Jembatan Armco Program Presiden Prabowo Mulai Dibangun di Pedawang Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, kini tak perlu lagi memutar jauh untuk menuju area persawahan maupun menyeberangi sungai dengan waswas. Jajaran Kodim 0722/Kudus bersama masyarakat setempat mulai membangun jembatan Armco di Sungai Gembel yang selama ini menjadi penghubung penting antarwilayah.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026). Sejak pagi, personel TNI tampak bekerja berdampingan dengan perangkat desa dan warga. Suara alat kerja dan aktivitas gotong royong mewarnai lokasi pembangunan.

Komandan Kodim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap percepatan infrastruktur pedesaan. Ia menyebut, akses yang layak menjadi salah satu kunci pemerataan pembangunan.

-Advertisement-

“Jembatan ini nantinya bisa meningkatkan konektivitas ekonomi desa. Anak-anak sekolah juga lebih mudah beraktivitas dari rumah ke sekolah,” ujar Letkol Arh Yuusufa melalui siaran tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Terancam PHK Massal, Puluhan Ribu Buruh Rokok Kudus Siap Demo

Secara teknis, lanjutnya, jembatan yang dibangun memiliki bentangan sepanjang 12 meter dengan lebar sungai sekitar 10 meter. Tinggi pangkal jembatan di sisi utara maupun selatan mencapai 3,5 meter. Saat kondisi normal, kedalaman air sekitar setengah meter, namun bisa naik hingga dua meter ketika banjir.

“Keberadaan jembatan ini akan menghubungkan RT 04 RW 03 dengan area persawahan Desa Pedawang. Tak kurang dari seribu jiwa diperkirakan menjadi penerima manfaat langsung,” ungkapnya.

Hingga akhir Februari kemarin, progres pembangunan masih berjalan. Pembersihan lahan sudah mencapai sekitar 60 persen. Sementara pekerjaan bowplang 15 persen, pondasi dasar dan footplat 10 persen, serta pemasangan plat Armco sekitar 20 persen.

Dari data yang dihimpun, realisasi pembangunan berada di angka 20 persen dari rencana 26,98 persen atau terdapat deviasi minus 6,98 persen. Meski begitu, pihak Kodim memastikan pengerjaan akan terus dikebut agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan ini melibatkan 10 personel TNI, dua tenaga teknisi, tiga perangkat desa, serta delapan warga. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER