Beranda blog Halaman 101

Tak Diberitahu Kapal Off, Puluhan Penumpang KMP Siginjai Gagal Liburan ke Karimunjawa

0
Rencana puluhan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai untuk menghabiskan masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Karimunjawa pada Jumat, (26/12/2025) dipastikan gagal.  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana puluhan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai untuk menghabiskan masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Karimunjawa pada Jumat, (26/12/2025) dipastikan gagal.  

Padahal mereka sudah terlanjur datang ke Pelabuhan Penyebaran Kartini Jepara sejak pagi. Sebab kapal direncanakan berangkat pada pukul 06.30 WIB. Namun, hingga siang hari puluhan penumpang belum mendapatkan kepastian dari pihak Manajemen ASDP yang mengelola KMP Siginjai.  

Baca Juga: UMSK Jepara Resmi Hilang, Ini Alasan Pemkab Tak Ajukan di 2026 

Salah satu penumpang, Suci Amanatul (27) asal dari Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur bercerita ia bersama lima orang temannya sudah berangkat dari Mojokerto pada Kamis, (25/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB Kemarin. 

Ia sengaja berangkat lebih awal demi untuk mengejar jadwal keberangkatan kapal. Suci mengatakan pihak Manajemen ASDP sebelumnya memang sudah memberikan informasi bahwa kapal tidak berlayar melalui pesan Whatsapp. Namun, saat ia mendapat informasi tersebut sudah perjalanan menuju Jepara. 

“Saya dapat informasinya dadak-an, saat sudah perjalanan ke Jepara. Dikasih tau lewat WA,” kata Suci saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara pada Jumat, (26/12/2025).  

Suci mengaku sudah memesan tiket sejak Jumat, (19/12/2025) lalu. Tadinya ia berencana untuk berlibur di Karimunjawa hingga Senin, (29/12/2025). Akan tetapi, karena kondisi kapal yang tidak memungkinkan, ia terpaksa harus membatalkan beberapa agenda yang sebelumnya sudah ia susun.  

Untuk berlibur ke Karimunjawa, Suci mengaku sudah memesan tempat penginapan dan travel selama di Karimunjawa. Total uang yang sudah ia keluarkan yaitu sekitar Rp1,5 juta. 

Akibat hal tersebut, ia mengaku sangat merasa dirugikan dan berharap ada solusi dari pihak ASDP. 

“Sangat merugikan sekali karena ada tidak ada solusi yang benar-benar pasti, bagaimana kelanjutannya. Kami sudah terlanjur booking semua, penginapan, travel sudah pesen semua. Jadi ada kalau ada kendala harus reschedule, beberapa tempat harus di cut,” ujar Suci. 

Ia berharap ke depan hal itu tidak terjadi lagi dan pihak ASDP bisa memperbaiki manajemen pelayanan kepada penumpang kapal. 

Hal serupa juga dialami oleh Lala, salah satu penumpang dari Kota Jakarta. Ia yang berangkat bersama 10 orang temannya bahkan berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Sebab ia berencana untuk melakukan touring di Karimunjawa. 

Sama seperti Suci, ia dan 10 orang temannya juga sudah terlanjur memesan penginapan dan akomodasi selama di Karimunjawa. Sehingga ia meminta agar pihak manajemen bisa memberikan kompensasi. 

Baca Juga: Monitoring Gereja, Pemkab Pastikan Perayaan Natal di Jepara Berlangsung Aman 

“Kita udah terlanjur booking hotel, booking trip, terus seenaknya ngga ada pertanggungjawaban dari pihak ASDP, dia maunya di refund atau reschedule. Kita keberatan, kita maunya tolong ada solusi yang lain,” ujarnya. 

Adapun total penumpang kapal yang sudah berada di pelabuhan dan tidak bisa diberangkatkan yaitu sebanyak 46 penumpang. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

RS ‘Aisyiyah Kudus Perluas Program Mentari Clubfoot, Terintegrasi dengan Dinas Kesehatan

0
Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan anak melalui Program MENTARI Clubfoot. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan anak melalui Program MENTARI Clubfoot, sebuah program pengobatan kaki pengkor (clubfoot) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Saat ini, pelaksanaan program tersebut telah terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk memperluas jangkauan layanan.

Program MENTARI Clubfoot merupakan hasil kolaborasi Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah bersama MiracleFeet. Program ini difokuskan pada penanganan kaki pengkor secara menyeluruh, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan intervensi medis sejak usia dini.

Baca Juga: Bantu Pelaku UMKM, Dekranasda Kudus Mampu Raup Omzet Penjualan Hingga Rp20 Juta Sebulan Operasi

Dalam pelaksanaannya, Program MENTARI Clubfoot menyediakan layanan perawatan komprehensif tanpa dipungut biaya. Penanganan meliputi konsultasi medis, pemasangan gips secara bertahap, tindakan operasi perbaikan tendon (tenotomy) apabila diperlukan, hingga penggunaan sepatu khusus (brace) sebagai terapi lanjutan.

Perwakilan Humas RS ‘Aisyiyah Kudus, Ika Oktaviani, menyampaikan bahwa sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menjadi langkah strategis agar layanan ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus diharapkan mampu memperluas sosialisasi Program MENTARI Clubfoot hingga ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan begitu, anak-anak yang mengalami kaki pengkor bisa terdeteksi lebih cepat dan segera mendapatkan penanganan,” ujar Ika melalui siaran tertulisnya, Jum’at (26/12/2025).

Menurutnya, penanganan kaki pengkor tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan proses terapi yang berkelanjutan serta keterlibatan aktif orang tua agar hasil pengobatan berjalan optimal dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.

Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah risiko disabilitas permanen. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, anak-anak dengan kondisi clubfoot memiliki peluang besar untuk tumbuh dan beraktivitas secara normal.

Melalui kerja sama antara MPKU PP Muhammadiyah, MiracleFeet, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dan RS ‘Aisyiyah Kudus, Program MENTARI Clubfoot diharapkan menjadi solusi nyata dalam upaya peningkatan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Kudus dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Rp64 Miliar di Kudus Hampir Rampung

RS ‘Aisyiyah Kudus juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan ini. Orang tua diminta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan tanda-tanda kaki pengkor pada anak sejak lahir.

“Mari Peduli Sesama, Untuk Langkah yang Seimbang.” ajaknya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bantu Pelaku UMKM, Dekranasda Kudus Mampu Raup Omzet Penjualan Hingga Rp20 Juta Sebulan Operasi

0
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani di galeri Dekranasda. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Galeri Dekranasda Kabupaten Kudus mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah sejak diresmikannya pada 8 November 2025 silam. Hal tersebut tentu turut membuat bahagia para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kudus yang menitipkan barangnya di sana.

Apalagi, adanya dukungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas produk mereka serta semakin dikenal oleh masyarakat luas. Diketahui, sudah ada sebanyak 80 UMKM yang telah menitipkan barangnya di sana.

Baca Juga: Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bitingan: ‘Bangun RSUD Bisa Tapi Bangun Pasar Tidak Mampu’

Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani mengatakan, bahwa penjualan di galeri Dekranasda terbilang cukup bagus, dengan pencapaian dalam sebulannya bisa meraup omzet Rp15 juta hingga Rp20 juta sejak launching pertamanya. Menurutnya, banyak pembeli luar daerah yang berminat membeli produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM Kudus.

“Sejak launching pada 8 november 2025 atau sebulan ini penjualan sudah ada Rp10 juta yang masuk di Dekranasda melalui QRIS. Tapi kalau secara keseluruhan sudah mencapai Rp15-20 juta,” bebernya belum lama ini.

Meski penjualan terbilang bagus, namun pihaknya mengaku masih mengalami kendala, terutama di bagian pelayanan galeri yang harus stay di tempat mulai dari pagi sampai sore hari.

“Kami masih terkendala untuk yang jaga kasir yang harus stay pagi hingga sore. Ke depan kita akan maksimalkan pelayanan demi memberikan pelayanan yang bagus untuk pengunjung,” ungkapnya.

Menurutnya, produk yang paling banyak dibeli atau laris manis diborong oleh pembeli adalah produk bordir dan ecoprint. Produk tersebut dibuat langsung oleh pelaku UMKM Kudus dan ternyata memang banyak diminati sebagian besar pembeli dari berbagai daerah.

“Sejauh ini untuk pembeli kebanyakan berasal dari luar daerah, seperti Lampung, Sulawesi, Sragen, Kalimantan, dan sebagainya. Tentu adanya galeri Dekranasda ini merupakan upaya kami membantu mengangkat produk mereka supaya lebih dikenal oleh masyarakat secara luas,” tuturnya.

Berbagai produk, mulai dari makanan, kreasi, ecoprint, bordir, fesyen, aksesoris, serta kedai kopi tersedia di sana. Ia menyebut, bahwa kapasitas ruang untuk menampung produk UMKM di Dekranasda sekitar 100-an produk.

Baca Juga: Kemenag Kudus Buka Suara Soal Kasus Biro Umroh AWG

“Karena saat ini baru menampung 80 produk, jadi kami masih membuka agar produk UMKM di Kudus ini bisa dititipkan ke kami untuk kita bantu penjualannya. Kami tetap akan mengkurasi produk yang berada di sini, agar produk-produk yang ada naik kelas,” sebutnya.

Adapun untuk kurasi yang dilakukan, ada beberapa standar yang harus diperhatikan. Di antaranya, produk harus memiliki PIRT, ada komposisinya serta petunjuk kadaluarsa, label halal, serta packaging yang bagus dan rapi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Proyek Perbaikan Jalan Rp64 Miliar di Kudus Hampir Rampung

0
Ruas Jalan Besito-Gebog dan ruas Jalan Pasar Besito-Karangmalang telah diperbaiki. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Proyek perbaikan jalan di Kabupaten Kudus dengan nilai anggaran Rp64 miliar kini telah mencapai 90 persen hingga Rabu (24/12/2025) kemarin.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus memastikan pengerjaan puluhan paket jalan berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga: Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bitingan: ‘Bangun RSUD Bisa Tapi Bangun Pasar Tidak Mampu’

Koordinator Lapangan Tim Pengawas Dinas PUPR, Eko Saputro, menyebut ada 39 paket pekerjaan yang dikerjakan melalui APBD Perubahan 2025.

Lokasi perbaikan tersebar di sejumlah titik, termasuk Jalan Besito–Gebog dan Jalan Pasar Besito–Karangmalang.

“Saat ini progres perbaikan jalan sudah mencapai 90 persen. Kita sambil menunggu pekerjaan lainnya sesuai dengan jadwal yang sudah dijalankan,” bebernya.

Secara keseluruhan, Dinas PUPR menargetkan 67 paket pekerjaan sepanjang tahun ini dengan total anggaran Rp64,224 miliar. Rinciannya, 28 paket dari APBD Murni telah selesai, sementara 39 paket dari APBD Perubahan masih dalam proses.

“Untuk paket pekerjaan di APBD Murni telah rampung dijalankan. Sedangkan untuk paket pekerjaan di APBD Perubahan ini tentunya akan kita kebut agar semua pekerjaan selesai dengan baik,” terangnya.

Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah perbaikan Jalan Hos Cokroaminoto di Kelurahan Mlati Norowito.

Baca Juga: Kemenag Kudus Buka Suara Soal Kasus Biro Umroh AWG

“Harapannya seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, sehingga akses jalan di Kudus mulus dan memberi kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Eko.

Anggaran fisik Bina Marga Kudus ini sejalan dengan visi Bupati Kudus untuk meningkatkan pelayanan publik melalui perbaikan akses jalan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Brand Fashion Ternama dan Terlengkap Kini Hadir di Kudus

0
Nobby Store kini hadir di di Hypermart Extension Mall Kudus Lantai 2. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah brand fashion nasional ternama di Indonesia, Nobby Store kini hadir di di Hypermart Extension Mall Kudus Lantai 2. Kudus menjadi cabang ke-124 di seluruh Indonesia dari brand yang menyediakan fashion muslim tersebut.

Nobby Store hadir dengan sentuhan eksklusif serta harga yang terjangkau. Beberapa pilihan itu, di antaranya ada dress, tunik, scraf, aksesoris, pants, skirt, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Dari Coretan Jadi Cuan, Toni Buktikan Spanduk Lukis Bisa Jadi Bisnis Menjanjikan

Manajer Operasional Nobby Store Kudus, Abid menyampaikan, kehadiran brand fashion ternama nasional di Kudus dengan tampilan baru yang lebih fresh. Menurutnya, Nobby mengusung konsep fancy, eye-catching, fashionable, serta elegan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan bagi para pengunjung setianya.

“Setiap koleksi dirancang dengan teliti untuk menghadirkan busana dengan nuansa modest dan classy. Sehingga cocok digunakan untuk menemani berbagai aktivitas, baik acara formal maupun casual,” bebernya usai acara Grand Opening Nobby Store Kudus di Hypermart Extension Mall, Kamis (25/12/2025).

Dalam masa grand opening ini, Nobby akan memberikan kejutan manarik bagi pengunjung. Mereka bisa mendapatkan potongan harga spesial 20% untuk semua item. Tak hanya itu, berbagai hadiah menarik dihadirkan, sehingga pengunjung berkesempatan mendapatkan voucher belanja secara gratis senilai total jutaan rupiah dan free gift.

“Selain diskon, juga ada berbagai hadiah menarik senilai total jutaan rupiah! Ada doorprize di mana pengunjung berkesempatan mendapatkan voucher belanja secara gratis, dan spesial pengunjung bisa mendapatkan free gift,” sebutnya.

Ia menyebut, produk-produk Nobby yang dihadirkan juga sebagai upaya memberikan solusi bagi masyarakat akan kebutuhan pakaian muslim yang modern dan berkualitas, yang dimana setiap bulannya Nobby memberikan refreshment berupa produk New Arrival. Seperti hari ini, Nobby meluncurkan koleksi ekslusif bernama Linara Family Collection, sangat cocok untuk momen hangat bersama keluarga. Dan eksklusif launching Auri Collection, koleksi office looks Nobby yang elegan dan classy.

“Produk Nobby memiliki keunggulan dari segi bahan dan desainnya. Dari segi bahan, Nobby menggunakan material yang berkualitas tinggi sehingga nyaman digunakan sepanjang hari, bahan yang ringan dan lembut dikulit. Desain dari produk Nobby juga mengedepankan desain yang simple namun elegan, sehingga cocok untuk berbagai acara. Selain itu juga mudah untuk di mix dan match,” ujarnya.

Ke depan, Nobby bakal menghadirkan koleksi sarimbit dan koleksi spesial lebaran 2026 yang menggandeng beberapa selebritis papan atas Indonesia. Dari segi harga Nobby juga sangat kompetitif dan cenderung sangat terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas yang Nobby berikan kepada pelanggan. Range harga produk Nobby berkisar mulai dari Rp20 ribu hingga Rp500 ribu.

Dengan hadirnya store Nobby di Kudus, Abid berharap dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih menyenangkan bagi customer dan dikenal lebih luas di daerah Kudus dan sekitarnya. Nobby berkomitmen untuk terus menyediakan produk fashion muslim berkualitas yang tidak hanya affordable, tetapi juga fashionable dan nyaman dikenakan.

Ia menambahkan, selama periode Grand Opening Nobby Kudus terdapat diskon all items 20% di hari pembukaan, diskon 15% di tanggal 26 Desember 2025, dan diskon 10% di tanggal 27 Desember 2025 sampai 7 Januari 2026. Datang dan nikmati pengalaman berbelanja yang menyenangkan di Nobby Kudus sambil mengeksplorasi gaya fashion muslim yang classy. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi social media @nobby_kudus atau hubungi nomor Whatsapp 081944210395.Salah satu pembeli berasal dari Jepara, Ilya Rosadatul Lutfia mengaku, baru pertama kali tahu brand tersebut. Awalnya, hanya ingin main saja bersama kakaknya ke Hypermart Extension Mall Kudus.

Baca Juga: Barbershop di Kudus Ini Sediakan Tempat Bermain untuk Anak-Anak

“Awalnya ingin lihat-lihat saja, tapi kelihatannya bagus jadi sekalian beli. Tadi sudah beli empat item, dress dan dress. Untuk harga menurut saya terjangkau,” ungkapnya.

Memilih baju yang terpampang di sana, Kata Ilya, sebagai persiapan untuk lebaran yang sebentar lagi datang. Menurutnya dari segi desain, item Nobby menghadirkan warna yang kalem, sehingga ia merasa suka dan cocok.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Inovasi Smart Adaptive Classroom Bawa MA Salafiyah Kajen Juara Olimpiade Internasional

0
Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember.

Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, Hongkong, Turki, Uzbekistan, Belarusia, Bangladesh, Brasil, Yaman, dan Turkmenistan.

Baca Juga: UMK Pati 2026 Resmi Rp2,485 Juta, Pengusaha Pastikan Iklim Usaha Tetap Kondusif

Adapun tim MA Salafiyah Kajen, terdiri atas Hilya Mafaza (XI E), Sabrina Nazilatur Rohmah (XI E), Muhammad Ridwan Arsyad (X A), Nazwa Cahya Mutiara (XI E), dan Shofi Aulya Luthfyana (XI E).

Pada ajang tersebut, mereka berhasil meraih medali emas melalui penelitian berjudul “IoT-Based Smart Adaptive Classroom Integrating Smartband and Environmental Sensors for Real-Time Learning Optimization.”

Penelitian ini mengembangkan konsep ruang kelas cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan smartband dan sensor lingkungan untuk memantau kondisi fisiologis siswa serta parameter lingkungan kelas secara real-time. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mendukung penyesuaian kondisi ruang belajar secara adaptif, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan belajar, konsentrasi siswa, dan efektivitas proses pembelajaran.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap orisinalitas karya ilmiah, penelitian ini telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah tersebut menunjukkan komitmen tim dalam menjaga keaslian inovasi serta menumbuhkan budaya riset yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.

Salah satu anggota tim MA Salafiyah Kejen, Hilya Mafaza, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang I2ASPO 2025 memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam pengembangan kemampuan riset, kerja sama tim, dan presentasi ilmiah di tingkat internasional.

Menurutnya, proses penelitian dan kompetisi tersebut melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan nyata di bidang pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh banyak pembelajaran, mulai dari penyusunan penelitian, pengujian ide, hingga penyampaian hasil secara ilmiah. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Tim yang beranggotakan Hilya Cs ini didampingi oleh dua guru pembimbing, yaitu Isyarotuz Zakiyyah sebagai pembimbing bidang biologi dan Moch Chamdan Yuwafi sebagai pembimbing bidang teknologi.

Pembimbing bidang teknologi, Moch Chamdan Yuwafi, menyampaikan bahwa penelitian ini mencerminkan kemampuan siswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan permasalahan nyata di dunia pendidikan.

“Penelitian ini menunjukkan pemanfaatan teknologi IoT secara tepat guna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Capaian medali emas ini menjadi bukti bahwa siswa mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan kompetitif di tingkat internasional,” ucapnya.

Sementara itu, pembimbing bidang biologi, Isyarotuz Zakiyyah, menambahkan bahwa penelitian ini memiliki pendekatan yang komprehensif, karena memperhatikan aspek fisiologis siswa dalam proses belajar.

“Kondisi fisik dan lingkungan belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi konsentrasi dan performa akademik siswa. Penelitian ini telah mengakomodasi aspek tersebut secara ilmiah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MA Salafiyah Kajen Pati, Masrukhan menyatakan, bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan penuh dari seluruh pihak di sekolah.

Baca Juga: Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung di Wukirsari Pati Gagal Panen

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan menggali potensi mereka lebih dalam,” kata Masrukhan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika MA Salafiyah Kajen Pati untuk terus mengembangkan inovasi, memperkuat budaya riset, serta meningkatkan daya saing siswa pada ajang nasional maupun internasional. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pati Angkat Seni Pertunjukan sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

0
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Seni pertunjukan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digadang-gadang menjadi penggerak utama sektor ekonomi kreatif. Optimisme itu menguat setelah Kabupaten Pati berhasil masuk dalam jajaran penerima penghargaan Kabupaten/Kota Kreatif bersama enam daerah lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif kepada Bupati Pati, Sudewo, pada Jumat (19/12/2025) lalu. Capaian ini menjadi pengakuan atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya dan seni pertunjukan.

Baca Juga: UMK Pati 2026 Resmi Rp2,485 Juta, Pengusaha Pastikan Iklim Usaha Tetap Kondusif

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono mengungkapkan, bahwa proses untuk meraih penghargaan tersebut tidak singkat. Menurutnya, tahapan yang dilalui cukup panjang dan memerlukan kesiapan administratif hingga verifikasi lapangan.

Rekso menjelaskan, proses penilaian meliputi pengumpulan berkas hingga uji petik. Persiapan Kabupaten Pati sebagai Kabupaten/Kota Kreatif bahkan telah dimulai sejak 2018. Selanjutnya, pada tahun 2024, Kabupaten Pati mengikuti Uji Petik PMK3I bersama sembilan kabupaten/kota lainnya.

“Dimulai tahun 2018, oleh kepala dinas yang dulu, kemudian dilanjutkan akhir 2022 kemudian di tahun 2024 kita di uji petik. Kemudian sebelum ditetapkan kami diundang untuk melakukan paparan di Kementerian Ekraf setelah dilakukan paparan jadi ada 9 kabupaten/ kota yang diundang untuk melakukan paparan,” jelas Rekso.

Dari proses tersebut, hanya enam kabupaten/kota yang dinyatakan lolos, termasuk Kabupaten Pati. Capaian ini membuat Dinporapar optimistis bahwa seni pertunjukan akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi kreatif daerah. Sebab, setiap gelaran seni pertunjukan dinilai mampu menarik kehadiran pelaku UMKM untuk membuka lapak dan memasarkan produk mereka.

“Dari seni pertunjukan otomatis membawa gerbong-gerbongnya dari 17 Sub Sektor oleh Kementerian Ekraf. Diantaranya adalah Kuliner, Kriya, Musik, Fashion dan lain-lain. Mudah-mudahan setelah ditetapkan nanti Kabupaten Pati lebih giat lagi ekonominya,” ucapnya.

Baca Juga: Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung di Wukirsari Pati Gagal Panen

Lebih lanjut, Rekso berharap, ke depan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih dinamis seiring berkembangnya sektor ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan.

“Kita selaku Pemerintah Kabupaten mendorong Kabupaten Pati dengan lokomotif seni pertunjukan, bisa menggandeng sub sektor yang lain, otomatis berputar,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

UMK Pati 2026 Resmi Rp2,485 Juta, Pengusaha Pastikan Iklim Usaha Tetap Kondusif

0
Bupati Pati, Sudewo, turun langsung menemui perwakilan serikat buruh guna meredam kebuntuan pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Polemik penetapan upah minimum di Kabupaten Pati akhirnya menemukan titik temu. Pemerintah resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati 2026 sebesar Rp 2.485.000. Keputusan ini ditetapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rabu (24/12/2025), sekaligus mengakhiri tarik ulur kepentingan antara buruh dan pengusaha yang sempat mengemuka.

UMK Pati 2026 tercatat naik Rp152.650 dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2.332.350. Meski mengalami kenaikan, kalangan pengusaha memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu iklim usaha maupun investasi di Bumi Mina Tani.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pati, Agus Setiawan menilai, penetapan UMK 2026 merupakan hasil kompromi yang adil bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Awalnya pengusaha mengusulkan alfa 0,6, sementara buruh di 0,9. Setelah koordinasi dan pembahasan bersama, disepakati di tengah pada alfa 0,76. Semua pihak bisa menerima,” kata Agus.

Ia menegaskan, Apindo Pati siap menjalankan keputusan tersebut secara kondusif dan profesional demi menjaga stabilitas hubungan industrial.

“Tidak ada masalah bagi pengusaha. UMK segini masih realistis dan bisa dijalankan. Dunia usaha tetap jalan, buruh juga terlindungi,” ujarnya.

Lebih jauh, Agus memastikan besaran UMK Pati 2026 masih tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Dengan demikian, daya tarik investasi diyakini tetap terjaga.

“Masih bersaing. Bahkan sudah ada informasi beberapa investor dari Cina dan Jepang yang mulai masuk dan menjajaki Pati,” ungkapnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto menyampaikan, bahwa UMK Pati 2026 yang ditetapkan gubernur sepenuhnya sejalan dengan rekomendasi Pemerintah Kabupaten Pati.

“Sama dengan usulan Pak Bupati. Kami sambut baik dan ini sudah melalui kesepakatan bersama antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujarnya.

Agus menegaskan seluruh perusahaan di Kabupaten Pati wajib mematuhi ketentuan UMK yang mulai berlaku per 1 Januari 2026. Menurutnya, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mengabaikan keputusan tersebut.

“Apindo sudah sepakat, buruh juga sepakat. Jadi harus ditaati,” tegasnya.

Untuk memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai aturan, Disnaker Pati akan melakukan monitoring ke sejumlah perusahaan usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Awalnya kami lakukan sosialisasi. Jika masih ada perusahaan yang membayar di bawah UMK, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” jelasnya.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Diketahui, kenaikan UMK Pati 2026 sebesar Rp152.650 merupakan hasil audiensi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati Sudewo. Sebelumnya, sempat terjadi perbedaan usulan antara serikat buruh dan pengusaha terkait besaran kenaikan.

Serikat buruh mengusulkan alfa 0,9, sementara pengusaha meminta alfa 0,6. Melalui dialog dan pembahasan bersama, akhirnya disepakati penggunaan alfa 0,76 yang menghasilkan UMK Pati 2026 sebesar Rp2,48 juta.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung di Wukirsari Pati Gagal Panen

0
Lahan pertanian di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Raut wajah Sarlan, seorang petani jagung di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Pati, tak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam saat melihat hamparan lahan jagungnya yang rusak parah. Harapan untuk meraup untung dari hasil panen tahun ini sirna seketika akibat serangan hama tikus yang tak terkendali.

Sarlan menuturkan bahwa serangan tahun ini merupakan yang paling parah yang pernah ia alami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya serangan hanya terjadi secara sporadis, kali ini tikus-tikus tersebut menyerang secara massal dan merata di seluruh wilayah desa.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Sarlan menjelaskan bahwa biaya modal yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Untuk setiap hektare lahan, petani harus merogoh kocek hingga Rp10 juta untuk benih, pupuk, dan perawatan. Dengan kondisi saat ini, ia memastikan bahwa hampir 90% hingga 100% tanaman jagungnya gagal panen.

Kondisi ini menempatkan Sarlan dan rekan-rekan sesama petani dalam posisi sulit, terutama bagi mereka yang mengandalkan pinjaman bank untuk modal tanam.

“Kerugiannya puluhan juta rupiah. Sekarang banyak warga yang terpaksa pergi merantau, cari uang buat bayar utang bank karena di sini sudah tidak ada yang bisa dipanen,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Ia berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang untuk membasmi hama tikus yang telah melumpuhkan ekonomi warga Wukirsari.

Kepala Desa Wukirsari, Sulistiono mengungkapkan, bahwa serangan hama tikus sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak tahun 2023. Namun, intensitasnya tidak sedahsyat tahun ini. 

“Tahun 2025 ini puncaknya. Dari awal bulan pertama hingga sekarang masa tanam, serangannya merata hampir di satu desa,” ucapnya.

Menurut data pemerintah desa, sekitar 90% dari ratusan hektare lahan jagung di Wukirsari, termasuk lahan Perhutani, dipastikan tidak bisa dipanen. 

Kondisi ini membuat desa terasa lebih sepi karena banyak warga yang memilih merantau ke luar daerah seperti Kalimantan dan Sumatera demi mencari nafkah untuk menutupi modal tanam yang dipinjam dari perbankan.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

“Kerugian petani rata-rata puluhan juta per hektare. Biaya tanam sendiri bisa mencapai Rp10 juta per hektare hingga masa panen,” tambah sang kades.

Meski pihak desa telah berkoordinasi dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) kecamatan, bantuan obat-obatan yang dijanjikan hingga kini belum tiba. 

Warga dan pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk segera menangani wabah hama tikus ini agar perekonomian masyarakat tidak semakin terpuruk.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bitingan: ‘Bangun RSUD Bisa Tapi Bangun Pasar Tidak Mampu’

0
Audiensi antara Dinas Perdagangan dengan pedagang sayur malam Pasar Bitingan yang bakal direlokasi ke Pasar Saerah, Senin (22/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang sayur malam yang ada di pelataran Pasar Bitingan Kudus melakukan audensi dengan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Masan, Senin (22/12/2025). Mereka mengadu dan menolak untuk direlokasi ke Pasar Saerah. 

Pada audensi tersebut, para pedagang mengungkap keheranannya dengan kebijakan pemerintah daerah yang lebih memilih memperluas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi dan mengorbankan pedagang kecil.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

“Memperluas dan membangun RSUD Loekmono Hadi dengan anggaran lebih dari Rp100 miliar mampu, tetapi membangun pasar daerah tidak bisa dan memaksa pindah pedagang ke pasar milik swasta,” ujar salah satu pedagang.

Ditemui terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah mengatakan, bahwa perluasan dan pembangunan gedung RSUD Loekmono Hadi di lahan eks Matahari sebagian dibiayai dengan hutang. Pengajuan hutangnya kurang lebih Rp85 miliar.

“Pembiayaan pembangunan itu menggunakan dana utang ke Bank Jateng sebesar Rp85 miliar. Serta dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik RSUD Loekmono Hadi,” ujar Djati di gedung DPRD Kudus belum lama ini.

Sementara relokasi pedagang dilakukan, lanjut Djati, selain mereka terdampak akibat adanya pembangunan, operasional pasar di malam hari bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kudus Nomor 2 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan pasar rakyat.

“Sesuai Perda Kudus Nomor 2 Tahun 2025, jam operasional pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah itu mulai pukul 06:00 WIB sampai pukul 18:00 WIB. Artinya, nantinya tak ada lagi aktifitas jual beli sayur-mayur pada malam hari di Pasar Bitingan,” jelas Djati.

Ia mengungkapkan, informasi dari Pasar Saerah saat ini sudah ada kurang lebih 530 pedagang sayur malam di Pasar Bitingan yang sudah mendaftar. Mereka juga siap untuk direlokasi ke pasar milik swasta yang berada di tepi Jalan R Agil Kusumadya, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati tersebut.

“Terkait waktu relokasi, nantinya kesepakatan antara pedagang dengan Pasar Saerah. Target kami tanggal 3 Januari 2026 para pedagang sayur di Bitingan sudah pindah,” sebutnya.

Terkait adanya pedagang yang membandel dan tetap berjualan di Pasar Bitingan paska relokasi, Djati mengaku akan menindak tegas. Para pedagang yang membandel akan ditertibkan.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

“Jika nanti ada pedagang yang membandel akan kami tertibkan. Sebab operasi mereka tidak sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2025,” tandasnya. 

Sebagai informasi, perluasan dan pembangunan gedung RSUD Loekmono Hadi di lahan eks Matahari Mall akan dilaksanakan pada tahun 2026. Pembangunan gedung tersebut diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp125 miliar.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

UMSK Jepara Resmi Hilang, Ini Alasan Pemkab Tak Ajukan di 2026 

0
Audiensi antara pihak buruh dengan Bupati Jepara didampingi oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (22/12/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/505 Tahun 2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota pada 35 Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, hanya lima daerah yang menerapkan upah sektoral di tahun 2026.  

Dari lima daerah itu, Kabupaten Jepara tidak termasuk salah satunya. Padahal pada tahun 2025, Kabupaten Jepara menjadi salah satu dari dua Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang menerapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). 

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Sehingga artinya, pada tahun 2026 nanti, UMSK di Kabupaten Jepara resmi hilang. Jepara hanya menerapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp2.756.501 atau naik sebesar Rp146.277 dari UMK 2025 sebesar Rp2.610.224.  

Keputusan itu sama seperti surat rekomendasi usulan UMK Jepara Tahun 2026 yang dikirimkan kepada Gubernur Jawa Tengah. 

Dalam isi surat itu, sesuai hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jepara, pembahasan UMSK mulai dilakukan pada bulan Juni 2026 untuk usulan di tahun 2027. Dengan catatan tidak ada perubahan pada PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang pengupahan. 

Ketua Depekab Jepara yang merupakan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan sesuai usulan, UMSK Jepara akan dibahas pada Juni 2026 sesuai dengan catatan. 

“Kita akan libatkan pakar hukum, kalangan pekerja, pengusaha dan berbagai pihak terkait agar pembahasannya jernih,” kata Zamroni pada Kamis, (25/12/2025). 

Zamroni menjelaskan di tahun 2025 ini, pihaknya tidak mengusulkan UMSK sebab dalam PP Nomor 49 Tahun 2025, ketentuan untuk menentukan sektor mana saja yang akan diterapkan UMSK berbeda dengan PP sebelumnya. 

Sehingga menurutnya pembahasan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan pmerintah daerah dikebut waktu untuk segera menyampaikan rekomendasi usulan UMK dan UMSK kepada Gubernur. 

“Sehingga dari hasil suara terbanyak pada saat rapat, diputuskan UMSK akan dibahas di bulan Juni 2026 untuk penerapan di 2027. Sektor mana saja yang masuk UMSK, angkanya berapa dan lain sebagainya, bisa jelas dan sesuai ketentuan,” lanjutnya. 

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

Sebagai informasi, besaran UMSK Jepara tahun 2025 yang sebelumnya sudah diterapkan dibagi ke dalam tiga sektor. 

Sektor pertama yaitu industri suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor, besaran upahnya Rp2.701.582. Sektor kedua, industri tekstil dan alas kaki, besaran upahnya Rp2.675.450. Dan terakhir, ektor industri rokok putih dan industri rokok lainnya besaran upahnya Rp2.636.325.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kemenag Kudus Buka Suara Soal Kasus Biro Umroh AWG

0
Kantor Biro Umroh Amanah Wisata Grup (AWG) yang ada di RT 4 RW 3, Dukuh Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus disegel bank. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus tidak mengetahui adanya kasus biro umroh Amanah Wisata Grup (AWG) yang gagal memberangkatkan jemaah. Kasus tersebut terjadi pada Februari 2025 dan korbannya ada 80 jemaah.

Meski ada beberapa jemaah yang kemudian diberangkatkan, tetapi saat ini masih ada 18 jemaah yang masih menunggu pengembalian uang mereka. Para korban dijanjikan pengembalian maksimal Januari 2026, tetapi mereka cemas sebab kantor AWG saat ini sudah disegel oleh bank. 

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Plt Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Muhammad Ulin Nuha mengatakan, bahwa selama ini tidak ada aduan terkait korban yang gagal berangkat umroh di tahun 2025. Selain itu terkait umroh, pihak Kemenag tidak punya kewenangan untuk menindak.

“Pelaksanaan umroh, itu sepenuhnya jadi tanggung jawab biro. Makanya masyarakat harus memilih biro umroh yang sudah berizin,” ujar Ulin melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Ketika terjadi jemaah gagal berangkat dan uangnya belum dikembalikan oleh biro umrohnya, lanjut Ulin, Kemenag bisanya hanya mengawasi dan mengawal saja. Jika jemaah kemudian mendemo atau melakukan laporan, itu ranahnya di kepolisian.

“Kita ini kan sifatnya pembinaan dan pengawasan. Apalagi Kemenag yang daerah,” tandasnya. 

Ulin menuturkan, bahwa biro umroh yang resmi atau legal itu yang sudah memiliki PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh). Menurutnya, izin operasional tersebut yang mengeluarkan Kemenag Pusat melalui kantor wilayah (Kanwil).

“Kemenang kabupaten tidak bisa memberikan izin PPIU tersebut,” sebutnya.

Ulin pun mengimbau agar dicari solusi terbaik kasus jemaah dan biro umroh AWG. Sebisa mungkin untuk diselesaikan secara kekeluargaan. 

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

“Harapan saya ada win-win solution terkait kasus biro umroh AWG ini. Meski kantornya sudah disegel oleh pihak bank, semoga tetap diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor biro yang berlokasi di RT 4 RW 3, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, kini disegel oleh pihak Bank Nano Syariah akibat gagal bayar hutang. Kondisi ini membuat 18 jemaah yang belum menerima pengembalian dana semakin cemas dan khawatir. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sidang Lanjutan untuk Kasus Botok Cs Akan Digelar Pada 7 Januari Mendatang 

0
Usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Supriyono alias Botok menyampaikan pesan kepada masyarakat, Rabu (24/12/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pengadilan Negeri (PN) Pati menggelar sidang perdana terhadap Supriyono alias Botok dan kawan-kawan pada Rabu (24/12/2025) kemarin. Ada dua sidang perkara pidana yang disidangkan dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Sidang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Cakra dan berjalan kondusif selama kurang lebih satu jam.

Juru Bicara PN Pati, Retno Lastiani, menjelaskan bahwa sidang pertama adalah perkara pidana Nomor 201/PB dengan dua terdakwa, yakni Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto. Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum membacakan dakwaan dengan bentuk alternatif.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

“Untuk perkara nomor 201, para terdakwa didakwa dengan beberapa pasal alternatif,” ujar Retno. 

Pasal-pasal tersebut antara lain Pasal 192 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 160 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 169 ayat (1) KUHP.

Ancaman pidana dalam perkara tersebut bervariasi. Pasal 192 ayat (1) KUHP memiliki ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun, sedangkan Pasal 160 dan Pasal 169 KUHP masing-masing diancam pidana penjara paling lama 6 tahun, dengan kemungkinan pidana denda untuk Pasal 160.

Sementara itu, sidang kedua adalah perkara pidana Nomor 202/PB/PN Pati/2025 dengan terdakwa Sugito, yakni seorang sopir truk pada aksi demo. Berbeda dengan perkara sebelumnya, terdakwa dalam perkara ini didakwa dengan dakwaan tunggal, yakni melanggar Pasal 192 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Retno menambahkan, agenda sidang lanjutan telah dijadwalkan. Untuk perkara Nomor 201, sidang akan kembali digelar pada 7 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan dari penasihat hukum para terdakwa. 

Sedangkan perkara Nomor 202 akan dilanjutkan pada 8 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dengan agenda pembuktian dari penuntut umum melalui pengajuan saksi-saksi.

Selama persidangan berlangsung kemarin, pengamanan telah dikondisikan dengan baik.

“Alhamdulillah situasi sidang berjalan aman, tertib, dan tidak ada gejolak,” kata Retno.

Ia juga menegaskan pentingnya semua pihak untuk menghormati jalannya persidangan. Menurutnya, majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan secara adil, baik dari sisi korban maupun terdakwa, sebelum menjatuhkan putusan.

Sebelumnya juga diberitakan, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) melakukan aksi damai di depan Kantor PN Pati pada Rabu (24/12/2025). Dalam aksi tersebut, massa juga melakukan istighosah dan doa bersama serta pembagian nasi bungkus kepada masyarakat yang melintas di depan PN Pati. 

Aksi damai tersebut, merupakan bentuk dukungan moril kepada Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto yang menjalani sidang perdana di PN Pati. Keduanya, didakwa melakukan penghasutan serta pemblokiran jalan, serta satu orang sopir truk juga didakwa pasal tentang pemblokiran. 

Massa yang datang ke PN Pati itu tampak mengenakan topeng bergambar wajah Botok dan juga Teguh Istiyanto. 

Pada kesempatan itu, massa menuntut agar Botok cs dibebaskan dari hukuman. Mereka menilai, Botok cs tidak bersalah, karena demo menyuarakan pendapat. 

Selamet Riyadi, Koordinator Aksi menyampaikan, bahwa kegiatan itu diikuti sekitar 500 warga. Katanya, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan masyarakat Pati terhadap proses hukum yang menimpa rekan mereka, yakni Botok Cs. 

“Kegiatan ini adalah aksi damai dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu terkait peristiwa hukum yang dialami Saudara Supriyono dan Teguh Istiyanto. Kami berharap keduanya bisa dibebaskan. Namun apabila proses hukum tetap berjalan, kami memohon agar diberikan putusan yang seringan-ringannya,” ujar Slamet.

Sementara itu,  Istri Supriyono alias Botok, Anik, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa kepada keluarganya. Ia mengaku optimis keadilan akan terwujud melalui proses hukum yang transparan dan adil. 

“Di tengah perjalanan hukum yang suami kami jalani, saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak, baik keluarga, sahabat, maupun masyarakat luas yang telah memberikan dukungan,” ujar Anik.

Ia menyadari proses hukum bukanlah hal yang mudah bagi keluarganya, namun tetap percaya kebenaran akan terungkap.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

Ia menyadari proses hukum bukanlah hal yang mudah bagi keluarganya, namun tetap percaya kebenaran akan terungkap. 

“Kami percaya setiap proses hukum harus berjalan secara transparan, adil, dan tanpa diskriminasi. Di balik proses hukum ini, ada keluarga yang menanti dengan penuh harapan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ruas Jalan Besito-Gebog Kudus Disulap Jadi Mulus

0
Ruas Jalan Besito-Gebog dan ruas Jalan Pasar Besito-Karangmalang telah diperbaiki. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ruas Jalan Besito-Gebog dan ruas Jalan Pasar Besito-Karangmalang telah dipeebaiki. Proses serah terima hasil pekerjaan sementara atau PHO (Provisional Hand Over) dari pihak konstruksi CV Dibi Eartama kepada pemilik proyek dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kudus dilakukan dengan pengukuran hasil pekerjaan, Rabu (24/12/2025) sore.

Diketahui pekerjaan ruas jalan tersebut merupakan salah satu visi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk memberikan pelayanan masyarakat dalam infrastruktur akses jalan yang memadai. Total ada sebanyak 67 paket pekerjaan yang dilakukan pada tahun ini, termasuk dua paket pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Pengawasan pada DPUPR Kabupaten Kudus, Eko Saputro menyampaikan, dalam rangka menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pekerjaan jalan selesai dijalankan. Katanya, sebelum dilakukan perbaikan, jalan tersebut sering dikeluhkan oleh masyarakat, terutama di ruas Jalan Besito-Gebog yang menjadi jalur wisata menuju Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

“Untuk jalur Besito-Gebog, kebetulan menuju akses jalur wisata menuju Rahtawu, jadi sering dikeluhkan masyarakat karena kondisinya bergelombang dan berlubang. Begitu juga kondisi di Jalan Pasar Besito-Karangmalang, yang mengalami kerusakan ringan,” bebernya.

Pengaspalan yang dilakukan menggunakan lapisan AC-WC (Asphalt Concreat-Wearing Course) dengan panjang dan lebar berbeda. Di ruas Jalan Besito-Gebog dengan panjang 978 meter dan lebar 6 meter, sementara di ruas Jalan Pasar Besito-Karangmalang dengan panjang 1.183 meter dan lebar 3,5 sampai 4,5 meter.

“Sedangkan pagu pekerjaan juga memiliki nilai yang tak sama. Untuk Jalan Pasar Besito-Karangmalang nilai pagunya sekitar Rp300 juta, dan untuk Jalan Besito-Gebog nilai pagunya Rp1 miliar,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa saat ini pengerjaan di dua paket tersebut masih dalam masa kontrak. Untuk target selesai pekerjaan sampai 27 Desember 2025.

“Jadi ini masuk dalam pengerjaan yang selesai lebih awal. Harapannya, pekerjaan ini bisa lebih awet dan tahan lama, sehingga aktivitas masyarakat lebih lancar tanpa ada kendala yang berarti,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pekerjaan konstruksi yang menggunakan lapisan AC-WC itu diklam bisa bertahan lima tahun.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Sementara itu Pelaksana CV Dibi Eartama, Dani Pramudi mengaku, selama pekerjaan yang dilakukan tidak ada kendala alias lancar. Hanya saja tingkat kepadatan lalulintas di jalur tersebut cukup menghambat pekerjaan, apalagi di jalur Pasar Besito-Karangmalang yang terdapat pasar membuat pekerjaan sedikit terhambat.

“Kalau secara keseluruhan sebenarnya tidak ada kendala selama pekerjaan berlangsung, tapi ya itu karena ada pasar aktivitas lalulintas sedikit terganggu,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Capaian Jauh di Bawah Target, Disdukcapil Kudus Bakal Wajibkan Warga Lakukan Aktivasi IKD

0
Ilustrasi keamanan data. Foto: Betanews

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus bakal mewajibkan masyarakat untuk mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada tahun depan. Langkah itu diambil agar capaian realisasi IKD ke depanya bisa mencapai target.

Mengingat saat ini realisasinya jauh di bawah target, yakni baru mencapai 6,77 persen atau sebanyak 44.257 jiwa dari sekitar 644.000 jiwa wajib KTP di Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Polres Kudus Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal 2025

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kudus, Muhammad Sholeh mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi percepatan supaya capaian IKD Kota Kretek memenuhi target. Selain jemput bola ke beberapa perusahaan, dan instansi, pihaknya juga bakal mewajibkan semua pemohon perekaman KTP untuk aktivasi IKD.

“Strategi tahun depan, kita tetap melakukan jemput bola dan mewajibkan semua pemohon pelayanan untuk melakukan aktivasi IKD, kita wajibkan itu,” tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, beberapa keuntungan atau manfaat layanan IKD dapat dinikmati pengguna sebagai data diri dan misalkan lupa bawa identitas seperti KTP, KK, dan akta Kelahiran. Terlebih, IKD kini makin luas karena sejumlah layanan publik sudah menerapkan penggunaan identitas digital ini.

“IKD sudah bisa digunakan untuk layanan BPJS, KPP Pratama, transportasi kereta dan pesawat. Tinggal tunjukkan IKD, bisa langsung dilayani. Kalau untuk bank memang belum, karena masih menunggu regulasi dari pusat,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat Kudus untuk segera berpartisipasi dalam program ini karena manfaat jangka panjangnya sangat besar. Selain untuk kemudahan layanan, IKD juga memungkinkan warga mencetak dokumen penting seperti KK dan akta secara mandiri tanpa perlu datang ke Disdukcapil.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

“Kalau sekarang masyarakat pakai IKD, misalkan kehilangan KK atau akta kelahiran, cukup cetak sendiri di Anjungan Dukcapil Mandiri, tidak perlu surat kehilangan. Bahkan pengajuan dokumen kependudukan juga bisa melalui aplikasi IKD, tidak perlu datang ke Dukcapil, kecamatan, atau desa,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk aktivasi IKD masyarakat hanya perlu menyiapkan NIK, KTP, nomor HP, serta email. Sedangkan pembuatan IKD tidak membutuhkan waktu lama dan bisa ditunggu sebentar.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -