BETANEWS.ID, KUDUS – Proses pencarian terhadap Sumantri (53), warga Desa Jurang RT 1 RW 6, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang diduga terpeleset dan hanyut di Sungai Gelis, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, Kamis (19/2/2026).
Operasi SAR (Opsar) kembali dilanjutkan sejak pukul 08.00 WIB setelah sebelumnya dihentikan sementara pada Rabu (18/2/2026) malam akibat derasnya arus sungai, cuaca kurang mendukung, serta minimnya pencahayaan di lokasi kejadian.
Kabid Kedaruratan Logistik BPBD Kudus, Any Wilianti mengatakan, pihaknya mengerahkan tim gabungan untuk melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban beraktivitas.
“Kita melakukan operasi pencarian warga Jurang atas nama Sumantri. Diduga korban terpeleset saat mengambil atau panen jagung. Proses pencarian mulai dilakukan kemarin dan hari ini dilanjutkan,” bebernya.
Baca juga: Diduga Terpeleset saat Panen Jagung, Warga Jurang Kudus Hilang di Sungai Gelis
Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kudus, Polsek Gebog, Koramil Gebog, serta relawan dari FRPB, LPBI NU, MDMC, MED-A, BAGANA, BKPB PP, dan warga sekitar.
Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran Sungai Gelis, termasuk area tebing dan titik yang diduga menjadi lokasi korban terpeleset.Pencarian dilakukan secara manual dengan menyusuri bantaran sungai hingga ke hilir.
Tim juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan pusaran air yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah sepeda motor miliknya ditemukan terparkir di tepi tebing Sungai Gelis sekitar pukul 17.50 WIB. Warga yang curiga kemudian melakukan pencarian awal, namun korban tidak ditemukan sehingga laporan diteruskan ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
Menurut keterangan warga, korban diduga terpeleset saat bolak-balik mengangkut hasil panen jagung menggunakan dua karung dan melintasi jembatan kecil yang kondisinya miring.
Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan warga setempat untuk memperluas area penyisiran. Proses opsar akan terus dilanjutkan sesuai perkembangan di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus Sungai Gelis.
Editor: Kholistiono

