31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Siapkan Aplikasi Arsip EMAS, Ganjar Dorong Data Keluarga Disimpan Secara Digital

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginisiasi agar masyarakat peduli terhadap arsip. Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Ganjar mengatakan, jika Pemprov Jateng telah memfasilitasi dengan menyediakan ruang digital berupa aplikasi Arsip Emas (Arsip Elektronik Masyarakat). Aplikasi ini merupakan aplikasi penyimpanan arsip-arsip keluarga. Ruang digital itupun bisa diunduh gratis melalui play store.

Gubernur Ganjar Pranowo hadir di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (26/2). Di acara tersebut Gubernur menerima penghargaan Pengawasan Kearsipan yang diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo. Foto : Ist

“Aplikasi ini kita buat untuk menyederhanakan bagaimana cara mereka menyimpan data secara digital. Itu cara yang kita gunakan. Mereka aktif mengisi sendiri tidak terlalu sulit. Cuma motret, unggah file dan password mereka sendiri,” kata Ganjar usai Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Rabu (26/2).

Menurutnya, penyimpanan data secara digital tersebut perlu dilakukan, agar suatu ketika seandainya terjadi sesuatu, masyarakat sudah punya back up semua. “Hari ini semua harus mau pindah ke digital. Termasuk arsip pribadi, KTP, ijazah, kartu keluarga, surat-surat penting dan lainnya,” kata Ganjar.

-Advertisement-

Upaya digitalisasi yang dilakukan Ganjar tersebut, bahkan sangat diapresiasi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo.

Bukan hanya pribadi, katanya, penyimpanan data-data secara digital juga telah Ganjar terapkan pada instansi-instansi pemerintahan. Selain efisiensi, proses digitalisasi tersebut juga mempermudah pencarian ketika suatu saat data tersebut dibutuhkan. Termasuk pendataan kejadian luar biasa.

“Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Corona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, itu bisa direcall,” katanya.

Proses digitalisasi juga dilakukan oleh Dispermasdes Jateng dalam pelaporan penggunaan dana desa. Upaya tersebut menurut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo mesti ditiru oleh pemerintahan daerah manapun.

“Yang penting tujuannya ketika masyarakat membutuhkan data, pemerintah bisa memberikan dengan cepat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER