31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Lewat QRIS BRI, UMKM Kudus Disebut Bisa Terbantu Naik Kelas, Begini Penjelasannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kudus berkomitmen mewujudkan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk naik kelas. Satu di antaranya dengan cara penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Dengan penerapan QRIS, maka setiap transaksi di UMKM tersebut bisa terekam atau tercatat dengan baik. Hal itu akan bermanfaat ketika pengajuan pembiayaan dari perbankan.

Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto, mengatakan, salah satu kendala utama UMKM untuk naik kelas ada di permodalan. Sementara dalam mengakses kredit dari perbankan, pencatatan administrasi belum tertib, sehingga nilai pendapatannya tak terekap dengan baik.

-Advertisement-

Baca juga: Panitia dan BRI Tegas Bantah Dugaan Jual Beli Data Pedagang Dandangan 2026, Begini Penjelasannya

“Melalui transaksi digital berbasis QRIS, omzet usaha dapat tercatat otomatis dalam rekening. Hal itu sangat membantu perbankan dalam menilai kelayakan pembiayaan,” ujar Yudiarto belum lama ini.

Menurutnya, QRIS tidak hanya mempermudah konsumen, tetapi juga pedagang. Di era digital, masyarakat kini lebih sering membawa ponsel dibanding uang tunai.

“Sekarang orang lebih berat ketinggalan HP daripada dompet. Dengan HP, mereka bisa transaksi lewat e-wallet atau mobile banking. QRIS mempermudah itu,” jelasnya.

Selain praktis, QRIS juga menghilangkan persoalan uang kembalian. Pedagang tidak perlu repot mencari uang pas saat menerima pembayaran.

“Misal transaksi Rp 127.500 dan pembeli bayar Rp150 ribu, pedagang harus cari kembalian. Dengan QRIS, nominal tinggal diketik, tidak ada repot kembalian,” bebernya.

Lebih jauh, Yudiarto menjelaskan, bahwa pencatatan omzet secara digital membuka peluang UMKM naik kelas. Mulai dari ultra mikro dengan pembiayaan Rp5–10 juta, bisa berkembang ke mikro Rp100 juta hingga ritel ratusan juta rupiah.

“Kalau omzetnya tercatat jelas di rekening, bank lebih mudah memberikan tambahan modal kerja. Harapannya usaha bisa berkembang, omset naik, dan laba meningkat,” terangnya.

BRI sendiri, lanjut dia, memiliki fokus kuat pada sektor UMKM. Pembiayaan diberikan mulai dari segmen ultra mikro melalui PNM, mikro, hingga ritel bahkan di atas Rp50 miliar.

Baca juga: Pembayaran Pajak Kendaraan di Jepara Masih Tinggi, Diskon 5% Belum Berlaku

“BRI itu bank UMKM. Market share kami di sektor ini cukup tinggi. Kami ingin UMKM tidak hanya dapat kredit kecil, tapi benar-benar berkembang,” tegasnya.

Terkait penggunaan QRIS di Kabupaten Kudus, Yudiarto menilai potensinya besar. Ia menyebut, masyarakat Kudus tergolong adaptif terhadap teknologi dan memiliki daya beli yang cukup baik.

“Saya yakin penggunaan QRIS di Kudus cukup tinggi. Masyarakatnya sudah modern,” ujarnya.

Ia berharap digitalisasi pembayaran, termasuk dalam event seperti Dandangan, dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM agar lebih siap menghadapi sistem pembayaran non-tunai yang ke depan diproyeksikan semakin dominan.

“Ke depan, QRIS diharapkan menjadi alat pembayaran utama. Kami membantu UMKM agar tidak kaget dengan perubahan itu,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER