BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali memperluas jaringan kemitraannya dengan menggandeng Yayasan ELIM Kudus dan PT Sinar Indah Kertas. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Gedung Rektorat UMK, Selasa (3/3/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UMK Prof Darsono bersama perwakilan kedua mitra. Selain Memorandum of Understanding (MoU), juga diteken Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Psikologi, serta Fakultas Teknik.
Rektor UMK, Prof Darsono mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan industri.
“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin mahasiswa dan dosen bisa terlibat langsung, baik dalam penguatan layanan sosial melalui Yayasan ELIM maupun dalam pengembangan teknologi dan inovasi bersama industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, sinergi tersebut juga sejalan dengan komitmen kampus dalam menjaga nilai Dignity, Quality, dan Integrity, sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca juga: UMK Raih Penghargaan Collaborative Awards Jawa Tengah 2026
Ketua Yayasan ELIM Kudus, Miharsodono, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai dukungan akademisi, khususnya dari bidang pendidikan dan psikologi, dapat memperkuat program pembinaan sosial yang selama ini dijalankan yayasan.
“Kami berharap ada kontribusi nyata dari sisi keilmuan, sehingga pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat bisa semakin berkualitas,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT Sinar Indah Kertas, Ronny Tertobisono, menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk menjawab tantangan industri yang terus berkembang.
“Industri kertas saat ini berkembang cukup cepat. Melalui kerja sama ini, kami membuka peluang riset dan pengembangan SDM bersama Fakultas Teknik UMK,” ujarnya.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam bentuk program konkret seperti magang mahasiswa, penelitian terapan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga sosial, dan sektor industri di Kudus.
Editor: Kholistiono

