BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus diproyeksikan jadi rujukan utama di wilayah eks-Karesidenan Pati. Oleh karena itu, seluruh puskesmas di Kabupaten Kudus diimbau agar tak merujuk pasien ke rumah sakit lain.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat peresmian Gedung IGD PONEK serta Gedung Stroke dan Onkologi (Fresia) RSUD dr. Loekmono Hadi, belum lama ini.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengimbau kepada seluruh puskesmas agar merujuk pasiennya ke RSUD Loekmono Hadi. Pasalnya, rumah sakit umum tersebut milik bersama warga Kabupaten Kudus.
Baca juga: Gubernur Luthfi Tinjau Huntara Korban Tanah Gerak Tegal, Siap Dihuni Sebelum Lebaran
“Rumah sakit umum daerah ini kan milik kita bersama. Jadi puskesmas-puskesmas yang ada di Kudus ketika memberikan rujukan, langsung ke RSUD Loekmono Hadi,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, perlu ada penyatuan persepsi untuk bersama-sama membesarkan RSUD Loekmono Hadi. Satu di antaranya, rujukan pasien dari puskesmas jangan ke rumah sakit lain.
“Selain itu, kalau terjadi persoalan misalnya terkait BPJS Kesehatan biar bisa segera ditangani oleh RSUD Loekmono Hadi,” bebernya.
Dia mengungkapkan, selama ini sebenarnya puskesmas – puskesmas di Kudus sudah banyak merujuk pasiennya ke RSUD Loekmono Hadi. Namun, masih ada sebagian yang dirujuk ke rumah sakit lain.
“Kalau bisa jangan dirujuk ke rumah sakit lain. Kalau bisa rujukan pasien dari puskesmas itu total 100 persen ke RSUD Loekmono Hadi,” tandasnya.
Baca juga: Panitia dan BRI Tegas Bantah Dugaan Jual Beli Data Pedagang Dandangan 2026, Begini Penjelasannya
Dia menyampaikan, bahwa RSUD Loekmono Hadi terus berbenah untuk pelayanan terhadap pasien. Baik dari Sumber Daya Masyarakat (SDM) maupun fasilitasnya.
Terbaru, RSUD Loekmono Hadi meresmikan gedung IGD PONEK serta Gedung Stroke dan Onkologi (Fresia). Adanya gedung tersebut, pasien stroke dan kanker tak perlu dirujuk lagi ke Semarang.
Editor: Kholistiono

