31 C
Kudus
Rabu, Februari 25, 2026

Tangani Persoalan Sampah, Bupati Jepara Siapkan Tiga Langkah Strategis

BETANEWS.ID,JEPARA– Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 menjadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk menyelesaikan persoalan sampah yang masih menjadi persolaan krusial di Jepara.

Kegiatan yang digelar di Kawasan Pantai Tirta Samudera Bandengan, Jepara pada Selasa, (24/2/2026) itu, tidak hanya diisi dengan membersihkan sampah secara serentak.

Di awal kegiatan, total terdapat 20 bibit pohon yang ditanam di kawasan pesisir Pantai Bandengan. Terdiri dari 10 bibit pohon cemara kembar dan 10 bibit pohon ketapang. Penanaman itu juga menjadi bagian untuk menjaga lingkungan Jepara agar Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) seusai arahan dari pemerintah pusat.

-Advertisement-

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, berdasarkan data Neraca Pengelolaan Sampah Kabupaten Jepara dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah pada tahun 2025 mencapai 168.085 ton per tahun atau meningkat 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, persentase sampah terkelola mencapai 54,76 persen, namun masih terdapat 45,24 persen atau lebih dari 76 ribu ton per tahun yang belum tertangani secara optimal.

“Artinya hampir separuh sampah kita berpotensi mencemari tanah, sungai, dan laut. Jika tidak bergerak bersama, dampaknya adalah banjir, pencemaran, gangguan kesehatan, hingga rusaknya ekosistem pesisir,” kata Wiwit usai kegiatan peringatan HPSN 2026.

Sehingga, Wiwit mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menangani persoalan sampah di Kabupaten Jepara.

Baca juga: Hasil Pendapatan Pajak Kendaraan di Jepara Bakal Dialokasikan Seluruhnya untuk Perbaikan Jalan

Pertama, yaitu dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang rencananya berlokasi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bandengan.

Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Jepara menurutnya menjadi salah satu daerah yang akan menerima bantuan TPST RDF.

“TPST RDF sudah kita ajukan ke pemerintah pusat. Jika ini terealisasi, nanti mampu mengolah sampah dengan kapasitas 100 ton per hari,” sebutnya.

Kemudian, langkah kedua yaitu membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Berdasarkan data pada tahun 2023-2024, total sudah terdapat 14 TPS3R yang berhasil dibangun.

Langkah ketiga, yaitu dengan menggandeng investor. Ia mengaku sudah bertemu dengan investor asal Tiongkok yang bergerak di bidang teknologi lingkungan. Kerjasama itu nantinya akan diarahkan untuk mengolah residu menjadi energi terbarukan.

“Ke depan residu tidak lagi hanya ditimbun. Residu akan diproses dengan teknologi,” katanya.

Namun ia menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, kunci keberhasilan pengelolaan sampah tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Ini adalah langkah strategis. Tapi saya tegaskan, bahwa teknologi tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Peduli Sampah di Pantai Tirta Samudera Bandengan, Pemkab Jepara berharap kesadaran kolektif masyarakat untuk memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dari rumah tangga semakin meningkat.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER