan Colo.

“Ketika pemerintah memungut retribusi, harus ada imbal jasa yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung. Selain parkir yang tertata, area istirahat juga harus didukung rest area yang representatif,” jelasnya.

Meski usulan tersebut berada di luar pagu indikatif awal 2027, pihaknya tetap optimistis rencana itu dapat direalisasikan karena berdampak langsung terhadap peningkatan PAD sektor pariwisata.

Selain Terminal Colo, Disbudpar juga mengusulkan penguatan branding Museum Kretek agar mampu bersaing dengan museum lain di Kudus, termasuk museum swasta seperti Museum Jenang.

Teguh menilai, Museum Kretek perlu dikemas lebih informatif dan atraktif. Selama ini, menurutnya, masih banyak pengunjung yang belum memahami secara utuh sejarah Kudus sebagai Kota Kretek.

“Pengunjung sering hanya tahu soal rokoknya, padahal sejarahnya lebih luas, tentang siapa tokohnya, bagaimana awal mula kretek dari Kudus, hingga warisan budayanya. Benda di museum tidak bisa berbicara, maka harus kita fasilitasi dengan diorama, video, dan audio yang dapat membuat pengunjung memahami arti sejarah,” terangnya.

Ia berharap, ketika wisatawan keluar dari Museum Kretek, mereka tidak hanya melihat koleksi fisik, tetapi juga memahami narasi sejarah yang utuh tentang Kota Kretek.Dalam rencana pengelolaannya, Disbudpar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.

Teguh menyebut pihaknya telah berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan aspek regulasi dan legalitas kerja sama berjalan sesuai aturan.

Kajian penilaian aset juga akan dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sementara mekanisme lelang direncanakan melalui KPKNL agar prosesnya transparan dan kompetitif.

“Kalau dilelang dan peminatnya lebih dari satu, kita bisa melihat siapa yang paling siap dan mampu mengelola dengan baik. Ujungnya tetap pada peningkatan PAD,” tegasnya.

Dengan perencanaan yang lebih detail dan matang, Disbudpar Kudus berharap pengelolaan wisata Colo pada 2027 benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kisah Fatimah, Nekat Keluar Kerja dan Buka Usaha Usai Suami Kena PHK

0
Fatimah, atau akrab disapa Bu Fat, sedang melayani pembeli nasi kuning dan nasi kebuli di lapaknya, di Desa Pedawang, Kudus. Foto: Mahasiswa PPL PBSI UMK, Luthfia Himma Soraya.

Di usia 53 tahun, Fatimah yang akrab disapa Bu Fat, memulai babak baru dalam hidupnya. Setelah sang suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2024, ia tak ingin berdiam diri.

Dari dapur rumahnya di Desa Pedawang, lahirlah usaha kuliner Nasi Kuning dan Nasi Kebuli Bu Fat. Usaha yang baru berjalan sekitar benerpa bulan itu, kini menjadi tumpuan harapan baru bagi keluarganya.

Sebelum membuka warung sendiri, Bu Fat sempat bekerja membantu orang berjualan bubur. Dan dari sanalah ia belajar sekaligus menangkap peluang usaha.

Baca juga: Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

“Kemarin sebelum buka usaha ini saya sempat kerja di tempat orang jualan bubur. Kebetulan di samping warung itu ada yang jualan nasi kuning,” tuturnya.

Kesempatan datang ketika ada yang menawarkan lokasi untuk berjualan. Tanpa ragu, Bu Fat langsung memutuskan membuka usaha nasi kuning. Tak berhenti di situ, atas saran sang anak, ia menambah menu yang jarang ditemui di sekitar rumahnya, yaitu nasi kebuli.

“Kalau yang kebuli itu karena perintah anak saya. Katanya nasi kebuli jarang yang jualan, jadi saya coba sekalian menawarkan,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Keputusan itu menjadi pembeda. Jika nasi kuning sudah biasa ditemukan sebagai menu sarapan, nasi kebuli dengan aroma rempah khasnya memberi pilihan rasa yang berbeda bagi pelanggan.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Nasi kuning dijual Rp6.000 per porsi, lengkap dengan mie, kering tempe, telur, dan sambal. Sementara nasi kebuli dibanderol Rp10.000 per porsi, dengan lauk serupa namun ditambah ayam yang memperkaya cita rasa rempahnya.

Baca juga: Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus

Setiap pagi, Bu Fat memasak sekitar 3 kilogram nasi kuning dan 1 kilogram nasi kebuli. Warungnya buka sejak pukul 05.30 WIB dan tutup ketika dagangan habis.

“Biasanya sebelum siang sudah habis. Alhamdulillah peminatnya banyak,” tambahnya.

Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan

0

BETANEWS.ID,SEMARANG — Wakil Presiden Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat terdampak tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, untuk sementara tidak bolak-balik ke rumah.

Hal itu disampaikan saat Gibran dan Luthfi lokasi tanah gerak di lokasi tersebut pada , Sabtu (14/2/2026). Dalam kunjungan itu, juga dilakukan dengan dialog dengan sejumlah warga setempat, sekaligus menyampaikan pesan yang menenangkan masyarakat terdampak.

Luthfi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah koordinasi dengan Wali Kota, Camat, dan Lurah Jangli untuk relokasi sebagian warga, khususnya yang terdampak tanah gerak. Saat ini tempat relokasi masih dikoordinasikan oleh Pemkot Semarang.

Baca juga : Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan, Jelang Mudik Lebaran Dipastikan Mantap

“Semua kebutuhan pokok akan dipenuhi.  Sementara ini mboten usah tinggal wonten omah sing lemahe gerak (sementara ini tidak usah tinggal dirumah yang tanahnya gerak). Lebih baik menyelamatkan diri kita dan keluarga kita, sambil nanti dikasih tempat yang sudah ditunjuk oleh Camat dan Lurah,” katanya kepada masyarakat setempat.

Luthfi menegaskan, seluruh biaya relokasi akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang. Di samping itu, Wakil Presiden juga sudah mengerahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk ikut memberikan bantuan.

“Sedaya ngopeni njenengan (semua melayani anda sekalian). Hari ini Wapres turun tangan jenguk bapak-ibu sekalian untuk memastikan mboten enten napa-napa (tidak terjadi apa-apa),” ujarnya.

Setali tiga uang, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa keselamatan warga menjadi nomor satu. Untuk itu ia meminta agar warga terdampak tidak bolak-balik ke rumah yang lama. Sebab, tidak ada yang tahu sampai mana tanah gerak tersebut meluas.

“Pokoknya keselamatan nomor satu, hati-hati di sini banyak anak-anak dan lansia. Minggu lalu saya ke Tegal, situasinya juga cukup parah seperti ini. Kami kondisikan untuk mengungsi. Kalau kondisi seperti ini sangat berbahaya sekali. Penting di sini tidak ada korban,” ujarnya.

Warga Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Subiyanti (44), berharap dengan kedatangan Wakil Presiden dan Gubernur Jawa Tengah dapat memberikan bantuan dan solusi yang cepat. Apalagi kebanyakan warga yang menjadi korban sudah tinggal di kampung tersebut puluhan tahun.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan memberikan solusi ke kami. Tadi disuruh untuk tidak tinggal di rumah kama dan tetap di pengungsian karena situasinya nggak memungkinkan kalau kita kembali ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Jangli Maria Tresia Takandare menyampaikan ada sekitar 66 jiwa yang ditempatkan pada enam tenda pengungsian. Seluruh kebutuhan logistik dan kamar mandi juga disiapkan di lokasi pengungsian yang berjarak sekitar 100-200 meter dari lokasi.

“Saat ini akan dicarikan tempat relokasi. Saya meminjam warga yang punya tanah untuk relokasi sementara selama kurang lebih 2 bulan. Sambil nanti dicarikan tempat hunian tetap,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

0
Robican, penjual cireng kuah, sedang melayani pembeli di lapaknya, di sebelah MA Miftahul Huda, Tayu, Pati. Foto: Mahasiswa PPL PBSI UMK, Wulan Divatia Dewi.

Di sebelah MA Miftahul Huda Tayu, sebuah stan sederhana mulai ramai dikerumuni pembeli. Aroma cireng hangat yang baru digoreng bercampur bumbu gurih tercium sejak pagi. Meski baru dibuka pada November 2025, usaha milik Robican (28) itu sudah memiliki banyak pelanggan.

Alhamdulillah, walaupun belum lama buka, responnya bagus. Banyak yang penasaran dan akhirnya balik lagi,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Robican biasanya buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Konsep yang ditawarkan pun berbeda dari cireng pada umumnya. Jika biasanya cireng hanya disajikan dengan saus atau bumbu tabur, ia menghadirkan inovasi cireng kuah creamy.

Baca juga: Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus

“Cireng kuah creamy ini perpaduan bumbu keju dan chili oil. Menu ini yang menjadi daya tarik utama,” bebernya.

Sebelum memiliki stan tetap, Robican lebih dulu menjajakan cireng secara keliling dengan bantuan karyawan. Penjualannya terus meningkat dari hari ke hari hingga akhirnya ia melihat peluang untuk membuka lapak permanen.

“Sebelumnya saya jualan keliling dibantu karyawan. Karena peminatnya makin banyak, akhirnya saya putuskan buka stand tetap supaya lebih mudah ditemukan,” jelasnya.

Tak hanya soal kuah creamy, Robican juga mengusung konsep cireng prasmanan dengan 10 varian isian. Mulai dari ayam lembut, ayam suwir, ayam geprek, ayam bakar, keju, ati ampela, usus ayam, kulit ayam, seblak, hingga jando. Pelanggan bebas memilih isian sesuai selera.

Setelah digoreng, cireng bisa dipadukan dengan beragam topping dan bumbu seperti chili oil, balado, barbeque, jagung manis, hingga bon cabe. Kombinasi ini menciptakan sensasi rasa yang lebih variatif dan kekinian.

Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

Robican mengaku, bahwa cireng yang ia jual merupakan hasil produksinya sendiri. Dan dalam sehari, ia mampu menghasilkan hingga 2.400 cireng.

Melihat respons positif tersebut, Robican tak ingin berhenti sampai di sini. Ia sudah menyiapkan mimpi yang lebih besar.

“Semoga ke depan bisa punya pabrik sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” tambahnya.

Penulis: Wulan Divatia Dewi, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus

0
Nadia sedang menjajakan telur gulung dan sempolan ayam di kawasan GOR Wergu Wetan, Kudus. Foto: Mahasiswa PPL PBSI UMK, Muhammad Amaruddin.

Malam di kawasan GOR Kudus hampir tak pernah benar-benar sepi. Lampu-lampu pedagang memantul di aspal yang lembap dan suara kendaraan bersahut-sahutan. Di tengah keramaian itu, sebuah motor yang disulap menjadi lapak sederhana tampak dikerubungi pembeli.

Di sanalah Nadia (19), pemilik lapak Telur Gulung dan Sempolan Ayam Numan, tampak cekatan melayani para pembeli. Dengan tangan terampil, ia menggulung telur dan membentuk sempolan ayam, sesekali melempar senyum kepada pelanggan yang datang silih berganti.

“Dulu waktu sekolah aku sering banget jajan sempolan. Mamaku kerja di DPR situ, jadi aku selalu minta uang jajan. Karena keseringan, mamaku sampai gregetan dan akhirnya coba bikin sendiri. Eh, malah jadi peluang jualan,” cerita Nadia sambil tersenyum.

Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

Antrean kecil hampir selalu terlihat di depan motornya. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa datang tanpa henti, terutama saat akhir pekan.

“Kalau hari Minggu bisa lebih dari 1.000 tusuk. Kalau hari biasa sekitar 300-an,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dengan harga Rp1.000 per tusuk, penjualan ratusan hingga ribuan tusuk per hari tentu memberi hasil yang menjanjikan. Nadia mengaku omzet hariannya berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp900 ribu.

Saat ini, ia memiliki dua titik penjualan di sekitar GOR Kudus: satu di area Balai Jagong yang khusus buka hari Minggu, dan satu lagi di depan GOR yang beroperasi setiap hari.

Baca juga: Terinspirasi dari TikTok, Usaha Pangsit Paeco Jadi Primadona di Jepara

Soal jam kerja, Nadia nyaris tak mengenal libur. Ia membuka lapak sejak pukul 10.00 pagi hingga sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Hanya jika ada acara keluarga, ia menyesuaikan waktu dan baru mulai berjualan pada sore hari.

Ia juga menanbahkan, setelah punya banyak pelanggan, kini Nadia rutin berbelanja bahan baku dalam jumlah besar. Sekali ke pasar, ia bisa membeli hingga 20 kilogram campuran ayam, tepung, dan bumbu dapur. Bahan-bahan itu kemudian diolah menjadi sekitar 1.000 tusuk sempolan.

Penulis: Muhammad Amaruddin, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Berawal dari Tak Sengaja, Dimsum Receh Milik Supri Bisa Ludes Hanya Dalam Dua Jam Saja

0

BETANEWS.ID,JEPARA– Pembeli datang silih berganti mendatangi gerobak motor berwarna kuning bertuliskan “Dimsum Receh” yang berjualan di dekat perempatan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Hanya dalam waktu dua jam, ratusan dimsum yang dibawa Supriyanto (32) Warga Desa Semat, Kecamatan Tahunan ludes diserbu pembeli.

Usai melayani pembeli, Supriyanto bercerita ia pertama kali berjualan dimsum pada tahun 2023. Awalnya ia hanya penasaran dengan cita rasa makanan khas dari Negara Tiongkok itu.

“Dulu pernah beli terus iseng-iseng bikin sama istri, ternyata kok enak. Akhirnya coba bikin saya jual di warung ibu saya di Pantai Semat,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

Supriyanto dulunya merupakan pekerja pabrik. Namun karena sudah merasa jenuh, akhirnya ia memutuskan keluar dan memilih berjualan dimsum sendiiri dengan berkeliling ke sekolah-sekolah.

Usaha itu mulai serius ia tekuni sekitar Bulan Desember 2023. Disaat awal-awal berjualan, Supriyanto mengatakan jika belum banyak pembeli yang mengenal dimsum.

“Dulu awal-awal belum ramai, masih pada nanya ini jajanan apa. Sehari dulu bisa muter sampai lima sekolah. Mulai ramai itu justru waktu Gacoan buka di Jepara, orang-orang mulai sadar, oh ini kayak yang dijual di Gacoan,” ujarnya.

Supriyanto sengaja memilih nama Dimsum Receh, sebab harga Dimsum yang ia jual hanya Rp1 ribu per biji. Sedangkan rata-rata harga dimsum yaitu Rp3-4 ribu per biji.

Ia sengaja menjual dimsum dengan harga seribuan, agar bisa menjangkau pembeli dari seluruh kalangan serta untuk mengenalkan dimsum ke banyak orang.

“Kalau dimsum kan biasanya harganya Rp3 ribu ke atas, kalau ini harganya seribuan, biar anak kecil, semua kalangan bisa beli,” katanya.

Kini setelah dikenal dan memiliki banyak pelanggan setia, dalam sehari Supriyanto mampu menjual lebih dari dua ribu biji dimsum per hari.

Jumlah itu ia jual di empat lokasi berbeda. Yaitu di Depan SD Kampus Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara. Disana ia berjualan mulai pukul 10.30-13.00 WIB.

Baca juga: Terinspirasi Coffee Street yang Booming, Mas Bro Gagas Barber Street di Balai Jagong Kudus

Kemudian sorenya baru ia berpindah ke dekat Perempatan Desa Tegalsambi, mulai pukul 16.00 WIB sampai habis.

“Tapi kadang jualan cuma dua jam langsung ludes, Alhamdulillah. Sampai banyak nolak pembeli soalnya memang sudah habis,” ungkapnya.

Selain di dua lokasi itu, terdapat dua pegawainya yang berjualan di dua lokasi berbeda. Yaitu di Dekat Taman Kanal, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara dan di Dekat SD Bugel, Kecamatan Kedung. Mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pawai Barongsai yang Digelar BRI Meriahkan Dandangan Kudus, 400 QRIS Disebar ke Pedagang

0

BETANEWS.ID,PATI– Pawai barongsai yang digelar oleh Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kudus merupakan bagian dari  rangkaian tradisi Dandangan berlangsung meriah dan lancar. Sejumlah warga terlihat bahagia dan mengikuti pawai tersebut, bahkan ada yang mengasih angpao ke barongsai.

Kegiatan itu diselenggarakan bagian dari akulturasi budaya di Kabupaten Kudus yang sejauh ini berjalan dengan baik. Selain menjadi tontonan budaya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong digitalisasi transaksi pedagang melalui penyebaran ratusan QRIS.

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kudus, Yudiarto mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan Dandangan, salah satunya melalui inovasi layanan transaksi non-tunai.

Baca juga: Dishub Kudus Sediakan 7 Kantong Parkir Dandangan 2026, Ini Lokasinya

“Pawai barongsai berjalan lancar. Saya melihat tradisi Dandangan makin hari makin inovatif. Barongsai ini juga menjadi simbol akulturasi budaya di Kudus yang berjalan sangat baik,” bebernya di sela-sela pawai yang berlangsung di gerbang pintu masuk tradisi Dandangan sebelah timur atau dekat Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, pada tradisi Dandangan tahun ini, BRI telah menyebarkan sekitar 400 QRIS kepada para pedagang. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah transaksi sekaligus mendorong pedagang beralih ke sistem pembayaran digital.

Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan banyak keuntungan, baik bagi pedagang maupun pembeli. Selain lebih praktis karena cukup menggunakan ponsel, sistem ini juga mengurangi risiko pembayaran uang palsu dan mempermudah pengelolaan keuangan.

“Dengan QRIS pedagang tidak perlu repot mencari uang kembalian. Transaksi juga lebih aman dan pencatatan keuangan menjadi lebih tertata,” jelasnya.

Yudiarto berharap penggunaan QRIS dapat membantu pelaku usaha kecil naik kelas serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih modern dan tertata lebih rapi.

“Dengan penggunaan QRIS, kami berharap ekonomi bisa lebih rapi dan pelaku usaha di Kudus bisa naik kelas,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Dandangan serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, sehingga berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Dalam kesempatan itu juga, Yudi membenarkan bahwa kemarin pihaknya melakukan pendataan pedagang pembuatan rekening yang bertujuan untuk memepermudah pembuatan QRIS bagi para pedagang. 

“Karena ini waktunya singkat, dan teman-teman juga harus memulai melengkapi data. Salah satunya QRIS itu kan harus masuk ke rekening. Kalau memakai QRIS tapi belum mempunyai rekening harus dibuatkan, biar cepat dan untuk membantu teman-teman,” terangnya.

Baca juga: Tarif Parkir Khusus Bakalan Krapyak Kudus Diusulkan Naik, Bus Jadi Rp50 Ribu

Ia menambahkan, semua pedagang di Dandangan ditargetkan dapat menggunakan QRIS dengan sejumlah kemudahan dalam bertransaksi. Ia mengaku, pendapatan pembuatan rekening yang dilakukan kemarin tidak ada penolakan dari pedagang.

“QRIS kan salah satu alat pembayaran dengan menawarkan kemudahan. Harapannya dengan adanya kemudahan itu dapat membantu konsumen, apalagi QRIS ini gratis. Saya rasa tidak ada penolakan dari pedagang,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Makin Bergengsi, 518 Atlet Bertarung dengan Format Piala Dunia

0
Sejumlah atlet Mitra PB Djarum mengikuti kejuaraan di GOR Djarum Jati, Kudus, Sabtu (14/2/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan kualitas pertandingan yang semakin berkembang. Sebanyak 518 atlet dari 28 klub, terdiri dari 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan, ambil bagian dalam ajang yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 9–14 Februari 2026.

Kompetisi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum ini mempertandingkan nomor perorangan U-9 dan U-11 serta nomor beregu U-13 dan U-15. Khusus sektor beregu, format pertandingan tahun ini mengadopsi sistem kejuaraan dunia, yakni format Piala Thomas dan Uber untuk U-13 serta format Piala Sudirman untuk U-15.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda yang dibina klub-klub mitra dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa klub yang ambil bagian di antaranya PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, dan Hevindo Balikpapan.

Baca juga: Rebut 16 Gelar, PB Djarum Juara Umum Polytron Muria Cup Sirnas C 2025

“Kejuaraan Klub Mitra merupakan upaya PB Djarum dan Djarum Foundation untuk menjaga semangat bulutangkis Indonesia. Melalui ajang ini, klub dapat mengukur kemampuan atletnya sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan agar lahir generasi penerus pebulutangkis elite Tanah Air,” ujar Yoppy.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah atlet klub mitra berhasil menembus Pelatnas PBSI, seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, hingga Richie Duta Richardo yang sebelumnya mengawali karier di klub mitra.

Menurut Yoppy, kejuaraan ini tidak hanya penting bagi atlet, tetapi juga bagi pelatih dan klub. Mayoritas pelatih klub mitra merupakan mantan atlet PB Djarum, sehingga ajang ini turut menjaga ekosistem pembinaan tetap hidup melalui diskusi dan pemetaan kebutuhan jangka pendek maupun panjang.

Selain pertandingan, Kejuaraan Klub Mitra juga menghadirkan coaching clinic dan sesi berbagi bagi pelatih. Tahun ini, pelatih fisik PB Djarum Ari Subarkah memaparkan materi tentang peningkatan endurance untuk mendukung performa atlet saat bertanding.

Ketua Panitia Pelaksana, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang untuk membiasakan atlet menghadapi tekanan kompetisi sejak usia dini. Format tersebut diharapkan mampu mengasah mental, kegigihan, dan semangat juang para pemain muda.

“Tahun ini ada tiga kategori sistem pertandingan, yakni perorangan, beregu U-13 dengan format Thomas-Uber, serta beregu campuran U-15 dengan format Piala Sudirman. Kami ingin atlet muda terbiasa dengan berbagai situasi pertandingan,” jelas Sigit.

Antusiasme klub mitra pun meningkat dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet. Tahun ini jumlah peserta melonjak menjadi 518 atlet dari berbagai kelompok usia.

Panas dan Menegangkan di Partai Final

Persaingan sengit tersaji di partai final U-11 tunggal putra yang mempertemukan Zayn Abdullah Rajendra dari PB Champion Klaten melawan Kentaro Javas Kaivan Tsaqib dari PB Champion Kebumen.

Zayn tampil impresif dengan merebut gim pertama 21-16. Kentaro membalas di gim kedua dengan skor tipis 21-19 sehingga pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Zayn sempat tertinggal 11-15 sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 21-18 untuk memastikan gelar juara.

“Saya sangat bersemangat karena sebelumnya pernah kalah dari Kentaro. Senang sekali kerja keras latihan terbayar dan bisa menjadi juara,” ujar Zayn.

Pertarungan tak kalah seru terjadi di final beregu U-15 dengan format Piala Sudirman yang mempertemukan Champion Magelang dan Champion Gading Jaya. Di partai pembuka, ganda campuran Bariq Zhafran/Zahra Tinur Aripin dari Champion Magelang sempat unggul sebelum akhirnya kalah dari Jonathan Samuel Daloma/Karla Nelvina Telaumbanua dalam tiga gim dengan durasi 1 jam 31 menit.

Keunggulan Champion Gading Jaya berlanjut melalui kemenangan tunggal putra Erlan Basiturrahman Mantow. Gelar juara dipastikan setelah Allanna Campnou Djohan tampil dominan dan menyumbangkan poin penentu.

Jonathan mengaku sempat merasa terbebani saat turun di partai pertama final. Namun kemenangan tersebut justru meningkatkan kepercayaan diri tim.

Baca juga: Puncak Audisi Umum 2025, Sembilan Atlet Resmi Bergabung PB Djarum, Berikut Daftarnya

“Awalnya terasa berat, tapi setelah menang kami semakin optimistis. Semoga ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih besar,” ujarnya.

Pelatih ganda PB Gading Jaya, Daniel Bagas Irawan, juga mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut gelar ini terasa spesial karena diraih di tengah sejumlah kendala persiapan.

“Saya bangga dengan semangat mereka. Kejuaraan ini penting untuk menambah jam terbang atlet muda sekaligus memberi pengalaman berharga bagi pelatih,” katanya.

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 pun kembali menegaskan perannya sebagai ajang penting dalam regenerasi bulutangkis Indonesia, sekaligus panggung lahirnya calon bintang masa depan.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Tarif Parkir Khusus Bakalan Krapyak Kudus Diusulkan Naik, Bus Jadi Rp50 Ribu

0
Petugas mengecek suhu tubuh para peziarah ketika tiba di Terminal Bakalankrapyak. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Tarif parkir khusus di Bakalan Krapyak, Kabupaten Kudus, diusulkan naik dua kali lipat pada tahun 2026. Kenaikan tersebut menyasar tarif parkir bus yang selama ini dipatok Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu per bus.

Kepala UPTD Perparkiran dan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Edy Supriyanto mengatakan, usulan kenaikan dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, tarif parkir bus di Bakalan Krapyak masih lebih rendah dibanding daerah lain.

“Tarif parkir bus di Bakalan Krapyak yang selama ini Rp25 ribu kami usulkan menjadi Rp50 ribu. Pertimbangannya, di daerah lain tarifnya sudah lebih tinggi,” ujar Edy di ruang kerjanya belum lama ini.

Baca juga: Meski 8 Titik Tak Laku, Lelang Parkir Kudus Mampu Raup Rp 1,51 M

Terminal Bakalan Krapyak merupakan tempat parkir bagi bus – bus para peziarah Sunan Kudus. Pada momen tertentu, banyak bus yang datang dan parkir di lokasi tersebut.

Edy menuturkan, tarif parkir khusus Terminal Bakalan Krapyak sebenarnya sudah sesuai dengan peraturan daerah (Perda) terbaru yakni Perda Kudus Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

“Oleh karena itu, kami akan mengusulkan adanya perubahan Perda. Semoga saja disetujui,” sebutnya.

Selain di Bakalan Krapyak, lanjut Edy, Dishub Kudus juga mengusulkan kenaikan tarif parkir mobil di Balai Jagong. Menurutnya, tarif parkir sebelumnya terlalu murah.

“Selama ini tarif parkir khusus Taman Balai Jagong itu Rp3 ribu. Nantinya tarif tersebut kita diusulkan naik menjadi Rp5 ribu,” bebernya.

Menurut Edy, kenaikan tarif menjadi salah satu strategi untuk mengejar target PAD Dishub Kudus tahun 2026. Tahun ini, PAD ditargetkan sebesar Rp3,78 miliar atau naik signifikan dibanding capaian tahun 2025 sebesar Rp2,78 miliar.

Ia mengakui target tersebut cukup berat karena mengalami kenaikan sekitar Rp1 miliar. Namun pihaknya optimistis target itu bisa tercapai dengan optimalisasi seluruh obyek retribusi.

“Melihat target kenaikan memang cukup berat, tetapi kami akan berupaya agar target tersebut bisa tercapai di akhir tahun 2026,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Dishub juga akan menambah titik parkir tepi jalan umum. Langkah ini dilakukan dengan menyisir lokasi-lokasi parkir liar agar bisa dikelola menjadi parkir resmi sesuai aturan.

Baca juga: Dishub Kudus Sediakan 7 Kantong Parkir Dandangan 2026, Ini Lokasinya

Ia menambahkan, saat ini sebagian ruas jalan sudah dilelang untuk pengelolaan parkir dan akan ditambah titik baru. Optimalisasi parkir tepi jalan umum diharapkan mampu meningkatkan pendapatan secara signifikan.

Berdasarkan data UPTD Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus, pada 2025 terdapat lima sumber pendapatan. Namun pada 2026 tinggal empat obyek karena retribusi penyewaan tanah dan bangunan sudah tidak ada lagi.

Meski jumlah obyek berkurang, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan target. Retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan naik dari Rp38 juta menjadi Rp54,61 juta.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Telan Rp 99,6 M, Gedung Sehat RSUD Kudus Segera Dibangun di Eks Matahari Mall

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera membangun Gedung Sehat sebagai bagian dari pengembangan layanan RSUD Loekmono Hadi. Proyek ini akan berdiri di lahan eks Matahari Mall yang selama ini mangkrak sejak kebakaran pada 2018.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, seluruh perencanaan pembangunan Gedung Sehat telah rampung dan kini memasuki tahap konsultasi. Proses tersebut melibatkan Inspektorat, BPKP, serta LKPP sebelum proyek resmi ditayangkan.

“Gedung Sehat pembangunannya di lahan eks Matahari Mall. Kemungkinan akhir bulan ini sudah mulai tayang,” ujar Sam’ani saat ditemui di RSUD Loekmono Hadi belum lama ini.

Baca juga: Resmikan 2 Gedung RSUD Senilai Rp51,4 M, Bupati Kudus Tekankan Peningkatan Layanan

Ia menjelaskan, konsep pengembangan kawasan akan dibuat terintegrasi antara fasilitas kesehatan dan area penunjang. Di sisi timur direncanakan area komersial, bagian selatan tetap difungsikan sebagai rumah sakit, serta dilengkapi restoran dan hotel.

Pengelolaan dan fasilitas Gedung Sehat nantinya menjadi satu kesatuan dengan RSUD Loekmono Hadi. Dengan konsep tersebut, layanan kesehatan diharapkan semakin modern, terpadu, dan mampu menjangkau lebih banyak pasien.

Sam’ani menegaskan, pembangunan Gedung Sehat menjadi prioritas Pemkab Kudus pada tahun 2026. Proyek tersebut telah masuk dalam Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Loekmono Hadi.

“Alokasi anggaran pembangunan kurang lebih mencapai Rp99,6 miliar yang bersumber dari BLUD RSUD Loekmono Hadi,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Bakal Hutang Rp85 M untuk Pengembangan RSUD, DPRD Angkat Suara

Sebagai informasi, lahan eks Matahari Mall terbengkalai sejak musibah kebakaran yang melanda pusat perbelanjaan tersebut pada 2018. Beberapa investor sempat melirik lokasi itu untuk dibangun kembali menjadi pusat perbelanjaan atau hotel, namun rencana tersebut tidak terealisasi.

Sejak kepemimpinan Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, Pemkab Kudus menargetkan RSUD Loekmono Hadi menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Eks Karesidenan Pati. Pembangunan Gedung Sehat di lahan eks Matahari Mall menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan target tersebut.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Tempat Karaoke di Jepara yang Nekat Beroperasi di Bulan Puasa Bakal Ditutup Paksa  

0

BETANEWS.ID,JEPARA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Jepara akan memberikan sanksi tegas bagi tempat hiburan malam atau tempat karaoke yang nekat beroperasi selama bulan puasa. 

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto menghimbau kepada pemilik tempat hiburan malam atau tempat karaoke agar menutup sementara tempat usaha mereka. 

Imbauan itu bertujuan untuk menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. 

“Guna menghormati masyarakat muslim di bulan puasa, tempat hiburan malam, karaoke, dan sebagainya kita himbau tutup selama bulan puasa,” katanya pada Sabtu, (14/2/2026).  

Ia menegaskan apabila terdapat tempat hiburan malam atau tempat karaoke yang nekat beroperasi, maka pihaknya tidak segan akan menutup paksa. 

“Kalau ketahuan masih buka, Iya (bisa kita tutup),” tegasnya.  

Baca juga: Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Jepara Diusulkan Ditambah 

Kemudian untuk menjaga Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Tramtibmas) selama bulan puasa nanti, pihaknya bersama dengan anggota Kepolisian Resor (Polres) Jepara akan menggelar operasi pekat. 

Dalam operasi itu, nantinya tidak hanya menyasar tempat hiburan malam atau tempat karaoke, tetapi juga warung yang menjual minuman keras (miras). Terlebih, di Jepara baru saja terdapat tragedi miras oplosan yang memakan korban hingga meninggal.  

“Nanti juga ada operasi bersama dalam skala besar untuk menjaga tramtibmas. Tidak hanya tempat hiburan, tapi semua, apalagi dengan adanya kejadian kemarin, tentu menjadi atensi bersama,” katanya. 

Bagi pemilik warung yang terbukti menjual miras, Edy mengatakan, nantinya akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang ada. 

Adapun seusai Perda Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013 tentang larangan minuman beralkohol, barang siapa terbukti melanggar akan diancam pidana penjara selama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp50 juta. 

Edy melanjutkan, imbauan itu nantinya juga ditujukan kepada pemilik warung atau kafe yang menjual makanan selama bulan puasa. Namun, untuk pemilik warung atau kafe, himbauan tersebut tidak setegas pemilik tempat hiburan malam atau karaoke. 

“Kafe dan sebagainya (juga) kami minta menghormati di bulan puasa. Warung-warung yang buka ada himbauan untuk menutup (pintu warung atau jendela dengan tirai),” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -