Beranda blog Halaman 116

30.264 Pekerja Rentan Dilindungi Pemkab Kudus

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris memberikan bantuan kepada perwakilan penerima di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (8/12/2025) petang. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama bagi pekerja rentan di Kudus dalam program Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja) BPJS Ketenagakerjaan. Di mana iuran premi setiap bulannya akan ditanggung oleh Pemkab Kudus.

30.264 pekerja rentan di Kudus saat ini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan itu secara simbolis diberikan langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris kepada perwakilan penerima di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (8/12/2025) petang. 

Baca Juga: Jadi Penasehat Raja Paku Buwono XIV, Ini Gelar yang Disandang Wabup Bellinda 

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno menyampaikan, jaminan itu diberikan guna memastikan para pekerja rentan seperti tukang ojek online/pangkalan, butuh, tani, tukang parkir, dan lain sebagainya mendapat perlindungan risiko dalam bekerja. Selain untuk memberikan perlindungan, program itu sekaligus juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Bentuk perlindungan itu dalam rangka memberdayakan pekerja rentan yang mengalami kecelakaan kerja, membantu beasiswa anak hingga perguruan tinggi, serta memberikan ekosistem yang adil dan sejahtera bagi seluruh pekerja. 

“Pemkab Kudus memperluas cakupan penerima program perlindungan sosial menjadi 30.264 orang hingga tahun ini. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 9.773 orang. Semoga tahun depan bisa meningkat lagi,” bebernya. 

Ia menjelaskan, bahwa jaminan tersebut dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kudus 2025 melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp5 miliar. Tak berhenti disitu, ke depan pemkab berencana untuk meningkatkan cakupan program perlindungan sosial tersebut.

“Harapannya bisa memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja, perawatan medis, memberikan biaya pemakaman, serta dapat memberikan beasiswa bagi anak,” jelasnya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menambahkan, pemerintah hadir dalam upaya untuk menjamin tenaga rentan yang ada di Kudus. Apalagi program ini merupakan visi misinya dalam rangka untuk memberikan rasa aman bagi pekerja rentan, terutama bagi masyarakat yang tidak menerima upah.

“Alhamdulillah di tahun ini bisa mengcover 30.264 pekerja. Semoga dengan adanya backup BPJS Ketenagakerjaan ini, mereka bekerja merasa aman, tenang, karena sudah ada jaminan kecelakaan maupun kematian. Bahkan anaknya dijamin biaya sekolah sampai lulus kuliah,” tuturnya.

Pihaknya memastikan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah ditanggung pemkab Kudus tetap berjalan, ditengah persoalan berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun 2026. 

“Kita usahakan sama, kalau bisa meningkat karena juga harus menyesuaikan keuangan daerah. Kami harap semoga jaminan sosial ini terus dapat berjalan baik,” sebutnya.

Baca Juga: H-1 Penutupan Seleksi JPTP Kudus, Peminat Masih Sepi, Kepala Dinas PUPR Baru Satu Pendaftar

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Vinca Meitasari mengapresiasi langkah Pemkab Kudus dalam menjamin kesejahteraan masyarakat dengan program jaminan perlindungan sosial. Adanya program itu, tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kudus saat ini sudah mencapai 46,55 persen dengan jumlah 216.842 peserta. 

“Posisi Kudus dengan penambahan 20.000 peserta ini juga masuk jajaran kabupaten yang punya Coverage yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Pr kita masih di sektor informal, kalau sektor formal yang menerima upah atau bekerja di perusahaan itu kan sudah didaftarkan oleh perusahaan,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Riyoso Digeser dari Posisi Pj Sekda Pati, Digantikan Teguh Widyatmoko

0
Teguh Widiyatmoko, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati kembali melakukan penyegaran di jajaran pimpinan tertingginya. Rotasi jabatan pada struktur pimpinan tinggi pratama resmi dilakukan oleh Bupati Pati Sudewo pada Senin (9/12/2025).

Teguh Widiyatmoko, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pati. Ia menggantikan Riyoso, yang telah menuntaskan masa tugas rangkapnya sebagai Pj Sekda dan akan kembali fokus memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati.

Baca Juga: Tega Bener, Bayi Cantik di Pati Ini Dibuang di Tempat Sampah

“Rotasi ini adalah bagian dari penyegaran dan penataan organisasi. Setiap pejabat memiliki kompetensi dan ruang kontribusi masing-masing, sehingga kita perlu menempatkan mereka pada posisi yang dapat memperkuat kinerja daerah,” ujar Sudewo.

Menurut Sudewo, posisi Sekda memegang peran strategis sebagai koordinator seluruh perangkat daerah. Karena itu, rekam jejak Teguh sebagai Inspektur Daerah dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam menyelaraskan berbagai kebijakan lintas OPD.

“Sedangkan Pak Riyoso sudah melaksanakan tugas Pj Sekda dengan baik. Kini beliau akan kembali memperkuat sektor infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Pati,” imbuhnya.

Sudewo juga memastikan, bahwa seluruh proses rotasi tersebut telah melalui mekanisme yang semestinya.

Keputusan pengangkatan Teguh sebagai Pj Sekda telah mendapat persetujuan Gubernur, sebagaimana tertuang dalam surat resmi bernomor 800.1.3.3/0773 mengenai Penetapan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati.

Baca Juga: Belum Sempat Ngebut, 10 Remaja yang Akan Balap Liar di JLS Pati Digelandang Polisi

Pergantian Riyoso sebagai Pj Sekda Pati ini cukup mengejutkan. Sebab, nama Riyoso sebelumnya santer digadang-gadang akan menduduki jabatan tertinggi ASN di lingkup pemkab tersebut.

Pada awal kepemimpinan Bupati Sudewo-Chandra, nama Riyoso juga cukup lekat dengan Sudewo. Bahkan, ia pernah merangkap jabatan di beberapa dinas. Di antaranya, DMPTSP, DPUTR hingga Inspektorat. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jadi Penasehat Raja Paku Buwono XIV, Ini Gelar yang Disandang Wabup Bellinda 

0
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton dikukuhkan menjadi penasihat Raja Paku Buwono (PB) XIV Keraton Surakarta. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton dikukuhkan menjadi penasihat Raja Paku Buwono (PB) XIV Keraton Surakarta. Penobatan tersebut menjadi spesial lantaran Bellinda mendapatkan gelar langsung dari Raja PB XIV Purbaya.

Bellinda mengaku, bahwa gelar yang diberikan oleh Raja Solo itu adalah Kanjeng Mas Ayu Putri Sulistianingtyas. 

Baca Juga: H-1 Penutupan Seleksi JPTP Kudus, Peminat Masih Sepi, Kepala Dinas PUPR Baru Satu Pendaftar

“Kemarin Minggu (7/12/2025) diundang ke Kasunanan Surakarta. Alhamdulillah saya diberi gelar nama dan ditunjuk salah satu penasihat Raja,” katanya saat dikonfirmasi di Pendapa Kudus, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, pemberian gelar dan dipercaya sebagai salah satu penasihat Raja PB XIV sebuah anugrah yang harus dijalankan dengan baik. Meski begitu, ia mengaku bahwa ini menjadi beban moral bagi dirinya.

Untuk itu, dia menyampaikan berperilaku baik tanpa melakukan hal negatif demi untuk menjaga tanggung jawab yang sudah diamanahkan oleh Keraton Surakarta. Sehingga harus memberikan keteladanan bagi semua pihak. 

“Tetap kita perilaku baik, tentunya dianugrahi gelar dari keraton tidak setiap orang dapat. Bersyukur meski beban yang saya pikul semakin berat ya. Jadi tentu membawa nama baik keraton,” jelasnya. 

Ke depan, Bellinda akan melakukan sinergitas antara Keraton Surakarta maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk memajukan anak-anak muda atau generasi muda sekarang. Terutama di sektor digitalisasi, sebagai bentuk merespon perkembangan teknologi di era sekarang. 

Baca Juga: Masuki Musim Hujan 33 Desa di Kudus Terancam Banjir, 17 Lainnya Rawan Longsor

“Karena kebetulan sama-sama muda. Semoga ke depan ada komunikasi lanjut, kita kolaborasi untuk memajukan anak-anak muda,” jelasnya. 

Meski mendapat gelar dari Raja PB XIV Purbaya, Bellinda menegaskan, bahwa ia tak akan lupa dari kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai Wakil Bupati Kudus. Dia akan tetap menjalankan tugas-tugasnya untuk melayani masyarakat Kabupaten Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tega Bener, Bayi Cantik di Pati Ini Dibuang di Tempat Sampah

0
Lokiasi penemuan bayi di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan/Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI –  Warga Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan/Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan bayi pada Senin (8/12/2025). Bayi perempuan ditemukan warga di sebuah tempat sampah yang berada di dekat pos ronda.

Dalam video yang beredar, bayi malang itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Bayi itu berada di dalam sebuah tas kecil warna kuning dan terdapat kain sarung warna coklat tua yang digunakan untuk membungkus tubuh bayi.

Baca Juga: Rencana Tawuran Sabtu Depan Terendus, Dua Anggota Gangster di Tlogowungu Dicokok Polisi

Salah seorang warga RT2 RW 9 Desa Puri, Hendro menjelaskan kronologi awal mula penemuan bayi tersebut. Katanya, bayi yang berada di tempat sampah tersebut diketahui oleh seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi.

“Awalnya Bu Kohir mau buang sampah. Tapi ada suara tangis bayi,” ujarnya.

Karena takut, warga tersebut kemudian melapor ke ketua rukun tetangga (RT). Oleh Ketua RT, Hendro kemudian diajak untuk mengeceknya.

“Saat dicek memang sempat dengar suara anak kecil. Saat dibuka ternyata memang ada bayi,” ucapnya.

Katanya, saat ditemukan, bayi terlihat masih ada ari-ari yang menempel.

“Saya segera membawanya ke rumah sakit Mitra Bangsa. Bagi saya terpenting menyelamatkan bayi itu. Kebetulan saat itu masih hidup,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RT2/ RW 9, Sudran menambahkan, dia sempat mendapat telepon dari warganya terkait suara tangisan bayi itu sekitar pukul 14.30 pada Senin (8/12/2025). Hingga kemudian dia mengajak seksi keamanan untuk melihatnya bersama-sama.

“Bayi ada di dalam tas, hanya nangis. Kondisi masih hidup masih ada ari-arinya,”  ucapnya.

Baca Juga: Dua Bocil Gangster Diamankan Warga Karaban, Nyaris Jadi Bulan-bulanan Massa

Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo mengamini adanya penemuan bayi tersebut. Dia menyebut lokasinya berada di perumahan desa Puri, Kecamatan Pati.

“Saat ini kondisi bayinya sehat sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Mitra Bangsa,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ahmad Luthfi Larang Bupati dan Wali Kota Nglencer Selama Nataru

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Jawa Tengah dalam rangka kesiapan Natal dan Tahun Baru di Gradhika Bhakti Praja, Senin (8/12/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Seluruh kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah tidak diperbolehkan nglencer dan meninggalkan wilayahnya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Para bupati dan wali kota diminta siaga di wilayah masing-masing untuk memantau kondusivitas dan kesiapsiagaan potensi bencana.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegas, Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet

“Surat edaran dari Menteri Dalam Negeri untuk tidak meninggalkan tempat (wilayah) selama Nataru itu ada. Berlaku sampai selesai tahun baru,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Jawa Tengah dalam rangka kesiapan Natal dan Tahun Baru di Gradhika Bhakti Praja, Senin (8/12/2025).

Dalam rakor yang juga dihadiri oleh bupati atau wakil bupati dan wali kota atau wakil wali kota se-Jawa Tengah tersebut, kepala daerah tidak boleh izin selama Nataru, termasuk perjalanan ke luar negeri. Izin diperbolehkan jika memang ada kegiatan dinas yang mendesak atas terkait koordinasi antardaerah.

Ia mengingatkan pentingnya seorang kepala daerah tetap berada di wilayahnya selama Nataru. Selain memantau langsung kondusivitas wilayah, keberadaan kepala daerah dapat memberikan arahan langsung secara cepat apabila ada kejadian mendesak.

Di samping itu, Ahmad Luthfi juga meminta seluruh kepala daerah untuk melakukan mitigasi kebencanaan. Di mana perkiraan cuaca dari BMKG selama Nataru di beberapa daerah masih berpotensi memicu terjadinya bencana alam seperti longsor maupun banjir.

Kesiapsiagaan mengenai potensi bencana tersebut sangat penting dan harus ditingkatkan selama periode Nataru. Menurut Ahmad Luthfi, jangan sampai kejadian seperti di Cilacap dan Banjarnegara yang memakan korban jiwa terulang lagi di wilayah yang sama atau daerah lain.

Baca Juga: Forda Jateng 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Peserta Terbanyak Sepanjang Penyelenggaraan

“Kebencanaan sudah ada SOP, jadi setiap ada bencana semua bupati/wali kota akan menerapkan SOP namanya tanggap darurat. Pada saat tanggap darurat maka yang dilakukan membentuk Satgas,” katanya.

Satgas tersebut meliputi satgas pengungsian, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lainnya yang dibentuk untuk kesiapan daerah apabila terjadi bencana. Termasuk Tagana di desa-desa yang sudah diberikan pelatihan saat terjadi bencana.
“Doakan tidak ada bencana lagi,” ujar Ahmad Luthfi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

H-1 Penutupan Seleksi JPTP Kudus, Peminat Masih Sepi, Kepala Dinas PUPR Baru Satu Pendaftar

0
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kudus, Zulfa Kurniawan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendaftaran pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus ditutup besuk, Selasa (9/12/2025). Sehari sebelum penutupan, pendaftarnya masih terbilang minim bahkan ada satu OPD yang baru ada satu pendaftar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kudus, Zulfa Kurniawan menyampaikan, hingga hari ini sekira pukul 11:00 WIB semua formasi sudah ada yang daftar. Tetapi baru satu formasi yang pendaftarnya sudah memenuhi minimal, sementara yang lima lainnya belum.

Baca Juga: Renovasi Lantai GOR Bung Karno Kudus Dikebut Jelang Forga Perpamsi Jateng 2025

“Masing-masing jabatan kepala dinas yang dilakukan seleksi sudah ada pendaftarnya semua. Tetapi memang masih banyak yang belum memenuhi persyaratan minimal yakni empat pendaftar,” ujar pria yang akrab disapa Iwan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025).

Iwan kemudian merinci jumlah pendaftar kepala dinas di masing-masing OPD. Antara lain, jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ada tiga pendaftar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga tiga pendaftar.

Kemudian, jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ada tiga pendaftar dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dua pendaftar.

“Hanya ada satu yang sudah memenuhi minimal empat pendaftar yakni jabatan Asisten Administrasi Umum Setda Kudus. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) malah baru satu pendaftar,” bebernya.

Lebih lanjut, Iwan menyampaikan, bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi persyaratan dan berminat ikut seleksi masih ada kesempatan sehari lagi sampai pukul 23:59 WIB. Namun, jika sampai batas waktu yang ditentukan jumlah pendaftar masih kurang dari empat, maka akan dilakukan perpanjangan.

Baca Juga: Akademisi UMKU Nilai Relokasi Pasar Bitingan Perlu Analisa Mendalam, Pemkab Wajib Dampingi Pedagang

“Yang diperpanjang hanya di OPD yang pendaftarnya masih kurang dari empat. Sementara untuk yang lainya tidak,” ungkapnya.

Setelah pendaftaran ditutup, lanjut Iwan, nama-nama pendaftar akan disetorkan kepada panitia seleksi (pansel) pengisian JPTP. Kemudian pada tanggal 11 Desember.2025, nama-nama tersebut bakal diumumkan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Masuki Musim Hujan 33 Desa di Kudus Terancam Banjir, 17 Lainnya Rawan Longsor

0
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Intensitas hujan di Kabupaten Kudus mulai menunjukkan peningkatan sejak awal pekan ini. Mengantisipasi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi, termasuk apel kesiapsiagaan yang digelar lebih awal pada 4 November.

Kepala BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa terdapat 33 desa yang berpotensi terdampak banjir, yang tersebar di Kecamatan Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, Kaliwungu. Sementara untuk bencana tanah longsor, BPBD mencatat 17 desa di Kecamatan Gebog dan Dawe masuk kategori rawan.

Baca Juga: Renovasi Lantai GOR Bung Karno Kudus Dikebut Jelang Forga Perpamsi Jateng 2025

“Di Desa Terban, Kecamatan Jekulo juga ada satu titik, tetapi dampaknya tidak terlalu besar sehingga belum kami masukkan ke daftar mitigasi utama,” ujar Eko.

Eko mengatakan, Kudus masih cukup beruntung karena karakter banjir di daerah ini dapat diprediksi. Hal tersebut dipengaruhi keberadaan dua aliran sungai besar, yakni Sungai Wulan dan Sungai Juwana.

Misal, kata dia, Ketika wilayah Grobogan diguyur hujan deras selama berhari-hari dan banjir maka bencana yang sama juga bakal terjadi di Kudus. Tetapi, air dari Grobogan ke Kudus butuh waktu sekira 8 jam.

“Waktu jeda itu cukup bagi kami untuk melakukan sosialisasi dan evakuasi jika diperlukan. Karena itu, pola aliran sungai menjadi keuntungan tersendiri dalam upaya mitigasi,” ujarnya.

Namun, jika hujan merata baik di wilayah selatan, utara, banjir jelas tak terelakan. Pada saat itu, harapannya tak ada tanggul sungai yang jebol.

“Untuk penanganan bencana kami siap. Termasuk juga sarana dan prasaranya juga sudah tersedia semua,” bebernya.

Untuk ancaman tanah longsor, ungkapnya, BPBD Kudus telah memasang tiga alat pendeteksi pergerakan tanah di Desa Menawan dan Rahtawu, Kecamatan Gebog. Dua tersebut memang paling sering mengalami bencana longsor.

Dari sisi kesiapan, pihaknya, menegaskan seluruh perlengkapan, mulai dari alat, mesin, hingga tenaga relawan telah disiapkan. Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) juga terus dikebut. Saat ini, 86 dari total 123 desa telah memiliki Destana.

“Saya juga minta bantuan relawan dari berbagai ormas yang ada di Kudus untuk mendorong pemerintah desa segera membentuk Destana di wilayahnya masing-masing,” tambah Eko.

Baca Juga: Akademisi UMKU Nilai Relokasi Pasar Bitingan Perlu Analisa Mendalam, Pemkab Wajib Dampingi Pedagang

Ia berharap musim hujan tahun ini tidak memicu bencana besar di Kabupaten Kudus. Namun, seluruh elemen BPBD tetap bersiaga penuh.

“Kami berharap tidak ada bencana. Tapi kalaupun terjadi, secara alat, perlengkapan, maupun personel, kami sudah siap,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ditarget Selesai 20 Desember 2025, Begini Progres Pembangunan Gedung Perpustakaan Kudus

0
Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadal (sidak) pembangunan gedung perpustakaan di area Balai Jagong, Senin (8/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadal (sidak) pembangunan gedung perpustakaan di area Balai Jagong, Senin (8/12/2025). Sidak tersebut guna memastikan pembangunan selesai tepat waktu.

Ketua Komisi A DPRD Kudus, Muhammad Antono mengatakan, pembangunan gedung perpustakaan diproyeksikan selesai pada tanggal 20 Desember 2025. Hingga saat ini progres pekerjaan sudah 97 persen.

Baca Juga: Renovasi Lantai GOR Bung Karno Kudus Dikebut Jelang Forga Perpamsi Jateng 2025

“Meski begitu tetap harus ada percepatan, mengingat waktu pengerjaan kurang dari dua pekan. Tadi sudah kita tekankan dari kontraktornya agar lembur,” ujar Antono.

Politikus PDIP tersebut menyebut, masih banyak kekurangan dalam pembangunan gedung Arpusda. Untuk sarana dan prasarannya, juga masih kekurangan anggaran.

“Sehingga nanti di tahun 2026, kita akan coba pikirkan alokasi anggarannya. Supaya Kudus nantinya punya perpustakaan yang bagus dan terbesar se-Karesidenan Pati,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustkaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, pembangunan gedung perpusatakaan daerah sudah sesuai target. Hingga saat ini progresnya sudah 97 persen.

“Setiap pekan selau dilakukan rapat percepatan pembangunan gedung perpusatakaan dengan konsultan pengawas. Sehingga tidak sampai terjadi keterlambatan,” ujar Tika.

Dia mengaku, saat ini pekerjaan yang masih berjalam adalah finishing. Menjelang Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima, setiap hari dilakukan pemantauan pekerjaan di lapangan.

“Kunci dari penyelesaian pekerjaan tepat waktu adalah komunikasi. Karena memang ada beberapa pekerjaan, selain gedung perpustakaan juga ada sarpras,” bebernya.

Baca Juga: Akademisi UMKU Nilai Relokasi Pasar Bitingan Perlu Analisa Mendalam, Pemkab Wajib Dampingi Pedagang

Sesuai papan proyek, pembangunan gedung perpustakaan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp8,4 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sedangkan pekerjaan lainnya adalah pembangunan sarana dan prasana lingkungan gedung perpustakaan dan biaya non standard lainnya. Pekerjaan tersebut bernilai kurang lebih Rp688,5 juta. Sayangnya pada papan proyek tak disertai keterangan sumber dananya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Belum Sempat Ngebut, 10 Remaja yang Akan Balap Liar di JLS Pati Digelandang Polisi

0
Aparat kepolisian saat melakukan apel sebelum menggelar patroli. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Polsek Pati Kota menggelar operasi penindakan terhadap kelompok remaja yang diduga akan melakukan aksi balap liar di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari.

Operasi ini digelar setelah aparat menerima informasi dari masyarakat melalui Hotline Polsek Pati Kota 0813-9227-6502 dan Call Center Polisi 110. Para remaja tersebut diketahui berkumpul di sekitar Warung Kopi Bonsai, Desa Dengkek, Kecamatan Pati.

Baca Juga: Dua Bocil Gangster Diamankan Warga Karaban, Nyaris Jadi Bulan-bulanan Massa

Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo menyampaikan apresiasi atas kesigapan anggota yang berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum menimbulkan korban. Ia menegaskan, balap liar merupakan aktivitas berbahaya bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami tidak ingin ada kecelakaan fatal akibat aksi ugal-ugalan di jalan raya,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 10 remaja berinisial RAP (16), TS (14), WA (23), AYS (24), DRU (19), NES (21), MRAA (21), MAP (22), DAP (18), dan MAN (17).

Iptu Heru mengatakan, bsebagian besar di antara mereka masih berstatus pelajar sehingga penanganan dilakukan dengan tetap mengedepankan pembinaan.

“Tetap kami proses, tetapi pendekatan humanis tidak kami tinggalkan,” ungkapnya.

Selain para remaja, polisi juga menyita sembilan unit sepeda motor berbagai jenis yang digunakan untuk aksi balap liar. Beberapa di antaranya telah dimodifikasi dan tidak dilengkapi perangkat standar.

“Motor-motor ini akan kami cek lebih dalam, termasuk kelengkapan administrasinya,” kata Iptu Heru.

Petugas juga menemukan dua botol minuman keras yang diduga dikonsumsi sebagian pelaku sebelum memulai aksi. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa balap liar sudah direncanakan dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Ini jelas sangat membahayakan. Remaja, miras, dan balap liar adalah kombinasi berisiko tinggi,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan awal, para remaja mengaku aksi itu dilakukan sebagai persiapan mengikuti kompetisi drag di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Namun, Iptu Heru menegaskan alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena dilakukan di jalan umum.

“Latihan balap harus di tempat resmi, bukan fasilitas umum yang dipakai masyarakat,” sebutnya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan melibatkan orang tua serta perangkat desa untuk pembinaan lanjutan, terutama bagi pelaku di bawah umur. Langkah tersebut diambil agar para remaja memahami konsekuensi hukum serta bahaya perbuatan mereka.

Baca Juga: Warga Pati Kembali Geruduk KPK, Pertanyakan Kelanjutan Kasus DJKA yang Diduga Melibatkan Sudewo

“Kami ingin mereka jera, tapi juga paham risiko yang mereka buat sendiri,” jelasnya.

Iptu Heru Purnomo memastikan, penindakan terhadap balap liar akan terus ditingkatkan. “Kami tidak memberi ruang sedikit pun untuk balap liar di wilayah hukum Polsek Pati Kota,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Mulai Tahun Depan Jepara Bakal Gunakan Layanan Parkir Digital

0
Kepala Dishub Jepara, Denny Hendarko. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara mulai tahun depan berencana untuk menerapkan e-parkir atau layanan parkir berbasis digital.

Kepala Dishub Jepara, Denny Hendarko mengatakan upaya itu dilakukan untuk meningkatkan transparansi, mengurangi pungutan liar (pungli), serta memperbaiki kualitas layanan parkir di seluruh wilayah Jepara.

Baca Juga: Jembatan Pendo-Banyuputih di Kalinyamatan Jepara Akhirnya Bisa Digunakan Akhir Tahun 2025

“Kami usulkan untuk E-Parkir lebih cepat lebih baik. Tahun depan akan direalisasi,” katanya pada Betanews.id, Senin (8/12/2025).

Sebagai persiapan, Deni mengatakan saat ini ia sudah mengajukan kebutuhan aplikasi E-Parkir beserta pola kerja sama kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Setelah disetujui, nantinya ia akan segera melakukan pelatihan bagi juru parkir dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Saat ini sudah minta ke BPKAD untuk aplikasinya dan kerja samanya. Nanti ada pelatihan sekaligus sosialisasi e-Parkir,” jelasnya.

Sementara terkait keluhan masyarakat mengenai penarikan jasa parkir tanpa disertai tiket, Deni mengatakan ke depan ia akan memperketat pengawasan di lapangan untuk mencegah pungli.

Sebagai upaya pencegahan, ia mengatakan seluruh juru parkir resmi sudah dibekali tiket parkir sebagai bentuk kontrol.

Baca Juga: Pelunasan Ibadah Haji Mulai Dibuka, Kuota Jepara Bertambah Jadi 1.568 Calhaj 

Adapun jumlah juru parkir yang tercatat secara resmi di Dishub Jepara yaitu sekitar 250-270 orang. Juru parkir tersebut tersebar di seluruh wilayah pasar di Kabupaten Jepara, ruas pertokoan, hingga kawasan strategis lainnya.

“Kalau pungutan liar kami operasi terus, setiap saat. Semua juru parkir kami berikan tiket parkir. Meski kadang terlupakan, tapi kami selalu memberikan pembinaan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Rencana Tawuran Sabtu Depan Terendus, Dua Anggota Gangster di Tlogowungu Dicokok Polisi

0
Polsek Tlogowungu menggagalkan rencana tawuran antar-gangster setelah mengamankan dua remaja yang kedapatan menyimpan empat bilah senjata tajam di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Senin (8/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Polsek Tlogowungu menggagalkan rencana tawuran antar-gangster setelah mengamankan dua remaja yang kedapatan menyimpan empat bilah senjata tajam di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Senin (8/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengungkapan ini dilakukan Unit Reskrim Polsek Tlogowungu setelah menerima laporan warga mengenai dugaan penyimpanan senjata tajam di sebuah rumah di Desa Tlogorejo.

Baca Juga: Dua Bocil Gangster Diamankan Warga Karaban, Nyaris Jadi Bulan-bulanan Massa

Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengatakan, bahwa informasi dari masyarakat menjadi pintu awal terbongkarnya kasus tersebut.

“Laporan itu langsung kami tindaklanjuti karena menyangkut keselamatan warga,” ungkapnya.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang dimaksud.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati dua remaja berinisial ABS (17) dan IMA (15) beserta empat bilah senjata tajam jenis corbek dan celurit yang disembunyikan di dalam kamar. Sajam itu memiliki ukuran bervariasi, dari yang pendek hingga mencapai dua meter.

“Kedua remaja ini tidak dapat mengelak saat petugas menemukan barang bukti,” katanya.

Dari pemeriksaan awal, ABS mengaku tergabung dalam kelompok gangster All Star Pati, sementara IMA merupakan anggota West Boy. Keduanya juga mengakui bahwa senjata tersebut akan digunakan untuk tawuran antar gangster yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (6/12/2025).

“Ini jelas berbahaya dan harus segera dicegah,” imbuhnya.

Selain dua remaja itu, petugas memperoleh informasi tentang satu pelaku lain berinisial W (17), warga Kecamatan Tlogowungu, yang turut terlibat namun belum tertangkap. Kapolsek memastikan pengejaran terhadap pelaku lain terus dilakukan.

“Kami sudah mengantongi identitasnya dan akan kami amankan secepatnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Warga Pati Kembali Geruduk KPK, Pertanyakan Kelanjutan Kasus DJKA yang Diduga Melibatkan Sudewo

Kapolsek menegaskan, bahwa Polsek Tlogowungu tidak memberi ruang bagi aksi kriminalitas yang melibatkan remaja, terutama aktivitas gangster. Ia menyebut langkah cepat ini menjadi bentuk pencegahan agar potensi tawuran besar tidak meresahkan masyarakat. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” sebutnya.

Seluruh barang bukti senjata tajam kini diamankan, sementara dua remaja tersebut menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolsek Tlogowungu. Orang tua masing-masing juga telah dihadirkan sebagai pendamping dalam proses klarifikasi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tetap Jadi Primadona, Patung Yesus Buatan Perajin Jepara Ramai Pesanan Jelang Natal 

0
Tempat pembuatan patung Yesus dari kayu di Sanggar Bukit Akar yang berlokasi di Jalan Sentral Patung Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, JEPARA – Patung Yesus serta berbagai ornamen khas Natal lainnya yang terbuat dari bahan kayu, masih menjadi primadona hingga saat ini. 

Hal itu membuat para perajin Patung Yesus di Kabupaten Jepara kebanjiran pesanan menjelang momen Natal. 

Baca Juga: Pelunasan Ibadah Haji Mulai Dibuka, Kuota Jepara Bertambah Jadi 1.568 Calhaj 

Salah satunya di Sanggar Bukit Akar yang berlokasi di Jalan Sentral Patung Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara. 

Sanggar yang dirintis sejak tahun 1980-an dan menyediakan berbagai kebutuhan untuk peribadatan di gereja itu, setiap menjelang Natal tidak pernah sepi pembeli. 

Dandi Setyaprada (27), Pemilik Sanggar Bukit Akar bercerita di tahun ini ornamen khas Natal yang cukup ramai dicari pembeli yaitu Patung Yesus dan Salib Corpus.  

Ia bahkan sudah mulai menerima pesanan untuk perayaan Natal di tahun ini sejak sekitar pertengahan tahun yang lalu.  

“Pesanan (Natal) itu mulai masuk sekitar pertengahan tahun, sekitar dua bulan yang lalu juga sudah ada yang mulai kita kirim,” kata Dandi saat ditemui di Sanggar Bukit Akar miliknya pada Senin, (8/12/2025).  

Dandi melanjutkan pesanan di tahun ini lebih banyak didominasi oleh kalangan pribadi. Menurut Dandi, ornamen atau hiasan Natal yang dipesan biasanya untuk dipajang di rumah. 

“Seperti Salib Corpus, itu buat dipajang di dinding, buat hiasan. Itu tahun ini yang cukup banyak dicari, kalau tahun lalu yang ramai itu ukiran Perjamuan Kudus,” ujar Dandi.  

Pembelinya, rata-rata menurut Dandi banyak berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk harganya bervariasi. 

Ornamen Salib Corpus dengan panjang sekitar 30 cm, ia jual mulai dari Rp1,5 – 6,5 juta per buah tergantung dari design ukiran. 

Kemudian untuk Patung Yesus, dijual dengan harga mulai dari Rp4-200 juta. Selain itu, ia juga melayani pesanan meja altar dengan harga mulai dari Rp35-115 juta per meja. 

“Pesanan lain kita juga ada, meja altar ukuran panjang 260 cm dan tinggi 250, kita kirim ke Surabaya,” ujar Dandi. 

Baca Juga: Hasil Studi Kelayakan Pelabuhan di Jepara Belum Singgung Dampak Lingkungan 

Untuk pesanan patung paling tinggi di tahun ini yang diterima Dandi yaitu ukuran 2,9 meter. Patung itu pesanan dari Jakarta dan saat ini masih proses pembuatan. 

“Paling tinggi tahun ini Patung Yesus Gembala, harganya Rp110 juta itu sudah jadi,” sebut Dandi. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jembatan Pendo-Banyuputih di Kalinyamatan Jepara Akhirnya Bisa Digunakan Akhir Tahun 2025

0
Kunjungan Bupati Jepara pada perbaikan Jembatan Banyuputih–Pendosawalan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara beberapa waktu yang lalu. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Progres rehabilitasi Jembatan Banyuputih–Pendosawalan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara saat ini sudah mencapai sekitar 88 persen. Jembatan yang menjadi akses penghubung di dua desa itu diperkirakan selesai pada 27 Desember 2025 mendatang.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan selain menjadi akses transportasi bagi masyarakat, jembatan itu juga menjadi akses transportasi bagi angkutan barang sebab di dua desa itu terdapat banyak pabrik berskala besar.

Baca Juga: Pelunasan Ibadah Haji Mulai Dibuka, Kuota Jepara Bertambah Jadi 1.568 Calhaj 

Sehingga, Wiwit optimis jika pembangunan jembatan Banyuputih-Pendosawalan akan rampung tepat waktu dan hasilnya berkualitas.

“Jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi kebutuhan utama masyarakat. Maka saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin dan selesai sesuai target,” katanya pada Senin (8/12/2025).

Proyek rehabilitasi jembatan tersebut dikerjakan oleh CV. Tri Jasa Tehnik dengan nilai kontrak sebesar Rp3.579.397.000.

Dari hasil pengecekan, Wiwit mengatakan kondisi badan jembatan saat ini sudah jadi. Hanya tinggal proses finishing. Tiang penyangga jembatan di kedua sisi juga sudah terlihat kokoh.

Namun pada bagian jalan menuju jembatan dari dua sisi baik Banyuputih maupun Pendosawalan masih dalam proses pengerjaan. Proses pengerjaan akses jalan di dua sisi jembatan ini menggunakan alat berat.

Sebelum direhabilitasi, badan jembatan terbuat dari besi yang beberapa bagiannya terlihat bolong-bolong kecil.

Kini, badan jembatan sudah dicor sepanjang 31,8 meter dengan lebar 6 meter dan lebar efektif 5,5 meter.

Wiwit mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur wilayah.

“Akses yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Jembatan Banyuputih–Pendosawalan selama ini menjadi jalur utama masyarakat, terutama pelaku UMKM. Pendosawalan dikenal sebagai salah satu pusat industri fashion muslim seperti baju muslim dan kerudung wanita yang tidak hanya dipasarkan di Jepara, tetapi juga ke berbagai kota di Indonesia.

Baca Juga: Hasil Studi Kelayakan Pelabuhan di Jepara Belum Singgung Dampak Lingkungan 

Dengan rampungnya rehabilitasi jembatan tersebut, pemerintah berharap percepatan ekonomi lokal semakin terasa.

“Jembatan Banyuputih-Pendosawalan ini akan menjadi penopang penting dalam menggerakkan ekonomi daerah sekaligus membuka akses lebih luas bagi tumbuhnya SDM unggul di Jepara,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Renovasi Lantai GOR Bung Karno Kudus Dikebut Jelang Forga Perpamsi Jateng 2025

0
Proses rehabilitasi lantai GOR Bung Karno Kabupaten Kudus tengah berjalan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Renovasi lantai GOR Bung Karno Kudus dikebut menjelang pelaksanaan Forum Olahraga Persatuan Air Minum Seluruh Indonesia (Forga Perpamsi) Jawa Tengah 2025. Progres pembangunan proyek tersebut saat ini mencapai 80,30 persen.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada mengatakan, bahwa saat ini pengerjaan sudah mencapai tahap penghalusan parquet.

Baca Juga: Kisah Dimas, Sulap Tugas Kuliah Jadi Cuan Lewat Angkringan Sate Taichan

“Kami minta agar pengerjaan (rehabilitasi GOR Bung Karno Kudus) harus selesai sebelum even Forga Perpamsi Jateng 2025 berlangsung. Yakni pada 19-21 Desember 2025,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan, pemilihan lantai dengan Parquet dinilai lebih tahan lama dan kualitasnya jauh lebih baik dari penggunaan lantai sebelumnya. Mengingat, sebelumnya pihaknya sudah belajar dari daerah lain yang sudah menggunakan teknologi Parquet sebagai lantai olahraga basket.

“Karena memang hasilnya bagus dan lebih awet. Semoga saja pengerjaan proyek selesai dengan harapan kita, supaya penyelengaraan Forga Perpamsi Jateng 2025 bisa terlaksana dengan lancar,” sebutnya. 

Lantai Parquet tersebut, katanya, bisa difungsikan untuk berbagai cabang olahraga (cabor). Utamanya untuk basket, voly, dan futsal. Namun pihaknya mengaku, bahwa penggunaan GOR Bung Karno nantinya digunakan sebagai lantai olahraga basket dan volly saja. 

“Supaya penggunaan lebih maksimal. Harapannya bisa digunakan untuk basket dan volly saja,” terangnya. 

Baca Juga: Mahasiswa Doktor Studi Islam UIN Kudus Luncurkan Buku Nalar Integratif Interdisipliner Ilmu Islam Terapan

Selain pengerjaan lantai yang menggunakan Parquet, proyek yang menelan dana Rp1,1 miliar itu juga include dengan pengerjaan renovasi plafon teras yang sebelumnya bocor, serta pengecatan tempat duduk penonton atau bagian tribun. 

“Untuk lantai ini dengan luas 750 meter persegi, dengan panjang 50 meter X lebar 15 meter. Sedangkan untuk target pengerjaan dilakukan selama 90 hari terhitung mulai 24 September hingga 24 Desember 2025,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Akademisi UMKU Nilai Relokasi Pasar Bitingan Perlu Analisa Mendalam, Pemkab Wajib Dampingi Pedagang

0
Dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Yunus Mustaqim. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang ingin mengosongkan Pasar Bitingan dari aktivitas perdagangan dan merelokasi ke Pasar Saerah mendapat banyak perhatian, termasuk dari akademisi. 

Diketahui, Pemkab Kudus memilih merelokasi pedangan Pasar Bitingan ke Pasar Searah demi menunjang pembangunan rumah sakit baru di lahan eks Matahari Departemen Strore yang nantinya akan terkoneksi dengan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. 

Baca Juga: Kisah Dimas, Sulap Tugas Kuliah Jadi Cuan Lewat Angkringan Sate Taichan

Dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Yunus Mustaqim menilai, kebijakan tersebut perlu dilakukan analisa mendalam. Termasuk melakukan kajian terkait peraturan yang berlaku. 

“Karena ini demi kepentingan publik, perlu adanya musyawarah antara pemerintah daerah dengan para pedangan agar ada solusi yang solutif,” kata Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Ekonomi Syariah UMKU melalui rilisnya, Senin (8/12/2025). 

Yunus melanjutkan, melihat dari sisi manfaat, ada beberapa hal yang membuat pemerintah akhirnya memilih mengosongkan Pasar Bitingan demi perluasan rumah sakit baru. 

Pertama, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Kedua, dapat meningkatkan kualitas pelayanan, dan ketiga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Meski demikian, Pemkab Kudus tetap harus mempertimbangkan beberapa hal yang berkaitan dengan pedagang. Baik itu tentang dampaknya terhadap pedagang dan masyarakat sekitar, ketersediaan lahan alternatif, hingga harga sewa. 

“Ketika relokasi ke Pasar Saerah, perlu dipastikan lahannya sudah benar-benar siap untuk pedangan atau belum. Kemudian merambah ke harga sewa kios, perlu dibicarakan kembali agar ada titik temunya,” ungkapnya. 

Dosen alumni S2 UIN Sunan Kudus tersebut menegaskan, sektor pendidikan dan perdagangan sama-sama memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Tapi tata kelola wilayah juga penting untuk diperhatikan, karena akan berpengaruh terhadap invetasi. 

“Semua sama-sama penting, harus saling bahu-membahu dengan tujuan untuk pembangunan daerah, terutama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Disinggung mengenai dampak berkurangnya penghasilan pedagang ketika pindah tempat baru, menurut Yunus hal itu bisa saja terjadi di awal-awal. Tapi ketika sudah lama pindah, penghasilan pedangan bisa kembali normal. 

Yunus pun menilai, pindah ke Pasar Saerah merupakan kebijakan yang solutif. Terlebih lokasi pasar tersebut berdekatan dengan jalan raya. 

Meski lokasi baru memiliki tingkat mobilitas tinggi, namun Pemkab Kudus perlu memastikan para pedagang benar-benar setuju untuk pindah. 

Pemkab Kudus wajib melakukan sosialiasi dan edukasi demi memberikan persepsi yang sama kepada para pedagang. Bahwa kebijakan relokasi bertujuan untuk pembangunan daerah, bagaimana membangun ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. 

“Yang tidak kalah penting adalah pendampingan. Pemerintah harus mendampingi pedangan sampai mereka benar-benar merasa nyaman pindah ke tempat baru,” kata dosen UMKU yang pernah mengikuti Summer Class di Universiti Kebangsaan Malaysia itu.

Ketika ada pendampingan, lanjut Yunus, masalah yang ditemukan pedagang di lokasi baru bisa segera dicarikan solusi oleh pemerintah. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar memperhatikan betul kebutuhan dan keinginan masyarakat. 

“Peran pemerintah harus memberikan pelayanan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya. 

Di samping itu, menurut seseorang yang aktif mengikuti kajian ekonomi tingkat nasional-internasional tersebut, Pemkab Kudus juga harus memastikan bahwa Pasar Saerah layak untuk ditempati pedagang dari Pasar Bitingan. 

Melihat dari teori ekonomi, Yunus mengatakan bahwa tempat sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Dengan tempat yang bersih dan nyaman, pembeli akan tertarik untuk datang dan pedagang pun senang. 

Yunus berharap, dengan adanya kebijakan relokasi pasar ini, Pemkab Kudus maupun pedagang saling bersinergi dengan tujuan untuk membangun ekonomi bersama. 

Baca Juga: Mahasiswa Doktor Studi Islam UIN Kudus Luncurkan Buku Nalar Integratif Interdisipliner Ilmu Islam Terapan

“Karena dalam pembangunan, kita tidk bisa berjalan sendiri, harus berjalan beriringan, saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya. 

“Akan menjadi kesempurnaan jika pemerintah dan masyarakat (pedagang) saling duduk bareng, punya motivasi dan tujuan sama untuk pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -