1 Pasien Meninggal, Pemprov Jateng Langsung Tambah 46 Rumah Sakit Tangani Corona

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah satu pasien positif Corona dinyatakan meninggal di RSUD Dr Moewardi Surakarta Jumat (13/3/2020), Pemprov Jateng segera mengambil langkah strategis. Pemprov menambah jumlah rumah sakit rujukan penanganan Corona yang awalnya hanya 13 menjadi 59, atau bertambah 46 rumah sakit.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, penambahan rumah sakit rujukan penanganan virus Corona tersebut untuk memback up masyarakat menghadapi persebarannya. Langkah tersebut ditempuh setelah ada satu pasien positif Corona dinyatakan meninggal.

Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop

-Advertisement-

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Kami terus memantau perkembangan kasus ini (Corona). Kami melakukan komunikasi intens kepada Pemerintah Pusat dan pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Kami juga telah menambah 46 rumah sakit rujukan untuk menambah kekuatan di sektor medis,” ujar Ganjar kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020).

Selain melakukan langkah tersebut, Ganjar mengatakan juga telah mengajak ilmuan dan para pengusaha untuk terlibat dalam penanganan kasus Corona. Ganjar menyatakan semua pihak, baik pemerintah, ilmuan, pengusaha, dan seluruh masyarakat harus bahu-membahu untuk mencegah virus Corona COVID-19 semakin menyebar.

Baca juga: Satu Pasien RS Moewardi Meninggal Positif Corona, Ganjar : ’Kita Langsung Tracking Pergerakan Pasien’

“WHO sudah menyampaikan bahwa ini sudah ditetapkan sebagai Pandemi. Kita butuh gotong royong. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi. Negara bertanggung jawab atas semua ini,” kata Ganjar.

Ganjar mewanti-wanti agar masyarakat tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat nyinyir apalagi memproduksi hoax. Karena persebaran informasi yang salah akan membuat situasi lebih buruk dan semakin membuat panik. Lebih baik, kata Ganjar, masyarakat turut melakukan kampanye pola hidup sehat. Terlebih para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’

“Kita mesti bersatu, hilangkan hoax, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik,” katanya.

Selain itu Ganjar juga mengharap keterbukaan informasi para pengusaha. Karena, selain kesehatan yang jadi perhatian serius Ganjar adalah aspek ekonomi. Keterbukaan tersebut meliputi kendala dan kondisi yang dihadapi saat ini.

Baca juga: Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular

“Yuk kita atur bareng-bareng agar semua bisa tetap hidup. Agar semua saling memperhatikan karena ini masa depan kita, karena ini kehidupan kita bersama,” katanya.

Khusus untuk pengusaha masker maupun farmasi, Ganjar mengimbau jangan menaikkan harga. Kalaupun ada kesulitan bahan baku, Ganjar siap menggandeng ilmuwan untuk turut serta memikirkan hal tersebut.

“Mari kita ngomong dengan perguruan tinggi, dengan lembaga riset yang kita miliki. Mari kita produksi sebanyak-banyaknya. Ini adalah momentum kita untuk bangkit bersama dan kita harus bergandengan tangan,” katanya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER