BETANEWS.ID, KUDUS – Galeri Dekranasda Kabupaten Kudus mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah sejak diresmikannya pada 8 November 2025 silam. Hal tersebut tentu turut membuat bahagia para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kudus yang menitipkan barangnya di sana.
Apalagi, adanya dukungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas produk mereka serta semakin dikenal oleh masyarakat luas. Diketahui, sudah ada sebanyak 80 UMKM yang telah menitipkan barangnya di sana.
Baca Juga: Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bitingan: ‘Bangun RSUD Bisa Tapi Bangun Pasar Tidak Mampu’
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani mengatakan, bahwa penjualan di galeri Dekranasda terbilang cukup bagus, dengan pencapaian dalam sebulannya bisa meraup omzet Rp15 juta hingga Rp20 juta sejak launching pertamanya. Menurutnya, banyak pembeli luar daerah yang berminat membeli produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM Kudus.
“Sejak launching pada 8 november 2025 atau sebulan ini penjualan sudah ada Rp10 juta yang masuk di Dekranasda melalui QRIS. Tapi kalau secara keseluruhan sudah mencapai Rp15-20 juta,” bebernya belum lama ini.
Meski penjualan terbilang bagus, namun pihaknya mengaku masih mengalami kendala, terutama di bagian pelayanan galeri yang harus stay di tempat mulai dari pagi sampai sore hari.
“Kami masih terkendala untuk yang jaga kasir yang harus stay pagi hingga sore. Ke depan kita akan maksimalkan pelayanan demi memberikan pelayanan yang bagus untuk pengunjung,” ungkapnya.
Menurutnya, produk yang paling banyak dibeli atau laris manis diborong oleh pembeli adalah produk bordir dan ecoprint. Produk tersebut dibuat langsung oleh pelaku UMKM Kudus dan ternyata memang banyak diminati sebagian besar pembeli dari berbagai daerah.
“Sejauh ini untuk pembeli kebanyakan berasal dari luar daerah, seperti Lampung, Sulawesi, Sragen, Kalimantan, dan sebagainya. Tentu adanya galeri Dekranasda ini merupakan upaya kami membantu mengangkat produk mereka supaya lebih dikenal oleh masyarakat secara luas,” tuturnya.
Berbagai produk, mulai dari makanan, kreasi, ecoprint, bordir, fesyen, aksesoris, serta kedai kopi tersedia di sana. Ia menyebut, bahwa kapasitas ruang untuk menampung produk UMKM di Dekranasda sekitar 100-an produk.
Baca Juga: Kemenag Kudus Buka Suara Soal Kasus Biro Umroh AWG
“Karena saat ini baru menampung 80 produk, jadi kami masih membuka agar produk UMKM di Kudus ini bisa dititipkan ke kami untuk kita bantu penjualannya. Kami tetap akan mengkurasi produk yang berada di sini, agar produk-produk yang ada naik kelas,” sebutnya.
Adapun untuk kurasi yang dilakukan, ada beberapa standar yang harus diperhatikan. Di antaranya, produk harus memiliki PIRT, ada komposisinya serta petunjuk kadaluarsa, label halal, serta packaging yang bagus dan rapi.
Editor: Haikal Rosyada

