Beranda blog Halaman 100

Buka Pelayaran Lagi, Begini Nasib Penumpang KMP Siginjai yang Sempat Digantung 

0
Puluhan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai gagal berangkat ke Pulau Karimunjawa pada Jumat (26/12/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai yang sebelumnya sempat menutup sementara pelayaran selama tiga hari akibat kerusakan mesin, pada Sabtu, (27/12/2025) kembali membuka pelayaran.  

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025) total terdapat 46 penumpang KMP Siginjai yang sudah terlanjur datang ke Pelabuhan Penyebrangan Jepara untuk menyebrang ke Karimunjawa.  

Baca Juga: Ini Penyebab KMP Siginjai Gagal Berangkatkan Penumpang ke Karimunjawa Jepara  

Mereka sudah tiba di Pelabuhan sebab tidak mendapat informasi resmi terkait jadwal penundaan kapal. Sebagian dari mereka bahkan ada yang sampai marah-marah karena sudah melakukan perjalanan jauh untuk tiba di pelabuhan.  

Kapal sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Jumat  pukul 06.30 WIB. Namun, hingga siang hari mereka belum mendapat kepastian keberangkatan dari pihak ASDP. 

Staf Pelabuhan Penyebrangan Jepara, M. Iqbal Hidayat mengatakan pada hari ini KMP Siginjai sudah kembali berlayar dengan membawa 255 penumpang dari total kapasitas sebanyak 265 penumpang. 

“Untuk Kapal Siginjai hari ini sudah kembali berlayar, jadwalnya tadi pagi pukul 07.00 WIB,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/12/2025). 

Informasi terkait kepastian keberangkatan kapal tersebut disampaikan oleh pihak ASDP pada Jumat, (26/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. 

Sedangkan pada Jumat siang, menurut Iqbal rata-rata penumpang KMP Siginjai yang sebelumnya tidak bisa berangkat sudah terlanjur memesan tiket Kapal Express Bahari untuk berangkat pada Sabtu, (27/12/2025). 

Baca Juga: Tak Diberitahu Kapal Off, Puluhan Penumpang KMP Siginjai Gagal Liburan ke Karimunjawa

“Penumpang pejalan kaki mereka tetap berangkat pakai Express, karena Jumat (26/12) siang sudah pesen tiket. Yang pakai motor, tetap berlayar dengan Siginjai,” ungkapnya. 

Total sejak Sabtu, (20/12/2025) – Sabtu, (27/12/2025) total terdapat 3.334 penumpang yang menyebrang ke Pulau Karimunjawa. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jumlah Wisatawan Karimunjawa Jepara Menurun di Libur Nataru 

0
Wisatawan akan menyeberang menuju Karimunjawa di Pelabuhan Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pelabuhan Penyebrangan Jepara ramai dipadati penumpang selama satu minggu terakhir. Rata-rata penumpang kapal merupakan wisatawan yang akan menghabiskan masa libur di Pulau Karimunjawa, Jepara.  

Namun, meski ramai penumpang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa pada masa libur Nataru tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Ini Penyebab KMP Siginjai Gagal Berangkatkan Penumpang ke Karimunjawa Jepara  

Kepala Cabang PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur Jepara yang mengelola Kapal Express Bahari, Jeffri Putra Rukmana mengatakan antusiasme penumpang pada tahun ini mengalami penurunan sekitar 10-20 persen dibanding tahun sebelumnya. 

“Ngga seperti tahun sebelumnya, tahun ini antusias penumpang agak turun. Sekitar 10-20 persen,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (27/12/2025). 

Jeffri melanjutkan, meskipun mengalami penurunan, di momen tertentu pihaknya masih menambah jadwal penyebrangan kapal ke Pulau Karimunjawa. Total terdapat tiga kapal yang dioperasikan selama musim libur Nataru. 

Yaitu KMC. Expres Bahari 8F dengan kapasitas 390 penumpang, KMC Express Bahari 1C dengan kapasitas 349 penumpang, dan KMC Express Bahari 3C dengan kapasitas 245 penumpang. 

“Meskipun (jumlah penumpang) turun, jadwal tambahan tetap ada, menyesuaikan dengan permintaan. Misal tiba-tiba ada lonjakan akan kita koordinasikan untuk tambahan kapal,” katanya. 

Wisatawan Karimunjawa di momen libur Nataru kali ini menurut Jeffri, didominasi oleh wisatawan lokal. Yaitu dari Bandung, Jakarta, dan Surabaya. 

“Kalau (wisatawan) mancanegara agak kurang, karena kalau mereka biasanya ke Karimunjawa di Bulan Agustus,” ungkapnya. 

Sementara itu, Staf Pelabuhan Penyebrangan Jepara, M. Iqbal Hidayanto mengatakan Sabtu, (20/12/2025) – Sabtu, (27/12/2025) total terdapat 3.334 penumpang yang menyebrang ke Pulau Karimunjawa. 

Mereka didominasi penumpang Kapal Express Bahari. Sebab sejak Rabu, (24/12/2025) KMP. Siginjai berhenti berlayar karena mengalami kerusakan mesin. 

Baca Juga: Tak Diberitahu Kapal Off, Puluhan Penumpang KMP Siginjai Gagal Liburan ke Karimunjawa

“Alhamdulillah kondisi penumpang cukup ramai, sejak satu minggu terakhir. Ramai tapi lancar,” katanya. 

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang, Iqbal mengatakan di Pelabuhan Penyebrangan Jepara sudah dibangun Pos Pengamanan Nataru dan dilengkapi dengan beberapa petugas dari pihak terkait yang disiagakan selama momen Libur Nataru. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Terekam Kamera Bawa Sajam dan Diduga Hendak Tawuran, 19 Remaja Undaan Kudus Diamankan Polisi

0
Polsek Undaan yang didukung Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus mengamankan 19 remaja yang kedapatan membawa senjata tajam di Jalan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Polsek Undaan yang didukung Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus mengamankan 19 remaja yang kedapatan membawa senjata tajam di Jalan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Penindakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 03.30 WIB dan sempat terekam kamera CCTV milik warga sekitar. Rekaman tersebut turut membantu petugas dalam mengungkap aktivitas mencurigakan kelompok remaja tersebut.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

Dalam pengamanan itu, polisi menyita sebanyak 14 senjata tajam dengan berbagai jenis dan ukuran sebagai barang bukti. Senjata tajam tersebut diketahui disembunyikan di kamar milik salah satu anggota kelompok.

Kapolsek Undaan AKP Uji Andi Haryono menjelaskan, kejadian bermula dari aksi saling ejek antar kelompok remaja yang kemudian mengarah pada rencana tawuran. Namun, bentrokan fisik belum sempat terjadi karena tidak ada respons dari salah satu kelompok yang terlibat.

“Karena tawuran belum terjadi dan para remaja tersebut masih di bawah umur serta masih berstatus pelajar, kami memilih langkah pembinaan,” ujar AKP Uji Andi Haryono melalui siaran tertulisnya, Sabtu (27/12/2025).

Sebanyak 19 remaja itu kemudian dibawa ke Balai Desa Medini untuk menjalani pembinaan bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan kepolisian. Pembinaan dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri Danramil 03/Undaan Letda Pal Teguh Raharjo, Kepala Desa Medini Agus Sugiyanto, Kepala Desa Kalirejo Agus Hariyanto, Kepala Desa Terangmas Sudiyono, serta Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus.

Baca Juga: TPA Tanjungrejo Overload, Menteri LH Siapkan Sanksi untuk Kudus

Dalam pembinaan itu, para remaja diminta membuat surat pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga diwajibkan menjalani wajib lapor ke Polsek Undaan dan Koramil 03/Undaan setiap hari Senin dan Kamis.

Selain itu, Polsek Undaan mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

82 Persen Relawan Disebut Sudah Dibackup BPJS Ketenagakerjaan, Anggota Baru Diminta Mendaftar

0
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat dari sebanyak 958 anggota relawan di Kabupaten kudus, 793 anggota relawan atau 82 persen di antaranya telah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjamin para relawan yang telah berjuang membantu masyarakat yang dalam kesusahan mengalami kebencaanaan.

Dengan tugas yang begitu berat dan banyak kemungkinan risiko yang dialami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui BPBD memberikan jaminan terhadap relawan yang ada. Baik relawan dari desa, relawan dari organisasi masyarakat, serta relawan dari BPBD. 

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyampaikan, sebanyal 793 relawan yang sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan merupakan semua relawan yang sudah didata. Mereka di antaranya, merupakan personel relawan BPBD, Kencana, Destana, PMI, dan relawan lainnya.  

“Sebagian besar sudah kami berikan jaminan, mungkin yang belum adalah relawan yang baru gabung. Khususnya tim rescue, untuk relawan destana yang belum masuk ke BPJS Ketenagakerjaan bisa segera didaftarkan,” ungkapnya. 

Tujuan adanya fasilitas itu diberikan, supaya relawan yang sering berjibaku di lapangan merasa aman ketika menjalankan tugasnya. Hal itu dinilai penting, mengingat relawan senantiasa membantu korban bencana, baik banjir, longsor, serta kebakaran dengan risiko tinggi.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

“Ya intinya agar mereka merasa aman, nyaman dalam menjalankan tugas membantu masyarakat yang mengalami kesusahan. Apalagi bencana alam tidak bisa diprediksi dan sewaktu-waktu membutuhkan adanya peran relawan,” tegasnya.

Dengan jaminan tersebut, dia berharap relawan terus menjadi bagian yang selalu bergerak melakukan penanganan bencana di mana pun bencana alam berada.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diguyur Hujan dengan Intensitas Tinggi, Beberapa Bencana Terjadi di Kudus 

0
Jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, dipenuhi tumpukan sampah bambu dan kayu. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kudus, mulai sore hingga malam hari, Jumat (26/12/2025). Hujan yang berlangsung lama tersebut mengakibatkan Sungai Piji meluap hingga membawa material kayu dan sampah.

Jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, dipenuhi tumpukan sampah bambu dan kayu sehingga aliran air tidak lancar. Menyikapi hal itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama dengan OPD terkait serta dibantu TNI dan Polri membersihkan sampah dengan mengerahkan alat berat eskavator. Jumat (26/12/2025) malam. 

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

Bupati Sam’ani mengatakan, luapan air sungai bahkan sempat melewati parapet atau tanggul sungai. Penanganan dilakukan supaya limpasan air bisa teratasi dan tidak terjadi banjir akibat limpasan air ke pemukiman warga.

“Kabupaten Kudus saat ini hujan deras dengan intensitas cukup tinggi. Sampah terlihat banyak sekali dan menghambat aliran air di tiang Jembatan 1 Kesambi,” katanya saat meninjau lokasi, Jumat (26/12/2025) malam. 

Ia mengapresiasi langkah PUPR dan BPBD Kabupaten Kudus yang sigap dalam penanganan bencana yang dilakukan. Bahkan ia menegaskan menyelesaikan penanganan untuk membersihkan sampah seketika malam itu.

“Teman-teman PUPR dan BPBD Kudus dibantu TNI Polri menangani secara cepat dalam penanganan. Malam ini kita selesaikan, biar airnya lancar. Kita lihat di atas kondisinya masih mendung yang berpotensi hujan, jadi akan kami selesaikan malam ini juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, tanggul yang mengalami jebol di Desa Golan Tepus, kecamatan Mejobo akan dilakukam penanganan esok hari, yakni Sabtu (27/12/2025). Pihaknya melibatkan semua pihak dalam penaganan bencana tersebut.

“Mohon doanya supaya kudus aman terkendali,” tututrnya. 

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabuapaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyebut, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kudus Jumat (26/12/2025), beberapa bencana terjadi. Di antaranya, pohon tumbang di tiga titik, luapan air Sungai Piji, serta tanggul jebol di Desa Golan Tepus.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

“Ada beberpa bencana yang terjadi di Kudus, meliputi pohon tumbang di tiga titik, banjir di sungai piji, dan Alhamdulillah masih terkendali,” terangnya.

Tanggul Jebol di Golantepus serta dua titik pelimpasan, katanya, akan di tangani hari ini. Sebab, sebelum menangani sampah di Jembatan 1 Kesambi, pihaknya juga telah menangani bencana di Hadipolo, dan pohon tumbang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Liburan Sekolah, Joglo Dopang Jadi Destinasi Wisata Idaman di Kudus

0
Joglo Dopang yang berada di lereng Pegunungan Muria, tepatnya Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Momen liburan sekolah bebarengan dengan perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru) 2025/2026 ini sejumlah tempat wisata di Kabupaten Kudus menjadi dambaan wisatawan dari berbagai daerah. Tak terkecuali, wisata Joglo Dopang, yang berada di lereng Pegunungan Muria, tepatnya Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang kian diminati oleh pengunjung.

Apalagi destinasi yang ditawarkan di tempat wisata itu menyuguhkan keindahan alam yang laur biasa. Pengunjung dapat menikmati destinasi berupa kolam renang dengan melihat langsung pesona alam Muria yang masih asri. 

Baca Juga: Libur Sekolah, Wisata Sumber Pelangi Soneyan Pati Diserbu Pengunjung

Owner Joglo Dopang, Heni Widyastuti menyampaikan, lonjakan pengunjung mulai dirasakan pada pertenghan Desember 2025. Ia mengkalkulasi peningkatan wisatawan yang datang ke tempat tersebut mengalami kenaikan 40-50 persen dibandingkan hari biasanya. 

“Kalau dibandingkan dengan hari biasanya, tetap ada kenaikan lonjakan pengunjung, sekitar 40-50 persen. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan sampai 25 persen,” bebernya saat ditanya melalui aplikasi pengirim pesan, Sabtu (27/12/2025).

Sejauh ini, kata dia, pengunjung yang berdatangan ke tempat wisata itu masih didominasi wilayah eks-Karesidenan Pati. Meski demikian, pengunjung dari Jakarta, Bandung, dan sebagainya juga pernah menikmati wisata yang disuguhkan dengan konsep menyatu dengan alam tersebut.

“Seperti kemarin, Jumat (26/12/2025), ada sebanyak 230 orang berlibur di sini. Ini termasuk mengalami peningkatan, dari hari biasanya yang hanya berkisar 100 orang per harinya. Sedangkan kalau tanggal merah ada 300-an orang berkunjung,” terangnya.

Destinasi wisata yang menyuguhkan keindalam alam itu harga tiket masuk (HTM) dipatok Rp15 ribu untuk hari libur dan Rp10 ribu di hari biasa. Berbagai kalangan mulai remaja hingga orang dewasa serta keluarga disebut sangat tertarik dengan wisata yang ditawarkan di sana.

Terlebih kehadiran ruang penginapan sebanyak dua kamar yang tersedia membuat tempat itu semakin banyak diminati. Menurut Heni, dua kamar penginapan dihadirkan sebagai permintaan dari pengunjung yang ingin berlama-lama liburan di sana.

“Penginapan ini mulai kami sediakan sejak 23 Desember 2025 ini. Di dalamnya terdapat kamar mandi, mini dapur, bad, serta fasilitas AC untuk kenyamanan pengunjung,” ungkapnya.

Ia menyebut, harga per malam yang menginap di sana dibandrol dengan harga Rp500 ribu. Sejauh ini untuk peminat penginapan dari dalam kota sendiri, yang kebanyakan dari mereka tak mau untuk berlibur ke luar kota.

Baca Juga: Menjelajah Keindahan Pesona Air Terjun Tretes, Destinasi Wisata di Pati yang Wajib Dikunjungi

“Responnya bagus, sebagian besar dari mereka mengatakan nyaman dan tenang, jauh dari kata berisik. Alhamdulillah hingga 31 Desember 2025 penginapan sudah full booking,” jelasnya.

Ia berharap, tempat tersebut bisa menjadi destinasi favorit, utamanya lokasi renang dengan air bersih tanpa kaporit. Ia menyadari, meskipun pengunjung naik turun hal itu disebutnya wajar, karena mungkin ada tempat wisata baru. Sehingga pengunjung in ingin mencoba suasana liburan baru,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Geger Penemuan “Harta Karun” di Sungai Wegil Pati

0
Jagat dunia maya digegerkan dengan penemuan diduga "harta karun" di sungai Dukuh Kincir, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI  – Jagat dunia maya digegerkan dengan penemuan diduga “harta karun” di sungai Dukuh Kincir, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Adanya temuan harta karun itu diunggah di Facebook oleh akun Mbah Brek.

Sang pemilik akun mengunggah video menjadi beberapa bagian. Dalam video tersebut tampak ada beberapa orang menyusuri sungai. Mereka menyebar ke beberapa titik untuk mendulang pasir. Ada yang mengaku mendapatkan emas, hingga barang-barang antik. Mulai dari cincin hingga tusuk konde.

Baca Juga: Inovasi Smart Adaptive Classroom Bawa MA Salafiyah Kajen Juara Olimpiade Internasional

Di dalam video itu pula, sang pembuat video menarasikan bahwa mereka sedang melakukan aktivitas berburu emas sejarah kejayaan Suku Kalang atau Arya pada zaman Le Muria.

Supriyadi, salah satu warga setempat, mengaku justru tidak tahu-menahu mengenai temuan emas yang tengah viral tersebut.

“Saya pribadi sebagai warga sini malah belum tahu kalau ada kabar viral itu. Baru hari ini dapat kabar dari Pak Lurah,” ujar Supriyadi saat diwawancarai di pinggir sungai yang diduga menjadi lokasi penemuan, Jumat (26/12/2025).

Meskipun warga lokal seperti Supriyadi mengaku tidak melihat langsung adanya emas, ia membenarkan bahwa ada sejumlah orang dari luar daerah yang datang ke sungai tersebut untuk mengadu nasib. Berdasarkan informasi yang ia terima, para pencari emas tersebut bukan merupakan penduduk asli desa setempat.

“Kalau nggak salah dari keterangan warga, ada yang bilang orang Kudus (wilayah lain) atau warga mana gitu. Bukan warga sini,” tambahnya.

Menurut Supriyadi, para pendatang ini mulai terlihat melakukan pencarian emas sejak beberapa hari lalu. Meski kabar ini menyebar luas, ia sendiri belum bisa memastikan apakah mereka benar-benar berhasil mendapatkan emas atau tidak, apalagi mengenai bentuk dan kualitas emas yang ditemukan.

Menanggapi fenomena ini, warga mengaku tidak merasa resah. Sebaliknya, jika kabar tersebut benar, warga menyambutnya dengan tangan terbuka sebagai potensi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau memang ada, ya malah senang. Bagus kalau warga sini bisa ikut cari, jadi tambah penghasilan. Tapi ya ada dan tidaknya (emas) belum tahu pasti,” ucapnya.

Bhabinkamtibmas Desa Wegil, Aipda Nur Rohim, menjelaskan, aksi pemburuan harta karun itu sudah berlangsung dalam lima hari terakhir. Mereka bukanlah warga setempat, melainkan dari Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Sepengetahuannya, barang-barang yang ditemukan kemungkinan tidak berharga. Mungkin ada yang menemukan cincin atau menemukan benda menyerupai emas, tapi belum dikonfirmasi bahwa itu memang benar-benar emas atau bukan.

“Beberapa hari ini mereka melakukan pencarian barang-barang yang ada di sungai. Ada yang menemukan cincin, ada yang menemukan benda-benda yang sifatnya buangan,” ungkapnya.

Meski viral di media sosial, tapi menurutnya warga setempat tidak tertarik untuk ikutan berburu. Hanya ada satu atau dua warga yang datang ke lokasi karena ingin tahu dan melihat aktivitas mereka.

“Dari warga sini pun istilahnya membiarkan dan tidak terlalu mempedulikan. Warga tidak begitu mempermasalahkan kegiatan tersebut, karena tidak mengganggu lingkungan dan tidak mengganggu masyarakat sini,” katanya.

Sepengetahuannya, dari dulu Dukuh Kincir tak punya potensi untuk penambangan emas di sungai atau pendulangan emas. Sehingga, dirinya juga belum bisa memastikan apakah penemuan emas itu benar apa tidak.

Baca Juga: Pati Angkat Seni Pertunjukan sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

“Dukuh Kincir ini potensi untuk penambangan emas di sungai atau pendulangan emas ini belum pernah terjadi,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait perburuan harta Karun itu, pemilik akun Facebook pengunggah video, Mbah Brek, belum memberikan jawaban.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Puluhan Rumah Warga Gebang Pati Rusak Diterjang Angin Kencang

0
Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, pada Jumat (26/12/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, pada Jumat (26/12/2025). Terjangan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras itu menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 57 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat genteng beterbangan dan runtuh. Dari jumlah tersebut, tiga rumah mengalami kerusakan paling parah.

Baca Juga: TPA Tanjungrejo Overload, Menteri LH Siapkan Sanksi untuk Kudus

Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 14.15 WIB, saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut disertai angin kencang.

Kepala Desa Gebang, Moh Susilo menyampaikan, bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Saat ini, proses pendataan kerugian material masih terus dilakukan.

“Tadi terjadi sekitar jam 14.15 WIB hujan sangat lebat sekali dan terjadi puting beliung.Rumah warga kami yang terkena puting beliung yang paling parah itu sekitar 3 rumah. Kebanyakan genteng pada rontok semua itu ada sekitar 57 rumah, ” ujarnya.

Pasca kejadian, warga bersama aparat TNI dan Polri serta relawan BPBD bahu-membahu membersihkan sisa genteng yang berserakan. Selain itu, mereka juga bergotong royong memperbaiki atap rumah warga yang rusak agar bisa kembali ditempati.

Baca Juga: Disorot Menteri LH, Kudus Masuk Kategori Kabupaten Kotor di Indonesia

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Tidak ada korban jiwa, kerugian material masih kita data. Kita sementara gotong – royong bersama warga dan dibantu Polri – TNI, dan relawan BPBD Pati, ” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

0
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq turut meninjau pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) milik PT Pura Group saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kudus, Jumat (26/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq turut meninjau pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) milik PT Pura Group saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kudus, Jumat (26/12/2025).

Pengolahan sampah RDF milik pabrik kertas tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Hanif. Ia menilai langkah PT Pura mengelola sampah secara mandiri menjadi contoh baik bagi dunia industri dalam mendukung pengelolaan sampah daerah.

Baca Juga: Disorot Menteri LH, Kudus Masuk Kategori Kabupaten Kotor di Indonesia

“PT Pura ini sudah memiliki komitmen dengan kami. Mereka siap membantu penanganan sampah di Kudus, dan itu sangat kami apresiasi,” ujar Hanif di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo.

Hanif juga mendorong agar kapasitas pengolahan RDF milik PT Pura dapat ditingkatkan pada tahun depan. Menurutnya, peningkatan kapasitas sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi beban sampah di Kabupaten Kudus.

“Kami berharap kapasitasnya bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat dari yang ada sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur HR-GA Pura Group Kudus, Agung Subani, menjelaskan bahwa saat ini perusahaannya telah mengelola sampah secara mandiri menggunakan teknologi RDF. Sistem tersebut telah berjalan selama enam bulan dan berlokasi berdampingan dengan TPA Tanjungrejo.

“Sejak enam bulan lalu, Pura Group sudah mampu mengolah sampahnya sendiri dengan teknologi RDF. Saat ini kapasitasnya mencapai 25 ton per hari,” jelas Subani.

Terkait permintaan Menteri Lingkungan Hidup agar PT Pura turut berkontribusi dalam penanganan sampah daerah, Subani menyatakan pihak manajemen siap mendukung penuh. Dalam jangka pendek, sekitar 50 persen kapasitas RDF akan dialokasikan untuk mengolah sampah milik Pemerintah Kabupaten Kudus.

Ke depan, Pura Group juga berencana meningkatkan kapasitas pengolahan dengan melakukan investasi tambahan. Salah satunya melalui pembelian lahan baru di sekitar lokasi RDF yang ada saat ini.

“Rencananya kami akan berinvestasi lahan di sebelah lokasi RDF Pura Group untuk menambah lini produksi baru, sehingga kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan,” bebernya.

Baca Juga: TPA Tanjungrejo Overload, Menteri LH Siapkan Sanksi untuk Kudus

Menurut Subani, teknologi RDF sangat efektif karena hampir seluruh sampah yang masuk dapat diolah. Baik sampah berukuran besar maupun kecil dapat terserap secara maksimal dalam proses tersebut.

“Sampah berdimensi besar dibentuk menjadi bal, sedangkan yang kecil diolah dalam bentuk curah. Praktis hanya menyisakan kadar air sebagai residu,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

TPA Tanjungrejo Overload, Menteri LH Siapkan Sanksi untuk Kudus

0
Tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kabupaten Kudus, dinilai telah mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Kondisi tersebut mendapat sorotan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja ke Kudus, Jumat (26/12/2025).

Dalam kunjungannya, Menteri Hanif meninjau langsung kondisi TPA Tanjungrejo sekaligus mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus. Ia menyebut, secara nasional Kudus sebenarnya belum tercatat dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sehingga belum terkena sanksi administratif.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

“Kudus ini sebenarnya belum menyampaikan laporan ke dalam sistem informasi sampah nasional. Karena itu, belum masuk daftar daerah yang dikenai sanksi. Jadi sanksinya belum ada,” ujar Hanif di TPA Tanjungrejo Kudus, Jum’at (26/12/2025).

Meski demikian, Hanif menegaskan bahwa sanksi administratif tetap akan diberikan dalam waktu dekat. Pasalnya, kondisi TPA Tanjungrejo dinilai berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan jika tidak segera ditangani secara serius.

“Segera sanksi akan kami berikan untuk penanganan TPA Kudus. Ini sama seperti daerah lain, tidak ada pengecualian,” tegasnya.

Hanif mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama DPRD yang langsung merespons masukan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Upaya akselerasi telah dilakukan untuk mengurangi tekanan lingkungan akibat penumpukan sampah di TPA.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sampah di TPA Tanjungrejo ini sudah menjulang tinggi, sehingga penataan harus dilakukan secara lebih hati-hati. Menurutnya, pembangunan terasering (teras herring) menjadi keharusan untuk mencegah potensi longsor dan korban jiwa.

“TPA ini posisinya di tebing dan tinggian. Kalau tidak dikelola secara bijak, risikonya besar. Di beberapa daerah, kelalaian pengelolaan TPA seperti ini sampai menimbulkan korban jiwa,” jelas Hanif.

Hanif juga menyinggung larangan praktik open dumping di TPA yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam aturan tersebut, seluruh TPA seharusnya sudah menutup sistem open dumping paling lambat tiga tahun setelah undang-undang diberlakukan.

Kenyataannya, lanjut Hanif, sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia masih menerapkan sistem open dumping. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah agar TPA beralih ke sistem controlled landfill.

“Controlled landfill itu setiap sampah harus ditutup dengan tanah secara berkala. Tujuannya untuk mengurangi pencemaran lindi dan tekanan lingkungan lainnya,” ungkapnya.

Untuk TPA Tanjungrejo, tuturnya, Kementerian LH akan melakukan pengawasan ketat selama enam bulan ke depan. Jika dalam periode tersebut nilai perbaikan pengelolaan lingkungan masih berada di bawah angka 40, maka sanksi akan diperberat hingga ke ranah pidana sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.

“Sebaliknya, apabila nilai pengelolaan lingkungan berada di kisaran 40 hingga 90, sanksi akan diperpanjang sambil melihat progres perbaikan. Sementara jika nilainya melampaui angka 90, sanksi akan dicabut karena dianggap telah memenuhi standar lingkungan,” jelasnya.

Selain persoalan TPA, Hanif juga membeberkan hasil penilaian pengelolaan sampah secara menyeluruh di Kabupaten Kudus. Saat ini, Kudus memperoleh nilai 55 poin dan masih masuk dalam kategori kabupaten kotor.

“Nilainya tinggal sedikit lagi. Kalau mencapai 60 poin, Kudus sudah masuk kategori sertifikat. Tinggal sekitar lima poin lagi,” katanya.

Baca Juga: Disorot Menteri LH, Kudus Masuk Kategori Kabupaten Kotor di Indonesia

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, sudah ada beberapa kegiatan perbaikan di TPA Tanjungrejo. Di antaranya penataan sampah dengan sistem controlled landfill. Serta perbaikan saluran TPA dan kolam lindi.

“Selain itu, sebagian tumpukan sampah kita tutup dengan geosintetik. Tahun depan kita juga sudah memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengolahan sampah di TPA Tanjungrejo,” ujar Sam’ani.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Disorot Menteri LH, Kudus Masuk Kategori Kabupaten Kotor di Indonesia

0
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau TPA Tanjungrejo, Jum'at (26/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkunjung ke Kabupaten Kudus dan meninjau langsung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Jum’at (26/12/2025). Pada momen tersebut, Menteri LH menyebut bahwa Kudus termasuk salah satu kabupaten kotor di Indonesia.

Hanif mengatakan, bahwa indikator penilaian sebuah daerah masuk kategori sebagai kabupaten/kota kotor itu dinilai dari pengelolaan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus nilainya 55 poin.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

“Nilai 55 poin itu masuk kategori kotor. Kalau nilainya sudah naik jadi 60-75poin itu nanti jadi kategori sertifikat. Jadi Kudus ini kurang enam poin agar bisa masuk sertifikat,” ujar Hanif di TPA Tanjungrejo, Jum’at

Lebih lanjut, Hanif menyampaikan, ketika sebuah daerah pengelolaan sampah sudah bagus dan dapat nilai 75-85 maka masuk kategori adipura. Sedangkan nilai di atas 85, masuk kategori kencana.

“Tetapi dengan inisiasi Bupati Kudus dan Ketua DPR untuk menaikkan anggaran pengelolaan sampah di tahun 2026, insallah nilainya akan naik. Apalagi, di Kudus ini ada program pilah sampah di tingkat keluarga,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, di Indonesia hanya ada 10 kabupaten/kota yang pengelolaan sampahnya masuk kategori kencana. Sementara yang masuk kategori sertifikat ada 50 daerah.

“Selebihnya hampir 200 lebih, kabupaten/kota itu masuk kategori kotor, termasuk Kudus,” tandasnya.

Ia berharap, Kabupaten segera berbenah untuk pengelolaan sampah agar bisa masuk kategori sertifikat. Penilaian akan dilakukan pada bulan Februari 2026 bertepatan dengan hari sampah nasional. Ketika nanti hasil penilaian, Kudus masih masuk kategori kotor, maka akan diberi sanksi paksaan pemerintah kepada bupatinya.

“Karena memang Undang-Undangnya (UU) bicara begitu. Di negara kita ini memang harus ada yang bertanggung jawab. Nah, untuk sampah di UU 18 tahun 2008 yang bertanggung jawab di paling bawah adalah bupati/walikota,” bebernya.

Menanggapi Kudus yang masuk kategori kotor, Bupati Sam’ani Intakoris menuturkan, akan segera bergerak bersama Forkopimda, DPRD serta tentunya masyarakat. Sebab, penanganan sampah ini harus ada dukungan dari masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bergerak ssndiri. Kita butuh dukungan perusahaan swasra dan rakyat untuk penanganan dan pengelolaan sampah di Kudus,” ujar Sam’ani.

Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Rp64 Miliar di Kudus Hampir Rampung

Untuk meningkatkan nilai agar Kudus bisa naik level dan tak jadi kabupaten kotor, Sam’ani mengaku, sudah ada beberapa langkah yang dikerjakan. Di antaranya menutup sampah di TPA Tanjungrejo dengan geosintetik. Serta pengolahan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan beroperasi pada tahun 2026.

“Tahun depan, kami juga memberikan Bantuan Khusus (Bansus) ke desa untuk pengelolaan sampah dengan nilai Rp50 juta. Selain itu, program pilah sampah rumah tangga juga akan terus kita galakkan,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ini Penyebab KMP Siginjai Gagal Berangkatkan Penumpang ke Karimunjawa Jepara  

0
Puluhan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai gagal berangkat ke Pulau Karimunjawa pada Jumat (26/12/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai gagal berangkat ke Pulau Karimunjawa pada Jumat (26/12/2025). Beberapa penumpang mengaku sebelumnya, mereka tidak mendapat informasi resmi yang dikirimkan ke kontak personal terkait penundaan keberangkatan kapal. 

Supervisor Penyebrangan ASDP Jepara, Khairil Oka Juanda menjelaskan KMP Siginjai tidak bisa diberangkatkan karena ada kerusakan mesin. Kerusakan itu menurutnya sudah terjadi sejak Selasa, (23/12/2025) pada saat kapal melakukan perjalanan dari Pelabuhan Karimunjawa ke Jepara. 

Baca Juga: UMSK Jepara Resmi Hilang, Ini Alasan Pemkab Tak Ajukan di 2026 

Lalu kemudian pada Rabu, (24/12/2025) KMP Siginjai sudah tidak berlayar atau memberangkatkan penumpang. 

“Sebenarnya kapal ini sudah ada permasalahan mesin bukan hari ini saja. Sejak tanggal 23 Desember kapal sudah kami off sampai perbaikan selesai,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara, pada Jumat, (26/12/2025). 

Khoiril melanjutkan sejak kapal dinyatakan tidak beroperasi, pihak pelabuhan telah menyampaikan pengumuman resmi kepada manajemen cabang untuk diteruskan ke publik melalui media sosial dan kanal informasi resmi. 

Terkait banyaknya penumpang yang pada hari ini melakukan protes karena tidak mengetahui bahwa KMP Siginjai tidak melakukan pelayaran, ia mrngaku tidak mengatahui mengapa hal itu bisa terjadi. 

“Pengumuman sudah kami sampaikan ke manajemen cabang untuk dishare di media sosial. (Terkait informasi yang tidak sampai ke penumpang) itu saya kurang paham,” jelasnya. 

Sehingga ia mengaku kaget dengan banyaknya penumpang yang mengeluh tidak bisa diberangkatkan pada hari ini. 

“Kemarin hari Rabu juga lumayan banyak penumpang, alhamdulillah tidak ada kejadian seperti ini. Jadi hari ini kami cukup kaget, karena kapal sudah off sejak Selasa malam,” ungkapnya.

Berdasarkan data, tiket yang sudah terjual untuk keberangkatan pada hari Jumat sebanyak 150 penumpang. Sedangkan pada Rabu sebelumnya, tercatat 160 penumpang. 

Sementara penumpang yang hari ini datang ke pelabuhan dan tidak bisa berangkat sebanyak 46 penumpang. 

Dengan kondisi tersebut, Khoiril mengatakan pihaknya hanya bisa menyarankan penumpang untuk mengajukan refund melalui sistem tiket resmi. Terkait permintaan penumpang yang meminta kompensasi, pihaknya belum bisa memenuhi hal tersebut. 

“Dari kami hanya bisa menyarankan refund tiket. Prosesnya biasanya dua minggu sejak pengajuan,” jelasnya. 

Baca Juga: Monitoring Gereja, Pemkab Pastikan Perayaan Natal di Jepara Berlangsung Aman 

Khairil juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang, terutama di tengah arus libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami mohon maaf karena armada yang kami siapkan untuk menghadapi arus Nataru, saat operasi justru mengalami permasalahan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

281 Calhaj Kudus Belum Lunasi Bipih Tahap 1, Kemenag Ungkap Alasannya

0
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Sony Wardhana. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 281 calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Kudus tercatat belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) pada keberangkatan Haji 2026 mendatang. Beberapa faktor mempengaruhi adanya pelunasan tersebut belum sesuai kuota yang telah diberikan untuk Kabupaten Kudus.

Sebagai informasi, kuota haji Kabupaten Kudus pada 2026 ada sebanyak 1.245 jemaah. Kuota tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang telah melakukan pendaftar hingga tanggal 12 Februari 2013 silam.

Baca Juga: Bantu Pelaku UMKM, Dekranasda Kudus Mampu Raup Omzet Penjualan Hingga Rp20 Juta Sebulan Operasi

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Sony Wardhana menyampaikan, pelunasan Bipih tahap 1 untuk keberangkatan Haji 2026, telah resmi ditutup pada 23 Desember 2025. Menurutnya, ada sebanyak 964 Calhaj Kudus yang telah melunasi Bipih di tahap 1 dari total kuota 1.245 untuk Kabupaten Kudus.

“Sisanya ada sebanyak 281 calhaj yang tercatat belum melunasi Bipih. Dalam tahap 1 ini kami telah memberikan tenggat waktu selama satu bulan, mulai dari 24 November hingga 23 Desember 2025,” bebernya melalui aplikasi pengirim pesan, Jumat (26/12/2025).

Ia menyebut, alasan ratusan calhaj belum melunasi disebabkan beberapa hal. Pertama dikarenakan gagal sistem, kemudian Istithaah sehat masih dalam evaluasi, serta adanya alasan keluarga.

“Tapi tidak perlu kawathir, calhaj yang belum melunasi ini bisa melakukan pelunasan pada tahap kedua nanti. Untuk waktu pelunasan dimulai tanggal 2 sampai 9 Januari 2026,” ungkapnya.

Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Rp64 Miliar di Kudus Hampir Rampung

Pelunasan tahap kedua, katanya diperuntukan bagi mereka yang telah mengalami gagal sistem saat melakukan pelunasan pada tahap 1, kemudian Istithaah yang masih dalam evaluasi kesehatan, pendampingan, penggabungan, hingga cadangan. Pihaknya juga mencatat ada sebanyak 177 calhaj masuk kuota cadangan.

“Harapannya, calhaj yang gagal sistem pada tahap 1 nisa melakukan proses kembali. Istithaah sehat calhaj yang masih dalam evaluasi dokter segera selesai dan calhaj cadangan tolong dalam keadaan siap untuk mempersiapkan paspor dan kesehatan hajinya, bila sewaktu-waktu dipanggil untuk menggantikan calhaj yang tak melakukan pelunasan,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Refleksi Ekonomi Jateng 2025: Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Investasi Bergeliat

0
Kunjungan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi ke salah satu pabrik. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tahun 2025 menuju penghujung. Tinggal menghitung hari. Jawa Tengah bersiap menutup tahun dan menyongsong tahun baru 2026 dengan penuh harapan. Menyingkap kilas balik 2025, banyak cerita dan dinamika yang mengiringinya. Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tahun 2025 adalah lanskap baru. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin, senarai dinamika, capaian, maupun apresiasi berjalan mengirinya.

Terkhusus dalam bidang ekonomi, Provinsi Jawa Tengah melewati banyak dinamika. Meskipun ada kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD), pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah masih melesat.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp2.327.386

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Statistik (BPS) pada Rabu (5/11/2025), pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan III 2025 sebesar 5,37 persen secara Year on Year (YoY). Pertumbuhan itu lebih tinggi dari capaian nasional yang tumbuh 5,04 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh sejumlah sektor, di antaranya dari bilik pertumbuhan aktivitas barang dan jasa di Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih menyatakan, kontribusi ekonomi Jawa Tengah didominasi oleh empat lapangan usaha, meliputi industri pengolahan yang menyumbang 33,43 persen, perdagangan menyumbang 13,44 persen, pertanian menyumbang 12,88 persen, dan sektor konstruksi menyumbang 11,82 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi perekonomian Jateng dengan kontribusi sebesar 60,64 persen.

Capaian itu tak lepas dari beragam program yang digulirkan oleh Pemprov Jateng, termasuk upaya kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

“Ini merupakan hasil perencanaan dan kerja kolaborasi dari seluruh stakeholder, termasuk dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Senin (22/12/2025).

Melesatnya pertumbuhan ekonomi itu juga berpengaruh terhadap geliat investasi di provinsi ini. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun.

Capaian ini, diikuti dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, terbanyak nomor dua se-Pulau Jawa.

“Membangun suatu daerah itu tidak bisa mengandalkan APBD atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), itu hanya 15%. Sedangkan 85% adalah investasi yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, Provinsi Jawa Tengah mengedepankan collaborative government (pemerintahan kolaboratif),” ujar Ahmad Luthfi.

Tak hanya itu, Pemprov Jateng terus berkomitmen menjaga kepastian dan kenyamanan berusaha, memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, serta menyediakan layanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

Pemprov juga memastikan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten melalui pelatihan vokasi, link and match pendidikan-industri, serta program peningkatan keterampilan bagi pencari kerja.

Guna mendukung hal tersebut, Pemprov Jateng juga mendorong pembangunan dan pengembangan kawasan industri. Selain itu, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga didorong untuk membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru untuk meningkatkan investasi di wilayahnya masing-masing.

Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot investasi dan menumbuhkan ekonomi daerah menuai hasil dan apresiasi. Pemprov Jateng menerima penghargaan Pioneer of Economic Empowerment atau Pelopor Pemberdayaan Ekonomi dalam ajang Indonesia Kita Award. Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan pada Senin (10/11/2025).

Tentu, muara tumbuhnya perekonomian dan menggeliatnya investasi adalah kesejahteraan masyarakat. Capaian-capaian itu bukanlah isapan jempol belaka. Buktinya, berdasarkan data BPS Jateng, persentase penduduk miskin di provinsi ini turun dari 9,58 persen pada September 2024 menjadi 9,48 persen pada Maret 2025, atau turun 0,10 persen.

Lantas, bagaimana Pemprov Jawa Tengah menyongsong tahun 2026 dalam bidang ekonomi? Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, Jawa Tengah berada pada fase pemulihan dan transformasi struktural dalam menyongsong tahun 2026.

“Industri pengolahan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara sektor pertanian terus menjaga stabilitas pangan dan inflasi,” kata Sujarwanto saat membuka acara Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference dengan tajuk “Central Java at a Crossroads: Between Manufacturing & Agriculture” di Kota Semarang pada Senin, 8 Desember 2025.

Ia menilai, sektor industri pengolahan dan pertanian menjadi dua lapangan usaha yang demikian penting bagi Jawa Tengah. Sektor industri pengolahan merupakan mesin pertumbuhan ekonomi dengan porsi yang dominan dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sementara itu, sektor pertanian memainkan peranan penting bagi ketahanan pangan lokal maupun nasional. Peran vital tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan industri pengolahan dan pertanian sebagai sektor prioritas pembangunan

Meskipun demikian, tantangan seperti tekanan harga pangan, dinamika global, dan pasokan bahan baku menuntut keseimbangan antara penguatan manufaktur dan modernisasi pertanian, agar ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pastikan Kelancaran dan Pelayanan Nataru, Ahmad Luthfi Tinjau Rest Area

Menyikapi hal tersebut, perlu adanya strategi melalui penguatan kawasan industri, percepatan investasi berbasis teknologi dan industri hijau, serta digitalisasi dan peningkatan produktivitas manufaktur.

Menurut Sujarwanto, kemitraan industri dengan petani juga perlu diperkuat guna menjaga pasokan bahan baku dan stabilisasi harga. Selain itu, hal ini juga perlu didukung dengan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja sesuai kebutuhan industri.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tak Diberitahu Kapal Off, Puluhan Penumpang KMP Siginjai Gagal Liburan ke Karimunjawa

0
Rencana puluhan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai untuk menghabiskan masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Karimunjawa pada Jumat, (26/12/2025) dipastikan gagal.  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana puluhan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai untuk menghabiskan masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Karimunjawa pada Jumat, (26/12/2025) dipastikan gagal.  

Padahal mereka sudah terlanjur datang ke Pelabuhan Penyebaran Kartini Jepara sejak pagi. Sebab kapal direncanakan berangkat pada pukul 06.30 WIB. Namun, hingga siang hari puluhan penumpang belum mendapatkan kepastian dari pihak Manajemen ASDP yang mengelola KMP Siginjai.  

Baca Juga: UMSK Jepara Resmi Hilang, Ini Alasan Pemkab Tak Ajukan di 2026 

Salah satu penumpang, Suci Amanatul (27) asal dari Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur bercerita ia bersama lima orang temannya sudah berangkat dari Mojokerto pada Kamis, (25/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB Kemarin. 

Ia sengaja berangkat lebih awal demi untuk mengejar jadwal keberangkatan kapal. Suci mengatakan pihak Manajemen ASDP sebelumnya memang sudah memberikan informasi bahwa kapal tidak berlayar melalui pesan Whatsapp. Namun, saat ia mendapat informasi tersebut sudah perjalanan menuju Jepara. 

“Saya dapat informasinya dadak-an, saat sudah perjalanan ke Jepara. Dikasih tau lewat WA,” kata Suci saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara pada Jumat, (26/12/2025).  

Suci mengaku sudah memesan tiket sejak Jumat, (19/12/2025) lalu. Tadinya ia berencana untuk berlibur di Karimunjawa hingga Senin, (29/12/2025). Akan tetapi, karena kondisi kapal yang tidak memungkinkan, ia terpaksa harus membatalkan beberapa agenda yang sebelumnya sudah ia susun.  

Untuk berlibur ke Karimunjawa, Suci mengaku sudah memesan tempat penginapan dan travel selama di Karimunjawa. Total uang yang sudah ia keluarkan yaitu sekitar Rp1,5 juta. 

Akibat hal tersebut, ia mengaku sangat merasa dirugikan dan berharap ada solusi dari pihak ASDP. 

“Sangat merugikan sekali karena ada tidak ada solusi yang benar-benar pasti, bagaimana kelanjutannya. Kami sudah terlanjur booking semua, penginapan, travel sudah pesen semua. Jadi ada kalau ada kendala harus reschedule, beberapa tempat harus di cut,” ujar Suci. 

Ia berharap ke depan hal itu tidak terjadi lagi dan pihak ASDP bisa memperbaiki manajemen pelayanan kepada penumpang kapal. 

Hal serupa juga dialami oleh Lala, salah satu penumpang dari Kota Jakarta. Ia yang berangkat bersama 10 orang temannya bahkan berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Sebab ia berencana untuk melakukan touring di Karimunjawa. 

Sama seperti Suci, ia dan 10 orang temannya juga sudah terlanjur memesan penginapan dan akomodasi selama di Karimunjawa. Sehingga ia meminta agar pihak manajemen bisa memberikan kompensasi. 

Baca Juga: Monitoring Gereja, Pemkab Pastikan Perayaan Natal di Jepara Berlangsung Aman 

“Kita udah terlanjur booking hotel, booking trip, terus seenaknya ngga ada pertanggungjawaban dari pihak ASDP, dia maunya di refund atau reschedule. Kita keberatan, kita maunya tolong ada solusi yang lain,” ujarnya. 

Adapun total penumpang kapal yang sudah berada di pelabuhan dan tidak bisa diberangkatkan yaitu sebanyak 46 penumpang. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -