Beranda blog Halaman 46

Digelar Oktober, Porprov Jateng 2026 Bakal Libatkan 10.528 Orang Atlet dan Pelatih

0
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko berfoto bersama usai melakukan audiensi dengan Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (3/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Rencana gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 akan memainkan sebanyak 59 cabang olahraga (cabor) dengan 830 nomor pertandingan. Dari jumlah itu, setidaknya akan melibatkan 10.528 orang atlet dan pelatih.

“Kita akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi yang akan diikuti oleh 35 kabupaten/kota. Ini ajang kehormatan untuk menampilkan prestasi olahraga Jawa Tengah. Insyaallah akan digelar Oktober 2026,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko usai melakukan audiensi dengan Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (3/3/2026).

Venue pertandingan akan dipusatkan di Semarang Raya, kecuali aeromodeling di Blora dan balap sepeda di Kota Surakarta. Acara pembukaan digelar di Kota Semarang dan penutupan di Kabupaten Kendal.

Dalam pertemuan itu, juga disampaikan terkait sayembara logo dan maskot Porprov Jateng 2026. Setidaknya ada tiga nominasi yang juga sudah disetujui oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Sementara untuk pengumuman pemenang sayembara logo dan maskot akan diumumkan secara resmi setidaknya pada 9 Maret 2026 nanti.

“Pak Gubernur (dan tim seleksi) sudah memilih. Itu nanti yang akan kita pakai untuk logo berikut maskotnya. Juga tentang timeline pelaksanaan sudah disepakati tadi, mudah-mudahan semua berjalan lancar,” papar Sujarwanto.

Selain itu, KONI juga kembali meminta dukungan dari Pemprov Jateng untuk bidding (pengajuan penawaran) tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Dukungan dari Gubernur Jawa Tengah dan Pemprov Jateng sangat penting dalam upaya target menjadi tuan rumah PON.

Baca juga: Resmikan Dua Preservasi Ruas Jalan di Blora, Ahmad Luthfi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

“PON ini ajang besar bagi kita, sekaligus menjadi momentum untuk menjual Jawa Tengah di mata nasional bahkan menjadi pencermatan dunia,” jelasnya.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi telah menyetujui dan akan mendukung penuh penyelenggaraan Porprov Jateng 2026 dan bidding tuan rumah PON 2032. Terkait dua hal itu, ia sudah menginstruksikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah untuk menyiapkan semua kebutuhan yang dapat dipenuhi dari Pemprov.

“Saya sepakat semua (persiapan Porprov Jateng dan bidding tuan rumah PON). Tapi saya titip agar atlet-atlet kita dijaga dan dilindungi betul, koordinasikan dengan Dispora Provinsi apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Masrofi mengatakan bahwa Porprov ini merupakan kerja bareng antara Pemprov Jateng dengan KONI Jateng sebagai salah satu persiapan untuk PON 2028.

“Terpenting adalah kolaborasi antara pemangku kepentingan, termasuk dari pemerintah provinsi dan KONI, juga sinergi dengan para pengusaha agar kegiatan Porprov ini dapat berjalan baik dan lancar,” katanya.

Terkait dengan pemberian apresiasi kepada atlet berprestasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan tali asih. Rencananya, Pemprov Jateng juga akan memberikan tali asih kepada atlet yang berprestasi pada ajang Sea Games Thailand, Popnas, dan Peparnas pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Khusus untuk atlet penyumbang medali pada ASEAN Paragames akan menyusul di kemudian hari,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Angin Kencang Terjang Undaan Lor, Belasan Rumah Rusak

0
Sejumlah warga gotong royong memperbaiki atap rumah yang rusak diterjang angin kencang. Foto: Khaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Akibatnya, sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan bagian atap, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Salah satu warga terdampak, Muhammad Fahmi Amin mengatakan, peristiwa terjadi sangat cepat. Hujan mulai turun sekitar pukul 23.30 hingga 24.00 WIB. Intensitas meningkat sebelum angin kencang datang sekitar pukul 00.10 WIB.

“Anginnya sekitar jam setengah 12 sampai jam 12 malam. Genteng rumah banyak yang jatuh, plafon yang sudah basah akhirnya ambrol ke dalam rumah,” bebernya saat ditemui saat membersihkan puing-puing genteng, Rabu (4/3/2026).

Ia memperkirakan sekitar 100 genteng di rumahnya terlepas akibat terpaan angin. Beberapa ruangan juga mengalami kerusakan plafon sehingga sebagian rumah tidak bisa ditempati sementara waktu.

Baca juga: Terserang Kanker Langka, Begini Kisah Ozi Pekerja Migran Asal Jepara yang Akhirnya Kembali ke Indonesia

“Tidak ada korban luka, hanya ibu sempat syok. Alhamdulillah walaupun sebagian ruang kehujanan, tapi ada kamar yang aman, sehingga bisa untuk ditempati,” katanya.

Menurut Fahmi, ini merupakan kali kedua rumahnya terdampak angin kencang, meski untuk kejadian dengan intensitas seperti dini hari tadi merupakan yang pertama.

Warga pun langsung bergerak melakukan gotong royong memperbaiki atap rumah yang rusak. Perbaikan genteng menjadi prioritas mengingat saat ini masih memasuki musim hujan.

“Yang penting dipasang dulu gentengnya supaya tidak kehujanan lagi. Mengingat saat ini dalam kondisi musim penghujan,” ujarnya.

Relawan Kencana Undaan, Selamet Abdul Jamil menyampaikan, berdasarkan assesment sementara, terdapat 13 rumah terdampak di Desa Undaan Lor. Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.

“Tadi pagi kami koordinasi dengan Kepala Desa Undaan Lor untuk melakukan penyisiran lagi. Khawatirnya ada rumah terdampak tapi belum melapor,” jelasnya.

Ia menambahkan, angin kencang sebenarnya sudah terasa sejak siang hari di beberapa desa seperti Glagahwaru, Terangmas, dan Kutuk. Namun puncaknya terjadi pada dini hari yang diduga merupakan angin puting beliung.

Baca juga: Jembatan Armco Program Presiden Prabowo Mulai Dibangun di Pedawang Kudus

“Untuk sementara laporan yang masuk di Kecamatan Undaan baru dari Undaan Lor. Kategorinya ada yang ringan sampai berat,” terangnya.

Ia menambahkan, 13 rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang, itu tersebar di gang 19, 20, dan gang 22 Undaan Lor. Rinciannya, gang 19 ada 6 rumah, gang 20 ada 6 rumah, dan di gang 22 ada satu rumah.

“Dari total itu kami mendata ada 5.000 genteng rusak, esbes 10 lembar, dan galvalum 2 lembar milik warga mengalami rusak. Sehingga taksiran kami kurang lebih ada Rp15 juta,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Zulhas Sebut Jateng Kunci Sukses Program Nasional

0
Menko Pangan Zulkifli Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Selasa, (3/3/2026).Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Jawa Tengah sebagai indikator kunci keberhasilan program nasional. Menurutnya, jika program strategis pemerintah berjalan baik di provinsi ini, maka keberhasilan secara nasional akan mengikuti.

“Biasanya kalau Jawa Tengah sukses, seluruh Indonesia juga ikut sukses. Kuncinya Indonesia itu ada di Jawa Tengah,” ujar Zulkifli saat memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Selasa, (3/3/2026).

Ia mengapresiasi soliditas Gubernur Ahmad Luthfi beserta jajaran kepala daerah di kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan pusat, khususnya di sektor pangan dan penguatan ekonomi rakyat.

Zulkifli menegaskan, MBG bukan sekadar program gizi, melainkan strategi membangun sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi. Tahun ini, MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat secara nasional.

Baca juga: Jateng Jadi Motor MBG Nasional, Capaian Sasarannya Sentuh 96,98 Persen

“Kalau satu anak makan satu telur sehari, berarti kita butuh 82,9 juta telur per hari. Artinya peternak, petani, semua ikut bergerak. Inilah gerakan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia juga mendorong integrasi MBG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, BUMDes, dan UMKM agar pusat pertumbuhan ekonomi lahir dari desa.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Jawa Tengah mendukung penuh program prioritas nasional.

“Program MBG bukan sekadar pemberian makan bergizi, tetapi investasi strategis membangun SDM sekaligus mendorong ekonomi di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah siap menopang kebutuhan program melalui penguatan produksi dan perlindungan lahan pertanian.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Masuk 15 Besar Nasional, ASTI Kudus Sejajar Akademi Elite Liga 1

0
Tim yang bergabung dalam Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI). Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Akademi sepak bola asal Kabupaten Kudus, Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI), mencatatkan pencapaian bergengsi di level nasional. Berdasarkan unggahan media sepak bola nasional fulltimegaruda.id, ASTI masuk dalam daftar 15 akademi sepak bola terbaik di Indonesia.

Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator, mulai dari konsistensi prestasi di kompetisi nasional dan internasional, kualitas sistem pembinaan, hingga kontribusi pemain terhadap tim nasional di berbagai kelompok usia.

Masuknya ASTI dalam daftar tersebut membuat akademi yang berpusat di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini berdiri sejajar dengan akademi milik klub-klub Liga 1 seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Bali United, PSM Makassar, Borneo FC Samarinda, serta PSS Sleman. ASTI juga disejajarkan dengan akademi independen ternama seperti Papua Football Academy, Asiana Soccer School, dan ASIOP.

Dalam dua musim terakhir, grafik prestasi ASTI menunjukkan peningkatan signifikan. Pada musim 2025/2026, ASTI meraih gelar Juara Kejurnas Junior Premier League, Juara Asian Soccer Championship, Juara Piala Menpora, serta Runner Up Piala Soeratin U15. Mereka juga sebelumnya sukses menjuarai Piala Presiden U15 dan Piala Gubernur.

Baca juga: Tundukkan PS Malaka, ASTI Kudus Angkat Trofi Piala Presiden U-15 2025

Terbaru, ASTI menambah daftar trofi dengan menjuarai Liga Mahesa Jenar Muda U16 di Semarang, sekaligus tampil dominan dalam berbagai kompetisi regional seperti Liga Top Skor dan Junior Premier League.

Tak hanya soal trofi, kontribusi pemain ke level nasional menjadi poin penting penilaian. Saat ini dua pemain ASTI memperkuat Timnas U17, satu pemain mengikuti program KKS ke Portugal, serta beberapa lainnya membela tim nasional pelajar di berbagai kelompok usia dan negara tujuan seperti China, Thailand, dan Malaysia.

Sejumlah alumni ASTI pun kini berkarier di Elite Pro Academy Liga 1 bersama klub seperti Arema FC, Persik Kediri, Bhayangkara FC, PSBS Biak, Persijap Jepara, Dewa United FC, Persis Solo, hingga Bali United.

CEO ASTI Kudus, Arif Budianto, menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut saat ditemui di sela Final ASTI Champions League 2026 di Stadion Joyokusumo Pati.

“Masuknya ASTI dalam Top Elite Academy Indonesia menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pembinaan. Ini hasil kerja bersama manajemen, pelatih, pemain, orang tua, suporter, pemerintah, dan rekan-rekan media,” ujarnya.

Dengan pusat pembinaan di Kudus serta jaringan yang telah berkembang di delapan kota di Indonesia, ASTI membuktikan bahwa akademi daerah mampu bersaing di panggung nasional. Konsistensi sistem pembinaan dan kesinambungan prestasi menjadi fondasi utama yang mengantarkan ASTI masuk jajaran 15 besar akademi terbaik nasional versi fulltimegaruda.id.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

MBG Dorong Ekonomi Desa, 119 SPPG di Jateng Gandeng BUMDes dan Koperasi

0
Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang pada, Selasa (3/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.

Sebab, setidanya 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi ini telah menjalin kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Rinciannya, 53 SPPG bekerja sama dengan BUMDes dan 64 SPPG bermitra dengan KDKMP. Komoditas yang disuplai meliputi ayam, telur, sayuran, bumbu, dan bahan makanan lainnya yang dipasok dari desa-desa di 35 kabupaten/kota.

“Program MBG ini bukan sekadar soal makan bergizi. Di dalamnya ada investasi strategis, membangun sumber daya manusia, sekaligus efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk penguatan wirausaha di 35 kabupaten/kota,” ujar Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang pada, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Jateng Jadi Motor MBG Nasional, Capaian Sasarannya Sentuh 96,98 Persen

Luthfi menegaskan integrasi MBG dengan koperasi desa harus terus diperkuat. Sejauh ini progres pembentukan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah juga signifikan.

Dari total 8.523 desa/kelurahan yang ada di provinsi ini, sebanyak 6.217 KDKMP atau 73 persen telah operasional. Koperasi tersebut telah memiliki 200.007 anggota. Jawa Tengah juga menyumbang 598 gedung KDKMP atau 35 persen dari total nasional.

“Saya minta para bupati dan wali kota melakukan konektivitas antara MBG dengan koperasi di daerah masing-masing. Ini harus linear dan saling menguatkan,” tegasnya.

Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah juga menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10,55 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat 12,22 persen dari realisasi 2025. Ini guna menopang keberlanjutan MBG sekaligus menjaga perputaran ekonomi desa.

Baca juga: Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman

Sementara Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, MBG dirancang sebagai penggerak ekonomi rakyat. Ia mengingatkan agar SPPG tidak mengambil bahan baku dari grosir besar di luar daerah, melainkan memprioritaskan pemasok lokal.

“Jalannya ekonomi UMKM di desa itu ya lewat SPPG. Jangan lagi cari grosir jauh-jauh. Libatkan koperasi desa, BUMDes, petani, peternak, dan nelayan sebagai produsen pangan lokal,” tegas Zulhas.

Menurutnya, koperasi desa harus berfungsi sebagai agregator sekaligus penyangga harga. Jika harga gabah, jagung, ikan, atau komoditas lain jatuh di bawah harga acuan, koperasi dapat menyerap dan menyalurkannya melalui skema MBG.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Lapak Penukaran Uang Pecahan Baru Masih Sepi Peminat

0
Suminah, menunjukkan uang pecahan baru. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Jasa penukaran uang baru menjelang Lebaran sudah mulai bermunculan di Kabupaten Kudus. Namun, peminatnya masih terbilang sepi. Besaran biaya jasa yang naik diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Suminah (60), penyedia jasa penukaran uang pecahan baru di Kudus, mengaku membuka lapaknya sejak Kamis (26/2/2026). Ia memanfaatkan momen ini karena usaha jualan soto miliknya libur selama bulan Ramadan.

“Sebenarnya banyak yang tanya, tapi belum banyak yang jadi tukar. Mungkin karena jasanya sekarang lebih mahal,” ungkapnya.

Baca juga: Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru di Kudus Mulai Bermunculan

Tahun ini, Suminah mematok biaya jasa mulai 15 persen di awal-awal buka, naik dibanding tahun lalu yang dimulai dari 10 persen. Persenan tersebut akan naik lebih tinggi lagi, ketika menjelang lebaran.

Ia menuturkan, kenaikan jasa tukar uang baru tidak lepas dari mahalnya harga pengambilan uang dari pengepul. Ia juga mengaku kesulitan mendapatkan uang baru, terutama pecahan kecil yang paling diminati masyarakat seperti Rp5.000 dan Rp10.000.

“Nyarinya memang susah. Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tentu sangat berbeda, dan di tahun ini sulit,” katanya.

Sebagai pelaku yang sudah lebih dari satu dekade menjalani usaha musiman ini, Suminah biasanya mampu menukar uang hingga lebih dari Rp50 juta dalam satu musim Lebaran seperti yang dialami tahun lalu. Namun tahun ini, ia belum bisa memastikan capaian karena stok terbatas dan harga pengambilan yang lebih tinggi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Hangatnya Toleransi di Jepara, Pertunjukan Barongsai Diiringi Musik Rebana

0
Pertunjukan barongsai di kawasan Pecinan Welahan Jepara pada Selasa (3/3/2026). Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Suara musik rebana berpadu dengan tambur mengiringi pertunjukan dua barongsai mengelilingi kawasan Pecinan Welahan di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara yang berjarak sekitar dua kilometer, pada Selasa (3/3/2026).

Pertunjukan itu disambut antusias oleh ratusan masyarakat, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa yang memadati area Klenteng Welahan sejak pukul 16.00 WIB.

Momen itu sekaligus dimanfaatkan oleh warga Muslim untuk ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba. Sebab, dalam perayaan Tahun Baru Imlek di tahun ini berbarengan dengan pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadan.

Usai pertunjukan Barongsai yang diiringi musik rebana, pihak Yayasan Pusaka Klenteng Welahan juga menyediakan 250 porsi Lontong Cap Go Meh yang dibagikan kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.

Ketua Yayasan Pusaka Klenteng Welahan, Dicky Sugandi mengatakan, pertunjukan itu diadakan dalam rangka perayaan Cap Go Meh yang merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Yayasan Pusaka Welahan.

“Hari ini itu puncak perayaan Imlek yang jatuh setiap tanggal 15 di penanggalan Imlek, sekaligus untuk menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam budaya Tionghoa,” kata Dicky saat ditemui di Klenteng Hok Tek Bio Welahan.

Baca juga: Harga Miring, Emak-Emak Serbu Pasar Murah di Kelenteng Tjong Hok Bio Juwana

Dicky menjelaskan, pihaknya sengaja mengadakan pertunjukan Barongsai dengan iringan musik rebana sebagai wujud toleransi antar umat beragama.

Di Kawasan Pecinan Welahan sendiri, masyarakatnya juga tidak hanya didominasi oleh umat muslim. Tetapi juga ada umat Kristiani.

Dalam perayaan Cap Go Meh tersebut, pihaknya juga menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Mulai dari pukul 10.00-16.00 WIB. Kemudian berlanjut pada pukul 22.00 – 04.00 WIB.

“Selain Barongsai yang diiringi rebana, kita juga ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Ini jadi cara kita untuk nguri-nguri budaya Jawa, sebagai wujud kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Noya (16), Warga Desa Ketilengsingole, Kecamatan Welahan mengaku senang dengan adanya pertunjukan tersebut. Sebagai generasi muda, pertunjukan itu menurutnya juga bisa menjadi contoh wujud toleransi beragama.

“Seru banget bisa ngabuburit sambil nonton Barongsai, terus tadi ada musik rebananya juga. Jadi wujud toleransi,” katanya.

Sebagai warga muslim ia berharap pertunjukan seperti itu bisa terus dilaksanakan setiap tahun.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima audiensi dari Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah di Semarang pada Selasa (3/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pasokan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman. Sebab, produksi padi di awal 2026 ini dalam kondisi surplus.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Frans Dasilva menyatakan, perkiraan produksi gabah kering giling (GKG) Januari–Maret 2026 mencapai sekitar 3,35 juta ton, dengan potensi surplus beras setelah dikonversi kebutuhan konsumsi mencapai sekitar 900 ribu ton.

“Secara produksi kita surplus. Tantangannya sekarang adalah bagaimana distribusi dan tata kelolanya agar pasokan tetap di Jawa Tengah dan mendukung penguatan cadangan,” kata Frans saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima audiensi dari Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah di Semarang pada Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Embung Karangjati Blora, Harapan Baru untuk Petani dan Warga

Ia juga menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, bahkan di beberapa daerah menyentuh Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Meski demikian, harga beras di tingkat konsumen masih relatif terkendali di bawah Rp13.000 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati mengatakan, lembaganya hingga awal Maret 2026 ini telah merealisasikan serapan gabah sebesar 63.909 ton setera beras. Angka tersebut setara 12,39 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 515.722 ton setara beras.

Diungkapkan Muniati, momentum puncak panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret–April. Bulan-bulan tersebut menjadi periode krusial untuk percepatan serapan.

“Rata-rata serapan saat ini sekitar 3.000 ton per hari. Untuk mencapai target tahunan, diperlukan percepatan hingga sekitar 3.900 ton per hari,” ujarnya.

Artinya, kata dia, masih diperlukan penguatan serapan sekitar 900 ton per hari agar target pengadaan 2026 dapat tercapai atau bahkan terlampaui.

Karenanya, Bulog juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar pelaku industri pengolahan padi yang belum menjadi Mitra Pengadaan Pangan (MPP), dapat berkontribusi minimal 10 persen dari kapasitas produksinya untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Baca juga: Jateng Jadi Lokasi Favorit Pemudik, Taj Yasin Pastikan Kesiapsiagaan Lintas Sektor

Selain beras, Bulog Jateng mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026. Hingga 1 Maret 2026, realisasi serapan jagung mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen dari target tahunan.

Di sisi komoditas minyak goreng rakyat, Bulog mencatat realisasi penerimaan Minyakita sebesar 6.099.616 liter atau 90,06 persen dari rencana pengadaan 6.772.540 liter.

Sementara itu, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jawa Tengah per 1 Maret 2026 tercatat sebesar 344.312 ton setara beras. Selain itu, tersedia jagung pipil kering 8.103 ton dan stok minyak goreng total 3.530.273 liter.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengagh, Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah daerah tidak boleh lengah terhadap dinamika harga di tingkat petani maupun konsumen.

“Kita tidak boleh terlena. Jangan sampai terlena soal kenaikan harga. Segera intervensi agar tidak ada fluktuasi harga tinggi,” tegasnya.

Editor:Kholistiono

- advertisement -

UMK Gandeng Yayasan ELIM dan Industri Kertas, Perkuat Sinergi Kampus–Dunia Kerja

0
Rektor UMK Prof Darsono bersama Ketua Yayasan ELIM Kudus, Miharsodono. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali memperluas jaringan kemitraannya dengan menggandeng Yayasan ELIM Kudus dan PT Sinar Indah Kertas. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Gedung Rektorat UMK, Selasa (3/3/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UMK Prof Darsono bersama perwakilan kedua mitra. Selain Memorandum of Understanding (MoU), juga diteken Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Psikologi, serta Fakultas Teknik.

Rektor UMK, Prof Darsono mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan industri.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin mahasiswa dan dosen bisa terlibat langsung, baik dalam penguatan layanan sosial melalui Yayasan ELIM maupun dalam pengembangan teknologi dan inovasi bersama industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, sinergi tersebut juga sejalan dengan komitmen kampus dalam menjaga nilai Dignity, Quality, dan Integrity, sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca juga: UMK Raih Penghargaan Collaborative Awards Jawa Tengah 2026

Ketua Yayasan ELIM Kudus, Miharsodono, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai dukungan akademisi, khususnya dari bidang pendidikan dan psikologi, dapat memperkuat program pembinaan sosial yang selama ini dijalankan yayasan.

“Kami berharap ada kontribusi nyata dari sisi keilmuan, sehingga pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat bisa semakin berkualitas,” katanya.

Sementara itu, General Manager PT Sinar Indah Kertas, Ronny Tertobisono, menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk menjawab tantangan industri yang terus berkembang.

“Industri kertas saat ini berkembang cukup cepat. Melalui kerja sama ini, kami membuka peluang riset dan pengembangan SDM bersama Fakultas Teknik UMK,” ujarnya.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam bentuk program konkret seperti magang mahasiswa, penelitian terapan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga sosial, dan sektor industri di Kudus.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

80 Ribu Bibit Tanaman Disiapkan Atasi Lahan Kritis di Jepara

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyerahkan bibit tanaman secara simbolis kepada pelajar. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Berdasarkan peta lahan kritis dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Pemali Jratun Tahun 2024 terdapat 8.769,3 hektare lahan kritis di Kabupaten Jepara.

Lahan kritis itu tersebar di delapan kecamatan. Yaitu Kecamatan Bangsri, Batealit, Donorojo, Keling, Kembang, Mayong, Nalumsari, dan Pakis Aji. Dengan rincian 6.686,90 hektnare masuk dalam kategori kritis dan sisanya, 2.082,35 hektare masuk dalam kategori sangat kritis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini mengatakan, sebagai upaya mengatasi lahan kritis, pada tahun 2026 pihaknya menyiapkan 80 ribu bibit tanaman yang berasal dari Kebun Bibit DLH Jepara yang berada di Desa Krasak, Kecamatan Bangsri.

“Bibit itu nanti akan kita tanam tidak hanya di area lahan kritis, tapi juga daerah lahan peyangga Muria, daerah Pegunungan Muria, masyarakat terkadang juga ada yang meminta,” kata Rini pada Betanews.id.

Sebab, lahan yang masuk kategori kritis menurut Rini terdiri dari empat indikator. Yaitu tingkat kemiringan lahan, tutupan vegetasi, tingkat erosi, dan pola pemanfaatan lahan.

Baca juga: Tangani Persoalan Sampah, Bupati Jepara Siapkan Tiga Langkah Strategis

Dari 80 ribu bibit yang tersedia, Rini menghitung bibit itu bisa ditanam di lahan seluas sekitar 400 hektare. Dengan perhitungan, satu hektare lahan membutuhkan sebanyak 200 bibit tanaman.

Kemudian untuk sisa kekurangannya nanti, ia mengatakan pihaknya akan menggandeng Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Pati, Perhutani, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Balong, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara untuk penyedian bibit tanaman.

“Selain dengan penananam kembali, kita juga berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat untuk membuat got buntu di daerah kemiringan,” jelasnya.

Kemudian untuk menggalakkan upaya penanaman, setiap tanggal 12 Desember akan diperingati sebagai Hari Jepara Menanam. Meskipun nantinya upaya penanaman tetap akan dilakukan di luar tanggal yang sudah ditetapkan.

“Nanti habis Lebaran kita ada kegiatan penanaman di daerah lereng Muria di Desa Sumosari, Kecamatan Batelait. Sesuai arahan Pak Bupati, meskipun sudah dicanangkan 12.12 sebagai hari menanam, penanaman akan terus kita upayakan diluar tangal itu,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

DPRD Kudus Minta Aturan Baru Produk IHT Dikaji Ulang, Dorong Pemkab Lobi Pemerintah Pusat

0
Anggota Komisi B DPRD Kudus, Sayid Yunanta. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Wacana pemerintah pusat menerapkan layer baru bagi Sigaret Kretek Mesin (SKM) serta pemberlakuan Peraturan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) Nomor 2 Tahun 2025 tentang koordinasi penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar mulai menuai kekhawatiran di daerah penghasil rokok seperti Kudus.

Anggota Komisi B DPRD Kudus, Sayid Yunanta menilai, kebijakan tersebut tidak bisa diputuskan tanpa mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh, terutama terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT) yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Menurutnya, isu ini bukan sekadar soal regulasi teknis, tetapi menyangkut nasib ribuan pekerja yang menggantungkan hidup dari sektor pertembakauan.

“Harus dipertimbangkan dulu dampaknya seperti apa. Harus banyak komunikasi juga dengan perusahaan-perusahaan rokok,” ujar Sayid melalui sambungan telepon, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Terancam PHK Massal, Puluhan Ribu Buruh Rokok Kudus Siap Demo

Ia menegaskan, dampak kebijakan itu tidak hanya akan dirasakan pabrik rokok besar. Justru pabrik kecil yang selama ini memiliki keterbatasan teknologi berpotensi paling terpukul jika batas kadar tar dan nikotin diperketat.

“Yang berat itu bukan hanya perusahaan besar. Pabrik kecil yang saat ini belum atau kesulitan menerapkan batasan tar dan nikotin bisa terancam. Rokok-rokok kecil bisa kena semua,” katanya.

Kudus selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan ketergantungan tinggi terhadap IHT. Dari buruh linting, pekerja gudang, sopir distribusi, hingga pedagang kecil di sekitar pabrik, mata rantai ekonominya panjang dan menyentuh lapisan masyarakat bawah.

Sayid mengingatkan, jika kebijakan tersebut tidak dikaji matang, potensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa saja terjadi. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, menurutnya, kebijakan yang berisiko mengganggu sektor padat karya perlu disikapi dengan sangat hati-hati.

“Dampaknya nanti ke masyarakat kecil, ke buruh-buruh itu. Kondisi ekonomi seperti sekarang ini, kebijakan-kebijakan yang justru memperberat harus benar-benar dipikirkan dengan arif,” tegasnya.

Sayid memahami, bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, DPRD berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dapat berperan aktif memfasilitasi komunikasi antara pelaku industri rokok di daerah dengan pemerintah pusat.

“Karena ini kebijakan pusat, harapan kami pemerintah daerah bisa memfasilitasi komunikasi dengan pihak terkait di pusat. Supaya suara daerah juga didengar,” ujarnya.

Bagi Sayid, perlindungan terhadap kesehatan memang penting, tetapi keseimbangan dengan aspek sosial dan ekonomi juga tidak boleh diabaikan. Terlebih di daerah seperti Kudus, di mana industri rokok menjadi tulang punggung penghidupan ribuan keluarga.

Baca juga: DPRD Kudus Dorong Pemkab Berani Sisihkan 3 Persen APBD untuk Tangani Sampah

Ia berharap, setiap kebijakan yang menyentuh sektor strategis seperti IHT dilakukan melalui kajian mendalam dan dialog terbuka, agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Semoga saja tidak berdampak buruk pada buruh dan masyarakat kecil. Itu yang paling penting,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Buruh rokok di Kabupaten Kudus menolak penerapan kebijakan baru pada Industri Hasil Tembakau (IHT). Mereka meminta kebijakan baru untuk dikaji ulang. Apabila tidak, buruh rokok di Kota Kretek tak segan untuk melakukan demonstrasi.

Adapun kebijakan baru yang ditolak para buruh rokok adalah, wacana penerapan layer baru bagi Sigaret Kretek Mesin (SKM). Serta pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Nomor 2 Tahun 2025 tentang koordinasi penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar.

Penerapan kebijakan baru tersebut, dianggap para buruh rokok mengancam IHT. Sehingga bakal berdampak terjadinya badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Terserang Kanker Langka, Begini Kisah Ozi Pekerja Migran Asal Jepara yang Akhirnya Kembali ke Indonesia

0
Muhammad Roziqin, migran asal Jepara terbaring dengan kondisi mengidap penyakit kanker. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Muhammad Roziqin, warga Desa Kuanyar RT 1 RW 1 Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara yang merupakan seorang pekerja migran Indonesia di Jepang akhirnya bisa kembali ke tanah air meski dalam keadaan terbaring.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Iman Bagus Sesulih menjelaskan, upaya pemulangan Ozi merupakan hasil koordinasi lintas instansi antara Dinsospermasdes serta Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskop-UKMnakertrans) Jepara.

Ozi berhasil dipulangkan setelah menempuh perjalanan udara dari Jepang. Ozi tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Tim pendamping segera menjemput dan membawanya langsung menuju RSUP dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan intensif.

Selain bantuan logistik berupa biaya perjalanan pulang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara
juga memastikan kepesertaan jaminan kesehatan Ozi tetap aktif dan memberikan pendampingan psikososial bagi keluarga.

Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel Masih Berlanjut, Pelaku Mebel Jepara Mulai Was-Was

Sementara itu, Ozi sapaan akrabnya bercerita, mulanya dirinya mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh, bukan kesemutan biasa tapi dalam jangka waktu yang lama.

“Dari gejala itu, saya kemudian lapor ke perusahaan. Pihak perusahaan di Jepang sangat baik dan menemani pengobatan saya dari awal sampai pulang,” ucapnya.

Ozi menjelaskan, apa yang ia alami bukan merupakan kondisi yang biasa. Ia bahkan mengaku hingga tiga kali berpindah rumah sakit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia alami.

Kemudian Ozi melakukan tindakan MRI Scan di sebuah rumah sakit di wilayah Okinawa, Jepang. Usai tindakan tersebut ditemukan adanya tumor di 5 titik, 2 di leher, 1 di kepala, dan 2 di tulang belakang.

“Tapi dokter disana juga masih belum tahu ini kanker jenis apa, sehingga diambil sampel dan dikirim ke rumah sakit yang ada di Tokyo. Baru diketahui kalau ini kanker langka berjenis Kanker Sarkoma,” kata Ozi.

Baca juga: Puluhan Jemaah Umrah Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran Vs AS-Israel

Di Jepang, Ozi juga mendapatkan perawatan intensif, bahkan pimpinan (kaichou) perusahaan ia bekerja setiap hari datang menjenguk dan memantau perkembangan kesehatannya. Ia tampak berkaca-kaca menceritakan kebaikan pimpinannya, bahkan Ozi bercerita bahwa dirinya sudah dianggap sebagai anak sendiri.

Dari perawatan tersebut, Ozi menjelaskan bahwa penyakit yang diidapnya sangat langka dan susah disembuhkan karena di beberapa bagian ada sel kanker yang melilit jaringan saraf dan di sela-sela tulang.

“Karena itu Kaichou saya menyarankan untuk pulang, bertemu keluarga. Siapa tau di Indonesia ada keajaiban, nanti kalau sembuh saya diminta untuk kembali ke sana lagi,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Fasilitasi Warganya, Pemkab Kudus Siapkan 12 Bus Mudik dan Balik Gratis Lebaran 2026

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama dengan sejumlah pegawai Pemkab Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perhubungan menyiapkan 12 armada bus untuk melayani program mudik dan balik Lebaran 2026 bagi warga ber-KTP Kudus yang berada di luar daerah, khususnya Jakarta. Layanan tersebut diberikan sebagai fasilitas untuk membantu masyarakat Kudus pulang ke kampung halamannya dengan lancar dan aman.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, dari total 12 bus tersebut, 10 unit di antaranya disiapkan untuk melayani arus mudik menuju Kudus. Sedangkan dua unit lainnya diperuntukkan untuk arus balik ke Jakarta.

“Ini sudah ada perhitungannya. Sepuluh bus untuk mudik ke Kudus, dua bus untuk arus balik,” katanya, Selasa (3/3/2026).

Armada tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan sejumlah pihak swasta. Rinciannya, tiga bus dari Pemkab Kudus, dua bus dari PT Nojorono, dua bus dari Baznas, dua bus dari PT Djarum, serta lima bus dari PT Sukun.

Baca juga: Kemantapan Jalan Nasional di Jawa Tengah Capai 93,47 Persen, Siap Dilintasi Pemudik Lebaran

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak swasta yang telah mendukung masyarakat Kudus agar bisa pulang kampung bersama-sama,” tambahnya.

Program ini, lanjut Sam’ani, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI serta Gubernur Jawa Tengah agar pemerintah daerah memfasilitasi mudik gratis demi meringankan beban masyarakat.

Untuk pendaftaran, pemudik ber-KTP Kudus dapat mendaftar melalui Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) yang menjadi koordinator di Jakarta.

Saat ini, tercatat sebanyak 336 orang telah mendaftar. Sementara itu, dari kuota yang difasilitasi PT Sukun, dijadwalkan pemberangkatan pada 15 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 250 pemudik. Dengan demikian, total pemudik yang difasilitasi di tahun ini mencapai 586 orang.

Pemkab juga memastikan aspek keselamatan kendaraan. Dinas Perhubungan akan melakukan ramp check terhadap bus angkutan umum guna memastikan kelayakan jalan.

“Nanti ada ramp check, bisa di terminal atau kendaraan dibawa ke lokasi yang ditentukan. Ini untuk menjaga keselamatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Baca juga: Ramadan Tak Halangi Layanan Publik, MPP Kudus Layani Ratusan Warga Tiap Hari

Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga meningkatkan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk penerangan jalan umum (LPJU). Masyarakat dapat melaporkan lampu jalan yang padam melalui kanal pengaduan atau langsung ke Dinas Perhubungan.

Menurutnya, cuaca ekstrem belakangan ini dapat menyebabkan beberapa titik lampu jalan mengalami gangguan akibat korsleting. Namun, tim “Saber Lampu Jalan” telah disiagakan untuk melakukan perbaikan secara cepat.

“Sekarang bisa dilihat di wilayah Tanggulangin sudah mulai terang kembali. Ke depan juga akan dipasang lampu tambahan untuk menyambut para pemudik yang melintas di Kabupaten Kudus,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jateng Jadi Motor MBG Nasional, Capaian Sasarannya Sentuh 96,98 Persen

0
Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi motor pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Hingga 27 Februari 2026, capaian penerima manfaatnya di provinsi ini telah menembus 96,98 persen dari total sasaran.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026). Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta para kepala daerah se-Jawa Tengah.

Berdasarkan data mutakhir, potensi penerima sasaran MBG di Jawa Tengah mencapai 9.639.459 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98 persen.

Jumlah penerima manfaat itu terdiri atas 8.464.875 siswa TK hingga SMA, 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, keberhasilan program MBG di Jawa Tengah menjadi indikator penting keberhasilan nasional.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes dan juara Swasembada Pangan,” ujarnya.

Baca juga: 12 Gerai KDMP di Kudus Sudah Selesai Dibangun, Tunggu Sarpras untuk Beroperasi

Menurutnya, MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi strategi besar membangun sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM sekaligus penguatan ekonomi daerah.

“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” kata dia.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Tengah memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh 35 kabupaten/kota di Jateng juga telah memiliki SK Satgas MBG.

Luthfi menambahkan, sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah juga menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10,55 juta ton GKG atau meningkat 12,22 persen dibanding realisasi 2025.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dengan capaian yang mendekati 100 persen dan dukungan infrastruktur yang kuat, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi penggerak utama suksesnya MBG di tingkat nasional.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Disnaker Kudus Imbau Perusahaan Cairkan THR Pekerja Lebih Awal

0
Ilustrasi: Pembagian THR.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus mengimbau kepada perusahaan agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan lebih awal dari batas maksimal yang ditentukan pemerintah.

Imbauan tersebut mulai disosialisasikan sejak 19 Februari 2026 melalui surat edaran yang dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan di Kudus. Ada pun surat edaran tersebut bernomor: 500.15.14.1/0396/2026, perihal pelaksanaan pemberian THR Keagamaan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan Disnaker Perinkop UKM Kudus, Agus Juanto mengatakan, pembayaran THR secara aturan memang paling lambat dilakukan H-7 sebelum hari raya. Namun pihaknya mendorong agar perusahaan tidak menunggu hingga batas akhir tersebut.

“Kami mengimbau agar diberikan lebih awal supaya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pekerja. Lebih cepat tentu lebih baik,” ujar Agus melalui sambungan telepon, Selasa (3/3/2026).

Menurut Agus, percepatan pembayaran THR tidak hanya membantu pekerja dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran, tetapi juga bakal berdampak pada perputaran ekonomi daerah.

Baca juga: Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Gencarkan Program Pangan Murah dan Speling

“Kalau dibayarkan lebih awal, bisa dimanfaatkan untuk persiapan dan tentu ikut menggerakkan perekonomian,” bebernya.

Dia menuturkan, telah mengirimkan surat edaran kepada sekitar 220 perusahaan kecil dan menengah di Kudus. Penyampaian dilakukan melalui email maupun surat fisik.

Terkait besaran THR, Agus menegaskan perusahaan wajib mematuhi ketentuan yang berlaku sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan pekerja dengan masa kerja di bawah 12 bulan diberikan secara proporsional.

Ia berharap seluruh perusahaan di Kudus dapat melaksanakan kewajiban tersebut secara tertib seperti tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, tidak ada perusahaan di Kudus yang secara langsung menunda pembayaran THR.

“Harapan kami tahun ini juga aman dan sesuai regulasi,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -