BETANEWS.ID, PATI – Seni pertunjukan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digadang-gadang menjadi penggerak utama sektor ekonomi kreatif. Optimisme itu menguat setelah Kabupaten Pati berhasil masuk dalam jajaran penerima penghargaan Kabupaten/Kota Kreatif bersama enam daerah lainnya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif kepada Bupati Pati, Sudewo, pada Jumat (19/12/2025) lalu. Capaian ini menjadi pengakuan atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya dan seni pertunjukan.
Baca Juga: UMK Pati 2026 Resmi Rp2,485 Juta, Pengusaha Pastikan Iklim Usaha Tetap Kondusif
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono mengungkapkan, bahwa proses untuk meraih penghargaan tersebut tidak singkat. Menurutnya, tahapan yang dilalui cukup panjang dan memerlukan kesiapan administratif hingga verifikasi lapangan.
Rekso menjelaskan, proses penilaian meliputi pengumpulan berkas hingga uji petik. Persiapan Kabupaten Pati sebagai Kabupaten/Kota Kreatif bahkan telah dimulai sejak 2018. Selanjutnya, pada tahun 2024, Kabupaten Pati mengikuti Uji Petik PMK3I bersama sembilan kabupaten/kota lainnya.
“Dimulai tahun 2018, oleh kepala dinas yang dulu, kemudian dilanjutkan akhir 2022 kemudian di tahun 2024 kita di uji petik. Kemudian sebelum ditetapkan kami diundang untuk melakukan paparan di Kementerian Ekraf setelah dilakukan paparan jadi ada 9 kabupaten/ kota yang diundang untuk melakukan paparan,” jelas Rekso.
Dari proses tersebut, hanya enam kabupaten/kota yang dinyatakan lolos, termasuk Kabupaten Pati. Capaian ini membuat Dinporapar optimistis bahwa seni pertunjukan akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi kreatif daerah. Sebab, setiap gelaran seni pertunjukan dinilai mampu menarik kehadiran pelaku UMKM untuk membuka lapak dan memasarkan produk mereka.
“Dari seni pertunjukan otomatis membawa gerbong-gerbongnya dari 17 Sub Sektor oleh Kementerian Ekraf. Diantaranya adalah Kuliner, Kriya, Musik, Fashion dan lain-lain. Mudah-mudahan setelah ditetapkan nanti Kabupaten Pati lebih giat lagi ekonominya,” ucapnya.
Baca Juga: Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung di Wukirsari Pati Gagal Panen
Lebih lanjut, Rekso berharap, ke depan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih dinamis seiring berkembangnya sektor ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan.
“Kita selaku Pemerintah Kabupaten mendorong Kabupaten Pati dengan lokomotif seni pertunjukan, bisa menggandeng sub sektor yang lain, otomatis berputar,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

