31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Monitoring Gereja, Pemkab Pastikan Perayaan Natal di Jepara Berlangsung Aman 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memastikan perayaan ibadah Natal berlangsung aman usai melakukan monitoring ke sejumlah gereja. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, jumlah gereja di Kabupaten Jepara sebanyak 115 gereja. Terdiri dari 112 Gereja Protestan dan 3 Gereja Katolik yang digunakan umat Kristiani untuk merayakan Natal. 

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

-Advertisement-

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyebutkan dari jumlah itu, total terdapat 13 gereja yang dikunjungi selama pelaksanaan monitoring. 

“Alhamdulillah selama persiapan dan pelaksanaan Natal semua berlangsung aman, lancar, dan ini yang kami inginkan dari Pemerintah Kabupaten Jepara,” katanya usai melakukan monitoring di Gereja Katolik Paroki Stella Maris, Jepara pada Rabu (24/12/2025) malam.  

Hajar berharap situasi keamanan selama perayaan Natal di Kabupaten Jepara tetap terjaga, sehingga tercipta suasana aman dan harmonis di tengah masyarakat.  

“Kita sebagai warga Kabupaten Jepara menghormati dan memberikan selamat kepada saudara kita, umat Kristiani. Semoga Natal 2025 ini membawa keberkahan untuk kita semua dan umat Kristiani selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya. 

Sementara itu, Romo Gereja Katolik Paroki Stella Maris Jepara, Romo Antonius Gunardi Prayitno, MSF mengatakan perayaan Natal di Tahun 2025 bertemakan Allah hadir menyelamatkan keluarga-keluarga. 

Melalui tema itu ia berharap agar keluarga umat Kristiani bisa diberkati dan senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan.  

“Semoga semakin hebat pelayanannya dan dahsyat kesaksiannya, bisa memberi contoh yang baik,” katanya. 

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

Dalam perayaan Malam Misa Natal itu, juga diadakan pengarakan bayi yesus yang bertujuan sebagai pengingat akan sejarah lahirnya Yesus. Dalam khotbahnya ia berpesan agar sebagai umat, bisa mencontoh sikap kesederhanaan, rendah hati, serta ketaatan dalam melaksanakan sembahyang.  

“Kita sampaikan kisah para gembala dengan mengambil kesederhanaan, kerendahan hati, sembah. (karena) jaman sekarang persembahan kita kepada Allah kan dirong-rong oleh hal-hal duniawi,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER