31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Tanahnya Labil, Jalan Alternatif di Guwosobokerto Jepara Amblas Sedalam 50 Cm 

BETANEWS.ID, JEPARA– Jalan alternatif yang berada di Dukuh Sobokerto RT 7 RW 2, Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara amblas sedalam kurang lebih 50 sentimeter.

Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas kendaraan di jalan tersebut masih ramai. Sebab jalan itu menjadi jalur alternatif untuk keluar masuk kendaraan dari Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak yang akan menuju ke Kabupaten Jepara melewati Desa Welahan. 

Namun, akibat kondisi jalan yang amblas, kendaraan roda empat saat ini tidak bisa melintas. 

-Advertisement-

Baca juga: Pemprov Jateng Perbaiki Ribuan Jalan Berlubang, Jelang Mudik Lebaran Harus Rampung

Saat ini, jalan tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Itupun harus bergantian, sebab di sisi timur, jalan yang amblas hampir merata di seluruh bagian badan jalan. 

Salah satu warga yang rumahnya berada tepat di depan jalan yang amblas, Mulyati (40) mengatakan, kondisi jalan awalnya hanya retak pada Senin, (9/2/2026). 

Beberapa hari kemudian atau sekitar empat hari yang lalu, baru kondisi jalan mulai amblas secara perlahan. 

“Amblasnya kedek-kedek (sedikit-sedikit). Awalnya retak sekitar sepuluh hari yang lalu. Terus mulai parah itu sekitar empat hari yang lalu. Pagi-pagi itu, jalannya diinjak langsung bles (amblas),” tutur Mulyati, Kamis, (19/2/2026). 

Kondisi jalan yang saat ini amblas juga sudah memakan korban. Mulyati menyebut sudah ada dua pengendara yang terjatuh di lokasi jalan yang amblas. 

“Tadi pagi sama kemarin (Rabu, 18/2/2026) itu ada yang jatuh. Karena bukan orang sini, jadi ngga tau jalannya. Kondisinya lecet-lecet,” ungkapnya. 

Mulyati melanjutkan, kondisi jalan itu ternyata bukan baru pertama kali ini terjadi. Pada tahun 2024 lalu, saat ada proyek normalisasi Sungai SWD 2, lokasi jalan yang sama juga pernah amblas. Jalan tersebut memang berada di sepanjang aliran Sungai SWD 2. 

“Tapi kalau yang kemarin, (di sisi timur) memang jeglong (amblas), tapi masih bisa dilewati (roda empat), kalau ini kan ngga bisa,” katanya. 

Saat itu, jalan yang amblas sudah diurug menggunakan pasir dan batu kricak. Jalan juga sudah sempat diaspal. 

“Harapannya bisa segera diperbaiki, takut juga kalau nanti merembet ke rumah,” ujarnya. 

Baca juga: Taj Yasin Pastikan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang

Terpisah, Camat Welahan, Suhadi membenarkan bahwa kondisi jalan di Desa Guwosobokerto yang saat ini amblas bukan pertama kali terjadi. 

Jalan alternatif yang berstatus sebagai jalan kabupaten itu, kini amblas dengan kedalaman sekitar 50 cm dengan panjang sekitar 50-60 meter. 

“Tanah disana itu labil, sehingga saat hujan ada longsor di sebelah kiri sungai, berdampak pada jalan,” katanya. 

Sebagai penanganan sementara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Welahan agar memasang tanda peringatan di jalan tersebut. Pihaknya juga sudah melapor kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera memperbaiki kondisi jalan yang amblas.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER