Beranda blog Halaman 99

Libatkan UMKM, SPPG Winong 1 Bagikan Menu MBG ke Warga 

0
Suasana di Pasar Winong, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Ratusan warga memadati halaman Pasar Winong, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, untuk mendapatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang digelar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Winong 1 ini disambut antusias masyarakat, terutama pelajar yang tengah menikmati masa libur sekolah.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) juga terlibat dalam kegiatan itu dan menjajakan dagangannya di halaman Pasar Winong. Ratusan porsi makanan dan jajanan tersebut ludes dalam hitungan setengah jam.

Baca Juga: Buka Pelayaran Lagi, Begini Nasib Penumpang KMP Siginjai yang Sempat Digantung 

SPPG di bawah naungan Yayasan Berkah Lancar Indonesia ini membagikan menu MBG ke masyarakat agar lebih bermanfaat karena memasuki masa libur sekolah.

Ketua Yayasan Berkah Lancar Indonesia, Donny Eko mengatakan, pihaknya sengaja menyediakan makanan gratis untuk masyarakat untuk mengisi liburan anak sekolah.

”Kami juga bekerjasama dengan UMKM lokal atau pedagang kaki lima menyediakan jajanan untuk masyarakat secara gratis,” ujar Donny, Senin (29/12/2025). 

Menurutnya, pihaknya menggandeng PKL sebagai wujud kepedulian terhadap UMKM. Ia tidak mau SPPG di bawah naungannya memberikan dampak negatif kepada para UMKM.

”Kita larisi UMKM karena di luaran sana, UMKM katanya terdampak MBG. Masyarakat banyak antusias ingin mencicipi makanan gratis kami. Ini juga sebagai wujud rasa syukur kami atas program Pak Prabowo Subianto. Program ini luar biasa,” ucapnya. 

Ia mengaku kegiatan ini menggunakan uang yayasan sendiri tanpa menggunakan anggaran dari dapur atau jatah anggaran MBG untuk anak sekolah.

”Ini tanpa menggunakan anggaran dapur (APBN). Ini dari uang pribadi kami. Yang kami sediakan makanan khas Pati seperti soto kemiri, terus jajanan cilor, es potong, batagor dan masih banyak lagi. Porsi soto ada 300, jajanan lainnya ada 100 sampai 300 porsi,” sebutnya.

Kepala SPPG Winong 1, Yuliana Pramudya Ningsih menyampaikan, selama libur sekolah ini, pihaknya masih aktif. Dalam sepekan, SPPG Winong 1 mendistribusikan dua kali MBG kepada penerima manfaat.

”Liburan sekolah kan UMKM kekurangan pendapatan juga. Jadi kami adakan ini sebagai kepedulian terhadap UMKM. Saat ini, kita ndak libur sebenarnya. Masih ada kegiatan masak tetap jalan. Kita sediakan dua kali, Senin dan Kamis,” imbuhnya. 

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Karimunjawa Jepara Menurun di Libur Nataru 

Sementara itu, salah satu warga Nana mengaku senang bisa mencicipi MBG dari SPPG Winong 1. Ia mengaku baru pertama kali merasakan menu MBG.

”Ini baru pertama kali makan MBG. Soalnya saat sekolah saya ndak sempet mencicipi MBG karena keburu lulus. Ternyata enak banget bermanfaat dan bergizi,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ketersediaan Air Jadi Kendala Swasembada Pangan di Jepara 

0
Petani Jepara sedang menggarap sawah. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Kabupaten Jepara turut menjadi salah satu daerah yang ditarget untuk mendukung program swasembada pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir mengatakan di Bulan Desember target swasembada pangan di Kabupaten Jepara yaitu seluas 8.950 hektare. 

Baca Juga: Buka Pelayaran Lagi, Begini Nasib Penumpang KMP Siginjai yang Sempat Digantung 

Target tersebut menurutnya harus dilaporkan setiap hari dan akan diakumulasikan setiap bulan. Sehingga target yang diberikan setiap bulannya selalu berbeda. 

“Per tanggal 28 Desember kemarin yang terealisasi sudah 7.174 hektare,” sebutnya saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Senin (29/12/2025).  

Mudhofir menyebutkan untuk merealisasikan target tersebut menurutnya masih terdapat beberapa kendala yang saat ini dihadapi oleh para petani. 

Diantaranya yaitu penataan saluran irigasi yang jumlahnya cukup banyak dan panjang, sehingga membutuhkan anggaran yang cukup besar. 

“Ketersediaan sumber air (juga menjadi kendala), karena dari hulunya penangkap airnya ini berkurang. Selain itu beberapa sumber air juga ada yang terdampak aktivitas pertambangan,” sebut Mudhofir. 

Meskipun menghadapi kendala berupa ketersediaan air, Mudhofir melanjutkan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mencapai target yang sudah ditentukan. 

Seperti, melakukan perlindungan pada sumber air dengan cara melakukan penanaman pohon. Penanaman juga dilakukan di area yang masuk dalam kategori lahan kritis. 

Kemudian langkah lainnya, yaitu rehabilitasi saluran irigasi dan bendungan. Meskipun kewenangan DKPP terbatas hanya pada saluran tersier. Sementara saluran primer dan sekunder menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Karimunjawa Jepara Menurun di Libur Nataru 

Selain itu, DKPP juga mendorong petani untuk memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan). Seperti mesin bajak dan traktor baik roda dua maupun empat, mesin tanam dan panen padi, serta beberapa alsintan lainnya. 

“Upaya lain yang kami lakukan yakni penyaluran bantuan benih serta memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pupuk bekerja sama dengan Pupuk Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Sekolah Rakyat Pakis Aji Jepara Bakal Tampung Siswa SLB 

0
Kunjungan Bupati Jepara di salah satu Sekolah Rakyat. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jepara yang berlokasi di depan Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji saat ini mulai dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) RI. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan pembangunan gedung sekolah rakyat tersebut ditarget selesai pada Bulan Agustus 2026 mendatang. Sehingga pada saat ajaran baru 2026/2027, gedung tersebut sudah bisa ditempati.  

“Sudah mulai berjalan di tahun ini (untuk konstruksi bangunan). Rencana bulan delapan (Agustus) tahun depan SR sudah di berdiri di Pakis Aji, sehingga bisa kita mulai untuk tahun ajaran baru,” kata Wiwit pada Betanews.id, Senin (29/12/2025). 

Baca Juga: Buka Pelayaran Lagi, Begini Nasib Penumpang KMP Siginjai yang Sempat Digantung

Wiwit menyebutkan SR di Pakis Aji nantinya bisa menampung 1.200 siswa. Terdiri dari 600 siswa jenjang SD yang terbagi ke dalam enam kelas. Masing-masing kelas terdiri dari empat rombongan belajar (rombel). Kemudian sisanya, terdiri dari 300 siswa jenjang SMP dan 300 siswa jenjang SMA.  

Wiwit melanjutkan terdapat beberapa kategori siswa yang nantinya akan diprioritaskan agar bisa bersekolah di SR Pakis Aji. 

Yaitu siswa yang keluarganya masuk dalam golongan desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta Anak Tidak Sekolah (ATS). 

Tidak hanya itu, Wiwit mengatakan SR di Pakis Aji nantinya juga akan menampung siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tergolong anak berkebutuhan khusus. 

“ATS memang menjadi prioritas, selain yang masuk Desil 1 dan 2. Ada juga anak berkebutuhan khusus, energinya berlebihan itu nanti bisa masuk di SR,” ujarnya. 

Pembangunan gedung SR di Pakis Aji, Jepara Wiwit mengatakan menggunakan anggaran yang seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat. Anggaran yang digelontorkan yaitu sekitar Rp200 juta.  

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Karimunjawa Jepara Menurun di Libur Nataru 

Nantinya, siswa SR Dasar 1 yang saat ini sudah mulai melaksanakan pembelajaran di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan juga akan dipindah ke SR di Pakis Aji. 

“(Siswa SR) yang di BLK nanti ikut pindah. Disana nanti kita kembalikan fungsinya sebagai Gedung BLK,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Luna Hijab Indonesia Kenalkan Butik Terbaru Lewat Luna GZ Year End Run 2025

0
Luna Hijab Indonesia resmi memperkenalkan butik terbarunya, Luna Hijab GZ, melalui ajang Luna GZ Year End Run 2025 yang digelar pada Minggu (28/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Luna Hijab Indonesia resmi memperkenalkan butik terbarunya, Luna Hijab GZ, melalui ajang Luna GZ Year End Run 2025 yang digelar pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan lari sejauh 5 kilometer (5K) ini diikuti sekitar 300 peserta dari komunitas lari, kalangan Gen Z, serta masyarakat Kota Kudus dan sekitarnya.

Ajang tersebut menjadi strategi Luna Hijab untuk mendekatkan diri dengan generasi muda dengan menggabungkan unsur olahraga, fashion, dan gaya hidup sehat yang tetap mengedepankan nilai kesopanan serta konsep modest lifestyle. Selain berlari, peserta juga menikmati berbagai hiburan, seperti Zumba Games, serta berkesempatan memenangkan sejumlah doorprize.

Baca Juga: Geger Penemuan “Harta Karun” di Sungai Wegil Pati

Owner Luna Hijab Indonesia, Luluk Chikmayati, mengatakan olahraga lari dipilih karena menjadi salah satu aktivitas yang digemari Gen Z. Melalui kegiatan ini, Luna Hijab ingin membangun kedekatan emosional dengan generasi muda tanpa meninggalkan identitas merek.

“Kami mengajak Gen Z melakukan aktivitas yang mereka sukai, yaitu running. Kami ingin menunjukkan bahwa modest fashion bisa sejalan dengan gaya hidup aktif, sehat, dan modern,” ujarnya usai acara.

Ia menjelaskan, tema Run with Grace, Glow with Confidence dimaknai sebagai ajakan bagi generasi muda untuk tetap percaya diri, anggun, dan nyaman menjadi diri sendiri. Pada kesempatan tersebut, Mami Luna turut hadir bersama putrinya, Talitha Marsya Zerlinda, yang mendukung pengembangan lini Luna Hijab GZ sebagai brand yang dekat dengan karakter dan kebutuhan Gen Z.

“Grace bukan hanya soal penampilan, tetapi juga sikap. Glow bukan sekadar tampilan luar, melainkan kepercayaan diri dari dalam. Nilai itulah yang ingin kami tanamkan lewat Luna G.Z,” tambahnya.

Butik Luna Hijab GZ sendiri resmi diluncurkan pada 21 Desember 2025 sebagai lini khusus Luna Hijab yang menyasar segmen Gen Z. Koleksi yang ditawarkan mengusung konsep modest fashion dengan sentuhan elegant chic, cocok untuk kebutuhan harian hingga momen spesial.

Luluk menambahkan, Luna Hijab kini tidak hanya berfokus pada gamis dan gaun pesta, tetapi juga menghadirkan busana yang lebih fleksibel dan relevan dengan gaya hidup masa kini. Koleksi Luna Gen Z ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp160 ribuan.

“Selama ini Luna Hijab dikenal dengan gamis dan gaun pesta handmade. Ke depan, kebutuhan daily wear juga harus terakomodasi, baik untuk Gen Z, segmen menengah, hingga ibu-ibu,” jelasnya.

Khusus butik di Kudus, Luna Hijab menghadirkan lantai dua yang didedikasikan sepenuhnya untuk koleksi Gen Z dengan konsep interior modern dan eksploratif. “Lantai dua kami khususkan untuk Luna Gen Z. Desainnya lebih fresh, fashion-nya kuat, dan selalu update,” katanya.

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Selain kegiatan lari, acara juga dirangkai dengan final audisi fashion show model Gen Z yang terbuka bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya. Kemeriahan acara ditutup dengan konser penyanyi Fabio Asher yang digelar secara terbatas sesuai kapasitas lokasi.

Kehadiran komunitas Lushine, sebutan bagi pecinta Luna Hijab, turut memeriahkan kegiatan tersebut. Ratusan peserta dan pengunjung memadati lokasi, menjadikan Luna GZ Year End Run 2025 tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga ruang silaturahmi, ekspresi gaya, dan perayaan gaya hidup sehat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lewat Sarasehan Paseduluran, Warga Lintas Iman Winong Pati Rawat Kerukunan

0
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Al-Muqorrobin dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Minggu (28/12/2025) malam. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Al-Muqorrobin dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Minggu (28/12/2025) malam. Warga lintas agama berkumpul dalam sarasehan paseduluran sebagai ikhtiar merawat kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin bertahun-tahun.

Di bawah kanopi yang menghubungkan dua rumah ibadah tersebut, warga Desa Winong duduk berbaur tanpa sekat. Tidak hanya umat Kristiani, kegiatan ini juga dihadiri umat Muslim setempat, termasuk pengurus Masjid Al-Muqorrobin. Sarasehan berlangsung guyub, ditemani sajian bakso dan minuman hangat, sembari menonton film dokumenter bertema perdamaian dan toleransi.

Baca Juga: Geger Penemuan “Harta Karun” di Sungai Wegil Pati

Kerukunan warga Winong, menurut salah satu warga Bibit, sudah menjadi keseharian yang tak perlu diragukan. Keberadaan masjid dan gereja yang saling berhadapan bahkan seolah dipersatukan kanopi menjadi simbol kuat kehidupan berdampingan yang harmonis.

Bibit menuturkan, relasi warga antara masjid dan gereja berjalan saling melengkapi tanpa persoalan. 

“Di sini sangat rukun sendiri, seperti komunikasi bagus, kemarin kita ada acara di masjid tikarnya kurang kita minjam ke gereja, di sini sangat rukun sekali,” ucapnya. 

Tokoh agama setempat, Rahmanudin menyampaikan, sarasehan yang digelar oleh GKMI Winong merupakan upaya merawat persaudaraan. Pemutaran film dokumenter tentang perdamaian diharapkan semakin menguatkan kerukunan yang telah lama terbangun di tengah warga.

“Acara sangat luar biasa ini menunjukan persatuan kita perseduluran kita, kedua diisi film tentang toleransi yang begitu tinggi semakin memperkuat, bagaimana toleransi sudah terbentuk di warga Winong sudah lama terbukti ada bangunan yang berhadapan antara GKMI Winong dengan Masjid Al-Muqorrobin,” jelasnya. 

“Kemudian yang datang di sini beraneka ragam agama, sudut pandang yang disatukan visi misi, persatuan, kesatuan, negara kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya. 

Pendeta GKMI Winong, Didik Hartono menegaskan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana merawat kerukunan yang sudah berjalan baik antara umat Muslim dan Kristiani. 

“Jadi kami menyelenggarakan sarasehan paseduluran, jadi acara ini kami rancang sebagai sarana merawat persaudaraan seduluran yang sudah lama ini berjalan dengan baik antara gereja dengan Masjid Al-Muqorrobin dan masyarakat sekitar,” ucapnya. 

Ia menambahkan, pemutaran film dokumenter dimaksudkan untuk menyemangati kembali semangat perdamaian. “Memang ada film dokumenter tentang perdamaian, memang kita bagikan seperti itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat di dalam kami sekalian,” lanjut Didik. 

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Lebih jauh, Didik menyebut sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal. Tahun ini, pihak gereja memilih tidak menggelar perayaan meriah sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Sumatra. 

“Jadi tahun ini tidak mengadakan perayaan Natal kita belajar empati terhadap korban bencana alam yang ada di Sumatra, dan biasanya kalau ada natal kami mengundang masyarakat dan termasuk teman-teman dari Masjid, karena tidak ada perayaan makanya kamu mengadakan kegiatan ini sebagai sarana menjalin dan menjaga kebersamaan di antara kami,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pentas Tahunan ke-18, Widyas Budaya Suguhkan Sendratari Ramayana

0
Sanggar Widyas Budaya kembali menggelar pentas tahunan ke-18 dengan menyuguhkan Sendratari Ramayana yang memukau ratusan penonton. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Gedung Serbaguna Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Minggu (28/12/2025) malam, dipenuhi nuansa budaya. Sanggar Widyas Budaya kembali menggelar pentas tahunan ke-18 dengan menyuguhkan Sendratari Ramayana yang memukau ratusan penonton.

Puluhan penari cilik hingga remaja tampil bergantian di atas panggung. Setiap gerak yang disuguhkan mampu menyedot perhatian penonton yang tampak antusias menyaksikan penampilan para seniman muda tersebut. Kekompakan, keluwesan gerak, serta ekspresi yang ditampilkan membuat penonton tak beranjak dari tempat duduknya.

Baca Juga: Teater Minatani Buat Panggung Martir sebagai Forum Sosial dan Dialog Antar Generasi

Sejumlah tari tradisional dan kreasi turut ditampilkan dalam pentas tersebut. Tari Jeket Nuswantoro, Golek Manis, Tari Kupu-kupu Manis, Tari Tampak, hingga Tari Lilin hadir silih berganti, menghadirkan kekayaan ragam seni tari yang digarap Sanggar Widyas Budaya.

Puncak pertunjukan kian memukau ketika Sendratari Ramayana dipentaskan. Epos legendaris itu divisualisasikan dengan apik, mulai dari adegan penculikan Dewi Sinta hingga peperangan yang melibatkan Rama. Tata gerak dan alur cerita yang runtut membuat suasana gedung semakin hidup.

Pimpinan Sanggar Tari Widyas Budaya, Hani Indrayani mengungkapkan, pementasan ini merupakan buah dari proses panjang latihan para anak didiknya selama satu tahun terakhir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh.

”Pentas tahunan ke-18. Ada sekitar 56 anak yang ikut pentas ini dengan sembilan tarian dan satu sandratari Ramayana. Ini untuk ajang kreativitas anak lah. Selama setahun dia belajar dan pentas ini. Usai mulai 3 tahun sampai anak kuliahan,” ujar nya. 

Menurut Hani, pentas tahunan ini menjadi bagian dari upaya Sanggar Widyas Budaya untuk terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tari tradisional. Ia menegaskan pentingnya menjaga agar anak-anak tidak melupakan kebudayaan asli Indonesia.

”Setiap tahun kita punya tema tersendiri-sendiri. Seperti kemarin tari nuswantoro, Bhineka Tunggal Ika. Untuk tahun ini Ramayana terus untuk tahun besok ada lagi. Jadi setiap tahun ada tema-tema sendiri,” ucapnya. 

Baca Juga: Taring Padi Pamerkan Lukisan Perlawanan Kendeng di Festival Kendeng 2025

Lebih lanjut, Hani menjelaskan, bahwa proses pembelajaran di sanggarnya tidak hanya berfokus pada kemampuan menari. Para siswa juga dibekali nilai tata krama dan sopan santun khas budaya ketimuran agar mampu menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat.

”Ini kita mengenalkan tari tradisi di daerah. terutama tari Jawa agar tidak pudar. Tahun besok tari kreasi. Pondasi awal menang tari tradisional. Anak bisa menanam karakter, unggah-ungguh, sopan santun dengan tari,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Harga Telur Ayam di Kudus Masih Tinggi di Masa Nataru

0
Aktivitas pedagang telur di Pasar Bitingan Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga telur ayam di Kabupaten Kudus, utamanya di Pasar Tradisional Bitingan masih terbilang tinggi. Haru ini, Senin (29/12/2025) harganya masih di angka Rp30 ribu per kilogramnya.

Pedagang telur ayam Pasar Bitingan, Erma Siti Khoiriyah mengatakan, bahwa harga telur ayam mulai menunjukan penurunan harga dibandingkan sebelumnya. Di mana satu pekan lalu, harga telur ayam mencapai Rp31 ribu per kilogram. 

Baca Juga: 82 Persen Relawan Disebut Sudah Dibackup BPJS Ketenagakerjaan, Anggota Baru Diminta Mendaftar

“Alhamdulillah saat ini harga mulai turun mas. Diharapkan, dengan adanya penurunan harga ini semakin ramai dan penjualan bisa stabil seperti biasanya,” bebernya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pengirim pesan, Senin (29/12/2025). 

Ia menyebut, harga telur ayam mulai berangsur turun selama dua hari ini. Meski begitu saat ini penjualan masih tergolong sepi, mengingat harga telur yang masih tinggi.

“Untuk penjualan saat ini masih sepi ya mas. Meski sudah mengalami penurunan, tapi harga termasuk masih tinggi,” sebutnya.

Erma menjelaskan, bahwa harga normal telur ayam di pasaran biasanya di angka Rp26-27 ribu per kilogramnya. Ia memprediksi harga tersebut bisa saja bertahan hingga satu pekan ke depan, mengingat kurang tiga hari lagi mendekati perayaan pergantian tahun. 

“Kemungkinan untuk harga, bisa bertahan di angka Rp30 ribu sampai satu Minggu ke depan. Kami berharap supaya harga beberapa bahan pokok, termasuk telur ayam ini bisa stabil di harga normal,” tuturnya.

Baca Juga: 82 Persen Relawan Disebut Sudah Dibackup BPJS Ketenagakerjaan, Anggota Baru Diminta Mendaftar

Tingginya harga telur ayam hingga saat ini, katanya, berpengaruh pada daya beli masyarakat yang kian menurun. Yang biasanya ibu satu anak tersebut bisa menjual telur ayam sampai 2 kuintal sehari, kini 1 kuintal kadang tak habis.

“Momen seperti ini memang menjadi agenda tahunan. Harga bahan pokok melonjak tinggi jelang perayaan Nataru hingga tiga hari setelah Nataru,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kisah Sutikno, Penjual Telur Gulung Legendaris di Keling Jepara

0
Sutekno dan dagangannya. Foto Melly Andila

BETANEWS.ID, JEPARA – Setiap sore, di depan Rama 88 Kelet, Jepara, aroma telur gulung yang baru matang menguar, memanggil siapa saja yang melintas. Di balik gerobak pikulan sederhana, Sutekno (46) dengan cekatan menggulung telur, menyajikan jajanan yang sejak lama menjadi teman setia anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Usaha ini dirintis sejak 2004, ketika Sutekno berkeliling Desa Kelet. Pagi ia menyambangi sekolah, siang hingga sore berkeliling kampung. Dari pengamatan sederhana—anak-anak yang gemar olahan telur—lahirlah ide telur gulung.

Baca Juga: Kisah PPPK Paruh Waktu di Jepara: Tetap Senang Meski Hanya Satu Tahun Kontrak dan Tak Ada Kenaikan Gaji 

Inovasi itu diterima hangat, bahkan melahirkan variasi baru: sosis telur, permintaan pelanggan yang kini jadi menu andalan.

Keunikan telur gulung Sutekno terletak pada resepnya. Tanpa campuran tepung, ia hanya mengandalkan telur segar, bawang putih halus, rempah pilihan, dan sedikit Royco.

Setiap hari, empat kilogram telur habis digulung menjadi jajanan gurih yang tak membosankan. Harga pun terjangkau, Rp1.000 untuk telur gulung, Rp2.000 untuk sosis telur.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Pedagang Telur Gulung Kudus Bertahan di Tengah Lonjakan Harga

Setelah 19 tahun berjualan keliling, sejak 2023 Sutekno menetap di depan Rama 88. Lokasi itu kini jadi titik temu pelanggan setia.

Dengan omzet harian Rp300.000–Rp350.000, ia bermimpi membuka cabang di ruko, menambah menu, bahkan menghadirkan minuman. Bagi Sutekno, telur gulung bukan sekadar jajanan, melainkan bukti ketekunan yang terus berputar bersama harapan.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

- advertisement -

Punya Lima Varian Rasa, Bikang Cungkel Ambar Jadi Favorit di Kudus

0
Bikang cungkil di Mlati Lor, Kudus. Foto: Nania Rizka

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Kudus, ketika jajanan modern terus bermunculan, kue bikang tetap bertahan sebagai primadona pasar. Ambar, perempuan 64 tahun, menjadi salah satu penjaga setia tradisi itu.

Dari lapak sederhana di Desa Mlati Lor, ia menjajakan bikang cungkel yang harum dan lembut, seolah menolak kalah oleh tren kekinian.

Baca Juga: Murah Meriah, Getuk Crispy Lumer Jadi Incaran Peziarah Menara Kudus

Menjelang sore, aroma manis bikang mulai mengundang pembeli. Sejak pukul 16.00 hingga malam, lapak Ambar tak pernah sepi. Dengan harga Rp2.500 per potong, jajanan ini menjadi pilihan terjangkau bagi siapa saja—anak-anak, orang tua, hingga mereka yang sekadar singgah mencari rasa masa kecil.

Ambar menawarkan lima varian rasa, yaitu vanila, stroberi, melon, nanas, dan cokelat. Dari semua pilihan, cokelat selalu jadi primadona.

Setiap hari ia menyiapkan adonan sekitar tiga kilo, dengan bahan sederhana, yakni tepung terigu, tepung beras, tepung tapioka, dan kelapa. Kesederhanaan itu justru melahirkan cita rasa yang tak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Siomay Cap Kingkong, Lapak Malam yang Tak Pernah Sepi di GOR Kudus

Bagi Ambar, berjualan bikang bukan sekadar mencari penghasilan. Ia merasa sedang menjaga warisan kuliner Jawa agar tidak tergeser zaman.

Dengan senyum tenang, ia berharap usahanya tetap berjalan, rezeki tetap lancar, dan kue bikang terus hadir sebagai pengingat bahwa tradisi punya tempat di hati penikmatnya.

Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hobi Jajan Jadi Cuan, Kisah Nadia Owner Sempolan Ayam Numan

0
Telur Gulung dan Sempolan Ayam Numan. Foto: Luthfia Himma

BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa sangka, teguran seorang ibu bisa menjadi awal sebuah usaha. Nadia, remaja 19 tahun asal Kudus, dulu dikenal gemar jajan sempolan. Saking seringnya, ia kerap dimarahi sang ibu. Namun alih-alih melarang, sang ibu justru mencoba membuat sempolan sendiri di dapur rumah.

Dari percobaan sederhana itu, lahirlah ide mengubah jajanan favorit menjadi dagangan. “Dulu aku sering banget jajan sempolan sampai dimarahi mamah. Akhirnya mamah bikin sendiri, eh malah kepikiran buat dijual,” kenang Nadia sambil tersenyum.

Baca Juga: Kisah PPPK Paruh Waktu di Jepara: Tetap Senang Meski Hanya Satu Tahun Kontrak dan Tak Ada Kenaikan Gaji 

Sejak 2018, usaha kecil itu tumbuh perlahan. Kini, Telur Gulung dan Sempolan Ayam Numan punya dua cabang, yaitu di depan KONI Kudus dan belakang Taman Krida. Lokasi strategis membuat lapak Nadia selalu ramai, terutama saat taman dipenuhi anak-anak, keluarga, dan wisatawan.

Dengan harga serba Rp1.000 per tusuk, jajanan sederhana ini jadi favorit lintas usia. Gurihnya telur gulung dan kenyalnya sempolan ayam membuat siapa pun betah kembali.

“Alhamdulillah, meski banyak yang baru kenal, dagangan tetap ramai,” ujarnya.

Nadia pernah merasakan masa paling ramai ketika telur gulung sempat viral. Meski tren mereda, dagangannya tetap laku. Setiap hari ia berjualan dari pagi hingga malam, bahkan lebih awal di hari Ahad. Promosi lewat Instagram dan TikTok menambah jangkauan, membuat jajanan pinggir jalan ini dikenal lebih luas.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Pedagang Telur Gulung Kudus Bertahan di Tengah Lonjakan Harga

Di balik kesibukan, Nadia tetap optimis. Meski kadang pembeli kesulitan parkir di jalanan macet, ia yakin usahanya akan terus berkembang.

“Semoga makin maju, makin banyak yang tahu, dan rezekinya juga makin lancar,” harapnya.

Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Serunya Kulineran Sambil Belajar Membatik di Omah Sate Pak Taman Pati

0
Omah Sate Pak Taman, yang berlokasi di Desa Gabus, Kecamatan Gabus. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Memasuki masa libur sekolah, para orang tua kini memiliki pilihan destinasi wisata keluarga yang unik di Kabupaten Pati. Omah Sate Pak Taman, yang berlokasi di Desa Gabus, Kecamatan Gabus, menawarkan konsep wisata terpadu yang menggabungkan kelezatan kuliner khas nusantara dengan kegiatan edukasi ekonomi kreatif.

Pemilik Omah Sate Pak Taman, Tamzis Al Anas menyatakan, bahwa tempatnya dirancang untuk menjadi wadah kreativitas bagi anak-anak sembari menikmati waktu luang bersama keluarga.

Baca Juga: Liburan Sekolah, Joglo Dopang Jadi Destinasi Wisata Idaman di Kudus

“Kami menghadirkan konsep edukasi wisata olahan kambing dan kegiatan membatik. Di sini, anak-anak maupun pengunjung umum dapat belajar teknik pembuatan sate yang khas, serta mengasah kreativitas melalui seni batik,” ujar Tamzis.

Sebagai daya tarik utama selama libur sekolah, kegiatan membatik di Omah Sate Pak Taman dilengkapi dengan fasilitas instruktur berpengalaman. Hal ini memastikan para siswa mendapatkan pendampingan intensif dari tahap awal hingga proses akhir.

“Kami menyiapkan instruktur khusus untuk mendampingi pengunjung. Selain mengajarkan teknik menggunakan canting yang benar, instruktur juga bertugas mengantisipasi risiko penggunaan lilin panas, sehingga proses belajar tetap aman bagi anak-anak,” jelasnya.

Menurut Tamzis, perpaduan antara kuliner kambing dan batik bukan sekadar inovasi bisnis, melainkan upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah Gabus.

“Kegiatan ini mengangkat budaya lokal dan sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar melalui sektor pariwisata dan kuliner,” tambahnya.

Ia menyebut, bagi keluarga yang ingin berkunjung, Omah Sate Pak Taman menawarkan paket edukasi yang terjangkau. Yakni, paket kreasi batik yang cocok untuk anak-anak maupun pemula, dengan biaya Rp 25 ribu untuk kain batik ukuran 30X30 cm.

Kemudian, ada pula paket batik taplak meja dengan tarif Rp 100 ribu. Tersedia pula,  berbagai menu olahan kambing dengan harga kompetitif.

Menariknya, hasil karya batik yang dibuat sendiri oleh pengunjung dapat langsung dibawa pulang sebagai cendera mata. Dengan suasana memgasyikkan dan nilai edukasi yang tinggi, Omah Sate Pak Taman bisa menjadi referensi utama bagi yang menginginkan liburan sekolah yang produktif dan berkesan di Kabupaten Pati.

Sidqia, salah satu siswi kelas 5 SD, mengaku sangat senang dengan pengalaman baru ini. Dalam sesi wawancara, ia menceritakan berbagai kegiatan seru yang diikutinya selama di Omah Sate Pak Taman.

“Tadi belajar membatik, mewarnai, sama bikin sate juga,” ujar Sidqia dengan wajah berseri-seri.

Bagi Sidqia, ini adalah pengalaman pertamanya memegang canting dan menorehkan malam di atas kain. Ia mengaku sebelumnya belum pernah mendapatkan materi membatik secara langsung seperti ini. Selain itu, ia juga berkesempatan belajar menusuk daging sate, sebuah kegiatan yang jarang ia lakukan di rumah.

Sidqia tidak sendiri, ia mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-temannya dalam suasana yang akrab dan penuh kegembiraan.

Sementara, Panji Surya Ramadhan, salah satu pendamping kegiatan tersebut, mengungkapkan, bahwa aktivitas ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai warisan budaya.

“Kita belajar, diajari menusuk sate (sate kambing) dan membatik. Harapannya ke depan anak-anak bisa tahu kalau batik ini salah satu budaya tradisional nenek moyang yang harus dilestarikan. Biar mereka nggak cuma tahu hasilnya, tapi tahu prosesnya,” ujar Panji.

Selain membatik, anak-anak juga diperkenalkan dengan dunia kuliner melalui praktik langsung menusuk sate kambing, yang menjadi menu andalan di tempat tersebut. Kombinasi antara seni dan kuliner ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal sejak usia dini.

Panji mengaku sangat senang dengan adanya fasilitas sanggar batik di tempat tersebut. Menurutnya, keberadaan sanggar ini sangat efektif untuk mengedukasi generasi muda agar tidak asing dengan budayanya sendiri.

Baca Juga: Libur Sekolah, Wisata Sumber Pelangi Soneyan Pati Diserbu Pengunjung

“Sangat senang bisa ada sanggar batik ini, bisa mengajarkan dan mengedukasi anak-anak,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu alternatif liburan yang bermanfaat, di mana anak-anak bisa bermain sambil mengasah keterampilan tangan dan memperluas wawasan kebudayaan mereka.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

35 Ribu Wisatawan Diprediksi Bakal Padati Jepara Selama Libur Nataru 

0
Pantai Kartini Jepara dipadati pengunjung selama masa liburan. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Tidak hanya dikenal sebagai Kota Ukir, Kabupaten Jepara yang secara geografis berada di wilayah pesisir dan dibawah kaki Gunung Muria memiliki banyak objek wisata yang bisa dikunjungi selama masa liburan. 

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Kendar Praptomo menyebutkan selama masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) total sekitar 35 ribu wisatawan diprediksi bakal berwisata di Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Buka Pelayaran Lagi, Begini Nasib Penumpang KMP Siginjai yang Sempat Digantung 

“Prediksi khusus Nataru di kisaran 35 ribu kunjungan apabila cuaca mendukung atau tidak hujan,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (27/12/2025). 

Prediksi itu menurutnya berdasarkan pada tren kunjungan wisatawan selama libur Nataru yang selama ini sudah berjalan. 

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur Nataru, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jepara terus melaksanakan operasi lilin candi 2025 untuk mengamankan objek-objek wisata di Kabupaten Jepara. 

Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso mengatakan operasi itu merupakan bagian dari upaya Polres Jepara untuk menjaga ketertiban dan keamanan. 

“Salah satunya di objek wisata yang menjadi tujuan masyarakat untuk berlibur selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” katanya. 

Operasi tersebut menurutnya turut melibatkan aparat Polres Jepara serta dari masing-masing Polsek untuk bersiaga di sekitar lokasi wisata. 

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Karimunjawa Jepara Menurun di Libur Nataru 

Selain melakukan patroli, aparat yang berjaga menurutnya juga ditugaskan untuk memberikan imbauan kamtibmas kepada wisatawan. 

“Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pengunjung dalam menjaga ketertiban,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Disdagperin Pati Masih Tunggu Kepastian Alokasi BBM dan Elpiji 2026

0
Antrean BBM di SPBU Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, menyampaikan, bahwa alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji untuk tahun 2026 diperkirakan sudah dapat diketahui pada awal tahun.

Indyah menjelaskan, pihaknya telah mengajukan usulan kuota BBM dan elpiji sejak November 2025 untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Pati selama satu tahun ke depan. Saat ini, Disdagperin masih menunggu persetujuan kuota dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Baca Juga: Geger Penemuan “Harta Karun” di Sungai Wegil Pati

“Jadi nanti kalau SE (Surat Edaran)sudah keluar, itu seperti bagaimana alokasi (BBM) kami dari persetujuan BPH Migas termasuk elpiji. Kalau terkait BBM nanti dengan Pertamina maupun BPH Migas, kalau sudah ada surat, baru kita mengetahui alokasi kami berapa sudah ada di awal tahun, sehingga saat ini belum bisa berbicara banyak karena usulan tiap kabupaten penambahan pasti ada. Untuk deal-nya belum ada karena alokasi di awal tahun,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan BBM  akhir tahun 2025, Disdagperin Kabupaten Pati terus berkoordinasi dengan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Setiap SPBU memiliki kebutuhan pasokan yang berbeda, sehingga pemantauan dilakukan secara rutin terhadap puluhan SPBU yang tersebar di wilayah Bumi Mina Tani.

Ia menyebutkan, pada tahun 2026 Kabupaten Pati dipastikan akan memperoleh tambahan kuota BBM. Penambahan tersebut diproyeksikan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan masyarakat pada tahun mendatang.

Selain itu, pada penghujung tahun 2025 ini juga terdapat tambahan kuota BBM di sejumlah SPBU. Namun, penambahan tersebut tidak merata dan hanya diberikan pada titik-titik tertentu sesuai dengan tingkat kebutuhan konsumen.

“Penambahan bergantung masing-masing SPBU ada karena tidak semua SPBU mendapat tambahan, mengingat disesuaikan kebutuhan masing-masing dan titik tertentu, tidak semua dapat, itu hanya beberapa aja biar terkait kelancaran mobilitas masyarakat. Tambahan tidak terlalu besar karena kuota semakin tipis, ada kekhawatiran,” ucapnya.

Menjelang Tahun Baru ini, kebutuhan BBM masyarakat dipastikan meningkat. Oleh karena itu, Disdagperin mengimbau para koordinator SPBU agar mengelola pasokan secara bijak demi menjaga kelancaran distribusi.

“Kami imbau SPBU sebisa mungkin memanage, jangan sampai tersendat karena itu untuk mobilitas masyarakat. Untuk pelayanan lebih dioptimalkan, kami imbau SPBU memanage menjelang Nataru warga akan membutuhkan, pintar-pintarnya SPBU memanage karena kuota tiap daerah beda-beda,” lanjutnya.

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Indyah menambahkan, pengajuan kuota BBM dan elpiji yang dilakukan sejak November lalu mencakup kebutuhan 42 SPBU dan 3 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBN) yang ada di Kabupaten Pati.

“Jumlah SPBU ada 42, dan yang 3 SPBN,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lampaui Target, Rehabilitasi Jalan Panglima Sudirman–Tugu Bandeng Pati Selesai 100 Persen

0
Rehabilitasi ruas Jalan Panglima Sudirman hingga Tugu Bandeng kini resmi rampung. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kabar baik bagi pengguna jalan di Kabupaten Pati. Rehabilitasi ruas Jalan Panglima Sudirman hingga Tugu Bandeng kini resmi rampung. Proyek perbaikan jalan di jantung Kota Pati itu bahkan selesai melebihi target yang telah ditetapkan.

Staf Teknis Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati, Abdul Jalil, menyampaikan bahwa progres rehabilitasi jalan sudah mencapai 100 persen pada 18 Desember lalu. Capaian ini melampaui target awal yang dipatok sebesar 95,6 persen.

Baca Juga: Geger Penemuan “Harta Karun” di Sungai Wegil Pati

“Progresnya sampai minggu kemarin tanggal 18 Desember itu sudah 100 persen, dari rencana 95,6 persen,” ujar Jalil.

Ia menjelaskan, pekerjaan tahap akhir berupa pengecatan jembatan dan pembuatan marka jalan telah diselesaikan pada Senin (22/12/2025). Selain itu, di setiap bukaan jalan juga dipasang rumble street sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Tak hanya fokus pada badan jalan, fasilitas pendukung juga ikut diperhatikan. Sebanyak 94 penerangan jalan umum (PJU) telah terpasang di sepanjang ruas Jalan Panglima Sudirman hingga Tugu Bandeng. Namun demikian, PJU di depan Kantor Bulog Pati sempat mengalami gangguan sekitar dua pekan lalu.

Menindaklanjuti kendala tersebut, pihak Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati guna penambahan MCB PLN.

“Lampu sudah terpasang semua, tapi kemarin karena ada kendala di depan Bulog itu kemarin sudah dua minggu yang lalu, satu mingguan ini kita sudah bersurat ke PLN, Dishub kabupaten untuk dilakukan penambahan MCB baru sehingga nanti dapat teratasi, minggu ini akan kita kejar PLN,” jelasnya.

Untuk menambah kenyamanan sekaligus mempercantik kawasan jalan, dilakukan pula penanaman 257 pohon pule dan 200 pohon tanjung dengan tinggi sekitar 2 hingga 3 meter di sepanjang jalur tersebut.

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jalil pun mengimbau para pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara, terlebih di musim hujan.

“Imbauannya tetap patuhi rambu-rambu dan peraturan yang ada tetap jaga kecepatan, tetap hati-hati saat berkendara terutama saat hujan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudah Overload, Bagaimana Nasib Perluasan TPA Tanjungrejo Kudus?

0
Tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kabupaten Kudus sudah overload dan ditinjau oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Jum’at (26/12/2025). Meksi begitu belum ada wacana perluasan lahan TPA pada tahun 2026.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, bahwa perluasan lahan untuk TPA harus ada izin dari Kementerian LH. Ketika izinya belum terbit, pihaknya tidak berani melakukan perluasan.

Baca Juga: 82 Persen Relawan Disebut Sudah Dibackup BPJS Ketenagakerjaan, Anggota Baru Diminta Mendaftar

.”Untuk perluasan TPA kami menunggu izin dan regulasi. Setelah ada izinnya, baru nanti bisa dilakukan perluasan,” ujar Sam’ani di TPA Tanjungrejo saat mendampingi Menteri LH.

Ketika perluasan lahan disetujui, Sam’ani menginginkan agar nanti digunakan untuk pengolahan sampah. Bukan digunakan untuk tempat pembuangan atau menumpuk sampah.

“Moga-moga izinnya keluar. Nanti lahan itu kita gunakan untuk lokasi pengolahan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) lagi. Saat ini kita sudah punya RDF dan awal tahun 2026, ditarget bisa beroperasi,” harapnya.

Kunjungan Menteri LH memang menghasilkan beberapa catatan untuk pengelolaan sampah di Kudus. Selama ini pengelolaan sampah di Kota Kretek nilainya 55 poin, sehingga menjadikan masuk kategori kotor.

“Nilai 55 poin itu masuk kategori kotor. Kalau nilainya sudah naik jadi 60-75poin, Kudus nanti jadi kategori sertifikat. Nilai 75-85 poin, masuk kategori adipura. Sedangkan nilai di atas 85, masuk kategori kencana,” ujar Menteri LH,.Hanif Faisol Nurofiq.

Selain pengelolaan sampah, Hanif juga menyoroti TPA Tanjungrejo yang sudah overload. Menurutnya, kondisi TPA Tanjungrejo berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan jika tidak segera ditangani secara serius.

“Segera sanksi akan kami berikan untuk penanganan TPA Kudus. Ini sama seperti daerah lain, tidak ada pengecualian,” tegasnya.

Baca Juga: Terekam Kamera Bawa Sajam dan Diduga Hendak Tawuran, 19 Remaja Undaan Kudus Diamankan Polisi

Untuk TPA Tanjungrejo, tuturnya, Kementerian LH akan melakukan pengawasan ketat selama enam bulan ke depan. Jika dalam periode tersebut nilai perbaikan pengelolaan lingkungan masih berada di bawah angka 40, maka sanksi akan diperberat hingga ke ranah pidana sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.

“Sebaliknya, apabila nilai pengelolaan lingkungan berada di kisaran 40 hingga 90, sanksi akan diperpanjang sambil melihat progres perbaikan. Sementara jika nilainya melampaui angka 90, sanksi akan dicabut karena dianggap telah memenuhi standar lingkungan,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -