BETANEWS.ID, KUDUS – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola usia muda Indonesia. Tim asal Kota Kretek itu berhasil menjuarai Piala Presiden U-15 2025 setelah mengalahkan PS Malaka (Nusa Tenggara Timur) dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Kamis (2/10/2025).
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim menampilkan permainan menyerang, namun ASTI Kudus tampil lebih dominan. Meski hanya unggul satu gol, tekanan demi tekanan yang mereka lancarkan membuat PS Malaka sulit keluar dari tekanan sepanjang laga.
Baca Juga: Datangi Industri Rokok Kecil di Kudus, Purbaya Dicurhati Buruh Kerja Hanya Tiga Hari Sepekan
Berdasarkan data statistik resmi @pialapresiden_25, ASTI Kudus melepaskan 22 tembakan dengan sembilan tepat sasaran. Sebaliknya, PS Malaka hanya mampu menghasilkan 11 tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Dari sisi penguasaan bola, ASTI juga lebih unggul dengan catatan 57 persen, sementara PS Malaka hanya 43 persen.
Atmosfer final semakin istimewa dengan hadirnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Kehadiran Erick sekaligus menutup rangkaian Festival Sepak Bola U-12 dan U-15 Piala Presiden 2025. Ajang ini disebut sebagai salah satu program penting dalam membangun fondasi pembinaan sepak bola usia muda Indonesia.
CEO ASTI Kudus, Arif Budianto, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak asuhnya. Ia menekankan, gelar ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang pembinaan yang konsisten.
“Keberhasilan anak-anak ASTI menembus final hingga akhirnya mengangkat piala ini adalah hasil kerja keras bersama. Baik pemain, pelatih, maupun manajemen sama-sama berjuang,” ujarnya melalui siaran tertulisnya, Jum’at (3/10/2025).
Perjalanan ASTI Kudus menuju podium juara memang tidak mudah. Di fase grup, mereka tergabung bersama POPB (DKI Jakarta), Bina Bangsa (Jawa Barat), dan Tiga Boys (Kalimantan Timur). Dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, ASTI keluar sebagai juara grup dengan koleksi tujuh poin.
Drama berlanjut di babak perempat final. Ahmad Satria tampil sebagai penentu kemenangan setelah mencetak gol krusial yang membawa ASTI menyingkirkan Bangau Putra 1979 (Sulawesi Selatan). Pada semifinal, giliran Caesar Akbar yang mencuri perhatian lewat aksi solo run ciamik, menghasilkan gol tunggal untuk menundukkan Tunas Palapa Ternate (Maluku Utara).
PS Malaka sendiri lolos ke final dengan performa meyakinkan setelah membungkam Tamiang United FC (Aceh) dengan skor 3-0 di semifinal. Namun, ketangguhan mereka akhirnya patah di hadapan kolektivitas ASTI Kudus yang tampil disiplin, efektif, dan penuh determinasi pada laga puncak.
Kemenangan ini sekaligus meneguhkan posisi ASTI Kudus sebagai salah satu akademi terbaik dalam pembinaan sepak bola muda. Bagi manajemen ASTI, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus melahirkan generasi emas sepak bola tanah air.
“Semoga gelar ini memacu semangat kami agar terus konsisten mencetak pemain-pemain berkualitas yang bisa membanggakan Indonesia,” tutur Arif penuh optimisme.
Baca Juga: PLN Kudus Imbau Warga Gunakan Aplikasi PLN Mobile untuk Lapor Gangguan Listrik
Secara keseluruhan, Piala Presiden 2025 diikuti oleh 34 tim dengan 540 pemain dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk kategori U-12 ada 18 tim dengan 252 pemain, sementara U-15 diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Mereka datang dari penjuru Nusantara, mulai dari Jayapura, Makassar, Ternate, hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.
Dengan keberhasilan ASTI Kudus mengangkat trofi, turnamen ini membuktikan bahwa sepak bola usia muda Indonesia semakin berkembang. Dukungan penuh dari pemerintah, klub, dan akademi diharapkan mampu melahirkan bintang-bintang baru yang kelak memperkuat tim nasional di masa depan.
Editor: Haikal Rosyada

