BETANEWS.ID, JEPARA– Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran sampai saat ini masih terus berlangsung. Situasi itu membuat pelaku usaha mebel di Kabupaten Jepara mulai waspada.
Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita mengatakan, sampai saat ini, imbas perang tersebut memang belum dikeluhkan oleh pelaku usaha mebel atau furniture di Jepara.
Sebab mayoritas pasar furniture atau mebel Jepara paling banyak ke Negara Amerika, Arab Saudi, dan Eropa. Arab Saudi menurutnya menjadi pasar baru paska negara itu berencana untuk melakukan pembangunan hotel skala besar dalam mega proyek Neom.
“Ini tergantung, kalau Arab Saudi ikut dalam konflik perang ini, kemungkinan akan menggangu iklim furniture di Jepara,” kata Hendra saat ditemui di Pendopo Jepara, Senin (2/5/2026).
Untuk jalur pengiriman mebel ke Amerika dan Eropa melalui jalur transportasi laut menurut Hendra saat ini masih aman. Ditutupnya Selat Hormuz yang berada di antara Iran dan Oman juga tidak berpengaruh terhadap jalur pengiriman mebel.
“Kalau Terusan Suez yang di Yaman ikut ditutup itu yang nanti ikut berpengaruh, karena akan menambah biaya shipping (pengiriman) dan menambah waktu pelayaran,” ujarnya.
Baca juga: Puluhan Jemaah Umrah Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran Vs AS-Israel
Hendra mengatakan, akibat perang itu, dalam waktu dekat dikhawatirkan akan mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada tanggal 5-8 Maret 2026 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.
Pengunjung pameran itu rata-rata berasal dari Eropa yang biasanya akan transit terlebih dahulu di bandara Kawasan Timur Tengah.
Sedangkan saat ini beberapa bandara di kawasan Timur Tengah, seperti bandara di Dubai, Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, menutup sementara kegiatan operasional penerbangan.
“Mungkin akan ada penurunan pengunjung yang ke IFEX, karena mayoritas costumer dari Eropa akan transit di Dubai, Abu Dhabi. Sedangkan kawasan itu saat ini bandaranya ditutup. Visitor IFEX biasanya ini juga akan ke Jepara, kemungkinan nanti akan berpengaruh,” jelasnya.
Hendra berharap situasi itu tidak berlangsung lama. Sebab meskipun mayoritas pasar ekspor mebel Jepara saat ini banyak ke Eropa dan Amerika, namun Timur Tengah juga menjadi pasar baru yang menurutnya cukup menjanjikan.
Editor: Kholistiono

