BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dinyatakan memiliki potensi gempa. Berdasarkan peta kegempaan, wilayah Muria dan sekitarnya, antara lain Demak, Pati dan Purwodadi, memiliki potensi bencana gempa. Namun, potensi itu masih dalam rata-rata yang lebih kecil dan pelan jika dibanding sejumlah wilayah lain di Jateng.
Hal tersebut dinyatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai acara Workshop Penerapan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 dan SNI Bidang Bahan, Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Perencanaan Struktur Gedung (Bangunan Tahan Gempa) di Hotel Santika, Semarang.

“Sesar atau patahan aktif di Jawa Tengah terdapat di beberapa titik. di Semarang dan di Muria, Demak, Pati, Purwodadi, Ungaran, dengan rata-rata yang lebih kecil atau pelan,” ujar Ganjar kepada wartawan usai acara, Senin (24/2/2020).
Dia menjeleaskan, Wilayah lain yang tampak jelas terkena dampak sesar aktif tersebut yakni wilayah paling Barat ada Baribis Kendeng di Brebes dan Pemalang dengan potensi rata-rata pergeseran 4,5 mm per tahun. Di titik lain yang sama dengan wilayah di kawasan Muria, ada Rawa Pening, Opak-pak, Merapi-Merbabu, dan Tegal-Ajibarang. Sejumlah wilayah tersebut juga memiliki intensitas pergeseran yang kecil.
“Kami berharap semua melek bahwa kita hidup di daerah-daerah bahaya. Mikro zonasi yang diberikan boleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sudah ada sehingga semuanya nanti bisa diberikan kepada publik yang membangun,” katanya.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, khusus daerah Jawa Bagian Utara dan Pantura memiliki potensi gempa yang lebih sedikit meskipun dilalui sesar mikro. Bencana yang terjadi di kawasan ini lebih banyak mengenai land subsidence (penurunan permukaan tanah) dan banjir.
“Potensi gempa, ada petanya tetapi dalam sejarahnya ada di titik-titik tadi. Mungkin kalau Pantura bukan itu (gempa) bencananya,” ungkap Ganjar,” jelasnya.
Pengembangan KSPN Borobudur
Ganjar mengatakan, peta potensi gempa tersebut akan menjadi acuran Pemerintah Provinsi Jateng dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah memerintahkan dalam pengembangan KSPN Borobudur.
“Kalau kita ingin membangun KSPN di sekitar Borobudur maka ini (peta kegempaan) harus diacu. Presiden sudah perintahkan, ilmuan sudah perintahkan, gambar sudah diberikan,” ujar pria berambut putih itu.
Selain itu, Ganjar juga mengingatkan kepada para developer atau pengembang yang akan mendirikan bangunan. Menurutnya, developer kalau membangun sekarang harus berorientasi pada peta itu. Jangan memaksakan membangun di daerah yang bahaya.
“Saya ingin para developer kalau membangun sekarang berorientasilah, ikatan arsitek bantulah. Kalau mau bangun dibaca peta geologisnya, peta kegempaannya dibaca,” jelasnya.
Editor: Suwoko

