Beranda blog Halaman 115

SMK NU Al Hidayah Kudus Kembangkan TERA, Aplikasi Ujian Digital Anti-Nyontek

0
SMK NU Al Hidayah Kudus meluncurkan aplikasi TERA (Test Evaluation & Result Application) untuk Sumatif Akhir Semester. Dilengkapi fitur deteksi split screen dan sanksi pengurangan poin otomatis, aplikasi ini dirancang untuk menutup celah kecurangan siswa. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana Sumatif Akhir Semester di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Al Hidayah, Kudus, Jawa Tengah, terasa berbeda pada semester ini. Tak ada lagi bunyi gesekan pensil di atas kertas buram atau kesibukan membolak-balik lembar soal. Para siswa kini menghadapi layar gawai, diawasi oleh sistem digital ketat bernama TERA (Test Evaluation & Result Application).

Aplikasi yang dikembangkan oleh Tim Skadev di bawah pimpinan Fachri S. Ahmad, S.Kom., ini bukan sekadar alat pengganti kertas menjadi digital. TERA hadir sebagai jawaban atas keresahan klasik dunia pendidikan yakni integritas akademik. Sistem ini dirancang spesifik untuk menutup celah kecurangan yang kerap terjadi dalam ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) konvensional.

Baca Juga: Masuk 25 Perusahaan Besar, RS Mardi Rahayu Terima Penghargaan Pamakarya 2025

Berbeda dengan aplikasi CBT pada umumnya yang hanya memindahkan soal ke layar, TERA memiliki arsitektur keamanan yang agresif. Fitur unggulannya adalah sistem pendeteksi kecurangan berbasis perilaku (behavior-based detection).

Sistem ini bekerja tanpa kompromi. Jika siswa mencoba melakukan split screen (membuka dua layar sekaligus) untuk melihat catatan, sistem akan membunyikan alarm digital berupa notifikasi pelanggaran. Lebih ketat lagi, jika siswa nekat berpindah aplikasi atau membuka tab baru di peramban, sanksi berat menanti: jawaban akan otomatis direset dan siswa wajib mengulang ujian dari awal.

Tidak berhenti di situ, TERA menerapkan sanksi akademik secara real-time. “Setiap satu kali pelanggaran terdeteksi, sistem otomatis mengurangi tiga poin dari nilai siswa,” ujar Anis Kurniawati, ketua panitia Sumatif Akhir Semester SMK NU Al Hidayah, Selasa, 9 Desember 2025.

Anis menjelaskan, nomor dan urutan soal juga diacak secara otomatis oleh algoritma TERA. Hal ini membuat praktik saling menyontek antar-siswa yang duduk berdekatan menjadi nyaris mustahil dilakukan.

Digitalisasi asesmen di SMK NU Al Hidayah ini bukan langkah gagah-gagahan semata. M. Ainul Majid, salah satu guru sekaligus Kepala Jurusan TKJ di SMK NU Alhidayah menjelaskan, penerapan TERA merupakan respons konkret pihak sekolah atas instruksi kepala sekolah yang menginginkan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Kepala sekolah menghendaki kemudahan, transparansi dan kualitas. TERA hadir untuk meminimalkan kecurangan siswa sekaligus mempercepat proses penilaian yang selama ini memakan waktu administratif panjang,” kata Majid.

Aplikasi ini mengintegrasikan lima pilar data utama: Mata Pelajaran, Data Ujian, Data Siswa, Data Guru, dan Data Pengawas. Fitur ini memungkinkan admin atau guru menyusun bank soal secara terstruktur, mengatur durasi, hingga menentukan bobot penilaian dalam satu dasbor terpusat.

Keunggulan lain TERA terletak pada fitur monitoring pengawas. Melalui akun khusus, guru pengawas tak perlu lagi berkeliling ruang ujian secara fisik yang seringkali mengganggu konsentrasi siswa.

Husna, salah satu siswa menyampaikan “Menurut saya, aplikasi Tera ini jauh lebih kompleks dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Dulu kami menggunakan aplikasi lain. Apilkasi yang lama sebenarnya sudah membantu, tetapi prosesnya masih terbatas karena guru harus selalu berkoordinasi dengan proktor.

Sekarang, dengan Tera, guru bisa langsung memantau aktivitas siswa melalui perangkat mereka sendiri. Misalnya, ketika siswa tidak sengaja me-refresh atau keluar sebentar dari tab tes, sistem langsung memberikan notifikasi pelanggaran. Tidak hanya proktor yang tahu, tapi pengawas juga bisa memantau secara real-time.

Pengawas cukup duduk dan memantau layar. Dasbor TERA menyajikan status siswa secara real-time: siapa yang sedang mengerjakan, siapa yang sudah mengumpulkan, dan yang paling krusial, siapa yang terdeteksi melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Berbahaya, Bangunan di Sepadan Bendung Logung Kudus Bakal Disterilkan

Di sisi hilir, TERA memangkas birokrasi penilaian. Guru tak perlu lagi mengoreksi lembar jawaban secara manual. Begitu siswa menekan tombol “kumpulkan”, nilai langsung tertera. Sistem menyediakan fitur ekspor laporan nilai yang siap unduh untuk keperluan rapor maupun arsip sekolah.

Siswa dan guru pun dapat mengakses aplikasi ini secara daring dari rumah, memungkinkan pemantauan perkembangan belajar yang lebih fleksibel. Dengan TERA, SMK NU Al Hidayah tampaknya sedang menetapkan standar baru: bahwa teknologi di sekolah bukan hanya soal kemudahan, tapi juga soal kejujuran.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Masuk 25 Perusahaan Besar, RS Mardi Rahayu Terima Penghargaan Pamakarya 2025 

0
Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus berhasil mendapatkan penghargaan tingkat nasional Paramakarya di Jakarta, Senin (8/12/2025) malam. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus berhasil mendapatkan penghargaan tingkat nasional Paramakarya di Jakarta, Senin (8/12/2025) malam. RS Mardi Rahayu mendapatkan penghargaan pada katagori Paramakarya Perusahaan Besar.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja, Prof. Yassierli kepada Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto dalam acara Naker Inspirational Leadership Award 2025. 

Baca Juga: Berbahaya, Bangunan di Sepadan Bendung Logung Kudus Bakal Disterilkan

Paramakarya yang berarti “Karya Unggul” merupakan penghargaan produktivitas tertinggi tingkat nasional kepada perusahaan kecil, menengah, dan besar yang berhasil mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya secara berkelanjutan, minimal selama 3 tahun berturut-turut.

Diketahui, ajang Paramakarya 2025 diikuti oleh 188 perusahaan, baik besar, sedang, dan kecil di seluruh Indonesia. RS Mardi Rahayu ditetapkan sebagai salah satu dari 25 perusahaan besar penerima Paramakarya di tahun ini. 

Hasil itu dilakukan setelah melalui penilaian yang ketat dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam bidang kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pengembangan dan manajemen sumber daya manusia (SDM), fokus pada pelanggan dan perluasan pasar, data dan informasi analisis, manajemen proses, serta hasil usaha. 

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi menyampaikan, bahwa pihaknya tak hanya memberikan penghargaan dalam momen tersebut. Namun menekankan adanya peningkatan kapasitas dalam pelayanan di semua bidang ketenagakerjaan. 

“Penyelenggaraan Naker Inspirational Leadership Award 2025 tidak hanya bertujuan untuk memberikan penghargaan, tapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelayanan ketenagakerjaan, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta mendorong inovasi di daerah dan di dunia usaha.” sebutnya.

Sementara, Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto menyampaikan, rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian itu tak lepas dari semangat, dedikasi, serta kerja keras untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas penghargaan Paramakarya yang kami terima. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas semangat, dedikasi, dan kerja keras yang konsisten dari seluruh Direksi dan staf RS Mardi Rahayu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi semua masyarakat yang membutuhkan, utamanya masyarakat Kudus,” katanya dalam rilis tertulisnya kepada Betanews.ID, Selasa (9/12/2025) malam. 

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Kesambi Kudus yang Ambles Ditarget 11 Hari Rampung

Menurutnya, dengan adanya penghargaan tersebut dapat memberikan semangat lebih dalam berinovasi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kudus khusunya. 

“Penghargaan tingkat nasional ini sungguh membanggakan dan mendorong kami semakin bersemangat untuk terus berinovasi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta visi kami menjadi rumah sakit pilihan utama berdasarkan kasih di Jawa Tengah, terutama melalui layanan unggulan Pusat Penanganan Kecelakaan dan Penanganan Stroke Terintegrasi (PaSTi), yang siap menangani pasien sejak sebelum masuk RS melalui ambulans jemputan gawat darurat gratis bagi pasien rawat inap di nomor telepon 08112710911” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Bakal Hadirkan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto

0
Penampilan Ki Sigid Ariyanto. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Kota Kretek bakal menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan dalang terkenal Indonesia, yakni Ki Sigid Ariyanto bersama pelawak Jolang dan sinden Elisha Orcarus Allasso. 

Ketiganya akan dijadwalkan menghibur masyarakat Kabupaten Kudus pada Jumat (12/12/2025) mulai sekitar pukul 19.30 WIB mendatang. Di mana pagelaran wayang kulit itu akan berlangsung di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Baca Juga: SMP Kanisius Kudus Tanamkan Integritas Lewat Panggung Seni pada Peringatan Hakordia

Pelaksana Harian (Plg) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Jadmiko membenarkan adanya pagelaran wayang kulit tersebut. Di mana, penyelenggaraan acara dari PT Nojorono.

“Iya nantinya akan ada pagelaran wayang kulit dengan dalang yang terkenal di Indonesia. Selain itu juga ada bintang tamu yang tak kalah terkenal yaitu pelawak Jolang dan sinden Elisha,” katanya. 

Ia menjelaskan, bahwa PT Nojorono Kudus berkomitmen untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kudus yang sebelumnya gagal digelar saat Hari Jadi Kudus di tahun ini. Sehingga diganti dengan hiburan pagelaran wayang kulit di pekan ini.

“Di saat Hari Jadi Kudus, Nojorono punya komitmen memberikan hiburan masyarakat, yakni Guyon Waton. Namun karena situasi tidak memungkinkan, akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Sehingga digantikan dengan acara pagelaran wayang kulit,” jelasnya. 

Komitmen itu, kata dia, karena PT Nojorono kini telah fokus pada pengembangan budaya yang ada di Kabupaten Kudus. Untuk itu, pagelaran ini digelar sebagai upaya mengingatkan kepada masyarakat bahwa kebudayaan lokal harus tetap membumi.

Baca Juga: Persembahkan Kost Pak Uger, Komunitas Keset Fasilitasi Ekpresi Seniman Muda Kudus

“Cerita lakon yang akan dibawakan adalah Banjaran Noroyono, yang mungkin ada kaitannya dengan nama PT Nojorono. Ini digelar secara gratis dan akan ditayangkan secara live streaming,” ujarnya. 

Tak hanya pagelaran wayang kulit, sebanyak 30 stand juga akan memeriahkan acara. Terdiri 25 stand diperuntukan bagi pelaku kuliner dan 5 stand lainya untuk UMKM binaan PT Nojorono Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Jepara Targetkan Seribu Bantuan Tenda UMKM dalam Setahun 

0
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menargetkan dalam waktu satu tahun, pihaknya bisa menerima seribu bantuan tenda bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan bantuan tenda UMKM itu dibutuhkan untuk mendukung salah satu program prioritas Bupati-Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo-Muhammad Ibnu Hajar yaitu UMKM Naik Kelas. 

Baca Juga: Mulai Tahun Depan Jepara Bakal Gunakan Layanan Parkir Digital

“Kalau sesuai arahan dari pak Bupati sih, targetnya satu tahun bisa seribu tenda,” katanya usai menerima bantuan tenda UMKM dari PT. Brillian Ecommerce Berjaya di Pendopo Jepara, Selasa (9/12/2025). 

Sampai saat ini, Zamroni menyebutkan total sudah terdapat 360 lebih tenda UMKM yang diterima Pemkab Jepara dari bantuan perusahaan yang berada di Kabupaten Jepara. 

Beberapa tenda yang diterima Pemkab, menurutnya saat ini sudah disalurkan kepada para pelaku UMKM. Untuk penyalurannya, Zamroni mengatakan ada yang disalurkan lewat pemerintah kecamatan. 

“Beberapa sudah kita salurkan. Kemarin ada yang kita salurkan lewat kecamatan, kita bagi per kecamatan. Tapi untuk yang lain, ini kita belum tau apakah kita salurkan perorangan atau lewat kecamatan lagi seperti kemarin,” ujarnya. 

Tanda-tanda yang saat ini masih tersisa, menurutnya ditarget harus sudah tersalurkan maksimal pada Bulan Desember ini. 

Sebab, Zamroni mengatakan pertumbuhan pelaku UMKM maupun wilayah yang menjadi pusat UMKM baru saat ini banyak yang muncul. Terutama setelah terlaksananya program Bupati Ngantor di Desa. 

Baca Juga: Jembatan Pendo-Banyuputih di Kalinyamatan Jepara Akhirnya Bisa Digunakan Akhir Tahun 2025

Sehingga, Pemkab Jepara menurutnya akan berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM agar usahanya bisa berkembang. 

“Setelah kegiatan Bupati Ngantor di Desa itu kan banyak tumbuh embrio atau pusat UMKM baru. Itu nanti yang akan kita prioritaskan untuk kita bantu,” kata Zamroni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bayi Perempuan di Pati Dibuang di Tempat Sampah, Lebih 20 Keluarga Berebut Adopsi

0
Bayi yang ditemukan warga di sebuah tempat sampah di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, saat ini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Bangsa. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Seorang bayi perempuan yang ditemukan di sebuah tempat sampah di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati pada Senin (8/12/2025) kemarin, mendapatkan perhatian masyarakat.

Saat ini, dikabarkan sudah ada lebih dari 20 keluarga yang telah mendaftar dan berminat untuk mengadopsi bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya tersebut.

Baca Juga: Dirawat di RS Mitra Bangsa Pati, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan Warga di Tempat Sampah

“Banyak yang mau adopsi bayi tersebut.Informasi dari Dinas Sosial ada 20 yang akan mengadopsi.Agar satu pintu menyampaikan, informasi tersebut ke Dinas Sosial. Apabila tidak ditemukan orang tuanya, bila tidak ditemukan kakek-neneknya, maka semuanya akan kita limpahkan ke Dinas Sosial, ” ujar Direktur Rumah Sakit Mitra Bangsa , Hendrianto Trisnowibowo, Selasa (9/12/2025).

Ia menyebut, bahwa kondisi bayi saat ini dalam keadaan yang sehat dan mendapatkan perawatan intensif di RS Mitra Bangsa. Sejatinya, hari ini bayi  sudah bisa dipulangkan. Namun karena tanpa identitas, sehingga menunggu proses lebih lanjut.

Sementara itu, Aviani Tritanti Venusia, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Pati menyampaikan, meskipun masih di RS, sudah banyak yang berminat mengadopsi bayi perempuan tersebut. Pihaknya mencatat sekitar ada 20 orang lebih yang mengajukan untuk bisa mengadopsi bayi itu.

“Banyak (yang ingin mengadopsi). 20an lebih. Sudah banyak yang pingin. Itu yang ke dinsos. Belum lagi yang ke mana nanya-nanya. Tapi yang tercatat di Dinsos sudah 20an lebih,” ucapnya.

Aviani menyebut, proses adopsi masih menunggu. Sebab, pihak kepolisian masih mencari keluarganya terlebih dulu.

“Kalau keluarganya sudah ketemu siapa tahu mau diopeni sama keluarganya sendiri. Misalnya kakek neneknya,” sebutnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Padati Alun-alun Pati, Nobar Timnas Sekaligus Galang Donasi untuk Korban Bencana

Namun, jika keluarga bayi tersebut tidak ditemukan, bayi tersebut nanti akan diproses untuk ditetapkan jadi status anak negara. Proses ini akan laporkan ke provinsi.

“Anak negara nanti ada proses kalau ada yang berminat mengadopsi. Nanti kita seleksi,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

SMP Kanisius Kudus Tanamkan Integritas Lewat Panggung Seni pada Peringatan Hakordia

0
Panggung Seni Hakordia di SMP Kanisius Kudus pada Selasa (9/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana berbeda terlihat di SMP Kanisius Kudus pada Selasa (9/12/2025). Aula sekolah berubah menjadi panggung ekspresi para siswa yang menyuarakan penolakan terhadap korupsi melalui berbagai pertunjukan seni. Dengan cara yang kreatif dan dekat dengan dunia anak, sekolah ini memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) sekaligus menegaskan komitmen pendidikan karakter sejak dini.

Sejak pagi, ratusan siswa telah berkumpul di lapangan indoor untuk mempersiapkan penampilan mereka. Pentas puisi, drama tematik, hingga senam anti korupsi bergantian mengisi acara. Setiap penampilan membawa pesan yang sama, yakni membangun generasi yang berani berkata tidak pada korupsi.

Baca Juga: Persembahkan Kost Pak Uger, Komunitas Keset Fasilitasi Ekpresi Seniman Muda Kudus

Tak hanya berkesenian, para siswa juga melakukan aksi simbolik berupa penandatanganan deklarasi antikorupsi. Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu siswa, Maria Gracia, mengaku kegiatan Hakordia di sekolahnya terasa istimewa. Sebab tak semua sekolah memperingati Hakordia.

“Tidak semua sekolah memperingati Hakordia seperti ini. Kami sangat antusias karena bisa belajar tentang bahaya korupsi dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Kelas Maria sendiri mementaskan sebuah drama yang mengangkat konflik antara karakter yang mendukung praktik korupsi dan yang menolaknya. Melalui peran itu, mereka belajar bahwa sikap jujur harus dimulai dari hal kecil.

“Penolakan korupsi itu penting ditanamkan sejak dini agar ke depan bisa mengurangi praktik korupsi di negara kita,” tambahnya.

Guru SMP Kanisius, Patricia Sihsanjaya menuturkan, peringatan Hakordia di sekolah telah menjadi tradisi tahunan. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi penghormatan terhadap perjuangan para alumni yang sejak lama menanamkan nilai kejujuran dalam pendidikan di Kanisius.

Menurut Patricia, sekolah terus berupaya membentuk karakter siswa melalui penerapan pendidikan antikorupsi dalam keseharian. Para siswa dilatih untuk tidak mencontek, disiplin terhadap waktu, dan memahami konsekuensi dari tindakan tidak jujur.

Baca Juga: Berikan Sajian Tak Biasa, Teater Minatani Pati Bakal Pentaskan “MARTIR” di Kudus dan Semarang

“Kami juga menerapkan kantin kejujuran. Dari situ siswa belajar bertanggung jawab dan berlaku jujur tanpa pengawasan,” jelasnya.

Patricia menegaskan, pembentukan karakter jujur merupakan fondasi penting bagi masa depan siswa. Dengan tumbuh sebagai pribadi berintegritas, mereka diharapkan menjadi generasi yang mampu menekan praktik korupsi dan membawa perubahan positif bagi negara.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Jadi “Bapak” Bagi Mahasiswa Aceh, Sumut dan Sumbar di Semarang

0
Ahmad Luthfi saat bertemu mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar di Asrama Mahasiswa Aceh, Jalan Iwenisari, Tembalang, Kota Semarang, Senin (8/12/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan diri sebagai “Bapak” bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang. Sebagai bapak, Ahmad Luthfi meminta “anak-anaknya” tak khawatir dan mendorong agar tetap fokus belajar serta menyelesaikan pendidikan.

Ahmad Luthfi pun memastikan kebutuhan dasar para mahasiswa terpenuhi dengan memberikan bantuan logistik. Tak hanya itu, Gubernur juga menanggung biaya kos selama tiga bulan. Bantuan biaya perkuliahan juga diberikan.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Larang Bupati dan Wali Kota Nglencer Selama Nataru

Bantuan dan perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas musibah bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kita bantu (biaya) kosnya tiga bulan diselesaikan, kemudian biaya kuliah yang sudah saya sampaikan kepada rektor masing-masing agar diberikan kemudahan termasuk dari provinsi akan bantu semua kegiatan adik-adik mahasiswa di tingkat daerah. Anda di sini tidak sendiri, saya akan menjamin seluruh kegiatan belajar mengajar di tempat kalian. Jadi kamu punya bapak di sini,” kata kata Ahmad Luthfi saat bertemu mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar di Asrama Mahasiswa Aceh, Jalan Iwenisari, Tembalang, Kota Semarang, Senin (8/12/2025).

Selain itu, Ahmad Luthfi juga mengupayakan agar mahasiswa rantau di Jawa Tengah dapat berkomunikasi dengan keluarga di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sebab, masih banyak di antara mahasiswa yang sulit berkomunikasi dengan keluarganya dikarenakan jaringan di lokasi bencana susah. Harapannya, para mahasiswa tetap tenang dan tidak terganggu selama menempuh pendidikan atau kuliah di Jawa Tengah.

“Mereka yang belum bisa komunikasi dengan daerahnya, hari ini sudah saya komunikasikan agar ada komunikasi. Ada beberapa mahasiswa yang sampai sekarang belum ada komunikasi, sehingga secara tidak langsung akan memberikan semangat mereka untuk belajar di wilayah kita,” jelasnya.

Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak bencana. Ia juga berterima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi yang telah memfasilitasi biaya kos, makanan beberapa hari ke depan, serta komunikasi kepada rektor untuk kemudahan biaya kuliah mahasiswa terdampak.

Terkait fasilitas yang diberikan Gubernur Ahmad Luthfi tersebut, langkah yang saat ini dilakukan oleh IPAS dan komunitas mahasiswa Sumut dan Sumbar adalah melakukan pendataan mahasiswa secara detail.

“Di Aceh yang sudah terdata 107 mahasiswa, Sumbar ada sekitar 200-an, Sumut 100 lebih mahasiswa. Pendataan ini nanti akan kami koordinasikan lagi agar semua terhimpun dan terserap dengan baik, terus bantuan yang diberikan sesuai dengan haknya,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tersebut.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegas, Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet

Hal senada juga disampaikan mahasiswa asal Sumut, Naswa Salsabila, dan mahasiswa asal Sumbar, Ghazza Al Hafizh Hasbi. Keduanya mewakili mahasiswa asal Sumut dan Sumbar menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Gubernur Jawa Tengah. Saat ini pendataan terkait mahasiswa asal tiga daerah terdampak tersebut masih terus dilakukan.

“Itu sangat membantu bagi mahasiswa. Saat ini prioritas kami adalah melanjutkan pendidikan di sini. Adanya dukungan dari Gubernur Jawa Tengah menjadikan semangat dan tujuan utama menuntut ilmu tidak hilang, juga keluarga di sana tidak perlu memikirkan anak-anaknya di sini,” ujar Ghazza.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wujudkan UMKM Naik Kelas, Pemkab Jepara Bakal Salurkan Ratusan Tenda 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menerima bantuan tenda yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Foto: Umi Nufaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menerima bantuan tenda yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kali ini bantuan tenda tersebut diberikan oleh PT. Brillian Ecommerce Berjaya sebanyak 35 buah. 

Chief Commercial Officer dari PT. Brillian Ecommerce Berjaya, Andi Sa’ad mengatakan Kabupaten Jepara dipilih karena Jepara merupakan satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang memiliki program UMKM Naik Kelas. 

Baca Juga: Jembatan Pendo-Banyuputih di Kalinyamatan Jepara Akhirnya Bisa Digunakan Akhir Tahun 2025

Untuk itu ia berharap, penyaluran bantuan tenda itu bisa membantu mewujudkan program tersebut. Serta meringkankan beban modal bagi pelaku UMKM yang sedang merintis atau mengembangkan usahanya. 

“Harapannya semoga program di Kabupaten Jepara untuk menaikkan UMKM bisa terealisasi. Dan juga buat pelaku usaha di Jepara yang sedang membutuhkan modal untuk penyediaan tenda bisa mengurangi biaya cost mereka,” katanya usai menyerahkan bantuan tenda di Pendopo Jepara, pada Selasa (9/12/2025).  

Andi melanjutkan, selain mendirikan lapak usaha, ia berharap pelaku UMKM di Jepara juga bisa memasarkan usahanya secara digital melalui Mbizmarket. 

Sehingga nantinya mereka bisa menjadi salah satu mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. 

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengucapkan terimakasih kepada perusahaan yang sudah membantu untuk merealisasikan program UMKM Naik Kelas di Kabupaten Jepara. 

Ke depan ia berharap semakin banyak perusahaan di Jepara yang menyalurkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility)-nya untuk membantu para pelaku UMKM. 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terimakasih. Seperti yang sudah disampaikan, ini juga program pertamanya M-Biz karena Jepara ini punya program UMKM Naik Kelas,” ujar Wiwit. 

Baca Juga: Mulai Tahun Depan Jepara Bakal Gunakan Layanan Parkir Digital

Selain memberikan bantuan tenda, Wiwit mengatakan untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Jepara juga sudah menyiapkan berbagai pelatihan bagi pelaku UMKM. Baik pelatihan manajemen maupun pengembangan usaha untuk bersaing secara digital. 

“Di Perumda kita juga ada program J-Cretator untuk pelaku UMKM di Jepara biar usahanya naik kelas,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Puluhan Hektare Lahan Sawah di Jepara Siap Ditanami Padi Biosalin 

0
Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara bakal jadi lokasi percobaan penanaman padi jenis Biosalin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara bakal jadi lokasi percobaan penanaman padi jenis Biosalin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Penanaman itu rencananya akan dilakukan pada Rabu, (17/12/2025) mendatang dalam kegiatan Farm Field Day (FFD). Kegiatan itu rencananya akan dihadiri pimpinan BRIN, jajaran direksi Pertamina, Direktur Pertamina Gas Negara, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial. 

Baca Juga: Mulai Tahun Depan Jepara Bakal Gunakan Layanan Parkir Digital

Untuk itu sebagai persiapan, perwakilan dari BRIN dengan didampingi oleh beberapa perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Jepara melakukan peninjauan ke lokasi yang akan ditanami padi Biosalin. 

Perwakilan BRIN, Tri Martini Patri menjelaskan Desa Suwawal dipilih sebagai lokasi percontohan penanaman padi Biosalin karena daerah tersebut memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Yaitu mencapai 100 hektare. 

Namun nantinya, lahan yang dilakukan pendampingan penanaman oleh Pertamina Gas Negara hanya sekitar 10 hektare. Penanaman nantinya juga hanya difokuskan pada padi Biosalin jenis 1 dan 2 yang memiliki keunggulan toleran terhadap air laut maupun air payau. 

“Kawasan itu juga kita pilih karena kerap terdampak banjir rob, terutama pada area yang berdekatan langsung dengan garis pantai,” katanya saat meninjau lokasi penanaman pada Selasa, (9/12/2025). 

Tri Martini menegaskan, optimalisasi lahan salin di wilayah pesisir seperti Jepara merupakan solusi strategis tanpa harus membuka kawasan hutan baru. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, melalui pelaksanaan FFD, ia berharap bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait penerapan teknologi baru, khususnya di sektor pertanian lahan salin.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA pada Setda Jepara, Ferry Yudha Adhi Dharma Raharjo berharap kegiatan FFD dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pertanian Jepara ke depan. 

Baca Juga: Jembatan Pendo-Banyuputih di Kalinyamatan Jepara Akhirnya Bisa Digunakan Akhir Tahun 2025

Ia optimistis, dengan dukungan BRIN serta sinergi bersama Pertamina Gas Negara, produktivitas pertanian di kawasan pesisir dapat terus ditingkatkan.

“Semoga melalui kegiatan ini, petani Jepara semakin berdaya, hasil panen meningkat, dan pertanian tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dirawat di RS Mitra Bangsa Pati, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan Warga di Tempat Sampah

0
Bayi yang ditemukan warga di sebuah tempat sampah di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, saat ini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Bangsa. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Bayi yang ditemukan warga di sebuah tempat sampah di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, saat ini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Bangsa. Bayi berjenis kelamin perempuan itu, ditemukan warga dalam kondisi di di dalam tas berwarna kuning dan terbungkus sebuah kain coklat tua.

Direktur Rumah Sakit Mitra Bangsa, Hendrianto Trisnowibowo menyampaikan, bahwa bayi perempuan itu sekarang dirawat di ruang Perinatalogi. Untuk kondisinya, ia menyebut bahwa bayi dalam keadaan sehat.

Baca Juga: Tega Bener, Bayi Cantik di Pati Ini Dibuang di Tempat Sampah

“Alhamdulillah bayinya sehat, bersih. Menurut dokter kami, seharusnya hari ini sudah bisa dipulangkan. Namun, karena tanpa identitas, saat ini masih berproses,” ujar Hendrianto, Selasa (9/12/2025).

Dirinya juga menceritakan kondisi awal saat bayi tersebut dibawa ke RS Mitra Bangsa. Ketika itu, bayi dalam keadaan masih ada tali pusar dan air-ari.

“Kami mendapatkan rezeki ada bayi yang dari Puri, yang diantar ke IGD RS Mitra Bangsa dalam keadaan masih ada tali pusar dan ari-arinya. Sehingga di rumah sakit kami, dilakukan pemotongan tali pusar dan dilakukan penanganan sebagaimana bayi yang baru lahir, ” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, meskipun sang bayi dalam kondisi tanpa indentitas, namun pihaknya tetap menerima dan melakukan penanganan yang tepat terhadap bayi tersebut.

Menurutnya, karena bayi tersebut tanpa identitas, maka akan menjadi anak negara. Baru kemudian, untuk langkah selanjutnya masih berproses.

Sementara itu, Kapolsek IPTU Heru Purnomo enggan memberikan keterangan terkait perkembangan kasus penemuan bayi di tempat sampah tersebut. Sempat sejumlah awak media berupaya untuk meminta konfirmasi ketika Kapolsek usai berkunjung di RS Mitra Bangsa. Ia beralasan belum mendapatkan perintah dari atasannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan/Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan bayi pada Senin (8/12/2025). Bayi perempuan ditemukan warga di sebuah tempat sampah yang berada di dekat pos ronda.

Dalam video yang beredar, bayi malang itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Bayi itu berada di dalam sebuah tas kecil warna kuning dan terdapat kain sarung  warna coklat tua yang digunakan untuk membungkus tubuh bayi.

Salah seorang warga RT2 RW 9 Desa Puri, Hendro menjelaskan kronologi  awal mula penemuan bayi tersebut. Katanya, bayi yang berada di tempat sampah tersebut diketahui oleh seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi.

“Awalnya Bu Kohir mau buang sampah. Tapi ada suara tangis bayi,” ujarnya.

Karena takut, warga tersebut kemudian melapor ke ketua rukun tetangga (RT). Oleh Ketua RT, Hendro kemudian diajak untuk mengeceknya.

“Saat dicek memang sempat dengar suara anak kecil. Saat dibuka ternyata memang ada bayi,” ucapnya.

Katanya, saat ditemukan, bayi terlihat masih ada ari-ari yang menempel.

“Saya segera membawanya ke rumah sakit Mitra Bangsa. Bagi saya terpenting menyelamatkan bayi itu. Kebetulan saat itu masih hidup,” imbuhnya.

Baca Juga: Riyoso Digeser dari Posisi Pj Sekda Pati, Digantikan Teguh Widyatmoko

Sementara itu, Ketua RT2/ RW 9, Sudran menambahkan, dia sempat mendapat telepon dari warganya terkait suara tangisan bayi itu sekitar pukul 14.30 pada Senin (8/12/2025). Hingga kemudian dia mengajak seksi keamanan untuk melihatnya bersama-sama.

“Bayi ada di dalam tas, hanya nangis. Kondisi masih hidup masih ada ari-arinya,”  ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Berbahaya, Bangunan di Sepadan Bendung Logung Kudus Bakal Disterilkan

0
Sekertaris Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berencana menata ulang kawasan wisata yang berada di sekitar Bendung Logung. Hal itu dikarenakan banyaknya bangunan yang terdapat di sempadan waduk yang dapat membahayakan nyawa orang. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Direktorat Jendral PSDA, di sempadan waduk Bendung Logung mengalami sedimentasi hingga 5 meter selama dua tahun terakhir ini. 

Baca Juga: Peringatan Hakordia, Bupati Sam’ani Komitmen Wujudkan Kudus Bersih Tanpa Korupsi

Hal itu diungkapkan oleh Sekertaris Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto, Senin (8/12/2025). Menurutnya, pembangunan berupa bangunan permanen di sempadan waduk dapat menyebabkan kerusakan ekologis secara jangka panjang.

“Secara aturan, mendirikan bangunan permanen di wilayah sepadan atau di tanah berstatus hijau dilarang. Karena untuk menjaga fungsi keseimbangan ekologis,” bebernya.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri PU Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penataan Perizinan dan Persetujuan Bidang Sumber Daya Air (SDA). Apalagi, sepadan Bendung Logung sudah ada rambu batas genangan yang berpotensi ditenggelamkan.

“Debit air di waduk sangat tinggi. Jadi tidak bisa dibuat bangunan permanen di sepadan, karena sewaktu-waktu potensi genangan bisa maksimal, batas itu bisa ditenggelamkan. Akibatnya bangunan permanen yang ada tetap terdampak,” jelasnya. 

Ia menuturkan, saat ini terdapat empat dermaga di sekitar Bendung Logung Kudus yang marak melakukan pembangunan sejak 2019 lalu. Dari total itu, dermaga ke empat menjadi yang terparah dengan bangunan permanen di titik sepadan. 

Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk menata ulang kawasan wisata di Bendung Logung. Artinya bangunan permanen yang berada di sempadan waduk akan dibongkar untuk memberikan ruang aman supaya tidak terjadi kerusakan ekologi secara berkepanjangan. 

“Di samping itu kami membantu mengurus perizinan agar lokasi itu bisa buat pengembangan pariwisata, namun tetap memperhatikan sisi konservasi, kelestarian lingkungan, dan keamanan. Saat ini sudah proses, semoga saja tahun depan sudah mendapat izin,” jelasnya.

Demi menegakkan aturan, pihaknya membatasi hingga 14 Februari 2026 supaya pembangunan berupa bangunan permanen di sepadan Logung dihentikan atau disterilkan. Supaya perizinan dari Kementerian PU secepatnya bisa keluar.

“Kami sosialisasikan ke masyarakat, agar bisa direlokasi secara perlahan. Nanti ditata ulang jadi satu di dermaga utama,” terangnya. 

Baca Juga: Kudus Bakal Punya 101 SPPG, Pemkab Diminta Siapkan Strategi Pemenuhan Bahan Makanan

Ia menegaskan, bahwa penataan ulang kawasan wisata di sekitar Bendung Logung tersebut juga untuk kenaikan masyarakat. Sebab kemanan pengunjung dan sebagai menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan. 

“Meskipun ada penolakan, namun sebagian besar mendukung penataan ulang,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ratusan Warga Padati Alun-alun Pati, Nobar Timnas Sekaligus Galang Donasi untuk Korban Bencana

0
Warga Pati memberikan donasi untuk korban bencana di Sumatra. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Suasana riuh penuh semangat menyelimuti Alun-alun Pati, Senin (8/12/2025) malam. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti nonton bareng (nobar) laga Tim Nasional Indonesia kontra Filipina di SEA Games 2025. Meski datang dengan misi memberi dukungan kepada skuad Garuda, warga juga menunjukkan kepedulian tinggi melalui aksi penggalangan donasi untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Sejak peluit kick off dibunyikan, gemuruh penonton tak henti terdengar. Lebih dari lima ratus warga memadati area utama alun-alun, menyaksikan pertandingan lewat layar raksasa yang disediakan Pemkab Pati.

Baca Juga: Tega Bener, Bayi Cantik di Pati Ini Dibuang di Tempat Sampah

Jual beli serangan di lapangan membuat suasana makin hidup. Sorakan, tepuk tangan, hingga teriakan tegang saat peluang tercipta silih berganti.

Namun euforia itu tak hanya soal sepak bola. Di tengah keramaian, semangat kemanusiaan justru ikut menghangatkan suasana malam itu.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya bersama Astuti Foundation, Karina Moudy, dan Lazismu membuka posko donasi untuk membantu para korban bencana di Sumatra dan Aceh.

Hasilnya pun mengagumkan. Dari pendataan, terkumpul tiga truk bantuan berisi pakaian layak pakai, beras, kebutuhan pokok, obat-obatan, serta logistik lain. Tak hanya itu, donasi uang tunai yang dihimpun mencapai lebih dari Rp56.189.000  dan akan disalurkan melalui Kodim Pati serta lembaga penyalur resmi.

“Nonton bersama Timnas Indonesia di SEA Games melawan Filipina sekaligus kami manfaatkan untuk menggalang donasi bagi korban bencana di Sumatra. Harapannya, masyarakat bisa ikut menyisihkan rezekinya,” ujar Ketua IJTI Muria Raya, Iwhan Miftakhudin.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang acara. Banyak yang mengaku senang bisa menikmati laga Timnas sembari berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.

Baca Juga: Belum Sempat Ngebut, 10 Remaja yang Akan Balap Liar di JLS Pati Digelandang Polisi

“Tim Indonesia belum menang, mungkin memang belum rezekinya. Tapi saya senang dan mengapresiasi IJTI yang mengadakan donasi untuk Sumatra. Semoga semua korban segera pulih,” kata Elfa Nesis, warga Pati.

Meski tampil agresif, Timnas Indonesia harus puas menelan kekalahan tipis 0-1 dari Filipina pada laga perdana mereka. Meski demikian, semangat kebersamaan dan solidaritas yang tercipta malam itu tetap menjadi momen berharga bagi warga Pati, yang membuktikan bahwa dukungan mereka tak hanya berhenti di lapangan, tetapi juga merawat kepedulian untuk sesama.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Perbaikan Jembatan Kesambi Kudus yang Ambles Ditarget 11 Hari Rampung

0
Jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Jekulo, ambles, Kamis (4/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bergerak cepat memperbaiki Jembatan Kesambi 1 di Kecamatan Mejobo setelah struktur abutmen sisi barat dan timur mengalami retak serta tergerus derasnya arus sungai, Kamis (4/12/2025).

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau progres perbaikan pada Senin (8/12/2025) untuk memastikan pekerjaan berlangsung cepat dan sesuai standar, mengingat jembatan ini menjadi jalur vital aktivitas warga.

Baca Juga: Jadi Penasehat Raja Paku Buwono XIV, Ini Gelar yang Disandang Wabup Bellinda 

Sam’ani mengatakan, penanganan darurat langsung diserahkan kepada Dinas PUPR sejak hari pertama kerusakan ditemukan. Pihaknya meminta seluruh proses dipercepat agar jembatan segera aman dilintasi kembali.

“Alhamdulillah sudah berjalan tiga hari. Tinggal 11 hari harus selesai. Kemarin saya beri warning ke Dinas PUPR, maksimal dua pekan harus tuntas. Ini demi keselamatan dan pelayanan masyarakat, apalagi mendekati libur panjang,” ujarnya..

Bupati menambahkan, percepatan menjadi penting karena perbaikan dilakukan di tengah musim hujan. Jika banjir kembali terjadi, pengerjaan berpotensi terhambat lebih lama.

“Semoga jembatan ini cepat rampung dan dapat dilalui seperti biasa. Ini penting agar aktivitas ekonomi dan sosial warga kembali normal,” tuturnya.

Pada hari ketiga, bagian jembatan yang retak telah dikupas di area abutmen barat maupun timur. Bagian yang telah diratakan kemudian dicor dengan metode siklop dan diperkuat lapisan beton tambahan untuk mencegah kerusakan berulang saat debit air meningkat.

Sam’ani memastikan seluruh pekerjaan tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan. “Kami meminta Dinas PUPR menyelesaikan dalam 11 hari ke depan, tetapi kualitas tidak boleh dikurangi,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian serta warga sekitar yang membantu kelancaran proses perbaikan.

Baca Juga: H-1 Penutupan Seleksi JPTP Kudus, Peminat Masih Sepi, Kepala Dinas PUPR Baru Satu Pendaftar

“Terima kasih kepada Polres Kudus dan masyarakat yang mendukung. Jembatan ini sangat penting untuk pergerakan ekonomi, sosial, hingga wisata. Kita ingin semuanya kembali aman dan normal,” ungkapnya.

Pemkab Kudus menegaskan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur yang tangguh dan responsif terhadap kondisi cuaca ekstrem. Kerusakan Jembatan Kesambi 1 sebelumnya sempat menghambat arus lalu lintas dan memaksa warga memutar melalui jalur lain hingga perbaikan dituntaskan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringatan Hakordia, Bupati Sam’ani Komitmen Wujudkan Kudus Bersih Tanpa Korupsi

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang dirangkai dengan kegiatan Pengawasan Daerah bertema “Penguatan Integritas dan Akuntabilitas Menuju Kudus Sehat” di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang dirangkai dengan kegiatan Pengawasan Daerah bertema “Penguatan Integritas dan Akuntabilitas Menuju Kudus Sehat” di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/12/2025). Momen ini menjadi penegasan sikap pemerintah daerah dalam memperkuat budaya antikorupsi dan memastikan pelayanan publik berjalan bersih tanpa pungli.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab turut memberikan dua jenis penghargaan, yakni LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).

Baca Juga: Jadi Penasehat Raja Paku Buwono XIV, Ini Gelar yang Disandang Wabup Bellinda 

Untuk penghargaan AKIP, penerimanya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, DPMPTSP, Kecamatan Gebog, dan Dinas Kominfo. Sementara itu, penghargaan LHKPN tercepat diberikan kepada Kepala Desa Bacin Edi Supriyanto, Kepala Desa Pedawang Sofian Alfianto, serta Sri Prabaningsih dari Pokja PBJ Pemkab Kudus.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa Hakordia bukan kegiatan seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi ASN hingga perangkat desa agar menjauhi pungli, tidak melakukan korupsi, dan memberikan layanan publik yang transparan.

“Mulai tingkat kabupaten hingga desa, RT, dan RW, semuanya harus berkomitmen memberikan pelayanan tanpa pungli dan tanpa korupsi,” tegas Bupati Sam’ani.

Sam’ani mengungkapkan adanya sejumlah laporan pengaduan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Meski begitu, pihak-pihak terkait sudah dipanggil dan berkomitmen menindaklanjuti.

“Ada yang belum tuntas, tetapi sudah mencicil pengembalian. Kami sampaikan pula agar kesalahan serupa tidak terulang,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Bupati dan Wakil Bupati menetapkan kebijakan percepatan pelaporan LHKPN tahun 2025. Seluruh aparatur wajib menuntaskan laporan paling lambat 5 Januari 2026, lebih awal dari jadwal nasional yakni maksimal 31 Maret.

“Tujuannya agar sejak awal kita bisa mengantisipasi potensi korupsi. Laporan ini akan diverifikasi KPK. Jika tidak patuh, ada sanksi sesuai aturan ASN,” tuturnya.

Bupati Sam’ani turut memaparkan sejumlah temuan inspektorat, mulai dari harga yang tidak sesuai, kekurangan volume pekerjaan, kesalahan administrasi, hingga ketidaksesuaian spesifikasi. Meski begitu, seluruh kerugian keuangan negara pada laporan 2025 telah dikembalikan sepenuhnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang dirangkai dengan kegiatan Pengawasan Daerah bertema “Penguatan Integritas dan Akuntabilitas Menuju Kudus Sehat” di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/12/2025). Foto: Rabu Sipan

“Kalau ada yang belum selesai, bukan berarti tidak mau menindaklanjuti, tetapi masih dalam proses penyicilan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kudus tersebut kembali menegaskan agar seluruh aparatur menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kita punya tekad memperbaiki diri dan taat aturan. Layani masyarakat sebaik-baiknya tanpa pungli,” imbaunya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Kudus Eko Djumartono memaparkan capaian pengawasan selama 2025. Dari 13 pengaduan yang diterima, terdapat lima surat aduan dari masyarakat, lima limpahan aparat penegak hukum, dua penugasan kepala daerah, dan satu hasil pengawasan seluruhnya telah diproses.

“Dari total temuan, 77 persen berupa penyalahgunaan wewenang, sementara 23 persen terkait kerugian keuangan daerah dengan total nilai Rp218.177.920 yang seluruhnya telah dikembalikan,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Kudus Gelar Retreat, Bangun Soliditas dan Tumbuhkan Jiwa Korsa Antar OPD

Eko menambahkan tiga saran penguatan agar pengawasan daerah semakin efektif: penyelesaian rekomendasi pemeriksaan tepat waktu, penguatan sistem pengendalian intern pemerintah, serta peningkatan sinergi dalam membangun integritas dan mencegah korupsi.

“Tiga langkah ini menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang sehat dan akuntabel,” sebutnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Bakal Punya 101 SPPG, Pemkab Diminta Siapkan Strategi Pemenuhan Bahan Makanan

0
Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus bakal punya 101 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab diminta menyiapkan strategi ketika seluruh SPPG tersebut beroperasi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan menyampaikan, banyaknya SPPG beroperssi otomatis membutuhkan pasokam bahan makanan stabil setiap hari. Jika pasokan tidak disiapkan sejak awal, daerah akan kerepotan memenuhi kebutuhan pasokan tersebut.

Baca Juga: Jadi Penasehat Raja Paku Buwono XIV, Ini Gelar yang Disandang Wabup Bellinda 

“Oleh Karena itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) harus dilakukan sejak sekarang. Sehingga nanti tak ada istilah, di Kudus kekurangan pasokan bahan makanan untuk MBG,” ujar Masan di gedung DPRD belum lama ini.

Politikus PDIP tersebut menegaskan, bahwa MBG tidak hanya sekadar program pemberian makanan saja, tetapi juga akan mampu menciptakan sirkulasi ekonomi baru di tingkat daerah. Perputaran uang dari pembelian bahan pokok, logistik dapur, hingga tenaga kerja akan naik signifikan.

“Ketika semua SPPG beroperasi semua, dampak ekonominya akan sangat terasa. Terutama pada pelaku usaha kecil,” bebernya.

Masan menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus perlu menyiapkan regulasi dukungan, mulai dari penyediaan suplai pangan lokal hingga memfasilitasi distribusi. Ia juga menyebut bahwa dinas terkait harus memetakan kebutuhan harian setiap SPPG.

“Dengan demikian, potensi kekurangan bahan makanan dapat diantisipasi sejak awal,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, DPRD juga bakal mendorong adanya konsolidasi anggaran dalam APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027. Penguatan pendanaan daerah diperlukan karena intensitas penyediaan bahan pangan akan berlangsung sepanjang tahun.

Di sisi lain, ia mengingatkan risiko jangka pendek jika pemda tidak bergegas. Jumlah SPPG yang cukup banyak berpotensi membuat Kudus kelimpungan saat suplai bahan meningkat mendadak.

“Oleh karena itu, pemetaan risiko harus dimulai sejak sekarang. Jangan sampai bahan pokok langka dan terjadi kenaikan harga,” sebutnya.

Masan menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan. Ia menilai peluang ekonomi dari program MBG tidak boleh disia-siakan begitu saja.

“Daerah harus mengambil peran sebagai pengendali dan penyangga suplai pangan utama,” katanya.

Baca Juga: H-1 Penutupan Seleksi JPTP Kudus, Peminat Masih Sepi, Kepala Dinas PUPR Baru Satu Pendaftar

Menurut Masan, program MBG bisa menjadi momentum besar bagi Kudus untuk membangun ketahanan pangan daerah. Ia menilai kesempatan ini harus dikelola secara tepat sejak tahap persiapan.

“Dengan adanya kerja sama yang solid, ia optimistis program MBG akan membawa manfaat luas bagi warga Kudus,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -