BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah menyiapkan lahan seluas sekitar 6 hektare untuk mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) kedua.
Lahan tersebut berada di sebelah barat kompleks Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang saat ini sudah dibangun di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Pakis Adhi, Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji.
Penyiapan lahan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat melihat potensi pengembangan kawasan SRT di wilayah tersebut. Meski pembangunan SR kedua belum mendapat keputusan final, Pemkab Jepara telah diminta menyiapkan lahan sebagai salah satu syarat apabila usulan tersebut disetujui.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan wacana penambahan SR muncul saat kunjungan Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum ke kawasan SR Jepara beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pemerintah pusat menilai kawasan SR yang sedang dibangun masih memungkinkan untuk dikembangkan. Karena itu, Pemkab Jepara diminta menyiapkan lahan untuk rencana pembangunan SR tambahan.
“Direncanakan kita diusulkan tambah satu lagi bangunan Sekolah Rakyat di sebelahnya, luasnya sekitar 6 hektare. Saat ini masih tahap usulan. Kami diminta mempersiapkan lahan minimal enam hektare,” jelas Muh Ali kepada Betanews.id, Selasa (18/8/2026).

Ali menjelaskan, gedung SR pertama di Jepara dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektare dan menampung 270 siswa. Sementara itu, lahan yang disiapkan untuk SR kedua memiliki luas sekitar 6 hektare dan berada di sebelah barat kompleks SR pertama.
SR kedua tersebut nantinya diusulkan mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang direncanakan memiliki tiga rombongan belajar (rombel).
Bangunan SR kedua akan difokuskan untuk ruang kelas dan asrama. Sementara itu, fasilitas olahraga tidak akan dibangun secara terpisah karena akan memanfaatkan lapangan yang sudah tersedia di kompleks SR pertama.
“Nanti tidak ada lapangan, nanti yang lapangan jadi satu dengan SR 1,” terangnya.
Rencana penambahan SR tersebut juga didukung oleh tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat di Jepara. Pada proses penerimaan siswa SR pertama, jumlah pendaftar tercatat melebihi kuota yang tersedia.
Data Dinsospermasdes mencatat, pendaftar jenjang SD mencapai 90 anak, SMP sebanyak 160 anak, dan SMA sebanyak 93 anak. Sementara itu, kuota yang tersedia masing-masing hanya 90 siswa per jenjang. Karena jumlah pendaftar melebihi daya tampung, dilakukan proses seleksi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar, membenarkan adanya komunikasi dengan pemerintah pusat terkait kemungkinan pembangunan SR kedua di Jepara.
Menurut Ary, salah satu pertimbangan pemerintah pusat melirik Jepara adalah masih tersedianya lahan yang cukup luas. Pemerintah pusat juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disiapkan Pemkab Jepara.
“Memang ada permintaan dari pusat karena melihat Jepara masih memiliki lahan yang cukup luas. Pemerintah pusat sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil peninjauan itu akan menjadi bahan yang disampaikan ke pusat,” katanya.
Meski lahan telah disiapkan, Ary menegaskan pembangunan SR kedua belum dapat dipastikan. Pemkab Jepara masih menunggu hasil kajian dan keputusan dari pemerintah pusat.
“Tapi ini masih belum ada kepastian,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

