BETANEWS.ID, JEPARA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bakal mengalokasikan seluruh pendapatan dari bagi hasil pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk perbaikan infrastruktur jalan.
Hal itu disampaikan Bupati Jepara, Witiarso Utomo usai kegiatan 100 hari kepemimpinan Wiwit-Hajar di Anjungan Jepara, Puri Maerokoco, Semarang pada Jumat, (20/2/2026).
“Untuk di Kabupaten Jepara, seluruh hasil (pendapatan) dari pajak kendaraan akan kita alokasikan untuk membangun jalan, 100 persen kita alokasikan ke sana (pembangunan jalan),” kata Wiwit.
Sebagaimana diketahui saat ini terdapat tarif baru berupa opsen PKB dan BBNKB yang dibayarkan masyarakat saat membayar pajak kendaraan. Opsen itu diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).
Tarif opsen PKB dan BBNKB nantinya akan langsung masuk ke rekening kas pemerintah daerah dan bisa langsung digunakan untuk pembangunan di daerah.
Pada tahun 2026, target pendapatan dari opsen PKB di Jepara yaitu sebesar Rp72,22 miliar dan dari opsen BBNKB yaitu Rp35,28 miliar.
“Harapan kami ini bisa menambah kepercayaan masyarakat Jepara untuk membayar pajak,” ujarnya.
Wiwit melanjutkan di masa satu tahun kepemimpinannya, perbaikan infrastruktur jalan menurutnya menjadi salah satu sektor yang mendapat respon positif dari masyarakat.
Sehingga, di tahun kedua kepemimpinannya, perbaikan infrastruktur jalan akan terus dilakukan. Total anggaran yang disediakan pada tahun ini yaitu sebesar Rp197,16 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 185 km di 116 ruas jalan yang ada di Kabupaten Jepara.
Baca juga: Wagub Jateng Tegaskan Tak Ada Kenaikan Pajak Baru 2026, Diskon Pajak Kendaran Masih Dibahas
“Tahun ini total anggaran yang kita alokasikan untuk pembangunan jalan yaitu Rp197,16 miliar, itu sepenuhnya bersumber dari APBD,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto mengatakan pengerjaan perbaikan jalan ditarget akan mulai berjalan sekitar bulan April 2026.
Saat ini pihaknya masih dalam proses menyelesaikan dokumen perencanaan. Terlebih paska terjadinya bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Jepara, membuat beberapa dokumen perencanaan yang sebelumnya disusun mengalami perubahan.
“Kita target habis lebaran sudah bisa dimulai, ini kita masih proses penyelesaian dokumen perencanaannya,” jelasnya.
Editor: Kholistiono

