Rabu (11/8/2021) siang hari ini di lereng Muria, tepatnya Kebun Pecuk Pecukilan di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terasa sejuk. Suara daun jati yang terhembus angin menambah suasana alam pegunungan begitu terasa. Apalagi, lantunan lagu berjudul “Gethuk Asale Saka Tela” yang dinyanyikan grup musik Keroncong Cap Petroek, menjadikan suasana semakin damai.

Lagu tersebut, dilantunkan untuk menyambut para tamu undangan dalam acara bedah buku antalogi puisi berjudul “Lemari Hati” karya Petroek van Loano (Djoko Herryanto), sebuah obituari dalam bentuk puisi. Acara tersebut juga diselenggarakan sekaligus untuk peringatan seribu hari Rebeca, mendiang istri penulis.

Buku berisi 104 halaman itu diterbitkan Beta Media dan Forum Kalen pada tahun 2020. Di dalamnya terdapat puluhan puisi yang ditulis dalam Bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, Portugis dan Mandarin. Beberapa judul puisi di antaranya; Merapi Kartasura, Poetry Inditing, Anno Domine, Kota Baru, dan lainnya.

Grup musik Keroncong Cap Petroek. Foto: Kaerul Umam

Sebagaimana jadwal acara, Edy Supratno, seorang sejarawan asal Kudus, didapuk sebagai keynote speaker. Sedangkan Fajar Kartika, seorang dosen di Universitas Muria Kudus (UMK), dan Yit Prayitno, seroang jurnalis senior, akan membedah buku yang berisi kumpulan puisi itu.

Tamu undangan telah memenuhi kursi-kursi yang telah disediakan, usai makan siang dengan menu sate srepeh dan sejumlah hidangan penutup. Tiga lagu pun telah ditunaikan Keroncong Cap Petroek. Tsaqiva Kinasih Gusti yang menjadi pembawa acara, menyilakan Edy Supratno untuk menyampaikan kalimat pengantar diskusi di depan para hadirin.

- advertisement -

Berdiri di depan, Edy yang mengenakan ikat kepala, pakaian serba hitam dan make up wajah layaknua warok, membuka dengan kelakar yang memancing tawa para hadirin. Mantan jurnalis itu mengaku pangling sendiri dengan dandanan yang ia kenakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini