31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

SMP Kanisius Kudus Tanamkan Integritas Lewat Panggung Seni pada Peringatan Hakordia

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana berbeda terlihat di SMP Kanisius Kudus pada Selasa (9/12/2025). Aula sekolah berubah menjadi panggung ekspresi para siswa yang menyuarakan penolakan terhadap korupsi melalui berbagai pertunjukan seni. Dengan cara yang kreatif dan dekat dengan dunia anak, sekolah ini memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) sekaligus menegaskan komitmen pendidikan karakter sejak dini.

Sejak pagi, ratusan siswa telah berkumpul di lapangan indoor untuk mempersiapkan penampilan mereka. Pentas puisi, drama tematik, hingga senam anti korupsi bergantian mengisi acara. Setiap penampilan membawa pesan yang sama, yakni membangun generasi yang berani berkata tidak pada korupsi.

Baca Juga: Persembahkan Kost Pak Uger, Komunitas Keset Fasilitasi Ekpresi Seniman Muda Kudus

-Advertisement-

Tak hanya berkesenian, para siswa juga melakukan aksi simbolik berupa penandatanganan deklarasi antikorupsi. Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu siswa, Maria Gracia, mengaku kegiatan Hakordia di sekolahnya terasa istimewa. Sebab tak semua sekolah memperingati Hakordia.

“Tidak semua sekolah memperingati Hakordia seperti ini. Kami sangat antusias karena bisa belajar tentang bahaya korupsi dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Kelas Maria sendiri mementaskan sebuah drama yang mengangkat konflik antara karakter yang mendukung praktik korupsi dan yang menolaknya. Melalui peran itu, mereka belajar bahwa sikap jujur harus dimulai dari hal kecil.

“Penolakan korupsi itu penting ditanamkan sejak dini agar ke depan bisa mengurangi praktik korupsi di negara kita,” tambahnya.

Guru SMP Kanisius, Patricia Sihsanjaya menuturkan, peringatan Hakordia di sekolah telah menjadi tradisi tahunan. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi penghormatan terhadap perjuangan para alumni yang sejak lama menanamkan nilai kejujuran dalam pendidikan di Kanisius.

Menurut Patricia, sekolah terus berupaya membentuk karakter siswa melalui penerapan pendidikan antikorupsi dalam keseharian. Para siswa dilatih untuk tidak mencontek, disiplin terhadap waktu, dan memahami konsekuensi dari tindakan tidak jujur.

Baca Juga: Berikan Sajian Tak Biasa, Teater Minatani Pati Bakal Pentaskan “MARTIR” di Kudus dan Semarang

“Kami juga menerapkan kantin kejujuran. Dari situ siswa belajar bertanggung jawab dan berlaku jujur tanpa pengawasan,” jelasnya.

Patricia menegaskan, pembentukan karakter jujur merupakan fondasi penting bagi masa depan siswa. Dengan tumbuh sebagai pribadi berintegritas, mereka diharapkan menjadi generasi yang mampu menekan praktik korupsi dan membawa perubahan positif bagi negara.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER