Beranda blog Halaman 1883

Biro Umrah Terancam Merugi Miliaran Rupiah Akibat Kebijakan Kerajaan Arab Saudi

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara Jalan Mayor Basuno tepatnya di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak bangunan berpintu kaca. Di dalam bangunan tampak beberapa perempuan berhijab sedang mengoperasikan laptop. Tempat tersebut yakni PT Happy Prima Wisata (HPW), biro umrah dan haji khusus yang merasa merugi dengan kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menangguhkan pemberangkatan umrah seluruh dunia, akibat virus Corona.

Dahlan Syafiq, Manajer Dewangga Lil Hajj Wal Umroh Wilayah Kudus. Foto : Rabu Sipan

Nailly Sa’adah (30) selaku Divisi Umroh PT Happy Prima Wisata membenarkan, kerugian yang perusahaannya tanggung akibat kebijakan Kerajaan Arab Saudi. Hal itu dikarenakan, dalam waktu dekat, tepatnya 3 maret 2020, perusahaannya ada jadwal pemberangkatan 100 jemaah umrah. Jika sampai tanggal pemberangkatan kebijakan itu masih berlaku, maka pemberangkatan 100 jemaah akan ditunda.

“100 jemaah itu sudah dapat visa dan tiket pesawat. Hotel juga sudah tersewa. Dan tentunya sudah dibayar semua. Andai tidak jadi berangkat, ada sekitar uang Rp 1,5 miliar yang tertahan,” ungkap perempuan yang disapa Nailly kepada betanews.id.

Dia menuturkan, uang yang sudah dibayarkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk visa memang tidak bisa dikembalikan. Sedangkan masa berlaku visa hanya sebulan. Begitu juga uang untuk pembayaran tiket pesawat juga tidak kembalikan.

Dia berharap penangguhan pemberangkatan jemaah umrah secepatnya dicabut. Sehingga perusahaannya bisa memberangkatkan para jemaah tepat waktu. Tapi bila penangguhan masih berlanjut dan mengakibatkan masa visa para jemaah habis, dia berharap Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Indonesia ada solusi.

“Kalau dengan maskapai kami sudah ada kesepakatan untuk menjadwal ulang pemberangkatan para jemaah. Kami pun berharap, saat entri ulang, visa para jemaah tidak ada penambahan biaya. Biar tidak membebani biro jasa umrah dan para jemaah,” ungkapnya.

Setali tiga uang dengan PT Happy Prima Wisata, biro perjalanan Dewangga Lil Hajj Wal Umrah pun mengaku hal yang kurang lebih sama. Dahlan Syafiq, Manajer Dewangga wilayah Kudus menuturkan, di biro Dewangga Umrah ada jadwal pemberangkatan jemaah pada pertengahan Maret. Hal itu terancam gagal berangkat, jika kebijakan penangguhan pemberangkatan umrah masih berlaku.

“Kalau kerugian materiil itu memang belum ada. Tapi kami memang harus siap – siap menjadwal ulang pemberangkatan para jemaah umroh. Soalnya uangnya tidak bisa dikembalikan dan jemaah yang rencana berangkat ada 300 jemaah,” ungkap pria yang akrab disapa Dahlan.

Dia mengimbau untuk para calon jemaah Dewangga Umrah dan calon jemaah biro lainnya untuk tenang. Dia pun mengajak semua orang untuk berdoa agar virus Corona secepatnya ditemukan obatnya. Agar Kerajaan Arab Saudi segera memperbolehkan pemberangkatan perjalanan umrah seluruh dunia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak dikenakan biaya tambahan, akibat penghentian sementara ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Ganjar usai melantik 170 Kepala SMA/SMK dan SLB Negeri Jateng di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (28/2). Menurut Ganjar, komunikasi sangat penting agar para calon jemaah tidak was-was.

“Saya minta kepada Kemenag untuk komunikasi dengan para penyelenggara ibadah haji dan umrah dan calon jemaah. Sampaikan apa yang sebenarnya terjadi agar semuanya tenang,” kata dia.

Ganjar juga meminta Kanwil Kemenag Jateng untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab sampai saat ini, keputusan penghentian ibadah umrah itu masih simpang siur.

“Semua harus aktif, agar tahu keputusan akhirnya seperti apa. Kan kita belum tahu keputusan dari Kerajaan Arab Saudi seperti apa, termasuk dari Kementerian Luar Negeri. Saya kira, Kemenlu sampai saat ini masih bicara dan mencari solusi terbaik,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Ganjar, Kemenag juga diminta memastikan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada para calon jemaah akibat penghentian ini. Dirinya khawatir, akibat masalah ini, para calon jemaah dirugikan.

“Jangan sampai nanti ada konsumen yang dirugikan. Kemenag harus hadir sebagai representasi negara. Maka saya minta Kanwil Kemenag Jateng segera turun untuk koordinasi dengan penyelenggara ibadah haji dan umrah serta sosialisasi kepada para jemaah agar tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Arab Saudi melakukan penghentian sementara perjalanan ibadah umrah. Hal itu dilakukan karena untuk menanggulangi penyebaran virus Corona yang dalam beberapa pekan terakhir menjangkiti sejumlah negara.

Akibatnya, sejumlah biro perjalanan haji dan umrah merasa dirugikan. Mereka yang telah mempersiapkan segala hal dan telah membayar sejumlah kebutuhan.

Pemerintah pusat melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi Hatim telah melarang biro haji umrah mengenakan biaya tambahan kepada jemaah akibat kejadian ini. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah force majeure, dan pemerintah akan mencarikan solusinya.

- advertisement -

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang pria terlihat sedang menyemprotkan cat minyak berwarna coklat ke miniatur kayu yang berbentuk Menara Kudus. Dia tak lain adalah Haryanto (46). Usai mengecat, dia bercerita kepada betanews.id tentang usaha yang ditekuninya.

Haryanto sedang mengecat meniatur Menara Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

Haryanto memulai usaha produksi miniatur menara sejak tahun 2012. Sebelumnya dia bekerja sebagai kuli panggul. Awalnya, dia melihat limbah sisa kayu di tempat temannya, kemudian dia mempunyai ide untuk membuat kerajinan dari bahan limbah kayu tersebut.

Sebelum membuat miniatur menara, dia membuat miniatur rumah adat Kudus terlebih dahulu. Karena prosesnya terlalu lama, kemudian Haryanto beralih membuat miniatur menara. Berbeda dengan miniatur menara yang diproduksi setiap hari memenuhi pesanan pelanggan, untuk miniature rumah adat Kudus dirinya hanya membuat ketika ada pesanan saja.

Haryanto mengaku kewalahan memenuhi pesanan miniatur menaranya. Dia pernah menggunakan tenaga karyawan, tetapi hasilnya kurang maksimal dan mendapat komplain dari pelanggan. Hingga saat ini, dia belum mencari karyawan lagi.

“Karena saya mengutamankan kualitas, jadi sejak saat itu saya tidak menggunakan tenaga karyawan lagi. Sejauh ini ada tiga orang yang hanya bantu di proses mengamplas saja, itu pun mereka bawa pulang dibuat sampingan. Sebenarnya banyak yang ingin membantu, tapi belum saya terima. Sementara tiga orang dulu yang hasil kerjanya rapi,” terangnya, Rabu (12/2/2020).

Bahan yang digunakan adalah kayu jati dan mahoni, karena menurutnya kayu tersebut lebih kuat dan awet. Untuk pengembangan produknya, saat ini Haryanto mulai membuat miniatur menara dari bahan akrilik yang diberi hiasan lampu. Harganya memang lebih mahal dan belum diproduksi dengan jumlah banyak.

“Untuk ukuran 20 cm harganya Rp 15 ribu, 30 cm Rp 35 ribu, 35 cm Rp 55 ribu, 45 cm Rp 95 ribu, 55 cm dan Rp 120 ribu. Kadang ada juga pesanan ukuran dua meter, harganya sekitar Rp 2 juta. Dari bahan akrilik ukuran 60 cm saya jual Rp 500 ribu dan kalau rumah adat Kudus dari kayu saya jual Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu,” rinci bapak dua anak itu.

Ia juga mengungkapkan, bahwa perajin dari bahan limbah kayu sekarang sudah mulai banyak, jadi sudah tidak cukup jika mengandalkan bahan limbah saja untuk produksinya. “Sekarang sudah berebut limbah kayu, tidak seperti awal-awal dulu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk per kontainer bisa mencapai 20-26 ton.

Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima audiensi pengusaha briket asal Weleri Kendal di ruang kerjanya, Kamis (27/2). Di hadapan Ganjar, pengusaha bernama Istikanah itu mengatakan bahwa briket Jateng ternyata moncer di dunia.

“Briket Jateng itu memiliki pangsa pasar sangat bagus di dunia. Hal ini karena briket Jateng berbeda dengan negara lain, mereka menganggap briket Jateng kualitasnya di atas negara lain,” kata Istikanah.

Menurut pengusaha yang telah menekuni bisnis ekspor briket sejak 2006 lalu itu, ekspor briket Jateng telah menguasai seluruh pasar Timur Tengah. Selain itu, negara-negara di Eropa, Amerika bahkan Afrika seperti Nigeria dan Brazil sudah langganan impor briket dari Jateng.

Dirinya sendiri lanjut Istikanah bisa melakukan ekspor 6-8 kontainer briket ke berbagai dunia itu. Omzetnya cukup besar, mencapai Rp 2,5 hingga Rp 3 miliar.

“Untuk itu kami berharap pemerintah mulai melirik komoditas ini sebagai komoditas unggulan ekspor di Jateng,” tegasnnya.

Kabar tersebut disambut gembira Ganjar. Menurutnya, berita itu semakin meyakinkannya bahwa Jateng mampu menjadi eksportir tangguh di berbagai komoditi.

“Soal ekspor ini memang selalu saya dorong. Saya mau bantu habis-habisan soal ekspor ini. Bahkan, saya siap menjadi marketing dalam memasarkan sejumlah potensi ekspor Jateng ke dunia,” kata Ganjar.

Berbagai fasilitas, kemudahan dan insentif telah diberikan negara untuk meningkatkan ekspor. Ganjar memastikan bahwa kemudahan-kemudahan yang diberikan itu dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor Jateng.

“Kita harus memperkuat ekspor untuk menambah devisa. Selain kemudahan dan insentif yang sudah diberikan, kami siap membantu memasarkan hingga memberikan pendampingan. Kami minta pengusaha yang sukses seperti bu Istikanah ini mau menularkan semangat kepada yang lain dan menjadi banchmark agar ekspor Jateng semakin meningkat,” tutupnya.

Selain Istikanah, dalam kesempatan itu juga hadir mantan Duta Besar Libya, Raudin Anwar. Kepada Ganjar, Raudin yang kini bekerja di Kemenlu mengatakan, bahwa banyak negara di dunia memang menyukai sejumlah produk asal Jawa Tengah.

“Bahkan di Bangladesh, selain sudah impor bus, mereka juga tertarik batik. Batik tulis asal Jateng begitu digemari masyarakat Bangladesh. Ini bisa ditindaklanjuti dan membuka peluang ekspor baru,” pungkasnya.

- advertisement -

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dimas yang usianya 12 tahun ini, merupakan salah satu anak penyandang down syndrome di Jawa Tengah. Ia datang bersama ibunya yang merupakan Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Jateng dan beberapa pengurus POTADS untuk beraudiensi dengan Ganjar.

Ganjar mengajak Dimas, penyandang down syndrome bersama pengurus POSTADS Jateng untuk berfoto bersama. Foto : Ist

Mulanya, Dimas hanya ngelendot di kaki ibunya dan tidak mau duduk sendiri. Namun bukan Ganjar namanya jika tidak mampu merayu anak-anak. Ia pun langsung mendatangi Dimas dan memintanya duduk di sampingnya.

Ganjar kemudian membisiki stafnya untuk mengambilkan bola dan mainan tradisional. Setelah diberikan, Dimas nampak sumringah dan langsung akrab dengan Ganjar.

“Kamu suka bola tidak, wah ternyata suka. Ayo tos dulu,” kata Ganjar disambut senyum Dimas yang dengan santainya duduk bersila di atas kursi.

Dimas pun mulai berani menatap Ganjar dan tersenyum. Bahkan, ia langsung berani bercerita hal-hal yang dialaminya. Dengan bahasa terbata, Dimas menceritakan pengalamannya potong rambut dan menangis. Alasannya, potongannya tidak sesuai yang diharapkan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak Dimas, penyandang Down Syndrome untuk bersalaman. Foto : Ist

“Oh potong rambut, bagus ya. Kenapa menangis, kalau salah kan dibetulkan bisa. Kamu hebat lho,” puji Ganjar.

Keseruan-keseruan lainnya terjadi saat Dimas diminta ibundanya memberikan syal kepada Ganjar. Bukannya dipakaikan kepada orang nomor satu di Jateng itu, Dimas justru mengenakannya sendiri.

Ganjar pun mengajak Dimas dan para pengurus POTADS untuk ngevlog. Lewat media itu, Ganjar memberikan semangat kepada orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome.

“Mereka anak-anak hebat yang harus terus didampingi,” katanya.

Sementara itu, kedatangan POTADS kepada Ganjar juga untuk menyampaikan beberapa masukan terhadap penanganan anak dengan down syndrome di Jawa Tengah. Mereka berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada mereka di sektor pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.

“Tiga hal itu sangat kami butuhkan. Kami berharap pemerintah dapat memenuhi usulan kami itu agar kami mendapat kemudahan,” ucap pengurus POTADS Jateng, Margaritifera Listyakusumadewi.

Dirinya menyampaikan, di bidang kesehatan selama ini anggotanya merasa kesulitan saat harus periksa ke rumah sakit. Karena banyak yang menggunakan BPJS Kesehatan, mereka harus mengantre lama.

Di bidang pendidikan, selama ini banyak anak dengan down syndrome tidak dapat bersekolah di sekolah umum. Untuk itu, dirinya minta agar pemerintah mengupayakan ketersediaan sekolah inklusi lengkap dengan pendamping dan sarana prasarananya.

“Soal lapangan pekerjaan, sebenarnya anak-anak kami bisa dilatih untuk melakukan pekerjaan ringan. Selama ini, kami kesulitan mendapatkan akses itu. Itu yang kami harap dari pemerintah agar memenuhinya,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, bahwa pembangunan di Jawa Tengah berkonsep menyeluruh. Tidak boleh ada pihak yang tidak diakomodir dalam pembangunan itu.

“Konsep No One Left Behind selalu kami terapkan. Untuk itu kami selalu membuka diri menerima usulan dari berbagai pihak, agar kebijakan yang kami ambil tidak salah,” pungkasnya.

- advertisement -

Resep Perajin Tasbih Dalam Menjaga Keberlangsungan Bisnis

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah mesin pemotong kayu tampak di halaman sebuah rumah, dan seorang pria mengenakan kaus singlet dan masker penutup hidung terlihat sedang menyalakan mesin tersebut. Dia adalah Soleh (46), warga Desa Gulang, RT 06 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, seorang perajin tasbih dari limbah kayu. Setelah memotong kayu, dia bercerita kepada betanews.id tentang usaha yang sudah dia jalankan sudah 27 tahun itu atau sejak tahun 1993.

Soleh sedang mengerjakan pembuatan tasbih.Foto : Ahmad Rosyidi

Saat dia masih duduk di bangku kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP), dia sudah ikut bekerja perajin kayu di dekat sekolahnya. Berawal dari rasa ingin tahu tentang mesin bubut kayu, kemudian Soleh bekerja paruh waktu setelah pulang sekolah.

“Saat itu saya bekerja ikut Bapak Fauzan Mukmin. Wakatu itu saya masih SMP, tapi dulu namanya sekolah teknik (ST) sekitar tahun 1989. Berawal dari rasa penasaran dengan mesin bubut kayu, karena di sekolah diajarkan tentang mesin bubut besi tapi tidak diajarkan mesin bubut kayu. Kemudian saya tertarik bekerja sekalian belajar,” ungkap bapak dua anak itu.

Setelah empat tahun bekerja ikut orang, akhirnya dia memutuskan untuk membuka usaha sendiri. “Saat pertama kali membeli bahan kayu, saya ditanya penjualnya, apa bisa membuat tasbih? Kemudian saya sanggup membuat tasbihnya. Setelah itu disuruh mengantar ke tempat pengepul. Sejak saat itu hingga sekarang saya masih berkelanjutan menerima pesanan dari sana,” jelasnya, Rabu (12/2/2020).

Selama lebih kurang 27 Tahun bekerja sama, dia selalu berusaha jujur. Dia juga mengaku bisa saja berbohong dan mendapat untung banyak kalau mau. Tetapi dia lebih memilih menjaga kepercayaan rekan bisnis agar bisa bertahan lama.

“Kuncinya itu jujur dan saling percaya, jadi kerja sama puluhan tahun seperti ini masih terus terjaga. Jangan bohong dan tergiur untung lebih, hal seperti itu tidak membuat usaha lebih baik,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Di Tangan Soleh, Limbah Kayu Diolah Jadi Kerajaninan Bernilai Ekonomi

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kayu berbentuk bulat terlihat di sebuah rumah di Desa Gulang, RT 06 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Seorang pria tampak mengambil kayu-kayu tersebut kemudian dilubangi. Dia adalah Soleh (46) perajin tasbih.

Sambil merangkai tasbih, dia bercerita tentang usaha kerajinan tasbih tersebut. Selain tasbih, Soleh juga membuat beberapa alat pijat refleksi, seperti untuk pijat punggung, kaki dan jenis rol. Bahan baku yang digunakan adalah limbah kayu yang biasanya digunakan untuk kayu bakar.

Bahan kayu tersebut dia beli dari daerah Jepara dan Pati. Selain menerima pesanan dari pengepul, Soleh juga menerima pesanan dari perorangan. Dia manambahkan, bahwa dirinya mampu melayani segala macam jenis pesanan bubut kayu.

“Kalau pesan di sini biasanya saya minta waktu selama lima hari hingga satu pekan. Saya khawatir jika pelanggan datang dan barangnya belum jadi, makanya saya minta menunggu sedikit lama agar pelanggan tidak kecewa,” ungkapnya kepada betanews.id, Rabu (12/2/2020).

Sepengetahuan Soleh, produk buatannya dijual di tempat-tempat wisata religi seperti tempat ziarah Walisongo. Saat ini, dia mengaku kewalahan memenuhi pesanan, karena semua dikerjakan sendiri. Menurutnya, mencari karyawan saat ini sulit, karena anak muda sekarang lebih memilih kerja pabrik.

“Pesanan sih ada terus, saya sampai kewalahan. Dulu saya pernah punya karyawan, sejak orangnya kecelakaan sudah tidak lagi membantu saya. Mencari karyawan sekarang susah, anak muda sekarang lebih suka kerja yang berangkat bersih pulang bersih,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Siapkan Aplikasi Arsip EMAS, Ganjar Dorong Data Keluarga Disimpan Secara Digital

0

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginisiasi agar masyarakat peduli terhadap arsip. Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Ganjar mengatakan, jika Pemprov Jateng telah memfasilitasi dengan menyediakan ruang digital berupa aplikasi Arsip Emas (Arsip Elektronik Masyarakat). Aplikasi ini merupakan aplikasi penyimpanan arsip-arsip keluarga. Ruang digital itupun bisa diunduh gratis melalui play store.

Gubernur Ganjar Pranowo hadir di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (26/2). Di acara tersebut Gubernur menerima penghargaan Pengawasan Kearsipan yang diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo. Foto : Ist

“Aplikasi ini kita buat untuk menyederhanakan bagaimana cara mereka menyimpan data secara digital. Itu cara yang kita gunakan. Mereka aktif mengisi sendiri tidak terlalu sulit. Cuma motret, unggah file dan password mereka sendiri,” kata Ganjar usai Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Rabu (26/2).

Menurutnya, penyimpanan data secara digital tersebut perlu dilakukan, agar suatu ketika seandainya terjadi sesuatu, masyarakat sudah punya back up semua. “Hari ini semua harus mau pindah ke digital. Termasuk arsip pribadi, KTP, ijazah, kartu keluarga, surat-surat penting dan lainnya,” kata Ganjar.

Upaya digitalisasi yang dilakukan Ganjar tersebut, bahkan sangat diapresiasi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo.

Bukan hanya pribadi, katanya, penyimpanan data-data secara digital juga telah Ganjar terapkan pada instansi-instansi pemerintahan. Selain efisiensi, proses digitalisasi tersebut juga mempermudah pencarian ketika suatu saat data tersebut dibutuhkan. Termasuk pendataan kejadian luar biasa.

“Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Corona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, itu bisa direcall,” katanya.

Proses digitalisasi juga dilakukan oleh Dispermasdes Jateng dalam pelaporan penggunaan dana desa. Upaya tersebut menurut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo mesti ditiru oleh pemerintahan daerah manapun.

“Yang penting tujuannya ketika masyarakat membutuhkan data, pemerintah bisa memberikan dengan cepat,” pungkasnya.

- advertisement -

Batu Bata Produksi Bagus Lebih Awet dan Tidak Mudah Mengapur

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Tumpukan sekam terlihat di tepi Jalan Lingkar Kudus-Jepara, tepatnya di Desa Kedungdowo RT 02 RW 03, Kecamatan Kaliwungu,Kabupaten Kudus. Seorang pria mengenakan caping dengan tumpukan tanah liat di sampingnya tampak sedang mencetak batu bata. Pria tersebut adalah Bagus Anusa Pradana (27) pemilik usaha produksi batu bata. Bagus, begitu dia akrab disapa sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya.

Batu bata yang diproduksi di tempat Bagus di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

Usaha tersebut sudah dirintis ayahnya sejak 35 tahun yang lalu. Berawal dari kawasan yang tanahnya tinggi, kemudian mendapat ide untuk mengolah tanah di sana menjadi batu bata. Tetapi saat ini, tanah di tempat itu sudah tidak diperbolehkan untuk diolah menjadi bahan batu bata. “Jadi sejak dua tahun yang lalu, kami harus membeli tanah untuk bahan baku produksi batu bata ini,” ungkapnya.

Saat ini, Bagus membeli tanah dari daerah Jepara dan Kudus. Sedangkan sekam membeli dari Demak dan Semarang. Dia juga mengungkapkan, untuk membeli tanah ada proses seleksinya demi menjaga kualitas produk. Dia tidak ingin mengecewakan pelanggan jika menggunakan bahan baku yang kurang baik.

“Kadang kan ada tanah yang tidak bagus untuk dibuat batu bata, seperti tanah yang ada campuran pasirnya. Saya sudah tujuh tahun ikut berkecimpung mengurus usaha ini, jadi saya cek dulu jika membeli bahan baku,” jelasnya, Senin (10/2/2020).

Saat ini, produknya sudah dipasarkan hingga daerah Jakarta, Bali, Jogja, Pekalongan, dan sekitar Karesidenan Pati. Harga batu bata per seribunya Rp 625 ribu dan ada bonus 10 biji untuk pembelian per seribunya. Menurut Bagus, kelebihan dari produknya yaitu lebih awet dan tidak mudah mengapur.

Saat hujan, produksi batu batanya menurun, karena terkendala dalam proses pengeringan. Selain itu, penjualan juga ikut menurun hingga 30 persen. Dalam satu bulan, saat musim panas dia bisa menjual hingga 100 ribu lebih batu bata.

“Tetapi saat musim hujan, penjualan menurun jadi 70 ribu per bulan. Jika produksi manual seperti saat ini, dalam sehari bisa seribu biji, tapi kalau menggunakan mesin, per hari bisa 15 ribu. Saat musim hujan kami terhambat dalam proses pengeringan, jadi produksi kami menurun,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni Rusbandi (45) warga Dukuh Gerung, Desa Kaliwungu RT 08 RW 02, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, yang merupakan pemilik usaha produksi kasur spring bed. Sambil memotong kayu, Rusbandi sudi bercerita tentang usahanya kepada betanews.id.

Salah satu pekerja terlihat sedang membuat spring bed di tempat usaha milik Rusbandi. Foto: Ahmad Rosyidi

Sebelumnya, katanya dia pernah bekerja di Tangerang tempat produksi kasur spring bed. Pada tahun 1998, dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), kemudian pria kelahiran Yogyakarta itu merantau ke Kudus dan memulai usaha produksi kasur pada 2001. Saat awal usahanya, Rusbandi mengaku kesulitan memasarkan produk, bahkan sempat ditolak-tolak saat menitipkan kasurnya.

“Alhamdulillah sekarang sudah lancar, minimal 60 buah per bulan. Rata-rata kasur yang saya produksi adalah barang pesanan, biasanya toko mau pun perorangan pesan terlebih dahulu dan menunggu satu pekan,” ungkapnya, Selasa (11/2/2020).

Saat ini, produk kasurnya dijual di daerah sekitar Karesidenan Pati dan Demak. Harganya bervariasi, mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Produk kasur Rusbandi juga bergaransi, mulai garansi lima tahun hingga 10 tahun, menyesuaikan harga dan kualitas.

“Untuk perorangan bisa dapat gratis ongkos kirim, tapi menunggu pas kami mengirim ke toko yang searah tujuan. Jadi bisa sekalian kami kirim tanpa biaya tambahan. Kalau garansi, biasanya kami kenakan biaya ongkos kirim, tapi jika mau diantar dan diambil sendiri tidak kena biaya,” jelasnya.

Priyanto, salah satu karyawan di tempat tersebut menambahkan, dalam sehari bisa membuat dua kasur yang model dua bed. Untuk produk yang harganya terjangkau dengan garansi lima tahun, pemasangan per nya dikerjakan secara manual. Berbeda dengan produk kualitas baik yang bergaransi 10 tahun, pemasangan per nya menggunakan alat.

“Jika yang biasa model satu bed dalam sehari bisa lebih dari dua buah. Ini membuat yang dua bed, harganya Rp 1.750.000,” tambah pria yang sudah tiga tahun bekerja di tempat Rusbandi itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus, Selasa (25/02/2020). Mereka yakni Niken Ayu Khoirun Nisa dan Faliha Ibriza Tsaniya, peraih medali emas dan spesial award pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2020 yang berlangsung pada 20-22 Februari 2020 di Kuala Lumpur Malaysia atas karya inovasi plastik kemasan bungkus makanan ramah lingkungan dari tepung mocaf dan tepung ganyong (canna flour).

Siswi MAN 1 Kudus sedang praktik membuat plastik ramah lingkungan yang berbahan dasar tepung mocaf dan tepung ganyong. Foto : Ahmad Rosyidi

Usai proses pembuatan, mereka sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang hasil penelitiannya itu. Satu di antara mereka mengungkapkan, jika ide membuat edible film tersebut berawal dari Laila Fitriya Muthoharoh. “Satu kelompok ada tiga orang, sebenarnya ide awal dari Laila yang saat ini izin karena sakit,” jelas Niken.

Setelah mendapat ide, kemudian mereka melakukan penelitian lebih kurang sekitar empat bulan. Menurutnya, penggunaan plastik di Indonesia sangat tinggi. Karena plastik tidak ramah lingkungan, mereka sepakat untuk membuat edible film, yakni pengganti plastik untuk membungkus makanan yang jauh lebih ramah lingkungan.

“MTE kemarin itu diikuti 10 negara, dari Indonesia sendiri ada 29 kelompok. Dari Indonesia kebanyakan penelitian, kalau dari luar membuat alat yang canggih. Awalnya tidak menyangka dapat medali emas, karena peserta yang lain juga bagus. Saat dipanggil, kita masih duduk, karena kita kira salah panggil,” terangnya sambil tersenyum.

Setelah terdiam dan belum maju, akhirnya pendamping mereka meyakinkan bahwa yang dipanggil memang benar dari MAN 1 Kudus. Niken berharap bisa terus mengembangkan hasil penelitiannya dan belajar lebih giat, agar bisa menjadi peneliti bergabung di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Faliha Ibriza Tsaniya menambahkan, pengganti plastik ramah lingkungan ini masih belum tahan jika digunakan membungkus makanan yang mengandung minyak tinggi. “Masih mudah terurai jika terkena minyak. Nantinya kita akan melakukan penelitian lebih lanjut agar bisa tahan terhadap minyak,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Fais (42), Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Kudus mengungkapkan, bahwa ke depan ingin meningkatkan kemampuan murid yang lain agar bisa ikut lomba dan berprestasi juga. Selain itu, dengan kemenangan ini, bisa ikut ajang yang lebih tinggi. “Tetapi pihak sekolah juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan stake holder yang ada,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik usaha produksi ornamen, warga Desa Karangmalang RT 02 RW 06, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sambil membersihkan ornamen dengan kuas, pria yang akrap disapa Parman itu berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya.

Salah seorang pekerja sedang membuat ornamen rumah. Foto : Ahmad Rosyidi

Sebelum memproduksi ornamen rumah, dia membuat gypsun sejak tahun 1995 hingga 2015. Karena persaingan pasar mulai ketat, akhirnya Parman banting setir beralih ke produksi ornamen rumah. Saat awal produksi, pesaingnya belum banyak. Tetapi saat ini sudah banyak yang produksi ornamen rumah, sehingga persaingan pasar juga mulai ketat.

“Sebelumnya saya memproduksi gypsun mulai tahun 1995, dan pada 2015 lalu saya sudah merasa kalah bersaing dalam penjualan, sehingga banting setir ganti produksi ornamen. Sekarang juga sudah mulai banyak yang produksi ornamen, tapi saya tetap yakin mampu bersaing,” ujarnya.

Dalam menghadapi persaingan pasar, dia terus menjaga kualitas ornamennya dengan menggunakan bahan yang bagus. Seperti pasir, Parman tetap memilih Pasir Muntilan yang lebih tahan lama. Menurutnya, Pasir Muntilan lebih bagus dan awet jika dibandingkan pasir yang lain.

Ornamen yang dia produksi, rata-rata adalah pesanan dengan jumlah minimal 100 biji. Untuk harga ornamen buatannya, kisaran mulai Rp 5 ribu hingga Rp 12.500, tergantung ukuran. Saat ini, produk ornamen Parman dipasarkan ke daerah sekitar Karesidenan Pati, Demak dan Semarang.

Sedangkan, karyawan tetap di tempat Parman ada empat orang. Tetapi, jika ada banyak pesanan dia menambah karyawan lagi. Garansi yang berlaku hanya garansi pengiriman saja, yakni dia hanya bertanggungjawab mengirim barang dengan utuh tanpa kerusakan. “Kalau biaya jasa pengiriman saya menyesuaikan jaraknya. Saya juga memberi garansi pengiriman, jika ada kerusakan saat proses pengiriman nanti saya ganti,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Inilah Titik-Titik Patahan Aktif Kegempaan di Jateng, Wilayah Muria dan Sekitarnya Masuk

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dinyatakan memiliki potensi gempa. Berdasarkan peta kegempaan, wilayah Muria dan sekitarnya, antara lain Demak, Pati dan Purwodadi, memiliki potensi bencana gempa. Namun, potensi itu masih dalam rata-rata yang lebih kecil dan pelan jika dibanding sejumlah wilayah lain di Jateng.

Hal tersebut dinyatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai acara Workshop Penerapan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 dan SNI Bidang Bahan, Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Perencanaan Struktur Gedung (Bangunan Tahan Gempa) di Hotel Santika, Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan kepada wartawan usai acara Workshop Penerapan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia . Foto: IST

“Sesar atau patahan aktif di Jawa Tengah terdapat di beberapa titik. di Semarang dan di Muria, Demak, Pati, Purwodadi, Ungaran, dengan rata-rata yang lebih kecil atau pelan,” ujar Ganjar kepada wartawan usai acara, Senin (24/2/2020).

Dia menjeleaskan, Wilayah lain yang tampak jelas terkena dampak sesar aktif tersebut yakni wilayah paling Barat ada Baribis Kendeng di Brebes dan Pemalang dengan potensi rata-rata pergeseran 4,5 mm per tahun. Di titik lain yang sama dengan wilayah di kawasan Muria, ada Rawa Pening, Opak-pak, Merapi-Merbabu, dan Tegal-Ajibarang. Sejumlah wilayah tersebut juga memiliki intensitas pergeseran yang kecil.

“Kami berharap semua melek bahwa kita hidup di daerah-daerah bahaya. Mikro zonasi yang diberikan boleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sudah ada sehingga semuanya nanti bisa diberikan kepada publik yang membangun,” katanya.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, khusus daerah Jawa Bagian Utara dan Pantura memiliki potensi gempa yang lebih sedikit meskipun dilalui sesar mikro. Bencana yang terjadi di kawasan ini lebih banyak mengenai land subsidence (penurunan permukaan tanah) dan banjir.

“Potensi gempa, ada petanya tetapi dalam sejarahnya ada di titik-titik tadi. Mungkin kalau Pantura bukan itu (gempa) bencananya,” ungkap Ganjar,” jelasnya.

Pengembangan KSPN Borobudur

Ganjar mengatakan, peta potensi gempa tersebut akan menjadi acuran Pemerintah Provinsi Jateng dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah memerintahkan dalam pengembangan KSPN Borobudur.

“Kalau kita ingin membangun KSPN di sekitar Borobudur maka ini (peta kegempaan) harus diacu. Presiden sudah perintahkan, ilmuan sudah perintahkan, gambar sudah diberikan,” ujar pria berambut putih itu.

Selain itu, Ganjar juga mengingatkan kepada para developer atau pengembang yang akan mendirikan bangunan. Menurutnya, developer kalau membangun sekarang harus berorientasi pada peta itu. Jangan memaksakan membangun di daerah yang bahaya.

“Saya ingin para developer kalau membangun sekarang berorientasilah, ikatan arsitek bantulah. Kalau mau bangun dibaca peta geologisnya, peta kegempaannya dibaca,” jelasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kisah Saryono, Seniman yang Rela Melepas Jabatan Manajer di Perusahaan Asing, Hingga Ikut Andil Terwujudnya Museum Jenang Kudus

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Tiga pria tampak sibuk di halaman rumah semi permanen di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Terlihat seorang di antaranya mengenakan kaus oblong warna hitam sedang merapikan sudut mimbar yang terbuat dari triplek. Di sampingnya, tampak rekannya sedang menghaluskan triplek dengan mesin amplas. Sedangkan di sudut lain, terlihat seorang pria paruh baya sedang memberi sentuhan warna pada sebuah patung. Pria tersebut yakni Saryono (56) yang rela melepas jabatan sebagai manajer di salah satu perusahaan asing dan lebih memilih menekuni menjadi pekerja seni.

Miniatur buku RMP Sosrokartono karya Saryono yang nantinya bakal ditaruh di Museum Jenang Kudus. Foto : Rabu Sipan

Saryono mengisahkan, setelah lulus dari Institut Seni Indonesia jurusan seni lukis, dirinya sempat kerja di perusahaan mebel milik orang asing yang berada di Kudus. Kerjaan itu dilaluinya selama 10 tahun dengan jabatan manajer produksi. Tapi karena merasa jenuh dengan aturan perusahaan, serta jiwa seninya berontak, dia pun memutuskan untuk keluar.

“Sebenarnya untuk urusan gaji sudah lumayan besar. Apalagi jabatan saya di perusahaan tersebut manajer produksi. Tapi jujur selama 10 tahun bekerja saya merasa jenuh dengan aturan perusahaan. Jiwa seni saya juga seolah memanggil agar berkarya lagi. Maka saya putuskan untuk keluar,” ujar pria berambut gondrong kepada betanews.id.

Pria yang berasal dari Prambanan, Yogyakarta itu mengaku pindah ke Kudus pada tahun 2000 dan bekerja di perusahaan mebel milik orang asing. Selain bekerja di mebel, dirinya yang merupakan pelukis bersama teman – teman pekerja seni lainnya di Kudus mendirikan Paku atau Perupa Kudus. Di Paku itulah, dirinya berkenalan dengan Muhammad Hilmy, pemilik Jenang Mubarok saat pameran seni di Gedung DPRD Kudus.

Hingga tiga tahun yang lalu, lanjutnya, dirinya diajak kerja sama Muhammad Hilmy mendesain dan membuat beberapa patung, lukisan, diorama di Museum Jenang Kudus. Menurutnya, kerja sama itu masih berlanjut hingga sekarang. Bahkan, saat ini dirinya sedang mengerjakan pembuatan patung Raden Mas Panji Sosrokartono lengkap dengan perpustakaannya.

Rencananya patung RMP Sosrokartono dan perpustakaannya akan ditempatkan di satu veneu di Museum Jenang Kudus.Saryono pun bercerita singkat tentang sosok patung yang dibuatnya. Sosrokartono merupakan kakak kandung dari RA Kartini. Sosrokartono berjuluk si jenius dari timur karena kecerdasannya. Beliau juga merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke Negeri Belanda.

“Karena terkenal jenius dan suka baca, nanti perpustakaan RMP Sosrokartono terdiri dari patung sang tokoh itu sendiri, serta ada beberapa miniatur buku koleksi Sosrokartono. Di ruangan tersebut, nanti juga ada foto ayah RMP Sosrokartono yakni RM Ario Sosrodiningrat, serta ada foto adiknya yaitu RA Kartini,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengerjaannya, tuturnya, hampir selesai. Patung Sosrokartono yang dibuat dari fiberglas itu bisa dibilang sudah jadi. Miniatur buku koleksi Sosrokartono juga sudah hampir lengkap. Yang belum itu pengecatan dinding ruangan serta pengecatan kursi dan mimbar untuk perpustakaan tersebut.

Pria yang sudah dikaruniai dua putra itu mengatakan, sangat bersyukur bisa ikut andil mewujudkan impian pemilik Museum Jenang Mubarok. Agar museum tersebut bisa menjadi ruang edukasi kesenian dan sejarah Kudus bagi siapapun yang berkunjung.

“Karena honor tertinggi bagi pekerja seni ya saat karya kita bisa dinikmati, dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bantuan Kendaraan untuk Polda Diharapkan Bisa Tunjang Kinerja Polisi Amankan Jateng

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerima bantuan empat truk dan 25 kendaraan bermotor dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (25/2).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menyampaikan, kendaraan tersebut nantinya diperuntukkan operasional Satuan Brimob dan Patroli Samapta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di dampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel sedang menjajal truk yang merupakan bantuan dari Pemprov Jateng untuk Polkda Jateng. Foto : Ist

Menurut Ganjar, luasnya jangkauan pengamanan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di 35 kabupaten/kota memerlukan alat transportasi yang sangat banyak. Namun jika menilik dari sisi anggaran, tidak akan cukup jika hanya dibebankan kepada kepolisian saja.

“Ini bagian dari cara Pemprov Jateng bersinergi. Kami tahu dan mengerti persis bagaimana kepolisian mengamankan seluruh wilayah di Jawa Tengah, namun dengan anggaran yang tidak mencukupi. Bantuan ini sebagai bentuk efisiensi,” kata Ganjar.

Ganjar berharap, dengan tambahan armada itu akan mempermudah dan memperlancar kinerja jajaran kepolisian. Untuk satu truk tersebut mampu mengangkut satu peleton atau 30 orang setiap kali jalan. “Kami tahu kebutuhannya sangat banyak tapi (bantuan-red) ini, manfaatkan dengan baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyinggung soal pengamanan di dunia maya. Kepolisian, kata Ganjar, dengan segala kemampuannya juga mesti melakukan patroli siber. Terlebih menjelang pilkada di 21 kabupaten/kota.

“Bukan hanya patroli konvensional tapi juga di dunia maya. Ketika KPU dan Bawaslu sudah menyelenggarakan dengan baik, maka Kepolisian dan kejaksaan harus mengawasi dan menegakkan peraturan,” katanya.

Untuk diketahui, bantuan tersebut diadakan setelah Polda Jawa Tengah melakukan efisiensi dan efektivitas dana hibah dari Pemprov Jateng. Totalnya kendaraan tersebut senilai Rp 2,4 miliar.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, nantinya untuk kendaraan truk akan dimanfaatkan oleh Satuan Brimob dan 25 kendaraan roda dua untuk Patroli Samapta.

“Semuanya untuk menunjang pengaman di Jawa Tengah. Seperti yang dikatakan Pak Gubernur tadi, apalagi ini mendekati pilkada,” katanya.

- advertisement -