Beranda blog Halaman 1877

Ukiran Wajah Tiga Dimensi Warga Medini Kudus Tembus Pasar Mancanegara

0
Heru dengan beberapa ukiran wajah tiga dimensi hasil karyanya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria tampak sibuk di teras rumah berpintu gebyok dan bercat kuning. Tampak satu orang yang tidak memakai topi sedang mengamplas hasil ukiran berbingkai. Sedang yang satunya lagi sibuk memahat kayu yang sudah berpola. Di belakang dua orang tersebut terlihat dua bingkai ukiran seorang tokoh. Dua bingkai ukiran tersebut yakni ukiran wajah tiga dimensi hasil karya Heru Suprayitno (39) yang diminati orang dari mancanegara.

Heru sedang mengukir wajah di atas sebuah kayu. Ukiran wajah tiga dimensi karya Heru ini diminati hingga mancanegara. Foto : Rabu Sipan

Heru Suprayitno mengakui, beberapa kali mendapatkan order pembuatan seni ukir wajah tiga dimensi dari orang luar negeri. Menurutnya pada tahun 2019 kemarin, tepatnya pada bulan Juni, dirinya mendapatkan order dari warga Belanda. Masih di bulan dan tahun yang sama, dia pun mendapatkan order dari warga Jerman.

“Masih pada tahun yang sama saya dapat order seni ukir wajah tiga dimensi dari warga Singapura. Dan pada Januari tahun 2020 saya mendapatkan order untuk warga Italia,” ungkap pria yang akrab disapa Heru kepada betanews.id.

Baca juga : Kisah Saryono, Seniman yang Rela Melepas Jabatan Manajer di Perusahaan Asing, Hingga Ikut Andil Terwujudnya Museum Jenang Kudus

Pria warga Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kudus itu menuturkan, meski yang diukir itu orang luar negeri namun yang memberi order tetap orang Indonesia. Setelah jadi baru dikirim para pemesan ke luar negeri. Bahkan saat ini ada pesanan untuk warga Australia, tapi yang memberi order orang Bali.

Dia menambahkan, dari mancanegara, dirinya juga sering mendapatkan order pembuatan seni ukir wajah tiga dimensi untuk para tokoh nasional. Di antaranya Soekarno, Presiden RI pertama yang dipesan orang Bandung. Kemudian Presiden RI Jokowi Widodo, Hingga Hasyim As’ari pendiri Nahdatul Ulama.

“Saya juga dapat pesanan untuk membuat ukir wajah tiga dimensi Pak Prabowo. Kalau yang sudah jadi ini ada Habib Ja’far Alkaf, serta pesanan dari orang Kudus,” ujarnya.

Dia mengaku, menerima ukir wajah tiga dimensi untuk siapa saja. Yang terpenting pengorder harus ada foto objek yang akan dibuat. Agar hasilnya bisa serupa dan detail.

“Untuk harga saya mematok kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 7 juta per bingkai. Harga tergantung ukuran serta berapa tokoh yang dibuat dalam bingkai. Tapi sebenarnya harga bisa dinegosiasikan,” ungkap pria yang mengenakan topi tersebut.

Baca juga : Usaha Kaligrafinya Sepi, Iwan Banting Setir Buat Sketsa Wajah di Atas Kayu

Untuk pengerjaan, lanjutnya, biasanya memerlukan waktu sekitar tiga hari sampai sepekan. Pengerjaan juga tergantung dari ukuran serta berapa objek dan tokoh yang dibuat dalam satu bingkai. Sedangkan bahan, dia cenderung menggunakan limbah kayu jati. Karena kayu jati itu lebih awet dan agar pelanggan puas dengan hasilnya.

Dia mengaku menekuni seni ukir wajah tiga dimensi sejak tahun 2007. Serta sudah mempunyai banyak pelanggan dan pesanan. Selama ini juga tidak ada satu pun pelanggan komplain dengan hasil karyanya.

“Aku bersyukur sampai saat ini tidak ada pelanggan yang komplain. Aku berharap hasil karya saya ini makin diminati. Agar kelak aku bisa buka galeri untuk memamerkan seni ukir wajah tiga dimensi karya saya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Usai ‘Liburkan’ Sekolah, Ganjar Tutup 55 Tempat Wisata di 11 Kabupaten

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diajak swafoto di kawasan Borobudur. Foto: Suwoko

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terus menempuh langkah strategis untuk menutup akses persebaran virus Corona COVID-19. Setelah menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah diganti pembelajaran online, Ganjar kini menutup 55 tempat wisata yang tersebar di 11 kota dan kabupaten di Jateng.

Keputasn tersebut disampaikan Ganjar saat melakukan rapat terbatas dengan jajarannya di Semarang, Senin (16/3/2020). Usai rapat terbatas, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah pada hari yang sama.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

Menurut Ganjar, perkembangan kasus Corona di Jateng hingga saat ini membuatnya mengambil langkah tersebut. Penutupan tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan akan membuat persebaran virus semakin cepat.

“Dalam kasus Corona yang penting untuk diselamatkan pertama kali yakni manusianya. Jika manusianya diselamatkan, perekonomian bisa dihidupkan,” ujar Ganjar.

Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

Destinasi wisata yang ditutup, kata Ganjar sebanyak 55 tempat. Lokasi wisata yang ditutup tersebar di 11 kabupaten dan kota di Jateng, di antaranya Kota Surakarta, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Kota dan Kabupaten Semarang. Ada juga destinasi di Kabupaten Magelang, Klaten dan Kabupaten Banyumas. Berikut daftar tempat wisata yang ditutup sementara:

NO KABUPATEN/KOTA TEMPAT WISATA WAKTUPENUTUPAN
1 Kota Surakarta Taman Balekambang 14 – 29 Maret 2020
2 Kota Surakarta Museum Keris 14 – 29 Maret 2020
3 Kota Surakarta Museum Radya Pustaka 14 – 29 Maret 2020
4 Kota Surakarta Keraton Kasunanan 14 – 29 Maret 2020
5 Kota Surakarta TSTJ Jurug 16 – 29 Maret 2020
6 Kota Surakarta WO Sriwedari 14 – 29 Maret 2020
7 Kota Surakarta Mangkunegaran 14 – 29 Maret 2020
8 Kota Surakarta Museum Batik Danarhadi 16 – 29 Maret 2020
9 Kota Surakarta Musium Musik 15 Maret – menunggu
10 Kota Surakarta Lokananta 15 Maret – menunggu
11 Kab. Wonogiri Museum Karst 16 – 29 Maret 2020
12 Kab. Sragen Museum Sangiran 15 – 29 Maret 2020
13 Kab. Karanganyar Museum Dayu 15 – 30 Maret 2020
14 Kab. Karanganyar Candi Sukuh 16 Maret -menunggu
15 Kab. Karanganyar Candi Cetho 16 Maret – menunggu
16 Kota Semarang Lawang Sewu 16 Maret -menunggu
17 Kota Semarang Oemah Herborist 16 – 30 Maret 2020
18 Kab. Semarang Museum KA Ambarawa 16 Maret – menunggu
19 Kab. Magelang Ketep Pass 16 – 30 Maret 2020
20 Kab. Magelang TR Mendut 16 – 30 Maret 2020
21 Kab. Magelang TWA Kalibening 16 – 30 Maret 2020
22 Kab. Magelang PAH Candi Umbul 16 – 30 Maret 2020
23 Kab. Magelang Telaga Bleder 16 – 30 Maret 2020
24 Kab. Magelang Candi Mendut Pawon 16 – 30 Maret 2020
25 Kab. Magelang Sendhang Hagen Tirti Kencana 16 maret – menunggu
26 Kab. Magelang Wisata Telomoyo 16 -30 Maret 2020
27 Kab. Magelang Gunung Andong 16 -30 Maret 2020
28 Kab. Magelang Candi Selogriyo 16 -30 Maret 2020
29 Kab. Magelang Top Selfi Kragilan 16 -30 Maret 2020
30 Kab. Boyolali Kaw. Gunung Merbabu 15 – 28 Maret 2020
31 Kota Surakarta Tumurun Priv. Museum 14 – 29 Marer 2020
32 Kab. Magelang Candi Borobudur 14 – 29 Maret 2020
33 Kab. Banyumas Lokawisata Baturraden 16 – 30 Maret 2020
34 Kab. Banyumas Taman Balkem 16 – 30 Maret 2020
35 Kab. Banyumas Tmn Andang Pangrenan 16 – 30 Maret 2020
36 Kab. Banyumas Monumen PB Sudirman 16 – 30 Maret 2020
37 Kab. Banyumas Husada Kalibacin 16 – 30 Maret 2020
38 Kab. Banyumas Musium Wayang Sedang 16 – 30 Maret 2020
39 Kabupaten Klaten OMAC 16 – 22 Maret 2020
40 Kabupaten Klaten Bukit sidoguro 17 – 22 Maret 2020
41 Kabupaten Klaten Candi Plaosan 18 – 22 Maret 2020
42 Kabupaten Klaten Candi Sojiwan 19 – 22 Maret 2020
43 Kota Tegal Bahari Waterpark 16 – 29 Maret 2020
44 Kota Tegal Pantai Alam Indah 16 – 29 Maret 2020
45 Kota Tegal Dukuh Kajongan 16 – 29 Maret 2020
46 Kota Tegal Rita Park 16 – 29 Maret 2020
47 Kab. Temanggung Pikatan Water Park 16 Maret – menunggu
48 Kab. Temanggung Pemandian Tirto Asri 16 Maret – menunggu
49 Kab. Temanggung Wana Wisata Jumprit 16 Maret – menunggu
50 Kab. Temanggung Situs Liyangan 16 Maret – menunggu
51 Kab. Temanggung Candi Pringapus 16 Maret – menunggu
52 Kab. Temanggung Posong (Alam) 16 Maret – menunggu
53 Kabupaten Blora MCEdupark 17-23 Maret 2020
54 Kota Magelang Museum Sudirman 16 – 29 Maret 2020
55 Kota Magelang Museum BPK RI 16 – 29 Maret 2020

Sejak merebaknya isu Corona, kunjungan wisatawan di Jateng terus menurun. Untuk wisatawan lokal penurunan kunjungan menurun hingga 72,49 perseb. Sedangkan kunjungan dari turis asing menurun hingga 88,46 persen.

Ganjar mengaku akan berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terkait pajak daerah. Karena tidak dimungkiri, pajak dari pajak sektor wisata dan hiburan cukup berkontribusi pada pendapatan daerah.

Menurunnya kunjungan wisatawan, kata Ganjar, juga berdampak pada okupansi hotel di Jateng. “Ini tentu karena kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah juga menurun. Banyak hotel yang meminta dispensasi energi dan BBM,” ujar Ganjar.

Dia menambahkan, berdasarkan data yang ada saat ini, penurunan keterhunian atau okupansi hotel menurun 11,77 persen. Sedangkan angka rata-rata menginap turun 0,6 persen.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Tekan Persebaran Corona, SMA di Kudus Tunda Ujian Sekolah

0
Beberapa guru di SMAN 1 Bae sedang meningkatkan pola hidup bersih dengan menempatkan hand sanitizer di beberapa titik. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Tampak tiga orang di depan ruangan guru di SMA N 1 Bae, Kabupaten Kudus, sedang memasang tempat untuk mencuci tangan dengan alkohol. Satu di antaranya yakni Supriono (57). Dia sudi berbagi informasi kepada betanews.id terkait penundaan ujian sekolah di tempatnya. Hal tersebut sebagai tindak lanjut adanya surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah yang mengimbau, selama dua pekan tidak ada pembelajaran di sekolah, untuk menekan adanya persebaran virus corona.

Supriono juga menjelaskan, jika mulai Senin (9/3/2020) di SMA N 1 Bae sedang manjalankan ujian sekolah. Seharusnya ujian ini berakhir pada 18 Maret, dan dengan adanya surat edaran itu pihak sekolah memutuskan untuk menunda ujian.

“Mulai hari Senin hingga Jumat kami sedang melaksanakan ujian. Karena tanggal 15 Maret 2020 kemarin keluar surat edaran, jadi ujian kami tunda hingga situasi belajar mengajar sudah diizinkan lagi,” ungkap Kepala SMA N 1 Bae, Kudus itu.

Baca juga : Sekolah Diliburkan, Guru Pantau Pembelajaran Siswa di Rumah Secara Online

Dia juga memaparkan, bahwa sudah mengimbau kepada seluruh siswa agar tetap belajar di rumah. Khususnya yang akan melanjutkan ujian, bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Selain itu, dia juga sudah berkoordinasi dengan wali kelas agar proses belajar siswa di rumah bisa terus berjalan.

“Kemarin sore kami menerima suratnya dan langsung melakukan koordinasi dengan wali kelas agar segera dilanjutkan kepada siswa. Untuk guru tetap masuk seperti biasa. Hari ini kami sudah tiga kali rapat koordinasi terkait persiapan,” paparnya, Senin (16/3/2020).

Sambil menunjukkan hand sanitizer yang digunakan untuk mencuci tangan, dia mengungkapkan, jika saat ini sudah menyediakan sebanyak 15 buah yang ditempatkan di berbagai titik di sekolah demi menjaga kebersihan. Rencana akan ditambah lagi jika barang yang dipesan sudah datang.

“Saat ini baru kami siapkan 15 titik tempat mencuci tangan. Rencananya akan kami tambah lagi. Saat ini terkendala barangnya yang susah didapat, mungkin karena banyak yang membutuhkan jadi ini baru pesan dulu,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Siswa SMKN 3 Semarang Belajar Via WA, Google Class, Edmodo hingga We Back

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang memantau KBM daring di SMKN 3 Semarang, Senin (16/3/2020). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring untuk seluruh sekolah di Jateng, direspon SMKM 3 Semarang. KBM daring yang mulai berlaku hari ini (16/3/2020) dilakukan sekolah tersebut menggunakan berbagai aplikasi untuk sarana pembelajaran antara guru dengan para siswa di rumah.

Sejumlah aplikasi yang digunakan para guru SMKN 3 Semarang dan siswa untuk berinteraksi di antaranya, Google Class, Edmodo, We Back, dan juga Whats Up (WA). Selain untuk menyampaikan materi kepada para siswa, aplikasi tersebut juga digunakan untuk presensi dan berinteraksi.

Baca juga: Sekolah Diliburkan, Guru Pantau Pembelajaran Siswa di Rumah Secara Online

Penggunaan sejumlah aplikasi untuk mendukung KBM daring tersebut diketahui saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke sekolah tersebut. Ganjar sengaja berkunjung ke SMKN 3 Semarang untuk memantau proses pembelajaran di sekolah pasca-terbitnya surat edaran yang dia buat.

“Kami (para guru) menggunakan beberapa aplikasi untuk pembelajaran secara daring. Ada yang menggunakan Google Class, Edmodo, We Bacak dan lain sebagainya,” ujar Taufik Hidayat, guru SMKN 3 Semarang kepada Ganjar.

Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

Penggunaan sejumlah aplikasi itu dikatakan Taufik sangat efektif untuk menunjang pembelajaran secara daring. Selain bisa sharing materi pelajaran kepada para siswa, para guru juga bisa memberikan tugas kepada para siswa.

Sebelumnya diberitakan, melalui surat edaran, Gubernur Jateng memerintahkan seluruh sekolah untuk menghentikan KBM di sekolah. Perintah tersebut berlaku untuk sekolah tingkat PAUD hingga SMA dan sederajat. Namun, para guru dan siswa tetap harus menjalani KBM namun bisa ditempuh secara daring. Itu akan berlaku hingga dua pekan ke depan.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

Ganjar menjelaskan, kedatangannya ke SMKN 3 Semarang ini untuk memantau pemberlakuan KBM daring. Selain di sekolah tersebut, Ganjar juga mengecek di sekolah sebagai sampling si SMAN 5 Semarang.

“Kami ngecek secara sampling anak-anak liburan atau sekolah. Alhamdulillah kita cek dan sampling, mereka sekolah,” katanya.

Selain berbincang dengan para guru, Ganjar juga berinteraksi dengan para siswa via video call WA. Satu di antara siswa yang berkomunikasi dengan Ganjar yakni Gabriela. Dia mengatakan tengah mengerjakan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia mencari biografi BJ Habibie.

“Bilangin ke temen-temenmu ini bukan libur, tapi belajar di rumah. Kira-kira teman-temanmu lagi pada belajar atau main? Saya minta selama empat belas hari ini kamu dan orangtuamu untuk tidak keluar. Jaga kesehatan dan jangan lupa ngepel rumah ya,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, KBM daring ternyata direspon sekolah secara baik dan para guru dan siswa sangat siap. Penggunaan berbagai aplikasi sangat mendukung proses pembelajaran. Aplikasi yang digunakan bermacam-macam, sesuai dengan apa yang sering digunakan.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Sekolah Diliburkan, Guru Pantau Pembelajaran Siswa di Rumah Secara Online

0
Guru di SMPN 1 Mejobo sedang melakukan rapat terkait libur sekolah dan teknis pembelajaran secara online. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah pengumuman bertuliskan ‘Semua siswa belajar di rumah mulai tanggal 16 s.d 29 Maret 2020’ tampak terpasang di pintu gerbang SMPN 1 Mejobo, Kabupaten Kudus. Suasana sepi terlihat di sekolah tersebut. Berjalan memasuki ruangan guru mulai terdengar suara seorang perempuan sedang menjelaskan sesuatu.

Dia adalah Diyan Handayani (57), Kepala SMP 1 Mejobo. Meski proses belajar mengajar di sekolah dihentikan selama dua pekan, dia mengimbau kepada seluruh guru untuk selalu siap mendampingi dan memantau proses belajar siswa. Selama dua pekan, proses belajar mengajar harus tetap berjalan meski tidak tatap muka.

Baca juga : Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

Pihak SMAN 1 Bae menyediakan hand sanitizer untuk menjaga pola hidup bersih agar terhindar dari virus corona. Foto : Ahmad Rosyidi

“Handphone harus selalu aktif, jika ada siswa yang kesulitan, guru harus selalu siap membantu. Kita cari cara terbaik agar proses belajar tetap berjalan, bisa melalui WhatsApp karena di setiap kelas ada grupnya. Jadi tugas-tugas bisa dikirim tanpa harus ke sekolah,” jelas perempuan paruh baya yang akrab disapa Ibu Diyan itu.

Usai rapat, sambil berjalan menuju ruangannya, dia mengungkapkan, bahwa surat edaran dari Gubernur Jateng yang ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus baru diterima hari minggu sore tanggal 15 Maret 2020. Setelah menerima surat secara resmi kemudian dirinya melakukan koordinasi dengan para guru.

Baca juga : Mau Periksa Corona Gratis? Berikut RS di Jateng yang Bisa Jadi Tujuan

“Dapat surat edaran secara resmi kemarin sore, kami langsung bergerak menginformasikan kepada para siswa. Dan tadi pagi kami juga membuat surat edaran untuk wali murid,” terangnya kepada betanews.id.

Semua guru masih aktif ke sekolah seperti biasa, karena harus mempersiapkan tugas dan jadwal khusus yang harus diberikan kepada siswa agar tidak bingung. Tugas yang disiapkan bisa berupa tulis dan video pada mapel tertentu.

“Sudah dari jauh-jauh hari kami mengimbau kepada anak-anak agar menjaga kebersihan. Saya berharap proses belajar di rumah bisa berjalan dengan baik dan anak-anak juga tetap sehat. Kami akan bekerja semaksimal mungkin mengawal pembelajaran 864 siswa yang ada di sini,” pungkasnya, Senin (16/3/2020).

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mau Periksa Corona Gratis? Berikut RS di Jateng yang Bisa Jadi Tujuan

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penularan virus Corona COVID-19, sangat dianjurkan memeriksakan diri ke rumah sakit jika mengalami gejala awal. Ada tujuh rumah sakit di Jateng yang bisa jadi tujuan untuk screening atau identifikasi apakah sesorang terjangkit virus Corona atau tidak.

Gejala awal yang bisa diketahui apakah seseorang terjangkit virus Corona, ciri-cirinya mengalami batuk, pilek dan demam. Selain itu bisa diidentifikasi melalui histori, apakah baru pulang dari luar negeri atau dari daerah yang ada pasien positif Corona.

Baca juga: Dua Jam Ganjar dan Gus Yasin Cek Kesehatan di RSUD Tugurejo

Jika seseorang mengalami gejala awal tersebut, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan screening. Berikut ini daftar rumah sakit yang bisa menyediakan fasilitas pemeriksaan tanda memungut biaya dari pasien.

  1. RSUD Dr Moewardi Surakarta
  2. RSUD Dr margono Soekarjo Purwokerto
  3. RSUD Kelet Jepara
  4. RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang
  5. RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten
  6. RSUD Tugurejo Semarang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan, tujuh rumah sakit milik Pemprov Jateng tersebut memiliki alat dan fasilitas pemeriksaan Corona. Dia meminta masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri, agar jika seseorang terpapar virus Corona bisa diketahui lebih awal.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah, di Magelang dan di Semarang

“Semakin cepat mengetahui kepastian terpapar atau tidak akan semakin baik. Jika memang dokter menyatakan suspect Corona maka akan dikirim ke RS rujukan dan masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan atau PDP. Tapi kalau ternyata flu demam biasa ya pulang,” katanya di Semarang, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

Ganjar juga meminta rumah sakit di seluruh jateng membatasi kunjungan pasien. Pihak rumah sakit harus memeriksa secara ketat terhadap kunjungan masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Rumah sakit ini kan merupakan bagian dari kerumunan. Pengunjung harus diperiksa, ditanya tujuannya apa. Kalau hanya mau menengok lebih baik dibatasi,” ujar Ganjar.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Dua Jam Ganjar dan Gus Yasin Cek Kesehatan di RSUD Tugurejo

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan cek kesehatan di RSUD Tugurejo Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen melakukan cek kesehatan di RSUD Tugurejo Semarang, Senin (16/3/2020). Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan memproteksi diri dari pengaruh virus corona. Bahkan, Ganjar dalam hal ini mengajak istri dan anaknya.

Cek Kesehatan yang dilakukan itu, juga sebagai bentuk nyata dalam memberikan contoh kepada masyarakat, tidak hanya sekadar mengimbau. Kompak mengenakan kaos bertulis ‘Bersama Lawan Corona‘, Ganjar dan keluarga melakukan sejumlah tes kesehatan di rumah sakit milik provinsi Jateng itu.

“Kalau sakit pakai masker ya, jangan lupa sering cuci tangan. Kalau tidak penting, kurangi bepergian keluar rumah. Kalau batuk, pilek demam dan tidak enak badan, langsung cek. Saya doakan semuanya sehat,” ucap Ganjar kepada warga yang ada di rumah sakit itu.

Baca juga : 1 Pasien Meninggal, Pemprov Jateng Langsung Tambah 46 Rumah Sakit Tangani Corona

Tiba di RSUD Tugurejo pukul 08.00 WIB, Ganjar dan keluarga serta Gus Yasin langsung menjalani proses pemeriksaan. Mulai pengambilan sampel darah, rotgen, treadmill test dan lain sebagainya. Mengenakan kaos dan celana olahraga, Ganjar melewati semua tes itu sekitar dua jam.

Ganjar Pranowo saat berada di RSUD Tugurejo Semarang untuk melakukan cek kesehatan, Senin (16/3/2020). Foto : Ist

“Sekarang kita harus mendorong masing-masing untuk memproteksi diri. Pastikan diri dan keluarga adalah individu yang sehat. Makanya saya sekarang datang bersama keluarga ke rumah sakit ini minta dicek, sekaligus check up untuk memastikan apakah diantara kami sehat atau tidak,” kata Ganjar.

Masyarakat lanjut Ganjar juga harus peduli dengan kesehatan masing-masing dan keluarganya. Pemprov Jateng lanjut dia sudah menyiapkan tujuh rumah sakit milik provinsi untuk melayani tes kesehatan masyarakat.”Silakan masyarakat periksa ke rumah sakit provinsi. Semuanya gratis,” tegasnya.

Baca juga : Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah, di Magelang dan di Semarang

Dirinya berharap semua masyarakat mau membantu dan berinisiatif untuk memproteksi dirinya agar tidak tertular virus corona. Menurut dia, penanggulangan corona akan berhasil apabila semua berjuang bersama melawan corona.

“Saya harapkan semua dukungan masyarakat untuk bersama melawan ini. Saya minta tidak berkerumun, tolong sadar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, ubah perilaku hidup, tidak ke luar rumah dan tidak bersalaman dulu. Cek kesehatan dan yang paling penting harus rajin cuci tangan menggunakan sabun. Olahraga, istirahat dan makan makanan bergizi serta vitamin juga penting dilakukan,” ungkapnya.

Baca juga : Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

Sementara itu, Dokter Patologi Klinik RSUD Tugurejo, Yenny saat berdialog dengan Ganjar menyebutkan, virus corona dapat ditangkal apabila kondisi kesehatan dan kondisi tubuh baik. Untuk menjaga itu, pengecekan kesehatan sangat penting dilakukan.

“Yang harus diketahui masyarakat, virus corona ini mudah bermutasi. Jadi bisa jadi, gejala yang timbul berbeda-beda dan harus diantisipasi dengan pengecekan kesehatan,” pungkas Yenny.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sudah Uji Lab, Paving Produksi UD Noor Jaya Kualitasnya Tak Perlu Diragukan

0
Paving produksi UD Noor Jaya, kualitas oke. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara diesel terdengar bising di dalam gudang yang terletak di tepi barat Jalan Lingkar Timur Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di antara suara deru diesel terlihat beberapa pria sedang sibuk membuat paving blok dengan alat press. Tempat tersebut yakni Usaha Dagang (UD) Noor Jaya yang produksi paving block diklaim berkualitas dan lolos uji laboratorium.

Adnan (41) selaku mandor di UD Noor Jaya menuturkan, paving blok produksi UD Noor Jaya kualitasnya sudah diuji di labotarium. Jadi kekuatannya tidak perlu diragukan. Karena itulah banyak pelanggan yang percaya dengan kualitas paving blok produksi UD Noor Jaya. Selain kuat, lanjutnya, paving blok UD Noor Jaya juga presisi, jadi cepat proses pemasangannya.

“Pelanggan kami itu kebanyakan dari perusahaan kontraktor. Dan mereka sering minta hasil uji laboratorium paving blok kami. Dengan hasil uji laboratorium tersebut, para perusahaan kontraktor akan tahu kekuatan paving blok produksi kami,” ujar Adnan kepada betanews.id

Beberapa pekerja di UD Noor Jaya sedang membuat paving. Foto: Rabu Sipan

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu mengungkapkan, selama ini tidak ada pelanggan yang komplain. Entah itu untuk uji laboratorium atau pun untuk kekuatan paving blok produksi UD Noor Jaya.

Bahkan saat ada pembeli baru, tambahnya, mereka biasanya kemudian berlangganan setelah tahu kualitas paving blok produk UD Noor Jaya. Apalagi bila pembeli itu datang ke tempat produksi, mereka langsung percaya karena lihat bahan yang digunakan.

“Untuk menghasilkan paving blok bagus dan kuat sesuai keinginan pelanggan, kami memang menggunakan bahan berkualitas. Pasir kami menggunakan pasir Muntilan. Sedangkan semen gunakan Semen Gresik,” urainya.

Dia mengatakan, UD Noor Jaya dirintis oleh bosnya 13 tahun yang lalu. Menurutnya, saat dia baru mulai kerja, bosnya hanya memiliki satu alat pencetak paving blok. Sedangkan sekarang sudah punya lima alat press pencetak paving blok.

“Dari lima alat pencetak paving blok itu biasanya kami mencetak sekitar 100 meter persegi sehari. Jumlah itu saat sepi permintaan. Tapi saat bulan – bulan proyek berjalan, UD Noor Jaya bisa produksi seribu meter persegi sehari, atau sekitar 12 ribu buah paving blok,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, paving blok produksi UD Noor Jaya dijual dengan harga Rp 50 ribu permeter persegi untuk bentuk segi enam. Sedangkan yang bentuk persegi panjang dijual dengan harga Rp 52 ribu semeter perseginya.

Saat ini pelanggan paving block UD Noor Jaya sudah banyak. Tidak hanya Kudus saja tapi juga meliputi eks Karesidenan Pati, juga Solo Raya, Semarang. “Bahkan beberapa kali kami mengirim ke Pemalang,” ungkap Adnan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jalan Rusak Parah, Cuma Mobil yang Ditumpangi Ganjar dan Patwal yang Bisa Jangkau

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau jalan rusak di Desa Candirejo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sekitar 5 Kilometer, jalan di tiga dukuh Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dilaporkan rusak parah. Yakni Dukuh Kedungglatik, Borangan dan Sapen.

Hal itu dilaporkan secara langsung oleh warga ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan di Desa Candirejo. Ganjar yang awalnya dijadwalkan hanya mengunjungi Kantor Desa Candirejo dan berdialog dengan warga, kemudian penasaran untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan.

Keinginan kuat Ganjar tidak dapat ditahan. Kepala Desa Candirejo, Haryoto akhirnya menyetujui. Menggunakan mobil Taft yang biasa digunakan ofroad, Ganjar dan rombongan diajak melihat kondisi tiga dukuh itu.

Jalanan yang rusak parah, melintasi sungai tanpa jembatan dan hutan menjadi pemandangan selama perjalanan. Bahkan, hanya mobil yang ditumpangi Ganjar dan mobil Patwal yang berhasil menembus jalan itu. Mobil yang dinaiki Bupati Semarang, Mundjirin serta rombongan awak media terjebak lumpur dan terpaksa balik kanan.

“Kondisi jalan memang ekstrem sekali, jalan rusak dan itu jembatannya putus. Kalau musim hujan, warga harus muter lewat Semarang untuk pergi ke Kantor Desa sini. Jaraknya bisa 2,5 jam,” kata Haryoto.

Jalan tersebut lanjut dia merupakan akses satu-satunya warga di tiga dukuh itu. Dirinya berharap, pemerintah mau membantu memperbaiki atau menghidupkan jalan lama, karena jalan yang saat ini ada tersebut nantinya akan dibangun Waduk Jragung.

“Harapan kami, jalan lama dihidupkan kembali karena jalan yang sekarang ini mau dibangun waduk. Biar masyarakat bisa mudah aksesnya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kedatangannya ke Desa Candirejo untuk merespon laporan warga. Dari laporan itu, warga memperlihatkan kondisi jalan rusak dan harus menyeberang sungai karena jembatan putus.

“Memang jalannya ekstrem sekali, tapi jalan ini tidak akan diperbaiki mengingat lokasi ini akan dibangun Waduk Jragung,” kata Ganjar.

Dari laporan Kades, beberapa warga yang ada di tiga dukuh tersebut juga menyatakan siap direlokasi terkait pembangunan waduk ini.

“Lelang pembangunan waduk Jragung ini sudah jalan, tinggal menunggu eksekusi,” tegasnya.

Meski begitu, Ganjar menegaskan akan membantu menghidupkan kembali jalan lama yang pernah ada. Nantinya, masyarakat diminta membantu proses pembangunan waduk dan juga pembangunan jalan sebagai akses masyarakat.

- advertisement -

Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah, di Magelang dan di Semarang

0
Petugas medis RS RSUD Tuguharjo Semarang simulasi penanganan Virus Corona. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pasien positif Corona di Jawa Tengah kini bertambah dua orang. Satu pasien dirawat di RSUP Kariadi Semarang, dan satu lagi dirawat di RSUD Tidar Magelang.

Dengan bertambahnya dua pasien tersebut, berarti hingga kini di Jateng ada empat pasien positif Corona. Karena sebelumnya ada dua pasien di RS Moewardi Solo yang dinyatakan positif. Satu pasien telah meninggal, dan lainnya masih dirawat.

Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulsi Senin Diliburkan

Data tersebut dinyatakan Gubernur Ganjar Pranowo dalam konferensi pers, Minggu (15/3/2020) di Semarang. Data tersebut menambah daftar kasus COVID-19 di Jateng menjadi empat kasus.

“Kami baru saja dapat laporan, ada dua orang pasien lagi yang positif (Corona). Satu pasien di Semarang dan satu pasien di Magelang. Ini berarti di Jateng sudah ada empat kasus. Kami terus memantau perkembangannya,” ujar Ganjar.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Krgiatan Car Free Day di jateng Disetop

Ganjar menjelaskan, dua pasien tersebut berkewarganegaraan Indonesia. Satu pasien yang di Semarang berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun. Sedangkan yang di Magelang berusia 36 tahun.

“Mereka (pasien Corona) sudah ditangani sesuai prosedur. Kondisi mereka masih normal dan terus membaik. Saya sudah perintahkan Kepala Dinkes (Jateng) untuk melakukan tracking kedua pasien,” ujar Ganjar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, dua pasien tersebut telah diketahui pernah memiliki riwayat perjalanan, satu pasien ke Bali dan satu pasien lain habis melakukan perjalanan dari malaysia.

“Untuk pasien yang di RSUP Kariadi Semarang, diketahui pernah mengunjungi Bali. Sedangkan yang di Magelang itu, baru saja pulang dari Malaysia,” terangnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Rayuan Ganjar Tak Mempan, Mbah Jumadi : ‘Mboten, Kulo Tak Manggon Mriki Mawon’

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bercengkrama dengan Mbah Jumadi di Desa Polisiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Seorang lelaki renta terlihat sedang duduk santai di dalam sebuah rumah sangat-sangat sederhana yang berada di pinggiran sawah Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Sebatang rokok yang terselip di jemarinya, perlahan dihisap, hingga kepulan asap tipis memenuhi sebagian dalam rumah yang berkuran 3×3 meter itu.

Adalah Mbah Jumadi namanya. Kakek berusia 85 tahun itu sudah pikun dan rabun. Sehari-hari tinggal di rumah yang jauh dari kata layak, karena kecil dan berdinding tripleks dan beratap asbes.

Kondisi Mbah Jumadi tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tergugah. Usai berkeliling ke sejumla lokasi di Kabupaten Semarang, Ganjar menyempatkan mampir menengok kondisi Mbah Jumadi.

Saat Ganjar datang, Mbah Jumadi masih duduk di dalam rumahnya. Kondisi rumah yang sempit, membuat Ganjar kesulitan untuk mengobrol. Akhirnya, Ganjar berinisiatif untuk mengajak Mbah Jumadi ngobrol di luar.

Selain memastikan kondisi Mbah Jumadi, kedatangan Ganjar juga bertujuan merayu agar Mbah Jumadi mau tinggal di Panti Sosial milik pemerintah di Ungaran. Namun, tawaran dan rayuan Ganjar tak dituruti Mbah Jumadi. Ia bersikukuh tinggal di rumah sederhananya itu.

“Purun nggeh manggon teng Ungaran (Panti Sosial), mangke enak, kathah rencange. Mangan yo enak, gratis (mau ya tinggal di Ungaran, nanti disana enak. Banyak temennya. Makan juga enak, semuanya gratis),” rayu Ganjar.

Ganjar juga berjanji akan membelikan Mbah Jumadi sarung, baju baru dan juga berbagai kebutuhannya. Namun tawaran itu ditolak Mbah Jumadi.

“Mboten, kulo tak manggon mriki mawon (tidak mau. Saya mau tinggal di sini saja). Nek manggon liyane, kulo cepet mati (kalau tinggal di tempat lain, nanti cepet meninggal),” jawab Mbah Jumadi.

Ganjar tak berhenti untuk terus merayu. Berbagai iming-iming diberikan, termasuk candaannya bahwa di panti banyak janda cantik.

“Mboten pengen rabi maleh (tidak mau menikah lagi). Ning panti kathah rondo mbah (di Panti Sosial banyak janda),” candanya.

Namun seberapapun Ganjar merayu, selalu ditolak Mbah Jumadi. Usut punya usut, Mbah Jumadi adalah penganut Kejawen yang tidak akan pernah mau meninggalkan rumahnya.

“Dia itu tidak mau pergi alasannya karena seluruh keluarganya meninggal di desa itu. Kalau dia pergi, katanya siapa yang mendoakan,” kata Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Jarwanto.

Sudah tak terhitung orang-orang merayu Mbah Jumadi. Mulai kepala desa, camat, bupati hingga saat ini gubernur. Tetapi tetap tidak mau. Mbah Jumadi tidak mau meninggalkan tempat kelahirannya.

Hal itulah yang membuat warga pasrah. Warga hanya bisa membangunkan rumah sederhana, memberikan makanan, pakaian serta uang.”Kondisinya sehat, hanya memang sudah lansia. Kami selalu mengawasi bersama-sama,” imbuhnya.

Ganjar sendiri mengatakan, Mbah Jumadi memang sudah tidak bisa dirayu untuk tinggal di Panti. Sebab, kepercayaan yang dianutnya membuat dirinya tidak mau meninggalkan tempat tinggalnya.

“Dia bersikukuh harus tinggal di sini, kalau tinggal di daerah lain, tidak dapat mendoakan untuk keluarganya. Ya ini memang sudah sulit,” kata Ganjar.

Ganjar hanya berpesan kepada Kades, TKSK dan masyarakat untuk lebih peduli. Ia berharap, segala kebutuhan Mbah Jumadi sehari-hari dapat dipenuhi dengan baik.

- advertisement -

Perpanjang SIM Wajib Tes Psikologi, Kuncoro Berharap Satlantas Kudus Aktif Sosialisasi

0
Warga sedang melakukan perpanjangan SIM dan STNK di gerai Layanan SIM Keliling dan Samsat Keliling. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS. ID, KUDUS – Puluhan orang tampak mengerumuni dua mobil tertulis SIM Keliling dan Samsat Kudus di halaman Gor Sukun Kudus, Selasa (10/3/2020). Satu di antara puluhan warga yakni Amin Kuncoro (50), dia berbagi cerita kepada betanews.id tentang persyaratan baru untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kuncoro sapaan akrabnya, mengaku baru tahu jika ada persyaratan tes psikologi untuk memperpanjang SIM. Dia tidak keberatan dengan adanya persyaratan tersebut. Tetapi dirinya berharap ada sosialisasi dari Satlantas Polres Kudus agar warga bisa tahu dan melakukan persiapan.

Petugas layanan Samsat Keliling sedang menginput data. Foto : Ahmad Rosyidi

“Warga tentu merasa terbantu dengan adanya SIM keliling ini, karena warga setempat tidak perlu jauh-jauh ke Satlantas. Tetapi tambahan tes psikologi ini saya baru tahu, dan dikenakan biaya Rp 50 ribu. Ini saya perpanjang SIM C, tadi sebelum ke sini saya ke Satlantas dulu. Kemudian diberi tahu jika ada layanan SIM keliling, jadi saya ke sini,” terang warga Megawon, Jati, Kudus itu.

Selain Kuncoro, Sani Cendrawati (35) juga mengaku baru tahu jika ada persyaratan tes psikologi. Dia tidak merasa keberatan dan mengikuti saja aturan yang berlaku. Menurutnya aturan yang dibuat tentu bertujuan baik demi keselamatan berkendara.

“Tetapi saya juga tidak tahu, tes ini semua lolos atau ada yang tidak lolos. Jika semua lolos hanya untuk formalitas ya percuma,” tambah warga Jagalan, Jebres, Surakarta itu.

Semntara itu, Nurkhan selaku petugas SIM keliling mengungkapkan, bahwa Satlantas Polres Kudus sudah melakukan sosialisasi melalui akun sosial media. Ke depan Satlantas juga akan terus berupaya untuk menyampaikan informasi terkait peraturan baru tersebut.

“Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi, ini juga banner baru dipesan. SIM keliling ini juga upaya kami mempermudah warga agar tidak perlu jauh-jauh ke kantor kami,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, jika pelayanan SIM Keliling akan dilakukan hingga hari Minggu 15 Maret 2020, dan akan berpindah-pindah lokasi. Dengan berpindah lokasi menurutnya akan menjangkau lebih banyak warga yang ingin memperpanjang SIM.

“Hari Rabu kami membuka layanan SIM keliling di Kelurahan Undaan Kidul, Hari Kamis di Kecamatan Dawe, Jumat di Kecamatan Kaliwungu, Sabtu di Pertokoan Pujasera Jati, Minggu di CFD Simpang Tujuh. Hari ini hingga pukul 11.00 WIB kami sudah melayani sekitar 40 warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sekolah di seluruh Provinsi Jawa Tengah akan diliburkan mulai Senin (16/3/2020) lusa. Keputusan ini diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencegah menyebarnya virus Corona COVID-19 yang telah merenggut satu nyawa di wilayah ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat terbatas penanganan kasus Corona, Sabtu (14/3/2020). Foto:ist

Keputusan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA dan sederajat tersebut ditempuh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, setelah melakukan rapat terbatas di Kantor Gubernur, Sabtu (14/3/2020) malam.

Baca juga: 1 Pasien Meninggal, Ganjar Langsung Tambah 46 Rumah Sakit Tangani Corona

“Mulai Senin lusa seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan selama dua pekan. Keputusan ini bisa saja berubah, kita lihat situasi dan kondisi nanti,” ujar Ganjar kepada wartawan usai rapat terbatas bersama Forkominda dan seluruh OPD Pemprov Jateng.

Ganjar menyatakan, khusus untuk siswa yang Senin lusa menjalani ujian sekolah tetap tetap dibolehkan. Pemberlakuan libur sementara ini hanya ditujukan kepada siswa yang tidak mengikuti ujian.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

Terkait dengan kegiatan terkait pendidikan di Solo Raya, Ganjar menyatakan dihentikan, termasuk ujian. Libur sementara hanya diberlakukan untuk sekolah-sekolah di Jateng, di luar wilayah Solo Raya.

“Tapi kami akan pantau terus perkembangan pasien yang dirawat. Jika ada temuan baru, bukan tidak mungkin nanti akan diliburkan secara dinamis,” ujar Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode tersebut menjelaskan, bagi siswa yang libur bisa belajar secara online di rumah. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak aplikasi Ruang Guru untuk merancang pembelajaran secara online bagi para siswa.

“Kami telah berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Ruang Guru. Kami mencoba membuat skenario agar para siswa tetap bisa belajar di rumah secara online. Ini akan terus kami jajaki,” katanya.

Keputusan untuk meliburkan para siswa, Ganjar menyatakan bisa saja akan memberlakukan libur untuk para mahasiswa di Jateng. Pihaknya telah berencana berdiskusi dengan para rektor Senin lusa.

Selain meliburkan sekolah, Ganjar juga menyetop seluruh kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang. Bahkan imbauan untuk para bupati dan wali kota, serta instansi terkait telah diterbitkan melalui surat edaran.

Kegiatan yang diminta untuk dihentikan tanpa batas waktu tersebut, misalnya car free day, Jateng Bersalawat, study tour, pekan olahtaga

daerah dan lain sebagainya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

1 Pasien Meninggal, Pemprov Jateng Langsung Tambah 46 Rumah Sakit Tangani Corona

0
Ganjar mengecek kesiapan tenaga medis di rumah sakit untuk penanganan virus Corona. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah satu pasien positif Corona dinyatakan meninggal di RSUD Dr Moewardi Surakarta Jumat (13/3/2020), Pemprov Jateng segera mengambil langkah strategis. Pemprov menambah jumlah rumah sakit rujukan penanganan Corona yang awalnya hanya 13 menjadi 59, atau bertambah 46 rumah sakit.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, penambahan rumah sakit rujukan penanganan virus Corona tersebut untuk memback up masyarakat menghadapi persebarannya. Langkah tersebut ditempuh setelah ada satu pasien positif Corona dinyatakan meninggal.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Kami terus memantau perkembangan kasus ini (Corona). Kami melakukan komunikasi intens kepada Pemerintah Pusat dan pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Kami juga telah menambah 46 rumah sakit rujukan untuk menambah kekuatan di sektor medis,” ujar Ganjar kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020).

Selain melakukan langkah tersebut, Ganjar mengatakan juga telah mengajak ilmuan dan para pengusaha untuk terlibat dalam penanganan kasus Corona. Ganjar menyatakan semua pihak, baik pemerintah, ilmuan, pengusaha, dan seluruh masyarakat harus bahu-membahu untuk mencegah virus Corona COVID-19 semakin menyebar.

Baca juga: Satu Pasien RS Moewardi Meninggal Positif Corona, Ganjar : ’Kita Langsung Tracking Pergerakan Pasien’

“WHO sudah menyampaikan bahwa ini sudah ditetapkan sebagai Pandemi. Kita butuh gotong royong. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi. Negara bertanggung jawab atas semua ini,” kata Ganjar.

Ganjar mewanti-wanti agar masyarakat tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat nyinyir apalagi memproduksi hoax. Karena persebaran informasi yang salah akan membuat situasi lebih buruk dan semakin membuat panik. Lebih baik, kata Ganjar, masyarakat turut melakukan kampanye pola hidup sehat. Terlebih para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’

“Kita mesti bersatu, hilangkan hoax, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik,” katanya.

Selain itu Ganjar juga mengharap keterbukaan informasi para pengusaha. Karena, selain kesehatan yang jadi perhatian serius Ganjar adalah aspek ekonomi. Keterbukaan tersebut meliputi kendala dan kondisi yang dihadapi saat ini.

Baca juga: Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular

“Yuk kita atur bareng-bareng agar semua bisa tetap hidup. Agar semua saling memperhatikan karena ini masa depan kita, karena ini kehidupan kita bersama,” katanya.

Khusus untuk pengusaha masker maupun farmasi, Ganjar mengimbau jangan menaikkan harga. Kalaupun ada kesulitan bahan baku, Ganjar siap menggandeng ilmuwan untuk turut serta memikirkan hal tersebut.

“Mari kita ngomong dengan perguruan tinggi, dengan lembaga riset yang kita miliki. Mari kita produksi sebanyak-banyaknya. Ini adalah momentum kita untuk bangkit bersama dan kita harus bergandengan tangan,” katanya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

0
Masyarakat berfoto dengan karakter Mikey Mouse di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus saat car free day berlangsung. Foto: Seputarkudus.com

BETANWS.ID, SEMARANG – Semakin meningkatkan jumlah suspect virus Corona COVID-19 di Jawa Tengah, apalagi ada satu korban meninggal, membuat Pemprov Jateng memperketat akses publik. Pemerintah daerah di seluruh wilayah Jateng diminta menunda atau membatasi kegiatan yang menghadirkan banyak orang, termasuk car free day.

Hal itu sebagaimana Surat Edaran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dikeluarkan hari ini (14/3/2020). Surat Edaran bernomor 440 /0005942 tersebut ditujukan kepada seluruh bupati, wali kota, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertilkal serta seluruh Pimpinan BUMN di Jateng. Surat tersebut dibuat sebagai langkah preventif penyebaran virus Corona.

Baca juga: Satu Pasien RS Moewardi Meninggal Positif Corona, Ganjar : ’Kita Langsung Tracking Pergerakan Pasien’

Surat tersebut berisi imbauan agar pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan koordinasi, sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pencegahan dan pengendalian virus Corona. Selain itu, Ganjar juga meminta agar seluruh instansi menyediakan peralatan dan kebutuhan alat untuk mengecek kondisi tubuh.

“Kami minta disediakan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer, dan jangan lupa yang paling penting masker. Kami minta agar seluruh instansi memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis,” kata Ganjar memberikan penjelasan terkait surat tersebut.

Baca juga: Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’

Poin selanjutnya dalam surat tersebut, Ganjar meminta kepada seluruh bupati dan walikota di Jateng untuk menunda atau membatasi kegiatan-kegiatan yang menghadirkan banyak orang atau kerumunan. Kegiatan itu misalnya car free day, pertunjukan, study tour, berkemah atau kegiatan lain yang sejenis.

Baca juga: Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular

“Kemudian poin selanjutnya, kami meminta agar setiap instansi membuka posko informasi terpadu,” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, Pemprov Jateng telah membuat posko informasi untuk layanan pengaduan. Masyarakat bisa mengakses informasi atau memberikan laporan terkait virus Corona ke posko tersebut melalui nomor telepon telepon (024) 3580713.

Editor: Suwoko

- advertisement -