SEPUTARKUDUS.COM, LORAM WETAN – Boneka berbagai bentuk di tertata rapi di ruangan berukuran
sekitar 10×5 meter, di sebuah toko Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, belum lama ini. Suasana dalam ruangan tampak sepi. Hanya ada seorang perempuan
berkrudung ungu dengan laki-laki bersingklet merah yang sedang berbincang soal boneka bantal.
![]() |
| Anak-anak TK berkunjung ke Barokah Toys. Foto: Kusnan (dokumen pribadi) |
Laki-laki tersebut tak lain adalah pemilik Barokah Toys, yang memproduksi berbagai macam produk boneka. Dia menuturkan, saat itu seperti hari-hari
biasanya, hanya konsumen yang datang ke toko.
TK, SD, SMP, maupun SMA. Mereka datang untuk belajar cara membuat boneka. Kadang juga ada mahasiswa yang datang untuk penelitian.
dan memainkan boneka. Kami juga mengajari mereka bagaimana cara membuat boneka,”
tambah Kusnan yang mempunyai hobi Motor Cross.
isi boneka dakron ke dalam pola. Mereka tampak senang karena sambil belajar mereka bisa bermain. “Kadang dakronnya di-odal-adil. Tapi tidak
apa-apa, itulah anak-anak. Ekspresinya jangan sampai dibatasi,” ungkapnya.
kadang ada guru yang membatasi muridnya berekspresi, tidak boleh pegang boneka ini
dan itu. “Saya bilang, ‘boleh (dibuat main) bu, tidak apa-apa’. Mau dipegang,
mau dibuat main juga tidak apa-apa,” tutur Kusnan. (Baca juga: Bermodal 1 Mesin Jahit, Lulusan UMK Ini Kini Punya 30 Karyawan dan Sedang Bangun Pabrik Boneka)
dibatasi. Hobi motor cross yang dia sukai dilarang oleh orang tuanya. “Kalau bakat berdagang kan biasanya hanya uang dan uang.
Kalau bisa saya jangan. Selama itu positif saya akan mendukung penuh anak,”
tuturnya.
dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan dari pernikahannya dengan istrinya,
Fitri.









































