Ramadan Tak Halangi Layanan Publik, MPP Kudus Layani Ratusan Warga Tiap Hari

BETANEWS.ID, KUDUS – Meski tengah menjalani ibadah puasa, aktivitas di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kudus tetap ramai. Warga silih berganti datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari perizinan usaha hingga layanan kependudukan.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, hingga Kamis (26/2/2026), jumlah pengunjung selama Februari sudah mencapai 2.297 orang. Rata-rata setiap hari lebih dari 100 warga datang ke MPP.

Kepala DPMPTSP Kudus, Muhammad Fitriyanto, mengatakan tren kunjungan selama Ramadan tidak jauh berbeda dibanding hari biasa. Menurutnya, kebutuhan layanan publik tidak mengenal waktu.

-Advertisement-

“Kalau orang butuh izin usaha ya tetap datang. Mau puasa atau tidak, kebutuhannya tetap ada,” ujar pria yang akrab disapa Aan di MPP Kudus, belum lama ini.

Selama Ramadan, kata Aan, jam pelayanan memang menyesuaikan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk layanan pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), dibuka mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB pada Senin sampai Kamis, sementara hari Jumat sampai pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Lima Kandidat Sekda Ikuti Assessment, Bupati Sam’ani Tegaskan Komitmen Seleksi Objektif dan Profesional

Di gerai DPMPTSP, lanjutnya, warga bisa mengurus NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Petugas juga mendampingi pemohon yang belum memahami alur pendaftaran atau masih kebingungan dengan kelengkapan dokumen.

Menurut Fitriyanto, pendampingan ini penting agar masyarakat tidak bolak-balik karena kesalahan teknis.

“Biasanya kendalanya di dokumen. Kami arahkan apa saja yang kurang supaya bisa segera dilengkapi,” ungkapnya.

MPP Kudus sendiri menampung berbagai layanan dalam satu gedung. Selain DPMPTSP, terdapat gerai dari Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kemenag, BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, hingga PDAM.

“Konsepnya, warga cukup datang ke MPP untuk menyelesaikan beberapa urusan sekaligus,” tandasnya.

Salah satu warga, Irsha Intan Armita (25), mengaku baru pertama kali mengurus izin usaha apotek. Ia datang pagi hari agar tidak terlalu lama mengantre.

“Menurut saya pelayanannya cukup jelas. Ada yang mendampingi, jadi nggak bingung harus mulai dari mana,” ujarnya sembari tersenyum.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER